↗Anne Garbo
→Pink←
Disclaimer :Kuroko no Basukemilik Fujimaki Tadatoshi
Warning : peringatan warna warni ada disini. Tapi yang paling saya ingatkan adalah
Saat anda menemukan ranjau typo, dimohon agar jangan diinjak
Kala itu saat matahari sedang tertidur dalam buayan malam, aku mendengar suara...
Suara yang dalam dan tenang.
Seolah memanggil, meminta, memohon.
Suara yang membuatku terjaga.
Angin menunjukkanku asal suara itu.
Malam ini, suara itu datang dari balik ruang nomor 13.
Oh~ ternyata pasien itu lagi
Tapi kenapa dia ada di kamar itu ya? Itu kan bukan kamarnya.
Burung hantu membisikkanku alasannya.
Ah~ masalah hati ya?
Pemuda yang berbaring di kamar itu memang beruntung. Memiiliki seorang yang datang untuk mendoakan kesadarannya
Hey.. jangan berdiri di dekat pintu saja.
Hampiri saja pemuda itu!
Jangan takut untuk membangunkannya. Bukannya kau tau sendiri kalau pemuda itu tidak akan membuka matanya untuk waktu yang lama.
Jika kau menyayanginya, jangan hanya melihatnya.
Hampiri dia, bangunkan dia.
Ku kirimkan kelopak-kelopakku untuk membujuknya, mendorongnya untuk maju.
Satu langkah? Hanya satu langkah yang berani kau pijakkan?
Pria macam apa kau ini?
Ku kirimkan lagi kelopak-kelopak bunga sakura untukmu.
Lebih banyak yang ku gugurkan untuk membangkitkan keberanianmu.
Dan kini dengan ragu, kau melangkahkan kakimu yang bertopang tongkat. Pelan dan gontai.
Ayo! Melangkahlah... melangkahlah lebih yakin.
Kini kau berani berada di sampingnya.
Ah~ kau menangis?
Apa yang kau tangisi?
Penyesalan?
Penyesalan itu kah? Kau menyesal karena membuatnya terpejam begitu lama?
Hei, hentikan tangismu! Tak ada yang akan berubah walaupun kau menangis begitu. Kau tau kan itu bukan sepenuhnya salahmu.
Air matamu mengalir semakin deras saat kau mencoba untuk menyentuh pipinya dan bergerak hingga ke ujung rambutnya.
Saat manusia telah terlelap dan terbuai dalam mimpinya, kau masih terjaga. Menyesali yang bukan kesalahanmu. Seandainya pemuda yang kau tangisi itu tau, jika kau bersedih karenanya mungkin dia semakin menyukaimu.
Tapi sudah terlambat.
Besok infusnya dan semua alat penyambung hidup pemuda itu akan di cabut. Dan itu yang membuatmu makin sesak kan?
Kau mencintainya, tapi kau merasa bahwa kau lah yang merenggutnya.
Tidak adil ya? Ya.. kau hidup di dunia itu.
Tapi pasti akan menjadi adil bagimu.
Ah, hentikan itu!
Turunkan pisau itu sekarang juga!
Tidak kah kau pikir dia akan bahagia kalau melihatmu seperti ini?
Kau lah yang menyedihkan! Bukan dia.
Berhentilah untuk terus mengasihaninya. Kasihanilah dirimu sendiri.
Kau harus hidup.
Bukankah itu alasan pemuda itu melindungimu saat kau akan di bunuh saat itu?
Dia ingin kau terus hidup.
Bodoh! Jangan tujukan pisau itu ke lengan tanganmu. Jatuhkan sekarang juga!
Angin mengamuk. Marah akibat mendengarku terus berteriak memperingatkanmu.
Aku kembali menggugurkan kelopak bunga sakura untukmu.
Semakin banyak agar kau terpesona. Agar kau sadar bahwa tak ada satupun yang berharap agar kau menyusulnya.
Kau pun seperti tertohok. Kau jatuhkan pisau itu dengan tangan gemetar. Kau kembali menangis. Menangis menyesali yang akan kau lakukan saat itu.
Ya~ kau menyedihkan!
Kau bersujud di bawah. Menjambak-jambak rambutmu. Berteriak tertahan. Kau semakin membenci dirimu.
Kau bangkit, dan menggenggam tangan pemuda itu.
Kau mengecupnya dan berbicara bahwa kau tidak akan melakukan hal yang akan membuatnya sedih.
Kau berjanji bahwa akan bahagia seperti pesan pemuda itu sebelum masuk ke dalam rumah sakit ini.
Lalu kau memeluknya.
Tertidur di sampingnya untuk terakhir kalinya.
Esok hari saat langit yang seharusnya cerah kini gelap akibat duka yang kau pancarkan.
Pemakaman pemuda itu hari ini ya?
Sayang sekali, aku tak bisa melihatnya karena pemakaman itu berada jauh di rumah sakit ini.
Aku hanya menitip salam pada burung parkit agar memberiku kabar prosesi pemakamannya.
Aku menunggu dalam tenang.
Ah~ aku mendengar suara yang dalam itu lagi
Loh, bukannya seharusnya kamu berada di pemakaman itu? Apa yang kau lakukan di ruang nomor 13?
Ah~ apa yang kau pegang itu?
Oh.. ternyata foto kalian berdua saat di taman hiburan setempat ya?
Manis sekali.
Di baliknya ku lihat sebuat tulisan.
"Akashi Seijuuro & Furihata Kouki"
nama kalian terukir di sana.
→FIN←
Sebenernya Anne paling gak suka baca yang Death Chara /tapi kenapa dibikin oi!/
Nah, pasti bertanya siapa yang mati.. ya kan? Ya kan?
Itu masih menjadi misteri. Anne serahkan imajinasinya kepada para pembaca sekalian
