Title : Life
Pairing : 2min
Rating : T
Genre : drama, romance, fluff, hurt/comfort, Mpreg
Desclaimer : this pair is not mine. But this fict actually just mine. This story inspired by film "Jenny & Juno" but I never remake or copycat from another author, so please don't negative thinking or I will delete this fict completely.
Warning : miss typho, not based on EYD, may be out of character, BL, Mpreg etc. Specially article about pregnancy and other, I just search some info in Internet, talk to me when it's wrong, ok? I am not a doctor.
Taemin memandang pantulan dirinya di cermin, melihat perutnya yang masih datar.
"hihihi….bagaimana bisa seorang bayi ada disini?" Taemin berbicara pada dirinya sendiri.
CEKLEK
"chagi, kenapa kau tampak semakin gemuk eoh ?" Key, hyung Taemin dengan serampangan masuk ke dalam kamar adik tercintanya.
"Hyuuuung… kenapa kau tidak mengetuk pintu dulu huh?"
"hehe… mian, aku hanya rindu padamu. Kau sibuk sekali akhir-akhir ini. Tapi lihat, kau tambah gendut."
"eh susu pisangmu kenapa masih banyak sekali ini. Kau tidak meminumnya beberapa hari ini ?"
"entahlah, aku jadi tidak suka dengan susu pisang sekarang."
"Taemin? Tidak suka susu pisang? Yah, kau tampak semakin aneh saja. Susu pisang kan soulmatemu. Kalau begitu biar hyung habiskan saja oke ?"
"ne..ne… cepat ambil dan kelurlah dari kamarku hyung"
"arra, kau tidak bisa memintanya lagi nanti. Aku membawa semuanya. Saranghae chagia" Key dengan riangnya membawa seluruh persediaan susu pisang Taemin sambil kesusahan karena tangannya penuh sedangkan ia harus membuka pintu.
"hyung, kenapa kau tidak pernah becus melakukan sesuatu eoh? Taemin mau tidak mau akhirnya membantu Key membuka pintu kamarnya sekalian ikut beranjak ke luar kamar.
Taemin sudah siap dengan seragamnya ketika ia melihat pesan di HPnya dari Minho.
Aku menunggumu di depan rumah
Taemin buru-buru ke luar rumah setelah berpamitan.
"kenapa kau ada disini ?"
"berikan tasmu !" bukannya menjawab pertanyaan Taemin, Minho justru mengambil tas Taemin yang tergantung di punggungnya.
"wae ?"
"sudah berikan saja."
"kau naik motor sekarang ?" Taemin terkejut melihat motor baru Minho yang terparkir di depan rumahnya.
"ne, agar kau tidak terlalu lelah."
"Minho ya, gomawo. Saranghae" Taemin dengan malu-malu mengecup pipi Minho.
####
Waktu senggang saat istirahat Minho gunakan untuk mencari-cari info tentang kehamilan. Bagaimanapun ia harus tahu apa yang harus ia lakukan. Ketika sedang browsing ia tidak sengaja menemukan info tentang bahaya hamil di usia muda.
Persalinan prematur, berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelainan bawaan.
Mudah terjadi infeksi
Anemia kehamilan / kekurangan zat besi.
Keracunan Kehamilan (Gestosis).
Kematian ibu yang tinggi
Minho terkejut akan info yang ia baca, selama ini ia tidak pernah berfikir tentang ini. Tentu saja, ia berpacaran dengan namja. kenapa ia harus mengkhawatirkan tentang kehamilan? Sekarang setelah ia membaca info itu, ia jadi ragu apakah ia harus mempertahankan bayi itu atau terus membiarkannya. Sesungguhnya dari awal Minhopun sempat ragu. Suatu saat ketika kandungan Taemin sudah membesar orang-orang pasti menggunjingkannnya dan Minho tidak akan sanggup mendengar itu.
Entah bisikan dari mana kemudian Minho mencari-cari info tentang aborsi. Dimana ia bisa melakukannya tanpa diketahui dan apa saja dampaknya. Sepertinya setan sedang mengiringi Minho karena ia dengan mudah menemukan info bahwa ada tempat aborsi yang tidak jauh dari rumahnya dan dengan segala komentar dari orang-orang yang sudah mencobanya. Seluruh komentar memberinya harapan. Mereka mengatakan bahwa proses aborsi tidaklah terlalu sakit karena dibius dan itu hanya berlangsung dalam waktu singkat. Kemudian mereka tidak harus lagi dipusingkan dengan aib yang mungkin akan tersebar jika mereka tetap mempertahankan kehamilan di luar pernikahan. Lagipula kalau mereka menginginkan bayi, mereka bisa mendapatkan lagi nanti setelah mereka siap.
Sebuah ide melintas di otak Minho, ide yang menakutkan.
####
"Taemin ah, kajja !"
"oediga?"
"kau akan tahu ketika kita sampai" senyum Minho.
Keduanya berangkat ke tempat tujuan Minho dengan sepeda motor, pandangan yang romantis karena Minho tampak membonceng Taemin sambil sesekali mengeratkan pegangan Taemin yang berada di pinggangnya.
"eh, dokter ?"
"ne"
"wae? kenapa kita harus ke dokter ? apa kau tidak percaya padaku Minho ?"
"ani, aku percaya, percaya sekali pada semua yang kau katakan Taemin, tapi kita kesini untuk alasan lain. kau harus menggugurkan kandunganmu."
"MWO ?"
"ini demi kepentinganmu juga. Aku terus memikirkannya selama beberapa hari terakhir ini. Kau baru 15 tahun, kau namja dan aku yakin kau juga belum bicara dengan keluargamu. Maka dari itu kita harus selektif. Kalau kau ingin punya baby, kita bisa mewujudkannya ketika kita sudah cukup dewasa nanti. Aku akan terus setia di sampingmu dan aku akan melamarmu nanti ketika keadaannya sudah memungkinkan. Sekarang sebelum semuanya makin menjadi susah kita bisa melakukannya. Kandunganmu belum genap 1 bulan kan?
"kau tidak bisa melakukan ini Minho, bukankah kita sudah sepakat ?" Taemin menahan tangisnya, ia sungguh-sungguh ingin mempertahankan bayinya namun ia juga mencintai Minho dan perkataan Minho sudah jelas menunjukkan bahwa ia tak ingin bayi itu tetap ada.
"aku mencintaimu Taemin. Aku tidak ingin kau terbebani dengan ini, sekarang semuanya tampak baik namun akan menjadi sangat susah kedepannya.
"aku siap apapun resikonya kalau kau ada di sampingku." Taemin menggenggam tangan Minho erat, berharap ia masih punya harapan dengan meyakinkan namjanya itu.
"tidak Taemin, ini keputusan final. Ini akan berat awalanya tapi aku akan terus di sampingmu setelah ini."
"bagaimana bisa kau begitu mudah mengatakannya Minho? Ini anakmu, darah dagingmu dan kau mau melenyapkannya. Kau tega." Taemin berdiri dan menatap Minho tajam menunjukkan amarahnya
"mianhe" Minho memeluk Taemin berusaha meredakan amarah namja cantik itu.
"Taemin shi" seorang suster datang dan membuyarkan pembicaraan serius dua sejoli itu.
"giliran Anda"
Tubuh Taemin bergetar, ia belum siap.
"palli Taemin, ini hanya akan memakan waktu sebentar, setelah itu semuanya akan kembali seperti semula."
"ani Minho, aku tidak mau" Taemin berusaha melepaskan genggaman suster tadi yang tampak seperti akan menggeretnya ke neraka.
"kumohon Taemin, kuatlah !"
BLAM
Dan Taemin sukses dibawa masuk ke dalam ruangan dokter yang akan mengugurkan kandungannya, sementara Minho hanya bisa tergeletak di lantai dengan wajah pias. Ia tidak tega sungguh melihat tangisan Taemin namun ia juga tidak sanggup melihat Taemin menderita nantinya ketika jadi bahan gunjingan orang lain. Ia harus memilih dan keputusan ini adalah lebih baik sejauh ini.
Taemin ditidurkan di sebuah ranjang dengan berbagai alat mengerikan tampak disiapkan di samping ranjangnya. Taemin terlalu lemas menghadapi kenyataan. Tubuhnya kaku dan ia hanya bisa meneteskan air mata. Semua penjelasan dokter tentang apa-apa yang akan dilakukan dan bahwa proses ini hanya akan berlangsung sebentar benar-benar terabaikan oleh telinganya.
Taemin menutupi bagian perutnya. Ia takut bayinya diambil tapi lama kelamaan pertahanannya menjadi runtuh. Ia membiarkan apapun yang dilakukan oleh dokter dihadapannya. Minho, calon appa anaknya sendiri yang memutuskan ini semua dan kini ia hanya bisa pasrah.
Di luar ruangan Minho tak sengaja menangkap poster bertuliskan bahaya aborsi. Ironi, di tempat praktek aborsi justru tertempel poster semacam itu. Minho mendekati poster yang menarik minatnya itu. ia membaca dengan sungguh-sungguh.
Minho melihat gambar di sana, bagaimana proses aborsi itu terjadi.
"Pada kehamilan muda, dimana usia janin masih sangat kecil, aborsi dilakukan dengan cara menggunakan alat penghisap (suction). Sang anak yang masih sangat lembut langsung terhisap dan hancur berantakan. Saat dikeluarkan, dapat dilihat cairan merah berupa gumpalan-gumpalan darah dari janin yang baru dibunuh tersebut."
Akibat dari aborsi :
Kematian mendadak akibat pendarahan hebat
Rahim infeksi sehingga bisa mengakibatkan kanker, kemandulan, atau kecacatan untuk bayi selanjutnya
Trauma psikis bagi pelaku aborsi
Tubuh Minho bergetar, bagaimana bisa ia membiarkan efek semacam ini menimpa Taemin nantinya. Taemin memang hamil di usia yang sangat muda tapi semuanya sudah terlanjur terjadi. Bodoh sekali ia hanya berfikir tentang resiko kehamilan usia muda dan menghindari gunjingan orang tanpa memikirkan rentannya resiko aborsi. Minho berlari menuju ruangan dimana Taemin di bawa tadi sambil berdoa semoga belum terjadi apa-apa pada Taemin.
BRAK
Minho membuka paksa pintu dimana Taemin berada. Ia terhenyak melihat bagaimana keadaan Taemin. Namja cantik itu seperti kehilangan nyawanya, hanya berdiam dengan air mata yang terus mengalir sedangkan dokter beserta beberapa perawat disekitarnya sedang bersiap-siap membius Taemin.
Minho tidak peduli kalau apa yang akan ia lakukan setelah ini akan membuatnya terjerat hukum atau lebih parah. Matanya hanya tertuju pada Taemin. Ia mendekati ranjang Taemin dan menggendong namja itu keluar ruangan, tidak peduli akan protesan dokter. Minho terus saja menggendong Taemin sambil sesekali menghapus air matanya sendiri yang mengalir melalui wajah tampannya. Ia menyesal, sungguh menyesal.
TBC...
