BACK OF TIME
P2
BY Cyunha
RATED : M
CAST:CHANYEOL, KYUNSOO,BAEKHYUN, TAO, KRISS,
DISC: cerita ini hanya fiktif belaka jika ada kesamaan nama dan kejadian... itu
namanya kebetulan :p
WORD: 2.634
FORMAT:CHAPTER
WARNING: BXB, YAOI, TYPO IS EVERYWHERE
ENJOYED AND DONT BE SIDERS ~~
chanyeol masuk ke sebuah cafe tak jauh dari kampus, ia memesan waffle dan segelas coklat susu hangat untuk sekedar mengisi perutnya di pagi hari. Ia memilih duduk di pinggir dekat jendela agar ia bisa melihat pemandangan pagi hari, tetesan air bekas hujan semalam terdengar merdu. Tak lama pesanannya datang
"gomawo" dengan senyum khasnya ia menyapa pelayan. Senyuman itulah yang membuat kyungsoo jatuh hati dulu, senyuman yang mampu membuat siapapun di dekatnya akan luluh. Ia-chanyeol menyeruput coklat susunya sembari sesekali memasukan waffle ke dalam mulutnya.
"hey bocah" panggil seseorang dari arah cashier membuat chanyeol menolehkan kepalanya, di lihatnya kriss sedang menuju tempatnya duduk "kau bocah yang kemarin diam-diam melihat kyungsoo kan?" kriss mendudukan pinggulnya tanpa meminta persetujuan chanyeol
"kyungsoo?" chanyeol berlaga tak mengenal kyungsoo
"ia pria yang bernyanyi di pinggir piano itu, aish sudahlah. Apa yang kau lakukan disini? Ah terima kasih" ucap kriss di barengi pesanan yang baru saja datang
"sarapan sunbae" chanyeol memalingkan wajahnya ke arah luar lagi
"panggil aku hyung saja, oia namamu siapa?"tanya kriss dengan mulut yang penuh dengan panecakenya
"park chanyeol imnida hyung" jujur chanyeol ingin sekali mengelap kasar bibir hyung di depannya, cara makannya tak berubah berantakan. Bagaimana bisa ia di panggil cool guy padahal di pandangan chanyeol dia hanya seorang namja idiot yang tergila-gila pada panda jadi-jadian (tao).
"kau mengambil jurusan apa?" tanyanya lagi sebelum ia menyantap kesekian potong panecakenya
"music intsrument"jawab datar chanyeol, sabar chanyeol sabar kau bisa menghadapi pria idiot di depanmu dengan sabar. Oh come on idiot satu ini makin membuat chanyeol malu perihal mulut yang belepotan dengan madu. Chanyeol mengambil tisu dan berusaha menggapai bibir kriss dan menghapusnya cepat
"kriss hyung!" ucapan lirih membuat kedua namja itu menoleh ke arah sumber suara, masih dalam adegan mengusap bibir kriss yang terpause karena panggilan dari seorang namja tinggi tak lebih tinggi dari chanyeol dengan rambut yang hitam pekat dan kantung mata yang hitam seperti kurang tidur
"tao.." ucap kriss masih diam
"hyung jahat, kenapa berselingkuh" mendengarnya chanyeol buru-buru menarik lengannya. Ia menghela nafasnya panjang di barengi tepukan jidatnya
"selingkuh? Tidak babypanda, kau salah paham" ucap kriss berdiri dari tempat duduknya
"tao-ya wae?" tanya seseorang dari arah belakang tao yang ternyata adalah baekhyun sahabat tao
"baekhyun kriss hyung berselingkuh di depanku" dengan nada yang seperti mau menangis tao bersembunyi di balik tubuh baekhyun yang notabene lebih kecil dari tubuhnya. Chanyeol menghela nafas panjang
"tao-ya, aku dan si idiot ini—" chanyeol kelepasan mengatakan idiot "maksudku kriss hyung tak sengaja bertemu, aku hanya risih melihat cara makan kekasih kesayanganmu itu" ucap chanyeol dengan nada datar
"benarkah? Eh tapi darimana kau tau namaku?" tanya tao dengan tampang polos mendudukkan tubuhnya di kursi sebelah kriss di ikuti baekhyun.
"Astaga kenapa tuhan mempertemukan aku dengan dua makhluk idiot ini" batin chanyeol menyeruak seraya melihat tingkah dua makhluk idiot di hadapannya. "hanya mendengar rumor dari para mahasiswa di kampus"jawabnya datar. Baekhyun? Dia diam duduk di pinggir chanyeol
...
Chanyeol meregangkkan part part dari tubuhnya setelah dosen memberikan setumpuk lembaran note setelah akhirnya mengakhiri mata kuliah hari ini.
"chen ajari aku nada tinggi, sungguh aku ingin menyanyikan lagu dengan nada yang tinggi sepertimu" suara kyungsoo membuat chanyeol menegakan tubuhnya melihat ke arah luar, terlihat kyungsoo yang sedang berjalan bersama seorang pria yang ia panggil chen
"tinggikan dulu saja badanmu hahahah" pria yang di panggil chen itu tertawa mentertawakan seorang kyungsoo
"ish kau ini, benar-benar yah" kyungsoo menpoutkan bibirnya sambil menyilakan tangannya di dada, membuat guratan senyum kecil di wajah chanyeol
"aku senang melihatmu merajuk seperti itu" batin chanyeol.
Chanyeol mendudukan tubuhnya di sebuah kursi kantin agak jauh dari tempat duduk kyungsoo, memperhatikan tiap gerakan tubuh namja kesayangannya itu sambil meneguk lemon teanya. Senyuman kecil chanyeol sedikit demi sedikit menurun membuat muka datar yang muncul ketika seoang pria yang dikenalnya duduk di samping kyungsoo—jong in. Jong in merangkul tubuh kecil kyungsoo sesaat saat ia baru saja datang
"ish perusak suasana" ucap chanyeol menggigit-gigit sedotannya. Terlihat kyungsoo asik mengobrol dengan jong in dan juga chen
"chanyeol.." sapa seseorang yang ternyata adalah baekhyun "boleh aku duduk disini?" tanyanya lagi
"hmm ne silahkan" chanyeol tak ingin menjahui baekhyun, karena ia tau ia harus bersama baekhyun akhirnya nanti. Dan membiarkan kyungsoo bahagia bersama jong in, baekhyun mendudukan tubuhnya dan menaruh makanan yang di bawanya di meja. Ia mulai menyantap makanan yang ia bawa sambil sesekali memperhatikan chanyeol yang sama sekali tak mengajaknya mengobrol sama sekali.
"hmm kau mengambil jurusan apa chanyeol-a" baekhyun mulai membuka topik pembicaraannya membuat chanyeol menghentikan kegiatan melihat kyungsoonya
"hmm music instrument, kalau kau" chanyeol berlaga tak tahu
"vokal, kau mengenal kriss sudah lama kah? Dia tak pernah memperkenalkanmu padaku!" ucap baekhyun sambil memasuan spagethy kedalam mulutnya, membuat sedikit saus tertinggal di sisi bibirnya
"aku? Sudah sangat sangat lama, bahkan tak ingat pertama kali aku mengenal si idiot itu" chanyeol lupa bahwa di masa ini dia dan kriss baru saja mengenal satu sama lain. Setelah ia-chanyeol menyeruput habis lemon teanya ia menoleh kearah baekhyun dan melihat sisi pojok kanan bibir baekhyun yang kotor akibat saus spagethynya. "itu ada saus di bibirmu" ucap chanyeol menunjuk-nunjuk bibir baekhyun. yang di ajak bicara mencoba menghapusnya dan menatap chanyeol seperti "bagaimana sudah?" dan chanyeol menggelengkan kepalanya. Ia menghela nafasnya, entah berapa kali hari ini dia terus menghela nafas. Sejujurnya dia sangat tidak ingin menghela nafasnya karena ia meyakini menghela nafas seperti itu dapat mengurangi kadar kebahagian. Ia berdiri dari tempatnya duduk mencondongkan tubuhnya menggapai kotoran saus di bibir baekhyun dengan jempolnya dan mengusap pelan hingga tak terlihat lagi sausnya. Ia menunjukan jempol nya dan mengusapkannya pada sebuah sapu tangan. Diam...beberapa detik baekhyun terdiam seperti video yang di pause
"yak.. kau baik-baik saja?" chanyeol membuyarkan lamunan baekhyun
"ah ne gomawo, maaf membuat jempolmu kotor" ucap baekhyun
"Setelah ini aku akan ke perpus akh" tiba-tiba suara kyungsoo terdengar jelas di telinga chanyeol. Padaha jaraknya sangat sangat jauh tapi ia bisa mendengarnya.
...
Kyungsoo menuliskan namanya di daftar pengunjung perpustakaan, diikuti chanyeol dari belakang. Chanyeol tau kyungsoo akan datang ke perpustakaan sendirian karena ia adalah orang yang sangat tak ingin di ganggu saat membaca buku di perpustakaan. Kyungsoo mencari-cari buku dari satu sudut ke sudut lainnya
"hmm dimana letak buku sejarah vokal opera ya?" chanyeol yang mendengar batin kyungsoo langsung berlari mencari buku yang diinginkan kyungsoo dari semua buku-buku yang ada di kategori musik. Dan bingo dia mendapatkannya, ia berfikir keras bagaimana ia memberikan buku ini tanpa bertatap muka dengannya. Chanyeol memutar otaknya, sampai akhirnya ia menemuka sebuah tumpukan buku yang tidak rapih, tak jauh dari posisi kyungsoo. Ia meletakan buku itu dan kembali bersembunyi, kyungsoo masih mencari-cari buku itu
"ah ketemu, syukurlah" setelah menemukan bukunya kyungsoo mendudukan tubuhnya di salah satu kursi untuk membaca, chanyeol duduk di hadapannya. Tunggu tepatnya 6 meja di hadapan kyungsoo. Memperhatikan namja kesayangannya membaca dengan seksama setiap kata dalam buku itu, membuatnya tersenyum kecil
"aku ingin mengabadikannya" ia mengambil ponsel dari saku celananya dan ckrek.. ia berhasil memotret kyungsoo.
...
"hyung.."panggil manja baekhyun pada seorang kriss
"wae?" ucap pria dingin yang di panggilnya hyung itu
"kau mengenal chanyeol sudah lama eoh? Tapi kenapa baru sekarang aku melihat kalian berdua bersama" ucap baekhyun membenarkan duduknya
"lama? Aku baru mengenalnya 2 hari lalu bacon-a.." dengan nada datar kriss menjawab sambil tak lepas dari game yang dimainkannya
"dia bilang mengenalmu lama, hyung bantu aku mau"
"bantu apa" kriss masih sibuk dengan game di ponselnya
"mendekatinya, sungguh aku menyukainya saat pertama bertemu yah yah.. nanti akan ku bantu kau dengan tao semakin dekat"dengan nada merayu baekhyun memunculkan aegyonya, membuat kriss yang asik bermain game berhenti saat melihat kata GAME OVER di ponselnya.
"ais bacon-a.. lihat game over" gerutu kriss "apa eoh? Aku dan tao kan baru jadian buat apa kau satukan lagi. Lama-lama juga kami dekat" ucapnya kesal
"kau tau, tao bercerita panjang lebar tentang pria yang di idam-idamkannya. Kau ingin tahu itu?" mata baekhyun mendelik masuk kedalam pengelihatan pria yang di juluki idiot oleh chanyeol itu
"baik-baik. Aku akan membantumu dengannya, nanti aku akan meminta nomor ponselnya" kriss menyerah, ia tak ingin tao mengacak-acak wajah tampannya jika tau dia tak ingin membantu sahabatnya sendiri.
...
Chanyeol terpaksa tak mengantar kyungsoo pulang, sebetulnya tidak bisa di sebut mengantar lebih tepatnya membuntuti. Karena harus kembali ke rumahnya mengambil barang-barang yang tertinggal untuk di bawa ke apartemen barunya.
Galaxy apart
Kyungsoo membuka pintu apartemennya sebelumnya ia melihat barang-barang atau tumpukan kardus tergeletak di pintu samping apartemennya.
"ada tetangga baru yah" ucapnya sebentar sebelum akhirnya ia memasukan tubuhnya kedalam apartemennya. Ia mengambil segelas air minum di kulkas dan meneguknya
.drtt ponsel kyungsoo bergetar ia mengambil ponselnya dari dalam saku jaketnya
From kim jong in
Kyungsoo-ya, kau sudah pulang?
Kyungsoo mengetik pesan singkat sebelum membalasnya
To kim jong in
Sudah, wae?
Baru saja kyungsoo mau memasukkan ponselnya kedalam saku, ponsel itu sudah kembali bergetar
From kim jong in
Aku meluncur kesana...
Tak ada niat kyungsoo membalas, ia mengganti pakaiannya setelah itu ia memasak ramyun untuk makan malam ini. Kyungsoo memang tinggal sendiri kedua orang tuanya memutuskan meninggalkan kyungsoo sendiri di kota metropolitan ini, memang sebelumnya ada derit keraguan dalam diri kedua orang tuanya. Pasalnya di mata mereka kyungsoo masih sangat polos tapi pekerjaanlah yang mengharuskan mereka berdua meninggalkan kyungsoo sendiri disini. Tepatnya di korea karena kedua orang tuanya bekerja di U.S sebagai pemilik perusahaan ternama disana. Ayah dan ibunya sudah memberikannya mobil tetapi sangat jarang ia gunakan karena malas menyetir alasannya.
Ting..tongg suara bel apartemen kyungsoo berbunyi, kyungsoo mematikan kompornya sebelum ia membukakkan pintunya. Terlihat jong in berdiri membawa dua bungkusan besar di kiri dan kanan tangannya
"apa yang kau bawa?" tanya kyungsoo
"cemilan untuk kita" dengan wajah polos namja tan itu masuk tanpa di perintah oleh sang punya apartemen. Kyungsoo menutup pintu dan kembali ke dapur untuk mengambil ramyun yang baru saja ia masak, ia meletakan ramyun di meja tv. Ia duduk dan menyalakan televisi besar di hadapannya sambil menyantap ramyun yang tadi ia buat. Jongin datang setelah membereskan cemilan yang ia bawa ke lemari es, dan membawa beberapa cemilan dan beer.
"yak.. yak .. yak.. kenapa makan sendirian aku juga mau" ucap manja jongin
"aish masak sendiri aku lapar tau" kyungsoo merebut mangkuk ramyunnya yang sempat di rebut jong in
"kyungsoo-a aku mau yah" dengan mata yang berbinar jongin menatap mangkuk di hadapannya, mengambil sumpit yang di pegang oleh kyungsoo dan menyeruput ramyunnya
"aish jongin-a jangan habiskan, aku juga mau" mereka berdua akhirnya memutuskan memakan mie ramyun bersama.
Cess.. bunyi beer setelah tutup kalengnya terbuka, jongin meminum beer yang ia bawa sambil menonton tv bersama kyungsoo. Jangan tanya kyungsoo minum atau tidak, dia sudah menghabiskan 2 kaleng beer setelah memakan ramyun dan cemilan di hadapanya.
"jong in.~" nada sendu keluar dari mulut kyungsoo, jong in menoleh saat namanya di panggil dan melihat keadaan namja yang ia cintai walau tak ada ikatan apapun. Kini keadaan kyungsoo setengah mabuk, dengan wajah memerah seperti udang rebus mata yang sayu dan saliva yang sedikit keluar dari mulutnya membuat jong in menelan paksa salivanya sendiri
"wae kyungsoo?" ucap jongin tenang
"hmm aku ngantuk aku ingin tidur, tapi sebelum tidur aku ingin-" ucapan kyungsoo terpotong saat namja mabuk ini menarik kerah baju jong in dan melahap bibir namja tan itu. Jong in diam tak ada balasan darinya kyungsoo mencoba melumat dan menghisap bibir itu. Mencoba membelah bibir tipis milik jongin mencari sesuatu untuk ia mainkan. Jongin tak sanggup menahan beban tubuh kyungsoo yang condong kearahnya membuat ia terjatuh di sofa dengan keadaan kyungsoo menindihnya. Jong in memeluk erat tengkuk namja putih di hadapannya dan mulai membalas ciuman itu, bermain lidah. Menghisap menggulum bahkan sedikit menggigit bibir bawah kyungsoo. Ciuman panas itu beralangsung lama sampai akhirnya keduanya melepaskan tautan itu karena kadar oksigen yang habis, cepat-cepat keduanya mengambil banyak-banyak nafasnya.
"kyungsoo-a sudah ya kau sekarang tidur, aku tak ingin melakukan lebih dari ini dalam kondisi mabuk." Ucap jongin mendorong kecil kyungsoo yang terlihat lemas, ia menggendong kyungsoo menuju kamarnya dan menidurkan namja mungil itu.
...
Pagi yang cerah matahari yang mulai menyeruak kedalam kamar baru milik chanyeol, mencoba menutup tubuhnya yang terkena sinar matahari langsung. Ia terlalu lelah untuk bangun sekarang akibat semalam membereskan barang-barangnya.
Ireona...ireona... ireonaa bunyi alarm ponsel chanyeol membuat sang empunya ponsel berdesis kesal mematikan alarm itu dan kembali tidur. Tidak bukan saatnya tidur lagi park chanyeol, ia membangunkan tubuhnya yang masih mencoba mengumpulkan nyawa. Beranjak menuju kamar mandi untuk membasuh dan sesegera mungkin pergi kuliah karena ada kelas pagi hari ini. Ia berjalan gontai mengoles selai di rotinya menyalakan pemanas kopi untuk sarapannya pagi ini. Sekarang nyawa chanyeol terkumpul seutuhnya, ia memandang sekitar apartemennya
"apartemen ini berbeda dengan apartemenku yang itu atau hanya perasaanku saja" ucapnya memperhatikan detail ruangan di dalam apartemennya. Melihat atap tergambar jelas galaxy dan jika lampu dimatikan atap akan benar-benar menyala seperti galaxy di angkasa. Ia mengambil tas dan ponsel yang baru saja ia charge memasukkannya kedalam jaketnya, ia mengunci apartemennya turun ke parkiran mengambil mobilnya dan menyetir ke kampusnya.
Dengan bosan baekhyun duduk di bangku kemudi melihat betapa macetnya seoul sekarang, andai saja jarak apartemennya dengan kampus itu dekat dia tidak akan susah-susah bawa mobil, dan andai si panda di sebelahnya tak menyusahkan dia terus ia akan memilih berjalan kaki saja.
"baekhyun-a kriss bilang kau kemarin memintanya untuk mendekatkanmu dengan chanyeol" ucap panda itu dengan tak mengalihkan pandangannya pada ponselnya
"hmm, aku menyukainya dia tampan tidak seperti si idiot yang so cool itu" ejek baekhyun
"aish bacon dasar, idiot-idiot itu dia pacar baru ku tau" ucap si panda itu "memang tampan sih si chanyeol itu, tingginya saja yang berbeda jauh dengnmu" ejek tao lagi
"aish sudahlah, aku akan memberitahu kriss kalau kau masih punya perasaan pada sehun" ancam baekhyun
"kau bukan temanku kalau kau melakukan itu" ucap tao lirih,kemacetan tak berkurang sedikitpun membuat kedua namja yang sedang mabuk cinta itu menggeram kesal.
Chanyeol mendudukan tubuhnya di salah satu bangku taman, menghirup segarnya udara pagi ini.
"chanyeol" panggil kriss dari kejauhan membuat orang yang di panggil memutar bola matanya malas
"si idiot satu ini ada apa sih" ujarnya malas, kriss datang menghampirinya dan tanpa permisi ia duduk di sebelah chanyeol
"sudah sarapan?" tanyanya
"sudah, kenapa?" tanya chanyeol tak memperhatikan orang di sebelahnya
"ayo ke kantin aku teraktir kopi, aku bosan tao belum datang" kriss menarik paksa lengan panjang chanyeol membuat dirinya terpaksa mengikuti si idiot di depannya. Kini keduanya sudah ada di kantin menyeruput kopi yang di pesan kriss
"jadi apa kau punya pacar?" tanyanya tiba-tiba
"kenapa tiba-tiba kau menanyakan itu hyung" jawab chanyeol datar
"hmm tidak hanya penasaran, apa kau menyukai kyungsoo" mendengar nama itu membuat chanyeol menegakkan tubuhnya "tuhkan, mendengar namanya saja kau seperti itu, aku sudah menebak jalan pikiranmu nae deongsaeng"ujarnya membuat chanyeol buru-buru merelaxkan tubuhnya.
"berikan nomor ponselmu padaku, aku akan mengajakmu berjalan-jalan besok" ucapnya, dengan malas ia mengambil ponsel dari tangan kriss dan mengetikkan nomornya disana "kau tak menyimpan nomorku?" tanyanya lagi, chanyeol menghela nafas menghadapi pria bodoh di hadapannya mengelus dada untuk menenangkan hatinya
"aku sudah memiliki nomor ponselmu hyung" jawabnya lalu beranjak dari tempatnya.
...
Chanyeol POV
Entah kenapa hari ini begitu melelahkan sekali pertama aku harus bangun pagi menyiapkan makanan sendiri padahal baru kemarin aku merasakan masakan eomma lagi, kedua menghadapi si bodoh kriss dan sederet pertanyaan yang di berikan dosen hari ini membuat hari ini benar-benar muak. Bahkan hari inipun tak sempat melihat senyuman kyungsoo, ia tak menampakkan wajahnya dan akupun tak mendengar apa-apa. Aku memilih pulang lebih awal dan tak mengikuti kyungsoo, sebelum pulang aku mampir dulu ke supermarket untuk membeli beberapa persediaan makanan.
"sudah 2 hari ini aku tak melihat wajahnya, rindu sekali" aku turun dari mobil setelah memarkirkannya di basement bawah, menaiki lift sampai lantai 12. Berjalan gontai, sungguh hari ini sangat malas sekali bahkan untuk berjalan saja aku malas.
"hey tetangga baru" seseorang memanggilku siapa? Aku menoleh kebelakan dan...
"annyeong tetangga baru" betapa bodohnya aku— betapa pelupanya aku, aku baru ingat bahwa ini apartemen kyungsoo. Aku satu apartemen dengannya? Sungguh dan dia sekarang sedang ada di hadapanku. Apa yang harus aku lakukan? Membuang muka? Tapi sudah terlanjur.
TBC review juseyo~
