HURTS {SEQUEL}

Author : Yumi Liu Anchofish

Main Cast : HaeHyuk, AiHyuk (Aiden x Hyuk) and Others

Genre : Romance, Angst, Hurt/Comfort, Maybe Fluff At The End Part

Rated : T – M

Summary : None

Disclaimer : They're Belong To God But This Story Belong To Me!

Warning : Little Pyscho, Yaoi, Gaje, Typho, DLL

A/N :

Annyeonghaseyo…

WHAT THE-! Mianhae Reader-deul kalau kalian gak terima(?) cerita sebelumnya yang SANGAT menggantung. Jujur Yumi emang udh kehabisan ide buat terusin cerita sebelumnya, karena kepasitas otak Yumi sangat JAUUUHHH~ dibawah kapasitas Eunra yang mungkin hampir mencapai 1 Thera XD #PLAKK!

Karena bikin Reader-deul kecewa, aku buat Sequel-nya… tapi mungkin Sequel-nya ada 2 atau tidak, karena tergantung dengan kapasitas otakku (# _ _)

Dan niatnya aku mau publishnya pisah tapi gak jadi deh :P

Ok, No Flaming and Bashing! If You Didn't Like This Story, Please To Change or Close This Story! I've Warn You!

Happy Reading

.

.

.

.

.

6 bulan lamanya seorang Namja manis dikurung disebuah kamar yang seluruh isinya berwarna putih. Sekarang ini ia tengah meringkuk diatas kasur dengan keadaan sedikit –atau sangat—menyedihkan. Tubuh ringkih polosnya yang penuh dengan luka lebam dan cambukan, rambut acak-acakan, matanya meredup, wajahnya terdapat bekas air mata, dan pergelangan kakinya terdapat luka yang lumayan memprihatinkan.

Kalian penasaran kenapa ia seperti itu? Well, sebenarnya ini kesalahan yang diperbuat oleh Namja manis –Eunhyuk—itu. Karena tanpa sengaja, ia memancing amarah dari seorang Aiden Lee.

.

.

.

.

FLASHBACK

Jam menujukkan angka 17.40 KST, suasana disebuah mansion tua terlihat begitu menyeramkan. Didalam bangunan itu, terdapat seorang Namja tampan tengah duduk dengan angkuhnya sambil mengerjakan sesuatu di ruang pribadinya. Sesekali ia menyeringai lalu merobek sebuah kertas yang ternyata sebuah foto… foto keluarganya sendiri.

Sementara itu disebuah kamar yang dijaga oleh dua orang Namja kekar diluar kamar, terlihat seorang Namja manis tengah berbaring diatas kasur dengan tatapan kosong menatap langit-langit. "tuan, sebaiknya anda makan dahulu…", tutur seorang Namja yang duduk ditepi ranjang sambil memegang nampan berisikan makanan.

Namja manis a.k.a Eunhyuk itu tak merespon. Ia tetap berada diposisi itu membuat Namja tadi menghela nafas pelan. Sebenarnya Namja itu begitu kasihan dengan keadaan Eunhyuk, tapi mau bagaimana lagi? Ia adalah bawahan Namja tampan a.k.a Aiden, bila ia membangkang langsung tinggal nama.

Namja itu kemudian menaruh makanan tadi di meja nakas sebelah kasur dan langsung keluar setelah pamit.

BLAM

Suara pintu tertutup menggema diruangan tersebut. Eunhyuk melirik sebentar dan langsung beranjak dari atas kasur… menuju jendela kamar.

.

.

.

Aiden tengah berkutat dengan berkas-berkas yang menumpuk. Sesekali ia menggeram kesal dan membanting kertas tersebut saking kesalnya. Dan sebuah suara menginstrupsikan pekerjaan Aiden.

CKLEK

"Ada Apa?!", Tanya Aiden kesal. "Joesonghamnida tuan, bila saya mengganggu waktu anda… tapi—"

"Tapi Apa?! Cepatlah kau katakan!", potong Aiden ketus.

"tapi ini mengenai tuan Eunhyuk… ia… melarikan diri"

"MWO?!", seru Aiden kaget. "Bagaimana ia bias kabur?! Cepat kalian temukan dia!" titah Aiden emosi dan seorang Namja langsung beranjak melaksanakan perintah. Aiden menyandarkan tubuhnya dikursi-nya dan menghela nafas pelan.

"sudah mulai berani eoh? Akan kuberi 'hukuman' kau… Nae Hyukkie", gumamnya kemudian menyeringai setan.

.

.

.

Deru nafas memecah keheningan senja yang sudah berganti malam hari disebuah hutan yang letaknya tak jauh dari mansion milik seorang Aiden Lee. Eunhyuk berhenti berlari untuk menstabilkan nafasnya lalu kembali berlari menjauhi mansion itu.

Eunhyuk kembali berhenti, ia bertumpu pada sebuah pohon besar dengan tangan kirinya untuk kembali menstabilkan nafasnya.

"YA! ITU DIA!"

DEGH

Eunhyuk menoleh sebentar dan matanya terbelalak tatkala matanya mendapati beberapa suruhan Aiden yang mengejar dirinya untuk diseret kembali ke Mansion. Setelah rasanya cukup, kembali Eunhyuk berlari.

DRAP

DRAP

DRAP

DRAP

Perlahan kecepatan lari Eunhyuk kian melambat akibat kehabisan tenaga. 'sial…', batinnya. Dan tanpa sadar ia tersandung oleh sebuah sulur pohon yang lumayan besar.

BRUGH

Eunhyuk meringis, ia mencoba bangun namun ia terlambat karena salah satu suruhan Aiden menghentikan gerakannya. "Andwae~! Jebal jangan seret aku kembali kedalam mansion itu~!", mohon Eunhyuk. Suruhan Aiden seilas saling berpandangan dan salah satu dari mereka mendekati Eunhyuk. "Tuan… Mianhae…"

JLEB

.

.

.

Eunhyuk membuka kedua matanya yang terasa berat, kemudian ia melihat sekitarnya. 'ternyata aku kesini lagi…', batinnya setelah ia mengingat kejadian sebelumnya sebelum ia dibius. Ia mencoba bangun, namun…

"Akh!", ia meringis. Ia membulatkan matanya ketika melihat kedua kakinya diberi sebuah kawat berduri. "sudah bangun eoh?", sebuah suara menghentikan pergerakan Eunhyuk. Namja manis itu mulai takut setelah mendengar suara dingin dari orang yang telah menculik, mengurung, dan menyakiti dirinya… Aiden Lee.

TAP

TAP

TAP

Aiden menatap tajam sedangkan yang ditatap hanya menunduk takut. "kau tahu… apa kesalahanmu?", bisik Aiden tepat ditelinga Eunhyuk. Namja manis itu hanya diam bergetar. Aiden kembali menatap Eunhyuk, kemudian tangannya mulai meraba pergelangan kaki Eunhyuk –lebih tepatnya kawat berduri yang melingkar dikedua kakinya—

SRET

"AAAKKHH!" pekik Eunhyuk kesakitan ketika Aiden dengan paksa menarik kawat tersebut hingga terlepas dari kedua kaki Eunhyuk yang sudah berlumuran darah akibat luka gores tadi.

"kau sudah memancing amarah dari seorang Aideb Lee… terimalah balasanya", bisiknya dan langsung meraup dengan kasar bibir plum pucat Eunhyuk. "ngghh…~", Eunhyuk mengerang dan air mata mulai keluar dari kedua mata Hazel-nya.

Aiden mulai meraba tubuh Eunhyuk –yang entah sejak kapan sudah Full Naked—ia mulai memelintir nipple kiri Eunhyuk dengan kasar. "Eeeemmpphh! Nnnnhhh~!", Eunhyuk mengerang kesakitan didalam ciuman mereka.

Puas dengan bibir, Aiden berlanjut ke nipple kanan Eunhyuk sedangkan tangannya beralih ke junior Eunhyuk. Dihisap dengan kuat nipple Eunhyuk sehingga timbul sensasi aneh bagi Eunhyuk. "Hiks… A-Appo… Hiks…", Eunhyuk terisak lirih.

Aiden menghentikan kegiatannya dan menatap sebentar Eunhyuk. "Hyukkie… You're MINE!"

JLEB

"AAAKKHHH!", Eunhyuk histeris setelah junior Aiden –yang sudah sejak kapan ia melepas celananya—menerobos secara paksa ke lubang Eunhyuk hingga sedikit mengeluarkan darah. Eunhyuk terisak pilu dan Aiden mendiamkan sebentar junior didalam diri Eunhyuk. Kemudian ia mendekati telinga kiri Eunhyuk. "it's Time To Your Punishment"

.

.

.

.

END of FLASHBACK

Eunhyuk masih meringkuk diatas kasur, membiarkan tubuh polos penuh luka miliknya terkena udara dingin AC ataupun angin malam yang menerobos masuk lewat jendela. Sesekali ia merintih kesakitan akibat luka lebam dan cambukan yang dibuat Aiden ketika mereka melakukan 'itu' sebelumnya. "Hiks… Donghae-ah… aku… ingin bebas… Hiks", gumamnya di iringi isakan miliknya… dan tak lama, ia terlelap setelah beberapa saat ia menangis.

.

.

.

Terlihat Namja Brunette berdiri di balkon rumahnya sambil menatap langit malam. "Hyukkie…", gumamnya pelan. Ia memejamkan matanya, mengabaikan hawa dingin menyerang tubuhnya yang hanya terbalut kemeja tipis dan celana panjang training miliknya.

Namja Brunette –Donghae— membuka matanya, menatap taburan bintang yang menggantung dilangit malam kemudian tangan kirinya menyentuh bahu kanannya yang terbalut perban akibat luka tembak 6 bulan yang lalu di hari bahagianya dimana pelakunya… adalah saudara kembarnya sendiri.

"Mianhae, Hyukkie… aku tak bisa melindungimu…", kembali ia bergumam begitu lirih. Sementara itu sesosok Yeoja paruh baya melihat Donghae dari celah pintu kamar. Mata Yeoja itu mulai berkaca-kaca dan kembali menutup pintu yang awalnya ia berniat melihat keadaan Donghae.

"bagaimana?", Tanya seorang Namja paruh baya setelah melihat istri-nya memasuki ruang keluarga dan kemudian duduk disebelahnya. "ia… begitu menyedihkan", jawab Mrs. Lee dilanjut dengan sebuah isakan. Mr. Lee langsung memeluk tubuh kurus sang istri. "Uljima… aku yakin semuanya akan seperti dulu kembali…", ucapnya mencoba menenangkan.

"aku tak tahu… jika Aiden sangat… membutuhkan kita… kita terlalu perhatian dengan Donghae… hingga membuat ia seperti itu…", tutur Mrs. Lee ketika teringat perkataan Aiden 6 bulan yang lalu. "aku juga menyesal karena tak memperhatikan Aiden…",balas Mr. Lee kemudian memeluk tubuh kurus Mrs. Lee.

.

.

.

.

.

"bagaimana, Zhoumi-sshi?"

"kami sudah menemukan lokasi tuan Aiden"

"benarkah? Dimana dia?"

Namja tinggi bersurai kemerahan bernama Zhoumi—merupakan asisten pribadi Donghae—menyerahkan sebuah foto kepada Namja paruh baya yang diketahui Aboeji Donghae yang duduk dikursi-nya. "Tuan Aiden berada disekitar perbatasan Korea Utara - Korea Selatan. Tapi maaf sebelumnya, tempat itu lumayan berbahaya bila kita kesana", jelas Zhoumi.

"soal itu, serahkan kepadaku… aku mepunyai kenalan yang berada disana… lebih baik sekarang kau bersama Donghae, melihat keadaanya…", tutur Mr. Lee dan dibungkuk hormat oleh Zhoumi sebelum beranjak pergi.

.

.

.

Donghae senantiasa berdiri dibalkon kamarnya menikmati angin musim gugur di pagi hari ini. Helaian brunette halusnya diterpa angin lembut musim gugur.

CKLEK

Suara pintu tertangkap di indera pendengarannya. "Donghae-ah", sahut seseorang dibelakang Donghae. "Aboeji-mu… bersedia untuk membawa Eunhyuk-sshi kembali", ucap Namja itu dan Donghae membalikkan tubuhnya. "Jeongmalyo Zhoumi-ah?", Tanya Donghae meyakinkan. "Gomawo Appa…", gumamnya. "kapan kita berangkat?"

"secepatnya..", jawab singkat Namja itu –Zhoumi—kemudian tersenyum.

Donghae tersenyum cerah setelah mendengar jawaban asisten sekaligus sahabat baiknya itu. 'Hyukkie… tunggu aku'

.

.

.

Namja manis a.k.a Eunhyuk keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk menutupi bagian bawahnya. Ia membersihkan dirinya karena bau sperma hasil dari 'hukuman' yang diberikan Aiden begitu menyengat. Ia menghela nafas pelan dan melangkah menuju lemari pakaian.

TOK

TOK

TOK

"masuklah~!"

CKLEK

"Tuan, Gwenchanayo?"

"Ne, Gwenchanayo", Eunhyuk tersenyum tipis kepada Namja yang ada dihadapannya kemudian memakai pakaian santai yang sudah ia ambil. "Mianhaeyo… Eunhyuk-sshi", gumam Namja itu lirih –walau masih dapat didengar oleh Eunhyuk—

"soal apa?", Tanya Eunhyuk kemudian duduk ditepi ranjang. "soal semalam… awalnya saya berniat ingin membantu anda… tapi—"

"Gwenchanayo Henry-ah, aku tahu kau orang yang baik…", potong Eunhyuk lalu tersenyum simpul. Namja itu –Henry— mendekati Eunhyuk dan menaruh nampan berisikan sarapan yang masih hangat. "kalau begitum silahkan makan tuan", ucap Henry.

"tak usah formal bila bersamaku Henry-ah… aku sudah mengganggapmu seperti Dongsaeng sendiri", cicit Eunhyuk. "Ne, Hyukkie Hyung…"

.

.

.

AIDEN's ROOM

Aiden tengah meminum secangkir kopi hangat yang sebelumnya sudah disiapkan oleh salah satu Maid-nya… sambil melamunkan sesuatu. 'apa… yang kulakukan sebenarnya?'

PRANG

Tiba-tiba kepala Aiden berdenyut sakit. Aiden meringis kesakitan dan memegang kepalanya hingga cangkir yang ia pegang terjatuh. "tuan, anda baik-baik saja?", Tanya salah satu pengawal yang mendengar suara pecahan dari luar. "Gwe-Gwenchanayo… kau kembalilah", titah Aiden dan pengawal tadi sempat heran namun ia langsung keluar.

Aiden menatap kosong sambil memegang kepalanya… sebuah memori masa lalu mulai berputar didalam pikirannya.

"Apa kau mencintaiku?"

"Ne, tentu saja Aiden-ah"

"kalau begitu… berjanjilah jika kita akan selalu bersama"

"hihihi.. kau seperti anak kecil saja"

"walau aku anak kecil, kau tetap mencintaiku kan?"

"Arra.. Arra… Aiden Lee… Saranghaeyo"

"Naega Jeongmal Saranghae… Spencer Lee"

.

.

"Spe-Spencer… kau…"

"Ai-Aiden… aku bisa menjelaskan semuanya…"

"menjelaskan? Apa yang akan kau jelaskan, HAH?!"

"Aiden, biar aku jelaskan"

"CUKUP! AKU MUAK DENGANMU!"

"…"

"Berbahagia sana… dengan tuan Choi itu!"

.

.

"Spe-Spencer…"

"A-Aidenhh… Gwe-Gwenchanayo?"

"Wae? Kenapa kau…"

"ituhh… ka-karena… a-aku…"

"Spencer~!"

"ma-masih… mencintaimu… hh.."

"Spencer, Kajima… Mianhae… Mianhae atas kesalahanku… Mianhae…"

"U-Uljima… Aidenhhh… Gwenchanayohh… Jeongmal.. hhh.. Mianhae… mem-buatmu marah… ka-karena aku…"

"Spe-Spencer…"

"Se-semoga… kau… bisahh… bahagia…"

"Spencer…"

"…"

"Spencer!"

"…"

"ANDWAE! SPENCER!"

.

.

"Aiden-ah, bagaimana menurutmu?"

"apanya Hyung?"

"apanya bagaimana? Menurutmu bagaimana Hyukkie? Apa dia terlihat sangat manis?"

"hn, begitulah… sangat manis… dan cantik"

"hehe…"

"memangnya kenapa Hyung?"

"sebenarnya… Hyukkie adalah tunanganku…"

DEGH

"tunangan?"

"Ne, ternyata Appa dan Eomma tak salah memilih… untungnya Hyukkie juga punya perasaan padaku"

"…"

"Aiden?"

"…"

"Ya! Aiden-ah!"

"E-eh? Wae?"

"kau melamunkan sesuatu?"

"Aniyo Hyung… sudahlah kau keluar dari kamarku"

"tch.. Ne… Ne.."

'Lee Hyukjae… Spencer Lee…'

'Kau Milikku!"

.

.

.

.

.

To Be Continued

Sequel Chap 1 selesai~

Sekali lagi maaf bgt kalo reader-deul gk terima dengan cerita menggantung sebelumnya *pundung* sesuai yag diatas tadi… mungkin aku membuat 2 chap atau lebih untuk Sequelnya… dan maaf lagi kalo Sequel-nya aneh bin gaje *pundung*

Review's Reply :

- Amandhharu0522 :

"Jeongmal Mianhae bikin Chingu kecewa (T-T) jujur aku memang udh gak ada ide buat lanjutin cerita sebelumnya hingga menggantung begitu… mungkin mengganti kesalahan aku buat Sequel-nya… sakali lagi aku minta maaf *Deep Bow* dan Kamsahamnida atas Review-nya ^^"

- NicKyun :

"sekali lagi mainhae bikin kecewa (T-T) aku gak tau kenapa aku buat FF ini berakhir yg MENGGANTUNG *pundung* soal bagaimana nasib HaeAiHyuk mungkin akan terlihat di Sequel-nya *uhuk* Kamsahamnida atas Review-nya"

- pumpkinsparkyumin :

"soal menyiksa… aku SANGAT suka menyiksa SEMUA UKE XD *dibantai All Uke* Mian bikin Chingu NYESEK bgt karena ceritanya menggantung *pundung* saol bagaimana HaeHyuk bersatu kembali… nanti ada jawabannya di Sequel-nya… Kamsahamnida atas Review-nya"

- lyndaariezz :

"ckckck… kita sehati Chingu XD #PLAKK!# Mianhae bikin kecewa… aku buat Sequel-nya… Haeppa gak mati kok :P Kamsahamnida atas Review-nya"

- MingMin :

"Ne.. Ne.. karena sebagian begitu KECEWA karena ceritanya menggantung… aku buat Sequel-nya… Haeppa gak mati kok… soal bagaimana Haeppa mendapatkan Hyukkie kembali… lihat saja nanti XD #PLAKK! Kamsahamnida atas Review-nya"

- seulrin1303 :

"Ne.. Ne.. Mianhae kalo Urie Baby Hyukkie XD kubikin disiksa sama Aiden… Alasanya? Ada di Sequel-nya di Chap berikutnya #PLAKK! Haeppa gak mati kok… saolnya aku takut kualat kalo Haeppa diceritakan meninggal *sujud2 minta maaf* XD Kamsahamnida atas Review-nya"

- nurul :

"Mianhae Chingu… aku memang udh gak ada ide lagi buat lanjutinnya (T-T) tapi sebagai permintaan maaf aku buat Sequel-nya ^^ Aiden menjadi Psikopat karena sebuah 'alasan' tertentu… Kamsahamnida atas Review-nya"

- Guest :

"JEONGMAL MIANHAE CHINGU~! *nangis kejer2* (T-T) Haeppa gak meninggal kok, cman ketembak aja… ah iya Chingu yang me-Review FF "My Lately Baby" bukan? Kalo iya, Kamsahamnida atas penilaian mengenai FujoDanshi… tapi kalo bukan… Joesonghamnida *pundung* Kamsahamnida atas Review-nya"

- AsHa Lightyagamikun Kisslicksu :

"Ne Cheonma… memang FF Pair HaeHyuk udh mulai Langka bahkan kayaknya mau punah *Huweee T-T)* akan ku usahakan melestarikan HaeHyuk-nya demi Polarise XD Kamsahamnida ata Review-nya"

SEKALI LAGI MIANHAE KARENA FF SEBELUMNYA… ^^

/Yumi Liu Anchofish/