Love or Sex

Cast :

Oh Sehun

Luhan

Rated : M

Genre : Mature content, Sex scene, No children, School life, Senetron

DON'T LIKE DON'T READ

DON'T BE SILENT RIDER

~keiLu present~

"Ok" sehun dengan santainya langsung memajukan tubuhnya kearah luhan yang gemetar. Luhan takut sehun bersikap aneh-aneh padanya. Eh bukankah sehun pernah melakukan hal yang lebih aneh-aneh pada luhan. Tapi ini adalah pengalaman pertamanya bersentuhan fisik dengan sehun di depan orang banyak. Cukup ranjangnya saja yang tahu seberapa kuat sehun menggenjotnya tiap malam, jangan orang lain.

Cup

"Eh"

"Wuuuuuuuuu" kai langsung berteriak heboh melihat kelakuan sehun. Bagaimana tidak temannya yang hobi menyusu pada wanita ini mencium luhan di dahi. Ingat cuma di dahi. Baekhyun dan kyungsoo hanya memutar bola mata mereka malas sedang chanyeol hanya tersenyum lebar. Dan luhan, dia membelalakkan matanya. Bagaimana tidak, sehun tidak pernah mencium keningnya. Memang sehun sudah menjamah seluruh tubuhnya tapi dengan mencium dahi itu benar-benar aneh.

.

"Ahh sehunhh nghh biarkanhh akuhh menggantihh bajukuhh duhhluhh" setelah sampai diapartemen mereka sehun langsung memojokkannya ke tembok. Dia yang belum siap tentu saja kaget. Bagaimana tidak, sehun menghisap bibirnya dengan kencang dan satu tangan yang meremas-remas payudaranya.

Cpak

Cpak

Cpak

"Enghh sehunhh shhh"

Luhan mulai tidak kuat saat tangan sehun merayap kebagaian kewanitaannya. Kakinya bergetar tidak kuat terhadap rangsangan yang sehun berikan. Luhan hanya dapat mengalungkan tangannya pasrah pada leher sehun dan kepala yang terkulai lemah pada bahu sehun.

Sehun terus menggoda klitoris luhan dengan cara memijat-mijatnya dari luar celana dalam luhan. Sehun sangat suka sekali dengan ekspresi tersiksa luhan. Karna sudah tidak dapat menahan hasratnya lagi sehun pun menggendong luhan ke kamar mereka.

"Tenang lu setelah ini aku akan memuaskanmu"

Bruk

Sehun langsung menjatuhkan tubuh luham di ranjang mereka dan langsung menindihnya. Sehun membuka kancing seragam luhan dengan kasar. Dia sudah tidak sabar untuk menikmati susunya.

"Ahh ngghh sehunnahhh ja jangan menyedotnyahh denganhh kencanghh nghh"

Desah luhan makin tidak karuan saat sehun bermain-main dengan payudaranya. Sehun sekali-kali akan menggigit gemas nipple nya lalu menghisap nipple luhan lagi seolah-olah air susu akan keluar dari sana. Tangan sehun tidak tinggal diam, dia terus memelintir nipple luhan yang satunya yang sudah sangat tegang.

"Kau menyukainya lu hmm" sehun bertanya bermaksud menggoda luhan yang tengah berada diujung gairah. Sehun terus memelintir nipple luhan dengan kedua tangannya. Sekali-kali meremas dan menggoyang-nggoyangkan payudara luhan.

Luhan hanya bisa melampiaskan gairahnya dengan meremas-remas rambut sehun.

Nghhh

Mhh

Shh

Sehun menurukan kepalanya menuju selangkangan luhan yang secara otomatis mengangkang lebar menyambutnya. Sehun tersenyum mesum melihat celana dalam luhan yang sedikit basah.

"Kau sudah basah ternyata" dengan usilnya sehun menusuk-nusukkan telunjuknya pada lubang luhan dari luar celana dalam.

.

Sekarang ganti sehun yang merem melek akibat kelakuan luhan. Dengan baju berantakan luhan menungging diatas sehun sembari mengemut penis besar sehun yang telah menegang sempurna. Dia sedikit menggigit-nggigit penis sehun sanking gemasnya. Penis sehun itu besar, panjang, dan gemuk. Dan luhan sangan menyukainya saat penis itu menyodok lubangnya sampai kebagian paling dalam. Luhan terus menggerakan kepalanya naik turun memancing sperma sehun untuk keluar.

"Ngghhh bagus bitch terushhh mmmhhh" sehun membantu luham menggerakkan kepalanya karna dia sebentar lagi akan klimaks.

"Angggggghhhhhhh"

Wajah luhan yang penuh sperma adalah pemandangan favorit sehun. Sehun membaringkan luhan kembali dan menjilat-jilat spermanya diwajah luhan. Sehun langsung membalikkan badan luhan. Sekarang sehun sudah mulai memasukkan 1 jari nya untuk pelonggaran, walaupun lubang luhan sudah sering dimasukinya tapi entah mengapa selalu terasa sempit bagi sehun. Sehun mulai menambah dua jari kedalam lubang luhan dan terus menyodoknya. Luhan langsung berjengit saat jari sehun mengenai prostatnya. Ini sungguh nikmat. Tanpa menunggu lama sehun membalik luhan posisi menungging, ini adalah posisi favorit sehun dimana dia bisa langsung menyodok lubang luhan sampai titik yang paling dalam.

"Nghhh shhh sa sa kith"

"Shhh tenang lu tenang" sehun mencoba menenangkan luhan saat penisnya mulai masuk ke dalam lubang luhan dengan cara mengecup pundak luhan berkali-kali. Setelah luhan tenang sehun langsung menghempaskan penisnya dan langsung mengenai prostat luhan.

"Nyahhhhh mhhhhhhh"

"Ini kanhhh nghhh yangh kau mauhh lu hhh"

Plok

Plok

Plok

Plok

Suara pertemuan kelamin mereka nyaring memenuhi isi ruangan. Masih belum puas sehun pun mengangkat luhan dan menaruh di pangkuannya. Sehun ingin kali ini luhan yang memberi nya kenikmatan. Luhan langsuk bergerak naik-turun dengan semangat. Tangan sehun terus meremas-remas payudara luhan dari belakang, kadang sekali-kali akan menarik-narik nipple luhan kencang. Luhan yang diperlakukan seperti itu hanya bisa mendesah keras.

Sehun masih belum puas dan tidak ingin cepat cepat menyemprotkan spermanya kedalam lubang luhan. Dia menggendong luhan dan berdiri tanpa melepas ikatan mereka. Sehun meresa keenakan karna penisnya merasa diremas-remas. Sehun mulai menggerak-nggerakan lagi tubuh luhan sambil berjalan menuju ruang tamu. Dan rasanya benar-benar luar biasa bercinta sambil berjalan.

Sehun menjatuhkan luhan di sofa ruang tamu dan mulai menggenjot luhan lagi.

Ahh

Shhh

Mhhj

Nghhh

"Seh sehunhh ak akuhh akanhh"

"Bersamahh luhh sebentar"

Penis sehun terus membesar di dalam lubang luhan.

Sret

Bles

Sret

Bles

Dua tusukan terakhir penis sehun pun mengeluarkan sperma nya dalam lubang hangat luhan.

Hh

Hh

Hh

Deru nafas mereka saling bersaut-saut. Sudah lebih dari satu jam sehun menggenjot luhan tapi sehun baru klimaks satu kali.

"Hh hh hh aku capek hun"

"Istirahat lah aku akan memandikanmu"

Sehun pun mengeluarkan penisnya dalam lubang luhan dan segera membersihkan tubuh mereka dalam kamar mandi. Sehun sudah bisa memandikan tubuh luhan setelah mereka lelah bercinta. Sehun dengan telaten menyiram tubuh luhan dengan air hangat dan menyabuninya dengan bersih. Setelah selai sehun membawa tubuh luhan ke kamar nya dan memakaikannya piyama tidur agar luhan merasa nyaman. Setelah menyelimuti luhan sekarang gantian sehun yang mandi. Tubuhnya benar-benar lengket karna spermanya sendiri dan cairan luhan.

.

Cpak

Cpak

Cpak

Luhan merasa tidur nya terusik karna dia merasa dada nya basah saat dia mulai membuka matanya yang dia lihat malah kepala si brengsek sehun. Benar-benar sialan hari masih pagi tapi dia sudah asik menyusu saja. Tanpa menghiraukan luhan yang ternyata sudah bangun sehun trus menghisap-hisap nipple luhan. Dia sesekali menggigit-nggigit nya gemas dan menghisapnya kembali. Sampai akhirnya sehun menyudahi aktivitasnya itu dengan mengecup nipple kanan dan kiri luhan.

"Eoh kau sudah bangun" sapa sehun dengan senyum manisnya sampai mata bulan sabitnya melengkung kebawah.

"Bagaimana aku tidak terbangun kalau ada orang brengsek yang seenaknya menyusu padaku pagi-pagi" balas luhan sebal. Dia langsung bangun dan pergi ke kamar mandi.

"Salahkan payudaramu yang sangat ingin ku hisap itu nona lu"

"Brengsek kau" luhan hanya bisa mengumpat dari balik pintu kamar mandi sedang sehun meneruskan tidurnya sembari menunggu luhan selesai mandi.

.

"Sial"

Pagi-pagi luhan sudah dibuat kesal berulangkali. Bagaimana tidak, saat ini ada tangan yang tidak tau diri meremas-remas payudaranya dari belakang mengganggu aktivitasnya menyiapkan sarapan.

"Aku suka saat kau tidah memakai bra" tanpa berdosa sehun malah tersenyum lebar dan terus-terusan meremas payudara luhan sambil menggoda nipple luhan yang sudah tegang.

"Enyah kau oh sehun" luhan sudah benar-benar kesal. Dia langsung menyentak tangan sehun dan berjalan menuju meja makan untuk menata roti panggang yang selesai dibuatnya. Inginnya sih luhan makan dengan tenang dan cepat pergi ke sekolah. Tapi dengan seenak penisnya sehun malah menaruh luhan dipangkuannya. Awalnya luhan mencoba melawan tapi sekuat apapun luhan pasti kalah dengan sehun yang jelas-jelas lebih kuat darinya.

"Yak mau apa kau brengsek. Aku akan kesekolah" sungut luhan kesal. Bagaimana tidah sehun malah membuka kancing seragamnya dan menyingkap tank top luhan ke atas. Ingat luhan tidak suka memakai bra. Tidak hanya sampai disitu sehun mulai mengambil selai dan mengoles-ngoleskannya pada dada, payudara, dan nipple luhan. Luhan ingin menolak tapi itu percuma karna setiap sentuhan yang sehun berikan padanya selalu sukses membuatnya lemas. Seperti sekarang, sehun mulai menjilat-jilati selai yang berada pada dada luhan lalu turun ke payudara dan berhenti pada nipple menegang luhan. Luhan hanya dapat menyalurkan rasa nikmatnya dengan meremas-remas rambut hitam sehun.

Cup

"Ahh kenyangnya~ cepat lah bersiap-siap lu. Kita akan telat jika kau lelet" kekeh sehun sambil menurunkan luhan dari pangkuannya dan pergi ke kamar mengambil ranselnya.

"Bajingan kau oh sehun"

Luhan benar-benar kesal. Yang membuat mereka sedikit terlambat itu siapa kalau bukan si brengsek oh sehun. Tidak bisakah dia menahan hasratnya untuk menyusu pada luhan. Luhan pun mulai membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa saliva sehun dengan tissue. Tidak mungkin kan dia membiarkannya. Cukup wajahnya saja yang manis jangan tubuhnya juga.

.

"Hai Lu"

"Eoh hai baek"

"Kau baru datang? Tumben" kata baekhyun heran sambil mengelus-ngelus dagu runcingnya dengan jari lentiknya

"Tadi aku bangun kesiangan hehe" jawab luhan sambil memamerkan jarinya yang membentuk peace sign.

"Eoh lu kau sudah mengerjakan tugas dari kang saem?"

"Sudah. Kenap-eh aku tau kau pasti ingin menyalinnya kan. Tidak baek tidak. Kita itu sudah kelas 3. Kau jangan terus-terusan mengandalkan orang lain. Bagaimana kau bisa masuk universitas jika terus begini" seperti biasa luhan akan selalu menasihati baekhyun akan kebiasaan buruknya tersebut.

"Yak luuuuu kau tau kemarin-kemarin aku sibuk sampai lupa mengerjakannya. Ayolah kau kan temanku yang paling cantik" rayu baekhyun sambil menggoyang-nggoyangnya tangan luhan dan memasang wajah puppy andalannya yang akan ampuh untuk merayu chanyeol. Tapi luhan sudah kebal dengan segala macam rayuan baekhyun.

"Sekali tidak tetap tidak baek"

"Ck aku membencimu" baekhyun langsung menyentak tangan luhan dan berjalan di depan luhan dengan wajah kesalnya.

"Aku juga mencintaimu baek" luhan malah menggoda baekhyun yang sedang dalam mode merajuknya.

"Aaaaaaahhh chanyeooooolllieeee"

Luhan langsung memutar bola matanya kesal sangat melihat baekhyun tersenyum ceria dan berlari menuju kekasihnya yang berada diujung koridor sambil merentangkan kedua tangannya. Semua siswa yang melihat sudah biasa melihat adegan baekhyun chanyeol yang membuat mereka mual. Dan eoh kemanakah wajah kesal baekhyun tadi. Apakah pesona chanyeol begitu menyilaukan hingga membuat baekhyun yang cemberut menjadi tertawa senang. Chanyeol yang melihat kekasihnya berlari kearahnya hanya terkekeh manis dan menyambut kekasihnya dengan pelukan hangat dan sesekali mengecup kening baekhyun. Luhan merasa telah melihat adegan film india secara live.

.

"Lu kau jadikan mengantarku membeli cat kuku setelah ini?" Tanya baekhyun sambil mengemasi buku-bukunya. Kelas sudah mulai sepi hanya tinggal beberapa orang termasuk luhan dan baekhyun. Ngomong-ngomong kyungsoo hari ini tidak masuk karena pergi ke busan.

"Tentu saja. Tapi aku mau ketoilet dulu ya"

"Ok"

Bukannya berjalan menuju toilet perempuan luhan malah berjalan menuju koridor area kelas 2. Dia ingin memberitahu sehun bahwa dia akan pulang bersama baekhyun. Sebenarnya luhan sudah mengirimi pesan kepada sehun sejak tadi tapi karna tidak kunjung mendapat balasan luhan pun berinisiatif pergi menemui sehun sendiri saat pulang sekolah. Karna pikir luhan sekolah sudah sepi jadi tidak akan ada yang mencurigai mereka. Setelah sampai didepan kelas sehun dia langsung membuka pintunya tapi

Brak

Luhan melihat sehun berciuman dengan perempuan lain.

TBC

Review please

Preview chapter depan :

"Jadi selain mengangkang dibawahku kau juga membuka pahamu untuk yifan lu"

Plak