Title : Blue Spring Ride
Author : Ryu Minami BoojaeBear
Cast : YunJae and DBSK Family
Rated : T
Warning!
Boys Love, Yaoi
DLDR ya, a.k.a Don't Like Don't Read
Happy Reading ….
Chapter 2
Kriingg .. Kriingg .. Kriingg..
Suara alarm berbunyi begitu nyaring memenuhi kamar yang didominasi dengan warna pink itu. Kamar tersebut bagaikan kapal pecah. Pakaian berserakan dimana-mana, dan jangan lupakan selimut yang tidak sampai menutupi seluruh tubuh seorang namja yang kini tengah terlelap di atas spring bed dengan motif yang sama sekali tidak sesuai dengan gendernya, Hello Kitty.
Grasak-grusuk terdengar akibat tubuh orang tersebut yang terlihat tidak tenang dengan tidurnya. Sepertinya namja tersebut cukup atau bisa dibilang sangat terganggu dengan suara alarm yang tidak berhenti berbunyi itu. Segala macam cara dilakukannya untuk menutup telinganya. Mulai dari menutup telinganya dengan bantal hingga jungkir balik di atas spring bed nya, akan tetapi tidak mempan. Merasa jengkel, akhirnya namja tersebut menggunakan cara terakhir dengan …
BRAK!
(Jae POV)
Ku lemparkan bantal ku ke arah alarm sialan tersebut dan ..
BRAK!
Tepat sasaran.
Alarm sialan! Kepalaku terasa berdenyut akibat tidur nyenyakku yang terganggu dengan suara nyaringnya. Apakah alarm tersebut tidak memiliki simpati sedikitpun padaku? Oh ayolah, bahkan terhitung belum dua jam aku memejamkan mataku karena harus mati-matian belajar untuk ujian besok pagi jam tujuh lewat lima menit.
Tunggu dulu, ini jam berapa?
Ku raih kembali alarm naas yang kini teronggok di dekat lemari pakaianku. Ku teliti kembali angka yang terdapat di benda bundar tersebut. Kedua jarumnya sama-sama terarah tepat ke angka 6, yang berarti pukul setengah tujuh.
"Hoaam, baru setengah tujuh rupanya" gumamku pelan sambil menguap sedikit.
Tunggu dulu. Sekarang jam setengah tujuh. Ujian dimulai pukul tujuh lewat lima menit. Yang artinya . . . .
DEG!
"Huwaaaaa umma Joongie terlambat!"
Secepat kilat aku berlari ke arah kamar mandi yang terletek disudut kanan kamarku. Waktu setengah jam yang biasa kugunakan untuk mandi, kini dengan sangat terpaksa ku kurangi dua puluh lima menit. Yang artinya aku mandi hanya dalam waktu lima menit. Masa bodoh dengan ritual mandi cantikku. Sekarang siituasinya darurat.
Setelah mandi dan berpakaian, aku buru-buru berjalan ke arah ruang makan. Ku lihat umma yang sedang menyeduh kopi hangat untuk appa.
"Umma, kenapa tidak membangunkan Joongie? Joongie ada ujian pukul tujuh ini umma" tanyaku kepada umma dengan bibir yang maju beberapa centi.
"Aigoo. Coba lihat siapa yang merajuk. Jelas-jelas dari tadi umma sudah membangunkanmu Joongie, bahkan umma sampai menggedor pintu kamarmu. Tapi kau tidak bangun-bangun juga. Ya sudah umma biarkan saja. Kalau kau tidak percaya, coba tanyakan saja pada appamu. Jadi, siapa yang salah disini? Umma apa Joongie, hmm?" Jawab umma yang seketika membuatku berpikir, apa mungkin tadi jiwaku sedang tidak berada di tempat sehingga membuatku terlelap begitu nyenyak? Ah sudahlah! Semakin lama pikiranku semakin tidak waras.
Berpikir terlalu keras membuatku secara tidak sadar sudah menghabiskan selembar roti dan segelas susu putihku. Setelah mencium pipi umma dan appa, aku langsung pamit dan bergegas ke sekolah.
oOo
BlueSpring Ride
oOo
Sial!
Bagaimana mungkin aku tertidur selama dua jam dan sekilas melupakan bahwa hari ini adalah jadwal ujian dari Lee seonsaengnim? Sepanjang koridor sekolah sudah beribu umpatan yang kuucapkan di dalam hati.
Setelah lima menit berjalan, akhirnya diriku sampai juga didepan kelasku, 2-A. Ku ketuk sebentar pintu kelas tersebut dan membuat semua mata di kelas itu memandangku. Untungnya Lee seonsaengnim tidak memarahiku, ya tentunya setelah aku berjanji untuk tidak terlambat lagi. Kudaratkan pantatku ke bangku pojok kanan dekat jendela yang disebelahnya telah ditempati oleh sahabatku di Toho Senior High School ini, siapa lagi kalau bukan Junsu si bebek berbokong seksi itu.
"Yak Joongie, bagaimana bisa kau terlambat disaat seperti ini?" Ucap Junsu sambil berbisik, pasalnya di depan Lee seonsaengnim sedang memberikan pengumuman untuk tidak mencontek yang tentu saja dengan senang hati akan di'turuti' oleh kebanyakan siswa, tapi tidak denganku dan Junsu tentu saja.
"Entahlah Su-ie, kurasa kau tahu sendiri jawabnnya. salahkan saja otakku yang sulit untuk mencerna angka-angka statistik di buku paket sialan itu sehingga aku harus bekerja keras untuk mempelajarinya hingga pukul setengah lima pagi." Jawabku secara detail padanya agar dia berhenti bertanya. Dan pilihanku kali ini untuk menjawab secara detail kepada Junsu sangat tepat, karena setelah itu hanya gumaman kata 'oh' yang terdengar dari mulutnya. Tak berapa lama ujian pun dimulai.
oOo
BlueSpring Ride
oOo
Sekarang adalah waktu istirahat. Biasanya setiap istirahat aku dengan ditemani oleh Junsu akan menuju ke taman belakang sekolah untuk menghabiskan waktu istirahat sambil memakan bekal yang selalu ku bawa dari rumah.
"Joongie, minggu depan sudah musim semi. Apa rencanamu? Apakah kau masih pada niat awalmu yaitu menunggu cinta pertamamu itu?" Ucap Junsu memecahkan keheningan. Kami sudah selesai makan dan sekarang tengah berbaring di rumput halaman belakang sekolah dengan posisi kedua tangan menyanggah kepala.
"Tentu saja Su, kau selalu tahu itu." Ya tentu saja aku akan selalu menunggu'nya', Yunnie-ku. Sampai sekarang aku masih selalu mengharapkan kehadirannya disisiku disaat musim semi nanti. Aku selalu yakin kalau dia pasti akan kembali. Entah kapan itu, yang jelas musim semi akan selalu ada tiap tahunnya. Dan aku akan selalu menunggunya. Jika musim semi kali ini dia tidak datang, maka aku akan menunggu musim semi berikutnya dan begitu seterusnya sampai dia berada tepat di hadapanku.
"Apa kau tidak jenuh? Selama bertahun-tahun kau selalu menunggunya tetapi sekedar mengetahui kabarnya saja kau tidak tau, Joongie"
"Jenuh ya? " aku memberi jeda sedikit. "Jika kau bertanya apakah aku jenuh, jawabannya tidak. Tidak akan pernah. Justru setiap waktu rasa rinduku padanya lebih mendorong semangatku untuk berjumpa dengannya. Aku mencintainya Su, meskipun harus berjuta musim semi yang harus aku lewati untuk bisa bertemu dengannya, aku rela. Mungkin terdengar gila, tapi begitulah aku jika menyangkut tentangnya."
Setelah itu aku tidak lagi mendengar perkataan Junsu. Dia terdiam. Mungkin, dan yah aku yakin dia sangat mengerti dengan jawabanku.
oOo
BlueSpring Ride
oOo
Musim Semi.
Musim semi pertama pada tahun ini akhirnya tiba juga. Aku tidak sabar menunggu hal yang selalu ku tunggu-tunggu selama ini. Semoga kali ini keinginanku terwujud.
Tuhan, ku mohon kali ini kabulkanlah permintaanku.
Beberapa minggu ini aku lalui seperti biasa. Aku tetap menunggu kehadirannya dengan sejuta keyakinan, ah tidak semilyar keyakinan lebih tepatnya. Junsu juga tidak berhenti menyemangatiku dan dia juga meyakinkanku kalau aku pasti akan bertemu dengan Yunnie. Junsu memang yang terbaik.
Sore ini Junsu menemaniku ke pusat perbelanjaan di Seoul untuk membeli segala keperluanku selama musim semi ini. Mulai dari baju hingga asesoris. Hingga menemaniku ke salon untuk menata gaya rambutku. Ya, seperti inilah diriku ketika musim semi. Setiap musim semi penampilanku kembali menjadi seperti diriku yang dulu, modis dan fashionable. Tapi hanya diluar sekolah saja aku akan berpenampilan seperti ini. Alasan diriku merubah kembali penampilanku di saat musim semi adalah tidak lain agar Yunnie-ku dapat mengenaliku ketika kami bertemu nanti.
Namun lagi-lagi seperti ini. Penantianku berakhir sia-sia. Sekarang adalah minggu terakhir musim semi di tahun ini, namun dirinya tidak datang. Mungkin Tuhan masih ingin menguji kesabaranku. Dan seperti tahun kemarin, aku akan mempersiapkan diriku menanti musim semi berikutnya. Junsu selalu ada untukku. Meskipun dia sekarang telah memiliki kekasih, tetapi dia sama sekali tidak mengurangi waktunya untukku. Ya, pada pertengahan musim semi kemarin Junsu akhirnya mendapatkan seseorang yang begitu mencintai dan menyayanginya. Namanya Park Yoochun. Seorang siswa kelas sebelah dan ternyata dia murid pindahan. Dia menyatakan cintanya kepada Junsu didepan umum, tentu saja dengan kata-kata yang mampu membuat Junsu speechless dan langsung menerimanya. Romantis bukan? Ah beruntungnya sahabat bebekku satu-satunya itu.
Sekarang aku dan Junsu sedang berada di kelas dan membicarakan tentang hubungannya dengan kekasihnya yang berjidat lebar tersebut ketika tiba-tiba kami dikagetkan dengan kehadiran Im Seonsaengnim wali kelas kami. Seketika kelas yang tadinya ribut menjadi tenang.
"Baiklah semuanya, di minggu penghujung musim semi kali ini kita kedatangan murid baru. Nah masuklah." Suara Im seonsaengnim mengisi kelas diikuti kemunculan seorang namja asing dari arah pintu.
"Silahkan perkenalkan dirimu." Ucap seonsaengnim lagi kepada namja tersebut.
"Annyeonghaseo yeorobun. Perkenalkan namaku Jung U-Know. Kalian bisa memanggilku U-Know. Aku pindahan dari Jerman. Mohon bimbingannya. Bangaoseumnida." Ucap namja tersebut dengan lantang. U-Know? Nama yang unik. Wajahnya terbilang sangat tampan. Dengan pustur wajah yang kecil, mata sipit bak musang, hidung mancung, dan bibir berbentuk hati. He's perfect. Eiiitss, tidak boleh Kim Jaejoong, kau sudah mempunyai Jung Yunho yang lebih tampan dari namja yang berada di depan kelasmu sekarang. Tapi entah mengapa wajahnya terlihat begitu familiar di wajahku. Ah entahlah, aku tidak peduli.
(Jae POV end)
Tuhanlah yang mengatur segalanya, dan takdirlah yang mempertemukan dua insan yang terikat di dalamnya. Dari sekian banyak permintaan yang kau ucapkan, Tuhan pasti akan mengabulkannya suatu saat nanti. Dan bisa jadi permintaanmu tersebut sudah dikabulkan tetapi dirimu sendirilah yang kurang peka dengan keadaan.
To Be Continue
Haii lagi xD
Blue Spring Ride update kembali.
Oh ya, saya mau menjelaskan sesuatu disini. Cerita ini lebih mengambil sudut pandang dari Jaejoong, karena menurut saya terlalu ribet jika setiap saat selalu bergonta-ganti sudut pandang.
So, harap dimaklumi ya
Balasan Review
shipper89 : iya ini udah di lanjut
dhy chan : hehehe, iya aku banyak ngerubah kisahnya. Cuma beberapa aja yang agak mirip. Makasih udah suka sama ff abal-abal ini :D
Lawliet Jung : sama aku juga suka banget sama animenya, si Kou itu loh xD ini udah di lanjut
5351 : iya, kasian Jae Cuma dideketin karena ada apanya, bukan apa adanya
Makasih banyak yah yang udah mau fict ini makasih juga buat udah yang suka sama fict ini
Makasih yang udah nyempetin ninggalin jejaknya :D
Makasih juga buat silent reader.
See you next fict :D Fighting!
