Bergegas lah.

Ayo Bergegaslah Hinata.

Apakah Engkau akan bisa

Menuntaskan tantangan ini ?

Cepatlah

Dan

Bunuh sang clan terkutuk itu…

.

.

.


Dicslaimer: Naruto © Masashi Kishimoto

Mystery e-mail © hatake no kibi

Rate : T

Genre : Mystery

Mungkin dari kalian, sudah pernah ada yang membaca mystery email dari account sebelum nya yang kibi ga bisa buka gara" lupa email+ pass nya lupaaa ... nah,dengan account baru ini, kibi akan merevisi ulang dan melanjutkan ceritanya... enjoy ~

Warning ! : OOC , TYPO , AU & AR !


Chapter 2

.

.

"Hey Sasuke…. Sebenarnya siapa si "15" itu !" Tanya Naruto dengan nada sangat penasaran sambil lari mengikuti tepat di belakang Sasuke.

"Kemungkinan besar , dari petunjuk yang kudapatkan itu…. Coba kau pikirkan Italia dengan 15." Jawab Sasuke.

"Italia ?" Naruto kembali bertanya dengan nada bingung.

"OH ! Italia….. Rome ! Romawi ya Sasuke ?" Jawab Sakura dengan nada lantang.

"Kau memang pintar Sakura…." Ucap Sasuke sambil tersenyum.

"Ro…..romawi ?" Lanjut Hinata. "A…Apakah Di…diaa… kakak ?" Tanya Hinata dengan ketakutan.

"Ya…. Kemungkinan…. Dari huruf romawi, 15 bertuliskan i besar dan v , seandainya di gabungkan kemungkinan besar membentuk huruf … N …. (IV)" Jawab Sasuke dengan nada pelan.

"Kak Neji..." Ucap Hinata.

Naruto dan Sakura pun diam setelah mendapat penjelasan dari Sasuke.

.

.

Sesampai di rumah keluarga Clan Hyuuga

.

Saat Hinata mau membuka pintu gerbang tersebut , tiba-tiba terjatuhlah tepat didepan tubuh Hinata sebuah kunai dengan banyak tetesan darah di sekitarnya. Dan tedengar suara blitz kamera para paparazzi yang sedang memotret sekitar rumahnya dan terdapat sebuah mobil ambulance di dalam halaman depan rumahnya.

.

.

"Tolong ceritakan apa yang terjadi tuan Hiashi !"

"Tolong keluarlah dari rumahMu !"

"Bagaimana Hyuuga Neji bisa meninggal di halaman belakang rumah anda ?"

"Tolong anda jelaskan nak Hinabi Hyugaa !"

.

Tiba-tiba Tuan Hiashi dan anggota medis pun membuka rumahnya sambil mendorong kereta keranda yang tergeletak seorang anak laki-laki yang berlumuran darah di dada, punggung,kaki,tangan, dan bekas tusukan kunai tepat di dada sebelah kirinya.

.

"Tuan Hiashi tolong ceritakan apa yang terjadi sebenaranya?"

"Tolong berhenti sejenak dan ceritakan kepada kami !"

.

"DIAM KALIAN SEMUA, KAMI TIDAK AKAN MEMBERITAHU KALIAN ! APAKAH KALIAN TIDAK MEMBACA KONDISI ?" Teriak Hiashi Hyuuga dengan sangat keras dan penuh dengan emosi dan penuh dengan amarah yang sangat mendalam kepada para paparazzi yang buas akan berita dan penasaran .

.

.

"kita terlambat….." Ucap Sasuke dengan nada pelan dan kesal.

Hinata pun langsung meneteskan air matanya dan pingsan..

"Hi…Hina-chan !" Teriak Naruto dan langsung menangkap Hinata sebelum Ia jatuh dan kepalaNya membentur tanah.

.

Kami bertiga pun menaruh Hinata yang pingsan dikamarNya yang berada di lantai 2.

Tiba-tiba kami bertiga mendengar suara yang aneh dari lantai 1 yang sangat keras hingga kami yang berada di lantai2 pun terdengar.

"Hey Naruto ! Kau jaga Hinata disini ya….. Jangan kemana-mana!" Perintah Sakura .

"Baik….." Jawab Naruto .

.

.

" AAAAAAAAAARRRRRRGGH ! "

" AAAAAAAAAARRRRRRGGH ! "

" AAAAAAAAAARRRRRRGGH ! "

.

.

"Tenang lah Hanabi ! Kau harus tabahkan diriMu !"

"A…Aku ! Melihat Kak Neji ! A…Aku ! AAAAAAAAAARRRRRRGGH !"

"…."

"Coba ceritakanlah dengan tenang Hanabi….."

"Di….Diaa me…menggunakan mas…masker hi..hitam dan menggunakan kostum hitam sepanjang tubuh dengan terdapat sebuah pedang di saat aku berlatih dengan Kak Neji, tiba-tiba orang tersebut langsung menyerang punggung kakak dan menebasnya berkali-kali. Dan melempar Makibishi agar Aku tak bisa beranjak kemana-mana untuk meminta tolong bantuan ayah. Entah…. Entah kenapa aku tak bisa… Berteriak dan meminta tolong kepada Ayaaah ! "

"Jutsu….Di...dia berarti…. Ninja….."

.

.

Mereka ber 2 yang tak sengaja mencuri dengarpun terdiam….

.

.

"Ninja….." ucap Sasuke,

"Lawan kita adalah ninja yang bisa membunuh rookie genin konohagakure." Lanjut Sasuke.

"Mungkin saja dia Jounin atau Chunnin Sasuke…" Jawab Sakura.

"Mungkin….." lanjut Sasuke.

"Bisa-bisanya dengan tega membunuh Neji dengan cara menebas-nebas punggung dan menusukkan kunai tepat di jantung Nya…" Ucap Naruto sambil menggigit ibu jari tanggannya sebagai tanda kegentaranNya.

.

.

*sreeeek*

Tiba-tiba pintu shoji pun terbuka dan Hiashi Hyuuga yang merupakan ayah dari Hinata dan Hinabi pun keluar.

"Bagaimana keadaan Hinata..Naruto ?" Tanya Hiashi dengan nada sopan.

"Dia pingsan dan kami bertiga memindahkanNya ke kamarNya." Jawab Naruto dengan nada pelan.

"Oh… Semoga dia tidak terlalu trauma…." Ucap Hiashi kembali.

"Tolong jaga Hinata-Ku pada saat aku tak bisa menjagaNya…." Pinta Hiasi dengan nada memohon.

"Kami akan memastikan bahwa Hina-Chan akan baik-baik saja Paman !" Jawab mereka bertiga dengan kompak dan nada pasti.

Lalu ayah Hinata pun masuk ke ruangan-Nya di sebrang persis kamar Hanabi.

.

.

"Sakura, Naruto … Apakah menurut kalian ayah Hinata mengetahui hal itu ? Menurut kalian Hinata memberitahukan hal itu kepada ayahNya atau tidak ?" Tanya Sasuke kepada Naruto dan Sakura dengan nada sangat pelan sekali di depan kamar Hiashi.

"Apaa Sasukee, ga kedengeraaan ! Maksud mu hal itu tuh yang enam puluh …." Sebelum Naruto selesai mengucapkannya Sakura pun langsung menutup mulut Naruto.

"Bakaa ! Naruto dasar Bakaa !" Ucap Sakura dengan nada pelan sambil menyentil dahi Naruto.

"Hey ! Dahiku jangan disentill ! Nanti dahiku jadi sebesar dahi besarMu. SAKIT TAHUUU !" Balas Naruto kesakitan dengan nada pelan.

"2 baka ini … Huh….." Ucap Sasuke dengan nada mengeluh dan kerisihan karena sikap mereka berdua.

.

.

"Enam puluh…."

"Apakah mereka tahu … akan hal itu ?"

"Tidak…. Mungkin mereka hanya mengetahui sekilas…"

"Karena anakku pun….. Masih tak berbuat apa-apa…"

"Mungkin…. Dia belum muncul….."

.

.

(!)

.

Mendadak Sakura menyadari sesuatu.

"HEY NARUTO !" Ucap Sakura dengan lantang.

"Ada apa Sakuraa ! Jangan Teriak-teriak !" Balas Naruto.

"Kau... ! kenapa kau ada disini !" Tanya Sakura dengan panik.

"Mendadak tadi aku kebelet , jadi pada saat kalian turun aku pun ikut turun karena tak tahan menahannya. Lagipula di lantai 2 tidak ada toilet ! Jadi terpaksa aku turun, kalianNya saja yang ngasadar dari tadi." Jawab Naruto yang ikutan panik.

"Lalu… Yang Menjaga Hinata sekarang ?" Tanya Sakura.

.

.

.

.

"OH SHIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII******* !" Ucap Sasuke.

"Bodoh Kau Naruto !" Lanjut Sasuke.

.

Mereka bertiga pun bergegas naik tangga dan cepat-cepat membuka Shoji kamar Hinata.

"Nyalakan Lampu Naruto !" Teriak Sakura melihat kondisi kamar Hinata yang sangat gelap gulita.

.

*Pet*

.

Tiba-tiba Hinata sudah menghilang dari ranjangNya….

.

.

.

Dengan cepat Naruto melihat dari arah jendela halaman belakang rumah keluarga Hyuuga.

Dia melihat sesuatu yang sangat tak bisa diartikan dengan kata-kata….

.

"Ah ! Sial ! LAGI-LAGI KITA TELAT !" Ucap Sakura.

"DASAR KAMU BODOH NARUTO !" Ucap Sakura dengan nada sangat keras kea rah Naruto.

"Tu….Tunggu…" Ucap Naruto dengan ragu-ragu.

"Tunggu apa lagi !" Ucap Sakura sambil meneteskan airmataNya.

"A…. a… aku me…me….me…lihat….. du….du…dua …."

.

.

.

Ya….. mungkin sudah saatnya kuberitahu kepada seseorang yang "Sangat Terdekat" Nya…

.

.

.

.

To Be Continued…

.

.

.

.


TT A TT maaf kan atas kehancuran FANFIC INI ! TT A TT

maaaff atas kesalahan ketik , kegajean cerita, keanehan cerita ini !

mumpung lagi liburan Update truuuus sampe taaammaat ! XD

Tolong review nya jika berkenan xD *Lagi*

+ tolong bantu kalau ada kesalahan spy fanfic di chap selanjut nya semakin enak dibaca :D


Verry Thanks to :

-Jojo lewat bb xD

-Hoshi no Nimarmine xD

Ilmu nya :3