Chapter 2
Pertempuran berlangsung dengan sengit. Tapi untungnya pasukan kami dapat bertahan dengan baik. Dan kami pun pulang dengan membawa kemenangan.
"Fate-chan, kamu terluka?" tanya Hayate dengan cemas.
"Hanya goresan kecil"
Fate menunjukkan goresan kecil di tangannya. Dan yang membuat Fate terkejut Hayate mengemut lukanya.
"Eh.. Ha Hayate?! Aku tidak apa-apa kok"
"Jangan begitu, luka sekecil apapun tetap harus diobati biar tidak infeksi"
Hayate terus mengemut luka Fate sementara Fate malu-malu tapi berusaha untuk tetap kelihatan tenang.
'Tidak apa-apa tidak apa-apa, ini sudah biasa.. ya sering ada di komik-komik, itu bukan berarti apa-apa.. tenangkan dirimu Fate..'
"Nanoha.."
"Ah Yuuno-kun"
Yuuno mendekat pada Nanoha.
"Kami menang" Nanoha menunjukkan tanda peace pada Yuuno sambil nyengir.
Yuuno langsung memeluk Nanoha.
"Eh.. Yu Yuuno-kun?"
"Syukurlah..syukurlah..aku benar-benar khawatir.."
Yuuno akhir-akhir ini dia semakin sering menunjukkan perhatiannya padaku.. aku senang sekali..
Nanoha balas memeluk Yuuno.
Sementara itu Fate dan Hayate yang kebetulan sedang lewat situ melihat Nanoha dan Yuuno berpelukan.
"Wah wah" kata Hayate.
Fate hanya terdiam menatap mereka, wajahnya tidak dapat dibaca. Hayate melihat ekspresi Fate.
"Fate-chan, kita ke taman aja yuk?" Hayate sambil menarik lengan Fate dan membawanya pergi.
Di taman sebelah markas.
"Wuah, anginnya kencang"
"…"
"Syukurlah, kali ini tidak ada yang terluka parah.."
"…"
"Fate-chan, kamu tidak enak badan?"
Fate seperti tersentak dari lamunannya.
"Ah aku baik-baik saja kok Hayate.."
"…" Hayate terlihat meragukan jawaban Fate.
"Lho Hayate dan Fate kalian ada disini toh"
"Chrono"
"Sekarang semuanya sedang berpesta merayakan kemenangan, kalian datanglah"
"Hah?" ujar Fate.
"Wah kayaknya menarik, ayo kita ikutan juga Fate-chan" Hayate mendadak menjadi ceria.
'Padahal perang bahkan belum berakhir tapi mereka malah' sindir Fate dalam hati.
"Aku tahu apa yang kamu pikirkan, tidak apa-apa kan? pesta itu menyenangkan" Hayate tersenyum.
Lalu Hayate menarik Fate tanpa mempedulikan dia mau ikut apa tidak.
Suasana benar-benar ramai, semua mengobrol-ngobrol, bercanda dan tertawa-tawa.
Hayate juga berbincang-bincang dengan beberapa orang. Fate hanya diam saja dan meminum minuman.
"Fate-chan, kamu dari tadi minum saja" tegur Hayate. Hayate merampas gelas yang dipegang oleh Fate. "Kamu ikut ngobrol-ngobrol juga dong"
"Ah berisik.. kembalikan minumannya" Fate mengambil minumannya kembali. Lalu Fate menenggaknya sampai habis.
"Benar-benar menyebalkan.. berpesta-pesta nggak tahu keadaan.. padahal perang belum selesai pula.. senang-senang aja.. sialan.. dunia benar-benar nggak adil.."
Hayate dan orang-orang lain disekitar yang mendengarnya agak kaget.
"Ada apa dengan Fate-san?"
"Kok kayaknya agak aneh"
"Ah anu sepertinya Fate-chan sedang tidak enak badan, aku akan mengantarnya pergi istirahat, permisi.." Hayate segera menarik Fate pergi.
________________________________________________________
Hayate memapah Fate, membawanya ke kamarnya.
"Benar-benar deh, kamu sengaja bikin diri kamu mabuk ya?"
"Ah cerewet, tinggalkan aku sendiri.." Fate menepis Hayate dan langsung berbaring di tempat tidur Hayate tanpa mempedulikannya.
"Hei nanti malam aku tidur dimana?"
Tapi Fate sudah keburu tertidur. "Zzzzz…"
"…"
"Fate-chan.. aku tahu kenapa kamu jadi begini.." Hayate berkata dengan suara kecil agar tidak membangunkan Fate. Dia mendekat dan duduk di ujung tempat tidur, mengelus rambut Fate.
"Aku tahu perasaanmu pada Nanoha… Aku sengaja menempatkan kalian sekamar dengan satu tempat tidur.. kupikir dengan begitu kalian bisa akrab tapi ternyata.." Hayate memandang Fate yang tertidur dengan lembut.
"Aku.. suka kamu Fate-chan.." Hayate menunduk dan mencium pipi Fate. Setelah itu Hayate berbaring di samping Fate. 'Sempit' dan memegang tangan Fate.
"Aku bingung.. aku ingin kamu bahagia bersama dengan Nanoha-chan.. tapi bagian dari diriku yang lain ingin memilikimu.."
Hayate menutup matanya yang berair dan tertidur.
~***~
Pagi harinya ketika Hayate membuka mata ternyata dia sedang berada dalam pelukan Fate.
'Eh eh? Uwahh..'
Hayate menatap Fate tapi dia masih tertidur.
'Fate-chan masih tidur toh..'
"…"
'Tapi aku senang juga..'
"Uwahh!" teriak Fate tiba-tiba bangun dan menjauh tapi jatuh dari tempat tidur membuat Hayate kaget.
"Fate-chan, kamu tidak apa-apa?"
"A aku tidak apa-apa.." Fate mengelus tubuhnya yang sakit.
"Kenapa kamu tiba-tiba berteriak seperti itu? Aku sampai kaget.." Hayate berusaha menenangkan detak jantungnya yang bergemuruh.
Wajah Fate tiba-tiba memerah.
"Lho Fate-chan?"
"Ah tidak aku.." Fate menutupi wajahnya karena malu.
"?"
'Bagaimana mungkin aku bisa bilang pada sahabat baikku kalau aku baru saja bermimpi melihat tubuhnya yang telanjang dan melakukan seks dengannya.. sampai benar-benar terasa seperti nyata pula.. aww..aku benar-benar porno..'
"?"
'Aku pasti sekarang terlihat seperti tomat matang sekarang..'
"Oh ya ngomong-ngomong kenapa aku ada disini?" tanya Fate berusaha mengganti topik.
"Kamu tidak ingat ya?"
"Emm.." Fate berusaha mencoba mengingat-ingat.
"Semalam kamu mabuk, terus tadinya mau kubawa ke kamarmu tapi karena agak jauh jadinya kubawa ke kamarku yang lebih dekat dari tempat pesta."
'Mabuk?'
Di kepala Fate terlintas mimpinya barusan.
'Tu tunggu, aku dan Hayate tidak ngapa-ngapain kan..?'
"Fate semalam kamu agak kasar.." Hayate berkata dengan agak malu-malu.
'Eh?! Masa aku dan Hayate benar-benar…!'
Fate pun pingsan.
"Fate-chan! Kamu kenapa? Bertahanlah"
