DAYDREAM

cast:

CHO KYUHYUN

LEE SUNGMIN

OTHER CAST

Rate: T+

Terinspirasi dari Kyumin's Prediction

"Saranghae, Hyung."

Sungmin membelalakan matanya mendengar pengakuan Kyuhyun sepulang mereka dari shooting Mini Drama. Memang, saat pengambilan scene saat Kyuhyun memeluk Sungmin di mobil, Sungmin seperti mendengar bisikan dari Kyuhyun yang mengucap kata 'saranghae'.

"T-tapi kau kan namja, Kyu." Sungmin menundukkan wajahnya, malu.

"Kau juga namja, Hyung."

"Ya! Karna itu, kyu, kita sama-sama namja!" Sungmin menaikkan wajahnya dan sedikit meninggikan suaranya. Bukannya takut karna dibentak, Kyuhyun malah terkekeh kecil.

Kyuhyun berdehem sebentar saat melihat Sungmin menggembungkan pipinya, "lalu kenapa kalau kita sama-sama namja, Hyung?"

Sungmin diam. Dia juga tidak bisa bohong, saat pertama kali Kyuhyun datang ke tengah-tengah Super Junior, Sungmin sudah tertarik. Awalnya dia kira hanya sebagai Hyung-Dongsaeng, namun beberapa bulan mereka dekat, ditambah lagi adegan Mini Drama yang sangat intens, dia mulai merasakan perasaan yang lain pada Kyuhyun.

"A-aku… juga mencintaimu, Kyu." Lagi, Sungmin menundukkan wajahnya. Menyembunyikan semburat merah yang pasti tergambar diwajahnya.

Kyuhyun tersenyum senang dan langsung merengkuh namja yang berbeda dua tahun dengannya kepelukannya. Dia tidak usah malu atau risih dilihat para Hyungnya, soalnya mereka sedang berada di dalam kamar mereka berdua.

"Jeongmal saranghae, Hyung." Tutur lembut Kyuhyun sambil mencium puncak kepala Sungmin.


Kyuhyun senyum-senyum sendiri saat menonton ulang Mini Dramanya bersama Yesung, Ryeowook, Shindong, dan Sungmin. Ini sudah 5 tahun semenjak dia menyatakan cintanya kepada Sungmin.

"Apa yang lucu, Kyu?" Seorang namja imut masuk ke dalam kamar dan langsung duduk di samping Kyuhyun. "YA! Kau menonton drama itu lagi!"

"Aish! Appo, Hyung!" Kyuhyun meringis kesakitan saat tangan Sungmin memukul refleks ke lengan kurusnya.

"Lagian, senang sekali sih kau menonton drama ini." Protes Sungmin. Kyuhyun yang melihat ekspresi kesal dari Hyung yang dia cintai ini, hanya tersenyum kecil.

"Lihat, Hyung. Ini sudah lima tahun semenjak aku menyatakan perasaanku kepadamu, kau dan aku sudah berubah." Kyuhyun memutar badannya agar dia bisa berhadapan dengan Sungmin. Dipegangnya kedua tangan Sungmin.

"Berubah?"

"Iya, rambutmu sudah tidak panjang lagi. Bahkan sekarang kau mewarnainya coklat, Hyung."

Sungmin mengangguk.

"Kau juga bisa lihat rambutku kan, Hyung. Hampir sama denganmu. Bukan rambut hitam acak-acakan lagi."

Sungmin mengangguk.

"Aku juga bukan member malu-malu. Malahan member yang tidak tahu malu, hahaha."

Sungmin mengangguk semangat.

"Umur dan kepopularitasan kita juga berbeda jauh, Hyung. Kita tambah tua namun popularitas makin meningkat."

Sungmin tersenyum kecil dan mengangguk.

"Dan kau tahu sesuatu?"

Sungmin menggeleng.

"Perasaanku juga sudah berubah."

Kini tidak ada anggukan atau gelengan dari kepala Sungmin. Dia shock mendengar ucapan Kyuhyun. Dieratkannya genggaman tangannya di tangan Kyuhyun.

Kyuhyun memajukan wajahnya dan mengecup bibir pink itu sekilas. Dia tersenyum manis, berbeda dengan Sungmin yang matanya mulai memerah.

"Kenapa?" Kyuhyun mengangkat dagu Sungmin dengan tangannya secara lembut.

"K-kau bilang.. perasaanmu.. sudah berubah… kau tidak mencintaiku lagi… hikss…" Sungmin kini sudah menitikkan airmatanya didepan Kyuhyun. Kyuhyun malah menjetikkan jarinya dikening Sungmin.

"Pabbo. Aku memang bilang kalau perasaanku berubah, tapi apa aku bilang kalau aku tidak mencintaimu lagi?"

"Eh?" Sungmin bingung.

"Bila lima tahun yang lalu aku hanya bilang kalau aku mencintaimu. Tapi seiringnya waktu dan bertahun-tahun kita melalui hari bersama, perasaanku makin bertambah. Aku sangat sangat mencintaimu. Bahkan bila ada kata yang melebihi sangat, aku akan memilih kata itu, Hyung."

Mendengar ucapan Kyuhyun, Sungmin langsung memeluk Kyuhyun dengan erat seperti anak kecil yang ketakutan bonekanya. "Aku juga sangat mencintaimu!"

Kyuhyun tersenyum lembut dibalik punggung Sungmin. Diusap-usapnya punggung Sungmin.

Beberapa menit mereka berpelukan, Sungmin melepas pelukannya. Kyuhyun sedikit kesal karna dia sangat nyaman dengan posisi itu.

"Aku mencintaimu, Kyu."

Kyuhyun mencium lagi bibir Sungmin, kini sedikit dilumatnya. "Aku juga mencintaimu, hm."

Kyuhyun menjalankan ciumannya ke leher putih Sungmin yang terekspos karna namja kelinci itu hanya mengenakan kaos longgar.

"Bila ada sepasang manusia yang saling mencintai. Seharusnya mereka menjadi sepasang kekasih kan, Kyu?"

Kyuhyun diam. Wajahnya masih tersembunyi di ceruk leher Sungmin, namun dia berhenti dari aktivitasnya.

Sungmin yang menyadari diamnya Kyuhyun, melingkarkan kedua tangannya ke pinggang namja pecinta game itu.

"Aku masih bisa menunggu, Kyu."

Kyuhyun menjauhkan wajahnya dari leher Sungmin dan bangkit. Membuat Sungmin yang tadi memeluknya menjadi bingung.

Kyuhyun tersenyum kecil dan menarik tangan Sungmin keluar dari kamar, "ayo kita makan, Hyung."

Dia berjalan didepan Sungmin namun tangan mereka bertautan. Sama sekali dia tidak menoleh ke belakang, tidak melihat betapa mirisnya senyum yang terukir di wajah Sungmin.


"Min Hyung."

Ryeowook mengetuk pelan pintu kamar Kyumin.

Cklek.

Terlihat Sungmin yang sudah berpakaian rapi keluar dari kamarnya. "Ada apa, Wookie-ah?"

"Aku ingin memintamu untuk menemaniku membeli kado untuk Yesung Hyung. Kau tahu kan, dua minggu lagi dia akan ulangtahun." Ucap Ryeowook, "tapi sepertinya kau akan pergi ya, Hyung?"

Sungmin menggeleng, "aku memang baru mandi. Rencananya aku hanya ingin menjemput Kyuhyun di KBS. Tapi kalau kau minta aku temani, ayo. Aku sudah lama tidak jalan-jalan."

Ryeowook tersenyum manis dan segera menarik tangan Sungmin, "kajja, Hyung. Keburu orang itu pulang!"

.

.

Kini kedua namja manis itu sudah berada di sebuah mall terbesar. Mereka hanya memakai topi dan kacamata beserta jaket yang lumayan tebal. Mereka sengaja tidak memakai aksesoris atau make up untuk menghindari ancaman fans diluar sana.

Sudah hampir dua jam mereka berkeliling mencari kado untuk Yesung. Dan pilihan Ryeowook jatuh pada kotak musik yang lumayan besar, itu juga atas rekomendasi dari Sungmin. Mereka berdua sekarang terlihat sedang duduk berhadapan di sebuah café kopi. Rasa pegal di kaki mengharuskan mereka untuk beristirahat sejenak.

"Gomawo, Hyung! Kadonya bagus, hehehehe." Ryeowook memulai obrolan dengan ucapan terimakasihnya.

"Chonmaneyooo~" Sungmin mengacak-acak rambut Ryeowook dan meminum lagi cappuccino ice yang dia pesan.

"Ehm, Hyung. Ada yang ingin aku tanyakan." Tutur Ryeowook tanpa melihat wajah Sungmin, matanya dia tujukan pada segelas ice blended kopi miliknya.

"Apa?" tanya Sungmin sambil tersenyum manis menatap wajah dongsaeng imutnya ini.

"Mian, kalau agak menyinggungmu, Hyung." Kini Ryeowook mulai menatap mata foxy milik Sungmin.

Sungmin mengangguk.

"Entah apa yang aku pikirkan, tapi aku ingin sekali tahu, Hyung. Walaupun ini urusan pribadimu, tapi aku penasaran." Sungmin mulai kesal karna dia sendiri juga penasaran apa yang ingin ditanyakan Ryeowook.

"Cepat, aku penasaran, Wookie."

"Ah, ne, Hyung. Apa kau dan Kyuhyun sudah resmi menjadi kekasih?"

DEG

Sungmin yang tadinya memasang ekspresi penasaran, kini berubah menjadi ekspresi diam dan serasa kosong diwajahnya. Ryeowook mulai gelisah melihat perubahan air muka Sungmin. Dia sangat takut kalau menyinggung perasaan Sungmin yang memang sensitive.

"Omona, tidak seharusnya aku bertanya seperti itu. Mianhae, Hyung." Ryeowook berpindah tempat menjadi disamping Sungmin untuk memudahkannya merangkul pundak sang kakak.

"Ah.. Gwenchana, Wookie." Bisik Sungmin pelan. Dia sendiri bingung harus menjawab seperti apa pertanyaan dari Ryeowook.

"Tidak usah dija-"

"Belum. Dia belum menginginkanku menjadi miliknya, Wookie."

Kini Ryeowook yang diam. Dia sendiri menjadi saksi bagaimana hubungan kedua orang yang berada di satu lantai bersamanya selama 5 tahun ini. Mereka memang bersikap seperti sepasang kekasih. Saling mengucap kata sayang dan cinta setiap hari, tidak jarang mereka berpelukan atau berciuman sekilas didepan para member, namun dibalik itu semua, dia juga tahu dan paham betul bagaimana tidak jelasnya hubungan yang sudah berjalan lebih dari 5 tahun ini.

"Dia sering bilang kalau dia sangat mencintaiku dan tidak ingin aku pergi. Aku membalas dan menyanggupinya, Wookie. Tapi aku malah takut kalau dia yang akan pergi." Tutur Sungmin. Kini dia tersenyum remeh pada cappuccino ice miliknya.

"Dia tidak akan pergi, Hyung. Walaupun dia belum memintamu, tapi aku paham betul kalau dia sangat mencintaimu."

"Aku harap juga begitu, Wookie. Karna entah sampai tahun keberapa aku sanggup bertahan."


Cklek.

Sungmin masuk ke dalam kamarnya setelah seharian pergi dengan Ryeowook. Rencana mereka hanya membeli kado untuk Yesung, tapi berubah menjadi ayo-cari-barang-diskonan. Sungmin yang lelah pun lupa kalau dia sudah berjanji akan menjemput Kyuhyun di KBS. Handphonenya juga mati dan dia enggan untuk mengisi baterenya. Sungmin menghempaskan tubuh berisinya di kasur king size milik dia dan orang yang dia cintai, Kyuhyun.

Karna rasa lelah yang menghinggapi tubuhnya, akhirnya mata foxy itu terpejam dan Sungmin mulai memasuki mimpi-mimpinya.

.

.

Seorang namja terlihat sedang bolak-balik di lobby KBS. Daritadi matanya tertuju ke arah handphone atau ke parkiran yang ada di luar sana. Raut wajahnya terlihat cemas dan khawatir.

"Kyu, bisa tidak sih kau menunggu Sungmin Hyung dengan duduk tenang?"

Eunhyuk, yang sedari tadi bosan melihat Kyuhyun mondar-mandir kini mulai angkat bicara. Kyuhyun, Eunhyuk, Donghae, Shindong, dan Leeteuk memang habis mengisi sebuah variety show bersama beberapa member SNSD. Seharusnya mereka sudah pulang ke dorm, tapi karna magnae manja mereka, akhirnya keempat namja itu bersedia menemani Kyuhyun sampai Sungmin menjemputnya.

"Handphonenya tidak aktif, telfon dorm juga tidak diangkat. Seharusnya dia sudah menjemputku satu jam yang lalu. Tapi kemana dia? Aish.." protes Kyuhyun sambil duduk disebelah Donghae yang sedang update twitter.

"Mungkin dia ketiduran atau pergi dengan seseorang yang special sampai harus mematikan handphonenya." Dengan cepat Kyuhyun memberikan deathglare kepada Shindong. Memang sih suaranya pelan dan sangat tenang, tapi dia sadar atau tidak, ucapannya itu mengundang rasa evil sang Cho Kyuhyun.

"Jangan asal bicara, Shindong Hyung. Dia setia. Dan cuma aku orang yang special menurutnya." Kyuhyun kembali berdiri dan melongok ke arah parkiran. Berharap namja berbibir plum itu ada disana.

Sudah dua jam mereka menunggu Sungmin namun orang yang ditunggu tidak datang juga. Shindong yang mempunyai jadwal untuk siaran radio pun pamit lebih dahulu. Begitu juga Eunhyuk dan Donghae yang ada interview sebuah majalah. Tersisa Leeteuk yang menunggu Siwon untuk menjemputnya, karna mereka memang ada undangan untuk menghadiri peresmian sebuah butik.

"Ah itu Siwonnie, kau ingin ikut atau pulang naik taksi?" tanya Leeteuk pada Kyuhyun yang sedari tadi memasang wajah kesal. Siapa juga yang tidak kesal menunggu dua jam tanpa kabar. Dia malas kalau harus naik taksi, tapi dia juga malas kalau harus menunggu kedua Hyungnya itu dulu.

"Aku naik taksi saja, Hyung." Kyuhyun menjatuhkan pilihannya. Dia lebih baik mengeluarkan uang daripada 'kering' menunggu launching butik yang entah selesai kapan.

"Baiklah. Aku berangkat dulu."

Leeteuk menuruni lobby tangga menuju sebuah mobil mewah milik salah satu dongsaengnya itu. Siwon membuka kaca mobil dan menunjukkan salam-tiga-jarinya pada Kyuhyun yang masih berdiri mematung menunggu Sungmin. Dia hanya tersenyum sekilas sampai mobil itu menghilang dari hadapannya.

"Kyu Oppa?"

Kyuhyun memalingkan wajahnya ke arah suara dibelakangnya. Terlihat sosok hoobaenya dari SNSD sedang tersenyum manis ke arahnya.

"Sooyoung-ssi?"

Yeoja itu mengangguk dan sedikit membungkukkan badannya, "kau belum pulang juga, Oppa?"

"Belum. Aku menunggu Sungmin Hyung dan dia sepertinya lupa harus menjemputku." Jawab Kyuhyun dengan memasang wajah bete lagi.

"Ah, lebih baik kau pulang bersamaku. Aku mau mengembalikkan beberapa komik milik Onew Oppa. Dorm kalian kan berdekatan." Tawar Sooyoung. Kyuhyun terlihat sedang berpikir sebentar. Dia sudah lelah dan belum ada kabar dari Sungmin. Daripada dia harus naik taksi dan mengeluarkan uang, lebih baik dia ikut Sooyoung dan menabung uang untuk beli game terbaru. Kalau dia beli game terbaru, sudah pasti dia tidak akan kalah pamor dari Minho atau Changmin. Tanpa sadar, Kyuhyun mengangguk-angguk sambil menyeringai memikirkan kepamorannya yang melebihi Changminho. Sooyoung yang tidak tahu apa-apa hanya bergidik ngeri melihat sunbaenya. Sepertinya aku salah menawari dia tumpangan, pikirnya.

"Baiklah kalau kau memaksa, Sooyoung-ah."

Sekarang Kyuhyun dan Sooyoung sudah berada di dalam mobil milik Sooyoung. Tadinya Kyuhyun menawari diri untuk menyetir, namun ditolak secara halus oleh Sooyoung. Kyuhyun agak memutar badannya untuk melihat jok belakang, dia membelalakan matanya melihat tumpukan komik yang sangat banyak. Ini yang dia bilang 'beberapa komik'?

"Sooyoung-ah, itu semua milik Onew?"

"He em." Sooyoung yang memang kalau sudah menyetir tidak bisa diganggu hanya mengangguk.

"Dan kau sudah baca semuanya?"

"He em."

"Memang kau punya waktu?"

"Oppa, daripada kita tabrakan, masuk rumah sakit, dan mengakibatkan aku malah semakin tidak punya waktu untuk membaca komik itu. Lebih baik Oppa diam." Sooyoung memberikan deathglare pada seniornya yang sedari tadi mengoceh terus.

Kyuhyun speechless karna diprotes oleh yeoja yang kelihatan manis ini, namun sebenarnya galak juga.

"Ah, gomawo, Sooyoung-ssi."

Kyuhyun memberikan senyuman terbaiknya saat dia turun dari mobil Sooyoung karna memang mereka sudah sampai. Sooyoung tidak ikut turun karna memang tujuannya bukan ke dorm Super Junior tapi ke dorm Shinee.

.

.

Cklek.

Kyuhyun membuka pintu kamarnya perlahan, diotaknya sudah dipikirkan segala macam protesan untuk dia layangkan ke namja yang dia cintai itu. Awas saja namja itu, akan ku buat tidak bisa berjalan sebulan! Hahaha, pikirnya.

"Eng?"

Bukannya kesal, Kyuhyun malah tersenyum kecil melihat Sungmin terbaring terlentang di tempat tidur mereka berdua. Sepertinya Sungmin tertidur karna kelelahan, sepatu dan topinya belum sempat dia lepas. Kyuhyun menghampiri Sungmin tanpa menimbulkan suara. Dibukanya pelan sepatu dan topi Sungmin. Dia mengecup ringan kening Hyungnya itu.

"Kyu… Hmmm…."

Kyuhyun yang tadinya ingin menyalakan laptopnya, memutar badannya lagi saat mendengar Sungmin memanggil namanya. Namun ternyata Sungmin hanya mengigau.

"Kyuhyun…"

Namja bermata obsidian itu mengurungkan niatnya untuk bermain laptop. Dia memilih untuk naik ke atas kasurnya dan memeluk sang bunnyboy. Digesernya tubuh Sungmin perlahan agar masuk ke dalam pelukannya.

"Ada apa kau memanggilku, chagi?" tanya Kyuhyun pada Sungmin yang mengigau. Dia menggerakan jari-jarinya untuk menyibak poni yang menutupi kening Sungmin.

"Aku milikmu, ne?...Engghhhh… Kapan?..." Kyuhyun menghentikkan aktivitasnya memainkan rambut Sungmin. Hatinya sedikit bergetar mendengar igauan namja yang sedang dipeluknya ini.

"Aku milikmu, Minnie." Dieratkannya pelukannya di pinggang Sungmin. Dia menenggelamkan wajahnya di rambut coklat keemasan milik Sungmin.

"Engghhh… aku lelah.. Cepat jadikan aku milikmu, kyu…"

Igauan Sungmin makin membuat Kyuhyun mengeratkan pelukannya. Kini dia mengusap-usap punggung Sungmin.

"Mianhae, Hyung…"

Mata Kyuhyun mulai menitikkan cairan bening. Kyuhyun sangat rapuh mendengar ucapan Sungmin, walaupun itu hanya igauan. Tapi Kyuhyun yakin kalau itu dari hati terdalam Sungmin.

Lama Kyuhyun menangis dan tubuhnya bergetar karna tangisannya kian besar. Merasa ada getaran di sekitarnya, Sungmin mulai membuka matanya dengan perlahan. Dia juga merasakan sangat sesak karna dipeluk erat oleh seseorang.

"Kyu?"

Tidak perlu untuk melihat wajah seseorang yang memeluknya, dari wangi tubuhnya saja Sungmin sudah mengenali orang ini. Orang yang selalu mengisi hari dan hatinya selama bertahun-tahun.

Namun ada yang salah dari Kyuhyun, Sungmin menyadari tubuh namja yang dia cintai ini bergetar, suara isakan juga lolos dari bibir tebal milik Kyuhyun. Dilepasnya perlahan pelukan Kyuhyun.

Hatinya tercekat saat melihat Kyuhyun yang sedang menangis. Pipi tirus dari namja itu sudah basah karna airmata. Sungmin segera menangkupkan kedua pipi itu dengan telapak tangannya.

"Ada apa, Kyu?"

Kyuhyun malah memeluk lagi tubuh Sungmin. Kini dia menenggelamkan wajahnya di leher putih orang yang sedang dipeluknya itu.

"Mianhae…."

Satu kata namun sirat akan banyak makna. Sungmin mulai membalas pelukan Kyuhyun, mencoba menenangkan dongsaengnya yang sedang menangis ini.

"Mianhae karna kita harus begini, Minnie…"

Sungmin tersenyum miris. Entah sudah berapa kali dia tersenyum pedih hari ini. Dia tahu apa arti dari tangisan Kyuhyun dan ucapannya itu. Dia sudah paham betul.

"Gwenchana, Kyu. Nan gwenchana."

Namja bermarga Lee itu makin mengeratkan pelukannya di tubuh Kyuhyun. Mencoba meyakinkan Kyuhyun kalau dirinya tidak apa-apa. Setidaknya sekarang dia harus bersikap kalau dia baik-baik saja. Dia tidak mau membuat Kyuhyun menangis seperti ini lagi.

Kyuhyun mulai melepaskan pelukannya dan mengajak Sungmin berdiri dari tidurnya. Sungmin hanya menuruti kemauan Kyuhyun. Namja pecinta game itu menangkup kedua pipi chubby milik Sungmin.

"Berjanjilah kalau kau akan selalu percaya, aku sangat mencintaimu. Berjanjilah kalau kau akan selalu percaya, aku tidak akan pernah meninggalkanmu."

Sungmin hanya tersenyum mengangguk dan merengkuh kembali tubuh Kyuhyun ke pelukannya. Padahal, di dalam hati, dia menangis sejadi-jadinya. Dia ingin yang lain, dia ingin yang lebih daripada sebuah kata cinta atau janji seperti ini.

Kyu, aku mencintaimu dan tidak pernah meninggalkanmu. Aku juga percaya kau akan begitu juga. Tapi, apa kita harus berjalan di ketidakpastian seperti ini untuk tahun-tahun berikutnya?


Sungmin menggeliat dipagi hari karna merasa terusik dengan sinar matahari yang masuk. Namun dia tidak bisa banyak bergerak karna ada sepasang lengan yang masih setia memeluknya, siapa lagi kalau bukan lengan dari seorang Cho Kyuhyun.

Sungmin memandangi wajah sempurna milik Kyuhyun yang hanya berjarak beberapa centi meter dari wajanya, hembusan nafas Kyuhyun yang sejuk pun dia rasakan menerpa wajahnya. Dia mulai mengangkat tangannya pelan untuk menyibak poni Kyuhyun.

"Kau banyak jerawat, Kyu." Dia menarik cepat tangannya namun masih pelan, saat jarinya menyentuh sesuatu yang menonjol di kening namja pecinta Jajangmyeon itu. Tanganku bisa jerawatan bila menyentuh kening penuh jerawat seperti itu, protesnya.

Matanya mulai menjelajahi lekukan wajah dari Kyuhyun. Sungmin tersenyum manis saat merasa ucapan ELF itu semuanya benar, Kyuhyun mempunyai wajah yang sangat sangat tampan. Pantas dia banyak penggemar.

Matanya mulai menyusuri bibir tebal milik Kyuhyun yang setiap hari dia rasakan. Pipinya merona merah bila membayangkan hal itu. Namun, bibir itu sangat menggoda. Tanpa sadar, dia memajukan wajahnya. Dan hanya selang beberapa detik, bibir plum dan bibir tebal itu sudah menyatu.

Sungmin seperti merasakan aliran listrik saat merasakan lembutnya bibir Kyuhyun. Tanpa lumatan atau hisapan, dia hanya ingin menempelkannya saja.

Kyuhyun yang merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya segera membuka matanya. Dia kaget melihat wajah Sungmin yang sama sekali tidak jarak dengan wajahnya. Belum lagi mata Sungmin yang terpejam seperti menikmati sesuatu.

Dengan otak evilnya, Kyuhyun langsung menggunakan kesempatan yang ada. Dilumatnya dan dihisapnya bibir Sungmin sebelum ada perlawanan dari namja itu. Sungmin yang merasa membangunkan serigala di tubuh Kyuhyun hanya tersenyum senang merasakan morning kiss mereka.

"Engghhh…."

Lenguhan Sungmin mulai terdengar saat dia merasakan tangan Kyuhyun mulai masuk ke dalam kaos longgarnya. Jari-jari Kyuhyun yang sudah terampil mulai menggerayangi nipple Sungmin.

"Ahhh… Kyuhh.."

Sungmin menggeliat kegelian dan memanggil nama Kyuhyun di dalam desahannya. Kyuhyun menyeringai dan menurunkan ciumannya ke leher putih Sungmin. Dijilat dan dihisapnya, meninggalkan tanda merah kebiruan di leher yang serba putih itu.

Tangan Kyuhyun sudah siap untuk menanggalkan kaos Sungmin dan matanya sudah menatap lapar pada namja yang terlihat pasrah dihadapannya,

.

TOK TOK TOK TOK

"SUNGMIN HYUNG! KYUHYUN! Mari kita makan!"

Baru saja Kyuhyun ingin mengangkat kaos Sungmin. Eh, sudah ada suara dari luar pintu kamar mereka. Sungmin segera bangkit dan membenarkan kaosnya yang sudah terangkat setengah. Segera keluar dari kamar dan meninggalkan Kyuhyun yang masih bengong atas tertundanya 'sarapan' paginya itu.

"Sial, awas saja namja monyet itu. Ah, aku jadi tidak bisa menikmati…. Argghhh.."

.

Semua member tercuali Siwon yang memang tinggal berbeda dengan mereka, sedang berkumpul membentuk suatu bundaran di meja makan di dorm lantai 11. Leeteuk, Donghae, dan Shindong yang berada di lantai 12 pun ikut turun untuk sarapan bersama.

"Hari ini jadwal ku penuh." Ucap Donghae, mencairkan suasana diam karna semua orang sibuk melahap sarapan mereka.

"Aku juga, sepertinya kita semua punya jadwal hari ini, benar kan?" Semua member spontan mengangguk mendengar pertanyaan dari sang Leader.

"Kau ada jadwal dimana, Hyung? Aku lupa menanyaimu tadi malam." Tanya Kyuhyun pada Sungmin yang duduk disampingnya.

"Aku ada pemotretan bersama Sunny-ssi. Kau ada jadwal bersama KRY ya?" tanpa berpaling dari mangkuknya, Sungmin menjawab pertanyaan Kyuhyun.

Kyuhyun yang memang dari dulu pencemburu, merasa panas dan tidak nyaman saat mendengar kalau namja yang dia cintai ini ada jadwal bersama yeoja yang pernah terlibat skandal dengan Sungmin.

"Aku ikut. Aku ingin melihat pemotretanmu."

Sungmin segera menoleh ke arah Kyuhyun, "lalu bagaimana dengan KRY-mu, hah? Andwae.."

Yesung yang mulai merasa kalau jadwal KRY nya sebentar lagi akan terusik mulai mengangkat bicara, "Ya! Kita harus pemotretan untuk konser kita, Kyu!"

Kyuhyun mempoutkan bibirnya mendengar protes dari kedua Hyungnya. Dilihatnya para member yang hanya tertarik melihat keributan ini tanpa mau ikut memprotes dirinya.

"Pokoknya mau ikut." Kyuhyun menaruh sumpit dan mangkuk. Diangkatnya kedua tangannya ke atas meja untuk menyangga wajahnya. Sungmin yang melihat sifat kekanakan Kyuhyun hanya mampu tersenyum kecil. "Jangan seperti anak kecil, aku dan Sunny kan hanya sahabat."

Kyuhyun menggeleng dengan cepat, "kita dulu juga sahabat."

"Memang sekarang apa? Kekasih, eoh? Bukan juga kan?"

DEG

Suasana meja makan menjadi hening dan kaget karna mendengar celetukan Heechul untuk Kyuhyun dan Sungmin. Semua member yang mengetahui ketidakjelasan hubungan mereka, saling memandang satu sama lain.

Sungmin hanya mampu diam. Dia tidak bisa membantah, karna memang itu adanya. Kyuhyun sendiri memberikan tatapan membunuh ke Hyung pemilik Heebum itu.

"Aku sudah selesai makan."

Kyuhyun segera bangkit dari meja makan dan masuk ke dalam kamarnya. Pintunya agak sedikit dia tutup keras, membuat para member yang tertinggal di meja makan berjingkit kaget. Sama halnya dengan Sungmin, dia juga kaget karna Kyuhyun tiba-tiba meninggalkan meja makan.

"Heechulie, tidak seharusnya kau bicara seperti itu. Itu sangat sensitive." Leeteuk memberikan nasihat kepada Heechul yang masih santai atas ucapannya.

"Aku bicara apa adanya, agar si iblis itu tahu kalau Sungmin sudah sangat lelah." Jawab Heechul dengan santai sambil menunjuk Sungmin dengan sumpitnya.

Sungmin lagi-lagi diam. Tidak tahu harus membalas apa karna ya memang itu yang dia rasakan. Lelah.

"Sudahlah, itu urusan mereka. Sungmin-ah, kau sebaiknya menyusul 'kekasih'mu itu." Tutur Shindong mencoba untuk memberhentikan suasana canggung di pagi hari ini.

Sungmin mengangguk dan mulai berjalan menghampiri kamar Kyumin couple. Namun langkahnya terhenti dan berbalik,

"Shindong Hyung," dia tersenyum dan menatap Shindong, "aku bukan kekasihnya."

TBC

Anyeoongggg~~~

Hahahaha bahagianya hatiku saat melihat banyak yang tertarik sama ff ini:D

Terimakasih buat para reviewers, maaf gak bisa balesin satu-satu karna nanti banyakin reply reviews daripada ceritanya._.

Lagi-lagi author datang dengan ff yang menyakitkan lagi hahaha~~

yap! benar sekali, ff ini terinspirasi sama ramalan Kyumin yang bilang kalau Kyuhyun ngegantungin uri SungminnieT_T

menurut para readers dan reviewers gimana soal ramalan itu? Senangkah? Sedihkah?

Author sendiri bingung...

Oke deh, sampai bertemu minggu depan *plak* sampai bertemu di chapter selanjutnya!

BYEEE~~ SARANGHAEEE~~