PICK ME

Main cast:

Fang, Halilintar B., Taufan B., Gempa.B., Blaze B., Ice B.

Disclaimer:

Karakter Boboiboy bukan punya saya. Saya hanya meminjam para karakter sebentar.

WARN! GS, OOC, TYPO, AU.

I HOPE YOU ENJOY THIS STORY~

.

.

.

.

"Fang, bisakah kau bawakan buku ini ke perpustakaan?" tanya guru BP.

Fang yang baru selesai menyelesaikan data-data para OSIS pun segera menghampiri sang guru, "Tentu saja bu guru."

Pemuda berambut raven itu segera membawa beberapa tumpukan buku yang lumayan banyak ke perpustakaan. Dengan santai bibir seksi nya mengeluarkan sebuah siulan. Guna menghilangkan keheningan.

Beberapa siswi yang melewati Fang mulai terpesona. Ya, Fang sangat terkenal di kalangan para siswi. Sebagai ketua OSIS SMA Pulau Rintis, ia juga terkenal dengan keahliannya dalam bermain basket. Sudah beberapa medali emas yang Fang raih untuk lomba basket. Jadi tak heran jika para siswi sangat mengaguminya.

Fang juga terkenal dengan keramahannya. Senang mengajak bercanda, dan juga kepintarannya dalam pelajaran akademis. Kacamata yang selalu ia pakai menambah kesan ketampanannya sebagai pangeran sekolah.

"Kak Fang, mau kubantu?" tanya seorang wanita berambut hitam panjang dengan senyuman manisnya. Mata bulatnya serta pipinya yang chubby dan bibirnya yang kecil berwarna merah muda.

"Ah, tidak usah Gempa. Aku bisa membawanya sendiri." ucap Fang sambil tersenyum manis.

BLUSH

Wajah Gempa memerah. Hatinya berbunga-bunga ketika Kakak Kelas yang ia sukai tersenyum dan bahkan mengenalinya. "Kak Fang kenal aku?" tanya Gempa malu-malu.

"Tentu saja. Kau Gempa Boboiboy bukan? Murid kelas 10 yang kemarin ikut mendaftarkan diri sebagai anggota OSIS?" ucap Fang. Gempa semakin salah tingkah dibuatnya.

"A-ah ternyata Kak Fang mengenaliku." ucap Gempa dengan pipi yang bersemu merah. Bibir bawahnya ia gigit, berharap rasa malunya hilang seketika.

"Tentu saja. Kau salah satu dari Boboiboy bersaudara kan?" tanya Fang.

"Ah, iya. Aku Boboiboy tertua ketiga. Maafkan kelancangan Kak Taufan dan Blaze kemarin." ucap Gempa sambil membungkuk sopan.

"A-ah, tidak perlu sampai membungkuk seperti itu Gempa. Aku tidak apa-apa," ucap Fang.

Gempa kembali menundukkan kepalanya, "Anu Kak Fang, sebenarnya—"

"KAK FAAAAAANGGGGGG!!!!!"

GREP

"KAK TAUFAN! SUDAH KUBILANG JANGAN DEKATI KAK FANG!"

"Kak Taufan? Blaze? Apa yang kalian lakukan disini?!"

"Kak Gempa sendiri sedang apa disini? Berdua-duaan dengan Kak Fang lagi! Hei, lepaskan Kak Fang, Kak Taufan!"

"Tidak mau! Kak Fang is mine!"

Dalam sedetik, Fang kembali menjadi rebutan para Boboiboy. Blaze yang berusaha menyingkirkan Taufan dari lengan Fang. Gempa yang berusaha menyingkirkan Taufan dan Blaze dari Fang. Dan Taufan yang sibuk mengeratkan pelukannya pada lengan kiri Fang.

Sejenak, Fang merasa dirinya seperti tokoh utama pria tampan di film-film romantis. Sungguh, rasanya Fang ingin melarikan diri dari Boboiboy bersaudara yang sedang sibuk memperebutkan dirinya.

"Hoi, kalian semua berhenti!"

Semuanya pun menengok ke asal suara. Terlihat Ice yang dengan santainya meminum susu vanila sambil menatap malas ketiga saudarinya. "Lihatlah wajah Kak Fang, dia risih dengan keberadaan kalian semua."

Oh, sepertinya Fang harus berterima kasih pada Boboiboy yang satu ini. Raut wajahnya yang manis, matanya yang terlihat bulat namun mengantuk. Ice dengan santainya melepas pelukan Taufan dari lengan Fang.

"Kak Fang risih di dekati oleh kalian, para Kakak ku. Tapi Kak Fang pasti senang jika dekat denganku." ucap Ice. Tangannya mulai mencengkram lengan Fang erat.

Taufan, Gempa, dan Blaze yang melihatnya segera menyerbu Ice. Guna memberi pelajaran pada adik terkecil mereka. Ice hanya bisa meronta dilepaskan dari Kakak-Kakaknya yang terlihat seperti zombie.

Fang segera memanfaatkan hal ini untuk melepas diri dari Boboiboy bersaudara. Berlari sejauh mungkin dari si kembar over protektif itu.

"Hoi, Fang. Mau kemana kau?" tanya Gopal. Pria keturunan India itu berteriak ketika melihat Fang berlari dengan cepat.

"Gopal! Selamatkan aku!" ucap Fang sambil memegang beberapa buku di kedua tangannya.

Gopal yang tak tahu apa-apa bingung, "Menyelamatkanmu dari apa?"

"Boboiboy bersaudara!"

Gopal berpikir sejenak, "Hoooo, si kembar yang memperebutkanmu kemarin? Astaga mereka masih mengejarmu?!"

"Masih! Bahkan dua kembaran lainnya juga mulai ikut memperebutkanku!" ucap Fang histeris.

"KAK FANG!"

"KAK TAUFAN! JANGAN BERISIK! NANTI KAK FANG GAK KETEMU!"

"KAK TAUFAN, BLAZE! JANGAN BERISIK!"

"HADUH, KAU JUGA KAK GEMPA! JANGAN BERTERIAK DI TELINGAKU!"

Segelintir keringat mulai membasahi pelipis Fang. "GOPAL! TOLONGLAH AKU!"

Gopal yang tak tega akhirnya membantu teman raven nya itu. "Yasudah, ayo kita ke loteng!"

Pemuda bertubuh gempal itu menarik tangan Fang menjauh dari para Boboiboy bersaudara. Beruntung sekolah mereka memiliki loteng—yang tidak pernah di kunjungi oleh para murid.

"Fang, kau masuklah. Aku mau ke kelas dulu. Hari ini ada remedial fisika." ucap Gopal lalu pergi meninggalkan Fang. Ya, setidaknya disini Fang akan aman dari kejaran para Boboiboy bersaudara.

Fang melihat-lihat isi loteng. Cukup luas—hanya saja berdebu. Pemuda berkacamata itu memasuki area loteng semakin dalam. Terlihat ada lemari tua dan meja yang berdebu. Jari telunjuknya sedikit mengusap meja, "Hmmm, aku yakin disini tidak pernah dibersihkan. Hah, lain kali aku harus membersihkannya."

Kaki jenjangnya kembali melangkah, mengitari beberapa lantai kayu yang tertutup oleh debu. Mata Fang menangkap sosok wanita berambut panjang hitam dikuncir sedang membuka baju. Tunggu, membuka baju?

'Kudengar di loteng ini ada penunggunya. Semacam gadis berambut panjang.'

Fang menepiskan pikirannya. Bisa-bisanya ia percaya oleh ucapan Ying. Pemuda raven itu penasaran, semakin mendekat kearah gadis yang terlihat membuka bajunya. Dan terlihatlah tali BH berwarna merah.

Wanita itu terlihat diam. Kemudian menoleh kearah Fang.

PRANG

"PERGI KAU DARI SINI! DASAR PRIA MESUM!"

Kalau saja Fang tidak menutup wajahnya dengan kedua tangannya, mungkin sekarang wajahnya sudah terkena lemparan sepatu dari si gadis. Pemuda berkacamata itu segera keluar dari loteng. Ternyata gadis itu bukan hantu. Ia adalah manusia asli. Astaga, mata Fang sudah ternodai oleh sebuah tali BH berwarna merah.

Maafkan Fang, Tuhan. Fang tidak sengaja.

Gadis itu keluar dari loteng menggunakan atasan pakaian olahraga. Fang melirik sejenak, lalu wajahnya berubah menjadi merah.

"Ma-maafkan aku. Sungguh, aku tak tahu kalau kau ada di dalam sana."

Fang tetap menunduk, tak berani melihat wajah lawan bicaranya. Ia hanya bisa melihat kaki dengan rok pendek selutut. Memamerkan kaki dan betis yang sedap di pandang.

"Ya, tidak apa-apa." ucap gadis tersebut.

Pemuda keturunan Cina itu memberanikan diri menatap wajah sang gadis. Matanya sedikit membulat ketika melihat wajah gadis yang sedang berdiri di hadapannya.

Salah satu Boboiboy bersaudara.

Jangan katakan jika nanti Boboiboy bersaudara yang lain akan mengejarnya disini.

"B-boboiboy?"

"Halilintar."

"Hah?"

"Aku Halilintar Boboiboy." ucap Halilintar. Bola matanya menatap datar wajah sang Kakak Kelas.

"A-ah, jadi kau satu-satunya Boboiboy bersaudara yang tidak mengejarku." Fang menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Cih, untuk apa aku mengejarmu seperti saudari-saudari ku. Sial, bahkan Ice yang seorang pemalas pun juga ikut mengejarmu." ucap Halilintar dingin.

"A-anu, ini sepatumu." Fang memberikan sepatu yang tadi dilempar Halilintar kepadanya. Gadis bermata merah menyala itu segera mengambil sepatunya dari tangan Fang.

"Perkenalkan, namaku—"

"Fang. Ketua OSIS dari SMA Pulau Rintis. Kelas 11-C." jawab Halilintar, memotong ucapan Fang.

Pemuda berambur raven itu tersentak. Tak menyangka jika Boboiboy bersaudara yang terlihat sangat dingin dan jutek bisa mengenalnya begitu detail. "Tahu darimana kau?"

Halilintar hanya memutar bola matanya malas, "Ck. Kau kan kemarin memperkenalkan diri di kelasku."

Fang berpikir sejenak, lalu tertawa malu. "Haha, aku lupa. Maaf."

Halilintar berjalan meninggalkan Fang. Pemuda berkacamata itu kembali menghentikan langkah Halilintar. Tangan besar itu menyentuh lembut lengan mulus Halilintar, "Untuk kejadian yang tadi. Maaf."

Terlihat sedikit rona merah di pipi gembul Halilintar. Gadis berwajah dingin itu memalingkan wajahnya dari Fang, "Lupakan saja."

Pemuda berkacamata itu melepaskan pegangannya. Tersenyum menatap Halilintar. "Lain kali, jangan ganti baju di loteng. Kalau ada laki-laki yang iseng, nanti kamu diapa-apain gimana?"

BLUSH

Wajah Halilintar merah total. Kenapa juga Fang tiba-tiba perhatian sama dia?! Halilintar kan jadi sedikit baper. Dasar Kakak Kelas tukang baperin anak orang!

Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Halilintar segera berjalan pergi dari loteng. Meninggalkan sang Ketua OSIS sendirian di dekat loteng.

.

.

.

.

"Huaaa, Kak Taufan jangan ambil jatah makananku!" Blaze berteriak ketika Taufan dengan jahilnya memakan makanan Blaze.

"Taufan, jangan goda adikmu. Nih, ambil makanan punya Tok Aba saja." Tok Aba memberikan daging sapi nya pada Blaze. Menggantikan daging yang diambil Taufan.

Jam menunjukkan pukul 19.00. Keluarga Tok Aba sedang menyantap makan malam mereka dengan khidmat—kecuali Taufan dan Blaze.

"Eugggghhh..." Ice bersendawa dengan seenaknya di hadapan para Boboiboy bersaudara. Lalu menyenderkan dirinya di kursi sambil mengusap lembut perutnya yang kekenyangan.

"Ice, jangan begitu. Kau ini anak gadis, tidak sopan bersendawa seperti itu." Gempa menasihati sang adik. Ice hanya menatap malas Kakaknya, "Biarkan saja Kak. Toh, hanya kalian yang melihatku seperti ini."

Gempa hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan kembarannya. Halilintar yang sudah menyelesaikan kegiatan makan malamnya pun segera bangkit dan mencuci piringnya. Kaki indahnya berjalan melangkah ke arah dapur. Mengambil sabun pencuci piring dan membasuh piring kotornya dengan air.

Saat mencuci, Halilintar kembali mengingat kejadian tadi siang. Ketika sang Ketua OSIS menyentuh lengannya lembut dan berbicara manis padanya.

'Lain kali, jangan ganti baju di loteng. Kalau ada laki-laki yang iseng, nanti kamu diapa-apain gimana?'

Sial, wajah Halilintar memerah seketika. Di bantingnya spons pencuci piring ke tempat sabun lalu menaruh piring nya di rak piring.

"Hali? Kau kenapa?" tanya Ochobot sambil membawa beberapa piring kotor.

Halilintar menatap sekilas, "Tidak apa-apa."

"Wajahmu merah Hali. Kau sakit?" tanya Ochobot terlihat khawatir pada Boboiboy paling tua.

"Tidak. Aku mau istirahat dulu." ucap Halilintar lalu pergi dari dapur.

.

.

.

.

Di dalam kamar, Gempa tak henti-hentinya tersenyum sambil memeluk boneka alien berwarna hijau. Pipi gembul tak henti-hentinya mengeluarkan rona merah. Wajahnya yang terlihat senang di tutup dengan boneka.

'Kau Gempa Boboiboy bukan? Murid kelas 10 yang kemarin ikut mendaftarkan diri sebagai anggota OSIS?'

"Aahhh... Kak Fang memang mengenaliku." Gempa tersenyum sambil menatap langit-langit kamar. Tangannya memegang erat jantung yang berdebar-debar.

TOK TOK

Gempa segera bangkit dari tidurnya lalu membukakan pintu kamar.

"Ochobot, ada apa?" tanya Gempa. Ternyata Ochobot yang mengetuk pintu.

"Ini, kau meninggalkan jepitan rambutmu." ucap Ochobot sambil memberikan sebuah jepitan berwarna emas bermotif pita pada Gempa.

"Ah, terima kasih Ochobot." ucap Gempa.

"Gempa?" panggil Ochobot.

"Ya?"

"Kenapa wajahmu memerah?"

"Eh?" Gempa terkejut. Kedua tangannya refleks memegang kedua pipinya.

"Apa kau sakit?" tanya Ochobot khawatir.

"Tidak. Aku tidak sakit." jawab Gempa.

Ochobot hanya tersenyum, "Kalau begitu, jangan sampai kau kelelahan dengan kegiatan sekolah. Jaga kesehatanmu."

Gempa hanya tersenyum. "Baiklah."

Ochobot pun pergi dari hadapan Gempa. Gadis bermata emas menyala itu kembali mengunci pintu kamarnya dan merebahkan dirinya diatas kasur.

"Kak Fang, aku harap kita bisa menjadi akrab."

.

.

.

.

Tiga kembar Boboiboy yakni Taufan, Blaze, dan Ice sedang menyaksikan acara komedi di televisi bersama Tok Aba dan Ochobot. Hanya Tok Aba dan Ochobot yang terlihat tertawa dan menyaksikan acara secara bersungguh-sungguh. Sedangkan ketika kembar Boboiboy yang lain hanya diam di tempat duduk.

Taufan yang duduk sambil tertawa sendiri dengan wajahnya yang merah padam seperti orang gila—tapi dia masih waras, percayalah. Blaze yang tertawa sendiri lalu memukul-mukul wajahnya yang memerah. Dan Ice yang tiduran di sofa panjang sambil menutupi wajahnya yang memerah.

Ochobot yang sedaritadi bingung dengan tingkah laku si kembar lima itu hanya memasang wajah kebingungan.

'Sebenarnya, mereka semua kenapa?!'

.

.

.

.

TBC

A/n:

Halo semua, saya kembali melanjutkan ff ini. Terima kasih yang sudah membaca, memfollow, dan memvote ff ini /bow/ saya ini tipe-tipe orang yang suka membalas review orang, jadi saya akan membalas review kalian di chapter sebelumnya :)

Erumin Smith: karena Taufan dam Blaze itu punya keberanian xD hoho terima kasih sudah membaca :)

SayaTest: mereka hanya ingin membuat kesan baik di hari pertama xD terima kasih sudah membaca :)

Wahyu nur aeni: nasib terlalu tampan :3 /plak. terima kasih sudah membaca :)

Beasttamer99: karena Fang itu kepiting, para Boboiboy adalah burung camarnya xD terima kasih sudah membaca :)

Marjuki: ya, saya juga berfikir untuk membuat Fang seolah-olah 'bego' dalam urusan hal percintaan. Tapi, untuk kelanjutannya kita lihat saja nanti xD /ditampol/ terima kasih sudah membaca :)

lobak.merah: hehe ini sudah dilanjut. terima kasih sudah membaca :)

Ash: saya sengaja membuat para tokoh Boboiboy terlihat mirip dengan aslinya. Tapi beberapa ada yang saya lebih-lebihkan hehe. Saya sendiri juga malu saat mengetik tingkah Taufan xD /digantung/ terima kasih sudah membaca :)

Frost the Mischief: Kak Fang jadi idola sekolah xD terima kasih sudah membaca :)

Shidiq743: Karena Ice punya selera sendiri /apasih/ hoho terima kasih sudah membaca :)

kimmphi95: Hoho ternyata ada juga yang ship Fang x Hali xD hehe terima kasih sudah membaca :)

Hoho~ saya ingin membuat moment para Boboiboy dengan Fang. Dan, sebelumnya saya ingin tahu. Kalian ship Fang sama siapa diantara para Boboiboy? Fang x Halilintar? Fang x Taufan? Fang x Gempa? Fang x Blaze? atau Fang x Ice?

Saya sendiri suka Fang x all Boboiboy. Tapi mungkin lebih condong ke Halilintar, mungkin. Tapi saya suka semua!

Terima kasih yang sudah mampir ke ff ini :)) /tebar bunga/

-levieren225