Mirai Onsen
T+ - M
Tadatashi Fujimaki
AU, Romance, Crack!Humor, Yaoi, Boy meets boy /?
AoKise, KagaKuro Slight HaiKise (In this chapter, slight NijiHai)
WARNING
Aomine: 25 y.o
Kagami: 23 y.o
Kise & Kuroko: 19 y.o
Hey guys! We meets again. I feel really sorry about the chapter before. I forgot to write 'HaiKise' in the summary. Hontou ni sumimasen! (_ _) and thanks for the review(s), fav(s) & follow(s)! it's really makes me happy! SANKYUU _(:3 /_)_
It's a weird fanfic, so many typo(s) inside, and the characters is out of personality, if you didn't like this fanfic just close it. So easy, right?
Saa—
ENJOY!
.
.
.
.
Aomine mendengarnya sangat jelas. Tch, liat saja apa yang akan dia lakukan. Ia segera mengambil langkah untuk ke ruangan di sebelahnya. Ia segera membuka pintunya dan menemukan bahwa seorang lelaki pirang tengah di buka bajunya oleh si pemabuk. Ah! Itu adalah lelaki pirang yang tadi! Yang tad ia lihat. Terlihat lelaki pirang itu menangis, sementara pemabuk itu menyeringai dan memilin putingnya yang berwarna pink. Aomine geram di buatnya.
"Woy pemabuk!" Aomine berjalan ke arah pemabuk yang masih dengan kemeja— masih berbalut kain itu. aomine mengangkat kerah pemabuk itu dan memelototinya.
"Siapa namamu, orang bodoh?" Aomine yang perawakan badannya lebih besar dari pemuda yang ia angkat berbicara dengan nada suara yang dingin.
"Aahaha, penting ya? Oke deh, oke deh, namaku adalah Haizaki Shougo! Anak bos! Ayahku seorang bos perusahaan yang penting di Jepang! Uangku banyak! Ahahaha!" Pemabuk yang terlihat lebih muda darinya itu tertawa nista sambil memperkenalkan dirinya.
"Dengar, orang bodoh. Kau sudah sadar aku ini polisi, berada di sebelah ruanganmu, tetapi kau tetap melakukan pelecehan sexual di tempat umum? Manusia macam apa kau?"
"Heee?~ Aku?~ Aaah~ Polisi mah kecil! Tak ada apa – apanya! Jika aku masuk penjara, aku bisa langsung melunasi dendanya kok!~" Pemabuk itu berbicara dengan nada yang menyebalkan. Aomine sudah mengambil handphone nya namun—
"HAIZAKI SHOUGO!"
Seorang pria.
Berambut hitam.
Berwajah sangar.
Mendatangi mereka.
Aomine terbengong lalu melepaskan kerah baju pemabuk yang namanya di sebutkan tadi. Pria berambut hitam dan berakaian butler itu menarik kerah leher pemabuk itu dan menyeretnya. Sebelum itu, ia menatap Aomine.
"Kau polisi di daerah sini, bukan? Aku memintamu untuk tidak memberitahu temanmu. Anak ini memang bandel dan aku ingin membunuhnya, tetapi aku tak bisa—"
"N-NIJIMURA SAN L-LEHERKU—"
"—diam atau aku laporkan pada ayahmu"
"N-NIJIMURA SAN—"
"Panggil namaku lagi atau aku akan menggantung mayatmu di depan gedung perkantoran ayahmu"
Pemabuk itu langsung terdiam lalu terseret dengan pasrah. Petugas depan terlihat mendatangi mereka, si rambut coklat itu "A-anu, apa yang terjadi disini? Ryouta – san! Apakah anda baik – baik saja?!"
'Berarti namanya.. Kise.. Ryouta, huh?'
"A-ah, D-daijoubu-ssu... pria ini yang menolongku tadi.." Ia hanya menunduk, tak berani menatap Aomine. Aomine sedikit geli melihat tingkahnya yang lucu.
"Maafkan kami atas ketidaknyamanannya anda! Kami benar benar minta maaf!" Pria berambut coklat itu berbungkuk lalu segera Aomine hentikan.
"Sudahlah" jawabnya santai "Ini sudah tugasku" Jawabnya lalu menatap lelaki pirang yang juga menatap ke arahnya. Lelaki itu segera menunduk malu. Ah, entahlah. Aomine tertarik dengan lelaki itu. Sepertinya.
"Ah! Begitu kah? Kalau begitu saya permisi dan silahkan melanjutkan berendam anda tuan—"
"O-oi tunggu ruanganku bukan di sin—"
Ah, pintu sudah di tutup.
" 'ttaku.." Aomine menghela nafas lalu berjalan mendekati pintu, namun langkahnya terhenti ketika lelaki pirang yang bernama Kise Ryouta itu mengeluarkan suaranya.
"P-polisi – san nama anda siapa-ssu?" Lelaki itu terlihat memberanikan diri untuk berbicara. Aomine berbalik. Ia sedikit tersenyum.
"Aomine. Aomine Daiki." Ia terhenti sejenak "Kau... Kise Ryouta, benar?"
"A-ah! Iya! Benar-ssu..." Ia menunduk lagi. Telinganya merah, Aomine bisa melihatnya dengan jelas.
Suasana hening, dan mereka membiarkan itu. Hanya uap hangat yang mengelilingi mereka.
_(:3 /_)_
Beralih ke Kagami, ia dengan luwesnya bersantai di kolam. Ia menatap pemuda mungil yang duduk dan merendamkan kakinya. Mata Kagami memperhatikan wajah pemuda mungil itu. Manis, walaupun tatapannya datar. Dari wajah, matanya turun ke bagian betis yang setengah tertutupi air itu. Putih, bersih.
"...Oi" Kagami menatap pemuda kecil itu.
"Hai'?"
"Kau ini transgender ya?"
Kagami, kau itu bodoh sekali. Apakah tendangan yang tadi tidak cukup bagimu? Mau tambah lagi?
"Hentikan pertanyaanmu itu, Hentai" Jawabnya datar "Apakah berendammu sudah cukup? Aku akan memijat punggungmu"
"Hm? Boleh" Kagami bangkit lalu duduk di sisian kolam. Ia merendam kakinya. Pemuda kecil itu entah sejak kapan suda berada di belakangnya. Tangannya yang sedikit lebih kecil dari kKagami mulai memijat punggung proporsional Kagami. Kagami merasakan dimana titik tertentu di dalam tubuhnya di tekan, dan ia merasa nikmat. Ia merasa lega.
"Pijatanmu enak" Komentar Kagami.
"Terima kasih"
"Wajahmu juga manis" Oke apakah ini gombalan atau bagaimana Author tak tahu.
"..." Pemuda itu hanya diam dan menghentikan geraknya. Merasa tak merasakan pijatan, Kagami menoleh ke belakang dan menemukan—
Kalau pemuda mungil itu tengah menutupi wajahnya.
Astaga.
Imut sekali.
"O-oi kau ini kenapa..." Tangan Kagami membuka perlahan tangan pemuda mungil itu dan menemukan kalau ia sedang menutup mata dan pipi mungilnya memerah.
"J-jangan melihat ke sini" jawab pemuda mungil itu. Kagami tertawa kecil. Lucu sekali pemuda ini.
"Aku sudah terlanjur melihatnya, apakah aku salah?" Kagami mengusap kepala pemuda itu.
"...roko..."
"Ha?"
"Kuroko..."
" 'Kuroko'?"
"Kuroko.. Tetsuya.."
"Kuroko- Namamu Kuroko Tetsuya?" Kagami memiringkan kepalanya. Butuh waktu lama menunggu otak Kagami nyambung. Ia tersenyum ke arah Kuroko yang wajahnya sudah kembali normal.
"Aku Kagami. Kagami Taiga!" Jawab Kagami semangat. Ia dapat mendengar kekehan kecil dari mulut si Kuroko.
"...Apa – apaan itu, nama mu aneh" Komentarnya dengan sedikit tersenyum.
"Hee? Jahat sekali kau" Kagami menyipratkan air ke wajah Kuroko. Kuroko merenggut lalu membalikkan badan Kagami dan memijatnya keras – keras.
"O-OI PELAN – PELAN!"
Tanpa kalian sadari, benih itu tumbuh. Padahal kalian tak tau dimana dan kapan menanamnya, tapi ia akan terus tumbuh kan?
.
.
.
.
TBC _(:3 /_)_
UWAAAH APA INI?! PENDEK SEKALI!
Yah.
Saya sengaja sih. /dibakar/ saya janji update kalau saya ada ide :'3 /ditabok/
Ah ya tadi sempat liat review, kise itu pemijat :"3 jujur, andai saja 'pemijat' ada bahasa kerennya :"D ada saran? Ehehe.
Thanks for reading!
