Chapter 1 : Out of Commission, into the Crimson Realm

Disclaimer : Shakugan no Shana dan GTA dipunyai oleh pembuatnya masing masing, yaitu ASCII Media Works dan Rockstar. Fanfic ini hanya for fun, dan tidak untuk mengambil copyright masing-masing.

"Apa-apaan ini?" pria itu bertanya dalam hati.

Hanya pria berkebangsaan Serbia itu saja yang bisa bergerak.

"Roman ! Little Jacob !"

Jantung mereka tidka berdetak. Begitu juga semua orang lain yang berhenti. Tiba-tiba saja, di depannya muncul monster raksasa, dengan 3 kepala.

"Neraka Jahanam."

Pria itu menyiapkan peluncur roketnya, dan menembakkan roket ke monster itu. Namun itu salah. Monster itu malah mengalihkan perhatiannya.

"Mystes..." terdengar monster itu berbisik.

"Oh tidak..."

Pria ini terus menembak. Akhirnya, ia melemparkan 10 granat ke monster itu, dan monster itu jatuh.

"Ffiuh..."

Monster itu bangun, dan kelihatan marah. Matanya berubah warna, dan mulutnya menganga lebar. Monster itu mencakar pria itu dengan sadisnya, sebelum melemparkan pria itu ke tanah.

"TERIMA INI !"

Keajaiban datang. Monster itu mental dan hilang. Seorang gadis berambut merah dan membawa pedang berkata, "Dasar guze no tomogara."

"Siapa kamu!" pria Serbia itu bertanya dalam kesakitan.

"Aku adalah Flame Haze berambut merah dan bermata membara."

"Omong kosong! Ada apa dengan semua ini? Mengapa tiba-tiba monster itu muncul?"

"Kamu hanya seorang torch. Sebuah benda yang sebentar lagi hilang." kata gadis itu

"Tepatnya seorang mystes." suara lain terdengar.

"Siapa di sana ?" pria Serbia itu langsung bangun dan menyiapkan senjatanya.

"Aku adalah Alastor, Crimson Lord dari Flame Haze Berambut-Merah-Bermata-Membara."

"Crimson Lord? Flame Haze? Kalung yang dapat berbicara?" pria Serbia itu marah.

"Apa-apaan ini semua ! Jelaskan ! Mystes ? Dan monster yang mencakar tapi tidak menimbulkan bekas luka?"

DUK !

Gadis itu menonjok pria itu. "Urusai! Urusai! Urusai!" gadis itu berkata.

Pria itu balas menonjok, namun karena tidak pintar berkelahi secara fisik, pria itu tidak dapat melayangkan tonjokannya.

"Mari, ikut ke rumah. Jangan marah-marah dulu. Sepertinya ramalan itu akan menjadi kenyataan sekarang," kata seorang wanita berkaca mata dan berambut pirang, sambil menenteng sebuah buku.

"Ya. Silakan," kata seorang wanita lagi yang datang, kali ini dengan pakaian pembantu rumah tangga.

"Tidak mau !" Pria itu menembakkan pistolnya ke arah kedua perempuan itu.

SRET !

Tali-tali keluar dari tangan wanita dengan pakaian pembantu itu. Tali-tali itu membungkus peluru itu, dan dengan cepat menebaskan gelombang pukulan ke pria itu.

"?"

"Makanya ikut kami pulang," kata gadis yang berambut merah.

Ini fanfic pertama aku, silakan direview ya...