PRINCESS'S STORY
.
AQUARYOUNG21
.
FAMILY, ROMANCE, FRIENDSHIP, HURT/COMFORT
.
CAST
SM FAMILY, GS for UKE
.
Ohya, buat yang that pure one mian belom bisa lanjut abisnya ilang feeling gara gara kepotong uas wkwk XD
Typo dimana mana, RCL jangan lupa wokeh? X)
.
.
PRINCESS'S STORY CHAPTER 2
.
.
"jadi ini istana Choi itu?" ucap Kris terkagum dengan bangunan megah di hadapannya yang bergaya modern itu. Namun tetap ada cita rasa Korea di bangunan berwarna putih dengan tanaman hijau dimana –mana itu. Joonmyeon diam saja dan masih berkutat dengan helm yang menyangkut di kepalanya.
"heh ya! Bantu aku!" seru Joonmyeon. Kris tersenyum.
"bahkan saat meminta bantuan pun kau tetap angkuh, aku suka" goda Kris. Dalam hati, Joonmyeon benar –benar berdebar saat wajah Kris sedekat ini. "dah terbuka" ucap Kris lagi. Tapi Joonmyeon masih membeku di tempatnya. "rambutmu berantakan" ucap Kris. Dan jemari Kris pun mulai membelai surai kemerahan Joonmyeon. Menatanya serapi mungkin. "done, kau bisa masuk sekarang" ucap Kris setelah puas dengan hasil karya jemarinya. Joonmyeon masih tak begeming. Kris bingung. Dia melambaikan tangannya di depan wajah Joonmyeon dan beruntungnya Joonmyeon sadar dengan cepat. Dia menatap Kris tajam. Sedangkan Kris menampilkan senyuman genitnya. Atau senyuman mesum? Entahlah. Joonmyeon menghela nafas kasar dan berbalik masuk menuju rumahnya.
"ah kau mungkin lupa, tapi tak apa apa. Sama sama, aku senang bisa membantumu" seru Kris dan itu membuat Joonmyeon menghentikan langkahnya sejenak. Tak lama dia kembali berjalan dan kini dengan sedikit menghentakkan kakinya. Kris tertawa lagi.
"dia angkuh, tapi dia juga lucu kan?" ucap Kris bermonolog ria.
.
.
Pagi hari seperti biasa, Joonmyeon harus berangkat ke sekolahnya. Dibukakan pintu oleh orang berseragam yang sama dengan wajah yang berbeda. Mendapat banyak sekali tatapan dari siswa yang datang bersamaan dengannya. Entah tatapan iri atau kagum kepadanya, Joonmyeon tak peduli. Mendengar seruan Baekhyun lalu jalan bersama nya ke kelas. Salah. Hari ini sedikit berbeda. Tidak ada seruan Baekhyun melainkan sapaan dengan nada menggoda dari seorang namja yang masih 'asing' baginya.
"annyeong yeppeo" ucapnya. Joonmyeon menatapnya dari atas sampai bawah. Namja ini mengenakan seragam yang sama. Dia bersekolah di sini juga?
"huh? Kau lagi namja menyebalkan. Kau mengikutiku sampai ke sekolah ini? Astaga niat sekali. Siapa kau sebenarnya? Tau darimana aku sekolah di sini?"Tanya Joonmyeon dingin. Tangan Joonmyeon kini terlipat di depan dadanya. Tatapannya yang datar digantikan dengan tatapan menyelidik dan membuat wajah cantiknya menjadi imut. Kris, namja asing itu tertawa lagi. Oh tidak, bukan tertawa hanya tersenyum melihat tingkah sok dingin Joonmyeon yang sangat lucu di matanya.
"kau mulai tertarik untuk mengetahui tentangku?" Tanya Kris. Joonmyeon berdecih. Apa apaan dia? Memang dia pikir dia siapa membuat Joonmyeon begitu penasaran?
"aku tak punya banyak waktu untuk berdebat dengan mu, dan tolong minggir kau menghalagi jalanku" ucap Joonmyeon datar. Tapi tak di sangka Kris malah sedikit membungkuk sehingga wajahnya sejajar dengan wajah Joonmyeon. Wajahnya di dekatkan ke wajah Joonmyeon. Dan Joonmyeon sangat kaget, mata sipitnya membulat sempurna sekarang. Joonmyeon bisa merasakan hembus nafas Kris menerpa pipinya.
"aku akan beri tahu kau tentang ku secara perlahan, annyeong yeppeo" ucap Kris terdengar seperti bisikan di telinga Joonmyeon. Namja jangkung itu kemudian meninggalkan Joonmyeon yang masih membeku dengan senyum merekah di wajahnya. Senyum yang bisa melumpuhkan siapa pun.
Joonmyeon tersadar dan segera berbalik menatap punggung Kris yang semakin menjauh.
"untuk ukuran namja yang baru ku kenal kau sangat menyebalkan" ucapnya gusar. Namun tetap terlihat anggun. Ia menatap punggung Kris dengan tatapan tidak percayanya. Namja itu benar benar menyebalkan, pikirnya.
"yak! Choi!" pekik Baekhyun yang akhirnya datang. Dia segera menghampiri Joonmyeon dan ikut menatap objek yang ditatap Joonmyeon. "woa, itu bukannya si DJ? Dia sekolah di sini?"ucap Baekhyun heran. Joonmyeon diam tak menghiraukan ucapan Baekhyun. Setelah punggung Kris hilang di tikungan koridor terlihat sosok lain. Dia Kim Jongin. Matanya tak sengaja bertemu dengan mata Joonmyeon. Dan dada Joonmyeon kembali berdebar dan darahnya berdesir kembali. Mereka bertatapan cukup lama sebelum Jongin memutuskan eye contact mereka dan kembali memperhatikan yeoja di sampingnya. Dan di detik itu juga ada serpihan hati Joonmyeon yang patah dan jatuh ke dasar palung hatinya.
"jja, Baekhyun ayo ke kelas" ucapnya pelan lalu berbalik kembali ke tujuan awalnya. Kelas.
.
.
Kelas terasa membosankan untuk Joonmyeon. Sedari kelas dimulai perhatiannya teralih ke langit dengan awan awan berwarna hitam menggantung di sana. Hari ini mendung tapi tidak kunjung hujan. Ketika dia menoleh ke samping ada Baekhyun yang sibuk dengan smartphone nya. Pasti dengan Chanyeol. Dia sibuk chatting dengan Chanyeol. Tebak Joonmyeon. Dari tempatnya dia bisa lihat ke lapangan. Ada kelas yang sedang jam olahraga. Olahraga di saat cuaca mendung begini? Malas sekali. Pikir Joonmyeon. Tapi ia segera menepis pikirannya begitu melihat sosok namja asing di lapangan itu. Tengah mendribble bola basket dengan sangat lincah. Tanpa sadar seulas senyum terlukis di wajah cantiknya. Dia terus memperhatikan namja itu sampai Park songsaenim menegurnya karena senyam senyum sendiri di kelas. Semua menatap Joonmyeon. Dan sumpah rasanya sangat malu Joonmyeon ingin loncat sekarang juga dari lantai 4. Tapi kemudian dia segera minta maaf kepada songsaenim dan mengalihkan seluruh perhatiannya ke pelajaran.
Awas kau namja asing, kau benar benar membuatku malu. Umpat Joonmyeon dalam hatinya.
.
.
"aku penasaran Joon, apa yang membuatmu senyum sendiri di kelas seperti tadi" ucap Baekhyun seraya menyesap jus nya. Joonmyeon hanya melempar tatapan datarnya.
"apa hal itu sangat penting bagimu untuk dibahas Baek?"ucap Joonmyeon datar. Baekhyun tak menanggapi ucapan Joonmyeon dan menyibukkan dirinya dengan snack yang dibelinya. Sementara Joonmyeon sibuk mengedarkan pandangannya mencari sosok Jongin. Tapi matanya malah menangkap sosok si namja asing tengah makan bersama seorang sunbae mereka.
"bukankah itu si DJ? Dengan Kwon Yuri? Aish.." ucap Baekhyun mulai bergossip. Joonmyeon menanggapinya sekenanya. "dia lebih playboy ketimbang Chanyeol" ucap Baekhyun lagi. Tapi kali ini Joonmyeon tertarik dengan ucapan Baekhyun.
"apa katamu? Playboy? Jadi kekasihmu itu selain mesum juga playboy?" Tanya Joonmyeon. Baekhyun mengangguk pelan.
"ya, selama berpacaran denganku dia sudah eum..5 kali berselingkuh"
"mwo? 5 kali bagaimana bisa?"Tanya Joonmyeon tidak percaya. Mata hazelnya membulat sempurna.
"tentu saja bisa, aku wajar sih yah pacarku kan tampan. Dan kau tahu salah satu selingkuhannya itu sepupu mu sendiri Joon, Choi Sulli" ucap Baekhyun lagi. Dan kali ini Joonmyeon benar benar tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Bagaimana bisa Baekhyun seperti tanpa beban menceritakan kalau namjachingunya berselingkuh seperti ini?
"dan aku juga pernah berselingkuh dengan si DJ itu, dan Chanyeol marah besar. aku suka saat dia marah, dia sangat cute saat marah"
"a -aigoo? Neo jeojangshinini?" ucap Joonmyeon tak percaya. Baekhyun malah tertawa.
"dan karena hal itu Chanyeol tak berani selingkuh lagi. Haha, makanya dia menyuruhku mengenalkan si DJ kepadamu, dia takut aku jatuh ke si DJ itu. oh ayolah, namjachinguku terlalu pabbo, dia percaya aku selingkuh padahal aku hanya menipunya dengan berpura pura selingkuh dengan si DJ itu.. haha" Baekhyun tertawa geli. Sementara Joonmyeon hanya berdecih melihatnya. Aneh. Pikirnya. Di saat seperti itu Kris menghampiri meja mereka.
"hai Keuriseu" sapa Baekhyun. Joonmyeon hanya menatap Kris ganas.
"hai Baekbee.. dan eum nona yeppeo kenapa menatapku ganas sekali?" ucap Kris mengabil tempat di samping Joonmyeon dan menghadapkan dirinya ke Joonmyeon. Dia menopang dagunya dengan kedua tangannya. Terkesan sok imut dan Joonmyeon bersumpah ingin muntah melihatnya.
"yak kalau Chanboo tau kau memanggilku seperti itu, dia akan memenggalmu"
"Chanboo mu takkan tahu karena dia tak di sini" ucap Kris tak mengalihkan pandangannya dari Joonmyeon. "kau adalah nona angkuh tercantik yang pernah kutemui"ucap Kris lagi kali ini ditujukan untuk Joonmyeon. Baekhyun tertawa lagi. Kali ini Joonmyeon lelah terus -terusan dijahili. Dia balik menghadapkan dirinya ke Kris dan menopang dagunya dengan tangan persis seperti yang Kris lakukan. Dia juga menatap Kris dengan tatapan datar miliknya.
"kau itu sebenarnya mau apa?" Tanya Joonmyeon dingin. Kris tersenyum.
"ternyata mata hazelmu sangat indah jika dilihat sedekat ini, aku ingin menemui orang tuamu dan berterima kasih telah melahirkan anak secantik dirimu" ucap Kris manis sekali. Awalnya Joonmyeon berdecih mendengarnya tapi kemudian dia sedikit tersentak saat melihat siapa yang berdiri di belakang Kris. Matanya melebar dan menghentikan aksi saling menatapnya dengan Kris. Matanya jadi sedikit berkaca. Dia memilih bangkit dari kursinya dan meninggalkan Baekhyun juga Kris.
"yak kau kalah dalam permainan ini Choi" seru Kris tapi Joonmyeon tak menghiraukannya. Dan begitu Kris berbalik dia kaget ditatap oleh namja tan yang tak dikenalnya. Juga oleh yeoja manis bermata bulat di sampingnya.
"mworago?" Tanya Kris.
.
.
Seorang namja tan menatap kosong gelasnya yang semula terisi penuh kini hanya tinggal setengah. Tangannya bermain di bibir gelas itu. Sementara di lain sisi seorang yeoja bermata bulat tengah memperhatikannya sedari tadi. Tapi kemudian dia tersenyum.
"kau memikirkan apa Jongin? Namja yang tadi duduk dengannya?" Tanya gadis itu tepat sasaran. Namja tan itu –Jongin- segera mengalihkan perhatiannya ke si gadis bermata bulat itu. "aku sedikit tahu tentangnya. Dia Wu Yifan, pindahan dari China. Tapi aku tidak tahu kenapa dia bisa dekat dengan 'dia'" ucap gadis itu dengan sedikit penekanan pada 'dia'yang terakhir dalam kalimatnya. Jongin tersenyum kecut.
"aku tahu kau belum bisa melupakannya.."
"Kyung kami sudah berakhir"
"Jongin, mungkin secara teknis kalian berakhir, tapi coba tengok lagi perasaan kalian? Apa sudah berakhir?" ucap gadis itu telak. Dan lagi Jongin tersenyum pahit. Dia menyesap espressonya. Berharap pahit yang dia rasakan bisa larut bersama espresso yang diminumnya sekarang.
"aku tahu pasti sulit melupakan yeoja sesempurna Joonmyeon kan?" Tanya gadis itu lagi. Akhirnya dia menyebut nama 'dia'. Jongin tertawa hambar.
"kami memang harus berakhir. Di dalam kisahnya, tidak ada cerita tentang aku dan dia. Kami memang tidak ada sejak awal seharusnya" ucap Jongin terdengar putus asa. Gadis itu mengelus tangan Jongin yang tergeletak di meja.
"kalau kau keberatan untuk melepasnya, setidaknya berjuang untuk mendapatkannya kembali, Jongin"ucap gadis itu. terdengar menenangkan. Jongin tersenyum kecil.
"trims Kyungsoo, kau sahabatku yang terbaik." Ucap jongin.
.
.
Minho tengah menonton tv saat seorang maid memberi tahunya kalau appanya memanggilnya dan ingin bertemu dengannya di ruang kerjanya. Dan seketika pikiran pikiran buruk memenuhi otak Minho. Dia berjalan ragu menuju ruang kerja ayahnya. Dia mengetuk pelan pintunya sebelum masuk.
"annyeong appa" ucapnya seraya sedikit membungkuk. Tuan Choi mengangguk.
"anja" ucapnya dan Minho pun duduk. "kapan kau sampai?" Tanya tuan Choi.
"baru 2 hari yang lalu appa"jawab Minho gugup. Tuan Choi tertawa.
"kenapa kau sangat gugup bicara denganku? Apa aku sangat menakutkan? Santai saja Choi Minho, biar bagaimanapun aku tetap ayahmu dan aku tak setega itu untuk menyakiti anakku sendiri" ujar tuan Choi. Minho mengangguk paham. "kapan kau akan lulus?" Tanya tuan Choi lagi.
"di semester depan, aku berusaha untuk bisa lulus appa" ucap Minho. Tuan Choi tersenyum.
"bagus semakin cepat semakin baik. Ada hal yang ingin ku bicarakan denganmu.."
"apa itu appa?"
.
.
Minho akhirnya keluar dari ruang kerja ayahnya. Dia segera berjalan menuju taman belakang yang berhadapan dengan rumah para maid. Dan ketika dia baru duduk di bangku taman itu dia harus kembali berdiri begitu melihat seseorang keluar dari rumah itu. seorang gadis cantik bersurai coklat sebahu. Sebagian rambutnya diikat ke belakang. Dia terlihat cantik dan feminim. Minho tersenyum melihatnya.
"annyeong tuan muda Choi.."
"yak! Minnie ku bilang panggil saja aku Minho"
"arraseo, apa kabar Minho?"
"tak terlalu baik tanpa mu Taemin"
Gadis itu tersenyum malu. Minho sangat gemas dibuatnya.
"kau tidak berubah, kau masih sangat manis sejak 6 bulan lalu" ucap Minho. Taemin tersenyum.
"kau juga, masih suka merayu persis seoerti 6 bulan lalu" ucap Taemin menimpali ucapan Minho. Dan Minho tak kuasa untuk tidak memeluk gadis yang sangat dirindukannya itu.
"bogoshippo, neomu bogoshippo" bisik Minho.
"nado.."
TBC
Wakakakk XD chap 2 is up!
Aku lupa nulis TBC di akhir chap 1 kemaren wkwk.. maap ya typonya bertebaran banget kek cucian kotor wkwkwk XD
Ohya thanks buat jimae407203, AniesLoveWonkyu, junmyunyifan, askasufa, 989seohye, pikachuu, swester, aiiukiu, DragonAqua buat ripiu nya~~ /love attack/ hehe jan bosen buat baca.
