Chapter 2

"Naruto fotokopi kertas-kertas ini sekarang juga" Titah seorang pemuda berambut raven melempar beberapa kertas ke atas mejanya dan pemuda blonde dihadapannya mengambil kertas-kertas tersebut "Berapa yang harus saya fotokopi Sasuke san?"

"Ehm.. masing-masing 10 lembar" Jawab Sasuke tanpa melihat lawan bicaranya.

"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu"

"Hn" dan segeralah pemuda yang bernama Naruto meninggalkan ruangan tersebut.

Disclaimer : Mbah kishi pemilik dari Naruto

Rate : T or Maybe M sesuai kebutuhan nantinya

Genre : Romance and Drama (Maybe)

Pair : SasuNaru, ShikaKiba and Other

Warning : Typo, OOC, maleXmale, Alur maju mundur dan Cerita ini terinspirasi dari Skripsiku

Saya masih Newbie untuk itu diharapkan bimbingannya dari para Senpai sekalian dan cerita ini ditujukan bagi para Reader yang sedang menyusun Skripsi.

Naruto dan Kiba = 21 Tahun

Shikamaru dan Sasuke = 24 Tahun

Kakashi = 29 Tahun

.

.

Suara mesin fotokopi itu terdengar begitu keras di ruangan yang memang di sediakan KSE untuk masalah seperti ini. Sudah tiga hari Naruto bekerja di divisi Pemantauan Reksadana sebagai Asisten dari seorang pemuda tampan bertampang datar,Uchiha Sasuke. Selama tiga hari ini Naruto merasa dirinya hanya dianggap sebagai Office Boy yang di khususkan dipakai oleh sang Uchiha. Membuatkan kopi untuk sang boss, mengkopi kertas-kertas yang diberikan padanya, menjadi seorang kurir untuk mengantarkan berkas-berkas kepada beberapa pihak penting di KSE yang tentu saja dengan perintah yang diberikan oleh Sasuke dan belum lagi dirinya yang disuruh membawakan barang-barang Uchiha muda terhormat tersebut. sungguh ingin rasanya dirinya membunuh Sasuke saat itu juga apalagi Uchiha muda itu tidak pernah mengucapkan terima kasih padanya dan hanya dua kata 'Hn' yang menjadi penggantinya, dua kata yang mampu membuat Naruto semakin kesal jika dirinya selesai menyelesaikan tugas khusus dari Sasuke.

Seandainya bukan karena data yang sangat dibutuhkannya. Ia yang memiliki nama Namikaze ini tidak akan pernah menjadi babunya sang Uchiha. Never.

Oke lupakan masalah itu.

Kembali tangannya memencet tombol-tombol mesin fotokopi dan Naruto kembali mengingat pembicaraan Dosen Pembimbingnya, Hatake Kakashi mengenai Naruto yang bekerja di KSE selama tiga bulan beberapa hari sebelumnya. Tepatnya sehari sesudah dirinya menemui Sasuke.

~ FLASHBACK ~

Naruto bete dan kesal menunggu Dosen Pembimbingnya yang terkenal akan jam ngaretnya itu. Pantatnya sudah panas menduduki kursi yang ada di ruangan dosennya yang berukuran 2x3 meter selama 2 jam. Ckckck benar-benar dosennya itu memalukan dunia perdosenan. Sambil menunggu sang dosen tercinta, Naruto melihat-lihat sekitarnya. Sebuah meja yang tidak terlalu besar ada dihadapannya dengan kursi empuk diseberangnya, beberapa lembar-lembar yang sangat di yakini Naruto yang merupakan tugas-tugas dari mahasiswa dosennya disusun rapi di atas meja dan laci setinggi dirinya yang ada di pojok ruangan. Sebuah jam dinding tergantung di dinding berwarna cream, ah dan jangan lupakan beberapa novel icha-icha paradise yang ada di sela-sela beberapa tugas mahasiswanya Kakashi. Sebenarnya ruangan ini cukup nyaman untuk ditempati namun tidak untuk Naruto yang bosan memandang ruangan tersebut.

"Yo Naruto maaf aku terlambat tadi ada nenek di jalan yang membutuhkan pertolonganku" Sebuah suara familiar cukup mengagetkan Naruto di tengah-tengah acara menelisir ruangan Kakashi, Naruto yang terlonjak dari kursinya karena ulah sang dosen yang masuk secara tiba-tiba itu hanya bisa mendeathglear Kakashi begitu dosennya itu sudah duduk di kursi hadapannya. Kakashi yang merasakan deathglear dari mahasiswa bimbingannya itu hanya bisa tersenyum tipis di balik masker yang dikenakannya.

"Nah Naruto apa yang ingin kau bicarakan? Setauku hari ini bukan jadwal bimbinganmu jadi ada apa sehingga kita harus bertemu seperti ini?" Tanya Kakashi bermaksud memulai pembicaraan. Tangannya bertumpu di atas meja dan dagunya diletakkan di atas tangannya.

Naruto menatap lurus Kakashi "Sensei aku kesini untuk minta izin padamu"

Kedua alis Kakashi bertautan "Izin? Untuk apa?"

Naruto memainkan jari-jarinya yang tertutup oleh meja dan mulai menundukkan kepalanya bingung harus menjelaskan darimana tentang apa yang akan ia katakan "Hmm.. Begini Sensei kemarin aku sudah ke KSE untuk meminta data yang diperlukan tapi wakil pimpinan disana mengatakan bahwa dirinya tidak bisa begitu saja memberikan data tersebut kecuali" Naruto menelan ludahnya "Kecuali aku bekerja disana selama tiga bulan menjadi asistennya dan dia juga mengatakan kalau konsultasi skripsiku akan diambil alih olehnya"

"Diambil alih? Memangnya siapa nama wakilnya Naruto?"

"Uchiha Sasuke, Sensei"

Raut muka Kakashi berubah seperti orang yang baru saja mengingat sesuatu "Ah Sasuke sih anak berwajah tampan yang memiliki ekspresi datar itu" Naruto mengiyakan perkataan Dosennya "Kalau dia bilang akan mengambil alih konsultasi skripsimu kurasa tidak ada masalah lagipula dia sudah menghubungiku semalam soal ini Naruto tapi dia tidak mengatakan siapa mahasiswa yang dimaksud dan ternyata itu dirimu, Dasar Uchiha"

"Jadi Sensei mengijinkanku?" Tanya Naruto yang tidak percaya perkataan dosennya.

"Hm.. Iya kau kuizinkan untuk tidak berkonsultasi denganku beberapa bulan ke depan karena aku yakin Sasuke bisa membimbingmu"

"Kenapa Sensei mengijinkanku semudah itu? Dan melepaskan bimbinganku kepadanya?" Senyum tipis terukir kembali di wajah Kakashi "Itu karena dia merupakan lulusan terbaik dan termuda di angkatannya lagipula dia punya sesuatu yang mampu melakukan ini semua"

'Eh? Termuda dan terbaik seangkatannya? Hebat banget tapi Sensei bilang dia punya sesuatu? Sesuatu seperti apa sampai Sensei bisa mengikuti kemauannya?' Batin Naruto yang begitu penasaran akan kata-kata ambigu Kakashi.

"Jadi Naruto apakah hanya itu yang ingin kau katakan padaku? Apakah ada hal lainnya lagi?" Tanya Kakashi yang menyadarkan Naruto. Naruto terdiam sebentar ragu ingin bertanya pada Senseinya atau tidak? Tapi akhirnya sang Pemuda blonde itu menggelengkan kepalanya tanda tidak ada lagi yang ingin dikatakannya.

"Baguslah kalau begitu kau bisa keluar dari ruangan ini" Dan Naruto dengan langkah lemas melangkahkan kakinya keluar dari ruangan dosennya yang tidak akan dia lihat lagi untuk beberapa bulan ke depan.

~ END FLASHBACK~

"Sampai kapan kau akan melamun terus" Sebuah suara baritone mengagetkan Naruto membuatnya terlonjak dari tempatnya berdiri. Di tengokkannya kepalanya ke arah sang suara yang ternyata merupakan Bossnya tentu dengan wajah stoicnya.

Merasa anak buah barunya yang kini sedang menatap dirinya, Sasuke mengangkat kepalanya menunjukkan kebanggaan serta kesombongannya kepada Naruto "Apakah kau sudah selesai mengkopi lembaran yang kuberikan tadi?" Mendengar pertanyaan Sasuke, Naruto mengambil lembaran-lembaran yang tadi di fotokopinya beserta hasil fotokopiannya tadi lalu menstepleskannya dengan rapi dan memberikannya pada Sasuke.

Sasuke memeriksa hasil kerjaannya Naruto dan hanya mengangguk pelan "Hmm boleh juga tapi tetap saja kau tidak boleh seenaknya melamun di tengah kerjaanmu, bagaimana nanti kau bekerja, Hah? Bisa-bisa Bossmu langsung memecatmu melihat kau bekerja seperti ini. Untung saja saat ini akulah yang menjadi Bossmu jadi kau bisa merubah kebiasaanmu" Ucap Sasuke berusaha memberikan nasihatnya. Naruto yang baru saja melihat Bossnya berbicara sepanjang itu hanya bisa melongo, dirinya benar-benar tidak menyangka Sasuke yang terkenal akan sikap dinginnya dan irit bicara itu bisa berbicara sepanjang itu dihadapannya.

Ada apa dengan Bossnya ini? Apakah Bossnya sedang sakit? Atau yang ada dihadapannya ini bukan Bossnya? Pikir Naruto dengan polosnya.

Sasuke yang melihat ekspresi aneh yang terlihat di wajah Naruto menaikkan sebelah alisnya "Ada apa?"

"Apakah kau benar-benar Sasuke san?" Tanya Naruto Polos. Sebuah perempatan siku-siku muncul di sudut kepala Sasuke "Tentu saja aku Uchiha Sasuke yang juga merupakan Bossmu saat ini, Dobe" Nah ini dia salah satu sifat jelek Sasuke lainnya yaitu tidak segan-segan mengatakan kata-kata kasar kepada siapapun kecuali orang-orang yang dihormati olehnya tidak akan pernah dikatai seperti itu.

"Benarkah?" Tanya Naruto sekali lagi yang tidak menyadari panggilan Dobe untuknya, kalau dia menyadarinya maka bisa dipastikan Naruto akan membalasnya dengan kata-kata yang tidak bisa dikatakan lembut.

"Iya, Memangnya kenapa kau bertanya seperti itu?"

"I-itu karena tadi Sasuke san berbicara panjaaang sekali sehingga aku merasa kalau yang tadi berbicara denganku itu bukannya Sasuke san karena Sasuke san yang kutau tidak akan pernah berbicara panjang seperti itu"

Sasuke mendengar jawabannya Naruto itu hanya bisa memijat pelipisnya 'Kenapa mahluk kuning ini berpikiran seperti itu sih? Dikiranya aku ini tidak bisa berbicara panjang apa? Aku ini juga manusia. God, kenapa ada mahluk sepolos ini?' Pikir Sasuke nelangsa. Kasihan.

Berusaha tidak memikirkan kata-kata Naruto, Sasuke menyodorkan sebuah map yang berisi lima lembar di dalamnya "Kau antarkan ini ke Shikamaru bagian Obligasi yang ada dilantai 15, suruh dia tanda tangani berkas-berkas itu dan tadi aku sudah menghubungi sekretarisnya bahwa kau akan datang mengantarkan berkas-berkas ini, Apakah ada pertanyaan lainnya?" Naruto hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan. Melihat Naruto mengerti akan perintahnya Sasuke segera menyuruhnya ke tempat Shikamaru.

.

.

TING

Suara lift terbuka mengharuskan Naruto mengangkat kepalanya yang tadinya menunduk terus sambil mengumamkan kata-kata kutukan untuk Bossnya. Matanya terbelalak melihat seorang pemuda yang sangat dikenalnya "Naruto, apa yang kau lakukan disini?" itulah kata-kata yang diucapkan pemuda tersebut. Tidak langsung menjawab pertanyaan sang pemuda yang dikenalnya itu, Naruto malah memilih memasuki lift terlebih dahulu "Aku bekerja disini"

"Eh? Qo bisa?" Tanya pemuda itu yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Naruto.

"Tentu saja bisa, Aku bekerja disini sebagai salah satu syarat agar aku bisa mendapatkan data yang kubutuhkan Kiba"

"Hah? Syarat? Aku qo enggak ya, Nar? Emang sih aku harus bolak balik kesini karena pas skripsiku diperiksa oleh kepala bagian Obligasinya katanya banyak banget kesalahannya dan dia bilang dia mau menjadi dosen pembimbing keduaku, begitu ditawarin seperti itu siapa coba yang gak mau. Udah gratis di bimbing,dapat buku gratis lagi dari dia"

"Enak sekali sih kamu, Kib sedangkan aku harus bernasib sial sudah harus menjadi bawahan dari orang yang berwajah stoic, bimbinganku pun dialihkan ke dia" Naruto pundung mengingat perlakuan Sasuke padanya selama tiga hari ini. Kiba kaget mendengar perkataan Naruto tersebut "Dialihkan? Qo bisa?" Tanyanya lagi.

Naruto hanya mengendikkan bahunya tidak semangat. Kiba yang melihat kondisi Naruto yang seperti itu cukup merasa bersalah juga karena dirinya yang mengusulkan pada Naruto kalau skripsi mereka disamakan saja hanya objek penelitiannya yang berbeda. Kiba dengan objek penelitiannya yaitu Obligasi dan Naruto dengan Reksadana sebagai objek penelitiannya. Kiba jugalah yang mengatakan kalau KSE tidak akan menyuruh mahasiswanya untuk bekerja (Magang) disana. Tapi yang dialami oleh Naruto malah sebaliknya.

Kasihan sekali dirimu, Nar.

TING

Suara lift yang menandakan bahwa mereka telah sampai di lantai yang ditujunya. Dengan langkah pasti mereka keluar dari ruang tertutup yang bisa membawa mereka naik maupun turun itu.

Kiba memulai pembicaraan "Naruto kau mau ketemu dengan siapa?"

"Ehmm.. tadi Bossku bilang aku harus mengantarkan map ini pada Shikamaru bagian Obligasi, Kib" Ucap Naruto mengingat-ingat perkataan Sasuke sebelumnya.

Kiba menjentikkan jarinya "Ah Shika toh, kalau begitu ayo ikut aku Nar. Kebetulan aku juga mau ketemu dengannya" Kiba pun berjalan duluan menapakkan kakinya di lantai marmer bersih di bawahnya dan Naruto mengikutinya "Kau mengenalnya,Kib?"

Kiba melambat langkahnya sehingga dia kini dalam posisi yang sejajar dengan Naruto "Shika itu orang yang kubicarakan tadi, dialah yang menjadi dosen pembimbing keduaku, Nar" Jelasnya dan tak lama mereka berada di depan pintu berwarna coklat, dibukanya pintu tersebut "Nah Nar ini ruangannya Shika. Ayo kita masuk" Ajak Kiba tapi Naruto menahan lengan baju Kiba "Ada apa lagi, Nar?"

"Etto- bukannya aku harusnya menginformasikan terlebih dahulu ke sekretarisnya ya? lagian tidak sopan jika kita langsung masuk begitu saja"

Kiba tersenyum mengingat sifat Naruto yang terlalu formal pada orang asing "Tidak apa-apa Nar lagipula Ino pasti sekarang ada di toilet. Yah, kau pasti tau apa yang sedang dilakukan perempuan di toilet,kan?" Naruto menautkan kedua alisnya "Berdandan Nar masa kau tidak tau sih" Teriak Kiba frustasi dengan ketidaktahuan temannya ini soal mahluk yang bernama Perempuan sedangkan Naruto hanya meng'Oh'kan saja.

"Sudahlah daripada kita berdiri disini lebih baik kita masuk saja dulu, Ayo" Kiba pun menarik tangan Naruto masuk ke dalam ruangan Shikamaru.

Tidak ada yang special dari ruangan tersebut. Hanya sebuah meja kerja yang cukup rapi dan dua buah kursi yang saling berhadapan yang dipisahkan oleh meja kerja. Di salah satu dari dua kursi itu ada seorang pemuda yang sedang tertidur di atas meja dengan pulasnya. Kiba mendekat ke pemuda tersebut lalu berteriak tepat di telinganya "BANGUN RUSA PEMALAS" Teriakan Kiba mampu membuat Naruto terkagum karena berani berteriak seperti itu kepada pemuda yang sangat diyakini Naruto adalah Shikamaru dan seketika itu juga Pemuda itu terbangun lalu menatap Kiba yang berdiri di sampingnya sambil mengorek-ngorek telinga kanannya berharap semoga telinganya tidak tuli akibat teriakan Kiba.

"Puppy jangan berisik bisa tidak sih? Kau menganggu tidurku tau" Ucap pemuda itu santai kepada Kiba. Naruto yang mendengar panggilan Kiba yang diberikan oleh Shikamaru terkikik geli.

'Puppy? Kekeke cocok nih buat jadi bahan ejekannya Kiba nanti' Batin Naruto yang sudah berubah menjadi Evil.

Kiba yang mendengar panggilan sayang Shika cukup membuat rona merah keluar di pipi kanan dan kirinya"Berhenti memanggilku Puppy,Shika"

"Kenapa? Bukannya kau senang kupanggil Puppy dan liat wajahmu yang merona saat ini, itu manis" Shikamaru memulai menggombali Kiba dan Naruto kembali terkikik geli lagi.

"Aku ini laki-laki jadi aku tidak mungkin manis tau" Elak Kiba padahal dalam hatinya udah senang banget. Dasar Tsundere.

Acara gombal-menggombali itu harus terganggu karena Naruto menyadarkan mereka berdua dengan dehemannya "Ehmm" Kedua pemuda yang dari tadi sedang berada dalam aura cinta itu mengalihkan pandangannya dan Shikamaru yang melihat orang asing berada di kantornya langsung menanyakan siapa Naruto "Siapa Kau?"

Naruto mulai mendekati Shikamaru dan menundukkan kepalanya sedikit "Selamat Siang, Saya Namikaze Naruto, Asistennya Uchiha Sasuke"

"Ternyata kau orang yang kemarin diceritakan oleh Sasuke itu ya" Shikamaru menelisik Naruto dari bawah sampai atas 'Lumayan juga type Sasuke tapi tetap saja Kiba yang lebih manis apalagi sikap Tsunderenya itu' Pikir Shikamaru yang tersenyum tanpa sebab membuat dua pemuda lainnya mulai memikirkan kalau otak Shikamaru sudah miring akibat teriakan yang dilakukan Kiba tadi.

"Ada apa kau kemari?" Tanya Shikamaru yang sadar kalau dirinya mulai dianggap gila oleh Kiba dan Naruto. Naruto pun memberikan map yang disuruh oleh Sasuke "Sasuke san menyuruh saya untuk menyerahkan berkas-berkas ini dan anda disuruh tandatangan di berkas-berkas itu, Shikamaru San" Shikamaru mengambil pulpennya dan membuka berkas-bekas yang diberikan oleh Naruto lalu menandatanganinya.

"Ini" Shikamaru memberikan map itu kembali ke Naruto "Apakah ada lagi hal lainnya?" Tanya Shikamaru pada Naruto yang sudah menerima map tersebut "Tidak ada, Shikamaru san"

"Kalau begitu kau boleh keluar" Naruto pun menundukkan kembali kepalanya sedikit "Baiklah kalau begitu saya permisi dulu Shikamaru san dan Kiba" Ucap Naruto yang menghilang dibalik pintu berwarna coklat sedangkan Shikamaru dan Kiba hanya menatap kepergian Naruto dan mulai melakukan konsultasi soal Skripsi Kiba.

.

.

Tok.. Tok.. Tok..

Suara ketukan terdengar membuat seorang pemuda dengan kacamata bacanya harus mengalihkan perhatiannya dari kertas-kertas dihadapannya "Masuk" begitu berkata seperti itu seorang pemuda blonde terlihat dari balik pintu sambil membawa map yang tadi diberikannya pada pemuda blonde tersebut.

"Bagaimana? Apakah Shikamaru sudah menandatangani berkas-berkas yang ada di dalamnya?" Tanya Sasuke sambil melepaskan kacamatanya. Naruto menghampiri dirinya dan menaruh map tersebut di atas meja "Sudah Sasuke san" Jawab Naruto dan hanya ditanggapi dengan anggukan kepala saja olehnya.

"Naruto"

"Iya, Sasuke san?"

"Bagaimana dengan revisi Bab satumu? Apakah sudah selesai kamu revisi?" Tanya Sasuke tanpa menatap Naruto dan matanya kini memeriksa berkas-berkas yang ditandatangani oleh Shikamaru.

"Belum selesai, Sasuke San" Mendengar jawaban Naruto, Sasuke menatap Naruto lurus "Kenapa? Apakah kamu ada masalah dengan saran yang kuberikan?"

"Tidak ada masalah dengan saran yang diberikan oleh Sasuke san hanya saja saya tidak mempunyai waktu buat merevisi Bab 1 saya beberapa hari ini" Jawab Naruto ragu-ragu takut membuat Sasuke tersinggung karena kenyataannya beberapa hari ini Naruto disibukkan oleh pekerjaan yang diberikan oleh Sasuke padanya.

"Baiklah kalau begitu seminggu kemudian aku harap kamu bisa menyelesaikan revisi Bab satunya dan kamu langsung memberikannya kepadaku, Apakah kamu mengerti?"

"Iya, Sasuke san Saya mengerti"

"Hn.. kau bisa keluar dari ruangan ini sekarang" dan Naruto pun meninggalkan Sasuke yang kini kembali berkutat dengan kertas-kertas dihadapannya.

.

.

Langit sudah berwarna merah, menunjukkan kalau matahari akan terbenam dan bulan menggantikan matahari untuk menghiasi langit yang sebentar lagi berwarna hitam. Para pekerja pun sudah pulang ke rumah masing-masing begitu juga dengan Naruto yang saat ini sedang menunggu Bus di halte yang tidak jauh dari KSE.

Sebuah mobil BMW mewah berwarna hitam berhenti di depannya. Naruto tidak memperdulikan mobil yang tiba-tiba berhenti didepannya itu. Dirinya masih sibuk memandang jalan berharap bis yang ditunggunya segera datang. Lalu sesosok pemuda keluar dari dalam mobil tersebut dan cukup membuat Naruto kaget "Apa yang Sasuke san lakukan disini?"

Sasuke kini sudah berada disamping Naruto "Masuklah"

"Eh? Masuk? Untuk apa Sasuke san"

"Untuk apa? Kenapa kau bertanya lagi seperti itu,Hah? Tentu saja untuk mengantarmu pulang, Dobe" Naruto yang mendengar Sasuke memanggilnya dengan sebutan dobe membuat Naruto cukup mendidih dan tanpa mengingat siapa Sasuke itu Naruto membalasnya dengan kata yang cukup kasar juga "Apa dobe? Dasar teme"

Naruto tau kalau kata-kata tanpa dipikirnya tadi bisa membuatnya berada dalam masalah tapi ini kan udah berada di luar KSE lagian ini dah bukan waktu kerja jadi sah-sah aja dong memanggil atasannya dengan sebutan apapun.

"Kau berani juga ya Dobe" Aura menakutkan sudah keluar dari diri Sasuke. Naruto pun akhirnya sadar dari pemikirannya tadi yang mampu membuatnya kehilangan jalan satu-satunya dalam mendapatkan data yang dibutuhkannya tapi ini semua sudah terlanjur, dengan nekat naruto kembali membalasnya "Kenapa? Aku tidak takut toh ini sudah diluar jam kantor dan itu berarti kita tidak dalam hubungan atasan dan bawahan jadi aku boleh memanggilmu apapun, Teme"

Sasuke menundukkan kepalanya menyembunyikan mata dan seringaiannya membuat Naruto tidak tahu apa yang tengah dipikirkan oleh Sasuke. Tiba-tiba Sasuke menarik lengan Naruto dan menawan bibir cherry sih blonde. Tindakan tiba-tiba ini hanya membuat Naruto shock dan akhirnya bibirnya yang sedikit terbuka mulai dimanfaatkan oleh Sasuke sebaik-baiknya dengan memasukkan lidahnya ke dalam gua basah miliknya. Menjelajah isi gua tersebut mulai dari mengabsen gigi-gigi putih Naruto sampai membelai lidah Naruto untuk mengajaknya bertarung tapi apa boleh buat si pemilik daging tak bertulang itu tidak merespon karena saking kagetnya atas apa yang terjadi.

Mengetahui lawannya tidak merespon, Sasuke tidak putus asa dirinya masih terus memanjakan dan mengajak bermain lidah Naruto yang akhirnya sang pemilik gua mulai merespon dengan berusaha mengeluarkan lidah Sasuke keluar dari teritori miliknya "Ssss.. Le-lephass" Desis Naruto berusaha mendorong Sasuke agar melepaskannya namun namanya juga Uchiha yang mempunyai ego tinggi itu tidak akan melepaskan mangsanya sedikitpun.

Beberapa menit mereka terus bertarung yang ujung-ujungnya dimenangkan oleh Sasuke. Pertarungan tersebut juga membuat keduanya membutuhkan udara untuk bernafas. Secara terpaksa Sasuke melepaskan tautannya dari Naruto. Benang saliva saling bertautan di kedua bibir mereka dan akhirnya terputus oleh usapan tangan Naruto.

Sasuke melihat wajah Naruto begitu merah menggantikan warna kulitnya tannya, matanya juga terlihat sayu mampu membuat Sasuke ingin melakukan hal lebih pada Naruto namun hal itu harus ditahannya agar mangsanya tidak pergi darinya.

"Kau bilang jika kita diluar maka kita tidak dalam hubungan atasan dan bawahan bukan? Kalau begitu aku bisa melakukan hal seperti ini" Ucap Sasuke yang kemudian mulai mendekati telinganya Naruto "Bahkan kita bisa melakukan hal lebih dari ini, Naru" Bisiknya dan sedikit menjilati telinganya kanannya Naruto. hal yang dilakukannya Sasuke membuat Naruto merinding seketika ternyata Bossnya seorang Gay?.

.

.

TBC

Terharu ternyata ada yang mau Review fanfic ini, Sungguh saya nyangkanya gak akan ada yang mau Review. Kalau gitu ini adalah Balasan Review yang tidak punya Akun dan yang punya aku balas di PM ya:

Yuichi, Yuzuru dan Kei : Ini udah lanjut kok. Makasih banyak udah review ff ini terharu jadinya. *Ambil Tissu*

Thanks to : Hikari No OniHime, Kirei-Neko, Hanazawa Kay, Yuichi, Kei, Nurin . vip4ever, hollow concrete, Kuro to Shiroi, Azusa TheBadGirl, Yuzuru, Haruna Aoi dan Ukeri.

.

.

REVIEW