Yourself
Disclaimer Masashi Kisimoto
By : By : Deera Dragoneella
Abal, GJ, g sesuai EYD, OOC, Gender Switch, dE-eL-eL
.0.
Naruto nge-gas motornya kenceeeeng pake banget. Jalanan yang ramai dia lewatin kaya lagi balapan F1, bikin orang-orang jantungan ngelihatnya, apalagi yang lagi bersisian sama doi. Brrrr~ Deg deg seeeer mamen.
Motor ninja Kawasaki warna putihnya berhenti di sebuah taman yang entah dimana. Tau lah, mana peduli dia. Toh kalo ada apa-apa dia bisa bela diri, hasil belajar di ekskul Karasu dan latihan sama bokapnya Shikamaru yang komisaris polisi. Gadis berambut cepak yang cuma pake kaos pendek dibalut jaket kulit butut yang entah sejak kapan nggak dicuci –euh~- dan celana jeans levis selutut itu merebahkan dirinya di kursi taman yang kosong. Taman yang cukup sepi, mengingat sekarang sudah jam 7 malam itu, yang berarti Naruto mengendarai motornya berjam-jam keliling kota Konoha buat nenangin diri, membuatnya lebih tenang. Tangan kirinya meraih earphone dan menyalakan lagu dari phonsel pintarnya yang berwarna hitam.
Semua hanya rangkaian kata
Salah satu lirik lagu itu membuatnya berfikir. Apa selama ini dia membohongi dirinya sendiri ketika mengalah dengan adiknya, atau dia hanya tak ingin melihat adiknya sedih, mami papinya sedih? Lalu, bagaimana dengannya? Ah, ini semua membingungkan untuknya yang baru berusia 15 tahun. Please deh, kenapa ya jaman sekarang semua orang gampang banget baper? Contohnya adiknya tuh. Sering banget bersikap alay, maksimal pula, bikin dia enek sendiri karena nganggepnya berlebihan. Mungkin, bener kata temen-temennya. Anak-anak jaman sekarang korban masa. M-a-s-a, men. Masa, bukan massa. Jadi nih, menurut Naruto, anak-anak jamannya dia tuh terlalu gampang terbawa suasana. Nggak bisa bersikap tenang, apalagi polos. Hampir semua orang bersikap pura-pura.
Menilik kebelakang, Naruto ingat awal mula saudarinya itu suka nyalon sama mami Kushi. Hal itu bermula kala Ruko ngeliat cowo kece yang kecantol sama cewe yang habis make over di salon. Dia lihat tuh, drama si cowok nge-gombal-in tuh cewek. Dan jadilah Ruko termotivasi pengen tampil cantik biar bisa dapet cowok kece. Nah, semua berubah ketika dia masuk SMP Konoha. Ruko akhirnya tahu kalo nggak semua cowok kece suka sama cewek kece. Yaelah, baru nyadar neeeeeng?
Akhinya, sejak itu selain hobby nyalon, doi juga rajin belajar. Apalagi disekolah, biar bisa narik perhatian cowok yang ditaksirnya. Sayangnya, cowok yang ditaksir Ruko kagak peka dan kebetulan agak anti sama cewek, apalagi yang ngejar-ngejar dia. Euh~ dari tatapannya aja Ruko tahu kalo tuh cowok risih dan terkesan jijay bajaj sama tingkah fans girlnya yang bejibun. Yeah, salah Ruko sendiri sih suka sama pangeran sekolah. Batin Naru waktu itu.
Trus, balik ke masa kini. Naru jadi mikir. Sekian lama dia hidup sama Ruko, apa ya yang bikin dia iri sama tuh anak? Kayaknya kagak ada. Kasih sayang dan perhatian yang orang tuanya berikan tidak berbeda, Cuma kalo ke Ruko terlihat banget soalnya tuh anak emang manja. Beda sama Naru yang nggak terlalu suka dikekang. Iyalah dikekang, lhawong apa-apa ditanyain. Mau kemana lah (wajar sih), sama siapa lah (masih wajar), naik apa dan kemana lah (ehm, nggak tahu masuk wajar apa nggak), trus jangan lupa bawain oleh-oleh (pesan khusus mami Kushi karena tahu kalo Ruko pergi kemana. Kan, mereka setipe. Jadi apa yang mereka lakukan nggak beda jauh). Beda lagi kalo Naru, dia itu seolah anak laki-nya papi Minato. Kalo ada apa-apa yang berhubungan sama kebutuhan keluarga mereka sama cowok, kaya angkat barang berat, benerin peralatan listrik (ringan), jinakin kucing liar yang lagi tarung di halaman (kebetulan mami Kushi dan Ruko nggak berani), de-el-el.
.0.
Pukul 20.00. sudah lewat waktu makan malam dan Naruto belum pulang. Papi Minato mulai kebingungan, padahal dia yang sering ngasih ijin Naruto keluar malem buat ngafe sama temen-temennya. Tapi, mungkin karena pertengkaran tadi siang membuatnya was-was jika anak laki-itu melakukan sesuatu diluar kebiasaan as sesuatu yang tidak sewajarnya. Pikiran Naruto kan susah di tebak.
"Gimana nih, Pi? Naru belum pulang juga" Mami Kushina mulai bertanya untuk kesekian kali. Sudah panik ditambah penyesalannya akan sikapnya selama ini.
"Ah, kita coba hubungi Shikamaru saja. Siapa tahu mereka sama-sama" Jawab Minato ketika ingat dia belum menghubungi teman akrab putrinya itu.
.0.
Naruto baru saja memarkirkan motornya di depan sebuah cafe tempat dia biasa manggung. Kali ini tuh anak sendiri, mengingat teman-temannya pada ngerayain keberhasilannya di rumah bareng keluarga masing-masing. Well, Naruto dan ketiga sohibnya kan memang menduduki peringkat secara berurutan. Naruto-Shikamaru-Tenten-Kiba. Bikin satu sekolah melongo, mengingat Naruto yang biasanya dibelakang Shikamaru sekarang didepannya. Juga Tenten dan Kiba yang biasa di peringkat 17 dan 23 umum jadi peringkat 3 dan 4. Wow. W-O-W. Bahkan para guru sempat memeriksa ulang hasil ujiannya, meski harus kecewa karena tidak menemukan ketidak beresan itu. Jawaban mereka benar-benar sesuai dengan hasilnya as nggak ada kecurangan, mengingat kala ujian CCTV di kelas yang biasanya mati juga diaktifkan selama ujian berlangsung. Nggak mungkin juga mereka nyuri kertas ujian, karena soal ujian baru selesai dini hari (sekolah sengaja begitu agar nggak ada acara curi mencuri soal yang sering terjadi di sekolah lain) makanya para guru pada ngantuk tiap pagi pas jaga ujian. Untung ada CCTV jadi bisa dipantau lebih jelas. Oke, kembali ke cerita.
Naruto berjalan masuk tanpa mengindahkan tatapan orang-orang padanya. Masa bodoh sama penampilannya yang amburadul. Rambutnya dia ikat asal buat mengatasi gerah. Lagian, dia ingat nama baik ortunya juga kali, masa penampilan kaya orang gila masuk cafe? Paling nggak, rambut dia rapian dikit. Masalah baju mah, masa bodo. Toh doi nggak telanjang.
"Dei-nee?" Panggilnya tak yakin. Well, bagaimana pun, dia jarang bertemu teman-teman kakaknya itu.
"Are? Naru-chan? Kamu sendiri disini?" Tanya Deidara dari sebuah meja bersama beberapa orang sambil melambaikan tangan. Naruto segera menghampiri dan duduk di kursi tepat disebelah Deidara yang kosong. Mengabaikan tatapan beberapa orang.
"Hmm. Aku habis jalan-jalan tadi" Jawabnya sambil mengangkat tangan memanggil pelayan.
"Tumben? Bukannya syukuran dirumah? Denger dari Nagato kamu juara satu di Karasu" Deidara dan yang lain memandang Naruto penuh minat.
"Cih. Dasar Naga-nii ember. Nggak, lagi males ada yang baper" Balas Naruto malas.
"Naru-chan? Dimana yang lain? Ah, mau pesan apa?" Ayame, pelayan restoran yang sudah sangat akrab dengan Naruto bertanya.
"Hehehe, mereka dirumah Nee-chan. Aku sedang ingin sendiri tadi. Seperti biasa saja. Tapi minumnya green tea ya? Aku sedang ingin menenangkan diri" Jawab Naruto dengan senyum lima jarinya. Sebelum Ayame berlalu pergi.
"Kau biasa kemari bersama temanmu?" Tanya Deidara.
"Hmm. Aku, Shikamaru, Kiba dan Tenten. Kami manggung disini biasanya" Naruto mengangguk sambil mencomot kentang goreng Deidara tanpa ijin. Well, sudah biasa juga lagi, jadi Deidara nggak komplain.
"Kau manggung?" Teman Deidara yang tidak dikenalnya. Naruto hanya mengangguk sambil mencomot kentang gorengnya lagi. Biarin nggak sopan, nggak kenal juga.
"Hush, kalo ngomong sama orang dilihat dong" Tegur Deidara sambil menepuk tangan Naruto yang akan mengambil kentang gorengnya lagi, membuat Naruto cemberut.
"Dei-nee nggak asik" Naruto mencibir. Tatapannya lalu beralih pada lelaki berkuncir satu yang tadi menanyainya. "Maaf kak, saya nggak biasa ngomong sama orang yang nggak kenal" Lanjutnya segera mengalihkan pandangan ketika melihat seseorang.
"T-man" Panggilnya pada Toneri, seniornya yang bakalan manggung.
"Eh, elo Nar. Sendiri?" Tanyanya setelah melihat Naruto dan sampai di dekat mejanya.
"Hmm. Yang lain pada ngerayain kelulusan dirumah. Mau manggung?" Balasnya.
"Yeah, lo bisa lihat sendiri. Sayangnya, kurang satu orang buat ngisi. Utakata tiba-tiba sakit" Ujar Toneri kurang bersemangat.
"Mau gue bantu?" Tanya Naruto yang langsung membuat Toneri tersenyum.
"Oh iya, elo kan bisa ngebass. Oke, gitar lo ada kan?" Naruto mengangguk, mengingat gitar khusus buat manggungnya ada di loker cafe.
"Shiip. Ambil gih. Habis manggung gue traktir sampe puas loe" Ucapan Toneri membuat Naruto jingkrak-jingkrak senang sambil berlari menuju loker karyawan.
Deidara hanya bisa menggelengkan kepalanya sama tingkah ajaib sepupu sohibnya itu.
"Lucu juga ya, tu anak" Ujar Itachi, cowok berkuncir yang dicuekin Naruto tadi.
"Banget. Lo sih, jarang ke Akatsuki. Jadi nggak lihat dia dulu pas latihan. Adaaa aja yang terjadi kalo dia disana. Rame deh pokoknya. Cocok sama tuh anak ayam biar mau ngomong" Sasuke, anak yang dimaksud sebagai anak ayam mendelik nggak suka. Kalo bukan karena paksaan kakaknya buat nemenin dia dengan iming-iming kagak bakal ganggu liburan panjangnya sama berbagai kejahilan si kakak keriputnya itu, dia mah ogah datang ke cafe yang cuma berakhir jadi obat nyamuk. Please, dia udah capek dikejar fans girlnya di sekolah habis kelulusan tadi.
"Cih. Anak sok cari perhatian kaya gitu? Ogah!" Balasnya sengit. Ehm, sepertinya Sasuke masih mengira Naruto itu Naruko karena satu sekolah dengan Naruko yang juga salah satu Fgnya.
"Cari perhatian? Salah orang kali. Paling kembarannya yang lo maksud. Naru-chan kan cuek banget, tapi suka bikin ramai dan rusuh" Ujar Deidara sambil cekikikan. Sasuke menaikkan salah satu alisnya sangsi. Masa sih? Cewek tadi itu beda? Tapi, penampilan sama sikapnya emang beda 180 derajat sih. Mungkin bener. Lagian, kata Deidara tuh cewek kembar. Berarti benar, kan?
Naruto kembali dari loker karyawan dengan gitar kuning dari Nagato. Gadis yang hanya memakai celana levis selutut, kaos putih pendek sama jaket hitem bututnya itu tampak keren dengan gitar yang dipanggul di bahunya. Beberapa orang memanggil namanya, senang karena tidak mengira gadis yang jadwalnya tidak manggung itu hari ini tampil. Bagaimana pun, band Naruto sudah cukup dikenal dan memiliki beberapa fans, terutama pelanggan setia cafe itu.
"Lho, Naru-chan mau tampil?" Tanya Ayame yang membawa pesanannya ditengah jalan.
"Heem. Nee-san taro di meja tadi ya. Naru mau nemenin Toneri manggung dulu" Balasnya sebelum berlalu menemani Toneri di panggung bareng anak bandnya.
"Permisi. Saya mau meletakkan pesanan Naru-chan disini" Ijin Ayame pada Deidara.
"Ah, iya. Silahkah" Deidara mempersilahkan.
"Ano... Apa Naru-chan akrab dengan anak-anak band disini?" Tanya Deidara ingin tahu.
"Ah, Ha'i. Kebetulan cafe ini memiliki 3 band yang biasa manggung. Mereka memiliki jadwal yang dibuat bersama setiap bulannya sebelum diserahkan untuk disetujui pihak cafe. Dan band Naru-chan termasuk yang paling digemari. Karena itu jadwal manggungnya lebih padat dari pada yang lain. Tapi hari ini libur, mengingat hari ini hari kelulusan dan mereka sudah menjadwalkan libur." Jawab Ayame panjang kali lebar.
"Ah, kalau tidak salah. Band Naru-chan besok akan syukuran buat kelulusan mereka. Kalau tidak salah juga, mereka berempat menempati empat peringkat teratas di Karasu. Dan pemilik cafe yang sangat bangga dengan mereka yang berhasil lulus dengan prestasi membanggakan yang akan menyelenggarakannya. Beliau sangat salut, mengingat keempatnya tetap bekerja disaat ujian tanpa menurunkan prestasi mereka" Lanjut Ayame sebelum pergi karena mendapat panggilan.
"Kau dengar itu anak ayam? Dia berbeda tahu. Kenapa tak kau coba dengannya? Dari pada jomblo terus. Iya kan, Chi?" Tanya Deidara yang dibalas anggukan Itachi. Sasuke sendiri hanya mengangkat bahu cuek. Tatapan mereka kemudian beralih pada panggung. Band Toneri mamainkan lagu 'Just Give Me a Reason' yang dinyanyikannya bareng Naruto.
Diam-diam Sasuke mulai memperhatikan gadis tomboy yang berbeda dengan gadis yang selama ini dikenalnya disekolah. Apalagi, gadis yang awalnya tak tahu sopan santun, cuek dan terlihat bodoh itu ternyata juga pintar karena menjadi juara umum di kelulusan SMA Karasu. Apalagi, gadis itu mengalahkan Nara Shikamaru, rivalnya semasa EL dulu.
Hmm~ sepertinya masa SHSnya akan menarik, mengingat Shikamaru akan melanjutkan disekolah yang sama dengannya. Dan dia dengar, Shikamaru tak akan sendiri, namun bersama teman-temannya. Itu artinya, dia akan bertemu dengan gadis itu, kan? Ah, entah kenapa, tiba-tiba saja Sasuke menyeringai yang tentu saja ditangkap sang kakak sebagai wujud senang dan tertarik. Dia pun membisiki Deidara dan keduanya tersenyum misterius melihat Sasuke yang tak mengalihkan tatapannya dari panggung. Sepertinya, ada yang sedang jatuh cinta? Ah, terlalu cepat. Yang jelas, Sasuke mendapatkan sesuatu yang menarik untuk hidupnya yang monoton.
.0.
The Carpenter3 : Aku jugaaaaaaaa... sayangnya nggak punya. Cuma punya kakak beda 3 tahun dan adek. Tapi sama kakak sudah kaya saudari kembar hehehe. Ini sudah lanjut. Semoga tetap mau baca dan suka.
Cuke cuka nalu : Okay, ini sudah lanjut Arigatou sarannya ;)
Yukiko senju : Terima kasiiiih :* :* :* kalo buat pairnya Sasu, Naru punya kok tapi buat Ruko masih bingung, hehehe
Arafim 123 : Mmm... kan memang g sesuai EYD. Kebetulan juga cerita ini dibuat untuk menghilangkan penat. Tapi kali ini kayaknya lebih seriusan dari pada kemaren, hehehe. Semoga bisa dimengerti buat chap ini
Indah605 : Terima kasih ini sudah lanjut :D
Askasufa : Hehehe, iya juga. Tapi Naruto kan sebenernya juga belajar sama Shika, Kiba, Tenten, cuma nggak di rumah, jadi nggak kelihatan. Hmm... Masih bingung juga mau dibikin rebutan ato nggak. Lihat nanti deh. Cuma sekarang, Sasuke rada tertarik sama Naru-chan :) I yaaaaaaa, semangaaaaaaaaat :D
Akhir kata, terima kasih buat yang sudah mampir dan baca
Jangan lupa R & R yaaaaaaaaa
See U
