Keturunan vampir percaya bahwa dengan menghisap darah orang yang dicintainya maka mereka akan terikat takdir yang kuat
'Jaman dulu vampir dikenal sebagai mahkluk yang mengerikan dan ditakuti banyak orang, tidak ada yang tahu kenapa mereka bisa ada di bumi ini, ilmuan ada yang berkata jika mahkluk itu awalnya adalah manusia biasa yang menjadi korban percobaan para ilmuan terdahulu yang tidak bertanggung jawab, beberapa ilmuan lain juga mengatakan vampir dahulu memiliki virus yang mana jika menggigit korbannya maka sang korban juga akan berubah menjadi vampir. Namun, berbanding terbalik dengan abad ini, vampir begitu digemari oleh orang-orang. Penggambaran vampir yang terlihat selalu sempurna dengan diperankan oleh actor tampan serta actris cantik disetiap film membuat fans pencinta vampir bermunculan. Bahkan mereka berharap vampir masih ada di abad ini. Seorang paranormal pernah mengatakan jika vampir masih berkeliaran disekitar kita sampai saat ini, namun pola pikir mereka telah berubah sehingga tidak menimbulkan kekacauan, nah, para pembaca, apa kalian percaya pada paranormal ini? '
"Woah..."
Baekhyun menoleh kearah Kyungsoo yang telungkup diatas kasurnya ketika sahabatnya itu mengeluarkan seruan. Sore ini ia meminta sahabat sekaligus tetangganya itu datang ke rumahnya, tapi, Kyungsoo datang dengan membawa buku sejarah vampir dan namja bulat itu terus membaca sampai mengabaikan Baekhyun. Jadi untuk apa Baekhyun meminta namja itu datang jika ia tetap merasa bosan. Dari tadi Baekhyun hanya menonton acara musik yang sudah diulangnya beberapa kali. Dilihatnya Kyungsoo menutup buku yang dibacanya.
"Kau sudah selesai membacanya?"
Kyungsoo menganggsuk sebagai jawaban. "Waw, Aku sangat penasaran sekali dengan mahkluk ini, apa selama ini mereka ada disekitarku?"
Baekhyun ingin sekali menampar wajah Kyungsoo yang terlihat sumringah mengkhayalkan mahkluk tidak nyata itu.
"ck, kau terlalu fanatik, Kyung. Vampir hanya ciptaan orang-orang dengan khayalan tinggi, mereka hanya ada dalam cerita fiksi dan tidak ada di jaman manapun atau belahan bumi manapun."
"Yah, aku baru saja membaca buku sejarahnya, sudah jelas vampir dulu memang ada." Sanggah Kyungsoo kesal dengan pemikiran sahabatnya itu yang so tahu, padahal Baekhyun tidak pernah suka membaca buku dan pelajaran sejarah.
"Terserah kau saja, berharaplah vampir itu ada sampai kau merasa gila." Baekhyun berbalik kembali menonton laptopnya, menurutnya Kyungsoo terlalu banyak berkhayal hal aneh akhir-akhir ini. Bahkan saat menentukan konsep koreografi dance pun ia mengambil tema vampir.
Menurutnya Kyungsoo memang sudah gila.
.
.
.
.
HappytimewithCB – Present
What's Wrong
[Started From The Bike]
Cast :
- Park Chanyeol
- Byun Baekhyun
- Byun Baekhee (Baekhyun's Twins)
- Do Kyungsoo
- Kim Jongin
Rating T.
Warning : YAOI, BOYXBOY, GJ, Comedygaring, TYPO, DLL.
Happy Reading~
.
.
.
.
Chanyeol keluar dari ruangan ibunya dengan senyum puas tergambar diwajahnya. Ibunya menyetujui kepindahannya, bagaimana Chanyeol tidak sesenang ini memikirkan dapat lebih dekat dengan pujaan hatinya. Chanyeol berdehem sebentar agar senyumnya tidak terlalu lebar kemudian bergegas ke arah kamarnya di lantai dua. Saat melewati ruang tengah, pemandangan tidak menyenangkan membuat ia menghentikan langkahnya. Diatas sofa nampak dua namja sedang bermesraan dengan tidak tahu malunya menurut Chanyeol.
"Kris, kapan kau akan menikahiku?"
"Sabar, Tao-ah, meminta tanda tangan Ibu itu tidak gampang."
Chanyeol melangkah lebih dekat namun keduanya masih belum menyadari keberadaannya. "Ibu tidak akan pernah menyetujuimu, Ceo Park." Ucapnya dingin.
Kedua namja itu menoleh padanya. Chanyeol menatap tajam salah satu namja beralis tebal, orang yang merupakan kakak tirinya. Kakaknya itu berdiri dari duduknya lalu berjalan lebih dekat kearahnya. Senyum mengejek terlukis di wajah namja yang lebih tinggi darinya itu.
"Ohh... Tuan muda, kau sudah pulang."
Chanyeol masih mempertahankan wajah dinginnya. Chanyeol melirik Tao yang masih duduk ditempatnya tadi, lalu kembali menatap Kris. "kau masih sering membawa namja itu kemari? Apa kau tidak malu?"
"Untuk apa aku malu? Sebentar lagi dia akan tinggal disini selamanya."
"Mimpi saja kau."
"Bicaralah yang sopan bocah."
"Tak akan ku biarkan kau dan namja itu tinggal disini dan menyakiti ibu. Kau memang tidak tahu seberapa takut dan sedihnya ibu. Kris kau memang sudah tidak peduli pada keluarga Park!" Setelah mengatakan semua kekesalannya, Chanyeol meninggalkan Kris yang nampak mengeraskan wajahnya kesal. Kris mengusap wajahnya kasar.
"Kris, sebaiknya aku tidak menginap disini." Tao berucap sedih. Bagaimanapun ia merasa tidak enak pada keluarga kekasihnya yang menentang keras hubungan mereka.
"Iya, aku akan mengantarmu pulang."
.
.
.
.
Chanyeol segera merebahkan dirinya di kasur setelah sampai di kamarnya yang sangat luas. Ia merenung menatap langit-langit kamarnya yang berwarna putih. Entah kenapa setiap pertengkarannya dengan Kris selalu membuat perasaannya menjadi sangat buruk. Dulu ia dan kedua saudaranya tak pernah sekalipun saling membentak satu sama lain seperti tadi, namun sekarang Chanyeol merasakan perbedaan yang sangat jauh. Mereka selalu melempar sindiran satu sama lain dan membentak satu sama lain, apalagi sekarang Ayah sudah tidak ada. Chanyeol Merasakan semua orang yang disayanginya pergi menjauh, hatinya kadang gelisah setelah memikiran keadaan keluarganya saat ini, apalagi ibunya pasti setiap hari merasa takut. Satu hal yang dapat membutakan hati dan mata Kris juga adiknya yaitu cinta dan cinta juga telah mengubah kehidupan keluarganya. Cinta memang bisa mengubah apapun menjadi baik atau bahkan buruk. Tapi mau bagaimana lagi, Chanyeol juga tak bisa mengendalikan perasaan cinta yang dimilikinya akankah bedampak baik atau berdampak buruk. Perasaan cinta itu tumbuh sendiri di hati manusia entah pada siapa akan berlabuh kita tidak tahu. Memikirkan tentang cinta ia jadi teringat pada Baekhee, sedang apa sekarang pujaan hatinya itu.
Chanyeol bangkit dari kasurnya, ia berjalan kearah lemari dan membuka pintunya. Matanya melirik sebuah koper didalamnya dan ia langsung menariknya keluar. Chanyeol berencana untuk tinggal di apartemen yang dekat dengan sekolah barunya nanti, ibunya pun sudah menyetujui hal ini. Besok adalah hari kepindahannya, Chanyeol begitu semangat memikirkan akan setiap hari bertemu dengan Baekhee.
"Byun Baekhee, tunggu aku, eoh."
.
.
.
.
Di ruangan berbentuk segiempat itu Baekhee dan teman-temannya yang dipilih untuk menampilkan dance sedang berlatih tariannya, mereka akan membawakan sebuah tarian dari girlband bernama GFRIEND dengan lagunya yang berjudul 'Me Gustas Tu'.
"Eunji-ah, gerakanmu terlalu lamban sesuaikan dengan yang lain." Intruksi sang pelatih pada salah satu temannya.
"Ne." Yeoja bermata lebih sipit dari Baekhee itu menjawab dengan tampang cemberut.
"Ya sudah, kalian boleh istirahat."
Para Yeoja itu membubarkan diri mereka dan duduk disisi dinding ruangan. Beberapa dari ruangan itu ada yang berbentuk kaca. Ruangan ini memang dikhususkan untuk siswa-siswi yang masuk ekstrakulikuler Dance untuk mereka berlatih dan kelasnya kali ini bisa dibilang sedang meminjam tempat ini.
"Hah Baekhee-ah, aku sudah tidak kuat berlatih lagi." Eunji langsung mengeluarkan keluhannya sesaat setelah mereka duduk berselonjor di lantai.
"Sama Eunji-ah, bahkan kakiku belum lama sembuh dan pelatih itu malah memperbanyak waktu latihan kita." Baekhee menambahkan keluhannya.
"Itu karena festival sekolah tinggal 3 hari lagi."
"Si Ketua kelas bodoh itu, aku akan mencabik-cabik otak bodohnya nanti." Ucapnya membara.
Semua penderitaannya ini dimulai ketika pemilihan pertunjukan untuk festival tahunan sekolah. Pemilihan pertunjukan dilakukan oleh Ketua kelas. Ada beberapa pilihan pertunjukan diantaranya menyanyi, menari/dance, bermain alat musik, drama, dan ada juga menampilkan comedy, dll. Dan bodohnya ketua kelasnya memilihkan dance untuknya, apa ketua kelasnya sudah tidak waras. Baekhee meyakini bahwa namja dengan mata seperti elang itu pasti mempunyai dendam terselubung padanya.
"Baekhee-ah, dia itu tidak bodoh tapi tampan." Baekhee menatap Eunji yang nampak menatap kearah belakang Baekhee dengan raut wajahnya yang terlihat terkagum-kagum. Ia ikut menolehkan kepalanya kearah belakang tubuhnya dan dapat ia lihat siluet namja memakai seragam sekolah tengah mengobrolkan sesuatu dengan pelatih dance perempuan tadi. Baekhee menatap tak suka pada namja itu. Tiba-tiba mata elang namja itu menatap kearahnya dan senyuman mengejek itu lagi-lagi terukir di wajahnya yang sialnya tampan itu.
.
.
.
.
Di jalanan kota Seoul, Baekyun mengayuh sepedanya dengan santai. Waktu masuk kelasnya masih terbilang setengah jam lagi, biasanya ia akan jalan-jalan terlebih dahulu sebelum tiba disekolahnya, menikmati udara pagi dan melihat-lihat kesibukan orang-orang disekitarnya tidak pernah membuatnya bosan.
Di persimpangan jalan ia melihat pedagang-pedagang yang menjual berbagai makanan ia pun menepi ke sisi jalan yang dekat dengan pedagang-pedagang itu. Dan menghampiri salah satu pedagang, "Ahjumma, aku ingin 2 Bungeoppang." Baekhyun menunjuk sebuah kue berbentuk ikan di etalase. Ahjumma penjual kue ikan langsung membungkuskan untuknya.
"Ini, bukankah seharusnya kau belajar di sekolah pada jam segini?"
Baekhyun menerima pesanannya seraya tersenyum kecil, "ani, sekolahku masuk pada jam 8. Khamsahamnida."
Detik setelah baekhyun berbalik, seorang pria berpakaian hitam melintas didepannya dengan kecepatan luar biasa membuatnya terperenjat kaget.
Brakk...
Dan pria itu menabrak sepedanya yang ia parkir tak terlalu jauh hingga terguling.
"SEPEDAKU!" Baekhyun melotot horror kearah sepedanya yang ditinggal begitu saja oleh si penabrak yang sudah lari menjauh. Buru-buru ia melangkah kearah sepedanya namun belum 3 langkah ia berjalan dari tempat berdirinya, pria lain berpakaian seragam yang terlihat sama dengannya melintas kembali dihadapannya dengan kecepatan tinggi juga.
"Eoh?!" Dan yang membuat ia terkejut pria itu malah mengambil sepedanya yang terguling dijalanan dan matanya makin membulat saat pria itu menaiki sepedanya, "YAH! ITU SEPADAKU!" Baekhyun mengganti langkahnya dengan berlari cepat namun terlambat karena pria itu sudah mengayuh sepedanya dengan kencang.
Alhasil ia hanya dapat berdiri di jalan tempat tadi sepedanya terguling dengan napasnya yang tak beraturan, matanya tak lepas dari sepedanya yang sudah dikayuh menjauh oleh pria itu.
"Sial! Apa sepedaku baru saja dicuri?!" Ucapnya tak percaya pada kejadian yang menimpanya barusan.
Baekhyun mengalihkan tatapannya kesamping yang juga terdapat beberapa sepeda yang terparkir, ia kesal kenapa tidak sepeda-sepeda ini saja yang dicuri, kenapa harus sepedanya. Karena kesal tanpa sadar Baekhyun menendang ban salah satu sepeda.
"Yah, anak muda! Apa yang kau lakukan pada sepedaku?"
Baekhyun menoleh pada ahjussi penjual Tteobeoki disamping sepedah-sepedah itu. "A-ahjussi maafkan aku." Ia tersenyum meringis kearah penjual itu lalu kembali menoleh kedepan dengan wajah kesal bukan main.
.
.
.
.
Sepertinya hari ini adalah hari beruntung dan sialnya bagi Chanyeol, beruntung karena sebentar lagi ia akan bertemu lagi dengan Baekhee dan sialnya ia di copet dalam perjalanan kesekolah. Sekarang ia sedang mengejar si copet sialan itu dengan menaiki sepeda entah punya siapa karena ia mengambilnya dengan asal tadi dijalanan.
"YAH! COPET SIALAN BERHENTI KAU!"
Copet itu tak pantang menyerah, ia mempercepat larinya dengan sesekali melihat kebelakang. Namun kakinya tiba-tiba terseloa dan membuatnya terguling-guling di jalanan. Melihat itu Chanyeol mengerem sepedanya dan cepat-cepat menghampiri pencopet itu.
"Kena kau!"
"Maafkan aku, jangan bawa aku ke polisi. Tolong maafkan aku."
"Kembalikan dulu dompetku, cepat."
Pria itu dengan terburu-buru mengambil dompet yang dicurinya di saku jaketnya dan menyerahkannya pada Chanyeol. Dengan kasar Chanyeol mengambilnya.
"Sudah sana pergi, jangan sampai aku melihat wajahmu lagi."
Pria itu cepat-cepat berlari dengan larinya yang terpincang-pincang karena kakinya yang keseleo. Chanyeol tertawa melihatnya.
"Hah... dasar pencopet amatiran, kau salah jika berani mencopet seorang park Chanyeol." Ucap Chanyeol kemudian memasukan dompetnya ke saku jas sekolahnya. Sebelum beranjak ia melirik kearah sepeda yang tadi diambilnya, oh ya, ia harus mengembalikan sepeda itu dan juga meminta maaf pada pemiliknya.
.
.
.
.
Baekhyun terpaksa menaiki bus untuk pergi kesekolahnya. Jika tahu akan begini ia tidak akan jalan-jalan terlebih dahulu dan menuruti apa kata Baekhee untuk langsung pergi kesekolah. Baekhyun tak henti-hentinya cemberut, matanya pun teras panas, jika ia tidak menahan tangisannya mungkin ia sudah meraung-raung di jalanan. Pasalnya sepeda itu adalah pemberian mendiang Ibunya di ulang tahunnya yang ke 15 tahun, bagaimana Baekhyun tidak kepikiran.
Saat matanya menerawang ke luar kaca bus, ia melihat siluet seorang pria berseragam tengah mengayuh sepeda dengan santainya di trotoar. Matanya tak lepas dari siluet itu sampai kepalanya terputar kebelakang dan matanya membulat setelah menyadari ciri-ciri sepeda itu. Baekhyun yakin seratus persen bahwa sepeda itu miliknya.
"Ahjussi! Hentikan bisnya, ahjussi, hentikan bisnya." Baekhyun berlari cepat ke pintu bus, bus itu berhenti di sisi jalan, baekhyun cepat-cepat keluar setelah pintu itu terbuka. Baekhyun berlari kearah namja yang masih santai mengayuh sepedanya itu.
"BERHENTI!" Ia merentangkan kedua tangannya untuk menghentikan si pencuri sepedanya.
"Huwaa..."
Ckit...
Sementara itu, Chanyeol terkejut dengan namja mungil yang tiba-tiba berdiri didepannya. Untuk saja reflex nya bagus, jika tidak namja ini sudah masuk rumah sakit karena bisa saja ban sepeda ini mengenai 'barang berharganya'.
Baekhyun menunjuk tepat di wajah Chanyeol, "KAUUU! TURUN SEKARANG JUGA DARI SEPEDAKU PENCURI!"
Chanyeol membulatkan matanya, "P-pencuri?" gumamnya kesal, namun bisa didengar oleh Baekhyun.
"Ne, kau pencuri yang tadi bersekongkol dengan orang yang menabrak sepedaku,kan? Taktik kalian memang bagus, eoh!"
Chanyeol rasa ia sudah bisa membaca keadaan, jadi namja ini adalah pemilik dari sepeda. "Ani, kau salah paham," Chanyeol turun dari sepeda setelah distandarkan terlebih dahulu. Ia menghampiri namja mungil itu.
"Salah paham katamu? Jelas-jelas kau mencurinya didepan mataku sendiri, Ish." Baekhyun berdesis kesal.
"ya, sudah aku minta maaf, tapi bisakah kau berhenti menyebut aku pencuri? Aku hanya meminjam sepedamu asal kau tahu."
"Meminjam tanpa izin?"
"Itu karena aku sedang dalam keadaan genting. Aku juga berniat mengembalikannya padamu, kok."
Entah kenapa saat melihat orang ini dari dekat Chanyeol merasa namja dihadapannya ini mirip sekali dengan Baekhee, Chanyeol melirik name tag namja itu dan mendapati jika nama orang dihadapannya ini mirip sekali dengan Baekhee, bahkan marga mereka pun sama. Asumsinya tidak salah lagi, namja ini pasti adik Baekhee.
Baekhyun mendorong Chanyeol kesamping karena menurutnya namja jangkung itu menghalangi jalannya. "Sudah minggir sana, kau seharusnya berterima kasih padaku karena aku tidak memanggil polisi, bukannya terus beralasan seperti itu." Ucapnya seraya menaiki sepedanya.
Aigoo, Chanyeol ingin sekali menguliti Si namja Byun ini jikalau dia bukan adik Baekhee. Bersyukurlah Byun, Tuhan masih melindungimu dari amukan seorang Park Chanyeol.
Chanyeol hanya dapat merutuk ditempatnya berdiri.
"Sudah sana pergi, jangan sampai aku melihat wajahmu lagi."
Setelahnya Baekhyun mengayuh sepedanya, meninggalkan Chanyeol yang memasang wajah bodohnya karena mendengar ucapan terakhir dari mulut Baekhyun.
Bukankah kalimat itu yang Chanyeol ucapkan pada si pencopet? Anak itu benar-benar membuat Chanyeol merasa terhina.
{ TBC }
Keutt!
Pertemuan pertama Chanbaeknya gimana? Gaje kah? Maafkan daku jikalau aneh. Aku udah berusaha sebaik mungkin readers :)))))
Semoga kalian suka :*
Review,Favorite,Follow Juseyo~ #Byebye
