"K-Kyu, bagaimana kau bisa disini?" tanya Kibum.
"ak-aku..aku mencarimu hyung, kau jangan marah padaku, jangan menginap dirumah orang itu, kumohon hyung.." rengek Kyuhyun mengatupkan kedua telapak tangannya didepan dada seraya memohon, ekspresinya juga penuh harap.
"hah? Kau mendengar semuanya?" tanya Kibum, ia kembali sedikit terkejut lagi.
"itu tidak penting, ayolah hyung jangan marah ne, aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi saat tidur, tapi jangan menginap dirumah orang lain hyung, aku tidak bisa tidur kalau hyung tidak mengusap rambutku dan menemaniku...hiks" mohon Kyuhyun panjang lebar sampai-sampai ia terisak saking takutnya Kibum marah dan akan menginap dirumah orang lain.
Grep..
Kibum segera mendekap tubuh Kyuhyun, mengusap punggung adik kembarnya untuk menenangkannya.
"ssssttt uljima, jangan menangis Kyu, iya-iya hyung sudah tidak marah dan tidak akan menginap dirumah Siwon" jelas Kibum yang sukses membuat Kyuhyun menghentikan isakannya tapi ia segera menjauhkan tubuh Kibum darinya.
"nuguya?" tanya Kyuhyun dingin.
"nuguya? Yang mana?" tanya Kibum bingung.
"siapa itu Siwon?" tanya Kyuhyun memperjelas.
"aah? Siwon itu teman hyung, kau tidak kenal? Eum, mungkin karena dia masih menjadi artis pendatang baru jadi belum begitu terkenal" jelas Kibum.
"teman? Yang mana? Kau tidak pernah menceritakannya padaku hyung" selidik Kyuhyun.
"eh, itu..hehe" Kibum menjadi sedikit kikuk, masalahnya jika ia jujur mempunyai sahabat Kyuhyun tidak akan suka.
"jawab saja hyung" paksa Kyuhyun, kini ekspresinya berubah biasa saja, mungkin agar Kibum mau memberitahunya siapa Siwon sebenarnya.
"emm, eh, Si-Siwon itu teman hyung yang itu, nanti kau juga tahu" jawab Kibum masih sedikit kikuk dan takut.
"sejak kapan?" Kyuhyun masih mau menyelidiki Kibum.
"eum- ah kau sepertinya ngantuk Kyu, kajja kita pulang" Kibum menarik lengan Kyuhyun mengajaknya pulang namun Kyuhyun mengibaskannya.
"kau belum menjawabnya hyung" kukuh Kyuhyun masih ingin mendapat jawaban.
"Yak! Haruskah aku menjawab semua pertanyaan konyolmu itu? Siwon itu teman hyung, kami bertemu digereja 3 minggu yang lalu, dan kami sepakat untuk menjadi sahabat, kau puas?" bentak Kibum, ia sudah kesal dengan pertanyaan Kyuhyun yang hampir mirip seperti detektif itu. Selalu seperti ini.
"kau membentakku hyung" Kyuhyun menundukkan kepalanya, ia sedih karena Kibum telah membentaknya.
"Ky-Kyu, mi-mianhae, aku tidak bermaksud. Jangan sedih,ne. Maafkan hyung, kajja kita pulang" Kibum mengajak Kyuhyun pulang dengan sepedanya juga sepeda Kyuhyun, tentu saja Kibum yang mengayuhnya.
"hyung, gantian aku yang didepan, ne?" tanya Kyuhyun diperjalanan pulangnya tentu saja dengan dibonceng Kibum.
"andwaeyo, aku saja" jawab Kibum
"ala hyung, ayolah, sekali ini saja juga tidak apa-apa" rengek Kyuhyun.
"tidak akan, nanti kalau jatuh bagaimana?" tolak Kibum halus.
"makanya hyung ajari aku" kukuh Kyuhyun
"..."
"hyung"
"..."
"hyung"
Tiba-tiba saja Kibum menghentikan sepedanya dan turun dari –sedel-(apasih yang buat duduk kalo naik sepeda?). kyuhyun tersenyum senang.
"naiklah" ucap Kibum datar.
"aih, arasseo arasseo!" dengan semangat 45 Kyuhyun duduk dikursi depan, menyangga sepeda dengan kaki kirinya sedang kaki kanannya siap tancap pedal.
"kajja hyung naiklah" ucap Kyuhyun semangat.
"ne, hyung sudah naik" jawab Kibum , tapi dia tidak naik untuk duduk dikursi belakang seperti yang Kyuhyun perintahkan, ia malah berdiri di belakang sepeda dan Kyuhyun memunggunginya.
"ah, kau ringan sekali hyung" Kyuhyun mulai mengayuh sepeda, tanpa tahu bahwa Kibum masih berdiri dibelakang melipat tangan didepan dada.
"hy-hyung bagai-bagaimana ini?" panik Kyuhyun, ia mulai kehilangan keseimbangan "Kibum hyung, kenapa kau diam saj- whoaa whooo...whoaaa...!"
BRUK
"aw..appo!"
Kyuhyun yang sama sekali tidak bisa naik sepeda pun terjatuh, ternyata Kibum sudah mengantisipasi hal ini, makanya dia tidak naik ketika Kyuhyun menyuruhnya.
"sudah kubilang jangan, kau tetap ngotot ingin melakukannya, hhhh" Kibum yang sudah berada didekat Kyuhyun memutar bola matanya malas.
"bantu aku dulu, ngomelnya nanti hyung" Kyuhyun yang tadinya jatuh, kini tubuhnya berada diantara semak-semak pinggir jalan itu.
"palli ireona" ucap Kibum mengulurkan tangannya yang diterima saja oleh Kyuhyun, mengingat sekarang tubuhnya sedang nyangkut (?) disemak-semak.
"aissh ini kotor" rutuk Kyuhyun membersihkan daun-daun yang nyangkut(?) juga di baju juga rambutnya.
"kau tinggal menuruti apa yang hyung katakan apa susahnya sih? Kita harus cepat sampai rumah dan kau,segera bersihkan tubuhmu, hyung tidak mau kau terkena penyakit kulit gara-gara daun kotor ini" omel Kibum panjang lebar sambil membantu Kyuhyun membersihkan sisa-sisa daun yang ada di tubuhnya.
"aigoo,, hyung, ini hanya daun dan aku tidak akan apa-apa" protes Kyuhyun.
"siapa tahu ada ulat bulunya, itu bisa bikin gatal tau" balas Kibum.
"kau perhatian sekali padaku hyung?" tanya Kyuhyun menggoda.
"siapa bilang? Aku hanya tidak mau tertular gatal-gatal sepertimu karena sabun kita sama" kilah Kibum, padahal dalam hati dia tidak ingin Kyuhyun gatal-gatal, mungkin karena sekarang Kibum sedang dalam mode ngambek hihihi. Kyuhyun hanya menagnggapi dengan senyuman yang sulit diartikan. Setelahnya keduanya pun bergegas pulang.
"hyung, apa kau sayang padaku?" tanya Kyuhyun saat diperjalanan
"tentu saja, kenapa kau menanyakannya?" tanya Kibum balik.
"kenapa hyung sayang padaku?" Kyuhyun malah bertanya lagi.
"karena kau adikku" Kibum menjawab dengan malas pertanyaan Kyuhyun yang seharusnya tidak perlu ditanyakan itu.
"sejak kapan hyung menyayangiku?" Kyuhyun masih bertanya.
"pertanyaan aneh darimana itu? Tentu saja sejak kau, err maksudku kita lahir, lagipula kenapa kau bertanya seperti itu?" Kibum mulai sedikit kesal.
"berarti kau tidak marah padaku kan hyung?" tanya Kyuhyun lagi.
"haish, mana bisa aku benar-benar marah padamu Kyu? Sekarang hyung tanya, apa kau juga sayang pada hyung?" Kibum membalikkan pertanyaan Kyuhyun.
"tentu saja, aku sangat sangat sangat menyayangimu Kibum hyung" jawab Kyuhyun sambil merapatkan pegangannya diperut Kibum. Kibum tersenyum.
.
.
.
Rumah pukul 18.00 waktu setempat..
"Kibum-ah, tolong belikan ini diminimarket ya?" ucap Leeteuk pada Kibum yang baru selesai mandi sambil menyodorkan catatan, mungkin bahan-bahan untuk makan malam.
"baik hyung, aku ganti baju dulu" jawab Kibum meraih catatan itu lalu menuju kekamar untuk ganti baju, "Kyu, kenapa kau tidak paki piyama mu?" tanya Kibum sesampainya di kamar pada Kyuhyun yang tidak mengenakan piyama seperti biasa jika sehabis mandi sore.
"hehe, aku mau ikut hyung" jawab Kyuhyun bercengir ria.
"tidak usah, hyung cuma sebentar kok" tolak Kibum halus.
"ala hyung, aku ikut ya, aku janji tidak nakal dan tidak minta jajan, sungguh" ucap Kyuhyun mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya.
"kau dirumah saja, nanti hyung belikan permen kapas bagaimana?"
"Shirreo!" jawab Kyuhyun tegas.
"sudahlah Kibum-ah, biarkan saja si tukang nangis itu ikut" tiba-tiba sebuah suara dari pintu kamar menginterupsi percakapan KiHyun, Donghae menyembulkan kepalanya disana.
"Yak! Kau itu yang tukang nangis, tadi siang saja ka- hmmpppp" teriakan Kyuhyun menjadi tidak jelas dikata-katanya yang terakhir karena Donghae segera masuk kamar dan membekap mulut Kyuhyun.
"ada apa ini?" Leeteuk yang sempat mendengar teriakan Kyuhyun segera berlari menuju sumber suara, "aih, Kibum-ah, kenapa kau belum berangkat,eoh? Makan malam kita bisa terlambat?" sambung Leeteuk yang melihat Kibum masih memakai handuk dipinggangnya.
"sebentar hyung, aku pakai baju dulu" jawab Kibum segera mengambil pakaiannya dilemari dan memakainya secepat mungkin.
"hyung aku ikuuuutt!" pekik Kyuhyun yang sudah lepas dari bekapan Donghae.
"Kyuhyun-ah, kau dirumah saja ne, nanti hyung kasih kue, hyung jamin rasanya enak karena Donghae hyung yang membuatnya, okay?" rayu Leeteuk sambil perlahan-lahan menarik Kyuhyun keluar kamar menuju dapur.
"aish jinjja, kue ku?" gumam Donghae lalu menyusul TeukKyu.
"hhhh, untung ada Leeteuk hyung" gumam Kibum yang segera melesat keluar rumah dan menyambar sepedanya lalu mengayuhnya dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya diminimarket, Kibum segera mengambil kranjang belanjaan dan mengambil bahan-bahan menurut catatan Leeteuk hyung dan segera membayarnya kekasir.
'aduh, tadi kan Leeteuk hyung tidak memberiku uang' batin Kibum.
"eh, noona, maaf kalau aku tidak jadi membeli ini semua bagaimana?" tanya Kibum pada noona penjaga kasir.
"maaf sekali adik kecil, tapi tidak bisa" tolak penjaga kasir halus.
"tapi aku lupa tidak membawa uang noona" ucap Kibum dengan nada sedikit memelas.
"tolong bungkus semua belanjaannya" tiba-tiba ada seseorang yang menyodorkan credit card kepada penjaga kasir yang diterima dengan senang hati oleh noona itu. Kibum menoleh kepada orang yang dengan baik hatinya mau membantu dan ada disaat genting seperti ini.
"Ka-kau?" tanya Kibum terkejut dengan orang yang menolongnya. Orang itu hanya tersenyum simpul.
"bag-bagaima-"
"ini belanjaannya dan ini kartunya, terimakasih sudah belanja disini" sela noona kasir memotong pertanyaan Kibum yang ingin diucapkan pada orang tadi, membuat Kibum menoleh dan mengambil belanjaan juga kartu kredit itu lalu segera keluar dengan orang itu(?) hehe.
"terimakasih sudah membantuku tadi, Siwon-ah" ucap Kibum pada orang tadi yang ternyata bernama Siwon diperjalanan pulangnya, mereka pulang jalan kaki dengan Kibum yang menuntun sepedanya.
"ah, itu bukan apa-apa, bukankah kita semua harus saling membantu?" jawab Siwon merendah.
"haha, kau benar, nanti uang gantinya dirumah ya, sekalian kau makan malam dirumahku saja" tawar Kibum.
"ah tidak usah diganti, aku tidak apa-apa" tolak Siwon.
"jangan sombong, mentang-mentang kau sudah jadi artis kau menolak uang gantinya, eoh?" canda Kibum yang mendapat tatapan aneh dari Siwon.
"hhhh, baiklah jika kau memaksa" putus Siwon akhirnya.
"hahaha, Siwon Siwon, oh iya tadi aku tidak sempat menontonmu di infotaintment, aku terlambat, mianhae" sesal Kibum karena kejadian tadi siang.
"tidak apa-apa, lagipula itu tidak terlalu penting, dan kuberi tahu ya, jangan sering menonton acara itu, aku takut kau percaya dengan kabar-kabar yang tidak bermutu itu lalu kau membenciku" saran Siwon.
"hahaha, itu tidak mungkin, aku hanya ingin melihatmu, aku bangga temanku bisa jadi artis" jawab Kibum dengan nada gembira.
"apa kau juga ingin jadi artis?" tanya Siwon tiba-tiba.
"mwo?" tanya Kibum merasa dia salah dengar atau Siwon hanya bercanda.
"hhhh, sebenarnya tadi aku ingin kerumahmu tapi karena aku melihat kau masuk ke minimarket itu, jadi kuikuti saja. Aku ingin menawarimu ini" jelas Siwon.
"apa kau sungguh-sungguh?" tanya Kibum masih belum percaya.
"yah, mungkin ini tidak tepat, seharusnya kita membicarakannya dirumahmu saja, tapi sudah terlanjur. Agensi yang merekrutku mencari seorang lagi untuk dijadikan aktor drama dan akan bermain drama denganku, apa kau mau?" jelas dan tanya Siwon panjang lebar.
"menjadi aktor? Apa aku bisa?" gumam Kibum yang masih bisa didengar Siwon.
"tenang saja, jika kau minat, kau tinggal daftar saja, setelahnya kau akan ditraining terlebih dahulu" jelas Siwon lagi.
"eummm, biar kupikirkan dulu Siwon-ah" tawar Kibum halus.
"arasseo, kau bisa minta persetujuan dari orang tuamu dulu" saran Siwon menambahkan.
"mereka sulit dihubungi, tapi aku yakin merka akan setuju-setuju saja" jawab Kibum yang diakhiri dengan killer smilenya. Setelahnya keduanya bergegas agar cepat sampai rumah.
Sesampainya dirumah...
"Aigooo, Kibum-ah! kenapa membelinya lama sekali? Kau tahu, bahkan kami sudah menghabiskan kue hyung ikanmu" pekik Leeteuk saat Kibum pertama kali membuka pintu rumah.
"itu juga karena salah hyung tidak memberiku uang, jadi aku harus ditahan dulu karena dikira mau minta gratisan, untung saja ada Siwon yang menolongku" bohong Kibum agar hyungnya tidak mengomelinya panjang lebar.
"Si-Siwon? Siwon siapa?" tanya Leeteuk sedikit bergumam.
"Anyeong hyung, perkenalkan aku Siwon teman Kibum" ucap Siwon ramah dan sedikit membungkukkan badan sebagai penghormatan.
"Ah, anyeong Siwon-ah, aku Leeteuk, hyungnya Kibum, terimakasih sudah menolong Kibum, oh iya mari masuk, sekalian ikut makan malam" ajak Leeteuk ramah.
"ne, hyung"
Setelahnya mereka bertiga masuk kedalam rumah menuju meja makan, disana ada HaeKyu yang sedang bermain kertas,batu,gunting.
"KIBUM-HYUNG!" pekik Kyuhyun setelah melihat Kibum dan segera berhambur mendekati Kibum,"hyung lama sekali, aku bosan bermain dengan Hae hyung, dia kalah terus" adu Kyuhyun sambil memajukan bibirnya beberapa senti.
"Yak! Itu karna kau curang setan!" balas Donghae tidak terima.
"aku tidak curang!" Kyuhyun juga tak mau kalah.
"hey sudah-sudah, jangan berdebat, kalian tidak malu ada tamu apa?" lerai Leeteuk.
"Aish jinjja" gumam Donghae kesal karena belum sempat membalas Kyuhyun.
"tamu? Nugu? Tanya Kyuhyun sambil memiringkan kepalanya melihat kebelakang Kibum.
"ini Siwon, teman Kibum" ucap Leeteuk.
"anyeong~" sapa Siwon ramah.
Donghae menanggapi dengan senyum childishnya sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum sangat tipis, ada raut tidak suka diwajahnya membuat Siwon sedikit merasa kikuk dan canggung.
Setelahnya mereka semua menyantap makan malam yang sedikit terlambat itu diselingi canda Donghae yang terus mengganggu Kyuhyun, dan Kibum yang membalaskannya untuk Kyuhyun, sedangkan Siwon dan Leeteuk berbincang-bincang, Leeteuk sangat senang karena tamunya ternyata adalah seorang pemain drama. Setelah acara makan malam selesai, Siwon pamit pulang karena takut kemalaman.
"Kyu, kajja kita tidur" ajak Kibum.
"sebentar lagi hyung" tolak Kyuhyun dengan nada manja.
"tidak bisa, kau tadi sudah tidak tidur siang, sekarang kau harus tidur, palli..!" paksa Kibum menarik tangan Kyuhyun.
"ala hyung, sebentar lagi, ne?" mohon Kyuhyun meski Kibum sudah menarik tangannya.
"Kyu" panggil Kibum datar dan dingin.
"ne, ne aku tidur" yang sukses membuat Kyuhyun menurut.
KiHyun room..
"hyung" panggil Kibum yang mengelus rambutnya.
"hmm" gumam Kibum mewakili jawabannya.
"kau tidak akan meningalkanku kan?" tanya Kyuhyun.
"aish, kenapa pertanyaanmu selalu aneh seperti itu Kyu?" Kibum sudah mulai jengah dengan pertanyaan-pertanyaan kyuhyun hari ini.
"jawab saja hyung" rengek Kyuhyun
"iya-iya, hyung tidak akan meninggalkanmu Kyu, memangnya hyung mau kemana, huh?" jawab Kibum akhirnya.
"janji?" tanya Kyuhyun lagi-lagi, kali ini dengan mengacungkan kelingkingnya didepan Kibum.
"janji" jawab kibum yang mengaitkan kelingkingnya ke kelingking Kyuhyun "kajja pejamkan matamu, besok kita harus sekolah" titah Kibum yang seperti biasa dituruti Kyuhyun jika permintaan aneh-anehnya sudah dituruti.
Setelah Kyuhyun tidur, Kibum juga segera beranjak ke kasurnya dan menyusul Kyuhyun menjelajahi alam mimpi.
TBC
Aduh bingung mau nulis apa lagi?
