Lucy X gray part II

mechanic boy, my boy

Rated : T

genre: Romance

Tadaaa.. author come back ^_

Udh berapa lama aku tinggalin ni XD

#lebeh, dihajar reader, Ampun XD

Nah udah balik lgi ni dg 2 chapter 2 ending XD

Thanks juga bwt reviwer yang setia dan baik hati ^w^

mako-chan

KYAAAAA... TERIMA KASIH BANGET! aku gak tahu harus bilang apa lagi! pokoknya terima kasih!
Lucy licik, ya! hehehe... dia sepertinya mau membuat Gray cemburu, deh!

Hahha,,, sama" mako chan ^^ , heheh, dia cman mau deket aja sama gray sh XD

Chidory-chan

NaZa-nya lg dong viona-san#sambilpuppyeye
...tp yg ini bgus kok...
Keep writing...cemungut clalu

Sip chidory chan, lg diproses nyuu~~, thanks ya udh cemangatin, keep spilit #plak XD

Akemi Yui

Maaf nih sebelumnya, aku agak bingung *eh
mungkin apa yang kamu tulis gak ada pembatas antara FlashBack dan sekarang, terus juga ini kecepatan -' lain kali pelan ya ? Dan juga kurang penjelasan.

Please continue ? I hope so :) #Yoroshiku

Aye, yui nyan , udh ku perbaiki kok, thanks kritiknya, hheheh,, lain kali bklan ku pelanin lg deh dan kasih penjlasan XD

Yup" .. yoroshiku nee :3

ai2 lucky

yo Author-chan... tampaknya aku jadi pereview pertama ya..hohoho (Abaikan -_-")
oke.. gak banyak deh... aku cuma mau bilang Hati-hati dengan fans Gray ya karena ficmu ini, dan kalo bisa jangan lewat jalan sepi setiap kamu keluar rumah..hehe xD
sekian dan terima kasih

Lucky chan.. heheh.. iya, mkasih ya jd pereview pertama :3

Heheheheh XD ampun deh sama fans GrayVia #Sembah sujud *plakh* XD

Sama-sama :3

Nah, reviewers, ni lanjutannya, please RnR :3

Gomen lama update #sembah sujud ke reader dan reviewers

Eve duduk dengan Juvia sedangkan Lucy duduk dengan Gray, duduk bertukar pasangan namun berhadapan.

"Panas banget hari ini ya" Say Lucy membuka pembicaraan seraya membuka jaket berwarna krem yang ia kenakan.

"Iya Lucy-chan" Jawab Juvia.

"Sebetulnya jaket ini kubuka agar bisa megang tangan kiri Gray " Ujar Lucy dalam hati.

Ia letakkan jaket tepat dimana tangannya dan Gray.

Dibalik jaket itu mereka bergandengan tangan tanpa sepengetahuan Juvia. Ya bisa dibilang Lucy tipikal nekat :v . *ditabok* XD

Gray yang tampaknya tak menyukai suasana seperti ini memutuskan untuk ... tenenenenggg.. XDD *dihajar pembaca* XD

Memutuskan untuk "Aku ke belakang dulu".

Gray pun ke belakang.

"Ah.. aku juga mau ke belakang.. kebelet.." Ucap Lucy lalu ke toilet.

Ia bukan kebelet namun menunggu Gray yang keluar dari toilet.

"Lama amat dia keluar" Gumam Lucy dalam hatinya.

Tiba-tiba "treeekkk" suara pintu toilet terbuka.

"Gra.. yy.." Ucap Lucy yang ternyata bukan Gray melainkan Juvia.

"Hi Lucy.." Sapa Juvia.

"Hi" Balas Lucy.

"Untung ga didenger" Ucap Lucy dalam hatinya.

"Kau sudah kenal Gray berapa lama?" Tanya Juvia.

"Setengah tahun yang lalu" Jawab Lucy.

"Hmm begitu.." Balas Juvia sambil menebalkan lipstick di bibirnya.

"Aku duluan ya.. aku duah selesai" Ucap Lucy lalu keluar dari toilet.

"Untung aja ga ketahuan tadi" Gumamnya lalu kembali ke tempat dudk.

"Gray" Panggilnya lalu kembali ke tempat duduknya.

"Ada yang ingin ku bicarakan .. entar nanti malam ku kirimkan email" Ucap Gray dingin.

"Ba.. baiklah..." Balas Lucy lalu meneguk teh hijaunya.

Eve hanya diam melihat situasi itu.

Juvia pun datang lalu mereka bersantai di kafe sebentar lalu pulang.

~Keesokkan harinya~

"Jalan kyoto kompleks shikimura no 2" Ucap Lucy sembari berjalan di suatu tempat.

"Nah ini dia rumahnya" Sambungnya lalu memencet bel yang ada di sudut kanan dinding rumah itu.

"Kau datang juga rupanya" Ucap seseorang membukakan pintu.

"Eh.. a,, iya,,," Balas Lucy yang kagok karena baru pertama kali ke rumah Gray.

"Masuklah" Jawab Gray yang mempersilahkan sebagai tuan rumah.

"Hn.." Say Lucy lalu masuk ke rumah Gray.

"Duduklah aku mau bikin minum dulu.. maaf ya berantakan penuh dengan perlengkapan bengkelku" Ucap Gray lalu ke belakang.

Sejenak Lucy melihat sekelilingnya.

Ia akui rumah Gray berantakan, ya maklum saja, ia tinggal sendiri.

"Maaf lama" Ucap Gray membuyarkan lamunan Lucy sambil menyodorkan teh hangat.

"Gpp.. ada apa kau memanggilku kesini?" Balas Lucy lalu meneguk teh hangat yang dibuat oleh Gray.

"Kenapa kau mengikutiku sampai segitunya kemarin?" Tanya Gray.

"Ah.. eh.. etto.. maaf" Ucap Lucy yang tak mampu menjawab yang bisa ia katakan hanyalah maaf.

"Tapi aku ga suka kamu berlebihan begitu" Jawab Gray dengan nada yang agak kesal.

"Maaf waktu itu aku" Say Lucy menunduk seraya nada menyesal.

"Gpp.. aku ga marah kok.." Jawab Gray seraya mengangkat kepala Lucy yang tertunduk.

"Jangan sedih ya.. aku sedikit emosi tadinya" Ucap Gray lembut seraya mengelus rambut pirang Lucy.

Lucy hanya mengangguk pelan.

Gray masih duduk melihat Lucy, ia dekatkan wajahnya lalu mereka berciuman.

Tanpa sadar ciuman mereka yang boleh dikatakan cukup lama itu membuat mereka tak sadar bahwa ada seseorang yang membuka pintu rumah Gray lalu menjerit histeris.

Sontak mata mereka tertuju pada orang yang menganggu pertunjukkan mereka (?) . *dorr,, Author ditabok XDD*

Begitu melihat orang itu, seketika mata Lucy terbelalak begitu juga dengan Gray.

"Aku benci kalian" Ucap orang itu lalu pergi dari rumah itu.

"Juvia tunggu" Ucap Gray secepat kilat pun mengejar pacarnya, Juvia.

Lucy hanya diam, tertunduk, menyesali apa yang ia perbuat selama ini.

Tanpa pamitan dengan Gray, Lucy langsung pulang ke rumahnya.

Sesampai di rumah, ia hanya bisa merebahkan dirinya di kasur seraya berkata pada dirinya sendiri "Aku harus bisa akhiri ini semua".

~Beberapa hari kemudian~

"Gray... aku mau bicara" Ucap Lucy datang langsung ke tempat kerja Gray.

Sejenak Gray diam lalu berkata "Tunggu aku menyelesaikan ini.. palingan bentar lagi juga selesai".

"Aku mau bicara sekarang" Tegas Lucy yang sedikit membuat Gray tercengang lalu mengelap tangannya.

"Ada apa?" Tanya Gray.

"Bisa kita bicara agak jauh dengan bengkel?" Tanya Lucy balik.

"Loki.. aku cabut bentar.. kau bisa menyelesaikan pekerjaanku?" Ucap Gray pada teman separtnernya, Loki.

"Gampang.. kau bersenang-senang saja dengan pacarmu" Jawabnya dengan senyum mempesona, pria berambut kuning, memakai kacamata, Loki.

Gray tak menggubris jawaban Loki, mereka berdua langsung berjalan agak jauh dengan bengkel.

"Ada apa?" Tanya Gray lagi.

"Kita..." Ucap Lucy lalu terdiam sejenak seraya menghela napasnya.

"Kita putus saja.." Ucap Lucy.

"Kau yakin dengan perkataanmu?" Tanya Gray lagi seraya memasukkan tangannya ke saku celananya.

"Hmmpp.." Gumam Lucy seraya mengangguk mantap.

"Padahal aku sudah putus dengan Juvia" Say Gray membuat Lucy seakan tak percaya.

"Aku ga salah dengar kan?" Tanya Lucy lagi.

"Iya.. aku udah putus dengan Juvia.. sebetulnya Juvia tersingkir dari hatiku digantikan dengan orang lain.." Jawab Gray.

"Siapa?" Tanya Lucy lagi.

"Cewek pirang yang bawel, selalu datang ke tempat kerjaku, selalu memberikanku minuman sekaleng soda,periang, yang nembak aku 3 bulan yang lalu" Jawab Gray seraya tertawa kecil.

Lucy hanya diam seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan Gray tadi sampai - sampai pipinya memerah lalu berkata " Uh.. aku ga bawel tahu" ucapnya lalu tertawa bersama Gray.

"Aku ga mau putus" Ucap Gray di sela mereka tertawa.

"Karna cuman cewek bawel ini terpampang lengket di hatiku" Goda Gray seraya mencubit pipi Lucy lembut.

"Ih... gombal" Teriak Lucy yang memerah wajahnya.

"Jadi kita ga putus kan?" Tanya Gray.

Lucy yang diam memerah tak mampu menjawab hanya bisa mengangguk pelan.

"Kalo begitu... hmphh.." Ucap Gray lalu menggendong Lucy.

"Hei Gray jangan gendong aku..." Teriak Lucy meronta namun di dalam hatinya tersimpan kegirangan tak terkira.

"Diam saja.. aku akan menggendongmu sampai ke bengkel.. kita akan rayain ini bersama Loki.. ga diam.. ku cium kau nanti.." Balas Gray yang masih menggendong Lucy berjalan ke bengkel.

"Gray" Panggil Lucy.

"Ap..." Ucap Gray namun terpotong karna sang putri berambut pirang tlah merebut bibirnya.

~End~

Hah,, kelar juga saya ceritain #dihajar XD

Nah begitulah ceritanya, gomen typo, alur kecepatan dll, krna saya juga makhluk biasa, so, keep reading and review minna~~ :333