HALO~ maaf yaaa Author ga becus ini baru update. *PLAK~
LALU MAAF YAA KARENA SEKARANG CERITA BERUBAH MENJADI SANGAT DAMAT ABAL.
Okeeehh sekarang kita lanjut_ eh? APA INI! TIDAAAK!
KHIKHIKHI! HEY PARA PEMBACA SIALAN! CEPAT REVIEW TERUS PROTES KE AUTHOR SIALAN INI! KALAU GA KALIAN SEMUA DALAM MASALAH! YAAAA HAAAAA! *nembakin pistol.
Hi.., hiruma-chan?
ELO MASIH NEKAT MANGGIL GUE PAKE KATA CHAN?
HIIIIYYYY! HIRUMA-SAMA! MAAF MAAF!...
*okeh lanjut*
.
.
.
YUKI chap 2
. normal pov
"YOU-NII! KAU!" ucap Suzuna sambil menarik kerah baju Hiruma.
"Apa? Cari ma—" .
"YUKI PINGSAN KAU MASIH TENANG DISINI? DASAR BAKA!" ucap Suzuna yang emosi.
Hiruma diam dan menatap Suzuna. Suzuna sudah mulai menangis. Mamori yang tidak mengerti situasi hanya dapat menenangkan Suzuna. Hiruma mengeluarkan sesuatu dati kantong celananya.
"Dimana manusia sakit-sakitan itu?" tanya Hiruma sambil menatap Suzuna.
"Di.., Di.., Didalam ruang klub hiks," jawab Suzuna sambil menangis.
Hiruma berjalan memasuki ruang klub.
"BRAAK!"
Suara pintu terbuka dengan sangat keras terdengar. Hiruma melihat Yuki yang tak sadarkan diri terbaring dilantai ruang klub. Disana ada Riku dan Sena yang menemaninya. Hiruma mendekati Yuki dan memegang pergelangan tangannya untuk memeriksa denyut nadi.
"SIAL!" ucap Hiruma. Hiruma berdiri dan segera membuka lokernya. Ia mengambil suatu alat yang bisa dibilang alat bantu pernafasan. Hiruma memakaikannya kepada Yuki.
"Hi.., Hiruma-San, Yuki-San kenapa?" tanya Sena memberanikan diri.
Hiruma tetap diam dan memegang pergelangan tangan Yuki.
"Ah.., hah..," terdengar suara Yuki. Perlahan-lahan Yuki mulai membuka matanya.
"Yuki-San?" teriak Sena dan Riku berbarengan.
"Hi.., hiruma..." ucap Yuki dengan nada lemah. Hiruma memberikan dia 5 pil obat dan segelas air.
"A.., Ari... Ga.., Tou..." ucap Yuki sambil berusaha bangkit dari tidurnya dan duduk.
"Cepat minum manusia sialan!" ucap Hiruma sambil membuka pintu ruang klub dan memanggil Suzuna dan Mamori untuk masuk.
"YUKI!" teriak Suzuna yang langsung memeluk Yuki.
"Ano.., sesak Suzuna. Aku baru minum obat," ucap Yuki sambil melepaskan pelukan Suzuna.
"Maaf! Syukurlah kau tak papa," ucap Suzuna sambil tersenyum riang. Sena yang melihat itu hanya dapat menunduk sedih. Sedih? Sudah pasti melihat pacarnya sangat perhatian terhadap orang lain dihadapannya. Riku yang melihat ekspresi Sena langsung angkat bicara..
"Sepertinya ada yang harus dijelaskan kepada kami Hiruma-San," ucap Riku sambil menatap Hiruma.
"Soal apa Bocah Pendek Ubanan?" ucap Hiruma pura-pura tak tahu.
"Soal.., kalau sebenarnya Yuki-San itu perempuan dan sebagainya," ucap Riku santai.
Hiruma,Yuki, dan Suzuna kaget mendengarnya. Hiruma langsung memalingkan muka dan diam. Yuki hanya menunduk. Sedangkan Suzuna masih menatap Riku dengan pandangan tak percaya. Sedangkan Sena., ia hanya mampu membatu.
"Hiruma.., apa maksudnya?" tanya Mamori sambil menggoyang-goyangkan tubuh Hiruma.
"Biar aku yang jelaskan," ucap Yuki sambil menatap Mamori.
"Namaku Satsuki Yuki., maaf aku telah berbohong pada kalian. Itu agar.., tak ada yang mengetahui rahasiaku. Aku tahu cepat atau lambat pasti rahasiaku akan terbongkar., walau aku sendiri kaget kalau rahasiaku bisa terbongkar secepat ini," ucap Yuki sambil tersenyum sedih.
Semua hanya bisa menatap Yuki. Hirumapun angkat bicara..
"Yuki adalah seorang gadis." Ucap Hiruma.
Riku,Sena, dan Mamori kaget lalu menatap Yuki.
"Ya begitulah," ucapnya sambil tersenyum.
"Dia adalah korban dari perdagangan anak., dan na'asnya lagi ia dijual ke dokter ilegal sebagai kelinci percobaan. Sebagian dalam organ tubuhnya hilang untuk dijadikan bahan percobaan ataupun dijual. Aku bertemu dia saat sedang pertemuan keluarga besarku. Salah satu kerabatku ada yang meminta bantuan dari dokter ilegal itu. Aku melihat dokter ilegal itu besama dengan dia. Saat itu tatapan matanya seakan hampa dan kosong. Maka dari itu aku memutuskan untuk menyelamatkannya. Aku menyuruh Yuki untuk bertemu dengan dokter yang dapat dipercaya. Dokter itu berkata bahwa beberapa anggota tubuh Yuki sudah diambil secara paksa. Contohnya gampang.. rahim dan kaki kanannya adalah sedikit dari organ tubuh yang diambil." Jelas Hiruma panjang lebar.
"Kaki? Tapi kaku Yuki-San tampak baik-baik saja." ucap Sena sambil memerhatikan kaki Yuki.
"Lihat ini..," ucap Yuki sambil membakar tangan kirinya. Semua kaget tak percaya.., tangan kiri Yuki mengelupas dan terlihatlah.., besi-besi yang nampak bercahaya yang terhubung satu sama lain dengan skrup dan juga beberapa kabel yang berhubungan.
"Ta.., Tanganmu?" tanya Riku kaget setengah mati.
"Ya., ini tangan buatan seperti tangan robot atau lebih tepatnya Cybrog," ucap Yuki santai.
"Yuki diobati di Amerika. Saat pertama bertemu Yuki tangan kirinya dibalut perban. Yuki menatap ke tempat opera yang tidak begitu terkenal. Saat itu aku tertelan oleh bola mata Yuki yang sangat jernih. Lalu aku tertabrak oleh pejalan kaki lain dan Yuki menolongku. Aku sering menghabiskan banyak waktu dengan Yuki.., sampai akhirnya terjadi peristiwa itu," ucap Suzuna dengan tubuh gemetaran. Sena memeluk Suzuna dan membiarkannya menangis dipelukannya.
"Peristiwa apa itu?" tanya Riku.
"Suzuna hampir tabrakan dengan sebuah mobil saat menyebrang. Aku langsung menyelamatkannya.., dan tentu saja menyelamatkan orang harus dibayar dengan sesuatu.., dan aku membayarnya dengan tangan kananku. Aku kehilangan tangan kananku saat menyelamatkan Suzuna. Semua luka ditubuhku yang sudah tertutup terbuka lagi. Aku langsung dilarikan ke rumah sakit., namun sayang. Operasi tak berjalan begitu mulus aku sempat sekarat beberapa kali dan koma. Dokter-dokter di rumah sakit itu kaget melihat kondisi organ tubuhku yang tak lengkap namun aku masih dapat bertahan hidup. Lalu akhirnya saat aku sadar.., aku segera menelepon Hiruma. Suzuna tak tahu kalau aku sempat sekarat. Dia hanya tahu kalau aku hanya terkena luka gores saja. Setelah menelepon Hiruma aku dimarahi habis-habisan., aku dibawa ke dokter ternama yang sangat ahli. Kondisi fisik yang tak memungkinkan seperti ini hanya bisa bertahan pada obat-obatan. Namun Hiruma tak suka kalau aku terlalu banyak minum obat-obatan dan menyuruhku untuk datang ke Jepang." Jelas Yuki sambil memegangi perutnya.
"Sudah jangan sedih-sedihan BOCAH-BOCAH SIALAN! AYO PULANG SUDAH LARUT MALAM! YAA- HAAAAA!" teriak Hiruma sambil menyiapkan senjatanya.
"HIIIYAAAA.., tapi..." ucap Sena sambil melirik ke arah Yuki.
"Aku tak papa., aku juga mau pulang. Aku akan baik-baik saja selama kalian menjaga rahasia ini," ucap Yuki sambil berdiri.
"Baiklah., Suzuna ayo kita pulang." Ucap Sena sambil memegang tangan Suzuna. Suzuna hanya mengangguk saja.
"Mamo-nee kau mau ikut aku pulang?" tawar Riku.
Mamori menatap Hiruma sebentar lalu menjawab "Baiklah Riku ayoo."
Saat semua sudah tak ada diruangan itu. Hanya tinggal Yuki dan Hiruma saja. Hiruma mendekati Yuki dan terlihat.., tubuh Yuki bergetar. Yuki menatap tangan kiri yang tadi ia bakar. Wajah Yuki begitu terlihat ketakutan.
"woy., ma,"
"JANGAN! JANGAN SENTUH AKU! AKU.., AKU.," teriak Yuki histeris sambil menepis tangan Hiruma saat Hiruma berusaha menyentuh bahunya.
"Kau..," ucap Hiruma melihat ekspresi Yuki.
"Ma.., maaf..., Aku tak bermaksud," ucap Yuki sambil menatap Hiruma.
Hiruma memeluk Yuki.., ia tau kalau semua ini kesalahannya membawa Yuki ke Jepang.
"Sudah perempuan SIALAN! Aku yang minta maaf brengsek," ucap Hiruma sambil mengelus-elus rambut Yuki.
"Hey., kau tahu? Kau membuaku merinding dengan tingkah lakumu sekarang," ucap Yuki.
"Dasar SIALAN! Beraninya kau menantangku!" ucap Hiruma sambil berjalan menuju pintu keluar.
"Kau SIALAN! BAKA!" ucap Yuki sambil berjalan mengikuti Hiruma
Keesokan harinya semua latihan pagi dengan latihan ala neraka Hiruma. Sena yang melihat Yuki duduk dibangku cadangan dengan tangan kiri diperban karena terluka hanya bisa menyembunyikan kekahwatirannya.
"Eh Sena., apa menurutmu Satsuki-San tidak terlalu cantik untuk ukuran lelaki?" tanya Monta yang menyadarkan lamunan Sena.
"Hiye? Ca.., Cantik katamu? Dari mana kau mendapat tanggapan seperti itu?" tanya Sena kaget.
"Dari situ," ucap Monta sambil menunjuk ke arah Yuki.
Ya., memang wajah Yuki terlihat muram. Kepalanya yang menunduk mengakibatkan poni panjangnya jatuh, matanya yang sendu, dan.. wajah imutnya. Senapun tak menyangkal kalau Yuki terlihat cantik untuk ukuran cewek SMA.
"Mungkin kau benar," ucap Sena pelan.
Tiba-tiba Sena menangkap sosok yang ia kenal baik., sedang duduk disebelah Yuki. Rambut perak., mata tajam., badan kecil., itulah Kaitani Riku yang sudah berada disisi Yuki.
.
"YO!" ucap Riku menyapa Yuki.
Tak ada jawaban.
Riku mendekati Yuki dan duduk disebelahnya. Masih tak ada jawaban atau ekspresi. Riku memegang pundak Yuki dan...
"BRUK!"
Semua mata tertuju pada Yuki dan Riku. Ya, Seorang Kaitani Riku baru saja didorong dan terjatuh. Ekspresi ketakutan Yuki dan wajah kaget Riku benar-benar memukau semua orang disitu.
"Ah., ma.., maaf. Aku tadi tidak sengaja," ucap Yuki sambil mengulurkan tangan.
"Iya tak papa," ucap Riku sambil menerima uluran tangan itu.
"Yuki, ikut aku.." ucap Hiruma.
"Baik," ucap Yuki sambil menoleh kearah Hiruma dan berjalan mengikuti Hiruma.
"GREP," tangan Riku memegang tangan Yuki yang sontak menghentikan langkah kaki Yuki.
"Kaitani-San?" ucap Yuki sambil menatap Riku kaget.
"Ah., Gommenne.," ucap Riku sambil tersenyum.
Yuki membalas senyum dan berlari mengikuti Hiruma. 'Riku., apa yang kau lakukan?' batin Riku dalam hati kecilnya.
"Cantik.," ucap Suzuna sambil duduk disebelah Riku.
"Eh?" tanya Riku.
"Yuki-Kun cantik.., tapi menurutku dia tampan," ucap Suzuna lagi.
"Heem.., mungkin kau benar," ucap Riku.
"Sudah pasti," ucap Suzuna.
"..." Riku menunduk.
"Ada apa?" tanya Suzuna heran.
"Tidak.., bagiku kenyataan yang kemarin terungkap terlalu berat., dan terlalu cepat untukku. Aku masih kaget dengan penjelasan Yuki dan Hiruma., bahkan sampai sekarang..," ucapan Riku tergantung.
"Sekarang apa?" tanya Suzuna penasaran.
"Sampai sekarang aku belum bisa menerima kenyataan itu," ucap Riku.
"Hem., itu hal wajar. Yuki-Kunadalah sosok yang hebat.. ia mampu menerima cobaan bertubi-tubi diusianya yang masih tergolong remaja atau bahkan dari kecil. Cobaan yang kadang datang sekaligus., atau bahkan satu persatu selalu ia hadapi dengan tenang. Cobaan yang bahkan tidak mampu dihadapi oleh orang dewasa sekalipun. Aku tahu ia selalu menyembunyikan perasaannya dibalik topeng sempurnanya itu. Ia selalu memendam perasaannya sendiri. Tapi.., menurutku ia bagaikan malaikat penolong yang turun dari surga,"ucap Suzuna sambil tersenyum.
"Malaikat yang terkurung oleh... takdirnya," ucap Riku.
"Suzuna-Chan bisa bantu aku?" teriak Mamori.
"Iyaa Mamo-Nee~" ucap Suzuna riana
Sementara itu..,
"Yo., malam ini kita obati tanganmu itu Baka!" ucap Hiruma sambil menekan tombol-tombol handphonenya.
"Baik," ucap Yuki sambil menunduk.
"Hei., jangan berwajah muram seperti itu Manusia SIALAN!" ucap Hiruma.
"Maaf.," ucap Yuki.
"BERHENTI SEPERTI ITU BEGO! Kau seperti saat pertama kali ku selamatkan saja SIALAN!" bentak Hiruma.
"TERUS ELO MAUNYA KAYA GIMANA?" bentak Yuki.
"BIASA AJA! GAK USAH MURAM MUREM KAYA GITUH!" bentak Hiruma.
"OKEH KALO ITU MAU LOE!" bentak Yuki sambil menginjak kaki Hiruma.
"AAUUUWW! DASAR BAKA! MANUSIA SIALAN!" ucap Hiruma kesakitan.
"huh!" Yuki berjalan menuju bangku cadangan lagi.
"tap.., tap..," langkah Yuki terdengar amat jelas. Langkah kaki menuju bangku cadangan dan meninggalkan Hiruma yang kesakitan.
"YUKI-SAN!" teriak seorang lelaki berambut cokelat caramel.
"Ada apa Kobayakawa-San?" ucap Yukl sopan.
"Eh., ano.. apa tanganmu tidak papa?" tanya Sena sambil melihat tangan Yuki.
"Oh ini., aku tidak merasakan sakit karena ini hanyalah benda. Tapi untuk menutupi agar rahasiaku tidak terbongkar makanya ku perban..," ucap Yuki sambil melihat tangan kiri yang diperban itu.
"Oh begitu., syukurlah kalau kau tidak merasakan sakit," ucap Sena lega.
"'Syukurlah'? memang kenapa kalau aku merasakan sakit?" tanya Yuki heran.
"Karena kalau Yuki-San merasakan sakit hanya untuk menunjukkan bukti kepada aku,Riku,dan Mamo-Nee.. kami semua pasti akan sedih karena sudah menyakiti Yuki-San," ucap Sena dengan wajah kahwatir.
'DEG! Kawai!' batin Yuki.
"Hem., kuhargai kekahwatiran kalian itu. Arigatou Kobayakawa-San.," ucap Yuki sambil tersenyum.
"Lalu., kapan perban itu dilepas?" tanya Sena.
"Ah., aku akan mengunjungi kenalan Hiruma yang bisa memperbaiki tanganku ini malam ini., jadi mungkin untuk kamuflase aku akan memakai perban selama seminggu," ucap Yuki.
"Syukurlah.," ucap Sena senang.
"Jaga rahasiaku ya., Sena-San," ucap Yuki sambil berjalan ke bangku cadangan.
'Hiiiyaaa! Di.., dia memanggilku SENA? Ke.., kenapa aku merasa sangat.., bahagia?' batin Sena dalam hati kecilnya.
Yuki yang sudah duduk dibangku cadangan sambil melihat Monta,Joumonji,Kurita, Dll masih terkapar lemah. Dengan nafas terengah-engah Yuki dapat memastikan kalau mereka semua sangat lelah.
"Hoy Satsuki,"
"Kenapa kau,"
"Tidak latihan?" tanya 3 bersaudara.
"Eh., tidak.. aku minta izin ke Hiruma kerena aku sedang tidak enak badan," ucap Yuki.
"Ooohh.., oh ya! Satsuki-San apa tidak pernah ada yang bilang kalau kau cantik?" tanya Monta secara FRONTAL.
Semua anggota DDB yang ada disitu diam dan menatap Yuki. Semuanya merenungkan dalam-dalam perkataan Monta.
"A.., apa maksudmu Raimon-San?" tanya Yuki dengan semburat merah.
Okeh., SCAK MAT! Chek mate! Housemate! Double date! (?). Wajah Yuki sekarang benar-benar manis.
"Maksudku., wajahmu itu sudah diatas STANDART untuk dibilang cantik MAX!" ucap Monta.
"Iya., Monta benar! Wajahmu kalau dilihat-lihat memang manis!" ucap Kuroki.
"Wajahmu cute," ucap Musashi.
"Iya ya., mukanya Satsuki-kun memang manis.," ucap Kurita.
"Eh? Anoo.., lalu?" tanya Yuki.
"Coba rambutmu dibeginikan., lalu pakai handuk ini disini.., dan coba bicara 'maafkan aku senpai'" ucap Yukimitsu memberi arahan.
Semua diam dengan kelakuan Yukimitsu. Hanya satu pikiran mereka.. 'IDE BAGUS YUKIMITSU! KAU JENIUS!'.
"EH? Ma.., maafkan.., sa.., saya.. se.., sen.. pai,"ucap Yuki sambil menahan malunya.
'KAWAI!' ucap anggota DDB serempak.
Yap! Dengan rambut diurai sesuai tataan Yukimitsu dan handuk dileher sambil dipegang menutupi mulut.., sungguh MANISNYA!
"Yak., upload," ucap Hiruma yang serentak mengagetkan semuanya.
"HYAAA! HIRUMA! JANGAN!" ucap Yuki berteriak sambil mengejar Hiruma.
"Video yang bagus.., LELAKI CANTIK!" ejek Hiruma.
"Ugh!"
'akukan memang perempuan! Apa salahnya kalau aku manis?' batin Yuki dalam hati.
"Sudah., sudah kasian Yuki kalau diejek CANTIK terus menerus.," ucap Riku.
"Maafkan kami Satsuki," ucap seluruh anggota DDB.
"Ah., tidak papa.. toh sambil mengisi waktu. Itu juga menambah waktu istirahat kalian.," ucap Yuki dengan santai.
Semua anggota DDB tersenyum dan mulai melakukan aktivitasnya masing-masing..
Sementara itu Yuki...
'Aku harus menghapus video tadi dari handphone Hiruma. Pokoknya harus.., jangan sampai video itu diunggah ke youtube dan... maka.. tamatlah sudah riwayatku!'
.
. TBC
RUANG AUTHOR:
Author : arara.., maaf ya adegan Rikunya sedikit., di episode mendatang baru si riku yang muncul terus .
Riku : yo! Pangeran selalu datang disaat-saat terakhir.
Sena :Riku., ada ada saja.
3 bersaudara : APA MAKSUDMU PANGERAN?
Suzuna : White prince and Black prince~
Hiruma : WOY AUTHOR BRENGSEK NAN SIALAN! Kenapa gue jadi TOKOH YANG DISIKSS?
Author : Takdir.
Mamori : KENAPA GUE JARANG MUNCUL?
Author : KALO LOE SERING MUNCUL ENTAR CHARACTER UTAMANYA BUKAN SI RIKU! TAPI ELO!
Mamori : Loh bagus dong kalo gue jadi tokoh utama?
Author : Dasar BELET!
Hiruma : MISI MANAGER SIALAN! GUE ADA URUSAN SAMA AUTHOR GEMBEL INI!
Author : PERGI SANA! HUSH HUS! *ngusir pake kaki*
Hiruma : NGAJAKIN RIBUT? YAAAAAAAA-HAAAAAAAAAAA! *DOR DOR DOR DUAAAAAAAAAAAAR*
Yuki : BERLINDUNG!
Author masuk UGD.
