The Third Sun chapter 2


Cast:

Kim Jongin - Kai

Kim Junmyeon - Suho

Kim Taemin

Zhang Yixing - Lay

Park Chanyeol - Chanyeol

Shim Changmin

Byun Baekhyun

Byun Taeyeon

Kangin

Rate:

Aman

Warning:

BL, DLDR, membosankan, alur pasaran, typos

Warning again:

REVIEW JUSEYO! :)


Cerita sederhana tentang kehidupan Kim Jongin setelah kepergian Kyungsoo dari hidupnya. Akankah ada sesuatu yang bisa membuatnya kembali 'hidup'?


Sebulan sudah resmi berlalu sejak acara pertunangan Sehun dan Kyungsoo dilaksanakan di Jeju. Kabar Kai masih sama saja, tapi dia sedikit lebih baik karena hyungdeulnya tidak membiarkannya duduk sendirian. Appanya juga lebih sering berkunjung ke Jeju ketimbang sebelumnya. Bagi Kai, ini saja sudah lumayan lebih baik daripada dulu. Dia bahagia banyak yang menyayanginya, tapi hatinya tetap saja masih hampa.

"Hyung, aku mau jalan-jalan ya ke Seoul. Aku bosan di Jeju." Tukas Kai sembari menyantap sarapannya.

Taemin, Suho, Chanyeol dan Lay bersamaan mengernyitkan dahinya heran dengan ucapan tiba-tiba dari maknae mereka ini.

"Kau yakin? Nanti bagaimana jika bertemu Kyungsoo? Nanti mati lagi," goda Chanyeol.

"Hhh, hyung ini menggodaku terus. Ya kuharap sih tidak bertemu dia atau mereka berdua. Aku sedang rindu Seoul." Jawab Kai seadanya.

"Baiklah, kau bisa berangkat bersamaku, Kai. Sepupuku akan datang besok, tapi aku tak tahu jam berapa, jadi aku akan jaga-jaga saja di Seoul sekarang. Kau mau?" tanya Suho sambil meminum kopi buatan Lay.

"Whaaa, jinjjayo? Tentu! Aku akan bersiap hyung! Aku harus terlihat tampan di depan sepupumu. Siapa tahu dia benar-benar lebih cantik dari Kyungsoo. Hehehe, tunggu aku di depan!" Dan Kai pun dengan cepat berlari pulang ke rumahnya untuk bersiap. Ya, saat ini mereka sedang menikmati sarapan buatan Lay dirumahnya yang berjarak sekitar 3 rumah dari rumah Kai dan Taemin.

"Kelihatannya dia mulai sedikit hidup ya? Syukurlah, aku jadi sedikit tenang." Ucap Lay.

"Ya begitulah. Aku juga jadi lebih tenang sekarang Lay. Ya, Suho! Bagaimana kalau kau naik mobil appa saja? Kan daripada kau naik bis dan mobilnya menganggur?" tawar Taemin pada Suho sambil membereskan piring milik Kai.

"Ah! Ide bagus Taemin! Aku sebenarnya juga berniat meminjam mobil paman Kyuhyun sih kemarin, tapi lupa. Hehe, jadi aku boleh membawanya nanti?"

"Suho hyung, aku titip makanan enak dari Seoul ya? Jika ada bawakan aku namja cantik satu lagi. Jangan hanya untuk Kai saja. Aku bosan menjomblo, hyung." Tukas Chanyeol sambil menyuapkan suapan terakhir sarapan ketiganya pagi ini. Ya, Chanyeol sudah tambah 3x pagi ini. Alasannya ia sangat lapar, dan masakan Lay terlalu lezat untuk dilewatkan.

"Kau ini. Sudah makan sebanyak itu masih minta dibawakan oleh-oleh? Aku ini hanya ke Seoul, Chan. Bukan ke London. Hish, kau ini."

"Yaahh, ayolah hyung. Itu untuk cemilan. Lagipula, jika kalian menginap di rumahku lagi atau kita mengadakan nonton film di ruang tamuku, kan kita pasti butuh makanan enak-enak. Aku bosan dengan makanan di Jeju, hyung." Rengek Chanyeol pada Suho.

"Haih, ne ne. Nanti kubawakan sesuatu, tidak banyak. Aku belum gajian dan aku juga harus menabung." Jawab Suho cepat sambil sedikit berlari menuruni tangga di rumah kekasihnya.

"Hyung! Hati-hati!" teriak Lay sambil melambaikan tangannya lucu.

"Ne chagiya." Balas Suho sambil kembali berlari tapi kali ini berlari menuju Lay.

CHU~

"My morning kiss and saranghae. Annyeong, chagiya!" bisik Suho yang kemudian mengusak surai kekasihnya itu lalu kembali berlari menuju rumah Kai meninggalkan Lay yang merona sempurna untuk mengambil kunci mobil dan tentu saja mobil Kyuhyun.

"Lho? Kenapa kau kemari hyung?" tanya Kai yang baru saja selesai membereskan rumah dan berganti baju.

"Hah hah... lelah juga berlari kemari. Ah, aku mau mengambil kunci mobil paman Kyuhyun. Taemin meminta kita berangkat naik mobil saja, jadi ya dia meminjamkan mobil appamu padaku. Mana kuncinya?" jelas Suho sambil duduk di salah satu anak tangga di rumah Kai.

"Ah, baiklah, chakkaman."

DRAP DRAP DRAP

DRAP DRAP DRAP

CKLEK

BLAM

"Huh?! Ya Tuhan Kai. Bisakah kau tidak mengagetkanku? Hampir saja handphoneku jatuh karena kau mengagetkanku!" seru Suho panik.

"Hehe, mianhae hyungie. Tadi aku terburu-buru. Ini kunci mobil appa. Ayo ke garasiiiiii, palliwaaa. Aku sudah tidak sabar untuk berada di Seoul!" rengek Kai pada Suho sambil menarik-narik lengan Suho meminta Suho segera bangun.

"Hah hah hah... Hyung, apa masih ada satu tempat lagi? Aku juga ingin ikut kalian ke Seoul! Jadi nanti kau tak usah membelikanku apa-apa hyung" ujar Chanyeol yang tiba-tiba saja sudah berada di sebelah Kai.

"Hhh, baiklah baiklah. Jja, ke garasi!"


"Akhirnya sampai. Hey kalian berdua! Ayo bangun! Aish! Kai, mana apartemenmu? Aku mau istirahat sebentar. Aku mengantuk!"

"Hoaaahem... Sini, biar aku yang menyetir ke apartemenku daripada aku menjelaskan rute jalan padamu. Membuang waktu, hyung." Ujar Kai sambil membuka pintu mobilnya dan keluar sebentar merenggangkan badan dan menghirup udara Seoul yang sudah lama tak ia kunjungi. "Ayo cepat pindah, hyung. Aku juga mengantuk..."

Akhirnya Suho pun pindah tempat duduk di sebelah Kai yang sekarang duduk di kursi pengemudi. "Hyung bangun. Ya Tuhan, kau ini dari kita berangkat sampai kita sudah mendarat dengan sempurna di Seoul masih saja tidur. Dasar beruang raksasa, tukang hibernasi!"

TUK!

"Ya!"

"Sama saja denganmu kan? Susah sekali kalau dibangunkan jika sudah tidur. Untung tadi aku berhasil membangunkanmu," ujar Suho sambil memasang seatbeltnya.

"Tadi aku tidak tidur hyung. Aku menghapal jalan. Jika aku tidak bangun, kau akan kesulitan pulang nanti. Aku tahu kau tidak pandai mengingat jalan hyung, karena daritadi saja kau berhenti berkali-kali untuk bertanya arah." Balas Kai santai sambil mulai memacu kendaraan appanya menuju apartemennya yang terletak 3 blok dari tempatnya berhenti saat ini.

"Dasar! Kenapa kau tidak bilang kalau kau bangun? Kan aku jadi tidak susah payah turun mobil berkali-kali, dasar dongsaeng kurang ajar memang kau ini Kai."

"Hehe, kalau yang itu aku memang membiarkanmu hyung. Aku malas disuruh turun mobil hanya untuk bertanya arah. Jika beruang raksasa itu tidak tidur sambil memeluk tas besarnya, kita akan dengan mudah menggunakan GPS yang dia punya di i-padnya." Tukas Kai.

"JADI CHANYEOL BAWA I-PAD? Aigoo, aku benar-benar tidak mengerti kenapa Tuhan mengirim kalian untuk jadi tetangga dan sekaligus dongsaengku."

"Hehe, sudahlah hyung. Aku minta maaf jika begitu. Lain kali aku tidak akan begitu lagi, janji. Nah itu dia apartemenku."

TIN TIN

"Selamat malam paman!"

"Ah, Kai! Akhirnya kau kembali, lama sekali kau tidak pulang ke apartemen ini. Betah di rumah ya? Kau membawa teman?"

"Ya begitulah paman Kangin. Aku sedang dalam masa-masa buruk belakangan jadi aku memilih untuk meninggalkan Seoul sementara. Ne, ini teman-temanku dari Jeju. Baiklah, kami masuk dulu, ngantuk paman. Jaljayo paman Kangin!"

"Ne, Kai. Jaljayo!"

CKLEK

"Jja hyung, kita sudah sampai. Ya! Beruang tidur! Bangun! Kita sudah sampai!" teriak Kai tepat disamping Chanyeol yang membuat namja bertubuh tinggi itu bangun dengan kaget dan dengan sukses kepalanya menghantam atap mobil.

"AW! Ah, appoyo. Hah! Jadi kita sudah sampai?! Whaaa~ Cepat sekali! Kau pasti ngebut ya... eh? Yang menyetir tadi bukannya Suho hyung ya? Kenapa jadi kau yang keluar dari kursi pengemudi, Kai?" tanya Chanyeol bingung sambil membereskan tasnya dan juga tas Kai serta tas Suho yang ada di jok belakang.

"Itu karena kau tidur macam beruang sedang hibernasi hyung. Ini sudah sampai sejak 15 menit tadi. Dan apa kau bilang? Cepat? 12 jam di perjalanan kau bilang cepat? Bercanda kau hyung." Ejek Kai sambil berlari ke arah lift yang diikuti Suho dan tentu saja Chanyeol yang baru saja keluar dari mobil dan menguncinya dengan kunci yang tadi diberikan Kai padanya.

"WHA?! 12 jam? Yah! Berarti aku melewatkan banyak pemandangan dong?! Aish, kenapa tidak ada yang membangunkanku, sih?!" erang Chanyeol yang kemudian dihadiahi pukulan kecil di kepalanya oleh Suho.

"Jika kau tidak tidur seperti beruang yang sedang hibernasi, maka kau tidak akan melewatkan pemandangan yang ada. Kau menyalahkan kami karena tidak membangunkanmu? Harusnya kau salahkan dirimu sendiri karena kau itu susah bangun, beruang tidur!" seru Suho sambil melangkah keluar mengikuti Kai menuju apartemennya.

"Maaf jika apartemenku tidak besar. Appa membelikanku yang kecil karena beliau fikir aku tidak akan bawa banyak teman, tapi aku rasa, 3 orang tidur di kamarku cukup. Biarkan beruang ini tidur di kasur atas, kita tidur di bawah hyung. Aku ada kasur lipat," ucap Kai sambil membuka apartemennya yang sudah berbulan-bulan ia tinggalkan.

Bau khas ruangan lembab yang sudah lama ditinggalkan menyapa hidung ketiganya.

"Chan, buka jendela!"

"Hyung, jangan tutup pintu!"

"Kai, ini tangkap! Taruh di kamarmu!"

Dan begitulah reaksi ketiganya begitu melihat apartemen Kai yang sudah hampir sama seperti gudang karena ditinggal beberapa bulan tak terurus. Setelah 30 menit membereskan kekacauan apartemen ini dan udara di apartemen ini sudah mulai membaik, mereka bertiga akhirnya beristirahat.

"Haaaah, selesai juga akhirnya! Untung masa 'mati'mu tidak membuatmu sembarangan menaruh barang, Kai. Jika iya, maka ku rasa kita harus menyewa 5 maid untuk membersihkan apartemen ini dengan cepat." Seru Suho sambil menyenderkan punggung dan pantatnya di sofa empuk yang baru 15 menit lalu bersih dari debu.

"Idem, hyung. Aku jadi lapaaar sekali sekarang. Kai, apa tidak ada yang bisa kita makan sekarang?"tanya Chanyeol sambil melongo ke arah Kai yang ada di kamarnya sedang membereskan baju-bajunya.

"Hehe, tidak ada hyung. Kalau begitu kalian mandi saja dulu, setelah aku selesai membereskan ini dan mandi juga kita akan keluar cari makan malam. Sekalian menikmati Seoul di malam hari, kan?"

"Ide bagus. Hyung, aku mandi pertama. Aku janji hanya akan memakan waktu 20 menit. Jika lebih kau boleh menghukumku," tukas Chanyeol sambil mengambil peralatan mandinya lalu ngacir ke kamar mandi.

"Haha, catat omongannya hyung. Lumayan jika dia terlambat, bisa kita suruh membayar makanan kita." Usul Kai pada Suho yang langsung diacungi jempol olehnya.

"Setuju. Sekarang aku akan istirahat sebentar, bangunkan aku jika dia sudah selesai. Ah, sekarang jam 9 tepat, Kai-ya. Sebelum jam 9.20, beruang tidur itu harus sudah selesai." Balas Suho sambil kemudian merebahkan dirinya di sofa untuk sekedar istirahat sejenak selama Chanyeol mandi.

Sesuai dugaan, Chanyeol melebihi janjinya untuk mandi 20 menit.

"Hyung! Sudah setengah jam! Kau harus traktir kami makan!" teriak Kai sambil mengetok pintu kamar mandinya.

"Ish, sial. Lebih 10 menit! Hhh, baiklah nanti kutraktir. Jangan mahal-mahal tapi!" balas Chanyeol sambil melangkah mendekati hyungnya yang masih tertidur di sofa.

"Hyung, bangun. Mau mandi tidak?"

"..."

"Hyung, ayo bangun. Aku sudah laparrrr,"

"Eungh... Hm? Ah, kau sudah hooaaaahem selesai mandi? Terlambat tidak?" tanya Suho.

Chanyeol mengangguk. "10 menit! Hahh, padahal kukira aku sudah secepat mungkin mandinya." Desah Chanyeol sedih.

"Sekarang mana maknae? Mandi? Kai! Kau mandi?" teriak Suho.

"Ne hyung! Tapi aku sudah selesai. Hah, kau mandilah hyung akan kusiapkan mobilnya. Jangan lupa jika kalian turun, kunci pintu. Passwordnya 1124. Aku ganti baju dulu,"

"Lalu aku?"tanya Chanyeol sok polos.

"Kau? Hmmm, tunggu saja disitu hyung atau kau boleh mainkan gitarku untuk bersenang-senang."

"Jinjjayo? Dimana gitarmu? Ah itu dia!" seru Chanyeol kegirangan sambil berlari kecil mengambil gitar Kai yang ada di ujung ruang tamu.

Sementara Chanyeol yang sudah asik memetik gitar dan memainkan satu lagu, Kai sudah selesai ganti baju dan Suho juga sudah selesai mandi plus ganti baju.

"Ah, ternyata kita selesai bersamaan. Yasudah, jja turun. Kau bawa saja gitarnya hyung. Nanti kau bisa bermain gitar di mobil selama perjalanan, atau kita bisa buat duet. Aku ada gitar satu lagi, hadiah dari appa. Ah ini dia, aku menyimpannya di kamar karena jarang kugunakan. Jja!"

Dan menit berikutnya mereka sudah berlarian menuju mobil. Suho di kursi kemudi, Kai di kursi samping pengemudi sambil memainkan gitar pemberian Kyuhyun. Dan Chanyeol ada di belakang sambil bermain gitar Kai juga. Sepuluh menit kemudian mereka sudah sampai di kawasan Dongdaemun. Disana sambil membawa gitar di belakang mereka, Kai dan Chanyeol ada di barisan terdepan untuk mencari makanan, dan Suho ada di belakang hanya mengikuti dua dongsaengnya ini.

"AH! Itu dia! Kita makan disana saja! Lihat, itu ada banyak menu hyung! Murah lagi! Kau bisa mentraktir kami sebanyak-banyaknya tanpa khawatir uangmu cepat habis, hyung. Jja, sembari menunggu nanti kita bisa bermain gitar. Siapa tahu kita bisa menghibur pengunjung kedai dan membuat kedai jadi ramai lalu kita diberi gratisan?" ujar Kai sambil menepuk pundak Chanyeol yang sudah berbinar matanya karena merasa ide Kai sangat brilian.

"Jenius! Jja! Ayo hyung!" jawab Chanyeol sambil menarik tangan Suho untuk segera berlari kecil ke kedai di depan mereka itu.

"Annyeong ahjumma, aku pesan ddeokbokki, hyung kau mau pesan apa?" tanya Kai.

"Samakan saja. Ddeokbokki 3 ya ahjumma, ohya ahjumma, sambil menunggu, apa kami boleh bermain gitar di depan situ? Siapa tahu kedai ahjumma jadi tambah ramai," tanya Chanyeol langsung tanpa babibu pada sang pemilik kedai ddeokbokki itu.

"Hahaha, tentu saja anak muda. Apa membutuhkan penyanyi? Anakku bisa membantu, dia sangat senang menyanyi apalagi saat dia membantuku memasak. Suaranya merdu sekali, kau mau kan Baekki?" tanya sang pemilik kedai. Dan tak lama kemudian suara rengekan anaknya itu muncul.

"Eomma! Jangan membuatku malu begitu, kan mereka orang baru. Aku malu eomma," lirih namja yang dipanggil Baekki itu.

"Ah, ide bagus ahjumma. Kami bisa duetkan dia dengan hyung kami, ini dia. Namanya Suho, dia juga jago menyanyi! Suaranya merdu juga ahjumma," celoteh Chanyeol lagi. Lagi-lagi Kai hanya mengangguk mengiyakan.

"Tuh, sudah sana ke depan saja. Hitung-hitung kau istirahat dan berkenalan dengan teman barumu. Nah anak muda, ini anakku. Sana perkenalkan dirimu,"

"A-annyeong, Byun Baekhyun imnida,"

Chanyeol tak berkedip saat dia melihat sosok Baekhyun sedang memperkenalkan dirinya di depan mereka bertiga. Ya Tuhan, cantik sekali..., batin Chanyeol.

"A-ah, aku Chanyeol. Park Chanyeol. Ini Kim Joonmyeon, tapi kau bisa memanggilnya dengan Suho hyung, dan ini Kim Jongin tapi kau bisa memanggilnya Kai. Dia maknae kami,"

"Halo hyung, salam kenal. Jja, kita mulai saja. Kita nyanyi apa ya tapi?" tanya Kai.

"Bagaimana kalau lagu yang kita nyanyikan tadi di mobil? Akustik kiss me? Kau ikuti kami saja nanti Baekhyun, aku tahu kau pasti bisa menyesuaikan dengan cepat." Ucap Chanyeol sambil memposisikan dirinya. Begitu juga dengan Suho dan Kai.

"Kami akan beri kode kau untuk bernyanyi, hyung" ujar Kai.

"Hana, dul, set,"

(Suho) Kiss me out of the bearded barley
Nightly, beside the green, green grass
(Kai) Swing, swing, swing the spinning step
I wear those shoes and you will wear that dress

(Suho) So, (Kai+Suho) kiss me (Suho) beneath the milky twilight
(Suho + Chanyeol) Lead me (Suho) out on the moonlit floor
Lift your open hand
(Kai + Chanyeol) Strike up the band and make the fireflies dance
Silver moon's sparkling
(Kai) So kiss me ooh ohh, ooh ooh, ooh ooh

Walau asyik memetik gitar, tapi Kai tetap bisa memberi kode pada Baekhyun untuk memberi tahunya bahwa ini gilirannya menyanyi. Dan seolah mengerti, Baekhyun pun mulai bernyanyi.

(Baekhyun) Kiss me down by the broken tree house
Swing me upon its hanging tire
Bring, bring, bring your flowered hat
We'll take the trail marked on your father's map

So, (Baekhyun+Chanyeol) kiss me (Baekhyun) beneath the milky twilight
(Baekhyun + Kai) Lead me (Baekhyun) out on the moonlit floor
Lift your open hand
(Baekhyun + Suho) Strike up the band and make the fireflies dance
Silver moon's sparkling

Semakin lama, semakin banyak pengunjung yang berhenti hanya untuk melihat konser kecil empat namja ini. Tak jarang ada yang meletakkan selembar won atau beberapa receh di depan mereka walaupun mereka tidak menaruh tempat untuk tempat uang.

(Baekhyun+Chanyeol) So, kiss me beneath the milky twilight
Lead me out on the moonlit floor
Lift your open hand
Strike up the band and make the fireflies dance
Silver moon's sparkling

(Baekhyun) So, (Baekhyun+Kai) kiss me beneath the milky twilight
(Baekhyun + Suho) Lead me out on the moonlit floor
Lift your open hand
(Baekhyun+Chanyeol) Strike up the band and make the fireflies dance
Silver moon's sparkling
(Baekhyun+Suho) So kiss me
(Baekhyun+Chanyeol) So kiss me
(Baekhyun+Kai) So kiss me

PROK PROK PROK PROK

Tepuk tangan riuh menyelimuti mereka. Rasa bangga menyeruak di hati masing-masing karena berhasil menghibur banyak pengunjung dan tak mereka sangka, mereka mendapat upah! Setelahnya, mereka berempat membungkuk bersama dan mengucapkan banyak terimakasih pada penonton dadakan mereka yang telah melihat dan memberi upah pada mereka.

"Hei, apa kau menerima request lagu?" tanya salah seorang pengunjung kedai yang sedari tadi menikmati makanannya plus hiburan dari mereka berempat.

"Ya, tentu saja. Tapi karena kami baru sampai di Seoul tadi malam dan kami sangat lapar, maka kami akan makan dulu sebelum meneruskan bernyanyi lagi. Apa kau mau request lagu?" tanya Chanyeol balik pada sang pengunjung sambil mengambil upah mereka yang sedikit berantakan di depan mereka itu.

"Ah, kalau begitu kalian makanlah sepuasnya. Aku yang akan bayar! Namaku Shim Changmin. Aku pemilik salah satu label rekaman yang cukup terkenal disini. Aku ingin mengundang kalian untuk datang ke studioku besok, apa bisa?"

Serempak keempat namja tadi menoleh pada Changmin dengan ekspresi kaget setengah hidup.

"SHIM CHANGMIN? PEMILIK MAX ENT. YANG MENAUNGI BEBERAPA MUSISI KOREA ITU?!" teriak mereka bersamaan.

"Ha? Haha, kenapa kalian terkejut begitu? Ya, tapi benar. Itu aku, bagaimana apa kalian berminat?"

Kemudian tanpa menjawab, mereka berempat langsung memilih berkumpul melingkar dan berdiskusi.

"Bagaimana ini hyung? Ini bisa jadi kesempatan besar untuk kita! Jeju pasti bangga, dan paman Kyuhyun juga ikut bangga anaknya bisa masuk label internasional!" bisik Chanyeol.

"Aku sih oke, kau bagaimana Kai? Baekhyun? Kau mau kan? Chanyeol pasti sedih jika kau menolak," tanya Suho pada Baekhyun sambil sesekali melirik Chanyeol yang sudah resmi tersenyum simpul itu.

"A-aku mau tanya eomma dulu nanti,"

"Aku siap! Ini memang impianku dari dulu. Dan ya, kurasa keputusanku untuk cuti kuliah berhadiah ini. Ditawari untuk datang ke MAX ENT.! Wohoo!" balas Kai lirih.

Selesai berunding, Baekhyun membalikkan badan dan melihat eommanya. Belum sempat bertanya, eommanya sudah menjawabnya. "Ikutlah, eomma tahu kau sangat menyukai seni vokal. Dan ini kesempatan untukmu. Siapa tahu kedai ini bisa sangat ramai saat pengunjungnya tahu jika anakku ini artis terkenal?"

"Ah, ahjumma, kau juga bisa berjualan di dekat MAX ENT. Makananmu ini benar-benar kelezatan surga! Nanti akan kutulis disini bahwa kedai ini kurekomendasikan. Telah direkomendasikan oleh Shim Changmin pemilik MAX ENT. Agar banyak yang tahu bahwa mereka tak perlu mati untuk merasakan surga, cukup makan masakanmu saja, ahjumma." Tukas Changmin sambil tersenyum tampan.

"Ahh, benarkah itu anak muda? Haha, ini biasa saja. Aku hanya memasak dengan cinta, mungkin itu yang membuat masakanku jadi lezat. Ah kita belum berkenalan ya? Namaku Taeyeon, Byun Taeyeon. Ini anakku Byun Baekhyun dan itu teman-temannya" balas sang pemilik kedai alias Byun Taeyeon itu.

"Kim Jongin imnida, kau bisa memanggilku Kai, err... ahjussi"

"Haha, cukup panggil aku hyung. Umurku masih 25 tahun."

"Annyeong, hyung. Park Chanyeol imnida,"

"Ah, Kim Joonmyeon imnida. Kau bisa memanggilku Suho hyung. Aku 26 tahun, Kai 22 tahun, dan Chanyeol 23 tahun. Kau, umurmu berapa Baek?" tanya Suho lembut.

"A-aku... aku 23 tahun juga sama seperti Chanyeol-ssi"

"Tidak perlu formal begitu memanggilku, Baekki. Cukup panggil Chanyeol saja, baiklah. Kami sudah memutuskan, besok kami akan datang ke studiomu hyung. Jam berapa?" tanya Chanyeol to the point.

"Bagus! Aku tunggu kalian di studioku jam 10 pagi. Ini alamatnya, dan ahjumma, ini untuk membayar pesananku tadi dan pesanan mereka nanti, jika ada kembalian ambil saja. Jika kurang, kau bisa mengambil kekurangannya di kantorku besok. Tinggal berikan saja padaku notanya, aku harus pergi, masih ada urusan kecil. Aku permisi, sampai bertemu besok, Kai, Suho, Chanyeol, Baekhyun, dan Taeyeon ahjumma. Annyeong," pamit Changmin sambil berlalu dan bergabung dengan kerumunan orang yang berlalu lalang di depan kedai.

"Super sekali malam ini, makan malam gratis, dapat upah, dapat undangan untuk datang ke studio milik Changmin hyung dari Changmin hyung sendiri! Daebak!" seru Chanyeol sambil mulai menyuapkan pesanannya yang masih hangat itu karena memang Taeyeon membuatkan pesanan mereka belakangan, agar tetap enak dimakan.

GLEK

"Benar hyung. Aku juga tidak menyangka Changmin hyung suka jalan-jalan disini. Baekhyun hyung, besok kami harus menjemputmu dimana?" tanya Kai sambil kembali melahap ddeokbokkinya.

"Aku berangkat bersama eomma saja. Kan eomma juga diundang berjualan di dekat MAX ENT.?" Jawab Baekhyun sambil kembali membantu eommanya memasak dan mengantar pesanan.

"Ah, baiklah. Ahjumma, aku pesan ddeokbokki lagi! Haaa enak sekaliiii!" jawab Kai sambil menggoyang-goyangkan badannya sebagai bukti bahwa makanan ini benar-benar lezat!

"Ya! Kau ini memalukan sekali maknae! Sudah, Yeol, jangan sedih begitu. Besok kan kita masih bertemu Baekhyun. Ah, aku pesan bbimbap ya ahjumma. Hehe,"

"A-aku tidak sedih hyung! Ah, aku juga mau tambah! Kimbap 2! Hehe, aku lapar sekali ahjumma. Boleh ya?" rengek Chanyeol.

"Tentu saja boleh anak muda. Uang dari Changmin ini lebih dari cukup untuk membayar pesanan kalian, bahkan jika kalian tambah 10 kali pun, uang ini tetap ada kembali. Baek, kau yang membuatkan pesanan mereka ya. Biar eomma membuat pesanan pelanggan lain,"

Sedetik setelahnya tiba-tiba Kai menoleh pada Suho yang duduk disampingnya. "Hyung sepertinya dia sudah jatuh cinta pada Baekhyun hyung ya?" bisik Kai sangat lirih pada Suho.

Suho hanya mengangguk dan berkata lirih, "Kita harus membuat mereka bersatu," Disambut anggukan mantap dari Kai, dua orang itu hanya melakukan tos kecil lalu melanjutkan melahap ddeokbokki mereka yang tinggal sedikit. Chanyeol? Sedang tersenyum kecil sambil menatap punggung Baekhyun yang sedang memasak pesanannya, ah dan pesanan Kai juga Suho sebenarnya. Satu kesimpulan yang bisa diambil, Park Chanyeol baru saja jatuh cinta. Dan itu karena Byun Baekhyun.


"Huh? Jam berapa ini? HUWAA! Ya! Hyung bangun! KAI BANGUUUUUUN! INI SUDAH JAM SETENGAH 10 DAN KITA BARU BANGUUUUN! AYO CEPAT BANGUUUN MANDII!" teriak Chanyeol tidak jelas sambil langsung ambil pakaian dan ngacir ke kamar mandi.

"Huh? Jam setengah- MWO? MATI KITA! HYUNG BANGUN! Kau cepat berkemas! Aku akan siapkan mobil dan mandi di toilet bawah! Chanyeol hyung! 10 menit kau harus sudah selesai!"

"Apa sih Kai? Memangnya ini jam berapa? Eungh, kau mengganggu mimpiku saja!"

"Hyung, ini sudah setengah 10 pagi dan kita harus ke studio MAX ENT. JAM 10! Palliwaaaa!"

"ASTAGA! Ne, ne aku bangun. Kau mau mandi di toilet bawah? Lalu Chanyeol?"

"Aku sudah selesai! Wha! Tepat 7 menit! Rekor! Ya, Kai kau mandi disini saja. Mobil biar aku yang siapkan. Gitar ada di mobil kan?"

Kai mengangguk sambil melenggang masuk ke kamar mandi. "Hyung, kau menyiapkan barang-barang kita saja. Tapi apa ya?" tanya Chanyeol.

"Ya tidak bawa apa-apa, bodoh. Kita kan kesini bukan untuk wawancara dengan Changmin. Sudah kau turun saja, aku akan membereskan kamar. Ini kuncinya, kau tunggu di lobi, masih ada 20 menit sebelum jam 10. Palliwa!" titah Suho yang langsung diangguki Chanyeol.

"Salah sekali kami pulang pagi saat sedang benar-benar lelah. Ckck,"

"Hyung, aku sudah selesai! Kemeja saja kan? Aku pakai yang pendek ya?" tanya Kai sambil memilih-milih baju.

"Terserah kau saja, yang penting tetap sopan!"

Dan Kai pun mengangguk lalu melanjutkan pencarian bajunya. Chanyeol? Dia sudah dengan tampan bertengger di belakang kemudi mobil Kyuhyun. Sesekali dia bernyanyi ringan mengikuti alunan musik yang ia putar di mobil. 10 menit kemudian, terlihat hyung dan dongsaengnya sudah keluar dari lift. Segera ia menyalakan mobil dan menunggu mereka masuk lalu tancap gas menuju alamat MAX ENT.


"Wah, akhirnya kalian datang. Selamat datang di MAX ENT. Ayo mari ikut aku, Baekhyun sudah menunggu di studio." celetuk Changmin saat menyambut tamunya.

"Hai hyung!"sapa Kai pada Baekhyun. Di dalam studio, Baekhyun sudah dalam posisi terbaiknya duduk di tengah.

"Nah, kalian kuberi waktu 2 menit untuk diskusi mau bermain lagu apa. Bebas, sesuai kreativitas kalian. Buat aku terkesan. Jika aku terkesan, kalian akan langsung rekaman untuk cover beberapa lagu musisi terkenal sebelum kalian kubuatkan single. Bagaimana?"

Ini kedua kalinya Chanyeol melongo hari ini. Rekaman katanya? WAW!

"Baik hyung!"

"Nah, sekarang kita mau cover apa?"

"Titanium saja! Chanyeol main cajon saja, biar Kai yang main gitar. Suho hyung di piano tapi nyanyi juga. Aku nyanyi saja hehe, aku tidak terlalu pintar main alat musik." Seolah menurut, semuanya segera memposisikan diri untuk sekedar berlatih sebentar. Setelah oke, mereka memberi tanda pada Changmin.

"Hyung! Kami siap!"

"Oke, silahkan mulai!"

"One, two... one two three go!"

(Kai) You shout it loud
But I can't hear a word you say
(Suho) I'm talking loud not saying much
(Baekhyun) I'm criticized
But all your bullets ricochet
Shoot me down, but I get up

(Kai) I'm bulletproof, nothing to lose
Fire away, fire away
(Chanyeol) Ricochet, you take your aim
Fire away, fire away

(Baekhyun) You shoot me down but I won't fall
I am titanium
(Suho) You shoot me down but I won't fall
I am titanium

(Baekhyun) Cut me down
But it's you who'll have further to fall
Ghost town and haunted love
(Suho + Baekhyun) Raise your voice, sticks and stones may break my bones
(Suho) I'm talking loud not saying much

(Baekhyun) I'm bulletproof, nothing to lose
Fire away, fire away
(Suho) Ricochet, you take your aim
Fire away, fire away

(Kai) You shoot me down but I won't fall
I am titanium
(Suho) You shoot me down but I won't fall
I am titanium
I am titanium
I am titanium

(Baekhyun) Stone-hard, machine gun
Firing at the ones who run
Stone-hard as bulletproof glass

(Baekhyun) I'm bulletproof, nothing to lose
Fire away, fire away
(Suho) Ricochet, you take your aim
Fire away, fire away

(Chanyeol) You shoot me down but I won't fall
I am titanium
(Baekhyun) You shoot me down but I won't fall
I am titanium
(Kai) You shoot me down but I won't fall
I am titanium
(Suho) You shoot me down but I won't fall
I am titanium
I am titanium

Changmin sedikit terpesona pada suara merdua masing-masing personel di depannya ini. Bagaimana bisa suara mereka terdengar sangat harmonis? Pikirnya. "Aku harus mengetes mereka satu persatu dengan keahlian mereka masing-masing!"

"Great! Sekarang, kalian satu persatu mainkan satu lagu yang kalian suka dengan alat musik yang kalian bisa mainkan. Baekhyun, kau bisa saxophone?" tanya Changmin.

Baekhyun mengangguk. "Sedikit bisa. Aku beberapa kali memainkannya bersama eomma. Waeyo hyung?"

"You'll play saxophone! Amber! Ambilkan saxophonenya dan berikan pada Baekhyun! Now, kita mulai dari Kai. Lagu apa yang kau suka Kai? Mainkan itu dengan gayamu dan dengan gitarmu. Bisa?"

Kai mengangguk dan mulai memainkan gitarnya dengan santai.

Mengcover lagu memang sudah hobi Kai. Dan terbukti bahwa lagu Just the Way You Are milik Bruno Mars ini bisa tercover baik olehnya. Petikan gitarnya tadi benar-benar menghipnotis telinga siapapun yang mendengar ini.

"What a show! Now, Suho!"

"Aku butuh Chanyeol bermain cajon, Changmin. Apa boleh?"

Changmin tertawa sejenak lalu mengangguk. Setelahnya, show kedua di studio kecil itu dimulai. Jari-jari Suho menari indah menekan tuts hitam putih itu mengikuti nada asli dari lagu yang ia cover, We Found Love milik Rihanna ini tercover dengan sangat indah.

Tepukan riuh mengakhiri show kecil itu. Changmin benar-benar terpesona oleh permainan piano solo dari Suho. Dan Chanyeol sebagai pengiringnya pun bermain apik!

"Great! Chan, itu sudah kuhitung sebagai penampilanmu. Jadi, ini Baekhyun yang terakhir ya!"

Baekhyun mengangguk dan mulai meniup saxophonenya dan memainkannya dengan indah. Chanyeol yang duduk di samping Baekhyun hanya mampu terus tersenyum sambil terkadang ikut bernyanyi atau sekedar memetik gitar Kai yang tadi hanya tergeletak santai di sampingnya. Tak hanya Chanyeol yang terlena dengan permainan saxophone dari Baekhyun, tapi Suho dan Kai pun juga. Mereka secara tak sadar ikut memainkan gitar dan piano mereka mengiringi lantunan saxophone Baekhyun. Changmin yang melihat dari balik kaca hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat mereka berempat. Ia sangat amazed betapa mereka bisa sangat kompak dan menciptakan harmoni seindah ini. Daebak!

Setelah selesai, masing-masing dari mereka hanya bisa saling pandang lalu tiba-tiba semuanya saling berpelukan tak terkecuali Baekhyun. Mereka melampiaskan emosi senang mereka bersama-sama.

"Aku tak menyangka permainan saxophonemu bisa begitu indah, Baek. Gila!" ujar Chanyeol sambil mengalungkan gitar Kai ke badannya.

"Apalagi aku hyung. Kau tadi kan bilang hanya sedikit bisa. Sebagus ini kau bilang sedikit? Ckck, kau ini hyung!"

"Kau hebat Baek! Sempurna!"

CKLEK

When I see your face, there's not a thing that I would change
'Cause you're amazing, just the way you are

"Wha! Handphoneku! Ah, yeoboseyo?"

"Suho-ya! Aku sudah sampaaaai, hehehe. Kau sudah menjemputku kan? Dimana kau sekarang? Aku lapar Suho-ya!"

MATI AKU. "A-ah, Luhan. A-aku sedang ada urusan sebentar. A-akan kusuruh temanku menjemputmu, ne? Kau tunggu disana, 15 menit-30menit dia akan tiba. Dia bertubuh tinggi, dan kulitnya agak sedikit lebih hitam dari orang Korea kebanyakan. Ah, dan dia pakai kemeja biru gelap. Dia sudah dalam perjalanan kesana, tunggulah! Mianhae ne, pay"

KLIK

"Kau. Jemput. Luhan. SEKARANG! Ini bawa handphoneku, dia akan menelfonku jika dia tak kunjung menemukanmu. Palliwa Kai!"

"Ya! Kenapa harus aku?"

"Karena kau maknae!" koor Chanyeol dan Suho. Setelahnya Kai hanya bisa mendengus kesal dan berlari keluar menuju tempat parkir untuk mengambil mobilnya dan menuju Incheon Airport untuk menjemput sepupu Suho, Xi Luhan.

"Lho? Kai kemana?" tanya Changmin pada Suho saat dia tak menemukan satu personelnya disana.

"Dia kusuruh menjemput saudaraku, Changmin. Sebenarnya kami ini dari Jeju ke Seoul untuk menjemputnya. Tapi ternyata kau mengajak kami kemari, ya ini bonus. Hehe, bagaimana penampilan kami? Apa jelek?"

Changmin mengangguk saja walau iya tak begitu paham. "Jelek? Apa kalian bercanda? Di tanganku sekarang bahkan sudah ada kontrak untuk kalian! Bagaimana? Kalian setuju kan? 3 tahun perjanjian, ini baru surat pernyataan belum resmi karena aku belum mempersiapkan apa-apa. Tapi minggu depan, kalian harus ke Seoul lagi. Aku akan bicarakan dengan staffku yang lain, dan kita akan taken contract untuk 3 tahun secara resmi. Bagaimana?"

Tidak ada yang bersuara dari ketiganya. Hanya ekspresi kaget yang benar-benar tidak dibuat-buat. "Be-benarkah? Yay! HYUNG KITA JADI MUSISI! WAAA!" Dan teriakan Chanyeol menjadi awal persetujuan belum resmi antara mereka dan Changmin.

"Ah, tapi kami kurang satu personel. Lay. Dia gitaris, biasa mengiringi Kai jika bermain. Kai adalah main vocal dan main guitarist di grup kami sebelum Baekhyun datang. Setelah ini, aku rasa Baekhyun yang akan jadi main dan kami benar-benar pengiring." Ujar Suho tenang.

"Tidak masalah. Bawa dia kemari minggu depan, aku akan lihat bagaimana kemampuannya dan kita akan putuskan dia akan masuk atau tidak."jelas Changmin.

"DEAL!"


Whaaa maafkan Abi kalau alurnya nggak enak banget dibaca. kepala lagi gabisa diajak mikir. feelnya menyurut tiba-tiba T_T

ayo ayo yang baca jangan lupa review :D. nggak ada semangat nulis lagi nih nanti *author pundung*

buat yang penasaran sama coveran kiss me kayak apa, ini bisa lihat disini. easylistening banget, www . youtube watch?v=V1lnWkPR79Y

ilangin spasinya yaaa. kalo just the way you are: www . youtube watch?v=oEBZC7_bXmk

if you are not the one: www . youtube watch?v=Plfecal5TYY

we found love: www . youtube watch?v=6I3kgbBp6PY

titanium: www . youtube watch?v=QA_CNajQpJY

titanium versi piano + guitar: www . youtube watch?v=KmAnXxrVC94

kekeke, review juseyo!