Kingdom Hearts bukanlah milik saya, kecuali cerita yang saya buat ini.
Di rumah sakit…
Aku terbangun dan mellihat sekelilingku, aku tidak menyukai baunya. Rumah sakit, pikirku, sepertinya aku ingat, aku pingsan saat mau pulang ke rumah. Aku menengok dan melihat Kairi, rupanya dia tertidur, aku segera pergi dari rumah sakit dan keluar, tentu saja apa lagi kalau bukan bekerja. Sebelum bekerja aku meninggalkan surat di meja.
Tak lama kemudian Kairi terbangun, dan dia melihat sepucuk surat dimeja, pastinya dia terkejut karena Sora sudah tidak ada. Kairi segera membuka isi surat tersebut, dan membacanya.
Kairi maaf, aku tau kalau aku salah, seharusnya aku tetap berada di rumah sakit. Tetapi, demi kebahagiaan kita, aku harus bekerja mencari uang. Jika tidak kamu akan menderita, maafkan aku…
Sora
Kairi menteskan air mata saat membacanya, lalu dia berlari keluar dan pergi mencari Sora, di perjalanan dia bertemu dengan Namine.
"Eh Kairi, kamu habis menangis ya?"
"Tidak"
"Kamu kenapa? Cerita saja padaku"
Kairi menceritakan semuanya, lalu Namine memegang tangannya dan berbicara padanya.
"Aku tau, mempunyai hutang rasanya tidak tenang, ini 200 yummy, maaf aku hanya bisa membantumu sedikit"
"Tak apa, utangnya pasti bisa lunas"
"Memang hutangnya berapa?"
"10 ribu munny"
"Banyak sekali"
"Ya begitulah, aku tidak yakin apa tubuh Sora kuat"
"Percayalah padanya, dia akan memberikan yang terbaik untukmu"
Kairi pulang ke rumah, disana sudah ada rentenir yang menunggu Kairi, rentenir itu menemui Kairi dan meminta duit.
"Mana duitnya?"
"Ini, ambil"
"Bagus,bagus, ingat besok bayar lagi"
Kairi hanya bisa teridam melihat rentenir tersebut, Kairi masuk ke rumah dan membersihkan rumah. Lelah rasanya, itulah yang ada di pikiran Kairi, bangun jam 3 pagi membuat mie, lalu berjualan es saat siang hari, semuanya dilakukan untuk mendapatkan duit. Awalnya Kairi merasa marah, tapi akhirnya Kairi hanya bisa bersabar.
Sementara itu Sora….
"Aneh" pikirku, mengapa tidak ada heartless ya? Biasanya berkeliaran disini, apakah mereka sudah pergi? Saat aku menengok ke belakang, tiba-tiba muncul heartless berbadan besar yang memukulku, aku berhasil menangkisnya dan menyerangnya, tak lama kemudian muncul nobody, "ya ampun" pikirku.
Setelah melawan mereka semua, aku merasa lega dan mengumpulkan uang yang aku dapat, tetapi tiba-tiba dadaku terasa sesak dan aku pingsan. Seseorang membawaku ke rumah sakit.
Di rumah Kairi…
Kring…Kring..Kring…
"Halo"
"Halo, apakah ini keluarga Sora?"
"Ya, memang Sora kenapa?"
"Dia pingsan, sekarang berada di rumah sakit"
"Baiklah, saya akan segara kesana"
Aku berlari tergesa-geas, seperti hari Senin lalu, Sora masuk rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, aku bertanya pada suster setelah itu aku berlari ke kamar Sora, melihatnya terbaring.
"Sora, kamu jangan begini, jangan buat aku mengulangi hal-hal yang sama, ke rumah sakit melihatmu terbarring lemas, lebih baik kita jalani hidup dengan tenang seperti 10 tahun yang lalu"
Sia-sia, Sora tidak menjawab, aku hanya melihatnya, seperti kemarin seperti dulu,sudah 1 jam aku melihatnya tetapi dia belum bangun juga, aku pergi keluar kamar Sora, disana ada Roxas dan Namine.
"Kai, gimana keadaan Sora?"
"Belum sadar…"
"Tenang dia pasti sadar"
"Aku mau pergi dulu"
"Kemana?"
"Tak tau, ak usudah tidak punya tujuan"
"Kairi.."
"Sudah Roxas biarkan Kairi, dia sedang sedih"
Kairi berjalan tanpa tujuan, rasanya dia hilang tujuan, bahkan saat menyebrangpun hamper saja dia tertabrak, Kairi menuju taman bermain, disana begitu sepi karena sudah malam. Kairi duduk di ayunan dan menggoyangkannya sedikit.
"Sora, tanpa aku apakah kamu bisa hidup? Lebih baik kita mati saja, tiada kekhawatiraan, aku ingin mengakhiri hidupku bukan karena ak umenderita bersamamu melainkan aku tidak kuat melihatmu menderita"
Kairi pergi lebih jauh dari taman, tujuannya adalah bukit seribu pintu mati.
Bersambung…
A/N : Apakah Kairi berhasil bunuh diri? Kita lihat kelanjutannya, maaf lama banget ga di lanjutiin ceritanya, sibuk keke. RnR please :D
