WARNING!
Hunhan fanfiction! slight Chenmin and Chanbaek!
Yaoi, BoysLove, BoyxBoy! rate T! awalnya mau M, tapi gajadi wkwk.
Cerita pasaran(?), gaje, Alur ikutan gaje, Typo sebagian dari iman! don't like don't read! don't Bash, i'm new!
Cast :
Xi Luhan as Kim Luhan
Oh Sehun
Kim Jongdae as Luhan's Appa
Kim Minseok as Luhan's Eomma
Park Chanyeol
Byun Baekhyun as Park Baekhyun
and other cast yang maybe muncul buat jadi cameo atau apapun itu.
Happy reading, readers-deul!
.
.
.
.
Summary :
Luhan muak dengan pertengkaran Appa dan Eomma-nya. Dia akhirnya pergi ke rumah Paman Chanyeol untuk meminta bantuan. Karena Chanyeol adalah ilmuwan, Luhan pergi ke masa lalu untuk memperbaiki semuanya, tapi kenapa ada namja tampan yang mengaku mengenal Luhan disana?!
.
.
.
.
Keadaan rumah jauh lebih tenang dari sebelumnya. Mungkin Jongdae sudah tidur, atau Minseok menghindar.
"Ergh," Luhan mengacak rambutnya frustasi. Dia muak, sangat muak. Setiap Jongdae pulang, rumah mendadak berantakan karena barang-barang nya terlempar ke segala arah. Atau Minseok akan terbaring tiba-tiba di lantai dengan beberapa luka.
"Aku bahkan lupa kapan terakhir kali Appa tersenyum padaku," ujar Luhan menyadarkan dirinya. "Sejak kapan sih mereka jadi begitu? Aku juga lupa, apa karena mereka sering sekali bertengkar?" Tanya-nya entah pada siapa.
Luhan menutup laptopnya, skripsi nya tidak berjalan lancar akibat pertengkaran kedua orangtuanya tadi sore saat dia pulang dari kampus. Akhirnya dia memutuskan pergi ke minimarket, untuk membeli bir. Yah, umurnya 20 sekarang, tak masalah kan?
Krieett..
Luhan membuka pintu kamarnya perlahan. Beruntung kamarnya ada di lantai 2, suara decitan pintu kamarnya tidak terlalu terdengar sampai kamar Minseok atau Jongdae di lantai 1. Yah, mereka pisah ranjang, dan Luhan juga lupa sejak kapan.
Dia memakai mantel, syal dan Beanie kesayangannya. Ini musim dingin, sebentar lagi tahun baru, apa orangtuanya masih ingin bertengkar?
Luhan berjalan perlahan melewati tangga. Akhirnya dia sampai di depan pintu, dia segera mencari sepatunya.
"Mau kemana kau?"
Jantung Luhan seakan berhenti seketika. Dia menoleh dan mendapati Jongdae menangkap basah dirinya. "Aku bertanya untuk mendapatkan jawaban, bukan untuk mendapat wajah sok polosmu itu,"
Astaga. Luhan merasa sakit sekali mendengar kata-kata itu. Hey, Jongdae itu Appa nya bukan? Kenapa dia bersikap seolah dia bukan Appa Luhan?
Luhan mengeratkan mantelnya dan membuka pintu. Dia sama sekali tak berniat menjawab pertanyaan Jongdae.
Buk!
Luhan meringis. "Kau ini mau jadi anak durhaka? Kau pikir siapa yang mengurusmu sejak kecil? Chanyeol-ahjussi kesayanganmu itu?" Seru Jongdae setelah memukul Luhan.
"Memangnya aku anakmu?"
Skakmat. Jongdae hanya diam. Luhan tersenyum tipis dan melangkah keluar, mencoba meredam seluruh perasaannya yang bercampur aduk.
Time Machine [Hunhan] - 01
Tujuan Luhan setelah membeli dan minum sekaleng bir adalah rumah keluarga Park. Keluarga yang sangat tentram dan penuh canda tawa tentunya.
Tok tok tok
Pintu itu terbuka, menampakkan seorang lelaki kecil berwajah manis. "Ah, Lulu-hyung! Eommaaaa! Appaaa! Lulu-hyung datang kesini!" Anak itu lompat kegirangan. Luhan tersenyum.
"Jimin-ah, kau merindukan Hyung, Hm?" Luhan segera memangku anak berumur 5 tahun tersebut. Anak itu, Park Jimin, mengangguk. "Nde, bogoshipeo.." Jimin mencium pipi kanan Luhan.
"Wah, wah.. kita kedatangan tamu tak terduga, bagaimana kabarmu?" Baekhyun, Eomma Jimin, lelaki berparas cantik segera memeluk Luhan. "Aku baik-baik saja ahjumma.." jawab Luhan sambil menurunkan Jimin dari pangkuannya.
"Dimana Chan-ahjussi?" Luhan mengedarkan pandangannya ke seluruh rumah keluarga Park. "Dia di ruang bawah tanah, seperti biasa, sedang mengerjakan proyek baru, katanya sih dulu hampir berhasil, cuman sekarang sedang di sempurnakan.." jelas Baekhyun.
"Hm? Proyek apa kali ini?" Tanya Luhan penasaran. Baekhyun tersenyum kecil. "Time Machine. Sebuah alat yang bisa membawamu pergi ke masa lalu atau masa depan,"
"Hahahaha.." Luhan tertawa. Baekhyun dan Jimin menatapnya bingung. "Tidak mungkin," Luhan menghapus air mata yang ada di sudut matanya karena tertawa.
"Itu tak logis, bagaimana bisa manusia menjelajah waktu? Eksperimen lain berhubungan dengan science, itu baru logis.." lanjut Luhan. Baekhyun sedikit tersenyum melihat Luhan tertawa tadi. "Kalau kau masih tidak percaya kau bisa tanya Yeol di ruang bawah tanah, ini kuncinya," ujar Baekhyun sambil memberi kunci ruang bawah tanah pada Luhan. Ruangan itu memang dikunci, dan kuncinya hanya dipegang oleh Baekhyun dan Chanyeol.
"Hyung," Luhan menghentikan langkahnya saat Jimin memanggilnya. "Kalau eksperimen Appa berhasil dan Hyung mencobanya, apa yang akan Hyung lakukan?"
Luhan terdiam. Sekelebat bayangan tentang pertengkaran Keluarganya terputar lagi di otak, seperti kaset rusak. Luhan tersenyum, dia memandang Jimin. "Membuat semua baik-baik saja seperti awal, kau harus bersyukur dengan keadaanmu, Jimin-ah," Dia mengusap kepala Jimin perlahan.
"Masuk kamarmu, ini sudah malam," Baekhyun menginterupsi, Jimin mengangguk dan pergi. "Lu, bagaimana keadaan Jongdae dan Minseok?"
"Yaa seperti biasa," jawab Luhan. "Kalau kau mau kau bisa tinggal disini sampai mereka rujuk," tawar Baekhyun, dia takut mental Luhan memburuk. Disini dia tak bisa menyalahkan siapa-siapa, Jongdae dan Minseok menikah lebih awal 10 tahun dari Baekhyun.
Mereka menikah saat Minseok berumur 22 dan Jongdae 20. Mungkin itu yang menyebabkan keduanya saling egois. Apalagi Jongdae lebih muda dari Minseok.
"Tinggal disini sampai mereka rujuk?" Baekhyun mengangguk mengiyakan. "Heh, mereka mungkin akan melaksanakan talak tiga jika aku tidak ada di rumah, aku menolak, terimakasih sudah menawarkan.." Luhan tersenyum dan langsung pergi ke ruangan Chanyeol.
"Min, anakmu kuat, seharusnya kamu tidak membuatnya begini," Baekhyun menghela nafas lelah.
Time Machine [Hunhan] - 01
"Ahjussi!" Luhan memanggil Chanyeol dengan semangat. Sebetulnya dia suka saat Chanyeol membuat eksperimen atau barang baru, tapi kali ini dia agak ragu akan 'Time Machine' yang dibicarakan oleh Baekhyun tadi.
"Wah, Luhan ternyata.. kau malam-malam datang kesini?" Chanyeol mengangkat satu alisnya. Luhan mengangguk. "Disini lebih nyaman," ungkapnya lugas. Chanyeol tersenyum miris. "Besok tidak ada jadwal kuliah?"
"Sebulan ini libur dulu, katanya ada perenovasian di bagian jurusanku," Luhan langsung duduk di sebelah Chanyeol. "Lalu skripsi mu?"
"Hm, berjalan dengan baik.. tinggal perbaikan kata saja, mungkin." Luhan mengangkat kedua bahunya. Chanyeol hanya manggut-manggut sambil sibuk dengan urusannya. "Ahjussi, Hyunnie-ahjumma bilang padaku kau membuat apa itu tadi namanya? Yang bisa membawa mu pergi ke masa lalu atau masa depan," Luhan mengubah topik.
"Hahaha, Time Machine? Ini aku sedang mengerjakannya,"
Luhan menatap benda di hadapannya. Seperti kereta kuda di jaman dahulu, tapi didalamnya terdapat tombol-tombol aneh, sebuah keyboard, sebuah monitor, tempat duduk nyaman, dan tirai di jendelanya. "Oh wow," Luhan terkejut, tadi dia tak menyadari benda ini saat masuk ke ruangan.
Desainnya sederhana, tapi mampu membuat Luhan sedikit tercengang. Apa benar 'Time Machine' ini bisa membawa manusia menjelajah waktu seperti cerita-cerita fiksi yang sering dia baca?
"Kau tau?"
"Tentang apa?"
"Aku bertemu Baekhyun dengan benda ini."
Luhan terdiam. "Tidak mungkin, maksudmu apa ahjussi?"
Chanyeol tersenyum lebar. "Proyek ini sudah kukerjakan saat akhir SMA, lalu saat Kuliah semester akhir aku mencobanya, dan aku pergi ke masa lalu, masa saat aku masih SMA, disana tentu ada 'Park Chanyeol' yang asli,"
"Lalu?"
"Tapi bukan berarti aku palsu, aku adalah 'Park Chanyeol' dari masa depan, lalu aku seenaknya menjelajah seluruh tempat yang kuinginkan dan bertemu Baek.."
Luhan manggut-manggut, dia masih serius mendengarkan. "Dia sangat manis saat itu, tapi,"
"Tapi apa?" Luhan tak sabar.
"Aku punya waktu di jam, waktu itu menunjukkan berapa lama aku bisa ada di masa tersebut, dan saat itu waktu ku habis, aku buru-buru masuk ke Time Machine dan kembali ke masa kini.. beruntungnya, aku bertemu Baek lagi dan kami saling mencintai,"
"Ah.. kisah cinta yang indah," Luhan sedikit iri. "Tidak terlalu, kurasa musuh menjadi cinta itu lebih indah,"
"Hah?"
"Jongdae dan Minseok awalnya begitu," jawab Chanyeol. "Mereka saling membenci dan akhirnya jatuh cinta, jadi tidak aneh jika mereka memperdebatkan hal kecil,"
Memperdebatkan hal kecil? Luhan diam, dia seperti melewatkan sesuatu yang sangat penting. Ah!
"Kenapa Appa dan Eomma bertengkar? Apa penyebab mereka begitu sekarang?" Pertanyaan itu terlontar begitu saja. "Kau bisa mengetahuinya jika kau masuk kedalam Time Machine," jawab Chanyeol.
Luhan terlihat ragu. "Apa aman?" Tanya-nya. Chanyeol mengangguk. "Jika memang berbahaya aku tidak mungkin menyarankan hal yang tak masuk akal begini,"
"Bagaimana kau membuatnya?"
"Entahlah, aku sedang mencari dimensi lain dari dunia ini dan menemukan dimensi ruang waktu, kukira apa, akhirnya aku mencoba pergi kesana, ternyata aku bisa mundur atau memajukan waktu," jelas Chanyeol. "Ikut aku," Chanyeol menarik Luhan masuk kedalam Time Machine.
"Tombol hijau untuk menutup semua pintu dan jendela Time Machine, tombol merah untuk menyalakan mesin, tombol kuning untuk pergi ke masa lalu, tombol biru masa depan, tuas yang ini untuk menjalankannya,"
"Keyboard dan monitornya untuk apa?"
"Keyboard dan monitor memudahkanmu untuk pergi ke masa yang kau inginkan, daripada memencet tombol kuning lalu kau terdampar di masa yang entah kapan,"
"Oh, bisa kucoba?" Tanya Luhan antusias.
"Tidak."
"Waeee?" Chanyeol menepuk jidatnya, dia lupa kalau Luhan menuruni aegyo imut dari eomma nya dan suara yang dibuat mendayu seperti kebiasaan Jongdae.
"Karena jika kau mencobanya kau akan–"
Tut
Terlambat. Luhan sudah mengetik '2027' disana. Okay, sekarang tahun 2032, Luhan lahir tahun 2012, tahun Minseok dan Jongdae menikah. Dia ingin kembali saat umurnya masih 15, kelas 3 SMP.
Chanyeol membelalakkan matanya.
"Luhan–"
SRINGGG
Cahaya yang sangat terang memancar dari Time Machine, menerangi ruang bawah tanah yang gelap dan pengap tersebut. Tanah disana mulai bergetar hebat. Time Machine mulai mengudara, benda itu terbang beberapa meter dari tanah. Untungnya ruangan itu tingginya 20 meter, makanya perjalanan dari rumah ke ruangan ini cukup jauh.
"Luhan!! Tutup jendelanya atau kau akan terlempar di ruang waktu!!"
Luhan yang mendengarnya samar-samar segera memencet tombol hijau, tombol lain sudah dia tekan sebelumnya, lalu dia menarik tuasnya.
Trek
"KIM LUHAN! HATI-HATI!"
PLOP!
Kereta tadi hilang mendadak. Chanyeol menghela nafas. "Dia hanya punya waktu 30 hari, dan aku belum memberinya jam itu, bagaimana ini? Aku bisa dibunuh Minseok," katanya pasrah.
Brak!
"Yeobo, apa yang terjadi?!" Baekhyun panik. Chanyeol mendekati Istrinya dan memeluknya. "Luhan pergi dengan benda itu, tak apa, aku yakin dia akan baik-baik saja, sekarang kita harus punya alibi untuk menyembunyikannya dari pasangan Kim," ujarnya menenangkan.
Time Machine [Hunhan] - 01
Zzzzrrrr
Benda itu mengambang 3 meter dari bawah, ruangan yang ditempati Luhan kini hanya terombang-ambing tidak jelas. Luhan mengintip keluar lewat tirai yang disediakan.
"Astaga, indah sekali.." ungkapnya setelah melihat apa yang ada di luar. Dimensi itu berwarna-warni, dan disana kosong melompong, hanya ada Luhan, dan benda yang dia naiki, Time Machine.
Tik tok tik tok
Luhan mendengar suara jam. Dia melihat ada jam besar di depannya. "Ah! Bagaimana ini?!" Luhan panik, dia takut Time Machine menabrak jam tersebut kemudian dia tak bisa kembali dan terjebak di dimensi ruang waktu.
Jam itu semakin dekat. "Astaga, aku belum punya pacar, aku masih muda, jangan biarkan aku mati dulu, aku masih sayang Appa walau dia begitu, aku juga sayang Eomma," Luhan meracau.
Brak!
Luhan reflek menutup matanya takut.
SRIINGGG Bruk!
Jantung Luhan seakan berhenti berdetak. Dia membuka matanya perlahan. "Aku masih hidup kan?" Tanya-nya, dia buru-buru keluar dari Time Machine.
Dia melihat sekeliling. Hutan? Mungkin, dia sendiri tidak tahu, tapi tak apa, dia bersyukur. Setidaknya dia selamat dan dia tak dipandang aneh oleh orang-orang jika dia terdampar di mall.
Luhan masuk Time Machine dan menatap monitor.
'Now you in 2027'
"Eh? Daebak," Luhan membuka mulutnya. "Dia akan ada disini terus kan?" Luhan membuka kotak aneh di dalam Time Machine.
Didalamnya ada makanan, minuman, mantel, sepatu, kaos tipis, baju renang, bahkan dalaman! Sepertinya Chanyeol menyiapkan dengan sangat baik. Mungkin dia tidak bisa memprediksi musim apa di tahun yang dia datangi, makanya dia mempersiapkannya.
Luhan mengambil mantel tersebut. Mantelnya tertinggal di rumah Chanyeol tadi. Dan ternyata di sini juga sedang musim dingin, mungkin akhir tahun 2027.
Luhan berjalan perlahan, ternyata tadi bukan hutan, mungkin hanya tempat beberapa pepohonan rindang. Dia berjalan mendekati toko kue ikan. Dia melihat kue ikan berjajar rapi, asap mengepul karena mereka baru diangkat.
Ah, dia lupa, dia tak bawa uang, tak mungkin dia memakai uang tahun 2032, banyak perubahan uang sejak tahun 2030. Akhirnya dia berbalik dan hendak pergi,
"Chankam.."
Luhan membulatkan matanya, dia berbalik lagi.
"Hyung tak punya uang untuk membelinya kan? Ini, untuk Hyung.."
'Itu.. aku?'
.
.
.
.
hello gaes, makasih udh nungguin :v btw gw mau Hiatus, 2 minggu mungkin(?) kalo beruntung gw Hiatus seminggu, selain cerita ini, pada mau up cerita yg mana?? ntar gw usahain up malem ini :3
oh ya, yg mau temenan sama gw silahkan add line, sekalian ngingetin gw kalo blm update cerita :v
Line : kimchennie
saranghae :')))
