Haiii, sorry ya kelamaan update :( . Aku harus belajar buat ujian masuk PTN. Mueheheeh *curhat

Arigatou Gozaimasu untuk yang review! Sorry ga bisa bales satu per satu. Maklumlah banyak typo karena baru di sini :) . Tapi Author senang dengan semua masukan kalian! Jangan bosan-bosan baca ff ini ya ^^

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Before :

Kelima bocah yang terlibat pertarungan gila itu melihatmu. Heh, ada tujuh?

"Kak (YN)!"

Entah, tetapi yang kamu lihat adalah Boboiboy yang memanggilmu memiliki warna mata kuning. Eh, tunggu, warna matanya seharusnya caramel kan.

GYAAAA ADA MUTAN!

.

.

.

Chapter 2

.

.

.

Sayang sekali. Dia bukan mutan. Melainkan adikmu sendiri yang berlari ke arahmu. Masih sulit dipercaya karena yang menghampirimu... Boboiboy. Ya, Boboiboy. Tapi ada tiga...

"Kak (YN)! Kakak sampai sini sejak kapan?"

Kepalamu terasa berputar-putar untuk menjawab pertanyaan Boboiboy. Yah, bagaimana tidak? Ada tiga orang bewajah Boboiboy di depanmu. Yang mana nih yang asli?

Dunia ini sudah mulai gila.

"Kenape muka Kakak ni pucat sangat?"tanya seorang perempuan berhijab pink.

"Hmm, saye tak pernah nampak orang macam kakak kat sini. Orang baru kah di Pulau Rintis?"timpal seorang laki-laki yang bertubuh gendut.

"Yalo! Kalaupun dia penduduk Pulau Rintis, mesti dia tak kaget tengok kejadian tadi,"ucap seorang perempuan berkacamata dengan logat khas Cina.

Semua budak-budak ni menatapmu sambil menunggu jawaban pasti. Tetapi, semua pertanyaan yang dilontarkan mereka justru membuat mulutmu semakin kaku untuk menjawabnya.

Pandanganmu tertuju pada seorang laki-laki berkacamata dan bersarung tangan ungu. Seakan-akan dia mengerti kondisimu, kemudian dia berbicara.

"Oi, Boboiboy! Kau kene bersatu semule. Saye rase, Kakak ni ketakutan melihat kau,"

Entah itu sindiran atau perintah, Boboiboy pun mengangguk. Setuju dengan ucapan laki-laki tadi.

"Boboiboy cantum semule!"

Entah bagaimana cara mendeskripsikannya. Kamu melihat tubuh Boboiboy yang bertubrukan satu sama lain. Lalu, jadilah the only one Boboiboy.

Akhirnya, otakmu mulai bisa mencerna semuanya.

PLUK!

"Kak (YN)! Kakak tahu tak, Boboiboy rindu sekali dengan Kakak,"ucap Boboiboy sambil memelukmu.

Lalu kamu membalas pelukannya. Akhirnya, kamu bisa memeluknya dalam keadaan normal.

Entah kejadian apa tadi, kamu tidak peduli. Yang kamu butuhkan hanya pelukan dari adikmu semata wayang yang sudah pergi meninggalkan rumah untuk menemani Tok Aba di sini. Yah, walaupun kejadian tadi hampir membuatmu pingsan.

"Nah, Boboiboy,"

"Iya, Kak?"

"Sebaiknya kamu ceritakan apa yang terjadi tadi!"ucapmu seraya menajamkan matamu ke arah Boboiboy.

Seharusnya sih ini jadi pertemuan manis. Tapi, gapapa kan jadi sedikit kasar karena ada kejadian gila tadi?


Akhirnya, kamu serta Boboiboy dkk ngumpul di Kedai Tok Aba. Masih ada Tok Aba dan Ochobot yang bekerja. Boboiboy pun mulai menceritakan awal mula dia dan teman-temannya dapat kuasa, kedatangan alien yang bernama Adu Du dan Probe-robot pembantu Adu Du, serta misi jahat mereka. Ternyata, ini semua berhubungan dengan keadaan Pulau Rintis, terutama keluargamu. Mencuri sumber tenaga koko Tok Aba, menculik Ochobot, dan mengacaukan Boboiboy dkk yang ujung-ujungnya penduduk Pulau Rintis ikut kena serangan Adu Du. Tak cuma Boboiboy yang bercerita, teman-temannya yang lain pun ikut bercerita kejadian serangan Adu Du, dari nol sampai sekarang. Dari Adu Du jahat, kemudian baik, dan kembali jahat.

"Jadi, kalian semua superhero di sini?"tanyamu sambil menopang wajahmu dengan tangan.

Semua budak-budak comel ni mengangguk iya.

"Mendapatkan kekuatan super dari Ochobot yeaaa?"tanyamu lagi sambil mengangguk-angguk kepala dan melirik tajam ke arah Ochobot.

Yang dilirik pun hanya cengengesan gak jelas.

"Kalian daritadi cerita sampai lupa memperkenalkan diri, loh!"

"OH IYA!"

Gubrak! Kamu pun jatuh ke belakang karena mendengar teriakan budak-budak ni.

"Perkenalkan, nama saye Yaya! Saya boleh mengendalikan Kuase Manipulasi Gravity,"ucap perempuan berkerudung pink seraya mengangkat kepalan tangan ke udara bak superman yang siap-siap terbang.

"Gravitasi? Menarik. Contohnya?"ucapmu setelah bangkit dari jatuh.

"Macam ni!"

Lingkaran berwarna merah muda mengelilingi bebatuan yang ada di dekat Kedai Tok Aba. Gravitasi bumi seharusnya menuju arah bumi. Tetapi, Manipulasi Gravity buatan Yaya mengakibatkan bebatuan menjauhi arah bumi.

Singkatnya, bebatuan itu melayang ke atas.

"Nama saya Gopal! Saya boleh mengawal Manipulasi Molekul,"ucap laki-laki bertubuh gemuk itu.

"Manipulasi Molekul? Macem mana?"

Tanpa basa-basi, Gopal mengarahkan tangannya menuju sepatumu.

"TUKARAN MAKANAN!"

Lingkaran berwana ungu muda mengelilingi sepatumu dan mengubahnya menjadi...

"GYAAAAA! KAU UBAH SEPATU KESAYANGANKU MENJADI KUE BROWNIES ?! SINI KAU! "

"UWAAAAAA,"

"Sa... Sabar Kak (YN)! Gopal bisa mengubahnya menjadi semula,"cegah Boboiboy dengan memegang pundakmu.

"I... Iya... Betul tuh! Meh sini saye kembalikan seperti semule. TUKARAN SEMULE !"

Tanganmu yang semula ingin mencengkram Gopal, kini mundur begitu melihat sepatumu seperti semula.

"Fyuuuh, selamat,"gumam Gopal.

"Hihihi. Name saya Ying! Saya menguasa Manipulasi Massa,"ucap perempuan Cina berkacamata tesebut.

Belum sempat kamu ngomong 'seperti apa' , Ying lari dengan kencang entah kemana.

"Aik, mana Ying? Larinya macem..."

Tiba-tiba...

"Halo Kak (YN)!"ucap Ying yang sudah di belakangmu.

"UWAAAAA!"

Kamu pun melonjak kaget.

"Nih, buat Kak (YN). Comel tak?"

Ying pun menunjukkan seekor penguin yang ada ditangannya. Habitat penguin kan di...

"Kau lari sampai Kutub Utara?!"ucapmu sambil melongo.

"Yalo! Hihihi,"

"Hey, Ying! Sebaiknya kau kembalikan penguin tu. Kasian die kalau hidup kat sini,"ucap Yaya sambil menatap penguin itu.

"Hihihi, baiklah! Lari laju!"

Ying hilang dari pandanganmu. Lalu dia muncul lagi di hadapanmu sambil mengedipkan mata dan mengacungkan dua jari.

"Giliran aku pula! Nama saye Fang. Saya boleh mengendalikan kuase Manipulasi Bayang,"ucap laki-laki yang berkacamata. Dia pun menggerakkan tangannya. Sekelebat bayangan muncul dihadapanmu. Lama-kelamaan membentuk seekor harimau. Tapi, harimau ini berwarna hitam seperti bayangan hantu di malam hari.

"Oh, sudah cukup... cukup,"ucapmu rada ketakutan. Wajar baru liat harimau warna hitam kayak bayangan. Eh, kan ada Panther, macan yang warnanya hitam?

Pemuda itu kemudian menyeringai sambil membetulkan kacamatanya.

"Hmmph! Belagak betul,"timpal Boboiboy sambil memutarkan bola matanya.

"Ape?! Kalau macam tu, tunjukkan kuasamu,"jawab Fang dengan perempatan muncul di kepalanya.

"Hehehe. Nah, Kak (YN), aku boleh kawal element bumi ni. Ada petir,"ucap Boboiboy sambil melemparkan keris petir ke arah semak-semak.

BLARRR!

Oh, tidak! Sudah cukup kau membenci suara petir di sela-sela hujan. Tetapi, adikmu malah menunjukkan kuasa petir di depanmu. Sedikit keren, tak apalah.

"Ada angin,"

Boboiboy pun menunjukkan pusaran angin yang mirip tornado terbang ke arahmu. Lumayanlah. Manfaatkanlah adikmu ketika listrik di Pulau Rintis mati dan cuaca sedang panas. Suruh dia buat angin sepoi-sepoi dan alirkan listrik ke blender untuk membuat jus. Muehehehehe...

"Dan tanah,"

Boboiboy mengentakkan tangannya ke tanah. Muncul kumpulan tanah membentuk kubah.

"Wow, kalian semua keren,"pujimu dengan mata berbinar. "Tapi, apa tidak terlalu beban untuk ukuran kalian? Oh, ayolah kalian masih kelas 5 SD,"

"Tak!"ucap mereka dengan nada kompak.

"Nah, tulah dengan kekompakan, mereka bisa kuat mengalahkan Adu Du,"ucap Tok Aba yang tiba-tiba muncul.

"Lalu, apesal Tok Aba tak memberitahuku sejak awal-awal?"ucapmu sedikit protes.

"Biar jadi suprise,"timpal Ochobot.

"Yelah tu,"

"Nah, pasti Kak (YN) penat sangat abis jauh-jauh dari KL. Aku ade biskuit untuk Kak (YN),"ucap Yaya sambil menyodorkan beberapa biskuit.

Semua orang yang ada di sekitarmu tercekat. Mereka menatap horor ke arah biskuit yang disodorkan Yaya. Apa ada yang salah?

Jika dilihat-lihat, wow, cantik-cantik sekali biskuit ini. Rasanya pasti lezat. Beruntung daritadi kamu belum makan.

"Ini buatan aku sendiri loh, Kak (YN),"tambah Yaya sambil senyum ceria.

Kamu yang daritadi lapar, segera mengambil biskuit itu.

"Terima kasih, Yaya!"

Kamu pun mengarahkan biskuit ke mulutmu.

"JANGAN KAK (YN)!"

Sontak Ying,Fang,dan Gopal berteriak. Ditambah Boboiboy yang lompat ke arahmu lalu menimpamu.

"Apasih, Boboiboy! Enyahlah! Kau ini sudah berat, gak kayak dulu!"

"Ja... Jangan dimakan, Kak (YN)! Berbahaya!"ucap Boboiboy seraya berusaha mengambil biskuit dari tanganmu.

"Hey, aku ni lapar! Jangan cegah aku!"ucapmu sambil meronta-ronta.

"Buang biskuitnya, Kak (YN)!"

"Tak nak!"

"Dey, Yaya! Teganya kau kasih biskuit engkau,"gertak Gopal seakan-akan Yaya menawarkan bom kepadamu.

"Apesal kau ni, Gopal! Kak (YN) kan lapar, mesti aku kasih biskuit aku,"sanggah Yaya.

Tanpa basa-basi lagi atau percakapan konyol diantara budak-budak ni, kamu pun segera menggigit biskuit Yaya.

Eh, tunggu! Kok keras banget kayak batu?

Tapi, bodolah. Rasa lapar mengalahkan rasa penasaranmu.

Kemudian kamu pun mengiggit biskuit itu, lebih keras lagi.

Kamu mengunyah, lalu menelannya.

Sontak semua pun hening melihatmu.

Tiba-tiba, kamu merasakan pusing yang luar biasa ditambah dengan perutmu yang mual. Kamu pun menutup matamu lalu kehilangan keseimbangan.

"KAK (YN)!"

.

.

.

.

.

.

.

A/N : uwaaaa, ff macem apa ni-_-. Sorry ya kalau feelnya ga ngena :( . Absurd abis chapter ini. Sorry for the bad Bahasa Indo and Bahasa Malay.

Punya kritik dan saran? Silakan Review! ^^