HARI BERSAMA KAPAL

KagsRai

(Ganti pen name)

WARNING! DRABBLE RANDOM SHIP/OTP!

[NoyaHina]

Setelah kejadian Natsu entah kenapa kepalanya bisa benjol dan kameranya kenapa bisa rusak, Hinata bergegas meninggalkan rumah, waktu ngumpul di Karasuno pukul 4 sore dan sekarang masih jam setengah tiga. Hinata memasukkan beberapa pakaian, snack, keperluan alat mandi dan berbagai macam barang ia bawa. Satu koper penuh dengan satu tas tenteng.

"Nii-chan?" panggil Natsu.

"Nande Natsu?"

"Jam berapa kau pergi? Apakah 'mas melo'-nya udah dibawa?" bertahun-tahun Natsu sekolah, dia masih gak bisa ngomong 'marshmellow'. Mungkin 2020 jadi 'Mas Selaw'.

"Umm aku berangkat jam 3, Okaa-chan nanti ada di rumah beberapa menit kedepan, dan aku ingat kok marshmellownya!"

Natsu mengangguk lalu meninggalkan sang Kakak sendirian. Entah beberapa menit kemudian, suara bel rumah terasa nyaring didengar, cukup membuat Natsu kaget yang dari tadi kerjaannya cuman bengong.

"Okaa-chan!" pikirnya.

Ia melesat layaknya sebuah roket yang siap meluncur ke Matahari—yang sangat tidak masuk akal—lalu membuka pintu rumah dengan mata berbinar. Berharap Okaa-chan membawa oleh-oleh dari mana tau.

"Yo Hina—"

"Okaa—"

"HEEE SIAPA KAMUU?!" teriak dua orang bodoh yang saling menatap.

"Mau apa kau kesini? Aku tidak mengenal mu! Sana pergi! Kalau kau mencari Shoyo—eh salah—Nii-chan, dia sedang dalam pengawasan ku!" bentak Natsu.

"Sho-shoyo? Pengawasan? Aku tidak mengerti maksud mu. Aku kakak kelas Hinata! Nishinoya!"

"Yoshinoya? Eh apaan sih? Noyanoya? Apaan dah? Sushinoya?"

"NI-SHI-NO-YA!"

"Oh Sushi, bilang dong dari tadi."

"KAMVRET—"

"Ada apa?" seseorang menyela perdebatan antara makhluk bodoh, meskipun dia juga bodoh.

Hinata menatap Nishinoya lekat-lekat, dia langsung tersenyum lebar sambil berlari ke arahnya. Nah, disitu Natsu merasa dianiaya oleh kakaknya sendiri. DEDEK GAK KUAT MZ.

"Noya-san! Apa yang membuat kamu kemari?" Tanya Hinata sesopan mungkin agar adiknya mencontohi dirinya.

"Aku tidak sengaja beli onigiri di sekitar sini, dan aku juga berniat jalan ke Karasuno bareng mu. Awalnya ngajak Asahi, Sugawara atau Daichi. Tapi mereka menolak! Apalagi si janggut!"

"Wah! Baru aja mau ngajak Yamayama-kun! Kalau gitu tunggu aku sebentar, Noya-san tunggu saja dulu."

Noya udah senang bukan kepalang, tapi lain cerita kalau versi Natsu. Mukanya udah ngajakin perang dunia ke 10. Noya yang merasakan sensasi greget antara dia dan Natsu, ia menahan kan diri untuk tidak me'rolling thunder' ke arah Natsu biar tuh bocah mental ke Arab.

"Oh ya, Natsu! Perkenalkan, ini Nishinoya-senpai! Dan Noya-san ini Natsu! Adik ku yang imut!" puji Hinata kepada Natsu, nah disitu berasa Natsu dapet 1 point. Tapi, Noya senang dia dipanggil 'senpai' sama Hinata. Dia merasa hatinya udah disko, sambil menahan senyumannya yang ngalahin Kuchisake Onna.

"Ah! Aku mau mengepakkan barang lagi! Noya-san tunggu sebentar ya sama Natsu!" ucap Hinata sambil tersenyum meninggalkan mereka berdua nosebleed 10 ember akibat senyuman Hinata.

Satu menit berlalu, Hinata benar-benar tenggelam dengan barang yang entah apa yang ia bawa. Natsu menatap Noya dengan sinis, tidak sudi Noya menginjak rumahnya yang suci—begitu kata Natsu.

"Oi Yuu-kisama." Yep, kisama itu keparat.

"Oi oi, kenapa teme?" balas Noya sambil melototi adik Hinata.

"Pergi lu dari sini, Shoyo-chan itu punya gua semata."

"Najis, sorry ya, Shoyo itu adik kelas gua yang tercinta eh kutil kuda."

"Ye bau lah kampret, dasar lu anak kambing."

"Ye elu anak anoa!"

"Berarti lu juga ngatain emak gua sama Shoyo-chan dong! Wah parah lu, gua lapor mampus lu."

"Anjrit." Dan berakhir dengan kicepan Noya tidak berdaya menghadapi Natsu.

Beberapa menit berlalu dan mereka berdua hanya bisa adu melotot, Hinata menghampiri mereka selesai kemas-kemas dan siap pergi kemping, tapi yang ia lihat adalah mata mereka yang perih seperti habis dikasih cabai 2 kilo.

[DaiSuga]

"Yosh akhirnya sampai juga!" seru Sugawara sambil tersenyum.

Daichi yang disampingnya merasa dag dig dug der melihat wajah imut Sugawara yang butuh di kondisikan. Daichi hanya bisa pasang muka naber, karena dia sama sekali tidak tahu apa yang harus di balas dari kalimat Suga. Akhirnya ia hanya bisa menghela napas.

"Ayo kita cari yang lain!" ajak Suga dan di balas anggukkan Daichi.

Tapi sejauh ini belum ada yang sampai kecuali mereka, awalnya Asahi ikut tapi dia kepingin beli es krim di toko yang sedang populer. Entah mengapa si janggut suka sama es krim, padahal ada Noya di hati. Mereka pun duduk berduaan di bawah pohon yang rindang, menatap langit lekat-lekat.

'Duh gusti cobaan apa ini duduk berduaan.' Batin Daichi menahan wajah ronanya.

"Kenapa ya semua orang belum datang…" ucap Daichi untuk merenggangkan suasana.

"Karena aku cinta kamuuu!—"

Tepat saat Sugawara melepaskan kata-kata haram dari mulutnya, Daichi merasa dunia berhenti berputar, jantungnya disko massal dan hatinya kalang kabut. Ia merasa ada air terjun yang siap keluar kapan saja dari hidungnya, dan tangannya terasa kaku selama berabad-abad.

"—Ahahaha! Bercanda ko—" kalimat Sugawara terhenti saat Daichi reflek merengkuh tubuh Sugawara erat-erat.

"—DA-DAICHI?!" persetan dengan dunia, Daichi sudah menemukan dunia yang baru.

[ShimiHito]

(Warn! Saya peringatkan bahwa ini isinya random pairing, kalau nanya kok ada yuri, namanya aja random pairing)

"Shimizu-senpai!" oke, for your information sebelum dialog selanjutnya, saya gak tau Yachi panggil Kiyoko pakai nama apaan.

"Ah, Hitoka-chan." Balas Kiyoko sambil tersenyum ke arah Yachi yang sedang girang karena ia ikut serta dalam kemping ini.

Kedua kaum hawa berjalan beriringan, keduanya saling membisu, menunggu salah satu di antara mereka membuka topik pembicaraan. Akhirnya, sebagai Senpai yang baik, Kiyoko mengambil langkah awal.

"Ah… aku sudah tidak sabar kemping bersama mereka dengan mu juga." Jelas Kiyoko, Yachi merasa mukanya panas karena kalimat 'dengan mu juga' itu berdampak bagi dirinya.

"A-aku juga!" balasnya sejelas mungkin.

"Hihihi, kau lucu juga." Entah apa maksud Kiyoko sepertinya dia ngirim sinyal kode apalah itu.

"Shi-Shimizu-senpai juga cantik! Eh lucu!"

Kiyoko hanya membalas senyuman malaikat andalannya sambil menyibak-nyibakkan rambutnya ala iklan Pentin di TV lokal. Itu saja membuat mata Yachi berair akibat efek cahaya yang terlalu terang, sehingga siapapun yang melihatnya pasti sekejap kejang-kejang. Eh, salah.

Tapi takdir berkata lain yang sama sekali tidak nyambung dengan paragraf barusan, saat mereka nyebrang, sebuah truk melaju cepat dan tak terkendalikan jadi sia-sia saja menginjak gas kencang-kencang. Yachi panik, karena 5 detik lagi, truk itu akan menghantamnya kuat-kuat sehingga dia kalang kabut dan kakinya mendadak keram

"KYAAAAAAA!" teriaknya.

"HITOKA-CHAN!"

Kiyoko mendorong tubuh kecil Yachi sehingga mereka berdua terpental ke arah trotoar, pengemudi truk tadi memberi klakson panjang karena sudah khawatir mereka melayang duluan ke langit ketujuh.

Tapi, barusan belum gregetnya seperti kejadian yang ditimpuk sama Kiyoko dan dada Kiyoko pas di muka Yachi, napas Yachi tersengal karena dadanya berada di tengah-tengah wajah Yachi.

"Ahn! Shi-Shimizu-senpai!" desah eh keluh Yachi.

"A-ah! Hi-Hitoka-chan!" entah kenapa percakapan berikut ini terlihat ambigu jika dimaknakan dalam artian lain.

Ya… biar waktu menjawabnya apa yang terjadi selanjutnya. Mungkin adegan desah mendesah atau Yachi dan Kiyoko saling meminta maaf tentang kejadian barusan. Ya, Author berharap desah mendesah, kali-kali gitu Kiyoko beraksi melakukan hal yang luar biasa. Koreksi, Author gak terlalu suka yuri tapi demen aja ngetik berbau yuri.

a/n: Siapa sangka Noya bisa jadi Seme Hinata? Bingung dengan perbedaan tinggi tapi saya lebih menantikan Author lain mengetik pair NoyaTsuki. Adegan ShimiHito itu saya lagi buntu, karena selama ini saya belum pernah nulis eh ngetik tentang yuri, coba-coba lah nulis. Terlebih lagi, maaf jika ada EYD, OOOC TYPO berkeliaran dan terima kasih telah membaca. Terutama:

Akasuna Yuri Chan: Iya imut kok beb, kayak akuuu /gak. Kamu mau OiIwa? Atau Bokuro:v? Saksikan fanfiksi lainnya yang akan saya publish nanti. Kalau tidak mau nunggu, tunggu aja chapter-chapter berikutnya! /sm aja nunggu:v.

Miss Chocoffe: Aduh beb kamu ngetik komennya panjang sekali kayak cinta ku ke kamuuuu, AHAHA EAK. Incest nganu? Aduh itu belum naena, dedek gak kuat liat mas Akiteru naena sama Kei . Oya? Oya oyaaa makasih koreksinya tentang Typo dsb, sangat membantu loh say /gak.