Disclaimer:
Yoshiro Togaishi.
(Mungkin kali ini agak crossover sama Eyeshield.)
Riichiro Inagaki.
Yusuke Murata.
Genre :
Drama (nggak meyakinkan), Romance (nggak menyentuh), danm Humor (nggak menghibur, anda rasa genre ini ada?), dan genre genre yang menurut anda ada.
Rated :
K+ s/d T.
W A R N I N G :
Tulisan 'Typo', bahasa sulit dimengerti, OOC bahkan DOC, alur cerita membingungkan, TIdakJELas, bahasa agak agak 'alay', kamseupay, sulit dimenegerti, tidak menggunakan bahasa yang baku, humor Garing-nge-NESS, crispy, chrunchy, autor sering muncul tiba tiba, dan kesalahan kesalahan yang nggak manusiawi lainnya.
Perusahaan kami tidak tanggung jawab dengan kesehatan mata anda setelah membaca fic ini, bisa saja mata anda terkena radiasi Chernobyl, walau itu nggak mungkin.
Created by:
G O V I N D A M I U R A
Pertama tama, saya panjatkan puji syukur pada Tuhan YME karena anda sudah mau membaca .
Saya juga berterima kasih, anda sudah mau membaca fic pertama saya ini.
L E F T M Y H E A R T B E A T I N G S O . . . .
Ch. 2 : Waktu Saat Itu
Neon langsung menyapa balik 'sosok hitam' itu yang bernama Kuroro Lucifer. Sementara Kurapika yang berada disebelahnya membulatkan matanya yang mulai merah sekarang. Seketika, Kuroro langsung bagun dari duduknya itu dan mendekati 2 orang anak manusia (?), yaitu Kurapika dan Neon.
Kuroro : "Hmm,, kita bertemu lagi ya ruapanya, Kurapika.." Kuroro memulai 'Modus Penipuannya'
'dih, nih orang SKSD banget sih,..! Masa dia lupa kalo gue musuhnya..?' isakan hati kurapika setelah mendengar kata kata konyol tadi yang terlontar dari mulut Kuroro.
Neon : "Eh, kau kenal juga dengannya..?" Neon mulai bingung.
Kuroro : "Iya, dia 'teman baikku' (komok : angel face)" dengan penekanan pada kata 'teman baikku'
Tak ada jawaban dari Kurapika, cuma suara batinnya saja yang terdengar oleh kuping infrasoniknya author, 'teman baik..? Wah, sakit nih orang..!'
Neon : "Kuroro, ada yang ingin kukatakan,.."
Kuroro : "(masang senyuman maklaikat, yang padahal sangat berlawanan dengan dirinya sendiri) Hmm, ada apa..?"
Suasana menjadi hening,.. Dari sisi kiri, Kurapika yang menatap dingin Kuroro, dilanjutkan dengan Kuroronya sendiri terlihat 'jamuk', Neon..? semburat merah sudah terpampang tuh dipipinya.
Audience : "Loh, kok sepi..?"
Author : "Masang petasan sono, biar rame sekalian..!"
Sementara itu, Senritsu (yang mungkin tadi nguping) tiba tiba mendekati bangku author dan audience.
Senritsu : "Ah, author, audience..! Aku bisa mendengar detak jantungnya..!" Senritsu lari lari kaya anak kecil kegirangan dibeliin balon.
Author : "Wah, wah.. Ada apa..?"
Audience : "Kalau begitu apa yang akan dikatakan Neon pada Kuroro..?"
Senritsu : "Dari bunyinya, perasaannya sedang malu malu, hmm... Sepertinya dia sedang jatuh cinta..!"
Author : "Oh, gitu ya.. Gue catet dulu deh ya, Neon mau ngomong apa (nulis nulis skrip)"
Kini, wajahnya Neon sudah benar benar merah seperti abis ditabokin orang sekampung,.. Lalu apa yang akan dikatakannya..?
5...
4...
3...
2...
1..
Neon : "Ng.. Kuroro,, a-aku, su-ka padamu..! kau adalah tipeku, bagaimana..? (blushing stadium akhir)"
Audience : "Haaaahhhhh...? Neon suka sama Kuroro..? Apa kata dunia..?" para audience langsung pada berdiri dari kursinya, saking kagetnya gitu..
Author : "Dih, rusuh luh pada..! Kaya iklan 'pajek' aje..!"
Sungguh, di situasi seperti itu, seluruh dunia terbelalak. Bahkan, bumi berhenti berputar (lebay),, Kuroro sendiri masih aja JAga koMUK di depan Neon, seakan akan yang diaktakannya hanyalah angin lalu, dan tidak menjawabnya sama sekali. Kurapika? Wah, kayanya dia nggak merhatiin Neon itu ngapain, dan tetep fokus bersiaga sama Kuroro..
2detik...
5detik...
7detik...
"Ingat-ingat~ Pesan Ma-ma..!~"
Seketika, terdenagrlah suara yang mirip iklan es krim tersebut memecah keheningan, kedengeran lebih sumbang aja. Lalu semuanya yang ada disitu langsung menagrahkan pandangannya menuju sumber suara, dan teerlihat jelas di sudut ruangan, author sedang membuka sebauh es krim cone yang tengah dipegangnya, dengan tamapng 'tanpa dosa'.
Audience : "Ah,.. Rusuh rusuh rusuh..!" audience mulai ngamuk
Dan dalam hitungan nano nano detik, author yang menggangu suasana tadi langsung diamuk massa dan ditendang ke tempat asalnya, neraka...
Kuroro : "Hmm,, bagaiman ya..?"
Audience : "Udah, terima aja, lumayan ntar gue dapet PJ (Pajak Jadian)..!"
Author : "(muncul dari lobang neraka) Eh, audience kok rusuh juga sih,..?"
Kuroro : "Ma'af ya, kau bukan tipeku.."
Dengan reaksi seperti itu, lantas gadis berambut pink didepannya merasakan hujatan trisula menghunus jantungnya (walau sebenernya nggak ada juga), matanya terbelalak, menyesal, malu, sedih (galau),. Akhirnya setelah merasakan rupa rupa perasaan yang berkecamuk didalam hatinya, matanya mulai berkaca kaca. Sementara Kuroro tetep aja konsisten dengan wajah datarnya, seakan akan tidak peduli akan akibat dari perkataannya itu,.. Neon yang merasa 'kecewa' dan kayaknya nggak terima juga, sambil menahan air matanya dengan lantang dia berbicara,..
Neon : "Baiklah, kalau begitu aku akan bersama Kurapika saja ya,.." sambil berkata seperti itu, Neon dengan spontannya langsung menggaet (baca : narik, memegang) tangan Kurapika ,dan nada bicaranya jadi tenang..
Kurapika : "Eh...?"
Audience : "Ehhhh...?"
Author : "Dih, audience main ikut ikutan aja.."
Nahaha..~(?) daripada ngomongin soal percintaan yang nggak akan ada habisnya, kita liat dulu ya, bagaimana keadaan di rumahnya Gon .dkk.
Seperti yang sudah sudah, dari radius 20 kilo, jelas terdengar sebuah suara gelak tawa yang lebih mirip suara buto ijo yang membahana dan sudah tak asing lagi bagi 'loe aja kali gue nggak (kita)' dengan tawa ini..
"Hahahahahahaha...! Hahahahahahahhahaha..! Ha ha ha ha ha ha..! ha hah aha ah aah ahahaahhaha ha..! Huwahahahahahhaha..!"
Tentunya suara ini berasal dari kediaman Gon .dkk (emang tadi mau kesitu 'kan..?). Dan yang pasti, yang ketawa itu ya Leorio, kali ini dia ngapain lagi ya..? bukannya acaranya udah diganti..?
Dirumah, ada Gon yang baru saja keluar dari kamarnya menuju ruang tv,. Diruang tv, ada Killua yang duduk di sofa, dan ada Leorio yang duduk di bawah, di depan tv,..
Gon : "He,,..?"
Apakah kira kira yang dilihat Gon, sehingga matanya terpaku pada ruang tv..?
a. Ada Leorio yang lagi mantengin acara favoritnya.
b. Killua yang lagi main 'barbie' (nggak mungkin banget..!)#author disiram air keras sama Killua karena ngomong yang aneh aneh.
c. Killua yang lagi Shufflein (Killua : kok gue mulu sih, yang jadi bahan..?)
Audience : "Hmm (sambil berpose layaknya detektif),.. Jawabannya 'a'..!"
Author : "Anda yakin,,..? ini 2 Milyar.. (masang komok serius)"
Tau tau latar fic ini langsung berubah menjadi latar kuis 'wants to be a millionaire' seperti di iklan susu kalengan (ko jadi ngaco gini ?). Ah, daripada ngaco dan membingungkan, mari kita lanjut baca gimana kondisi yang sebenar benarnya...
Gon : "Eh, Killua, kenapa ini..? Bukannya acaranya Leorio udah diganti..? (menghampiri Killua yang berada di sofa)"
Killua : "Leorio seneng, begitu acara favoritnya ada malem malem, cuma pindah jadwal gitu,..(komok : galau)"
Gon : "Lagian, nggak ada acara yang ingin kamu tonton 'kan..?"
Killua : "Jelas ada, dongg..! Apa yang kamu lakukan kalau sedang sedih..? Apa yang kamu lakukan kalo lagi BT..? 'Nonton On The Spot'..!" tiba tiba Killua nyanyi nyanyi gaje.
Gon : "Oh, kirain mau nonton 'Termehek-Mehek'.."
Killua : "Yah jelas nggak lah,..! Aku itu, kalu nonton harus yang ada manfaatnya..! (pose serius)"
Entah apa yang membuat Killua hingga seperti itu, yang jelas mau dia promosi seperti apapun. Tetap aja remote tv nggak akan berpindah tangan dari tangan Leorio ke tangan Killua, mengingat betapa murkanya Leorio saat ada yang menggangu acara nonton tvnya (untung aja di hari sebelumnya nggak).
"Tok,.. Tok,.. Tok,.." tiba tiba terdengar suara pintu yang diketuk yang berasal dari luar rumah.
Gon : "Eh, siapa itu, ada yang datang ya,..?" lalu Gon pergi membukakan pintu dan meninggalkan Killua.
Saat membuka pintu, ternyata ada sesosok mahluk yang menundukan kepalanya ke bawah, dengan baju berlumuran darah pula,..
Gon : "Kurapika...!"
Ruang tv.~ 23:49
"Kurapika, tadi pagi,, kau pergi kemana..? Tau tau sudah nggak ada sih..?" Gon mengawali pembicaraan.
"Iya, perginya kok pagi pagi sekali,..?" lanjut sobat karibnya, Killua.
Tv sudah dimatikan, lagian apa ada acara lawak tengah malam begini..? Mereka bertiga yang begitu penasaran dengan kepergiannya Kurapika, mulai bertanya denagn yang bersangkutan. Mereka kok jadi lebay, yah..? #digranat Leorio, Killua ,dan Gon.. Yah, padahal, Kurapika 'kan cuma kerja seperti biasa.
Kurapika : "Yah, pergi kerja lah, kok kalian bingung sih,..?"
Leorio : "Ngomong ngomong, noda darah dibajumu tadi itu apa..? Mencurigakan..!"
Kurapika : "Aku cuma pergi kerja lebih awal, karena 'sesuatu', bajuku penuh darah itu karena,..." Kurapika sengaja memotong perkataannya, memberikan efek efek misterius.
Gon : "Ya,. Memangnya,ada apa..? (wajah memohon)"
3...
2..
1.
"Emang, mau tau banget ya,..?" kata Kurapika memecah keheningan menjawab rasa penasaran teman temannya itu (nggak terjawab juga sih,) ngomong ngomong gaya bahasanya kok jadi gini, ya..?
Lalu kurapika segera pergi secepat angin ke kamarnya dan meninggalkan teman temannya yang masih 'melongo' itu di ruang tv.
Killua : "Yah,.."
Gon : "Kalau begitu, aku mau tidur saja deh,.."
Killua : "Lu nggak tidur tidur, Leorio..? Mau siskamling, ya...? (melihat Leorio yang mulai bangun dari duduknya)"
Leorio : "Nggak, gue mau update satus dulu..! 'otw : ke kamar'..(sambil mengambil hpnya dari kantong)"
Mendengar itu, Gon dan Killua langsung sweatdrop barengan 'statusnya nggak penting amat..!' suara hati mereka juga barengan, lalu berlalu ke kamar mereka berdua di lantai 3..
Killua : "Hmm, Gon, aku tau Kurapika pergi kerja seperti biasanya, tapi kurasa ada 'sesuatu' yang tidak kita ketahui,.." Ungkap Killua dengan komoknya yang tiba tiba serius, saat berjalan menaiki tangga ke kamarnya.
Gon : "Sesuatu banget deh,..!" tutur Gon sambil berlalu duluan di tangga, dengan logat logat 'Syahrini'.
"Kok,.. Temen gue jadi kebawa penagruh sama yang di tv, ya..?" kata Killua bingung lalu menyusul Gon yang sudah berlalu duluan.
Sementara menunggu pagi hari, kembali kita lihat kembali, bagaimana kurapika di kamarnya, setelah apa yang dilewatinya tadi,.
Seperti malam yang sudah sudah, Kurapika belum tidur dan masih merasakan semilir angin menggoyang rambut pirangnya, di pikirnya kejadian yang dilaluinya tadi. Kira kira tadi Neon, Kuroro ,dan Kurapika ngapain aja ya,..? Saatnya untuk flashback..
F L A S H B A C K
Kuroro : "Jadi, kau lebih memilih dia, ya..?"
Neon : "I-iya.. (mulai terisak)"
Tanpa sepengetahuan author, tiba tiba audience datang dan mulai geregetan dengn fic ini,.
Audience : "Iya,..! Masalah, buat lo,..?"
Author : "Ih, bacot ye, lu pada, tau tau..! Semua audience, kembali ke tempatnya masing masing..!"
(kembali ke asal, setelah audience diusir paksa)
Kuroro : "Hm,.. Temanku, apa kau juga suka padanya..?" Kuroro mulai membalikkan pertanyaan pada Kurapika sekarang.
Jauh, jauh di dalam hatinya Kurapika. Sungguh, dia hanya menganggao Neon sebagai 'tuannya' saja, dia sama sekali 'nggak' menaruh hati sama sekali menaruh hati pada Neon, (audience : bisa bisa aja tuh,..!). Tapi, kalu dia menjawab "Tidak, aku tidak suka padanya,." apa dia mau membiarkan Neon jatuh ke tangan orang yang seperti Kuroro..? Tugas Kurapika 'kan melindungi nyawa Neon, dan lagi Kuroro adalah musuh besarnya..!
"Iya, aku juga suka padanya,.. Jadi, kawan bisakah kau memaafkan kelancanganku ini..?" Jawab Kurapika dengan penekanan pada kata 'kawan', di lebih lebihkan pula kalimatnya, meskipun Kuruta yang satu ini tetep wolles dengan jamuknya. Dan kayanya kurapika mulai ikutan bisa 'spik spik' juga tuh, kaya Kuroro.
Mendengar kata kata yang sepertinya bisa dikategorikan 'gombal' itu, Neon mulai blushing, matanya terbelalak dan nggak percaya dengan apa yang dikatakan Kurapika itu,. Tapi, dengan spontannya tanpa ancang ancang, Neon berlari keluar ruangan itu dan meninggalkan 2 mahluk yang saling beradu deathglare ini sekarang,. Kenapa Neon lari meninggalkan Kuroro dan Kurapika? tanya aja sama Neon..! #author ditusuk trisula beneran.
Audience : "Yah, Neon kok kabur sih,..?"
Author : "Neon,.! Jangan tinggalin aku la..~~!"
Audience : "Ih, apaan sih, author..? Gue sambit parang juga nih..!"
Sebenarnya, Neon ituyah jelas senag lah, tapi, dia takut dan nggak tau lagi apa yang harus dilakukannya. Dan dengan wajahnya yang merah itu dia meninggalkan 2 mahluk itu. Tapi, mungkin kita bisa tau apa yang terjadi sebenarnya kalou kita ngintip buku hariannya Neon nanti #author digetok pake martil sama Neon karena rencana jahatnya... Jadi, kesalahan bukan pada layar terpa anda, tapi pada skripnya Neon yang dibuat author,.
Sementara itu, mari kita lihat 2 kubu yang sudah mengangakat tombak dan berperang angkat senjata sejak jaman paleolit ini,.. Kurapika, dengan matanya yang benar benar merah sekarang, menatap Kuroro 'setajam silet', ah, mungkin juga lebih tajam dari itu. Tapi, Kuroro sama sekali nggak menanggapi kelakuan musuhnya itu..
"Sreeettt..!"
Yak, benar sekali dua kubu ini saling beradu (emang begitu 'kan.?) dan semoga Kurapika-lah yang menag, karena author sudah banyak taroan sama audience yang mendukung Kuroro,.
Audience yang mendukung Kuroro : "Go..! Go..! Go..! Yeah..!"Tiba tiba saja, para audience pendukung kuroro itupun mulai berganti kostum menjadi sebuah tim pemandu sorak, lengkap dengan pom pomnya,(emangnya ini adu suporter ya.?).
Kurapika sendiri yah jelas mencoba merembetkan rantainya itu pada kuroro, diikuti pula dengan 'God Speed Implouse' Agon Shinriuji, yang dipinjam Kuroro untuk mengelak dari serangan Kurapika dengan implus yang lebih cepat,..
"Prittt...!"
Audience : "Pelanggaran, pelanggaran..! Ini properti milik Pak Riichiro Inagaki dan Pak Yusuke Murata..! Kenapa ikut ikutan masuk ke wilayah Pak Yoshiro Togaishi..?"
Author : "Yah, dikit dikit boleh kali ya,..?"
Audience : "Huhh,..! dasar author bego..! Kuroro 'kan punya senjata lain, emang nggak ada apa..?"
Lagi lagi, karena diamuk massa, author di tenggelamkan ke lautan soda api, (nggak penting banget). Nah, mendingan kita lanjutkan duel maut tadi saja, ya..?
"untuk apa kau mendekatinya..?" tanya Kurapika disela sela bunyi pergerakan rantainya itu,.
"Aku hanya menggodanya saja, dia sama sekali tidak menarik perhatianku,.." jawab Kuroro slow dengan wajahnya yang sedingin es itu.
"Crassh,...!"
Duel Kuroro dan Kurapika tidak lam berlangsung, tau kalau anak buahnya Kuroro itu banyak..? Saat kurapika fokus plus kalap sama kuroro untuk melilitkan rantainya pada tubuh Kuroro, dengan judgement chain-nya. Nobunaga tiba tiba datang dengan samurai andalannya dan menebas Kurapika menjadi dua (nggak gitu gitu juga sih,..)
"Tes,.. Tes,.. Tes,.."
Bagaimanakah kelanjutan kisahnya..? Apakah Kurapika bakalan 'mati' beneran...? #author di bantai Kurapika dan Kurapika FC.
Siapkan saja uang anda untuk bayar biaya data untuk chapter selanjutnya ya,..~
TBC
(Tuberklossis(!))
Sooner or Later,
Balesan untuk review (bagi yang bersifat nanya):
Kay Lusyifniyx : Pairing..? maunya sih, cinta segi tiga gitu, tapi alurnya jadi ngaco gini ya..? (kebingungan sendiri). HxHCI itu, apa ya..?*plakkkk...!
M404 : Hmm,, iya ya, salah siapa sih ini..? *plakkk..! Beta reader, apa itu..?*plakkkk..! plakkk...!
Maaf banget ya, kalau saya masih banyak nanya maklumlah,, newbie~ ((kesannya kamseupay)nggak bisa dimaklumin), saya mohon bimbingannya..~~ (sujud sujud)
Nah, Saya akan berusaha supaya kesalahan kesalahan yang nggak manusiawi ini bisa berkurang..
Berminat untuk Review..? Mulai dari review tanda titik atau koma sampai flame akan saya terima,..
~GBU~
