Welcome to Homra's Bar!
Disclamer: K project anime bukanlah milik saya melainkan milik GoRA dan GoHands. Dan Maid-sama! bukanlah punya saya melainkan punya Hiro Fujiwara-sensei.
Genre: Friendship, (niatnya sih) Humor
Sekuel dari Misaki X Misaki
Timeline: Beberapa minggu setelah setting Misaki X Misaki. Sebelum Totsuka Tatara tewas (untuk timeline K project) dan setelah Usui kembali dari Inggris (untuk timeline Maid-sama!)
"Tapi apa benar tidak apa-apa kalau kami pergi ke sana? Bukannya acara kumpul ini acara khusus anggota kalian? Kami kan bukan anggota."
Mereka bertiga baru saja turun dari kereta bawah tanah saat Misaki menanyakan hal itu.
"Tidak apa-apa. Aku sudah sering menceritakan tentang kalian kepada mereka dan mereka tidak keberatan kalau aku mengajak kalian," jawab Yata.
Usui kaget mendengar hal ini. "Aku juga?" tanyanya, tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Dia kira selama ini pemuda berpenampilan seperti berandalan itu hanya tertarik kepada Misaki.
"Tentu saja! Kau hampir selalu ada di sisi Ayuzawa-san setiap dia bertemu denganku, jadi otomatis aku harus menceritakan tentang dirimu juga!" jawab Yata setengah berbohong. Tidak mungkin kan dia bilang kalau dia juga tertarik mengajak Usui secara pribadi ke markas kelompoknya seperti halnya Misaki? Dia tidak yakin bakal menyukai reaksi si pemuda berambut pirang kalau mengetahui hal tersebut namun dilain pihak Usui menelan mentah-mentah alasan payahnya. Sudah kuduga, batin Usui sambil menyeringai kecil.
Mereka bertiga berjalan dalam diam, sibuk dengan pikiran masing-masing. Yata merasa tidak sabar ingin mempertemukan gadis itu dengan teman-temannya di HOMRA dan Mikoto. Dia yakin kalau mereka juga akan tertarik dengan Usui Takumi. Jelas sekali terlihat bahwa pemuda itu orang kuat. Waktu pertama kali melihat orang yang sering membuatnya merasa terintimidasi itu, Yata tidak menyadarinya karena lebih tertarik dengan pertengkaran konyol mereka. Saat melihatnya untuk yang kedua kali, dia baru menyadari betapa kuat aura pemuda pirang itu. Tipe kuat yang berbeda dengan Ayuzawa Misaki, lebih mendekati aura kekuatan Kusanagi daripada Mikoto. Dia sendiri tidak bisa menjelaskan mengapa dia bisa berpikir seperti itu.
Misaki merasa agak cemas sekaligus tidak sabar menanti pertemuannya dengan geng HOMRA yang tersohor itu. Kalau didengar dari cerita Yata, kedengarannya mereka orang-orang yang menarik. Tapi bagaimana dengan berita-berita buruk itu? Inilah kesempatannya melihat sendiri mana yang benar: cerita Yata atau media massa.
Usui merasa cemas terhadap Misaki dan bertekad kalau sedikit saja terjadi hal yang aneh di sana, dia akan langsung membawa pergi gadis itu. Pemuda skater itu, diluar penampilannya, kelihatannya bisa dipercaya tapi bagaimana dengan yang lain? Dia memutuskan untuk mengawasi pertemuan ini baik-baik.
"Ah, di gang sana kita belok kanan," ujar Yata tiba-tiba, membuyarkan lamunan dua orang rekan seperjalanannya. Begitu melewati belokan yang dimaksud, tampak sebuah bangunan bergaya klasik dengan plakat 'HOMRA' di bagian depan. Inikah base camp kelompok HOMRA yang terkenal berandalan itu? Batin Misaki tak percaya. Tempat ini kelihatan normal-normal saja layaknya bar biasa. Mungkin memang benar media massa terlalu berlebihan memberitakan kelompok ini.
Mereka bertiga berdiri di depan pintu sambil saling menatap. Misaki dan Usui mengangguk ke arah Yata sebelum pemuda skater itu memutar grendel pintu yang berdenting saat berayun terbuka.
"Selamat datang, Yata-chan! Eh, siapa mereka?"
Kusanagi kelihatan kaget melihat juniornya yang gampang naik darah itu membawa teman sebelum teringat sesuatu. "Wah, kalian pasti orang-orang yang sering diceritakan Yata-chan! Kau Ayuzawa Misaki," dia menunjuk Misaki, "dan kau Usui Takumi, kan?" kali ini dia menunjuk Usui. Kedua orang yang dimaksud terpaku di depan pintu sambil mengangguk. Sebenarnya apa yang diceritakan Yata tentang kami ya? Misaki jadi penasaran.
Melihat kedua orang itu tidak beranjak sedikitpun dari tempat mereka, Kusanagi menepuk dahinya dan berkata, "Aku sampai lupa mempersilahkan kalian masuk! Silahkan masuk, kalian berdua! Teman Yata-chan berarti teman kami juga!" sambutnya ramah. Misaki dan Usui akhirnya masuk dan duduk di kursi dekat konter bar.
"Kusanagi-san, ke mana yang lain?" tanya Yata saat menyadari tidak ada siapapun di bar selain mereka berempat.
"Oh, mereka ke dapur untuk membantu Tatara dan Anna membawa makanan-makanan itu ke sini. Nah, itu sepertinya mereka sudah datang," ujarnya saat mendengar langkah kaki berisik menuruni tangga. Suara pertengkaran kecil terdengar selang-seling dengan derap langkah yang saling mendahului.
"Pelan-pelan, nanti makanannya tumpah! Kamamoto-san, tolong berhenti mencomoti karaage-nya! Akagi-san, Bandou-san, kalau kalian tidak berhenti bertengkar, supnya bisa tumpah! Chitose-san, bisa tolong jangan SMS-an saat sedang membawa baki onigiri? Totsuka-san, tolong!"
Seorang pemuda bertampang bule terlihat sangat repot memperingati kawan-kawannya sementara dia sendiri dibebani sebuah termos besar seukuran tong kayu raksasa. Pemuda itu akhirnya menatap pemuda lain yang umurnya terlihat sedikit lebih tua darinya dengan ekspresi minta tolong. Pemuda bertampang teduh itu hanya tersenyum dan berkata, "Tak apa-apa, Eric-kun. Semuanya akan baik-baik saja... mungkin," tambahnya saat melihat kekacauan di sekitar mereka bertambah parah. Eric Sutr menahan diri untuk tidak menjerit frustasi. Kalau konsentrasinya sampai pecah, bagaimana nasib termos raksasa yang sedang dibawanya ini?
Tiba-tiba saja panci sup besar yang dibawa oleh Akagi dan Bandou selip karena pertengkaran mereka semakin sengit. Refleks, Misaki dan Usui berlari ke bawah tangga dan menangkap panci itu sebelum isinya tumpah ke mena-mana dan dengan cepat meletakkan benda panas itu ke meja terdekat.
Suasana hening seketika sebelum...
"Aduh!" Misaki menjerit sambil mengibas-ngibaskan tangannya yang terasa melepuh. Usui dan Yata langsung menghampiri gadis itu dan memeriksa kedua tangannya.
"Ada apa, Ayuzawa-san?! Luka bakar?! Sakit sekali ya?!" tanya Yata dengan paniknya. Usui kelihatan tenang walaupun sorot matanya was-was. "Yata, ambilkan es. Cepat!" perintahnya sambil memegangi tangan Misaki dan memeriksanya baik-baik. Kelihatannya tidak parah tapi kalau tidak buru-buru dikompres dengan es bisa bengkak. Yata yang saking paniknya tidak mempedulikan Usui yang memerintahnya langsung lari ke balik konter bar dan mengambil es dari tempat penyimpanan es untuk cocktail milik Kusanagi.
Para anggota HOMRA yang lain akhirnya pulih dari rasa kaget mereka dan sibuk membantu sebisa mereka: membawakan handuk untuk kompres dan lain-lain. Akhirnya Misaki tenang setelah rasa perih di kedua telapak tangannya sedikit berkurang. Saat tersadar, hampir selusin pemuda termasuk Usui dan Yata memandanginya dengan cemas. Kontan gadis itu tertunduk malu. "Maaf sudah membuat keributan," gumamnya sambil membungkukkan badan.
"Justru kami yang minta maaf. Gara-gara kami kau jadi terluka," ujar Akagi sambil melirik Bandou. "Maafkan kami," ujar mereka berdua sambil membungkukan badan bersamaan.
Misaki gelagapan melihat dua pemuda yang membungkukan badan di hadapannya dan berseru panik, "Tidak apa-apa! Kalian kan tidak sengaja!"
Pemuda bertampang teduh yang tadi dipanggil Totsuka-san tersenyum kepada Misaki. "Seperti yang dibilang Yata, kau memang orang yang sangat baik hati, Ayuzawa Misaki-san," ujarnya. Para anggota HOMRA yang lain tersentak seolah baru menyadari bahwa gadis ini dan pemuda yang tadi ikut menyelamatkan panci sup mereka adalah dua orang yang sering diceritakan Yata.
"Ternyata kalian orang-orang yang katanya punya aura kuat itu ya!" ujar Akagi sambil menatap kagum Misaki dan Usui bergantian.
"Yang diceritakan Yata hampir setiap hari!" timpal Kamamoto.
"Kenalkan, namaku Chitose You!" ujar Chitose sambil bergantian menjabat tangan dua tamu mereka.
"Namaku Dewa Masaomi."
"Aku Kamamoto Rikio!"
"Akagi Shouhei!"
"Bandou Saburota."
"Fushima Kosuke."
"E... Eric Sutr."
"Dan aku Kusanagi Izumo. Selamat datang di bar HOMRA, Ayuzawa Misaki-san dan Usui Takumi-san!" ujar sang pemilik bar sambil tersenyum lebar.
Bersambung
A/N: Halo! Seperti yang dijanjiin, satu reviewpun akan gue update! Terima kasih buat otsukareen atas reviewnya!
Soal Misaki (Ayuzawa Misaki, maksudnya), gue sendiri emang ngerasa dia agak kurang dapet karakternya. Masalahnya belakangan ini gue agak out sama karakter maid-sama (karena udah lama nggak baca ulang manga dan nonton animenya) jadi maaf sekali kalo OOC. Diusahain nggak OOC banget kok! Btw Usui OOC di mana ya? Jadi penasaran. Dan kalo bisa, kalau ada kritik dan saran jangan sungkan ditunjukin langsung! Pasti gue benerin!
Oke, A/N kali ini malah jadi balesan review buat otsukareen, tapi itu juga yang mau gue sampein kok!
Mohon reviewnya ya! Review anda adalah tanda bahwa ada yang menantikan ff ini berlanjut! Kalo oneshot sih nggak masalah gak ada review, tapi kalo multichapter, standar gue paling nggak ada satu, ya sebagai tanda ada yang baca.
Last word, RnR please! ^-^
