chapter 2. Akatsuki Organitation

My Lovely Senpai

A Fiction By :

Disclaimer
Akatsuki Naruto Masashi Kishimoto

Dedicated To : My Lovely Senpai

Warning
Gaje, Garing, OOC, Ga Lucu

Mereka berempat terdiam mengamati tujuh orang aneh masuk perpustakaan. Terutama Tobi yang mengenali salah satu diantara mereka. Ya! Dia melihat lagi gadis berambut biru dengan mawar kertas itu! Tapi kali ini dengan jubah hitam bermotif awan merah dengan garis tepi putih. Cantik. Amat cantik. Setidaknya itu menurut Tobi. Dan Dia menyukai gadis itu. Tobi menyukai konan.

Tujuh orang Akatsuki itu duduk tidak jauh dari tempat duduk tobi dan kawan-kawan. Oleh karena itu Tobi berdiri untuk menghampiri Konan. Namun aksinya itu dicegah oleh Deidara.

"Mau kemana Tob?" Tanya Deidara saat tangannya berada di pundak Tobi.

"Mau kesana" Jawab Tobi sambil menunjuk gank Akatsuki yang sedang berkumpul. "Tobi suka sama senpai berambut biru itu, jadi mau nyamperin" terusnya sambil membuka topeng-orange-aneh-nya itu.

"Kau tahu siapa mereka?"

"Akatsuki kan?"

"Mereka itu organisasi kriminal." Sasori menyahut.

"Kalau begitu kita bergabung saja sama mereka."

"APA!" Deidara dan Sasori kompak terkejut.

Namun sebelum mereka bisa berbuat suatu apapun, Tobi sudah melesat menuju ke tempat Akatsukiers berkumpul. Setelah itu menyusul Deidara dan Sasori dengan was-was. Mereka berdua takut akan di apa-apain oleh para Akatsukiers. Bisa-bisa mereka pulang dengan ambulance atau mobil jenazah mengingat reputasi Akatsuki.

"Selamat siang semuanya" Sapa Tobi riang.

Namun sapaan Tobi yang cerita itu disambut deathglare dari Pain. Tapi Tobi malah cengengesan dan senyum-senyum gaje. "Apa-apaan anak ini?" batin para Akatsuki.

"Ada apa kau kemari?" Tanya Pain dengan muka sangarnya. Suaranya yang gimana gitu menjadikan dirinya terlihat berwibawa.

"Tobi ingin bergabung dengat Akatsuki." Jawab Tobi tenang. Aneh. Tobi yang tadinya cengar-cengir kayak kebo di sawah kini sangat tenang. Hingga ketenanganya mampu mengganggu kewibawaan Pain dan membuat drinya sedikit takut.

"Ke-kenapa kau ingin bergabung?" Pain yang takut mulai gagap dan tak berani lagi menatap tobi.

"Tobi ingin bersama senpai yang Tobi suka." Kata tobi girang sambil menunjuk konan. Sementara konan hanya diam saja memandang tobi dengan cool-nya.

"Kau!" Kata pain geram yang di tanggapi deathglare dari Tobi hingga menciutkan nyali pain. "Baiklah, kau dan pemuda pirang itu ditrima di akatsuki." lanjut Pain sambil menunjuk Deidara. Sementara Sasori telah pergi entah kemana.

"Baiklah, saya Tobi. Salam kenal."

Dan para akatsuki memperkenalkan diri satu persatu.

"Pain, leader."

"Konan."

"Kakuzu."

"Hidan."

"Kau tahu aku sepupumu" kata Itachi"

"Kisame"

"Kami Zetsu" yang terkakhir.

"Dengan ini kalian resmi menjadi anggota Akatsuki. Kalian harus menjunjung tinggi organisasi kita ini. Jangan pernah merusak nama baik organisasi kita! Dan bla . . . . Bla . . . . Bla . . . . ." Pidato panjang lebar tinggi sama dengan volume balok dari sang leader itu diakhiri dengan penyerahan jubah dan aksesoris lainnya kepada Tobi anak baek dan Deidara the cute "un".

Misi pertama buat Tobi dan Deidara adalah menangkap para pelanggar peraturan sekolah berat seperti pornografi, miras dan narkoba. Lho . . Lho . . Lho? Katanya organisasi kriminal? Itu dimata orang lain karena sering menghajar para pelanggar meski tanpa bukti. Lagian juga authornya penggemar akatsuki no. 2, knapa no. 2? Karena no. 1 udah banyak. Okeh, Back to The Future, lah ko jadi judul film. Back to the story.

Tobi dan Deidara sedang menjalani misi. Kardna ini misi pertama mereka, Konan di ikut sertakan untuk mengawasi mereka. Betapa senang hati Tobi bisa bersama orang yang disukainya, dicintainya.

Target mereka adalah anak yang sudah satu minggu di intai. Dan hasilnya positif pekaku. Pelaku ada di kekas XI IPA 2. Tobi yang anak kelas X melawan anak kelas XI? Kenapa enggak? Selama ada konan di sampingnya, himalaya pun akan dipindah. Tapi udahlah, tak ada gunung di tempat itu kecuali dua gunung yang dibawa Konan. Gambar gunung maksudnya.

Saat Konan membuka pintu kelas XI IPA, tiba-tiba sebuah tinju meluncur ke arah muka Konan. Namun dengan reflek yang sangat indah dan mengagumkan Tobi menjadikan dirinya tameng bagi Konan dalam menerima tinju itu.

B U A G H . . . . . .

to be continued