Cute Vampire by irenfara

.

.

.

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto sensei.

Rated : T+

Pairing : SasuNaru

Genre : Romance, Fantasy

Warning : Boys Love! Yaoi! Typos, OOC

Sasuke : 20 tahun

Naruto : 300+ tahun (Vampire)

Terima kasih kepada uzumakinamikazehaki, Yuukio, SapphireOnyx Namiuchimaki, Arum junnie, retvianputrii12, Mrs. Park Fujoshi, Vilan616, Hyull, Haruko Namikaze, Miyu Mayada dan Name yati. Yang udah ngreview, teriama kasih sekali lagi.

Untuk yang kemarin maafkan aku, softlens itu gak boleh dipakai buat tidur mohon tidak ditiru dan terima kasih buat yang udah ngingetin

Maaf kalo cerita ini terasa aneh karena ini adalah imajinasi liar saya. Saya tidak bisa membendung imajinasi yang saya pikirkan. Jadi mohon dimaklumi kalo tidak pas dengan imajinasi para pembaca.

Untuk penggambaran dan sifat serta kelakuan vampire. itu saya buat berdasarkan ide saya jadi gak sesuai dengan fakta vampire yang ada. Jadi mohon maaf jika penggambaran tentang vampirenya tak sesuai dengan informasi yang pernah reader dapat.

Tanpa basa basi silahkan menikmati

.

.

Happy Reading

.

.

.

Cute Vampire

Chapter 2

Malam yang gelap dan suara lolongan anjing yang membuat merinding, aku tetap berjalan menelusuri gang kota yang sepi. Dapat kulihat diujung sana seseorang yang berjalan sendirian. 'Hm, dia tampak lezat' berjalan cepat kuikuti orang itu dalam langkah pelan dan santai. Dia sepertinya merasakan aku mengikutinya. Dan saat orang itu membalikkan badannya, dengan cepat aku berpindah kebelakangnya sehingga dia tak melihatku. Kudekatkan kepalaku menuju leher yang tampak menggiurkan itu, semakin dekat dan~

Grauk~

"Gyaaaaaaaaaa..."

.

.

Cut

"Oke! kita break sebentar!"

Ini mulai membosankan, aku ingin liburan beberapa hari. Tanpa peduli akan omongan panjang lebar kakashi aku pergi dari tempat syuting.

"Hei kau mau kemana Sasuke, masih ada beberapa adegan lagi!"

"Hn,"

"Terserah padamu."

"Aku butuh liburan 5 hari, jangan datangi aku."

"Kau selalu seenaknya setidaknya selesaikan syutingmu untuk hari ini dan aku akan membicarakan dengan sutradara untuk permintaan liburanmu."

"Hn,"

Setelah diputuskan aku mendapatkan liburanku selama 5 hari tentu saja dengan syarat. Dan disini aku melajukan mobilku ditengah-tengah keramaian kota konoha yang sudah sangat maju, aku sangat lelah hari ini. Pengambilan adegan yang seharusnya dilakukan 3 hari, ku lakukan seharian penuh dari pagi2 sekali dan sekarang hampir tengah malam. Aku butuh istirahat, aku butuh liburan. Dan sekarang aku mendapatkan liburan yang aku inginkan. Aku ingin tidur seharian, membaca novel, menonton, main game. Apa! kalian tak percaya aku mempunyai hobi seperti orang malas. Ayolah aku ini artis super sibuk jadi kalau mendapat liburan pastilah akan kugunakan untuk bermalas-malasan. Untuk apa menambah pekerjaan lagi. Merepotkan.

Karna aku sibuk memikiran jadwal liburanku aku tak tahu jika ada sesuatu didepan sana. Cepat-cepat aku menginjak rem tapi itu terlambat~

Ckiiit

Brakk

Opss sepertinya aku menabraknya. Aku keluar dari mobilku untuk melihat apa yang aku tabrak tadi. Tapi, tidak ada apapun didepan mobilku tak ada bekas tabrakan. Oke ini mulai seperti adegan yang pernah kumainkan dalam filmku, semoga ini bukan seperti yang kupikirkan. Ini dunia modern tak mungkin ada mahluk lain selain manusia yang akan muncul. Ya kan~

Setelah memastikan tak ada apapun yang aku tabrak, berniat kembali masuk kedalam mobil tapi sesuatu didepansana membuatku tak bisa melangkah. Bukan didepanku ada hantu atau apa. Didepanku ada seorang pemuda berambut pirang bermata merah. Aku tak bisa berbuat apa-apa seolah-olah mata itu menghipnotisku. Sosok itu menghampiriku, aku seperti pernah melihat sosok itu tapi aku tak ingat kapan. Sosok itu semakin mendekatiku, dekat, dekat de_

"To_tolong aku~" Sosok itu terjatuh didepanku dan secara reflek aku menangkapnya.. Ada apa dengannya?

Apa yang harus kulakukan? kutinggal disini atau kubawa kerumah sakit. Tapi jika ku bawa kerumah sakit, bagaimana jika ada wartawan yang melihatku nanti, bisa dikira aku yang membuat orang ini pingsan. Apa kubawa kerumah saja tapi nanti orang rumah bertanya yang tidak-tidak. Ah kubawa dia keapartemenku saja.

Dan disini aku duduk memandang sosok yang sedang tidur di ranjang apartemenku. Aku penasaran siapa dia. Kenapa dia bisa pingsan dan kenapa aku seperti pernah melihat orang ini.

.

.

Fajar hampir tiba bersamaan dengan sosok yang menggeliat dalam tidurnya dia mengigau 'panas' 'panas' tapi, matanya tetap terpejam. Ada apa dengan orang ini. Aku akan menyingkirkan selimut yang membungkusnya tapi dia malah mengeratkan selimut itu dan bergelung seolah dia kedinginan tapi nyatanya dia mengigau kepanasan. Aneh~

Cukup aku penasaran dengan orang ini, aku akan membangunkannya tetapi dia malah menarikku dan membuatku jatuh menimpanya. Aku hanya terdiam memandang sosok yang ada dibawahku, dari dekat dia sangat indah bibir merah dan tipis itu seolah mengatakan 'cium aku'. Tanpa sadar aku mendekatkan diri pada bibir yang sangat menggoda itu

5cm

4cm

3cm

2cm

0,5cm

Gyaaaaaa !

Teriakan melengking di pagi hari yang cerah sukses membuatku tuli sesaat, beneran teriakannya kaya gadis mau diperkaos saja.

"Si_siapa kau!? dimana aku!?" Dia seperti orang bingung saja. Dan seriusan orang ini gak tau siapa aku, gak punya tv ya dirumah.

"Kau yang siapa, tentu saja kau diapartemenku."

Orang itu hanya diam dan dalam sekejab sosok itu berlari menuju kolong ranjangku. Hei hei ada apa dengannya? apa orang ini gila atau apa, aneh sekali

"Apa yang kau lakukan! keluar dari sana kita bicarakan ini. Cepat." Tak biasanya aku mengurus orang sampai seperti ini. Menarik tangan sosok yang masih bersembunyi itu, tapi sosok itu tetap tak ingin keluar bahkan dia menarik tanganku dan menggigitnya.

"Kenapa kau menggigitku, lepaskan bodoh." Sekuat tenaga aku berusaha melepas gigitan orang ini. Serius rasanya sakit kaya digigit vampire tapi ada sedikit rasa hangat yang mengalir. Dia menghisap darahku~ "Lepaskan aku!"

Bisa kulihat mata merah yang menatapku seolah dia akan menggigitku lagi. "Cepat keluar dari sana atau kupaksa kau!" Sosok itu menggeleng dan malah sekarang bergelung seperti kucing kedinginan. "Terserah padamu aku akan keluar makan, kau jangan mengacau apartemenku. Jika aku kembali kau masih disitu aku akan memaksamu keluar dengan caraku."

Selesai dengan ucapanku aku langsung menyambar kunci mobil dan jaketku. Aku tak peduli orang itu mau apa. Aku lelah aku ingin tidur. Mungkin pulang kerumah bisa membuatku tenang. Aku akan kembali kesini nanti untuk mengecek sosok yang ada di bawah kolong kamarku.

.

.

Naruto pov

Aku tak tahu ada dimana, aku juga tak ingat apa-apa, yang kutahu aku merasakan panas dan tanpa sadaraku mekukan hal-hal aneh tadi. Termasuk bersembunyi dibawah kolong ranjang. Untuk orang tadi aku tak mengenalnya tapi rasa darah itu aku pernah merasakannya. Ya saat aku menggigit orang itu aku juga menghisap darahnya. Aku lapar dan darah tadi benar-benar langsung mengisi tenagaku. Tapi kemana orang itu akan pergi, semoga dia kembali.

Disini rasanya panas sekali, pasti ini sudah pagi, sebaikanya aku tidur lagi saja, sambil menunggu orang itu kembali. Hoamm aku ngantuk, dan dalam sekejap aku tertidur lagi.

.

.

Entah sudah berapa lama aku tertidur hari ini, tapi aku terbangun dengan kepalaku yang terbentur sesuatu. Oh ya aku lupa akukan tidur dikolong ya~. Aku keluar dari kolong tempat tidurku dan masih bisa kurasakan panas yang menembus kulitku. Kurasa matahari belum tenggelam tapi aku yakin sebentar lagi hari akan gelap. Merenggangkan otot-ototku yang kaku, memandang sekitar tempatku berada sekarang. Kurasa orang yang membawaku ini kaya, tapi aku juga kaya aku seorang vampire bangsawan yang cukup disegani dikalangan vampire lainnya. Aku memcium sesuatu~

Bau ini enak sekali. Bukan bau darah tapi bau sesuatu yang lebih enak, berjalan menuju arah bau-bauan itu, aku sampai pada dapur apartemen ini. Dan diatas dimeja dapat kulihat sesuatu yang mengeluarkan asap. Tampak sangat enak. Dapat kulihat sesuatu itu berbentuk panjang dan bergelung-gelung. Dengan beberapa daging diatasnya yang sangat menggiurkan. Makanan apa ini, baru kali ini aku melihat makanan manusia yang sangat menarik perhatianku.

Menarik kursi aku duduk dan bersiap menyantap makanan yang ada didepanku, tak ada yang punya kan? Sedikit menyicipi makanan itu, dan~

Ini sangat enak! Lebih enak dari darah yang selalu aku makan. Makanan apa ini aku harus mencari tau tentang makanan ini. Dalam sekejab makanan itu telah berpindah kedalam perutku. Aku ingin lagi~

"Sudah puas," Sebuah suara dari belakang mengagetkanku, aku melihat orang yang menolongku itu berdiri menyandar dipintu dapur. Aduh bagaimana ini aku menghabiskan makanannya. "Tetap duduk dikursimu, kita selesaikan ini." Suara dingin itu mengintrupsiku lagi. Aku tak bisa berbuat apa-apa.

"A-ano aku tak bermaksud menghabiskan makananmu, maafkan aku." Orang didepanku masih menatapku tajam, aku takut ibu~

"Lupakan makanannya, aku tak peduli. Sekarang aku tanya. Kenapa kau bertingkah aneh?" Aku harus menjawab apa, apa aku jujur siapa diriku sebenarnya pada orang ini. Tapi bagaimana jika dia akan memberitahukan kepada semua orang siapa aku sebenarnya.

"Kau melamun. Jika kau tak bisa menjawab pertanyaanku kau bisa pergi dari tempatku."

"Tidak. maaf aku akan pergi tapi setelah matahari benar-benar tenggelam, aku mohon izinkan aku tinggal disini sebentar saja." Kutatap orang didepanku ini dengan penuh harap. Kukeluarkan jurus andalanku saat merayu Kyuu-ni. Jurus mata memelas, semoga orang ini terpengaruh

"Hah~ baiklah tapi kau jangan menggangguku. Sasuke"

"Hah~"

"Aku Uchiha Sasuke, siapa namamu?" Oh dia tanya namaku

"Uzumaki Naruto." Dengan tersenyum manis aku memperkenalkan diri tak lupa juga dengan membungkukkan badanku.

"Hn," Apa-apaan jawabannya itu, "Kau boleh melakukan apapun semaumu, tapi jangan kau menggangguku." Selesai dengan ucapannya orang itu atau Sasuke pergi meninggalkanku dan sebelum dia menghilang aku menghadangnya. Dengan tersenyum manis aku bertanya padanya

"Boleh aku makan makanan yang tadi?" Dengan pandangan berharap aku membujuknya

"Hn,"

.

.

Sendirian dalam apartemen mewah ini, sungguh sangat membosankan. Walau ada tuan rumahnya tapi percuma jika yang punya apartemen hanya mengurung diri di dalam kamar. Dan sebenarnya ini juga sudah malam aku bisa keluar sekarang dan pulang kekastilku mungkin. Tapi entah kenapa aku mengharapkan seorang yang berada dalam kamar itu keluar dan mengucapkan sesuatu padaku. Sekarang aku berada didepan pintu kamar pemilik apartemen. Aku ingin mengucapkan terima kasih dan sekalian pamitan. Agak ragu, ku ketuk pintu coklat didepanku. Menunggu sahutan orang didalam, tapi tak ada sahutan apapun setelah lima menit berlalu. Apa dia sedang tidur, tapi aku ingin menemuinya.

"Sasuke-san aku masuk." Dengan suara pelan aku membuka pintu yang ternyata tidak dikunci.

Bisa kulihat Sasuke ternyata ketiduran di sofa yang ada dipojok kamar ini dengan buku yang masih ada ditangannya. Kupandangi wajahnya yang sangat damai saat tidur.

Saat sedang asik melihat wajah tampan ini lagi-lagi bau sedap mampir di indra penciumanku. Bau yang sama saat pertama kali aku menggigit mangsaku. Apa Sasuke-san adalah orang yang kugigit waktu itu? wajahnya juga tak asing untukku. Dan juga saat manusia pernah digigit vampire maka bau darahnya akan dikenali oleh sang vampire yang telah menggigit. Dan asal kalian tahu, tak sembarangan vampire akan menggigit manusia. Mereka akan memilih darah yang menarik perhatian mereka dan mungkin akan bergantungan dengan darah yang telah diminumnya itu. Jadi, jika memang benar Sasuke adalah orang yang pernah kugigit aku tak boleh melepasnya. Atau dia akan diburu vampire lain.

.

.

Tbc

.

Terima kasih minna sudah mau membaca

Akhir kata

Review Please ^_^