2D or 3D?
By : Miyoshi Sara
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Rated : T
Genre : Romance, Hurt
Pairing: SasuSaku
Warning : OOC tingkat dewa, abal, typo bertebaran, sangat gaje, bikin eneg, ceritanya ngawur, pasaran, pemilihan diksi tidak menarik dan segala sesuatu yang membuat tidak enak.
Summary : Sejak hari itu, entah apa yang kupikirkan sehingga hidupku kembali menjadi seorang pecinta pria 2D. Aku memutuskan untuk tidak lagi memercayai pria 3D. Namun, kenapa hatiku menjadi ragu? Padahal pria 3D itu yang menyarankanku membuat keputusan itu.
.
.
.
CHAPTER 1
"Sakura, kumohon padamu. Untuk kali ini saja."
"Tidak, aku sedang sibuk."
"Sibuk? Kesibukanmu bukannya hanya menonton anime atau main otome game? Ayolah, Sakura. Solanya ini menyangkut nyawa sahabatmu yang cantik seperti bidadari ini. Kalau tidak ada yang datang, bagaimana dengan nasib klub shoujo manga kita?"
"Kenapa kau tidak suruh yang lain?"
"Mereka tidak bisa, Hinata ada les di luar, Tenten kan seminggu ini sedang ke China mengunjungi neneknya yang sakit. Terus, terus si..."
"Si?"
"Anggota kita hanya empat orang, Sakura. Bahkan klub kita ini hanya dianggap perkumpulan oleh OSIS. Untuk itu, kau harus datang Sakura!"
Ino Yamanaka, gadis berambut pirang ini sudah sekitar lima belas menit yang lalu merengek meminta bantuanku untuk menggantikannya yang seorang ketua klub shoujo manga, ralat, ketua perkumpulan shoujo manga datang untuk rapat OSIS. Kenapa tidak Ino saja yang berangkat? Jawabannya simple, dia sudah terlanjur ada janji kencan sepulang sekolah dengan Sai Shimura. Dia memang pacarnya Ino. Bersekolah di Konoha Art School, dia tingkat dua seperti kami yang bersekolah di Konoha High School.
"Yaudah, batalin aja kencannya. Besok aja, Ino!"
"Tapi, Sai-kun sudah menjemputku di bawah." Ino tampak mengeluarkan tampang ingin dikasihaninya. Dan ia tahu, walaupun sudah selama hampir tiga setengah bulan ini aku kembali ke dunia di mana aku tak peduli dengan sosok 3D baik wanita ataupun pria, namun aku akan luluh dengan tatapannya. Karena, ia sahabat 3D ku.
"Haaah..." aku menghela napas sejenak. Ino mengembangkan senyumnya. Sekali lagi, dia tahu saat aku menghela napas seperti ini itu artinya kalau aku mengiyakan permintaannya.
"Baiklah, kuserahkan nasib klub kita padamu, 'wakil ketua'-san," Ino menjulurkan lidahnya mengejek.
"Perkumpulan," koreksiku.
"Jaa, mata ashita Sakura!"
Apa ada yang terkejut aku menjadi wakil ketua di perkumpulannya Ino yang bahkan baru terbentuk tiga bulan yang lalu? Oke, akan kujelaskan alasannya, alasan terbentuknya perkumpulan aneh ini.
Flashback
Saat itu, Ino berkunjung untuk sekedar main di rumahku. Karena ia bosan yang hanya melihatku sedang berselancar di dunia maya, dia mengambil beberapa shoujo manga koleksiku yang terjejer rapi di rak buku yang tingginya lima tingkat.
Shoujo manga yang pertama kali ia baca adalah manga berjudul Namida Usagi, itu terdiri dari sepuluh seri. Kuakui, manga itu adalah salah satu manga favoritku karena ceritanya memang membuatku, aku benci mengakuinya, sedikit mengeluarkan air mata.
Jadi, sudah tahu kan apa yang akan terjadi ketika Ino selesai membacanya?
"Hiks... Hiks... Hiks... kenapa mangakanya bisa membuat cerita seperti ini? Cerita yang bisa membuat pembacanya menangis?"
Tak ada tanggapan dariku, ia memanggil namaku, "Sakura!"
"Hm?" aku menoleh.
"Kau tak menjawab pertanyaanku," Ino mengerucutkan bibirnya. Kesal, mungkin?
Walau tadi aku menghiraukannya, tapi aku dengar kok omongannya tadi.
"Aku tak tahu kenapa mangaka bisa membuat cerita seperti yang kau katakan itu. Ku pikir, ide mereka mengalir apa adanya," jawabku akhirnya. Walau sedikit dengan nada malas.
"Hmm..." Ino tampak berpikir. Oh iya, aku baru sadar. Ia sudah berhenti menangis rupanya.
"Apa semua orang bisa menjadi mangaka?" tanya Ino lagi.
"Ya, asal punya bakat menggambar dan punya bakat membuat cerita yang menarik," setahuku si begitu. Syarat menjadi mangaka.
"Sakura, pinjam kertas, pensil dan penghapus."
Mengerenyit bingung, "untuk apa?" sepertinya aku sudah bisa menebak apa yang akan dia lakukan setelah ini.
"Aku ingin mengetes apakah aku punya bakat menggambar atau tidak, Sakura."
Sudah kuduga. Ia pasti tertarik untuk menjadi mangaka. Soalnya, hanya tentang ia bisa menggambar atau tidak syarat yang harus ia penuhi. Soal bisa membuat cerita, dia ahlinya. Ino pernah menang lomba membuat novel roman se Konoha.
Dengan malas, aku memberikan kertas, pensil dan penghapus padanya.
Ino membuka salah satu seri dari manga Namida Usagi. Dan ia mencoba untuk meniru sebuah gambar yang tengah beradegan berciuman. Dasar, Ino memang mesum.
"Kenapa dari sekian banyak contoh gambar kau memilih untuk menggambar adegan itu, Ino?"
"Hehhehe, kau yang seorang nijikon tidak akan tahu betapa manisnya adegan ini Sakura," ejek Ino kemudian.
Menyebalkan. Walau aku, ehem, seorang pecinta pria 2D, aku dulu juga pernah mengalami percintaan dengan pria 3D.
Karena aku malas memperdebatkan tentang hal-hal seperti itu, akhirnya aku mengalihkan perhatianku ke layar laptopku.
Beberapa menit, sekitar sebelas menit berlalu, aku mendengar gerutuan Ino yang tengah menggambar di meja berkaki rendah yang ada di samping ranjangku. Aku yang duduk di kursi meja komputer mengalihkan pandanganku kepada Ino.
"Kenapa sulit sekali sih, menggambar seperti ini? Hei, Sakura."
"Hmm?"
"Sini, deh!" perintahnya. Membetulkan letak kaca mata ku yang melorot, aku mendekati meja itu dan duduk di atas karpet tebal berlawanan arah dengan Ino.
"Kau kan pintar menggambar, coba dong ajari aku menggambar!"
Karena ia mengeluarkan puppy eyes yang ehem, menggelikan, akhirnya aku mengambil pensil dan kertas gambar yang sudah ada coretan pensil Ino. Malas untuk menghapusnya, aku mengambil kertas lagi.
Ino memperhatikanku yang dengan mudah, kuakui memang aku suka menggambar, menarik garis yang membentuk badan tokoh yang sedang berciuman di dalam manga itu.
Setelah tiga menit berlalu, maka aku selesai menggambar adegan itu. mata Ino berbinar bahagia.
"Kau memang berbakat, Sakura!" eh, tumben Ino memujiku. Perasaanku tidak enak.
"Baiklah, sudah kuputuskan. Aku akan membuat klub shoujo manga. Aku jadi ketuanya, sedangkan kau jadi wakil ketuanya," sudah kuduga akan jadi seperti ini. Menolakpun percuma. Ino itu gadis paling gigih yang pernah kukenal.
Akhirnya, terbentuklah perkumpulan shoujo manga ini. Anggota yang lain, Tenten dan Hinata, juga dipaksa Ino untuk bergabung.
End Of Flashback
Untuk ke sekian kalinya aku merutuki nasibku yang sial ini. Seandanya tidak ada rapat ini pasti sekarang aku sudah bersama teman-teman dumay ku. Agh, menyebalkan!
Sekarang, aku tengah duduk di ruang rapat OSIS. Di pojok paling belakang. Sebenarnya ada apa sih, sampai ada rapat khusus untuk perkumpulan segala? Tch!
"Konnichiwa, minna-san!" buka sang ketua OSIS. Namanya Shikamaru Nara. Orangnya tampak malas dan menjengkelkan. Dia sepertinya sekelas denganku. Dan yang kutahu kerjaannya hanya tidur ketika pelajaran atau mengorek lubang telinganya dengan wajah malas. Dan, walaupun begitu entah kenapa otaknya sangat jenius. Dia selalu jadi juara kelas.
"Aku tahu hari ini memang sangat mendokusai, jadi kuharap kalian memperhatikan rapat kali ini. Biar cepat selesai dan aku bisa tidur. Hoaammm..." orang ini gila!
Nara duduk di bangkunya. Sekarang, komando diambil alih oleh wakil ketua OSIS. Namanya Neji Hyuuga. Dia kakak sepupunya Hinata dan pacarnya Tenten. Menurutku, Neji Hyuuga lah orang paling normal seangkatan OSIS tahun ini. Penampilannya rapih, wajahnya serius dan dia berotak encer.
"Konnichiwa. Mulai dari sini, akan saya memimpin."
Sembari mendengarkan penjelasan singkat mengenai kenapa perkumpulan tidak bisa disebut klub resmi, yang sudah tentu aku tahu alasannya, aku membuka laptop dan membuka situs jejaring sosialku.
Wooah, Mr. Ss aka Uchiha Ss online. Aku memutuskan untuk menchatnya. Hitung-hitung untuk mengusir kebosanan, lah.
Haruno Cherry
Ehem! Konnichiwa~
Uchiha Ss
Hn
Haruno Cherry
Setidaknya ucapkan konnichiwa juga dong! :3
Uchiha Ss
Konnichiwa
Haruno Cherry
Kau ini. -_-
Kurasa kau sedang tidak bisa diganggu ya?
Uchiha Ss
Tidak. Aku hanya sedang bosan.
Haruno Cherry
Aku juga. Sepertinya kita sedang ada di dalam keadaan yang sama. Tch!
Uchiha Ss
Hn. Aku tau.
Haruno Cherry
K-kenapa kau bisa tau? Aku belum memberitahumu.
Aneh. Kenapa dia bisa tahu si? Mencurigakan.
"Baiklah semuanya, saya telah menjelaskan alasan mengapa suatu perkumpulan tidak bisa dikatakan sebagai klub dan tidak bisa diberikan ruangan resmi serta anggaran dari OSIS. Untuk itu, kami sudah berdiskusi dengan para guru untuk memberikan satu kesempatan bagi salah satu perkumpulan yang bisa memenangkan perlombaan yang kami beri nama KOMPETISI MENJADIKAN KLUB, menjadi klub resmi yang tentu saja akan mendapatkan fasilitas-fasilitas umum layaknya klub resmi di sini tanpa perlu repot-repot menambah atau mencari anggota baru sebagai persyaratan pembentukan klub," ungkap Hyuuga Neji yang sedari tadi baru kuperhatikan itu.
"Kompetisi ini akan diadakan dua minggu lagi dari sekarang. Setiap perkumpulan, harus mempertunjukan sebuah pertunjukan yang mencirikhaskan perkumpulannya. Dan, untuk membantu kalian yang kekurangan anggota, perwakilan OSIS akan membantu kalian. Setiap perkumpulan akan mendapatkan satu anggota OSIS."
Hah? Kenapa OSIS tiba-tiba memutuskan hal gila seperti itu? Itu memang menguntungkan bagi kami yang hanya perkumpulan di sekolah. Kami menjadi punya ruang klub dan anggaran untuk klub. Ngomong-ngomong soal ruang klub, aku jadi berpikir akan menguntungkan apabila perkumpulan tidak berguna itu mempunyai ruang klub. Contohnya saja, setiap hari aku bisa menghabiskan waktuku sepulang sekolah atau ketika istirahat sekolah untuk menjelajah dunia maya tanpa ada gangguan. Hei, di rumahku juga ada orang seperti Ino yang selalu mengganggu aktivitasku loh. Dia kakak ku, Sasori. Huaahh, dia menyebalkan. Aku tak mau membahasnya.
"Baiklah, saya akan mengumumkan nama-nama perwakilan dari OSIS untuk membantu perkumpulan kalian."
DEG
Semoga saja aku mendapat orang waras seperti Hyuuga Neji. Kami-sama, tolonglah aku, jangan sampai aku harus berinteraksi dengan orang aneh yang merepotkan. Pasalnya, anggota OSIS ini hampir semuanya berotak, ehem sedikit miring. Hei! Bukan maksudnya aku menghina mereka, loh. Setidaknya, semua anggota OSIS di sini otaknya bisa dibilang di atas rata-rata untuk beberapa bidang.
"Untuk perkumpulan Shogi, yang akan membantu ialah Nara Kaichou."
Lumayan, perkumpulanku tidak mendapatkan orang terjenius nan aneh itu. Baiklah, orang aneh yang patut dihindari menghilang satu.
"Perkumpulan menari kipas akan dibantu oleh sekretaris OSIS, Temari Rei."
Berbicara soal Temari Rei, akan kubocorkan sesuatu mengenainya. Dia kakak mantan pacarku. Untuk ukuran anggota OSIS, dia lumayan waras. Walau, dari rumor yang kudengar, dia menyukai ketua OSIS. Jadi, sudah jelas dia bisa dikategorikan orang aneh karena menyukai orang aneh. Oh dia juga sangat galak, sering marah-marah tidak jelas. Hati-hati saja!
Cek, orang aneh berkurang satu lagi. Sisa anggota OSIS tinggal lima. Sesuai dengan jumlah perkumpulan di ruang ini.
"Selanjutnya, perkumpulan air softgun kami tugaskan saya, Hyuuga Neji untuk membantu."
Kuso! Orang paling waras seanggota OSIS menghilang.
Sisa anggota OSIS yang lain yaitu ada Kiba Inuzuka, si maniak anjing yang aneh. Dia anggota penegak kedisiplinan OSIS. Tapi entah kenapa dia diperbolehkan untuk membawa anjing ke sekolah. Keahliannya ialah merawat hewan-hewan yang ada di kebun sekolah. Inuzuka-san sangat penyabar dan penyayang binatang. Untuk bagian itu, di sekolah ini tidak ada yang bisa menandinginya.
Lalu, si bodoh Naruto Namikaze. Si pirang campuran seperempat Inggris yang selama sepuluh tahun tinggal di Inggris. Tapi, entah kenapa dari sekian banyak mata pelajaran di Konoha Gakuen, hanya pelajaran Bahasa Inggris saja yang mendapat nilai di bawah rata-rata. Dia sering tertawa tanpa sebab, cengar-cengir seperti orang gila dan Hinata Hyuuga lebih gila karena menyukai pria Namikaze itu. Yang terakhir, hobinya bermain sepak bola. Kuakui, dia cukup, tidak, sangat berbakat di bidang olah raga seperti itu.
"Kiba Inuzuka ditugaskan untuk perkumpulan pecinta anjing dan kucing."
Woow! Ternyata ada juga ya perkumpulan pecinta anjing dan kucing di sekolah ini? Baiklah, itu cocok dengan image Kiba Inuzuka.
Ok, cek. Orang aneh berkurang satu lagi.
"Perkumpulan pecinta makanan manis dan keripik akan dibantu oleh Chouji."
Hoo... Chouji itu anggota OSIS yang gendut dan paling gemar makan keripik. Dia gendut tetapi akan marah apabila ia diejek gendut oleh orang lain. Seharusnya, ia intropeksi diri saja apabila ada orang yang mengatainya gendut. Keahliannya tampak pada masakannya yang gosipnya, aku diberitahu Ino, bisa menyamai masakan-masakan chef hotel berbintang lima. Jika boleh berharap, aku ingin mencoba masakannya. Ya, aku tahu. Aku sudah menghinanya tadi.
Ok, lanjutkan!
Cek. Orang merepotkan berkurang satu. Sekarang hanya tinggal perkumpulan Shoujo Manga dengan perkumpulan membuat game dan animasi. Tapi, tunggu! Pilihan perwakilannya, kenapa tinggal si bodoh Namikaze dengan—
"Untuk perkumpulan Shoujo Manga, kami tugaskan Sasuke Uchiha, bendahara OSIS untuk membantu."
—Sasuke Uchiha si otaku menyedihkan ituuuuu? Kami-sama!
Walau aku mengakui bahwa aku seorang nijikon, setidaknya biarkan aku berinteraksi dengan orang yang normal. Aku memang pernah berpikir apa jadinya apabila aku yang seorang nijikon dan otaku mempunyai teman 3D perempuan yang sehobi dan berada di dunia nyata. Tapi, pikiran itu kubuang jauh-jauh karena di zaman sekarang ini para gadis lebih menyukai kisah roman bersama pria 3D ketimbang pria 2D. Jadi, mana mungkin pikiranku akan terwujud?
Kami-sama memang baik atau apalah, membiarkanku harus terpaksa memulai interaksiku dengan pria otaku 3D. Hei Kami-sama, bukankah aku memintanya seorang perempuan 3D? Kenapa Anda memberikannya pria? Pria ini lagi. Ok, maafkan aku Kami-sama, aku hanya kesal. Tolong jangan tambahkan dosa padaku.
Sasuke Uchiha, pria paling tidak ingin didekati oleh siapa saja. Lihat saja penampilannya! Kaca mata super tebal full fream berwarna biru donker, rambutnya awut-awutan tampak tidak pernah disisir selama seminggu, seragamnya yang juga awut-awutan, wajahnya ditutupi poni rambutnya yang lumayan panjang. Intinya, tidak ada hal yang membuatku yang seorang pecinta 2D ini untuk betah melihat penampilannya yang terkesan tampak seperti seorang hikikomori otaku. Tapi, yang paling kusayangkan dari dia ialah, kenapa ia pria sih? Andai saja dia seorang gadis, pasti aku sudah berteman akrab dengannya. Kenapa? Motto ku kan sekarang hanya mau berinteraksi selain dengan keluargaku, ialah dengan perempuan saja.
"Naruto Namikaze dengan perkumpulan pembuat game dan animasi. Sekarang, silahkan para perwakilan OSIS untuk menuju perwakilan perkumpulan yang bersangkutan!"
Ini dia, Sasuke Uchiha yang mengerikan mendekatiku. Rambut hitamnya yang awut-awutan sedikit bergoyang menyeimbangi gerakannya yang tengah menutup laptop yang sedari tadi terbuka di atas mejanya.
Oh, Kami-sama! Dia sampai di depanku.
"Haruno Cherry?" suara baritonenya memanggil nama akun dumay ku. Aku pasti dikutuk. Tunggu! Nama akun dumay ku?
Mataku yang sedari tadi menunduk takut akibat bawaan mulai ketidakbiasaanku berinteraksi dengan pria, melirik ke atas. Melihat wajahnya yang suram, melebihi wajahku yang memang sudah suram. Tangan kanannya mengapit laptop tipis berwarna biru gelap.
"Hn, kau tak mengenaliku?" tanyanya lagi.
Dan semakin kupikirkan semakin membuatku bisa memecahkan petunjuk puzzle di kepalaku ini. Mulai dari sahabat dumayku dengan nama akun Uchiha Ss, yang seorang Hikikomori Otaku yang dengan misteriusnya tahu tentang kebosananku. Juga, kenyataan yang menyebutkan nama orang di hadapanku ialah Uchiha Sasuke, bendahara OSIS yang kabarnya atau mempunyai fakta bahwa ia seorang Hikikomori Otakutelah tersebar seantero sekolah.
"Mr. Ss?" suaraku menjadi serak seperti ini.
"Hn," sudah kuduga. Kalian, tolong pukul, tendang, ikat dengan kawat atau apapun itu, lakukan denganku! Terdengar seperti seorang masokis gila. Habis, siapa yang tidak gila menyadari fakta bahwa sahabat dumay nya akan bertemu dalam keadaan tidak terduga ini?
"Kau takut?" tanyanya lagi, menyadari kekagetanku sedari tadi.
Aku menggeleng sebagai jawaban. Ok, Sakura! Kau harus bersikap biasa saja dengan sahabatmu ini. Walaupun kalian dipertemukan dengan memperlihatkan wujud 3D kalian.
Mr. Ss aka Uchiha Sasuke aka Uchiha Ss duduk di depan bangkuku. Dia meletakan laptopnya dan membukanya. Aku tak tahu apa yang ia lakukan sekarang. Yang lebih penting, aku harus menetralisir kegugupan yang melandaku ini.
.
.
.
TBC
A/N:
Konnichiwa readers tachi~
Ogenki desuka?
Miyo mau meminta maaf baru bisa mengupdate chapter 1 sekarang. Soalnya, Miyo kemarin ada UN si. :3 #alasan
Udah gitu, yang diupdate gaje buanget lagi. Maaf... #surem
Mana chapter prolog kemarin lupa ngga dikasih TBC lagi. #dibakar #surem
Abaikan kesureman Miyo yang abis shock akibat soal UN yang bikin Miyo ketawa pas ke luar ruangan. #gila
Sekarang, waktunya Miyo balas reviews yang ngga login. Bagi yang login, silahkan dicek balasannya. .
Rap God:
Wuoo, arigatou Rap-san. Iyakah mirip dengan TWGOK (The World God Only Knows)? Sejujurnya Miyo juga belum pernah baca manga atau nonton anime TWGOK karena temen Miyo cuma punya S2 nya doang. Yang S1 udah rusak kasetnya. -_- selain itu, Miyo juga males download karena banyak banget, udah sampe S3 ya kalo ngga salah? #plak. Ok, arigatou sudah berkenan membuka, membaca, bahkan mereview fic ini. Review lagi ya, kalo berkenan. .
white's:
39 (Sankyu), white's-san. Hehe... Ok, terimakasih buat motivasinya. Aku bakal percaya diri. #semangat. Jika berkenan, kunjungi, baca dan review lagi ya? Terimakasih~
Baiklah, sekali lagi Miyo mengucapkan terimakasih buat yang udah berkunjung, membaca, mereview, memfollow dan memfav fic Miyo ini. Reviews nya sangat membuat Miyo yang lagi UN ngga sabar buat ngelanjutin nih fic.
Special Thanks:
Natsuyakiko 32, Rap God, white's, marukocan, AlrenaRoushe, Hikaru-Ryuu Hitachiin, Kaoru-Kagami Yoshida, Eysha CherryBlossom, Kumada Chiyu, Fuyu no MiyuHana, sugirusetsuna
Maaf bila ada kesalahan dalam penulisan nama. Chapter 2 sedang Miyo kerjakan. Oh ya, Miyo mau minta doanya semoga Miyo dan seluruh siswa SMA/SMK/MA seIndonesia bisa lulus dengan hasil yang memuaskan.
Akhir kata, apabila ada keluhan, kritik, saran ataupun pertanyaan silahkan tulis pada kolom review.
39 (Sankyu)~
Purbalingga, 21 April 2014
