.

.

.

ENTERTAINMENT

Authors: Enma-chan and Sei Matthew

Disclaimer: Hidekaz Himaruya

Rate: T

Genre: Romance/ Humor

Pairing: PRUSUKPAN, etc

Warning: OCC, OC, shonen-ai, kata kasar, typo, kelebayan, dll

.

.

CHAPTER 2 : MIMPI BUNGA

.

"Jadi kita akan menyanyikan single pertama kita?" tanya Arthur. Sekarang mereka sedang ada diruang latihan yang kedap suara, ruangan yang dinding dan lantainya ditutupi oleh karpet berwarna biru tua.

Elisabeta tersenyum, "Itu artinya kau harus bekerja keras Arthur!" Arthur mendecak kesal.

"Uhuk… su-sudahlah, lebih baik kita mulai latihannya." ucap Kiku bijak.

Elisabeta tersenyum, "Tuh bener kata uke-mu, jangan banyak ngomong dan latihanlah!"

Arthur dan Kiku Cuma bisa blushing, Elisabeta tertawa senang.

"Jahat! Kan Kiku bukan Cuma uke-nya Iggy!" teriak Alfred kesel.

"Iya, dasar fujoshi aneh!" Teriak Gilbert.

"Ya, sudah. Uhuk. Bisa kita latihan sekarang?" kata Kiku bijak. Yah, daripada ngomongin dirinya ini uke-nya siapa, mending mengalihkan pembicaraan.

"Kalau gitu, latihan yang bener ya! Nanti kalau lapar telpon saja, pasti akan aku bawakan makanan" ucap Elisabeta, yang lain hanya mengangguk "Oya! Aku ada urusan. Kalian latihan saja, ok!"

Dan menghilanglah Elisabeta dari ruangan itu, yang lain masih diam menatap pintu yang baru saja ditutup.

"Baiklah ayo mulai!" teriak Alfred, dan yang lain hanya mengangguk.

.

.

.

"Uhuk. Berarti lagu utamanya 'Yume no Hana'[1], ya?" tanya Kiku sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

'Dan itu terlihat super kawaii!' teriak para seme dalam hati.

"Ya, dan lagu itu hanya untukmu, Kiku…" kata Arthur sambil memegang tangan Kiku.

"Woi, udah bagus orang AWESOME kayak gue mau serius latihan, lo malah gitu! Ntar kalo ujungnya nggak latihan trus lanjut 'itu', semua salah lo ya!" teriak Gilbert.

"Iya, Iggy… 'itu'-nya kita lanjutin ntar malem aja, ya." kata Alfred. Wah, tumben-tumbennya aja dua seme kita yang agresif ini diem. Kiku saja sampai mangap (hati-hati, Kiku. Ntar kemasukan lalat, loh! *ditendang*)

"Uhuk. Ya… ya sudah! Se-sekarang kita lanjutkan saja latihannya!" Kiku langsung ngibrit bersama bass-nya. Ia langsung memasang bass-nya ke speaker besar disebelah drum.

'Ugh, manis… manis! MANIS! MANIS! *oh, gula?*' teriak ketiga seme dalam hati. 'Tenang saja, Kiku! Kita tunggu nanti malem!' *kufufufu*

.

.

.

"Aaah… uhuk, pa-panasnya…"

"Uuuh… sabar ya Kiku. Sebentar lagi, kok."

"Iya, satu kali lagi selesai, kok!"

"Uuugh… panas yang AWESOME…"

Ya, mereka di sedang di dalam sebuah tenda. Hanya berempat pula! Pasti tau dong, mereka lagi ngapain... *ehem-ehem, uhuk-uhuk*

Ya, mereka sedang menunggu giliran tampil. Maklumlah, manggung di kampus sendiri… tapi, kampus mereka kan elit. Kok panas? *ehem-ehem, uhuk-uhuk*

Ya, karena mereka manggung di halaman sekolah di musim panas. Bahkan standing AC (itu loh, AC yang berdiri. Biasanya dipake buat tenda artis) pun tak ada rasa dingin-dinginnya. Sabar ya, sabar… orang sabar banyak rejekinya…

"Hei, sebentar lagi kalian, nih! Ayo cepat keluar!" teriak Elisabeta.

"Iya, iya!"

.

.

.

"Dan sekarang adalah band yang paling ditunggu-tunggu, semuanya! Siapa lagi kalau bukan… BlackxCross!" teriak si MC sambil nyembur. Mungkin pepatah, siap-siap payung sebelum hujan ada benernya juga. Walaupun di panas-panasan gini…

"Okay, are you ready guys?"

"Yeaaaah!" teriak penonton nafsu.

Alfred mulai dengan drum-nya, Kiku dengan bass-nya, Arthur dan Gilbert dengan gitar mereka. Seperti biasa, Arthur langsung tebar pesona ke penonton sampai ada yang pingsan pula! *lebay* Gilbert pun mulai sok AWESOME *coret* rusuh mainin gitarnya. Alfred menunjukkan senyum mautnya ke penonton diiringi teriakkan histeris dari mereka. Dan seperti biasa, yang kalem cuma Kiku yang fokus dengan bass kesayangnannya.

nee kimi wa doushite naiteru no
oshiete yo boku ni dake ni

Arthur pun mulai bernyanyi dihadapan banyak penonton. Mereka meneriakkan nama mereka. Tidak sedikit yang mengambil gambar dengan handphone maupun kamera digital.

dakara ima wa subete o wasurete kimi no tame ni utaou saa

yume no (hana o)[2] sakasemashou
(kitto) kono yoru ga akeru made
(hana o) sakesemashou
kokoro o odorasete

Disela-sela lagu, Arthur berjalan mendekati Kiku. Kiku yang asik main bass-nya nggak sadar bahwa Arthur sudah ada disampingnya. Penonton mulai teriak "ASAKIKU" dengan histeris. Kiku yang sadar langsung blushing dan mundur satu langkah.

datte kimi ga kanashii kao sureba
boku mo sou kanashikute

nee kimi no egao o mireba hora
mata boku mo egao ni nareru

dakara ima wa subete o wasurete kono toki o tanoshimou ima koko kara

Di bagian ini si Gilbert iseng ngedipin mata ke penonton dan semua cewek (juga uke?) pun ber-Kyaaaa ria.

yume no (hana o) sakasemashou
(zutto) kimi no soba ni iru kara
(hana o) sakasemashou
kono omoi kanjite

yume no (hana wa) sakimidarete
(kitto) kono yoru wa owaranai
(hana wa) sakimidarete
ima o wasurenaide

yume no (hana wa) sakimidarete
(zutto) boku ga sobani iru kara
(hana wa) sakimidarete
kono omoi kanjite zutto

Dengan gerakkan yang super duper cepat Gilbert mendekati Kiku dan…

CUUUUP

"KYAAAAAAAAAAAA!"

Para penonton di sekitar panggung histeris parah. Bagi anda para fujoshi dan fudanshi, sediakanlah kamera sebelum hujan (lho?). Nosebleed pun mengalir dengan cepat dari hidung para penonton. Banyak yang berteriak, "GILKIIIIIII[3] KAWAII!". Tapi ada juga kaum seme dan uke yang merenggut pujaannya dicium/mencium pipi dengan orang lain.

Ya, Gilbert mencium pipi Kiku dengan suksesnya dihadapan banyak orang. Kiku mendadak blushing dan tubuhnya membeku, membuat Gilbert betah berlama-lama dipipinya. Arthur dan Alfred Cuma bisa melongo. Ini benar-benar di luar skenario mereka.

'Dasar si ASEM/GIT gila! Apa yang dia pikirkan, HAH? Yah, gue juga mau sih…' teriak USUK dalam hati. Sementara muka mereka sudah monyong-monyong sambil komat-kamit ala mbah dukun mau nyantet korbannya.

1 detik

5 detik

59 detik

1 menit

"Uhuk." Ya, saudara-saudara! Kiku mulai sadar sekarang dan Gilbert pun ditendang olehnya. Walaupun dengan muka yang blushing dan terlihat super uke, tendangan Kiku membuahkan hasil! Yaitu masukknya Gilbert ke dalam cengkraman maut Alfred dan Arthur! Selamat Kiku, kau berhasil membawa Jepang menuju final Piala Dunia! *lebay*

"Ma-maaf… yang tadi itu sungguh sebuah kecelakaan. Maaf dan terima kasih buat semuanya…" kata Kiku sambil membungkukkan badan. Dan itu disambut oleh teriakkan kegembiraan bagi para uke/ seme dan kekecewaan bagi para fujoshi dan fudanshi yang belum sempat menikmati fanservice dari GilKi.

.

.

.

Di dalam van…

"Gile, Gil… nyantai dikit dong! Nyosor aja lu! Mentang-mentang gw dibelakang drum lu gak boleh gitu dong! Inget temen, inget temen!"

"Iya dah! Iya! Gue kan Cuma mau ngasih fanservice gitu… iri nggak sih lo ngeliat Arthur ngedeketin Kiku mulu? Huh…"

"Uhuk. Sudahlah, Alfred-san, Gilbert-san… uhuk. Sekarang kita istirahat saja…"

"Eh? Kiku kau baik-baik saja, kan?" tanya Elisabeta dari kursi depan di sebelah supir. Dia memundurkan jok kursinya sedikit ke belakang dan memeggang dahi Kiku. "Gawat! Kiku demam!"

"HAH, DEMI APA KIKU DEMAM?" teriak para seme.

"IYA! DAN LO PADA CUMA BISA BERANTEM TANPA SADAR, HAH? SEME MACEM APA LU GA BISA JAGA UKE SENDIRI?" teriak Elisabeta balik.

"BERISIK!" dan semuanya diam. "Uhuk. A-aku Cuma pengen istirahat. Uhuk."

"Maaf, Kiku…"

.

.

.

Alfred menggotong Kiku ke kamarnya, Arthur langsung mengambil obat dan air putih, Gilbert sibuk menelepon dokter pribadi mereka, dan Elisabeta sibuk masak makan malam. Maklum, mereka nggak sempet makan biar cepet sampai ke dorm dan Kiku bisa istirahat dengan nyaman.

"Setelah ini, tinggal menunggu dokter…" kata Gilbert menyusul seme lainnya ke kamar Kiku.

"Sekarang kita harus gimana lagi?" tanya Arthur.

"Mana gue tau. Trus Elisabeta mana?" tanya Alfred.

"Di dapur. Dia masak makan malam buat kita. Itu juga buru-buru karena dia ada kencan sama pacarnya."

"Oh, yang katanya orang okestra itu ya? Main piano kan?"

"Iya, tapi orangnya nggak se-AWESOME gue sih. Ahahaha…"

"WOI! Ini anak dua malah ngegosip lagi! Ni gimana, nih? Gue udah nggak ngerti lagi…"

"Yeee, kan Iggy leader-nya…"

"Iya nih, lu nggak bakat ya… kalo Kiku bisa ngerawat kita, uke yang AWESOME…"

"Iya, iya. Gue tau gue emang nggak bakat urusan beginian. Kayaknya kita emang salah, selama ini kalo kita sakit, Kiku pasti yang ngerawat kita. Hm…"

"Tumben lu bijak."

"Gue emang selalu bijak, Git."

"Uhuk. A-ano… kita sudah sampai… ya?" tanya Kiku. Dia berusaha bangun sambil mengucek-ucek matanya. Wah termaksud daftar pose teruke Kiku di kamus Elisabeta tuh.

"Ah, Kiku sudah bangun. Ini air putihnya." seru Alfred.

"Uhuk. Terima kasih, Alfred-san."

"Kiku, kau istirahat saja dulu sampai dokter yang kita panggil datang, okay?"

"Ya, terima kasih semuanya." Kata Kiku sambil tersenyum lemah.

"Hei, ini dokternya udah dateng! Makan malemnya udah gue taruh di meja, gue mau pergi ken- ah, Kiku sudah sadar toh?" Elisabeta mendekati Kiku dan mengecek suhu tubuhnya. "Masih panas."

"Halo semuanya…" kata Sadiq Adnan. Dia adalah dokter pribadi untuk band BlackxCross.

"Ah, hai." kata trio seme malas. Ya gimana, ya. Mereka kadang jealous aja kalo tuh dokter yang-kadang-jadi-sok-kegenitan deket-deket sama Kiku.

"Kiku, bagaimana keadaanmu?"

"Aku sudah baikkan, dok. Uhuk."

"Ahaha… sudah kubilang, panggil saja aku Sadiq."

"Woi! Ga usah basa-basi gitu bisa, kan? Dasar ga AWESOME!" teriak Gilbert. Cemburu dia…

"Udah, udah! Lebih baik kalian makan saja! Biarkan dokter memeriksa Kiku dan biarkan Kiku istirahat! Oh iya, Kiku. Aku membuatkan kau bubur. Kalau mau, nanti suruh saja ketiga anak ini untuk menghangatkannya, ya?"

"Uhuk. I-iya, Elisabeta-san."

.

.

.

"Sudah kuduga, kau pasti kelelahan. Kau harus rajin makan dan banyak istirahat, Kiku."

"I-iya, dok. Maksudku… uhuk. Sadiq-san…"

"oh iya, kau harus minum obat-obat ini dengan rajin, ya. Sampai nanti, sayang." Kata Sadiq sambil mencium dahi Kiku. Kiku hanya bisa blushing, yah antara malu dan kaget.

.

.

To be continue

.

Omake

[1] Yume no Hana – UxMishi (insert song Kaicho wa Maid-sama!) ya dengan pertimbangan yang cukup mudah (?) akhirnya kita putuskan untuk memakai lagu ini buat dinyanyiin Arthur. Kenapa mudah? Karena suara Arthur cocok untuk lagu apa saja (dan itu yang bikin author kesel sendiri *plak* haha) oh iya, judul chapter kali ini juga diambil dari arti judul lagu itu (author nggak tahu harus gimana lagi -,-) dan itu murni hasil judul chapter maksa dari Enma-chan *ngakak gaje sendiri*

[2] oh iya, selama lagu itu kan ada yang dikurungin. Itu berarti yang nyanyi Kiku, Alfred dan Gil (plus chant penonton) pokoknya kalo sambil dengerin lagunya pasti ngerti *seenaknya sendiri ngasih penjelasan* *ditabok*

[3] GilKi? Yup, Gilbert x Kiku *krikkrikkrik* yah, karena Sei maksa nggak mau nyebut pairing pake nama Negara, jadi gini dah -_- ini pun melalui proses pemilihan yang panjang dan ketat *lebay* dan jadilah GilKi! (tapi tetep enakkan pruspan, ya? T,T)

.

.

Balasan review~

Zubei

Tenang, kita fujoshi kok, bukan fudanshi, hahaha… Spain ya? Tenang aja masih ngantre di daftar kita, hohoho…

Rachigekusa

Iya, ini memang dibuat berdua. Kalo nggak percaya buka aja profile Enma-chan #promosi [http:/ www. fanfiction .net /~enmachan *hapus spasi ya kawan-kawan*] kependekan? Yah mungkin sih… *baru sadar* oke deh kita usahain lebih panjang untuk berikutnya, hohoho…

Just-Silence97

Wah, maksudnya gimana nih? Hahaha… oke, oke, thanks juga reviewnya!

Naoto4Shirogane

AsaKiku ya? Tunggu antrian deh, mbak. Soalnya Enma sendiri lagi pengen GilKi dan Sei pengen USUK hahaha…

zorrocoffee

ahahaha… *peringatan: ini Enma* aduh eike jadi malu deh #apadah #kacanginajainispam mungkin tuntutan anak bahasa, ahahaha… #ketawagajesendiri

.

Enma : huah… akhirnya selesai juga chapter yang ini *ngelap keringet* makasih buat review-review-nya saudara-saudara yang kukasihi~ *melambaikan sapu tangan penuh ingus dengan gaya norak*

Sei : iya, memang cukup susah, saudara-saudara! *ikut melambaikan tangan*

Enma : eh, gini-gini yang kerja tuh 90% gue loh! #bangga lu juga napa dah ikut melambaikan tangan segala? Ahahaha…

Sei : enak aja! Gue ga pake gaya norak kayak lu lagi! Eh, gini-gini gue juga jadi editor, neh! #gamaukalah

Enma : yasud, yasud… mending ngalah dah… gue kan sabar…

Sei : sabar dari Hongkong!

Enma : nggak, dari Jepang kok…

Sei : *bete* eh, apa tuh maksud lo mempercepat adegan Kiku sakit? Nggak pake ngomong-ngomong ke gue lagi!

Enma : tenang, tenang… lebih cepat, lebih baik kan? Mumpung ada konser kedua, hohoho… eh, ngomong boleh diomong, si Hongkong itu namanya siapa dah? Kalo reader ada yang tau, tulis di review ya! Mohon bantuannya… *bungkuk*

Sei : iya, demi kelancaran chapter mendatang. Mohon bantuannya… *bungkuk*

Enma : ahahaha… tumben Sei mau bungkuk-bungkuk segala *ketawa gaje*

Sei : Oh. Trus maksudnya ada penghalang diantara PRUSUKPAN itu apa dah? Sadiq? Jadi dokter pribadi mereka lagi? Cih…

Enma : ya, itu sih isengnya gue aja, ahahaha…

Sei : iseng sih iseng… tapi mikirin nation apa yang jadi dokternya itu yang bikin tepar!

Enma : iye dah, sorry sorry…

Sei : Daripada mikirin kesenangan Enma sendiri, mending kita baca nih fanfic trus review deh!

Enma : iye, mending review ya! Kasih pesan, kesan dan saran juga ya! *lambai-lambai tangan*

Sei : iya, flame juga boleh kok. Asal waras aja sih…

Enma : kalo nggak waras, kasih Natsu aja. Kan flame (api), Natsu suka api (Fairi Tail).

Sei : lucu… *datar* ya sudahlah, sampai jumpa di chapter mendatang!

Enma : ya! Ja mata nee! *senyum-senyum gaje*