Tittle: Endless Moment

Author : Lee Suhae

Main Cast: Lee Donghae

Kim Kibum

Main Pair : Kihae

Sub Cast: Member Sj others

Genre: Romance, boy x boy , yaoi

Rated: T

No GS!

Sumarry : Dia pergi ke dunia lain ? Dan hidup didalam tubuh dia yang akan datang ? Bagaimana nasib Donghae disaat usianya masih menginjak usia 4 tahun dirinya harus berada didalam tubuh namja berusia 16 tahun akibat minuman yang diberikan sseseorang untuknya ? Polos ? Tentu saja ,

( Aku ucap sekali lagi , pair ff ini adalah KIHAE ! ok, KIHAE ! bagi yang tidak suka dengan ff saya , dengan hormat saya minta , tutuplah segera ff saya , daripada para readers membash ff saya . Saya menulis ff ini tidaklah sebentar , hargailah tulisan saya yang sama sekali tidak begitu bagus )

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::

Sebelumnya ,

"Hae tidak apa-apa ?",tanya Eunhyuk , Donghae menggeleng, lalu memeluk tubuh Eunhyuk , "Tidak apa-apa Hyuuki Hyung ", jawab Donghae .

"Sebaiknya kita cepat pulang , Hae pasti laparkan ?", Donghae mengangguk . Merekapun segera menjauh dari tempat itu . Mereka meresakan hal yang aneh . Membuat bulu kuduk mereka merinding .

Dari kejauhan seulas senyum penuh makna tergambar pada sosok tampan bertubuh sexy . Sosok itu tak memakai baju, hanya sebuah celana yang menutupi bagian bawahnya . Lihatlah , susunan abs yang memikat siapa saja yang melihatnya .

"Aku menunggumu Hae"

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::::

Mentari pagi tengah menyapa makhluk hidup dipermukaan . Tak terkecuali seorang anak kecil laki-laki yang berparas manis itu . Namun kali ini sepertinya , wajah manisnya tidak terlihat . Dia menekuk wajahnya dan memajukan bibirnya , "Hae tak mau kesekolah Eomma ", pintanya saat sang Eomma – Leeteuk memakaikan seragam sekolahnya kembali . Ternyata , Donghae melepas semua seragamnya saat dirinya hendak berangkat ke sekolah .

Leeteuk mencium kedua pipi anaknya itu , "Sudahlah , kau harus ke sekolah , arra ! ", Leeteukpun dengan paksa menggeret tangan kecil Donghae untuk mengikuti langkahnya .

Donghae menghentakan kakinya setiap kali ia melangkah . Menandakan kalau ia kesal dengan perlakuan Leeteuk – Eommanya .

"Eomma, Hae mau main dengan Hyuki Hyung saja ", Donghae memberikan Leeteuk puppy eyes terbaiknya , sepertinya Leeteuk mulai ragu dengan aksinya , tapi dia harus kuat membentengi hatinya .

Leeteuk menunduk , mensejajarkan tinggi dirinya dengan Donghae , " Hyuki Hyung sudah berada disekolah sayang , tidak mungkin menemani Hae bermain ,lebih baik Hae ke sekolah saja ya , disana kan banyak teman yang bisa Hae ajak bermain ", bujuk Leeteuk sambil mengusap rambut anaknya itu .

Donghae tengah berpikir , ia memutarkan matanya ke atas . Siapa tahu saja , melihat burung yang tengah terbang dipagi hari ini , ia bisa menemukan jawabannya .

Donghae mengangguk , "Baiklah Hae sekolah , tapi nanti belikan Hae ikan nemo yang besal hm ", Leeteuk tersenyum mendengarkan tawaran Donghae .

Leeteuk mengangguk , "Pasti , Kajja ", Leeteuk menggendong tubuh anaknya dan membawanya bersama ke dalam mobil .

Donghae duduk dijok belakang , ditemani dengan beberapa boneka nemo . Kadang ia tertawa sendiri , membuat Leeteuk dan Kangin menolehkan wajahnya ke belakang . Penasaran dengan apa yang tengah dilakukan oleh anaknya itu .

Leeteuk tersenyum , kala melihat anaknya kini tengah mengajak bicara salah satu boneka kesayangannya . Dapat Leeteuk dengar dengan jelas , Donghae tengah membicarakan seorang anak kecil yang pernah menolongnya beberapa hari silam .

"Kau sudah dapat info mengenai anak itu yeobo ?",tanya Leeteuk tanpa mengalihkan pandangannya dari anak tersayangnya itu .

Kangin menggeleng , "Tidak ada, hmh , sudahlah , hal itu tidak usah dipikirkan lagi ", Leeteuk mengangguk , ia menatap wajah Kangin , "Aku hanya penasaran yeobo ", ungkapnya lagi .

Donghae terus saja berbisik-bisik dengan bonekanya itu yang ia beri nama – nemoki , oh hampir – bukan, seluruh nama boneka yang ia berikan sama , yaitu nemoki . Kepajangan dari ' nemo' dan ' Hyuki ' .

Ia memajukan bibirnya , "Aku masih penasalan nemokii , siapa anak itu , uhh~ , dia tampan lo nemokii ", ujarnya yang tentu saja hanya dibalas oleh hembusan angin pagi .

Namun ia membuat boneka itu bergerak , "Benalkah Hae ? lalu tampan siapa ? Hyuki Hyung atau anak itu ?",tanyanya kepada dirinya sendiri . Dia menganggap bahwa boneka itu yang bertanya dengannya . Ahh~ sungguh aneh bukan ? Tapi, dia terlihat lebih lucu , menggemaskan .

Donghae tersenyum rahasia , "Akan Hae beli tahu kalau sudah dilumah , arra ", ucapnya senang saat , ia kecup mulut bonekanya yang terlihat maju itu , "Hae sekolah dulu , bye~", ia pun menyambut uluran tangan Leeteuk yang menyuruhnya untuk turun sesegera mungkin setelah melempar bonekanya itu hingga mengenai wajah Kangin . Karena memang dirinya sudah sangat terlambat .

Pikirkan saja , sekolah mulai jam 08.00 , sedangkan dirinya datang jam 10.00 . Aigoo ..

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Hawa terasa lain , saat menapaki langkah mendekati sebuah rumah yang terlihat seperti sebuah kastil . Tinggi menjulang dan dikelilingi oleh hutan belantara . Aura terasa mencekam dan menakutkan . Di depan rumah itu , rumah bertingkat itu , terdapat taman yang berhiaskan bunga-bunga mawar merah . Merahnya pekat , seperti darah . Namun , tak jauh dari tempat itu , terlihat seorang namja cantik sedang berjongkok tengah tersenyum sambil membersihkan setangkai bunga anggrek . Dari pakaiannya , ia terlihat sangat modis . Namun , buat apa ia tinggal di rumah tua walau terlihat mewah itu ?

Ia berdiri , lalu menyelipkan setangkai anggrek tadi di antara tangkai pohon . Dia menjentikkan jarinya , dan disaat itulah keajaiban terjadi . Bunga anggrek yang sudah kotor , hampir layu malah kini telah merambat , merayap hampir menutupi pohon itu . Dalam sekejap mata , bunga-bunga anggrek yang bewarna merah muda itu bermunculan . Terlihat indah .

Ia tersenyum , "Selesai ", ucapnya puas , ia pun melangkahkan kakinya masuk kedalam kediamannya .

Ia menaruh keranjang belajaan dengan hentakan yang cukup keras , membuat kucing peliharaanya terbangun .

Ia berjongkok , mengusap lembut kepala kucingnya itu , "Kau belum makan hm ? ",tanyanya ,kucingnya itu pun dengan manjanya mengusap-usapkan kepalanya pada punggung tangan majikannya .

Ia mendongakkan kepalanya kala mendengar suara ribut dari lantai atas , ia mendengus kesal , "Mulai lagi ", ujarnya , ia pun memejamkan matanya dan disaat itulah dirinya menghilang . Beriringan oleh asapa hitam yang menyelimuti dapur tersebut .

"Kau gila Kim Kibum, kau gila !", ujar seseorang namja berwajah manis kepada seseorang namja tampan berbalutkan seragam SMA , yang tadi ia sapa dengan panggilan " Kim Kibum ".

Kibum hanya menanggapinya dengan sebuah seringai , "Aku sudah jatuh cinta dengannya Hyung ", balasnya kepada Hyungnya yang bernama Kim Ryeowook .

Ryeowook menatap tak suka pada adiknya itu , "Tapi caramu itu salah , kau akan dihukum Appa Kibum !", peringat Ryeowook , "Ingat Kibum , ingat ", lanjutnya lagi .

Belum sempat Kibum membuka mulutnya untuk membela dirinya sendiri . Tiba-tiba ia merasa kalau kepalanya dipukul dengan cukup keras oleh seseorang . Yang sudah dipastikan itu adalah tangan Eomma tercintanya .

"Aww~", ringisnya tertahan , sedangkan pelaku pemukulan tersenyum sinis melihatnya . Ia memukul kembali kepala anak bungsunya itu , "Kau ini susah sekali didik Kim Kibum !", omel sang Eomma – Kim Heechul .

"Kau tak boleh mengubah tubuhnya seenak kepalamu saja ", Heechul mendudukan dirinya ditepi ranjang milik Kibum , ia pandang tajam mata anaknya itu , "Kau ingin semua orang tahu kalau kita ini penyihir huh ?", teriak Heechul menggema diruang kamar yang terbilang sangat luas itu .

Kibum memutar bola matanya malas , "Ayolah Eomma ,dia hanya seorang anak kecil berwajah manis dan juga lucu , aku menyukainya Eomma , dan , dan , aku rasa dia adalah Aiden ", Heechul dan Ryeowook tertegun saat mendengar nama Aiden .

Aiden , yah , seorang penyihir . Namja berwajah manis yang tewas karena dirinya mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan keluarga Kim dari serangan penyihir jahat lainnya .

Seseorang yang sangat Kibum cintai , seseorang yang begitu berarti dimata Kibum . Namun sayang , semua sudah terlambat . Aiden telah kembali pada sang waktu . Dan saat ini, Kibum mempercayai kalau anak kecil itu – Donghae adalah renkarnasi dari Aiden .

Heechul menghela nafasnya , "Tapi Kibum , dia bukan seperti kita , aku tak mau dia terlibat dalam masalah kita ini , dan aku tak ingin dia bernasib sama dengan Aiden ", Heechul bangkit dan memilih untuk keluar kamar . Entah kenapa saat Kibum mengatakan nama ' Aiden ' , ingatan tentang Aiden kembali mengusik . Dia , dia sangat menyayangi Aiden dan sudah menganggap Aiden sebagai anaknya sendiri . Setetes air matanya jatuh , "Eomma tak ingin melihat seseorang harus meninggal demi keluarga kita ini ", ucapnya sebelum dirinya menghilang .

Kibum mengusap wajahnya dengan kasar , ia memandang Ryeowook , "Aku tak bermaksud seperti itu Hyung ", ucapnya saat ia bisa merasakan bahwa Ryeowook sedang mengatainya didalam hati .

Ryeowook berjalan menghampirinya , "Pikirkan baik-baik Kibum , jangan seret dia kedalam arus kita , sebentar lagi penyihir-penyihir itu akan segera menemukan kita ", Kibum melirik sekilas kea rah Ryeowook yang sudah berada diambang pintu kamarnya , "Lupakan , kalau tak mau dia dan kita dalam masalah ", lanjutnya lagi .

Kibum merebahkan tubuhnya diatas kasurnya . Ia memejamkan matanya , "Kau dimana ?",tanyanya entah kepada siapa . Karena memang tak ada siapapun didalam kamar itu .

Namun tak selang lama , jendela kamarnya terbuka . Dan menampakkan sesosok namja tampan , "Aku bersekolah pabbo ", jawabnya . Diapun mendudukan dirinya , disamping tubuh Kibum .

Kibum bangun , "Bisa membantuku ?",tanyanya , "Apa ?", jawab namja itu .

Kibum tersenyum , "Aku ingin menemuinya lagi , aku ingin memiliki dirinya seutuhnya Kyu ", Kibum menjatuhkan air matanya kala ia harus mengingat Aidennya dulu , "Aku ingin mengulang semuanya , aku ingin , aku yang melindunginya ", lanjutnya lagi .

Namja itu , Cho Kyuhyun . Salah satu kerabat dekat keluarga Kim , dan juga seorang penyihir , tersenyum , "Akan ku bantu kau , tapi , kau harus berjanji denganku ", Kibum mengangguk pasti menjawabnya .

"Kau tahu Kyu , aku rasa dia adalah Aiden , pemegang kunci kematian "

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::::::::::

Donghae tengah duduk santai di bangku taman , tepat disamping sekolahnya . Ia bernyayi-nyayi kecil , melantunkan lagu kesukaanya yang selalu ia dengar bersama Eunhyuk . Lagu dari Super Junior "Sorry , Sorry ", walau kata yang ia lantunkan itu salah , namun ia sangat senang menyanyikannya . Kadang , salivanya menyembur keluar kala ia susah untuk mengatakan bagian lagu itu yang berulang – ulang .

Setelah lelah untuk bernyanyi , ia mengedarkan pandangannya . Ia memajukan bibirnya , "Meleka sudah pulang ", saat ia melihat beberapa teman sekelasnya yang sudah dijemput oleh orangtuanya masing-masing .

Dia melirik jam tangan berbentuk ikan yang terlihat kebesaran di pergelangan tangannya , "Sudah jam , hmh ", dia memutar matanya ke atas . Mencoba mengingat angka berapa yang ditunjuk oleh jarum pendek ditangannya itu .

Donghae menggelengkan kepalanya , saat ia tak menemukan jawabannya . Yah ~ , jam 11 jawabannya . Mungkin , dia baru menghapal angka satu sampai sepuluh saja . Hingga angka 11 ia tak tahu , mungkin .

Donghae mendongakkan kepalanya , kala ia mendengar deru suara mobil . Ia pikir itu mobil Appanya , ternyata bukan .

Donghae menyipitkan mata kecilnya , mencoba melihat dari kejauhan siapa dua sosok yang berusaha menghampirinya .

Dia tersenyum kala ia tahu , siapa salah satu dari keduanya .

"Hae sendirian saja disini ?",tanya anak itu . Anak yang sempat menolongnya . Donghae mengangguk , "Ne, Hae belum dijemput Appa ", keluhnya sambil memajukan bibirnya .

Dia menyeringai , lalu dengan cepat mencium bibir Donghae . Seseorang yang lebih dewasa dari Donghae dan anak itu membelalakan matanya tak percaya .

Kyuhyun – menjewer telinga Kibum dengan sangat keras , "Apa yang kau lakukan Kibum ?",tanya Kyuhyun yang dibalas cengiran tak berdosa dari Kibum .

Donghae memiringkan kepalanya , lalu ia tersenyum , "Namamu Kibum hm , Kibuuumm ", pekiknya girang . Donghaepun memeluk tubuh Kibum dengan sangat erat , "Yah, namaku Kim Kibum , dan namamu adalah Aiden Lee ", Donghae melepaskan pelukannya .

Donghae menggelengkan kepalanya , "Aniya , nama Hae bukan Aiden , tapi Lee Donghae , bukan Aiden Lee , Kibumii anehh ", cerocosnya yang membuahkan tawa untuk Kibum dan juga Kyuhyun .

Ternyata Kyuhyun bisa mengetahui dan juga bisa merasakan , kalau memang anak kecil dihadapannya ini adalah Aiden .

Flashback on ,

Kyuhyun dan juga Kibum tengah berjalan melintasi lautan dengan melangkahkan kakinya diatas air . Namun langkah mereka terhenti kala mereka , melihat seoarang namja tengah menari-nari diatas laut .

"Kau sedang apa ?",tanya Kyuhyun , namja itu menghentikan aksi meliuk-liukkan tubuhnya , "Aku sedang makan , yah , menarilah , kau tak lihat ", namja itu membuang wajahnya kearah lain , kala retina matanya menangkap sosok Kibum yang memandangnya dengan sangat tajam .

"Tunggu ", ujar Kibum saat melihat namja itu berusaha pergi . Namja itu membalikkan tubuhnya , "Apa ?"tanyanya ketus .

Kibum merasakan detakan jantungnya berpacu dengan sangat cepat , "Hm , bolehkah aku tahu siapa namamu ?", tanya Kibum akhirnya .

"Aiden , Aiden Lee "

Kibum tersenyum , dan menghampiri namja yang mempunyai wajah manis itu , " Perkenalkan , namaku Kim Kibum ", Donghae tersenyum kecil menerima uluran tangan Kibum .

Kibum dan Kyuhyun sempat tertegun melihat senyum yang begitu indahnya , senyum yang tak pernah ia lihat sebelumnya , "A-aku Kyuhyun ", Kyuhyun langsung melepaskan genggaman tangan kibum dijemari Aiden . Kibum yang tak terima memukul kepala Kyuhyun dengan sangat keras .

Hal itu membuat Aiden tertawa , "Kalian berdua aneh sekali ", ujarnya tanpa memperhatikan kedua namja tampan itu menatapnya penuh pesona .

Tawa Aiden , membuat hati mereka tenang dan merasa kalau mereka baru hidup .

Kibum tersenyum , dan menautkan jari-jemarinya pada milik Aiden , "Mau berdansa denganku ?", Donghae menaikan satu alisnya , "Berdansa ? disini ? Omo , kau aneh Bumiie ", ujarnya tanpa meninggalkan tawa khasnya .

Kibum tersenyum , "Bumiie ? Aku suka panggilan mu , bisa kita menjalin hubungan lebih dari ini ?", tawar Kibum yang membuat Kyuhyun menatapnya tajam , "Aku dulu yang melihatnya Kim Kibum ", Kyuhyun seakan tak terima dengan penuturan Kibum .

"Diamlah kau !"

Flashback off

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Kangin melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh , mengabaikan teriakan Leetuk yang memintanya untuk berhati-hati .

"Kau ini !", Leeteuk mendaratkan pukulan kecil di kepala Kangin , "Kau bisa membuatku mati Kangin !", geramnya kesal dan membanting pintu mobil dengan kasar .

Leeteuk berlari ke dalam sekolah , " Oh , Ahra Noona ", Leeteuk membungkukkan tubuhnya saat dirinya bertemu dengan salah satu guru Donghae .

Ahra tersenyum , "Oh , Apa kabar ?",tanyanya lembut , Leeteuk mengangguk , "Sangat baik ", jawabnya sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh halaman sekolah . Biasanya , anaknya akan duduk diayunan atau dibangku taman .

"Mencari Donghae-ah ?",tanya Ahra , Leeteuk kembali mengangguk , "Iya , tapi dimana dia ? apa masih dikelas ?", tanya Leeteuk .

Ahra menatapnya lurus , "Tadi ada seorang pemuda dan juga seorang anak kecil datang kemari , dan katanya menjemput Donghae-ah ".

"Huh ?"

Tanpa aba-aba , Leeteuk membalikkan tubuhnya , dan berlari secepat mungkin kea rah mobilnya .

"Kau kenapa Teuki ?",tanya Kangin saat meliat wajah sang istri begitu pucat . Leeteuk memandang wajah Kangin , "Anak kita dibawa orang yeobo , anak kita dibawa orang ", ujar Leeteuk panic .

"MWO ?"

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Donghae berjalan menuju ke dalam hutan , tanpa melepas tautan tangan Kibum dari jemarinya . Kyuhyun sudah jauh berjalan didepan mereka , sedangkan Kibum harus bersabar menunggu langkah Donghae yang sangat kecil . Wajar~

"Bumiie, ini dimana ? Apa lumahmu disini, wow , ini seperti lumah simba si lion saja Bumiie , hahah", Kibum hanya menggelengkan kepalanya mendengar celoteh Donghae . Kibum melirik sekilas kea rah Donghae , ia tersenyum , lalu kembali menatap lurus jalan didepannya .

'Aiden '

Donghae membuka mulutnya lebar , saat ia melihat hamparan bunga mawar bewarna merah gelap ada dihadapan matanya .

"Waahhh, itu bunga mawal Bumiie ?", Kibum mengangguk membenarkan ucapan Donghae . Donghaepun berlari meninggalkan Kibum . Ia berjongkok sambil mencium aroma khas bunga mawar tersebut .

Kibum membulatkan matanya kala melihat apa yang kini di bawa oleh Donghae kepadanya , "Lihat Bumiie, sangat cantik kan ?",tanyanya dan seketika langit di atas mereka menjadi gelap , dan bunga mawar yang berada ditangan Donghae musnah , hilang bagai debu .

Donghae mengerjapkan matanya lucu , "Bumiie ", Donghae menatap Kibum dengan tanda tanya besar . Seakan meminta penjelasan apa yang baru saja terjadi .

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Donghae terduduk dikursi , kakinya ia goyangkan-goyangkan . Ia menatap satu anak kecil yang duduk disampingnya , "Bumiie, dia Eommamu ?",tanya Donghae setengah berbisik , Kibum mengangguk , "Ne", jawabnya singkat . Donghae memandang namja cantik yang menurut Donghae mirip seperti seorang penyihir .

Heechul menyipitkan matanya , "Kau mengatai aku apa huh?",tanyanya dan Donghae membalas tatapan Heechul tak kalah sengit , lalu menggelengkan kepalanya .

"Tidak ada ", ujar Donghae berbohong . Bukankah tadi di dalam pikiran dia mengatai Heechul mirip seorang penyihir ?

Kibum menghela nafasnya , "Sudahlah Eomma , maafkan dia karena merusak bungamu , lagipula bukankah mawar tadi sudah hidup kembali ?", Heechul mengalihkan tatapan mematikannya kea rah Kibum , "Tak usah ikut campur Kim Kibum , dan sekarang , ubahlah wujudmu !", perintah Heechul mutlak .

Donghae menggaruk pipinya , lalu menatap Kibum , "Bumiie seolang spidelman eoohh ?",tanya Donghae yang membuahkan tawa dari Ryeowook yang sedari tadi berdiri dibelakang Heechul .

Ryeowook berjalan menghampiri Donghae , lalu mengangkat tubuh mungil itu , "Kau lucu sekali , siapa namamu ?",tanya Ryeowook dan Donghae tersenyum , "Lee Donghae ", jawab Donghae diiringi dengan senyum manisnya .

Ryeowook memberi kecupan di salah satu pipi Donghae , "Kau boleh memanggilku Wooki Hyung ", Donghae mengangguk , "Baiklah Wooki Hyung ", ujar Donghae riang sambil memeluk leher Ryeowook , hingga Ryeowook harus kehabisan nafas .

Heechul berdehem dengan sangat keras , berharap dehemannya itu membuat Ryeowook – anak pertamanya berhenti berbicara .

"Kembalikkan dia ", Heechul berdiri lalu menatap Kibum dengan tajam , "Kembalikan dia sekarang Kim Kibum ", Kibum berjalan menghampiri Heechul bersamaan dengan tubuhnya yang kembali membesar . Hal itu membuat Donghae membuka mulutnya lebar dan membulatkan matanya . Tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini .

"Ku mohon Eomma , biarkanlah dia tinggal disini bersama kita , hanya dia yang bisa mematahkan mantra itu ", Heechul menggelengkan kepalanya , "Tidak Kibum , dia punya orangtua , dan , dia punya kehidupan sendiri , dia berbeda dengan kita ", Heechul menunjuk Donghae yang kini memeluk leher Ryeowook dengan sangat erat . Dia takut dengan pertengkaran yang terjadi dihadapan matanya . Belum lagi perubahan Kibum yang membuat dia bingung .

Kibum tetap pada pendiriannya , "Aku yang akan mengurusnya Eomma , tapi izinkahlah dia tinggal bersama kita ", Heechul meredupkan pandangan tajamnya , lalu menatap Donghae yang kini masih berada di pelukan Ryeowook .

Heechul menganggukkan kepalanya , "Terserahlah", ucapnya sebelum dirinya benar-benar menghilang , entah kemana .

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Donghae si mungil kini tengah duduk diatas pangkuan Kibum , "Bumiie , sebenalnya Hae ini dimana ?",tanyanya yang untuk kesekian kalinya , dan Kibum hanya menjawabnya , "Ini dirumah ku ".

Donghae memandang wajah tampan Kibum , ia usap wajah Kibum dengan jari-jari mungilnya , "Kenapa Bumiie bisa jadi besal ? Apa Bumiie lajin minum susu ?", Kibum tersenyum mendengar ucapan Donghae .

Kibum mengecup kedua pipi Donghae secara bergantian , "Hae ingin seperti aku ?",tanya Kibum yang dianggukan antusias oleh Donghae , "Hae mau ", pekiknya girang .

Kibum berdiri , menggendong tubuh mungil Donghae . Ia menatap Donghae dengan tatapan sayang dan lembut , lalu ia mengecup bibir mungil Donghae . Donghae memiringkan kepalanya , mengerjapkan beberapa kali matanya , "Kenapa Bumiie suka sekali mencium bibil Hae ?",tanya Donghae polos .

Kibum tertawa simpul , "Karena ", Kibum menujuk bibir mungil Donghae , "Bibirmu seperti permen , sangat manis ", ujar Kibum yang membuat kedua pipi Donghae merah merona . Omo~ , apa baru saja Kibum memuji dirinya ?

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::::

Leeteuk dan Kangin membaca setiap huruf yang tertera diselembar kertas putih . Selembar surat yang mereka temukan dikamar Donghae .

Sebelumnya aku minta maaf kepada kalian ,

Aku membawa putra kecil kalian untuk ikut bersamaku ,

Aku janji , aku akan melindungi dan menjaganya sebisa ku , dan aku juga akan menyayangi dan mencintai dia dengan segenap hatiku ,

Ku mohon , maafkanlah aku ,

Aku berjanji, aku akan membawa Donghae ke dalam pelukan kalian ..

Leeteuk menatap Kangin tak percaya , "Lalu , apa yang harus kita lakukan yeobo ?",tanya Leeteuk dan Kangin menggelengkan kepalanya – tidak tahu –

Leeteuk mengacak rambutnya , "Ya Tuhan , anak kita masih terlalu kecil untuk dicintai keluh Leeteuk lagi . Namun sungguh , ia tak merasa takut atau apa . Karena dia yakin , anaknya ada bersama orang yang tepat .

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Kibum kini tengah duduk ditepi ranjang milik Kyuhyun , "Apa minuman itu benar-benar mujarab ?", Kyuhyun mengangguk , "Tentu ", Kyuhyun berjalan menghampiri Kibum , lalu memberikan satu botol kecil yang berisi cairan bewarna merah muda kepada Kibum .

"Cukup satu sendok saja , jangan dihabiskan "

Kibum mengangguk , lalu ia merangkak menaiki ranjang Kyuhyun , ia tersenyum , "Dia sangat manis ", ujarnya , lalu mengakat tubuh mungil Donghae yang kini tengah terlelap dengan sanagt pulas .

"Ingat Kibum , hanya satu sendok !"

Kibum mendengus kesal , "Aku dengar setan !", ujar Kibum dan kemudian ia menghilang .

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Kibum menidurkan tubuh mungil Donghae diranjang King Size miliknya . Ia tersenyum sambil mengelus pipi Donghae . Lalu iapun ikut merebahkan tubuhnya , tepat disamping Donghae . Sebelumnya , ia taruh botol yang diberi Kyuhyun diatas meja disamping ranjangnya .

Malam kini tengah bergabung bersama mereka . Perlahan , ada pergerakan kecil dari ranjang tersebut . Donghae bangun dengan mengucek matanya lucu . Donghae menolehkan wajahnya , menatap namja tampan yang tengah terlelap disamping tubuhnya .

"Bumiie, aku haus ", Donghae menggerakkan tubuh Kibum , namun sayang Kibum tak jua kunjung bangun . Donghae turun dari ranjang dengan kesusahan . Selain dirinya tak sampai menginjak lantai , dirinya juga masih mengantuk .

Inilah kebiasaan Donghae tiap malam . Dia akan bangun dan meminta Leeteuk untuk membuatkan susu . Namun saat ini, tidak ada Eommanya . Dan rasanya ia ingin sekali menangis .

Donghae berjalan menuju pintu kamar Kibum , tapi langkahnya terhenti . Dia menghapus air mata disudut matanya , "Ini apa ?",tanya Donghae sambil menatap botol kecil yang baru saja ia ambil di atas meja .

Setelah cukup lama , akhirnya ia bisa juga membuka tutup botol tersebut .

Dia tersenyum , "Ini bau strawberry ", gumamnya senang . Tanpa menimbang hal apapun , ia menegak minuman itu hingga tetes terakhir .

Ia mengusap sudut bibirnya , "Hmh, sangat enak ", Iapun menaruh kembali botol kosong tersebut ke atas meja , "saatnya kembali tidul ", Ia pun menaiki ranjang dan berbaring tepat disamping Kibum .

Ia memegangi kepalanya , saat ia merasakan pusing yang membuat kepalanya seperti dipukul oleh benda tumpul. Hingga akhirnya , ia terlelap , entah itu pingsan atau mati . Karena tak ada lagi hembusan nafas yang keluar dari hidungnya .

Bukankah Kyuhyun hanya menyuruh Kibum untuk memberikan cairang itu satu sendok , sedangkan Donghae meminumnya satu botol .

Astaga .

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::: TBC :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::;

Jika banyak typo(s) yang betebaran , harap dimaklumi eoh , lagi galau gara-gara ucapan salah satu readers yang buat aku serasa ingin mengakhiri tulisan saya ini .

Saya cukup sakit hati mendengarnya ,

Jadi sekali lagi , jika kalian tak suka , tak usah baca . Daripada kalian mereview membuat sakit hati saya ?

Kritikan saya terima , pujian saya dambakan , tapi kalau hinaan? Maaf , saya membenci anda !

Mind RnR please ^^

Mianhae gk bisa balas semua review kalian para readers yang sangat saya cintai , sudah malam boo .. Tapi tenang , saya membaca semua review kalian …

Gomapda jeongmal gomawo ^^