"Jadi Angel yang kau maksud adalah Luhan?" Reaksi Chanyeol, ketika Sehun menjelaskan kejadian tadi pagi padanya. Mereka berdua baru keluar dari kelas dan sekarang hendak menuju ke loker untuk mengambil beberapa barang mereka.

Sehun mengangguk, "Ya, kau lihat bagaimana reaksinya tadi? Lucu sekali"

Chanyeol tertawa, "Jadi alasan kau pindah kelas juga karena Luhan?"

Sehun berfikir sebentar kemudian menaikan bahunya, "Ya, mungkin."

"Dan kau jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya?" gumam Chanyeol dengan nada meledek.

Sehun hanya tersenyum, lalu ketika sampai dilokernya, ia segera membuka kuncinya sementara Chanyeol bersandar di loker sebelahnya. "Ku kira selama ini kau straight."

"Hey, aku ini memang straight—" belum selesai Sehun berbicara, Chanyeol langsung memotongnya.

"Dulunya, tapi ketika melihat Luhan kau jadi Gay." lanjut Chanyeol.

Sehun terkekeh pelan. "Awalnya kufikir Luhan adalah yeoja"

"Ya, Dia cantik."

Sehun langsung melemparkan death glare pada Chanyeol, "Jangan memujinya seperti itu"

Chanyeol tertawa, Ia sangat tau sifat Sehun yang sensitif. "Bercanda, Bercanda."

Sehun memutar bola matanya, menutup lokernya lalu berjalan meninggalkan Chanyeol.

"Hey tunggu!" Chanyeol segera menyusulnya dari belakang.

"Cafetaria? Kau serius kita makan disini?" tanya Luhan tidak percaya. Tempat yang disebut Cafetaria itu lebih pantas disebut sebagai food court. Benar-benar luas dan mewah. 2 kali lebih besar dari Cafetaria (kantin) di Sekolah Luhan yang dulu.

Baekhyun tertawa melihat reaksi Luhan. "Jangan berlebihan, ayo." Baekhyun menarik tangan Luhan, mereka masuk ke dalam Cafetaria.

Baekhyun dan Luhan mengambil nampan, lalu mulai mengantri untuk mengambil makan siang mereka.

Sejujurnya, Luhan mulai menyukai sekolah ini. Tapi satu hal yang Luhan bingung. Disini, Di Cafetaria ini, ada banyak murid yang memakai seragam berbeda dengannya. Ada sebagian anak yang mengenakan seragam berrompi hijau, biru kotak-kotak, bahkan ada beberapa anak-anak yang memakai jaket baseball. Oh, satu lagi. Sekumpulan anak yang memakai kemeja putih polos. Sementara Luhan dan Baekhyun mengenakan seragam kemeja putih dengan blazzer berwarna biru tua. Luhan bingung, Sebenarnya mana seragam yang benar untuk sekolah ini?

"Baek" panggil Luhan sambil menoleh ke baekhyun yang berada dibelakangnya, "Ya?"

"Lihatlah, kenapa banyak murid yang memakai seragam berbeda dengan kita?"

"Ahh, benar juga. Aku belum menjelaskan padamu ya."

"Menjelaskan apa?"

"Lihatlah," Baekhyun menunjuk kearah sekumpulan anak ber-rompi hijau, "Mereka adalah anak-anak nerds."

Luhan mengeritkan keningnya, "Nerds?"

"Mereka anak-anak kutu buku, lihatlah, kebanyakan dari mereka membawa buku kan? Wajah mereka juga terlihat serius"

Luhan memfokuskan pandangannya, benar juga. Kebanyakan anak ber-rompi hijau itu mengenakan kaca mata, dan terkesan culun.

"Mereka mudah di-bully." lanjut Baekhyun. "Lihat anak-anak berkemeja putih itu," Luhan mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjuk Baekhyun. "Mereka The Bullies, dijuluki seperti itu karena mereka sering membully murid lemah."

"Ohh.. Jadi yang dulu pernah membully mu juga mereka?"

Baekhyun mengangguk, "Ya." Baekhyun melanjutkan, "Kalau yang pakai jaket baseball itu—"

"Biar kutebak. Athlete? Anak-anak yang suka berolah raga?" Baekhyun mengangguk,

"Tepat. Mereka sering berada di area Gym, Pool, dan lapangan belakang. Tapi kadang mereka sering bertindak seenaknya disana, karena merasa itu wilayah mereka."

"Begitu ya.. Kalau yang ber-rompi biru kotak-kotak itu?"

"Aqua Berry."

Luhan mengerutkan keningnya, "Astaga apa lagi itu. Kenapa sulit sekali namanya" gumam Luhan bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Haha, mereka itu anak-anak orang kaya. Baju-baju yang mereka pakai itu berbrand Aqua Berry, Brand paling terkenal. Jadi mereka dijuluki seperti itu."

"Mereka pasti sombong."

"Ya, kadang."

"Apa tidak apa-apa memakai seragam berbeda seperti itu?"

"Tidak apa-apa, selama di baju mereka masih terdapat lambang sekolah ini."

"Begitu ya.." Dan tiba-tiba Luhan teringat sesuatu. "Oh ya, Bagaimana dengan..."

"Apa?"

"Oh Sehun? Ahh dia pasti anak aqua berry" tebak Luhan. Tentu saja, Luhan sudah bisa menilainya. Sifat Sehun yang seenaknya dan agak sombong itu sudah sangat ciri khas dari anak sok kaya yang sebenarnya hanya membuang-buang uang orang tua mereka.

Tapi Baekhyun menggelengkan kepalanya. "Tidak, Sehun tidak termasuk satu pun dari sekelompok murid itu."

Oh. Salah tebakan ya. Gumam Luhan dalam hati. "Lalu? Kau tau kan dia sangat menyebalkan, bertindak seenaknya dan—"

"Sehun bukan salah satu dari mereka karena dia—"

"The Royals." Yang dibicarakan tiba-tiba datang. Oh Sehun. Dia berdiri disamping Baekhyun dan merangkulkan tangannya dipundak Baekhyun, dan berhasil membuat Baekhyun membeku.

"Aku, Chanyeol, Kai. Kita The Royals, Yakan, Baekhyun?" Kata Sehun, lalu menoleh kearah Baekhyun. Baekhyun tidak bisa berkata apa-apa, ia hanya mengangguk. "Y-ya"

Lalu Sehun membisikan sesuatu pada Baekhyun. "Mengerti?"

Baekhyun mengangguk lagi, "Y-ya."

Luhan memandang mereka berdua dengan tatapan penasaran. Sehun sialan, bicara apa dia dengan Baekhyun.

Luhan mendengus kesal, "Heh, Apapun namamu dan teman-temanmu itu, aku tidak perduli. Lepaskan Baekhyun, Jangan dekat-dekat dengannya!" bentak Luhan lalu menarik tangan Baekhyun untuk berpindah kesebelahnya.

Baekhyun hanya pasrah ditarik oleh Luhan, jantungnya masih berbebar keras setelah dirangkul Sehun tadi. Calm down, Baek. Calm down. Sementara Luhan bingung dengan reaksi Baekhyun yang menurutnya berlebihan itu.

"Kukira tadi kau menanyakan tentangku pada Baekhyun?" ejek Sehun pada Luhan.

"Tidak!"

"Jujur saja."

"Sudah kubilang, Tidak!"

"Hey ada apa ini" Tiba-tiba Chanyeol dan Kai datang bersama. "Hey, Bro." sapa Chanyeol pada Sehun. Lalu ia berpaling ke arah Luhan dan Baekhyun. "Hai, Luhan, Baek"

Luhan dan Baekhyun hanya membalas dengan senyuman. Lalu Luhan kembali berpaling ke arah Sehun, "Hey kau. Asal kau tau saja ya, Apapun nama geng mu itu, aku tidak perduli. Jadi jangan terlalu percaya diri!" gumam Luhan tegas. "Ayo Baek" Lalu ia menarik tangan Baekhyun untuk mengambil makan siang mereka karena antrian sudah me-mendek seiring ia mengobrol dengan Baekhyun tadi.

Sehun tersenyum kecil melihat reaksi Luhan. "Hey." chanyeol menyiku Sehun pelan. "Apa?"

"Kenapa?"

"Apa yang kenapa?"

"Luhan, dan Baekhyun."

Tiba-tiba Kai memotong pembicaraan mereka, "Tunggu, tunggu. Siapa namja yang bersama Baekhyun itu?" Tanya Kai, yang memang tidak mengetahui Luhan karena ia berbeda kelas.

Sehun menjawab cepat, "Luhan. Murid baru."

"Oh.."

"Kenapa?"

"Manis."

"Kau menyukainya?" tanya Sehun sambil melirik Kai tajam. "Memangnya tidak boleh?"

"Tidak."

Kai tertawa, "Tidak, bercanda"

Sehun memutar bola matanya, "Ah, Kau ini sama saja dengan Chanyeol. Aku belum selesai dengan Luhan. bye" kata Sehun, lalu bergegas berjalan.

"Hey, Sehun!" Chanyeol dan Kai segera berjalan mengikuti Sehun.


"Baekhyun, Beritahu aku cepaat!" desak Luhan pada Baekhyun.

"Apa? Dia tidak bicara apa-apa, diam dan makanlah, Luhan." respon Baekhyun, lalu kembali pura-pura sibuk dengan makannya.

"Ish" dengus Luhan kesal. Ia penasaran dengan apa yang Sehun bisikan ke Baekhyun. Pasti itu tentangku, batinnya. Kenapa Luhan bisa yakin kalau hal yang sehun bisikan pada Baekhyun adalah tentangnya? jelas saja, Sekarang Baekhyun tidak ingin memberitahunya. Kalau hal itu bukan tentangnya, kenapa Baekhyun harus merahasiakannya dari Luhan? Oh astaga, Luhan benci sekali dengan Oh Sehun.

"Yah! Baek, Cepat beri tahu aku!" desak Luhan lagi.

"Jangan memaksa seseorang, tidak baik." gumam Sehun tiba-tiba, sambil meletakan makanannya disebelah Luhan dan duduk di sebelah Luhan.

Luhan menoleh kearah sehun dengan tatapan tidak percaya, "Kau.. YA! Oh—"

"Ini kantin, jangan teriak-teriak." kata Chanyeol, yang juga ikut duduk di depan Luhan—atau di sebelah Baekhyun lebih tepatnya.

"Chanyeol?" gumam Baekhyun tidak percaya. Seorang Park Chanyeol duduk disebelahku? batin Baekhyun.

"Hai baek" Sapa Chanyeol, dengan senyum khasnya yang bisa membuat semua yeoja tergila-gila itu.

Kembali ke Luhan, ia masih terlihat kesal dengan kehadiran Oh Sehun yang dengan seenak jidat duduk di sebelahnya itu. Ia baru saja hendak bergeser menjauh ketika seseorang menghentikannya. "Eit, tunggu. Tempat ini kosong kan?"

Ternyata Kai. Luhan baru saja hendak menjawab ketika Chanyeol sudah lebih dulu menjawab, "Duduklah kai. Makan sama-sama"

Kai mengangguk lalu menempatkan makanannya di meja dan duduk di sebelah kiri Luhan. Dan Luhan berada ditengah-tengah Sehun dan Kai sekarang.

"Hai, Aku—"

"Kai. Aku sudah tau." Potong Luhan kesal.

Kai menaikan bahu acuh tak acuh, "Ya, aku memang terkenal." gumamnya percaya diri.

Sehun memutar bola matanya, "Aku ingin muntah" ujarnya sarkastic. "Ngomong-ngomong, Luhannie"

"Jangan panggil aku seperti itu!"

"Oh, baiklah, baiklah. Luhan—"

"Kenapa kau duduk disini?!" potong Luhan kesal.

"Oh.. memangnya tidak boleh?"

"Tidak."

"Kau keberatan?"

"Ya. Sangat keberatan."

Lalu sehun berpaling kearah Baekhyun, "Baek, apa kau keberatan jika aku duduk disini?"

Baekhyun segera mengerjap, "e-eh.." ia melihat kearah Luhan yang seperti mengisyaratkannya untuk berkata 'ya'. Tapi ketika sadar bahwa Chanyeol juga sedang memperhatikannya, spontan Baekhyun menjawab "Tidak. Sama sekali tidak." tentu saja, kapan lagi dapat kesempatan makan siang bersama orang semacam Oh Sehun dan Park Chanyeol? tambah baekhyun didalam hatinya.

Sementara Luhan mendesah kesal dengan jawaban Baekhyun yang membuat Sehun tersenyum penuh kemenangan itu, "Lihat? Baekhyun saja tidak keberatan."

Luhan memutar bola matanya, "Terserah" Luhan mengambil sumpitnya lalu berpura-

pura sibuk dengan makanannya. Dalam hati ia masih bingung dengan Baekhyun, sebenarnya Sehun, Kai, dan Chanyeol ini siapa? Kenapa Baekhyun terlihat senang sekali mereka duduk disini? tanya Luhan dalam hatinya.

"Ngomong-ngomong, Luhan, kau ikut ekskul apa?" Nada suara Sehun yang sok imut itu membuat Luhan muak. "Tidak tau." jawab Luhan malas, tanpa melihat kearah Sehun.

Chanyeol buka suara, "Ikut fotografi saja, aku, sehun dan kai ikut ekskul itu."

"Kau juga, Baekhyun?" Tanya Luhan. Baekhyun menggeleng, "Tidak, Aku ikut ekskul vocal." Baekhyun memang tidak pernah ada bakat Fotografi, dan karena ia memang hobi menyanyi, jadi ia putuskan untuk ikut ekskul vocal.

"Sayang sekali ya." gumam Chanyeol tiba-tiba. Baekhyun menoleh, "Kenapa?"

"Aku ingin kau ikut ekskul fotografi juga."

"Memangnya kenapa?"

"Supaya aku bisa melihatmu terus? Dan menjadikanmu objek fotoku. haha"

Baekhyun diam-diam tersenyum malu, pipinya mulai memerah hanya karena satu kalimat sederhana dari Chanyeol.

Luhan, Sehun, dan Kai yang melihat pemandangan itu merasa geli dengan tingkah Chanyeol dan Baekhyun. "Gombal" tukas Luhan pelan.

"Hey, Luhan. Ikut ekskul fotografi saja" Ajak Kai pada Luhan. Tapi Luhan menggeleng, "Tidak, terima kasih banyak. Satu kelas dengan Oh Sehun sudah membuatku muak, dan sekarang aku harus mengikuti ekskul yang sama dengannya? Sekali lagi, Terima kasih banyak." ujar Luhan pedas.

Kai tertawa mendengar jawaban Luhan, sementara Sehun yang merasa namanya disebut-sebut tentu saja tidak terima dengan pernyataan Luhan. "Hey, memangnya aku salah apa padamu"

Luhan menoleh cepat, "Kau salah apa?! Masih bertanya?! Tidak tau diri"

"Aku hanya menumpahkan kopi—"

"Dan mengotori seragamku dihari pertama aku sekolah."

"Baiklah, hanya itu, la—"

"Lalu kau mengejek tinggi badanku"

"Hey, aku tidak mengejek"

"Dan kau menceritakanku didepan kelas, membuat aku terdengar seperti seorang yeoja!"

"Aku hanya—"

"Aku punya seribu satu alasan kenapa aku membencimu, jadi kumohon lebih baik kau menjauh dariku. oke?" Luhan bangkit dari tempat duduknya, "Aku kenyang. Baek, ayo."

Lalu melangkah pergi dari cafetaria.

"Hey, Luhan! Tunggu!" Baek segera pamit pada yang lain lalu mengejar Luhan.

Setelah Luhan dan Baekhyun berlalu, Sehun mendengus. "Hah. Gila. Sulit sekali dia." Sehun tidak percaya kalau orang yang mempunyai wajah sepolos dan seimut Luhan itu bisa menjadi sangat galak.

"Kurasa dia bukan tipe orang yang mudah ditakluki" gumam Kai, setelah melihat adegan debat Sehun dan Luhan tadi.

Chanyeol mengangguk setuju, "Benar sekali. Hampir sama seperti Baekhyun, tapi tentu saja Baek lebih manis"

Kai tertawa, "Eh ya, kau masih mengincar Baek, huh?"

"Tentu saja. Kurasa sekarang aku sedikit lebih dekat dengannya."

Sehun menghela nafas, "Ahh menyusahkan sekali. Lihat saja, nanti juga dia pasti jatuh cinta denganku."

"Berjuanglah" gumam Chanyeol. "Ya, kau juga. Kau tau, kurasa Baekhyun mulai menyukaimu"

"Dia memang menyukaiku"

Kai mengangkat alis, "Dia menyukaimu? Bagaimana kau tau?"

"Lihat saja reaksinya ketika dekat denganku. Seperti yeoja yang malu-malu" jawabnya percaya diri lalu tertawa. "Eh, ngomong-ngomong. Sehun, Tadi kau bicara apa dengan Baekhyun?"

Sehun menengguk jus kotaknya sebentar lalu meletakannya kembali dimeja, "Oh, soal itu. Aku melarang Baekhyun memberitahu identitasku yang sebenarnya"

"Identitasmu?"

"Ya, siapa aku sebenarnya."

Chanyeol dan Kai saling berpandangan bingung. "Siapa kau? Kau Oh Sehun"

"Ya, Oh Sehun. si Oh Sehun." gumam Sehun memperjelas.

Chanyeol dan kai akhirnya mengangguk mengerti, "Oh itu.."

Dan Sehun menyunggingkan senyum misterius.


Jam menunjukan pukul 10 malam, tapi Luhan masih terbaring dikasurnya dengan mata yang fresh. Ia tidak mengantuk sama sekali. Luhan masih membayangkan kejadian hari ini. Bertemu Oh Sehun, Kai, dan Chanyeol. Tiga anak yang disebut The Royals atau entah apa itu, siapa mereka?

Lalu ia menoleh ke arah Baekhyun yang sudah tertidur pulas diranjang yang tidak jauh darinya. Dan kenapa Baekhyun terlihat senang sekali dengan keberadaan mereka? Apa yang dibisikan oh sehun pada Baekhyun? Kenapa Baekhyun tidak mau memberitahu ku? Luhan nengacak-acak rambutnya kesal. Terlalu banyak pertanyaan yang menghampiri fikirannya.

"Aku bisa gila" gumamnya pelan. Ia mengambil ponselnya lalu menatap benda itu sebentar "Ibu kemana ya.." Biasanya ibunya suka menelponnya dimalam hari untuk memastikan apa Luhan sudah tidur atau belum. Tapi malam ini? Tidak ada satupun missed call dari ibunya.

Luhan menghela nafas lalu meletakan ponselnya di sebelahnya dan menarik selimut mencoba untuk tidur. Baru saja ia hendak menutup matanya ketika sebuah bunyi kecil dari ponselnya kembali membuka matanya lebar. Sebuah pesan masuk. Luhan segera mengambil ponselnya dan membuka pesan tersebut.

fr: +8273972294
10:02 pm KST

Hai Lulu, sudah tidur?

Luhan mengerutkan dahinya. Lulu? Siapa ini? sembarangan saja mengganti nama orang. Batin Luhan. Lalu ia segera membalas.

to: +8273972294
10:03 pm KST

Siapa ini? Aku Luhan, Bukan Lulu.

kurang dari 1 menit, pesan baru sudah masuk.

fr: +8273972294
10:03 pm KST

Masa sudah lupa denganku? Hari ini kita selalu bertemu loh ^_^

Luhan berfikir sejenak, lalu terdiam. Oh Sehun sialan?

to: +8273972294
10:05 pm KST

Setan yang menumpahkan kopi diseragamku?

fr: +8273972294
10:05 pm KST

Hey, aku bukan setan. Mana ada setan setampan aku.

Luhan rasanya ingin melempar handphonenya saat itu juga. Kenapa harus Oh Sehun lagi? Astaga aku benar-benar bisa gila.

to: +8273972294
10:06 pm KST

Darimana kau dapat nomorku?

fr: +8273972294
10:06 pm KST

Jangan tanyakan itu, aku ini bisa mendapatkan nomor siapapun yang aku inginkan.

to: +8273972294
10:07 pm KST

Jangan banyak bicara. Bagaimana mungkin.

fr: Oh Satan (Luhan sudah mengganti namanya)
10:08 pm KST

Karena aku Oh Sehun ;)

Luhan memutar bola matanya lalu memutuskan untuk tidak membalas pesan Sehun. Buang-buang waktu.

Lalu lima menit kemudian handphonenya kembali bunyi.

fr: Oh Satan
10:13 pm KST

Lulu sudah tidur? Baiklah, Selamat malam. Mimpi indah, babe 3

Dan Luhan bersumpah ia ingin muntah saat itu juga.


Baekhyun dan Luhan sedang duduk berdua di kantin sambil menikmati jus mereka dan mengerjakan beberapa tugas yang diberikan oleh guru sains mereka, .

Mengerjakan tugas biasanya dilakukan di perpustakaan, bukan? Tapi Baekhyun dan Luhan memilih mengerjakannya di kantin, karena bisa sekalian makan, katanya.

"Luhan, kurasa jawaban yang ini ada di buku yang waktu itu kubaca di perpustakaan." gumam Baekhyun sambil menunjuk sebuah soal yang tertera di bukunya. Luhan melihat ke arah yang ditunjuk Baekhyun. "Kau punya bukunya?"

Baekhyun menggeleng, "Tidak. Aku tidak meminjamnya."

"Kalau begitu biar aku ambil diperpustakaan sekarang." gumam Luhan. Tapi Baekhyun segera menahannya. "Tunggu, memangnya kau tau perpustakaan dimana?"

Luhan terpaku. Ah benar juga.. "Aku bisa bertanya."

"Tidak, minta lah denah sekolah pada guru piket. Kau tau dimana ruangan guru piket, kan?"

Luhan mengangguk, "Lantai dua, tepat di depan tangga." jawab Luhan yakin. Baekhyun tersenyum, "Bagus. Kalau begitu pergilah."

Luhan beranjak dari kursinya, "Aku pergi dulu" gumamnya pamit, lalu beranjak keluar dari cafetaria.

Sementara Baekhyun masih duduk di bangkunya sambil melihat-lihat soal yang lain.

"Hai baek." sapa seseorang yang langsung duduk saja di depan Baekhyun. Baekhyun mendongak melihat orang itu dan jantungnya tiba-tiba berdetak dua kali lebih kencang.

"Chan—ehem—Chanyeol?" Saking gugupnya, suara Baekhyun tiba-tiba berubah serak.

Chanyeol hanya tersenyum lalu melihat ke buku-buku yang berserakan di meja. "Mengerjakan tugas?" tanyanya.

Baekhyun mengangguk, "Ya, tadinya berdua dengan luhan. Tapi dia sedang ke perpustakaan sekarang."

"Ohh" gumam Chanyeol pelan sambil mengangguk pelan. "Oh iya, ada yang ingin ku bicarakan."

Baekhyun menelan ludah panik. Wajah chanyeol yang terlihat serius membuat ia gugup. Astaga tenanglah Baekhyun, tenang. Gumam Baekhyun pada dirinya sendiri.

"Soal apa?"

"Soal Luhan."

Baekhyun terdiam. "Luhan?"


Tadaa! Update!

Anyway aku lupa ngasih tau, Sekolah disini itu aku terinspirasi dari sebuah sekolah di game. Kalo yang suka main PS2, coba deh mainin game Bully. Game ini seruuuu banget, berkisah tentang anak sekolah yang nakal gitu dehh. Aku jatuh cinta(?) sama geme ini sampai akhirnya mutusin buat make sekolah yang ada di game tersebut untuk FF ini. Buat yang penasaran sama gamenya bisa dicari di google. :3

Ohyaa, makasihhh banyak buat yang udah nge-follow, fav, dan review cerita inii. Do it more because it's giving me a spirit to continue this story. 3 Thank you soo much.

Sampai jumpa di Chapter berikutnya :D

p/s. Maaf banget gabisa bales review satu-satu, tapi aku baca semua kok. Makasiiihhhh banyaaak 3 Yang mau kritik atau saran juga bisa, jan malu malu :3