#02. The Red Train

Sudah 2 jam berlalu sejak kereta yg dinaiki Souji meninggalkan Stasiun Yasoinaba. Pemuda itu merebahkan punggungnya ke kursi, Ia menutup kelopak matanya yang sejak tadi terasa berat kemudian tertidur.

Baru tiga menit ia tidur, HP dari saku Souji bergetar.

Rrrrrr...Rrrrrrrr...Rrrrrrr...

Dengan kedua mata yg masih menutup, souji menjawab panggilan HP tsb.

" Ngh. . . Hallo? "

"Oh HI, Sweetheart!"

"Sweetheart?. . . ne dari sapa yah? *Yaaaawn* "

Souji menguap lebar, dia berfikir kalau penelepon kali ini adalah salah satu pacarnya yg ada di Inaba (current Gf: 7 ).

"Apa Kamu udah lupa dengan suara ku? "

Suara wanita itu memang terdengar sangat familiar di telinga Souji.

" I-Ibu? "

"*chuckle* iya cayang! Ini ibumu. . . Aku dan ayahmu baru saja tiba di Jepang"

" Oh, benarkah?"

"Uh hem. . . Kami akan menunggumu di Restourant Perancis, dekat stasiun." Jelas ibunya,

"jadi, kalau ka- - s- - - "

"Hm?. . . Hallo? Ibu?"

sambungan telepon mereka tiba-tiba terputus.

Souji memperhatikan HPsilver miliknya.

"Signal LOW? Pantas saja. . . "

"brrr... dingin sekali..." Gerutu salah satu cewe yang duduk di kursi depan Souji.

"Iya nih!" sahut teman cewe itu.

"mungkin AC nya rusak kali. . . "

"Ya, ya,.. Tapi ni AC udah kelewat dingin! Tau.."

Percakapan diantara kedua cewe-cewe itupun berlangsung.

Memang benar kata cewe itu, suhu udara di dalam kereta itu terasa sangat dingin. Dan tak hanya mereka, Souji dan penumpang lainnya pun juga merasakan hal yang sama.

". . . I'm... Frrr- eeezz-iing! "

Souji mulai kedinginan. Darahnya serasa membeku, dan hembusan nafas yang keluar dr mulutnya terlihat seperti asap.

"Serasa di kutub selatan! Argh! Sialan. . ." Souji mengomel di dalam hatinya...

"Aku ingin cepat keluar dari kereta yang kaya' kulkas ini!"

Suasana di sore hari itu, terasa semakin aneh. . . .

Hp Souji kembali bergetar.

"Oh, SMS. . . "

Ia mulai melihat isi SMS yang masuk, dan ternyata. . .

" Lagi- lagi Spam! Gak penting nih. . . "

Sebenarnya sudah 3 hari Souji mendapat Spam dan panggilan telefon dari pemuda yang tak dikenalinya. Pemuda misterius itu, hanya mengucapkan kata: "Tolong. . ."

Apakah Secret admirer si Souji? Ah, ga mungkin, peneleponnya kan' Cowo... Lagi pula Penggemar Souji mayoritas gadis-gadis dan tante - tante.

Rrrrrrrrr... Rrrrrrr... Rrrrr... Rrrrr...

Lagi-lagi HP Souji bergetar...

Aneh, padahal ga ada signal... Tapi kenapa bisa ada panggilan tlp?

Souji melihat layar HPnya,

"Private number? Tch, pasti dari orang iseng itu lagi..."

Dengan cuek, Souji menutup panggilan tlp itu dan menoleh ke arah jendela yang rada kabur akibat suhu kereta yang dingin. Ketika Souji sedang asyik menikmati pemandangan, sebuah tulisan muncul di kaca jendela kereta. . .

T O L O N G

Souji terperanjak kaget dan menjauhi jendela ketika ia melihat tulisan tsb.

"*gasp* Apa apaan ini?" Souji memegang kepalanya (kaya' gaya si Adachi mensummon persona)

"Hahaha... Sepertinya, Kereta ini sudah membuatku gila." gumam Souji.

Tidak lama setelah peristiwa aneh itu,

Tiba- tiba Kereta api berguncang ...

suara jeritan para penumpang yang panik (Khususnya cewe di depan kursi Souji) terdengar seperti suara yg berfrekuensi 30000Hz! "Ugh. . . bisa budeg aku nih!" Kata Souji, sambil menutup kedua telinganya.

"Diberitahukan kepada seluruh penumpang!"

Kata petugas kereta melalui speaker.

"Kami terpaksa menurunkan kalian semua di stasiun berikutnya, karena kereta ini mengalami sedikit gangguan teknis... Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Terimakasih"

Pengumuman tsb membuat para penumpang semakin KESAL!

"sedikit gangguan teknis? SEDIKIT APANYA? Kami tidak terima!" Kata salah seorang penumpang.

"KEMBALIKAN UANG KAMIII!"

Keributan penumpang di KA terus berlangsung, hingga akhirnya Kereta api bergerak semakin laju dari yang biasanya. Kecepatannya berkisar antara 3000-5000Km/Jam.

Sebagian dari penumpang terjatuh dari kursinya dan terhempas ke bagian belakang kereta.

Souji yang dari tadi hanya duduk manis di kursinya pun ikut terjatuh. . . Tapi dengan cekatan, ia meraih dan berpegangan pada kaki kursi penumpang yang ada di depannya.

Kereta yang ia tumpangi sepertinya tidak akan berhenti hingga menabrak sesuatu. Tapi dengan kecepatan yang seperti ini, apakah mereka semua bisa selamat?

"Ugh, kalau begini jadinya. . .aku. . ."

Souji mulai berputus asa. . . ia tahu kalau hidupnya akan segera berakhir di kereta itu.

Sekarang, pemuda itu mulai kehilangan tenaganya.

"I- Can'tâ€Ĥ Stand any longer. . ."

Sementara itu,

orang tua Souji menunggu kedatangan anak mereka di Stasiun.

"*sigh* anak itu kenapa belum nyampe juga ya?" Tanya Ibu Souji kpd suaminya.

"Jangan khawatir, dia pasti tiba sebentar lagi. . " Jawab ayah Souji sambil mengotak atik smart phone nya.

"Kenapa bisa selama ini? Sudah hampir malam . . . I'm so tired! "

"Oh Lihat!" Sahut si Ayah, " Itu pasti keretanya!"

Kereta berwarna merah itu menurunkan kecepatannya dan berhenti.

Para calon penumpang yang menunggu di pinggir rel KA sudah bersiap – siap menjinjing barang bawaannya. Namun, begitu pintu – pintu KA terbuka. . . Kegaduhan pun terjadi di kerumunan para calon penumpang.

"Kira – kira ada apa dengan mereka ya?" Ibu souji mulai penasaran.

Tampak beberapa petugas keamanan berlari menuju ke arah kerumunan tsb. Mereka melarang para calon penumpang masuk ke dalam kereta. . .

"Sepertinya ada yang tidak beres. . . " Kata Ayahnya Souji.

"Firasat ku jadi tidak enak. Ayo kita kesana!" Balas Sang ibu sambil menarik tangan suaminya. . .

. . .To be Continued. . .


Note:

(1) Author ga akan "memaksa" para readers untuk mereview ff ini .Tapi bagi yang mau mereview silakan aja dan jangan takut sama saya, cuz I wont Bite you. . .

(2) Persona milik Atlus