MYSTERIOUS GUY

Kris Wu X Park Chan Yeol

Support cast:

EXO's Members

.

Romance - Hurt/comfort - Mystery(?) - School Life

.

Yaoi - Boy x Boy - Shounen ai

.

Don't like don't read

this is KRISYEOL fanfict

*cerita ini murni hasil karanganku, kalo ada kesamaan ide dan cerita mohon dimaafkeun ya! Hoho*

*rate M untuk adegan kekerasan dan lainlain, untuk sementara masih aman*

Bacanya sampai habis ya ^^

.

.

.

Chanyeol's POV

Aku tidak mengerti, sebenarnya apa yang terjadi, kenapa aku jadi seperti ini? Dan kenapa aku berada disini, di gang kecil, sempit, gelap, dan menyeramkan ini. Tak banyak yang dapat kulakukan, terlebih lagi bila pakaianku berantakan seperti ini. Aku tahu kejadian apa yang menimpaku sebenarnya, hanya saja yang tak kumengerti adalah ini, semua ini membingungkanku. Kakek tampan itu bilang padaku, bahwa aku harus melakukan beberapa hal agar semuanya kembali 'normal'. Yang benar saja.

Sudah beberapa hari aku disini, berdiam diri seperti orang bodoh yang tak mengerti bagaimana caranya agar semua ini selesai. Haripun mulai malam lagi, tepat pada waktu untuk makan malam. Banyak yang berlalu lalang, keluar masuk mini market yang berada tepat di sebrang gang kecil ini, namun mataku terpaku pada sosok pria tinggi, blonde(?), dan jika dilihat dari wajahnya itu, sepertinya ia bukan orang Korea.

Yang kulakukan sekarang hanyalah menatapnya dari kegelapan, gang ini kecil, sempit, jadi wajar saja kalau gelap. Apa yang dia makan? Wah, apa itu ramyeon dan kimchi? 'Aku juga ingin makan itu...' batinku, merana. Melihat caranya makan yang seantusias itu, aku jadi berfikir..apa dia sangat lapar? Atau memang menyukai ramyeon+kimchi itu? Hanya ia dan Tuhan yang tahu.

Saking asiknya memandangi wajah tampan pria itu, aku sampai tak sadar bahwa ia sedang menatap kesini, sekarang. Tunggu...yang tadi itu, dia menatap ke arahku, kan? Mata kami saling bertemu! Jadi, ia dapat melihatku?

Karena lamanya berfikir, aku sampai tidak tahu bahwa pria itu sudah tidak duduk lagi disana. 'kemana dia?' fikirku. Baiklah, mungkin dia memang tidak melihatku, hanya perasaanku saja berarti. Tck! Memang apa yang aku harapkan. Kubalikkan tubuhku, dan kembali duduk dipojok seperti biasa. Namun tiba-tiba aku mendengar seperti ada suara langkah kaki yang sedang mendekat..

Tap..

Tap..

Tap..

"Hei..apa yang kau lakukan? Kenapa tidak pulang?", oh...no. Bukankah ini pria yang tadi makan di mini market sebrang jalan? Dia bicara pada siapa?

"K..ka..kau bicara padaku?" kataku.

"Tentu saja! Kau fikir ada berapa orang lagi disini selain kau, dan aku". Aku tak tahu harus menjawab apa. Jadi aku hanya berdiri dan berjalan menghampirinya. Eh...seragamnya kenapa mirip dengan seragam sekolahku, ya? Aku sama sekali tak pernah melihatnya. "Kau murid SM High School juga? Seragam kita sama", tambahnya.

"Eengg..ya, aku murid SM High School juga. Kau..kau benar-benar bisa melihatku?". Pertanyaan bodoh macam apa barusan, ia pasti akan curiga terhadapku!

"Jangan bicara yang aneh-aneh, tentu saja aku benar-benar melihatmu! Apa yang kau lakukan di tempat seperti ini sendirian, kau tak takut di culik memangnya?". Ia, mengkhawatirkanku, ya.

"Ya Tuhan, Syukurlah. Akhirnya ada yang bisa melihatku. Ku..kumohon bantu aku ya?! Kumohon?!". Kenapa ekspresi wajahnya berubah tegang seperti itu? Apa aku salah bicara, ya? Aku kan hanya bertanya, karena aku punya firasat baik akan hal ini. "H..hei, ke..ken..kenapa ekspresimu jadi seperti itu?", ia diam lagi. "Pe..perkenalkan, a..ak..aku Chanyeol, Park Chanyeol".

"O..oh hai, Chanyeol. Aku Kris Wu. Maaf, bukan maksud ingin mengabaikanmu, hanya saja ini terlalu mengejutkan buatku. Kenapa kau terus bertanya tentang aku yang bisa melihatmu atau tidak. Memangnya kau ingin minta tolong apa padaku?". Bagaimana cara untuk menjelaskannya ya?

"Be..begini, Kris. Pertama-tama aku harus pastikan sesuatu dulu...", ku ulurkan tanganku dan meminta Kris untuk menggemgamnya, "tolong..genggam tanganku, Kris". Kris mengulurkan tangannya tanpa ragu, jari-jarinya mulai menyentuh telapak tanganku, ini...hangat, hangat sekali, dan kami kini saling genggam atau mungkin ini jadi lebih mirip seperti orang yang sedang berjabat tangan.

Lagi-lagi Kris menunjukkan ekspresi keterkejutannya, "Ada apa, Kris? Kenapa wajahmu begitu lagi?".

"Kau..ka..kau, ini tanganmu, ini ke..kenapa dingin sekali?". Akupun terkejut dan langsung menarik tanganku darinya, tak tahu harus menjawab apa. Kris terus saja bertanya, "Sudah berapa lama kau disini? Kau pasti kedinginan sekali, ya. Apalagi ini sudah mulai malam, dan pakaian mu itu..kenapa berantakan sekali? Apa yang terjadi?".

"Maaf, Kris. Aku bingung bagaimana harus menjawabnya", ya..cuma itu yang bisa kuberikan sebagai jawaban. Apa aku harus memintanya untuk membawaku ikut serta bersamanya? Tapi apa ini tidak terlalu cepat dan apa ini tidak mencurigakan? "Kris, emmm..maaf mungkin aku sangat lancang, tapi aku benar-benar butuh pertolonganmu. Bo..bolehkah..bolehkah aku ikut kerumahmu? I..ini sudah malam, aku tak tahu harus kemana, dan hanya kau yang melihatku disini. Jadi, bolehkah aku menginap di rumahmu, kumohon..!"

"Chanyeol..dengar, kita baru kenal beberapa menit yang lalu, bagaimana bisa aku mengizinkan orang asing ikut kerumahku, terlebih lagi dengan pakaianmu yang seperti ini, apa kata orang tuaku nanti?", omongannya memang kejam, tapi ianada benarnya juga. Aku hanya orang asing tak tahu diri. Tapi aku tetap harus mendapatkan tempat untuk tinggal, setidaknya untuk malam ini.

"Beg..begini, Kris. Maaf jika aku memaksa, aku sangat membutuhkan tempat untuk istirahat, Kris. Kau tega meninggalkanku disini, sendiri? Tahu begini lebih baik kau tidak usah menegurku tadi, Kris..hiks!". Berpura-pura menangis tak apa, kan? Ayolah jangan anggap aku ini laki-laki cengeng, hanya saja aku sungguh sudah kehabisan ide.

"He..hei, Chan. Jangan menangis! Bagaimana jika ada yang melihat, lalu mereka mengira kalau aku sudah berbuat aneh-aneh padamu? Hah...baiklah baik, akan kubawa kau kerumahku".

Assa! Berhasil juga! "Te..terimakasih, Kris".

"Tapi berjanjilah padaku, Chanyeol. Sesampainya dirumahku, kau harus menceritakan semuanya, kenapa kau bisa sampai seperti ini".

"Baik, Kris"

.

.

Di rumah Kris...

Author's POV

Mereka akhirnya sampai dikediaman keluarga Wu, alias rumah Kris. Bukannya senang, Chanyeol justru malah terlihat gelisah.

"Mama..baba! Aku pulang..kenapa gelap sekali? Apa mereka sudah tidur, ya? Chanyeol bagaimana menurutmu, apa aku harus membangunkan mereka?"

Deg!

Dengan tampang gelisah serta terkejutnya, Chanyeol menjawab, "ti..tidak usah Kris. Kasihan, mungkin orang tuamu lelah, tidak baik membangunkannya hanya karena ak..aku datang berkunjung".

"Kau kenapa, Chan? Gugup sekali. Baiklah, besok pagi saja aku akan memperkenalkanmu pada orang tuaku"

"Ya, Kris".

Chanyeol akhirnya hanya bisa mengekor di belakang Kris yang akan membawanya pada kamar untuknya berisistirahat.

"Maaf, Chan. Kamar tamu sangat berantakan, karena jarang ada yang menginap dirumah kami. Kau tidur dikamarku saja, ya?"

Chanyeol hanya mengangguk-anggukkan kepalanya untuk menjawab ucapan Kris. Lalu Kris bicara lagi, "apa kau ingin mengganti bajumu, Chan? Kau bisa memakai bajuku, kurasa ukuran tubuh kita sama"

Kris tidak tahu ekspresi apa yang sedang Chanyeol tampilkan sekarang, karena mereka sedang saling memunggungi satu sama lain. Chanyeol tampak bingung dan ragu. "Ti..tidak perlu, Kris. Aku pakai ini saja"

Sambil memutar tubuhnya ke arah Chanyeol, Kris menjawab, "tapi bajumu itu sangat kot...", ucapannya menggantung, digantikan dengan ekspresi kagetnya lagi. "Bag..bagaimana bisa! Bukankah bajumu sangat kotor, berantakan, ada bercak darah disana sini? Tap..tapi kenapa sekarang bersih?!"

"Kau salah lihat mungkin, Kris. Ba..bajuku bersih dari tadi, kok". Hening setelahnya, baik Kris maupun Chanyeol, tak ada yang membuka obrolan apapun sekarang.

"Baiklah, aku mandi dulu, kau boleh tidur duluan kalau kau mau". Akhirnya kris memutuskan untuk mandi, dengan segala pemikiran aneh yang ada didalam kepalanya.

Setelah mandi, Kris melihat Chanyeol sudah melepas blazernya, dan ia tertidur sekarang, disana..diranjangnya. Krispun ikut naik ke atas ranjang, dengan posisi saling membelakangi, Kris akhirnya tertidur, pulas. Namun Kris tidak tahu bahwa pria disampingnya ini sebenarnya tidak benar-benar tertidur, karena ia memang tidak tidur.

"Apa yang harus kulakukan sekarang? Sial! Kakek tampan itu bahkan pergi saat aku belum sempat bertanya apapun padanya!", ucapnya bermonolog. Chanyeol memutuskan untuk bangun dari tempat tidur dan menatap keluar dari jendela. "Ini sudah beberapa hari, sampai berapa lama lagi aku akan seperti ini...".

.

.

Skip time..

Kris's POV

Pip..

Pip..

Pip.. (anggep aja itu bunyi alarm)

Haaahhhh...pegal sekali rasanya badanku, semalaman aku harus menahan posisi tidurku agar aku tidak menganggu tidur Chanyeol. Ku arahkan tanganku kesamping, tapi kok...ini kosong? Ku tengokkan kepalaku ke kiri, dan kanan untuk mencari keberadaan bocah itu. 'kemana anak itu?'

"Kris? Kau sudah bangun, nak?", itu suara mama.

"Sudah ma..oh ya, apa mama melihat temanku dibawah?"

"Teman? Teman yang mana, nak? Mama tidak melihat siapapun"

Tidak melihat siapapun? Lalu Chanyeol?

"Begini ma, tadi malam aku membawa teman sekolahku kesini, sepertinya ia sedang ada masalah dirumahnya, jadi ku ajak ia untuk menginap, tapi setelah aku bangun, ia sudah tak ada, kufikir ia sudah dibawah untuk menemui mama"

"Tidak ada siapa-siapa, Kris. Seandainyapun ada, mama pasti sudah memberitahunya padamu, sekarang. Sudah jangan banyak berfikir yang aneh, mandilah. Lalu turun untuk sarapan bersama mama dan baba"

"Iya, ma".

Sialan, Chanyeol! Apa-apaan anak iru? Apa iya baru saja menipuku? Kuputuskan untuk memeriksa seluruh kamarku, apakah ada barangku yang hilang, bisa saja kan ia mencuri sesuatu dirumahku, lalu pergi saat semuanya masih tidur. Sial, harus nya aku tahu kalau ini adalah modus perampokkan terbaru. Tapi...semua barang dikamarku masih tetap dalam posisi yang, sama. Tidak ada yang hilang satupun. Lalu kemana Chanyeol? Padahal ia masih berhutang penjelasan padaku. Lebih baik aku mandi dulu dan memikirkannya nanti.

Saat menuruni tangga, kulihat baba sudah duduk di meja makan dan tengah memakan sarapannya. "Selamat pagi, baba".

"Pagi, nak. Kudengar dari mamamu, katanya kau bertingkah aneh pagi ini?", kualihkan pandanganku ke mama, mama langsung pura-pura batuk dan tertawa.

"Tidak baba! Aneh apanya?! Aku hanya bertanya pada mama soal temanku itu".

"Tapi mamamu benar, nak. Saat kami terbangun memang tak ada siapa-siapa. Mungkin kau lupa".

Gara-gara Chanyeol! Aku jadi kehilangan selera makanku, "Ma, Ba, aku berangkat sekolah saja, sarapannya nanti saja di sekolah, ada yang perlu aku urus". Ya, aku berharap di sekolah nanti dapat bertemu dengan Chanyeol dan menagih sebuah penjelasan darinya.

.

.

Di sekolah...

Seperti biasa, sebelum masuk ke kelas aku pasti mampir dulu ke loker ku, dan taraaaaaaa...aku menemukan sebuah stickynote dipintunya.

Hai, Kris. Terimakasih tumpangannya tadi malam. Kasurmu nyaman sekali. Hahaha..dan maaf, Kris. Tadi aku terbangun sangat pagi, dan pulang kerumah dengan terburu-buru tanpa memberitahumu. Maaf ya, Kris. Bagaimana kalau nanti kita bertemu lagi? Ku tunggu kau di atap sekolah, jam makan siang nanti - P.C.Y

Oh..jadi dia sudah pulang. Atap sekolah? Jam makan siang? Kenapa malah mengajak bertemu di atap sekolah, kenapa tidak di kantin sekolah saja? Kan enak bisa sambil makan. Tiba-tiba ada yang menepuk pundakku, Puk!

"Hoooi, Kris! Sedang baca apa kau?", itu Jongdae, teman satu kelasku juga, sama seperti Baekhyun.

"Bukan apa-apa. Ayo ke kelas~", ajakku.

Tadinya kufikir hari ini akan penuh dengan tugas-tugar dari para guru, ternyata tidak. Mereka justru sedang mengadakan rapat dengan pimpinan yayasan ini. Mr. Lee Soo Man. Apa bagusnya pria tua itu, disaat murid sekolah lain tengah belajar, ia malah mengajak kepala sekolah serta guru untuk mengikuti rapat. Ini membosankan, sungguh! Sebaiknya aku ke atap sekolah saja sekarang, biar aku yang menunggu Chanyeol sampai nanti jam makan siang.

Kulangkahkan kakiku menuju atap sekolahku. Padahal sudah ada larangan dari pihak sekolah, bahwa murid-murid tidak boleh melewati rantai pembatas ini, agar kita semua tidak bisa menuju atap untuk membolos. (yang pernah baca komik yaoi genre schoollife pasti pernah liat rantai pembatas di tengah tangga yg buat ke atap gitu, gatau apa namanya :D)

Saat kubuka pintu dan melangkah keluar, aku dikejutkan oleh sosok pria 'manis' yang tengah berdiri dan berpegangan pada pagar kawat pembatas itu (di komik juga ada), aku seakan terhipnotis oleh pemandangan di depanku. Apalagi ketika ada angin yang berhembus, menerpa wajah serta membuat rambut kecoklatannya ikut berkibar-kibar(?). Tunggu...sepertinya aku mengenal pria itu. Bukankah itu...

"Chanyeol?"

.

.

.

.

.

To be continued..

Hai! Aku balik lagi bawa part 2nya, maaf ya ini telat dari yg dijanjikan, soalnya aku sibuk kemaren2. Hhohohoo.. Aku ngambil setting sekolahnya itu sama kaya sekolah2 di komik yaoi genre school life yg sering aku baca. Wkwkwk..

Ini idenya pasaran banget ya :( maaf ya kalo alur ceritanya gampang ketebak dan ngebosenin, tapi aku udh berusaha yg terbaik demi KRISYEOL (?), soalnya ff KRISYEOL skrg udh langka banget. Hhuhuhuuu...

Masih pengen baca kelanjutannya? Atau udh stop disini aja? Semuanya tergantung sama kalian ^^

Thanks to:

ddalgi - strawberrybee - KimSohyun - reader - ZyxFi - yousee - soshine - WUPARK94 - RamhaIndriawati - coklatsusu - Guest

and to all my silent readers ^^

Mind to review? ^^