Bloody Wedding
Chapter 2
Summary : "Kau hanya milikku seorang dan tak ada yang boleh memilikimu kecuali diriku...''
Warning : SANGAT TERAMAT GAJE, OOC BERTEBARAN, TYPO AKUT, ABAL, ANEH BIN ANCUR DAN SEMUA SAMPAH TERPENDAM DISINI ( mba... Capslock jebol mba... )
Disclaimer: Hetalia hanya milik Hidekazu Himaruya seorang dan fict sampah ini hanya milik SAIA!
Read please!
.
.
.
.
.
Taiwan -pov-
'siapa...siapa...?Apa mungkin Yong Soo? Tapi dia telah meninggal... Tapi kalau bukan dia siapa lagi... Tak mungkin ' dia 'kan? Sebegitu dendamnyakah ' dia ' padaku sampai melakukan hal ini?...' gumamku di tengah deru tangisku, buliran airmata yang terus menyiratkan ketakutanku terus menari di pipiku.
Tok... Tok... Tok...
"Selamat siang, Mei apa kau ada di rumah? Ini aku...Tolong bukakan pintunya..." terhembus sebuah suara yang familiar dan berhasil mengoyak deru tangis dan hayalanku yang terus menggema di telinga dan pikiranku.
"Eh... Ah...iya tunggu sebentar... " ucapku setengah berteriak, airmata yang masih menggenang di pelupuk mataku, aku seka agar tak berbekas, lalu dengan sisa tenaga yang kupunya, kutopang tubuhku dengan kedua kakiku yang masih bergetar hebat. Sorot mataku terpaku melihat sebuah kotak yang membuatku mengerahkan sebagian tenagaku hanya untuk menangis dengan penuh tekanan mental yang begitu menghunus ke bagian jantungku.
"Lebih baik aku menyingkirkan ini dulu, aku takut dia akan khawatir " gumamku.
"Lebih baik kutaruh dimana ya? " sambil terus membopong kotak putih yang kudapatkan dari seorang terus menyorot setiap titik-titik sudut rumahku, hingga menemukan sebuah lemari usang yang sudah tak ku kenakan selama 2 tahun terakhir ini.
"Lebih baik aku taruh di sini saja sementara..." ucapku sambil menaruh kotak ukuran sedang kedalam sebuah lemari yang terletak disudut pintu dekat gudang rumah.
"Kukira kosong tapi banyak juga ya barang-barang yang ku simpan disini…" kritikku melihat tumpukan album foto yang hampir memenuhi lemari usang tesebut. Dengan kedua tangan dan jemari-jemari kecilku kudorong dengan sisa tenagaku untuk memasukkan kotak kedalam lemari yang hamper di penuhi oleh kenangan-kenangan masa laluku.
"Mei, kau lama sekali sih? Apa ada masalah? " ucap lagi seorang pemuda yang sedari tadi berdiri dibalik pintu putih pembatas antara dunia luar dengan kehidupanku.
"iya sebentar~ " balasku dengan nada seriang mungkin untuk menutupi ketakutan yang sedang menyelimuti pikiranku.
"Lemari ini akan menjadi saksi bisu kelahiran, kebahagiaan, kesedihan, dan kematianku…." Cetusku sebelum meninggalkan lemari kecil itu dan menggapai sebuah daun pintu. Dengan sigap ku gapai kenop pintu untuk menyambut pemuda yang sangat familiar dimataku dan dunia hangat yang membuatku menganggapnya sebagai kakak.
"Selamat siang tuan putri Xiao Mei eh bukan ratu Wang Mei~ " ucapnya sambil mengembangkan senyum yang jarang ia perlihatkan kepada orang lain, kecuali aku dan saudara terdekatnya.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
sekian dulu fict abal saia. Belum bisa maksimal karena lagi US. Review kata- kata pedas boleh dilontarkan! Silahkan jangan sungkan! Dan terima kasih yang sudah meriview cerita abal saia, masukkannya sangat berarti, mohon maaf jawaban riviewnya mungkin di chapter depan….. gomenasaigozaimasu…..
