"Aku sangat mencintaimu dan akan selalu menunggumu sampai saat itu tiba.. Yesung-ah Saranghae". Ayo YeWook Shipper kita lestariakn FF YeWook yang udah mulai langka kaya Minyak Tanah.
Memories
Pairing :: YeWook
Genre :: Romance/
Rating :: T (Genderswitch)
Warning :: Typo(s). Gaje. Abal. Ngebosenin. Garing Dsbg..
Disclaimer :: All cast milik orang tua mereka masing-masing di rumah,
tapi Kyu hanya milik author seorang #Di ma Sparkyu#
Sebelumnya..
"Jangan bohong oppa, aku tau kok… karena tadi saat kalian tertangkap aku sedang ada disana. Mau kulaporkan pada Jung Seonsaengnim eoh? tanyanya lagi dengan nada mengancam, sedangkan aku dan Donghae sudah benar-banar bingung bagaimana jika Wookie benar-benar melaporkanku. Apa kata Jung Seonsaengnim nanti, masa ketua kelompok kepergok mencuri strawberry di pulau jeju.
"T-tidak Wookie, kami h-hanya..."
Chapter 2
"Hahahahahh... liat, wajah kalian benar-benar lucu..." dia tertawa lepas melihat rekasi wajah kami yang sudah pucat seperti maling ayam tertangkap disiang bolong.
"Tada…., ini aku bawa banyak buat kalian" ucap wookie menyerahkan puluhan buah strawberry yang disembunyikan dibalik jaket yang ia kenakan.
"W-wokkie? K-kau?" aku dan Donghae menatap tidak percaya yeoja manis dihadapanku ini, ternyata dia begitu lihai mengambil buah strawberry sebanyak ini tanpa terlihat oleh sang pemilik kebun.
"Wah.. Wookie benar-benar hebat.. aku kagum padamu… " ucap Hae berbinar sambil memilah milah strawberry yang dikasih Wookie untuk diberikan lagi pada Hyukkienya.
"Sungguh, aku benar-benar tidak menyangka kau bisa seperti ini Wookie, pandanganku padamu jadi berubah deh" kataku mengacak lembut surai almond milik Wookie.
Wookie Pov
"Sungguh, aku benar-benar tidak menyangka kau bisa seperti ini Wookie, pandanganku padamu jadi berubah deh" ucap Yesung oppa saat aku membagikan hasil strawberry yang tadi ambil dari kebun.
'Degh'
'pandangan dia padaku katanya?'
"Hah? Awas kau ya Yesung Oppa..." ucapku ingain memberi jitakan setelah menyadari apa maksud dari kata-katanya tapi ternyata dia sudah lari terlebih dahulu untuk menghindari jurus jitakan mautku (?). hahahha tapi aku senang, jadi selama ini dia juga memperhatikanku ya, bolehkah aku berharap padanya Tuhan?
Tak terasa hari sudah menjelang malam, saat ini kami sedang makan malam bersama disebuah aula besar tempat kami mneginap, seperti biasa aku, Minnie dan Hyukkie eoni duduk saling berdekatan sambil bergosip.
"Wookie-ah, lihat namja berkepala besar itu ternyata hebat juga ya..:" kata Hyukkie eonni melihat Yesung oppa sedang mengatur pembagian makanan untuk kelompok namja.
"Ne, Wookie, sepertinya Yesung oppa juga namja baik-baik, pokoknya setelah acara darmawisata kau harus menyatakan cintamu padanya" ucap Minnie eonni menimpali.
"Tapi, bagaimana dengan Luna, kalian tidak lupa padanyakan?" aku tersenyum miris sambil menatap nanar wajah Yesung oppa dari kejauhan.
"Wookie? Mengapa kau menatapku seperti itu?"
Uhukkuhukk
ternyata Yesung oppa memergokiku sedang menatapnya.
"A-anu.." ah aku benar-benar bingung harus menjawab apa. 'aish pabboya Kim Ryeowook' batinku mengumpati kebodohanku sendiri.
"hahahahha... aku tersedak ya... lucu sekali wajahmu" ucapnya tanpa dosa. Jinja dia benar-benar membuatku kesal. Kupikir dia akan mengajakku makan bersama atau bahkan hanya sekedar ngobrol, tapi dia malah mengejekku.
'Hah~ yeoja itu mendekati Yesung oppa lagi' kulihat Luna berjalan mendekati Yesung dan mengajaknya ngobrol, lebih baik aku pergi dari sini, kulangkahkan kakiku meninggalkan aula untuk kembali ke kamar.
*** YeWook***
Wah tidak terasa malam ini adalah malam terakhir SM High School berdarmawisata di pulau Jeju, semua berjalan dengan lancar, hubungan Wookie dan Yesung juga sudah semakin dekat, bahkan ada gosip yang mengatakau kalau mereka sudah berpacaran.
'Hah~ apa hubungan kami memang benar-benar sedekat itu ya? kalau begitu aku menjadi yakin untuk menyatakan persaanku padanya disekolah nanti sehabis darmawisata, tapi kalau tidak? Yah aku harus rela ditolak olahny' batin seorang yeoja mungil diberanda depan kamar penginapannya.
"Hei wookie-ah, tolong kau belikan kami makanan dan minuman dong, inikan malam terakir kita di pulau Jeju kita harus merayakannya" suruh Luna tiba-tiba membuyarkan yeoja yang dipanggil Wookie itu.
"Kenapa harus aku yang beli, aku kan bukan pembantu kalian?" protes Wookie tak terima atas sikapnya yang semena-mena.
"Kau tidak ingat Wookie kalau kau adalah ketuanya disini, ketua kan kerjanya hanya untuk disuruh-suruh, atau kau mau kuadukan pada Jung Seonsaengnim karena tidak menjalankan tugasmu dengan benar, huh?"
"A-anio... baiklah aku yang jalan" segera diambilnya uang dari tangan yeoja menyebalkan itu, dan langsung mencari Hyukkie atau Minnie eoni untuk menemani membeli makanan dan minuman yang tadi disuruh oleh mak lampir.
'Aish, aku lupa, Hyukkie dan Minnie eoni kan sedang sembunyi-sembunyi untuk berkecan dengan namjachingu mereka' dia menepuk jidatnya dan kembali menyusuri jalan untuk membeli peralatam (?) yang dipesan,
-Sementara itu-
"Hei sebelum kita perpisahan dengan tempat ini, bagaimana kalau kita begadang sambil sedikit minum soju untuk menghangatkan badan gitu...~" usul seorang namja berbadan tambun bernama Kangin
"Hu~~ bilang saja kau mau minum-minum pakai alasan buat menghangatkan badan segala, kita kan masih sekolah mana boleh minum soju"
"Hehehe kapan lagi Yesung hyung, kita ini kan sudah SMA masa tidak boleh minum-minum si, ayolah Yesung hyung~" sahut namja itu lagi, merayu sang ketua kelompok agar mengijinkannya untuk membeli soju.
"Yah, Hyung ayo dong~ sedikit mah tidak masalah, lagipula masa kau sudah sebesar ini belum pernah minum soju sedikitpun.. hyung cemen (?) niiii..." sambar Donghae yang baru saja mengantar yeojachingunya pulang ke penginapannya langsung ikut nimbrung memanas-manasi yesung.
"Shiero!" tegas yesung
"Ya, Hyung... kau mau kubocorkan rahasiamu tentang yeoja itu hah~" ya ini adalah kelemahan Yesung, jika Kangin sudah mengancamnya dengan kata-kata ancaman ini, maka semuanyapun ia rela lakukan asal rahasianya tidak dibocorkan oleh si Racon yang satu ini.
'Cih Sial, semua ini gara-gara dia melihat foto yeoja itu di dompetku' Yesung mencibir Kangin dalam hati.
" .Ya baiklah aku yang beli, dan kau Racon awas jika kau membocorkan rahasiaku..." sungut Yesung berjalan keluar kamar untuk membeli barang-barang pesanan teman-temannya.
***YeWook***
Normal pov
"Hah, mereka benar-benar menyebalkan kalau ketahuan Seonsaengnim kelompokku sedang mabuk-mabukkan bagaimana?" sungut seorang namja berkepala besar, mengingat teman kelompoknya yang menyebalkan sulit diatur.
'Eh itu wookie kan... sedang apa dia' pikir Yesung melihat seorang yeoja yang berjalan seorang diri tidak jauh di depannya.
"Wookie... kau sedang apa malam-malam begini?" tanya Yesung setelah ia berada didekat yeoja mungil itu.
"Oppa? Aku ingin membeli makanan buat anak-anak, kalau oppa? Sedang apa malam-malam begini"
"a-anou.. emm..."
"—anak-anak cepat tidur! tidak ada yang boleh berkeliaran, kalau ketauan nanti akan Seonsaengnim beri hukuman" belum sempat menjawab pertanyaan wookie, tiba-tiba suara seonsaengnim yang sedang berjaga malam sudah memotongnya.
"Sial ada yang ronda..., sini Wookie-ah"
Grep
Yesung menarik tangan Wookie untuk ikut bersembunyi dibalik pohon besar di depan penginapan.
-degh-
"Mianhae.." Yesung mendekap erat wookie agar batang pohon itu dapat menyembunyikan tubuh mereka berdua. Wookie hanya bisa diam seribu bahasa (?) kejadian yang begitu tiba-tiba ini rupanya membuat Wookie salah tingkah dan jantungnya yang berdetak sangat cepat.
'aduh sepi sekali lagi, bagaimana kalau Yesung oppa sampai tahu suara detak jantungku yang berdebar-debar ini' batin Wookie sambil berusaha menetralisirkan detak jantungnya.
"Sepertinya mereka sudah pada tidur, yasudah ayo kita kembali ke Pos" ucap salah seorang Seonsaengnim lalu berjalan masuk kedalam penginapan.
"Hah~ aman ancaman sudah lewat, yasudah kalau begitu, oppa pergi dulu ya Wookie, sampai jumpa" Yesung berpamitan untuk pergi lebih dulu mencari barang-barang kebutuhannya.
"Ne, oppa hati-hati..."
'Fiuh' hampir saja, jantungku benar-benar ingin meledak... eh? Ini kan dompet milik Yesung oppa" Wookie melihat sebuah dompet kulit berwarna hitam di dekatnya dan ia yakini bahwa dompet itu adalah milik Yesung.
Grep
"Hwaa~" yesung nayis berteriak saat ada seseorang yang menepuk pundaknya. "Huh,huh,huh Wookie kau mau membunuhku ya" jawab yesung saat melihat ternyata yang menepuk pundaknya adalah Wookie.
"Eh? Ini milikmu kan? Tadi ketinggalan" Wookie segera memberikan dompet yang tadi ditemukannya.
"Oia, ini miliku,, heheheh aku lupa, terimakasih ya Wookie" balas yesung mengambil dompetnya dan kembali berjalan meninggalkan Wookie.
Grep
Wokie menarik jaket bagian belakang yang dikenakan Yesung.
"Eh? Wookie ada apa?" tanya Yesung yang merasa Wookie menarik jaketnya.
"A-Anio... aku hanya bercanda Oppa Hehehe" tawa polos meluncur begitu saja dari bibir cherry milik Wookie, tadinya ia berniat untuk minta temani Yesung untuk membeli barang titipan temannya, tapi diurungkan niatnya karena melihat sikap Yesung yang seprti tidak peduli dan juga sepertinya Wookie lupa bahwa saat ini ia sedang main kucing-kucingan dengan si penjaga.
"Siapa disana? Cepat keluar..." ucap salah satu pengawas yang kebetulan ada di dekat posisi yesung dan Wookie berdiri.
"Ayo lari..." lagi-lagi Yesung menggenggam erat tangan Wookie mengajaknya lari untuk bersembunyi.
"Sebenarnya kau mau kemana Wookie, bagaimana kalau kita pergi bersama saja,, aku jadi kawatir melihat keahlianmu bersembunyi tadi..." ucap Yesung membuka percakapan setelah beberapa menit mereka hanya diam sibuk menyembunyikan diri masing-masing.
"Ne baiklah.." jawab Wookie cepat dan terlihat pancaran kebahagiaan (?) dari yeoja mungil itu.
***YeWook***
"Oppa, kau beli soju sebanyak ini? Ternyata kau suka minum ya oppa?" tanya Wookie heran menihat yesung membeli soju berkaleng-kaleng
"A-anio, ini semua titipan teman oppa, oppa tidak bisa minum Wookie-ah" kilah Yesung membela diri. Setelah membayar dikasir akhirnya mereka keluar supermarket untuk kembali ke pengiapan.
"Hah? Sudah jam setengah duabelas malam.. ini pasti gara-gara tadi kita terlalu lama bersembunyi dari para penjaga itu" keluh Wookie menatap jam tangan yang melingkar manis di pergelangan tangan kirinya.
"Benar juga.. dan apa kau tidak berfikir kalau pintu penginapan juga pasti sudah dikunci Wookie-ah, bagaimana kalau kita jalan-jalan saja sekalian, kau mau?" tanpa menunggu jawaban dari Wookie, Yesung langsung –lagi-lagi-menarik pergelangan tangan Wookie untuk ikiut dengannya.
"Eh? Kita mau kemana oppa?" tanya Wookie tersenyum melihat pergelangan tanganya di genggam erat oleh Yesung.
"Kau ikuti saja..."
"Lihat ini adalah bukit bintang, kita bisa melihat bintang dengan jelas dari sini bagus tidak?" Ucap Yesung bersemangat saat mereka sampai disebuah bukit yang indah dengan hamparan taman langit yang meluluhkan setiap mata yang memandangnya #Lebay# dan juga jangan lupakan genggaman tangannya di tangan Wookie yang membuat jantung yeoja mungil itu bagai dipompa.
"-dan sepertinya disini adalah tempat orang pacaran ya Wookie-ah?" lanjut Yesung lagi sambil menunjuk dengan dagunya sepasang kekasih yang sedang berpacaran di depannya.
"Ne oppa bagus, aku senang sekali" mata Wookie berbinar menikmati keindahan pemandangan yang ada di hadapannya.
"Ayo kita jalan-jalan..."
"Apakah kita juga terlihat seperti sepasang kekasih Wookie-ah?" tanya Yesung pada yeoja manis yang ada disebelahnya yang sepertinya semakin salah tingkah akibat dari pertanyaannya tadi. Yesung lontarkan.
"Ah,, E,," Wookie tergagap menangapi pertanyaan dari Yesung, entah bagaimana dengan kondisi jantungnya sekarang.
"Huh~ kalau sampai Luna tahu, bisa mati aku~" gumam Wookie pelan mengalihkan pembicaraan. "Luna? Apa hubunganya dengan Luna? Yesung menautkan alisnya heran dengan ucapan Wookie barusan.
"Err~ Bukannya kalian pacaran?" tanya Wookie takut-takut, ya dia terlalu takut untuk mendengar kenyataan pahitnya terlebih hal ini terlontar langsung dari mulut Yesung sendiri.
"Tidak, aku tidak pernah pacaran dengannya, dulu dia memang pernah menyatakan cintannya padaku, tapi aku tolak karena aku sudah mencintai gadis lain" jawab Yesung santai, tanpa melihat perubahan raut wajah Wookie yang semakin keruh karena ternyata namja yang ia sukai selama ini telah mencinati gadis lain.
"Angin disini dingin sekali..." Wookie mencoba untuk mengalihkan pembicaraan lagi, ia terlalu takut tidak bisa menahan tangis jika pembicaraan ini terus dilanjutkan.
Sret
"ini, pakailah" Yesung memakaikan jekat yang ia pakai ke pundak Wookie agar yeoja mungil itu tidak merasa kedinginan.
Degh
'Mengapa ia terlalu baik padaku sehingga aku tidak bisa melupakannya' batin Wookie menatap nanar Yesung yang telah memunggunginya, 'apa aku harus mengatakannya sekarang dan melupakannya agar aku tenang' ahh aku benar-banar bingung Wookie terus saja mengalami perang batin di dalam hatinya, sehingga tidak sadar yesung yang berjalan di depannya tiba-tiba berhenti.
Duk
"Aduh, oppa ada apa si kok berhenti tiba-tiba" Wokie meringis mengusap bagian kepalanya yang menabrak punggung yesung
"Eh, mianhae, ada yang mau oppa katakan..." kata Yesung ragu
"Apa oppa?"
"A-aku..."
"Ne...?"
"Err.. sebenarnya..."
"Heii kalian... mengapa kalian masih disini, berkencan ya..." ucap seseorang yang telah mengacaukan moment-moment mereka.
"Shin seonsaeng-nim?" ucap dobel Kim itu bersamaan terkejut melihat yang menegurnya adalah Seonsaengnim dari sekolah mereka sendiri.
"Ya kalian harus ikut saya, ayo cepat!" Hardik Shins seonsaengnim menggiring mereka kembali ke penginapan.
***YeWook***
"Kalian tahu ini sudah lewat tengah malam, kalian malah masih berkecan... kalian sama-sama ketua lagi... hah~ bapak benar-benar tidak mengerti dengan kalian berdua, bukannya memeberi contoh yang baik buat grup kalain malah seperti ini" ucap Jung Seonsaengnim sambil memijat pelipisanya pusing tak habis pikir dengan murid-murid kepercayaanya itu.
"—dan, kau Yesung berani-beraninya kau membeli Soju... kau itu masih dibawah umur mana boleh mabuk-mabukan, kalian harus mendapat hukuman besok sebelum pulang, kalian bantu ajhuma tukang masak di penginapan untuk membuat sarapan!"
"Ne, Seonsaengnim" jawab Yewook bersamaan sebelum mereka kembali ke kamar mereka masing-masing.
***YeWook***
"Hah lelahnya~" Wookie membuang nafas panjang dan bersandar di bangku kecil yang ada didapur, ya dia lelah membantu ajhuma membuat sarapan untuk teman sekelasnya.
"Mianhae, gara-gara oppa kau jadi lelah begini~" Sesal Yesung yang tiba-tiba datang membawakan segelas air untuk yeoja mungil itu.
"Gwaenchana oppa, aku malah senang dengan begini liburanku akan lebih berkesan oppa" jawab Wookie senang sambil menyeruput air yang tadi Yesung berikan untuknya.
"Ne oppa juga berfikir begitu, gomawo sudah mau membuat hidup oppa lebih berwarna" Yesung mengacak rambut wookie lembut.
'Eh, hidup oppa?' iner Wookie sambil menatap Yesung yang masih tersenyum.'Setelah darmawisata ini berakhir apa aku masih bisa sedekat ini dengannya ya, Hah~ aku benar-benar tak ingin semuannya selesai, dihukum seperti inipun aku rela, asalkan dapat terus bersamannya'
"Hei, kenapa melamun? Cepat kembali kedapan Wookie-ah, kita akan segera pulang" ucap Yesung tiba-tiba dan berjalan meninggalkan Wookie.
"Ne oppa" jawab Wookie lirih menatap nanar punggung Yesung yang sudah mulai menjauhinya.
Hari paling tidak diinginkan Wookie-pun tiba, ya hari pertama masuk sekolah setelah berdarmawisata, yaeoja itu terlalu bingung harus bagaimana jika dia bertemu Yesung nanti di kelasnya, pasalnya Yesung selalu saja bersikap dingin jika dihadapan teman-temannya.
"Hah malas sekali hari ini, aku harus bagaimana ya jika bertemu Yesung oppa nanti" gumamku galau (?) membayangkan suasana canggung nanti di dalam kelas bersama Yesung oppa.
"Wookie-ah..." suara cempreng duo Lee menginterupsi langkahku.
"Wookie-ah, kau sudah tau belum beritanya.. Hosh.. Hosh..Hosh.." ucap Sungmin eoni ngos-ngosan karena berlari mengejarku tadi.
"Berita, memang ada berita apa?" aku mengedikan bahuku tidak tahu berita apa yang dimaksud.
"Kau benar-benar tidak tahu, kalau Yesung oppa pindah sekolah?" kini giliran Hyukkie eoni yang bertanya padaku.
"Y-Yesung oppa, pindah sekolah" tanyaku tidak percaya dengan apa yang kudengar barusan. Kupikir hubunganku dengannya sudah cukup dekat kemarin, tapi ternyata aku salah, bahkan dia tak memberitahuku sama sekali.
Segera kupercepat langkahku ke dalam kelas, aku ingin tahu apa benar kalau Yesung oppa pindah sekolah, dan.. 'bingo' Yesung oppa memeng tidak ada di dalam kelas padahal biasanya dia sudah ada dikelas jauh sebelum bel masuk.
"Hah~ dia benar-banar tidak ada, menyebalkan..." sungutku kesal sambil duduk dibangkuku dengan Hyukkie eoni,
"Kim Ryeowook" panggil seseorang menepuk bahuku.
"Ne, waeyo Kangin oppa?"
"Ini, Yesung menitipkannya padaku dan aku... hanya mau bilang, percayalah bahwa dia juga sangat mencintaimu.." jawabnya sambil menyerahkan sebuah amplop berwarna ungu muda dengan pita emas kecil dipinggirannya. Cantik sekali.
"Oppa... mengapa kau bilang begitu?" tanyaku sebelum Kangin oppa kembali ketempat duduknya semula.
"Oh itu ya, awalnya aku memang tidak yakin akan hal ini, sejak kita satu kelas aku sering melihat Yesung hyung selalu memandangmu dari kejauhan dan aku juga melihat fotomu ada di dalam dompet Yesung hyung, walaupun ia tidak pernah mengakuinya secara gamblang, tapi aku yakin dia menyukaimu Wookie"
"Wookie-ah.."
"..." aku benar-benar tidak percaya apa yang Kangin oppa katakan barusan, kini perasaanku benar-benar campur aduk, senang tapi juga sedih karena aku menyesal tidak mengatakan perasaanku yang sesungguhnya saat darmawisata kemarin.
"Wookie-ah, gwaenchanayo?" tanya Kangin oppa lagi sambil melambaikan tangannya di depan wajahku.
"Eh...? ne oppa gomawo..." jawabku sambil memberikan senyumku walaupun sulit.
Kubuka amplop yang Yesung oppa berikan, ternyata di dalamnya semua adalah foto-fotoku yang sepertinya diambil diam-diam dan disana juga terdapat foto kami berdua saat selama rapat dan saat berdarmawisata.
Srett
Ada sebuah kertas kecil yang terlipat rapih diantara foto-foto itu.
"Aku, yang hanya bisa menatap punggungmu, yang hanya dapat menghitung hari-hari ketika ku mengharapkanmu berpaling kepadaku, yang hanya diam-diam mencintaimu, menyayangimu, yang terlalu takut dirimu menjauh ketika kukatakan bahwa aku sayang padamu, maafkan segala sikap dinginku, karena saat itu aku tak tahu lagi harus bagaimana bersikap denganmu, aku takut kau bosan, marah dan pergi meninggalkanku.. wokkie-ah, aku tahu alasanku untuk menjadi ketua darmawisata agar aku bisa selalu berdekatan denganmu, maaf aku tidak memberitahukan tentang kepindahanku, karena aku tak ingin ada seseorang yang sedih karena aku tak ada.. semoga kita bisa bertemu lagi Wookie-ah"
-Tes-
Airmataku yang sedari tadi kutahan akhirnya runtuh juga, ya aku sangat sedih membaca surat dari Yesung oppa, dan mengetahui bahwa ia juga mencintaiku, aku sangat menyesal karena tidak menyatakan perasaanku yang sesungguhnya.
"Yesung oppa... Saranghae..."
*** YeWook***
"Wookie-ah cepat bangun, ini hari pertamamu kuliah kau jangan sampai terlambat atau kau mau umma siram eoh?" panggil seorang wanita payuhbaya berteriak di depan pintu kamar anak semata wayangnya.
"Ne umma... kau galak sekali sih" balas yeoja yang dipanggil wookie itu tidak kalah kencangnya dengan teriakan sang umma.
"Heyy KIM RYEOWOOK..."
"Ne aku bangun KIM HeeChul" terdengar kikikan dari bibir mungil yeoja itu, terlihat sekali ia ingin menggoda sang umma.
"Awas Kau Ya..."
Ya hari ini adalah hari pertama Wookie memasuki Universitas. Wookie bersama dengan dua sahabatnya Lee Sungmin dan Lee Hyukjae melanjutkan di kampus yang sama -Seoul University- jurusan Modern Music. Sudah hampir dua tahun berlalu, ternyata gadis mungil itu masih belum bisa menghilangkan Yesung dari pikirannya, meskipun saat ini dia tidak tahu dimana keberadaan namja yang paling dicintainya itu, yang ia tahu ia akan terus menunggu Yesung dan menyerahkan seluruh hati dan hidupnya sampai saat itu tiba.
"Yesung-ah Saranghae..."
Annyeong reader \(^0^)/
FF ini terinspirasi dari komik jadul yg Author baca..
Tapi ada beberapa Adegan yang dirubah sesuai kebutuhan (?)
Author ngerasa ff ini alurnya rada membingungkan
Mianhae kalau hasilnya jelek dan membosankan, soalnya Author bener-bener
Pengen melestarikan ff YeWook yang mulai langka dan untuk mengobati reader semua yang haus akan ff YeWook
~Saranghae~
