Kelas 3-E kini sedang sangat sunyi. Bukan karena belajar atau apa, tapi kali ini kelas tersebut sepi karena 7 orang + koro-sensei sedang bermain UNO dengan serius. Tinggal 2 orang lagi yang memiliki kartu dan masih belum slese2 dari tadi. Orang itu adalah chiba dan itona. Kartu yang ada di atas gunungan kartu2 adalah angka 7 merah. Dan dari tadi chiba dan itona ngambil kartu dari cangkulnya, namun gak berhasil dapet angka 7 atau warna merah.

Chiba memiliki 6 kartu. Itona 5 kartu. Akhirnya seteah sekian lama, chiba mendapatkan kartu merah, yaitu kartu +2. Ia mengeluarkannya karena males ngambil lagi. Itona menatap kartunya, tangannya meraih kartu cangkulan, namun ia mengambil tangannya kembali, dan menaruh seluruh kartunya sembari berkata "uno games," Semua orang tercengang, karena kartu yang dimiliki itona adalah +2 semua! Wooow! (enak banget XD) itu artinya chiba kalah. Dan permainan pun selesai.

*mass~ telepon nih, maaas~ ayo angkat, maas~*

Ringtone teraneh yang pastinya miliki jones sejati terdengar dari saku koro-sensei. 7 orang + Karasuma-sensei yang ada di situ menatap koro-sensei yang kini wajahnya tlah memerah karena malu. Tapi mau tak mau koro-ssensei harus mengangkat teleponnya.

"Wah, dari karma-kun. Mari kita dengarkan.." ia mengangkat telepon dan mengencangkan suaranya hingga satu kelas itu dapat mendengar isi pembicaraan mereka.

"Halo, Koro-sensei?"

"Hai, Karma-kun. Ada apa?"

"Sebenarnya kami menemukan beberapa orang yang kehujanan. Apa kami boleh mempersilahkan mereka masuk?"

"Pastinya tidak boleh!" okano menjawab pertanyaan karma dengan tegas. Namun karma juga menjawabnya dengan tegas. "Aku bertanya pada Koro-sensei. Bukan kamu."

Okano terdiam. Koro-sensei berpikir sejenak, lalu berkata, "Baiklah, Karma-kun. Izinkan mereka masuk."

"EEEH?!"

"Eh? Lalu bagaimana dengan keberadaanmu?"

"Untuk sementara waktu karasuma-sensei akan menggantikanku mengajar."

"Hah? K-karasuma-sensei... apa tidak apa-apa?"

"hm... tak apa... di sekitar gunung menjadi berbahaya karena hujan, karnya kalau kita menyuruh mereka pukang, mereka pasti berakhir di RS."

"... baiklah, kuputus telponnya, ya. Pulsa sekarat"

Tuut tuuut

-skip ke bagian nagisa dkk dan kisedai-

"Kalian boleh masuk ke dalam," ucap karma sembari menaruh ponselnya kembali ke sakunya.

"serius?"

"iya."

"Terima kasih. Kalau begitu, kami akan memperkenalkan diri kami. Namaku Akashi Seijuuro."

"Kuroko Tetsuya desu. Doumo..."

"Namaku Kise Ryouta desu! Yoroshiku!"

"Aku Aomine Daiki."

"Midorima Shintarou.."

"... murasakibara atsushi..."

Setelah kisedai selesai memperkenalkan diri mereka, kini nagisa, karma, dan kayano memperkenalkan dirinya masing-masing.

"U-uum... aku Nagisa Shiota."

"atashi wa kayano Kaede desu~"

"Karma Akabane."

"Baiklah, setelah selesai berkenalan, mari kita masuk ke dalam. Disinidingin, kan? (yah, walaupun di dalam juga dingin)," Nagisa mempersilahkan anggota kisedai untuk masuk ke dalam. Kisedaipun mengikuti Nagisa, Karma, dan Kayano yang berjalan mendekati kelas. Di perjalanan mereka, Karma bertanya kepada Midorima, "Hei, Midorima-kun... kenapa dari tadi kau membawa kolor spongebob?" #AuthorDigebukMidorima

"Ini barang keberuntunganku hari ini," ujawab Midorima sembari membetulkan letak kacamatanya.

"Buh—" Karma, Kise, dan Aomine nahan ketawa.

"Jangan tertawa!"

"Sepertinya barang keberuntunganu hari ini malah membawa kesialan, Shintaro."

"..."

Tanpa disadari mereka telah berada di depan kelas 3-E, Kayano membuka pintu kelas, dan mereka mendapati 7 orang yang tengah bermain UNO denngan asyiknya. Karma mendekati, dan ikut bermain tanpa mempedulikan org2 dibelakangnya (baca : nagisa, kayano, kisedai)

"ikutan,dong. Mainnya berapa-berapa?"

" mau ikut, karma? Nih kartunya" Maehara menyerahkan 7 buah kartu UNO ke karma. Tanpa sengaja isogai menoleh kebelakang dan mendapati kisedai tengah berdiri dengan nagisa & kayano. "Kalian yang ktanya mau numpang sebentar, ya? Jangan malu-malu, santai saja~"

"iya, santai saja~

"Silahkan duduk dimana saja, akashi-kun, kuroko-kun, midorima-kun, aomine-kun, kise-kun, murasaki...raba-kun"

"Mu-ra-sa-ki-ba-ra."

"Ah, iya. Maaf, lupa."

Kisedai duduk di dekat gerombolan pemain UNO karena di pojokan penuh dengan meja dan kursi. Kurahashi mendekati anggota kisedai. Sepertinya ia sudah selesai bermain UNO. "Hei, hei. Bisakah kalian memberi tahu kami siapa nama kalian?"

"nama kami..."

"Yak, katakan itu di depan semuanya!" Kurahashi mendorong semua anggota kisedai di depan kelas. Menyuruh mereka memperkenalkan diri. "Hei, ayo perkenalkan diri kalian~"

Terpaksa, anggota kisedai memperkealkan dirinya lagi

"Kuroko Tetsuya desu."

"Aomine Daiki."

"Kise Ryouta ssu~!"

"Murasakibara... atsushi..."

"Midorima Shintaro nodayo"

"Akashi Seijuro. Sudah cukup, kan?"

"Sebentar, rasanya aku pernah mendengar nama-nama kalian.. sebenarnya kalian ini siapa?" tanya sugino

"... anggota klub basket SMP Teikou, kami disebut sebagai Kiseki no sedai."

SYUUUUH

"Minta tanda tangannya!" Koro-sensei dengan mach 20-nya menunduk meminta tanda tangan dari kisedai.

"KORO-SENSEI?!"

"WOY! KENAPA KAU ADA DISINI?!" karasuma menghampiri koro-sensei dengan wajah marahnya.

"Etto... sensei, kan Cuma mau minta tanda tang-"

"TAPI KAN TADI KAU BILANG...!"

"Tenang saja, sensei akan pergi setelah mendapatkan tanda tangan."

"KLO KAYAK BEGITU TAMBAH GAK ALAMIAH!"

Koro-sensei debat sama muridmuridnya, kisedai cengo'.

"err...?"

"Terus kita gimana, nih?"

"Entahlah ssu.. pada asyik sendiri... dan lagi, ada apa dengan orang itu? Aku bingung dimana letak sendinya..." yang dimaksud kise adalah koro-sensei.

"Ayolah! Sensei benar-benar hanya ingin meminta tanda tangan!"

"baiklah..." dengan terpaksa, kisedai menuliskan tanda tangan mereka di kertas yang diberikan koro-sensei.

Seusai kisedai menuliskan tanda tangnnya, koro-sensei berterima kasih dan brkata dengan jujur, "etto... perkenalkan, namaku korosenai. Panggil saja koro-sensei. Karena suatu keadaan mendesak, aku menjadi guru disini."

"O-ooh..."

"ngomong2, hari sudah makin gelap! Kalian semua segeralah tidur! Yg cewek tidur di ruang guru! Yg laki tidur di kelas ini!" perintah Karasuma-sensei kepada seluruh muridnya. "Ha'i~" murid perempuan pun langsung beranjak ke ruang guru.

"etto.. apa tidak apa-apa kita disini, nih? Kita ini orang asing, kan...?" ujar Kuroko kepada teman-temannya. Ia masih ragu dengan tawaran anak kelas 3-E.

"Tidak apa. Kami yakin kalian bukan orang yang jahat," ucap Nagisa yang tengah memindahkan tas-tas temanya kepada kisedai.

"terima kasih..."

"Un!"

Keeseokan harinya

Akashi terbangun di antara teman-teman (baca :budak)nya yang masih tertidur menoleh ke arah jam dinding, jarum yang menunjukkan jam itu tertuju pada jam setengah tujuh. Ia melihat sekelilinganya, namun, yang ia lihat di ruangan itu hanyalah teman-temannya saja. Karena heran, ia beranjak dari kelas ke depan sekolah. Ia mendapati anak kelas 3-E yang tengah memasak sesuatu. Akashi mendekati mereka.

"...kalian sedang apa?"

"Oh, kau sudah bangun! Kami sedang membuat sarapan. Kemana teman-temanmu yang lainnya?" ucap Maehara yang tengah membakar ikan dengan Isogai.

"Masih pada tidur. Aku akan membangunkn mereka," ujar akashi yang kembali ke kelas. Sesampainya disana, ia mendapati ketiga orang yang pertama kali ia temui dan anggota kisedainya mengkrubuni murasakibara. "Ada apa?" tanyanya menghampiri mereka.

"Begini akashi, dia ini tak pernah mau bangun meskipun udah kita guling2in berkali-kali," ucap midorima.

"apa tak ada cara lain yang bisa membangunkannya, ya?"

"... entahlah, aku juga belum pernah mencoba membangunkannya..."

"Bagaimana kalau begini?" karma mendekati si surai ungu yang tengah tertidur. Ia memasukkan gabus bulat ke kedua hidung murasakibara sehingga sang target tidak bisa bernapas. Beberapa detik kemudian gabus itu mental ke arah aomine karena tekanan udara di dalam hidung murasakibara."ebuset!"

"... ohayou..." ucap murasakibara yang terduduk. Tidak mempedulikan si korban, aomine yang tengah memegangi wajahnya yang tekena gabus dengan indahnya. "Kau ini! Minta maaf saja tidak!" Aomine protes ke murasakibara dengan wajahnya yang merah gegara terkena gabus.

"Eh? Kok ada buletan merah di wajah kamu, sih, aominecchin? Kereeen~" ujar murasakibara nunjuk2 buletan merah di wajah aomine gegara kena gabus. /dari tadi gegara terkena gabus mulu!

"GEGARA SIAPA, HAH?!"

Sedangkan karma, si pelaku utama kejadian tersebut hanya tersenyum tak bersalah.

-skip-

"terima kasih atas hidangannya." Midorima meletakkan sumpit di atas mangkuk kosong. Bertanda ia sudah selesai makan. Ia manaruh peralatan makannya di tempat cucian piring dekat sungai.

"Hei, shintaro. Kita latihan di lapangan sekolah ini setelah kau selesai membereskan peralatanmu." Ucap Akashi yang kemudian pergi menghadap Koro-sensei untuk meminta izin.

.

.

.

Kisedai sedang bermain basket 3 on 3. Tim A : Akashi, kise, dan murasakibara. Tim B : Aomne,Kuroko, Midorima. Sepertinya mereka membawa bola sendiri. Poin sekarang : 0 / 0. Belum ada yang berhasil memasukkan bola ke keranjang. (catatan : karena ini masih SMP, berarti si kise belum jadi pervect copy, ya)

Aomine melemparkan bola ke arah keranjang, tapi tidak sepert biasanya, bolanya itu meleset karena aomine dibuat tertekan oleh akashi dan murasakibara. "tsk!"

Bola itu menggelinding ke kaki seseorang. Orang itu memutar bola basket di jari telunjukknya sembari berkata "Kami boleh ikutan?". Ternyata orang itu adalah Maehara dan dibelakangnya terdapat 3 orang yang berbeda nama #yaiyalahXD 3 orang itu adalah Isogai, Karma, dan Nagisa.

Akashi memperbolehkannya dan akhirnya mereka bermain bersama. Karma dan maehara ada di tim A. Sedangkan isogai dan nagisa di timB. Terkadang mereka saling mengobrol satu sama lain sambil bermain.

"Hei, kalian kelas berapa?"

"3 SMP"

"Kalian jago, ya. Memang pantas disebut kiseki no sedai!"

"... makasih"

"Akashi-kun, Kuroko-kun. Kalian pendek, ya...~!"

Ctik

"Kau bicara apa tadi, Karma?"

"Wah, mukamu jadi serem, deh!"

"... wah, makasih. Mukamu juga seperti nyari gara2"

"Oh ya? Bagus, dong~"

"Karma, Akashi... kalian cocok, ya..."

"Murasakibara-kun, kamu tinggi, ya."

"Wah, nyindir nih anak"

TEEENG TEEENG

Tak terasa sudah jam 8 yang artinya kelas sudah dimulai. Meskipun poin mereka seri, yaitu 21 / 21, mereka harus kembali belajar ke kelas.

"Ah, sudah bel. Belik, yuk."

"Iya. Ah, ayo ikut kami!" Nagisa menarik tangan Midorima.

"Eh? Tung- sekolah kami berbeda dengan kalian-"

"Ohya? Tapi seingatku tadi kau berkata kalau kalian ini kelas 3 SMP juga. Jadi pelajarannya pasti nyampe ke otak!"

"Err... T-tapi-"

"Bagaimana ini, Akashi?"

"... kita ikuti perintah mereka saja."

"Eh?! Serius, nih?"

"Mereka sudah memperbolehkan kita menginap, jadi setidaknya kita turuti 3 keinginan mereka saja."

'emangnya kita jin lampu ajaib?'

Batin ksedai yang lain.

Tapi karena ini perintah dari kapten mereka, mau tak mau mereka harus mengikutinya dan beljar bersama kelas 3-E

TBC

Ceritanya ngebosenin, ya? BODO (woy!)

Oh, iya, ini masih berlanjut, ya!

Btw, chap berikutnya kisedai belajar bareng 3-E! KYAAA AKASHI!

Oh, iya. Kiseka itu Akashi & Karma lovers! /gananyapred

RnR?