Title : Kimi ga iru

Pairing : Onkey

Length : chapter

Author : Keytakaoru

Rating : T

Genre : drama, romance (?) entah saya juga bingung genre apa sebenarnya ff ini #pabbo author

Desclaimer : Onkey itu milik satu sama lain meski saya sebenernya juga tergila-gila dengan yang namanya Key tapi rela deh saya kalo buat Key bahagia, apadeh #ditampol

Warning : miss typho, tdk sesuai EYD, may be out of character, BL dll jadi buat yang gak suka daripada membashing saya atau lebih parahnya bias saya yang jadi pair di cerita ini, mending Anda menjauh

"AKU INI BUKAN TEMANNYA TAPI PACARNYA, PUAS?"

Sampai sekarang kata-kata itu terus terngiang di kepala Key, ia masih tidak percaya seorang Onew senekat itu mengatakannya. Kini ia bisa mendengar bisik-bisik para yeoja mengatakan betapa sempurnanya Onew, betapa mereka begitu beruntung bisa sekelas dengannya. Owh, mimpi apa Key bisa berpacaran dengan Onew.

"ada yang mau aku tanyakan, apa-apaan penampilanmu itu?" Onew tiba-tiba sudah berdiri dekat Key yang masih terkesima dengan penampilan keren Onew.

"he ? hari ini kita sekelas akan memanjat gunung untuk merayakan tahun baru kan? Makanya aku dengan semangat mempersiapkan ini semua." Jawab Key.

"kita memang akan memanjat gunung sedikit tapi intinya kita mau pesta dan makan malam di villanya Minho yang letaknya memang di pegunungan, kenapa kau jadi memakai pakaian seperti akan memanjat gunung betulan ?"

Key melihat ke sekitar, bodohnya ia baru menyadari bahwa semua anak berpenampilan sangat keren dan tidak ada satupun orang yang seperti dirinya. Sekali lagi ia membuat malu dirinya sendiri padahal ia pikir acara ini akan mendekatkan ia dengan temannya sekelas. Ya, sejauh ini teman Key baru Onew, teman sekelasnya yang lain masih enggan dekat-dekat dengannya. Membayangkan kalau ia akan jadi bahan tertawaan lagi, Key hanya bisa menundukkan kepala pasrah.

"padahal sudah kubilang ini adalah kesempatanmu untuk berbaur dan mempunyai banyak teman. Apa boleh buat, hadap kesini."

Onew memasangkan mantelnya ke tubuh Key, mengancingkannya penuh perhatian. Key benar-benar tidak bisa berpikir jernih, semua sikap Onew terlalu manis untuknya dan ia hanya bisa tertegun sebagai balasan, bingung harus berkata apa.

Key melirik kalungnya,

"sebagai tanda terima kasih, ini aku beri jimatku, jaga baik-baik ya."

"kau benar memberikannya? Gomawo. Ngomong-ngomong hari ini Dongwoon juga akan datang kemari. Tidak perlu khawatir, aku akan bekerja sama denganmu agar status pacaran palsu kita tidak ketahuan."

DEG…

Benar, Key harus sadar bahwa Onew tidak sepenuhnya menjalin hubungan dengannya. Semua ini hanya pura-pura. Onew hanya mengatakan pada Dongwoon kalau ia berpacaran dengan Key demi menyelamatkan Key saat itu. Entah Key harus senang atau bersedih dengan status palsu ini. Ketika ia berada di dekat Onew, ia tidak mengerti sebenarnya perasaan apa yang ia rasakan, jauh di dalam hatinya, rasa sakit melanda tiap kali mengingat kata-kata Onew hanya kebohongan belaka.

"tolong bersihkan ini ya Key shi."

Mereka semua telah sampai di villanya Minho. Dan sekarang, para yeoja ini meminta bantuannya untuk membersihkan panci yang kelihatannya sudah lama tidak dipakai. Key tahu ini hanyalah alasan mereka untuk mengerjainya, tapi apa mau buat, ia benar-benar harus berusaha mendapatkan hati mereka untuk bisa berteman. Mungkin dengan menuruti kemauan mereka ini, hati teman-temannya akan luluh dan mau menerima Key.

"ne," Key menunjukkan senyum tulusnya.

Key beranjak ke tempat cuci yang berada di belakang villa, mencoba membuat panci itu menjadi layak pakai. Mungkin karena ia terbiasa hidup di desa dan melakukan semuanya sendiri meski ia namja, hal semacam mencuci panci bukanlah masalah besar, sebentar saja panci itu sudah tampak mengkilap. Key secepatnya kembali menuju villa. Namun ia tertegun saat mendengar apa yang dibicarakan teman-temannya dibelakangnya ketika ia menuju dapur.

"namja kampung itu menyebalkan sekali."

"ne, padahal baru saja pindah tapi sudah dekat sekali dengan Onew."

"eh, tapi bukannya baru-baru ini dia pergi berduaan dengan Dongwoon? Pasti mereka melakukan macam-macam. Kita tahu kan Dongwoon itu namja seperti apa."

"bisa dipastikan. Ternyata dia tak sepolos kelihatannya, Key itu bukan namja kampung biasa. Ia sudah seperti namja jalang saja."

BRUK …

Key jatuh terduduk mendengar semua itu, apa yang didengarnya itu jauh lebih parah dari yang ia bayangkan. Ia kira teman-temannya itu hanya menjauhinya karena ia berasal dari desa tapi ini, semua orang menganggapnya jalang, benar-benar keterlaluan.

"nah, makanannya sudah siap, ayo kita cepat mulai pestanya !" teriak salah satu teman Key.

Key berusaha bersikap biasa saja , bagaimanapun ia juga tidak akan bisa mengubah pandangan temannya tentang dirinya. Ia hanya bisa berharap seiring berjalannya waktu teman-temannya akan tahu bagaimana sikap asli seorang Key, dan selama itu ia akan berpura-pura tidak terjadi apa-apa.

Untuk menguatkan hatinya, Key menoleh ke arah Onew. Sayangnya, Onew justru kelihatan sangat murung. Key hendak menghampiri Onew tapi sekelebat pembicaraan teman-temannya membuat ia ingat kalau ia harus lebih bisa menjaga jarak dengan Onew karena bagaimanapun status pacaran mereka hanya palsu. Lagipula, para yeoja itu sudah mengelilingi Onew, mencoba mendekatkan diri mereka dan berusaha membuat Onew tersenyum, Key tahu ia tidak dibutuhkan sekarang.

"Key, aku akan mengambilkan untukmu." Dongwoon tanpa Key sadari sudah duduk di sampingnya.

"Dongwoon? Ani, aku bisa sendiri." Key masih sedikit trauma dengan sikap Dongwoon.

"ayolah, kau lihat sendiri Onew sedang sibuk dikelilingi penggemarnya."

"ta.. tapi…"

"ide bagus, kau kan suka dengan Dongwoon. Kalian berdua makan saja berdua." Onew menyela sebelum Key menjawab.

Key bingung bagaimana Onew bisa berkata seperti ini di hadapan teman-teman mereka.

"eh jadi serius Key kau suka dengan Dongwoon ?" salah seorang yeoja yang mengelilingi Onew terlihat penasaran.

"aku bisa dekat-dekat dengan Onew dong sekarang." Yeoja lain yang mengelilingi Onew tampak senang.

"aku sebenarnya hanya kasian padanya tapi lama-lama capek juga mengobrol dengannya." Onew dengan kejamnya menambahkan.

"ini lagi, jimat apa? Jaman sekarang ini masih percaya dengan benda begini. Lebih baik aku membuangnya sekalian keluar dari tempat ini, di sini panas sekali."

"wah, jahat sekali. Kau baik-baik saja Key ?" Dongwoon menenangkan Key.

Key terdiam, ia selalu menganggap Onew tulus padanya. Bahkan ketika Onew berkata bahwa ia berbohong dan mengaku jadi pacar Key demi melindungi Key, Key tidak marah, ia justru berharap semuanya bukan hanya pura-pura. Tapi bagaimana ini bisa terjadi ? Key sangat malu, rasanya seperti ia mau mati saja.

Flashback

Sementara key mendekatkan diri dengan teman-temannya di villa, Onew memilih pergi ke supermarket dengan teman-temannya membeli beberapa perlengkapan.

"hey Onew ."

"Dongwoon ?"

"bisa kesini sebentar ! ada yang mau aku bicarakan. Maaf sebelumnya untuk berkata seperti ini. Aku tidak sengaja memdengar tentang status pacaran palsumu. Apa kau tahu gara-gara itu dia terus dikerjain oleh anak-anak yang menyukaimu ? kau harus membatalkan status pacaranmu itu demi Key."

Onew tersentak dengan penuturan Dongwoon, ia tidak memikirkan hal itu sejauh ini. Key, apa dia baik-baik saja selama ini ?.

End flashback

"jadi kalian berdua adalah teman masa kecil ?"

"setelah lama berpisah akhirnya kalian bertemu lagi, seperti ikatan takdir saja, romantis sekali."

Anak-anak lain tampak tertarik dengan cerita masa kecil Dongwoon bersama Key, dan Dongwoon dengan senang hati menceritakan kembali masa lalu mereka.

Sementara Key sendiri masih memikirkan kata-kata Onew. Key selama ini tidak pernah memikirkan perasaan Onew, ternyata seperti ini yang Onew rasakan. Key sekarang jadi bingung harus bersikap bagaimana ketika bertemu dengan Onew lagi nantinya.

"lupakan saja Onew. Kau belum terbiasa hidup di kota jadi kau hanya dibodoh-bodohi olehnya." kata Dongwoon enteng.

"ANI, aku tidak pernah merasa dibodohi oleh Onew. Sejak pertama kali bertemu dengannya, Onew selalu menolongku dan itu bukan bohongan. Aku… selalu merasa senang setiap kali bersama dengannya. AKU … "

"di sini ada Onew ?" seseorang dari arah luar ruangan bertanya.

"tidak, memangnya kenapa ?" teman lain menjawab.

"dia masih belum kembali ? kami sudah mencari di sekeliling villa tapi dia tidak ketemu. Ini sudah malam dan sekeliling villa ini hanya ada gunung."

"jangan-jangan dia tersesat saat masuk ke daerah pegunungan."

"biarkan saja, Onew kan sudah dewasa, nanti juga kembali." Sahut Dongwoon yang tampak tidak peduli sama sekali.

Tapi Key, namja itu langsung mengambil jaketnya dan terburu-buru berlari ke area pegunungan di sekitar villa.

"sial, tidak ada. Apa yang kulakukan sih? Padahal kalau jimat itu ketemu pun tidak ada yang akan peduli"

SRAAKK….

""AAAaaaaa…." Onew berteriak kaget mendapati seseorang sudah berdiri di hadapannya sekarang, tentu saja ia kaget, ia berada di area pegunungan dan orang mana yang akan memasuki daerah seperti ini kalau bukan binatang buas, tapi ia lega sekarang melihat siapa orang yang ada di depannya.

"syukurlah ketemu." Key berdiri di hadapan Onew dengan mata berkaca-kaca.

"kenapa kau ada di sini? Kenapa kau tidak bersama Dongwoon ?" Onew tetap tidak mau mengakui perasaan senangnya melihat Key rela menyusulnya.

"aku baru sadar, saat aku berada di sampingmu, aku merasa senang tapi juga rasanya hatiku sakit, berbeda saat bersama dengan Dongwoon. Aku tahu sekarang kenapa aku merasa begini, aku menyukaimu Onew ah. Dan aku ingin selalu ada di sampingmu" Key menggeggam tangan Onew.

Key tidak peduli meskipun ia merasa malu, ia hanya ingin menyampaikan perasaannnya karena memendamnya hanya akan membuat hatinya semakin sakit.

"aku pikir pikiranmu selalu dipenuhi dengan Dongwoon, ternyata … aku juga ingin kau ada di sampingku seperti ini saja" Onew memeluk Key dan mendaratkan bibirnya pada bibir Key, menyalurkan perasaannya yang jujur lewat ciuman itu.

TBC...