Title : Between me and my brothers
Pairing : Ontae, 2min, Jongtae (guess who will be the last couple)
Author : Keytakaoru
Rating : PG 17
Genre : drama, romance, family
Desclaimer : this pair is not mine. But this fict actually just mine. This story inspired by comic but I never remake or copycat from another author, so please don't negative thinking or I will delete this fict completely.
Warning : miss typho, not based on EYD, may be out of character, BL, etc.
Lee Jinki, jago seni. Tidak diragukan dalam hal suara, kemampuan melukisnya juga setaraf professional, belum lagi kepandaiannya dalam hal memasak, semua wanita akan jatuh dalam pesonanya begitu saja dalam sekejap.
Lee Jonghyun, jago bela diri. Misterius namun memikat. Punya bentuk tubuh yang sempurna. Hot dan sexy, membuat siapapun yang bertatapan mata dengannya akan meleleh seketika.
Lee Minho, jago olahraga. Anggota tim basket yang kalau saja dia mau akan dengan mudah masuk ke dalam liga nasional. Penuh charisma. Jutek dan dingin. Kebalikan Jonghyun, Ice prince yang membuat yeoja bahkan namja membeku.
Ketiganya adalah Lee bersaudara yang terkenal ketampanannya begitu mempesona. Mereka diagung-agungkan layaknya pangeran. Hidup mereka sempurna. Hanya saja terdapat kesalahan di sini, atau bukan ? Lee Taemin adalah adik bungsu Lee bersaudara. Sayangnya, tidak seperti semua hyungnya, siapapun yang melihat Taemin akan berpendapat bahwa Taemin jauh dari sempurna. Namja itu biasa-biasa saja. Sangat teledor. Tidak tampan bahkan terlihat seperti yeoja yang lemah. Dan seluruh orang di sekolah mereka memberinya julukan "si bebek buruk rupa".
####
Upacara persiapan untuk murid baru tidak lama lagi akan dilaksanakan, sedang bisik-bisik mengenai adik bungsu keluarga Lee masih saja sering terdengar. Ya, tiga lee bersaudara yang tampan itu ternyata masih memiliki adik bungsu yang sesuai rumor sih akan masuk di tahun ini ke sekolah yang sama dengan ketiga kakak tampannya. Semua murid tingkat atas membicarakan hal ini. Menebak-nebak akan ahli di bidang apa si bungsu.
Tiba-tiba dari arah luar lapangan masuklah seorang anak laki-laki berperawakan tubuh mungil lengkap dengan keadaan yang berantakan dan kotor sekali.
"kka…kka… andwae…" seperti layaknya induk angsa, namja itu diikuti oleh beberapa anak angsa di belakangnya.
Kasak-kusuk jijik terdengar dari berbagai arah, tak seorangpun ada yang berniat menolong namja itu dan akhirnya sang namja mungil tersebut justru terseruduk menghindari para bebek jatuh ke genangan air sisa hujan malam sebelumnya. Lengkap sudah citra buruk yang ditampilkan namja tersebut di hari pertama masuk sekolah.
"ppe…permisi, apakah ada yang tahu ruang kepala sekolah ?"
"tolongin gih.."
"shireo, kotor sekali."
"siapa sih namja kampungan begitu? Kenapa harus masuk ke sekolah kita?"
Sama sekali tidak ada yang berniat membantu namja tersebut lebih jauh. Dia mencoba berdiri dan membersihkan celana seragamnya yang kotor ketika sebuah tangan memeluknya dari belakang.
"kau kenapa Taemin ?" well, sekarang kita tahu bahwa nama namja yang patut dikasihani ini ternyata Taemin.
"eh, Minho hyung " dan ternyata yang memeluknya dari belakang adalah …. Sudah jelas kan ?
"kenapa basah begini bajumu ? pakai jasku agar kau tidak kedinginan." Satu namja lagi datang menghampiri Taemin dan menyampirkan jasnya untuk Taemin.
"Onew hyung ? go.. gomawo" kini kita tahu bahwa namja yang baru saja datang adalah Onew, si sulung keluarga lee.
"lumpurnya tidak mengotori wajahmu kan? Sini, biar aku lihat !" seorang namja lain menyusul dan begitu saja mendekatkan wajahnya memastikan wajah Taemin bersih.
"gwenchana Jonghyun hyung." Jonghyun adalah nama namja terakhir yang menghampiri Taemin.
Seperti diketahui sebelumnya, tiga namja pangeran sekolah mendekati Taemin. Hal tersebut menarik perhatian semua siswa yang melihat mereka. Mereka tidak menyangka namja menjijikkan yang kotor dan tidak mereka perdulikan justru begitu dimanja oleh ketiga pangeran sekolah. Seorang yeoja mendekati mereka dan dengan lantangnya berkata
"apa-apaan ini? Kenapa Lee bersaudara mengurusi namja seperti ini sih?"
"memangnya salah kalau kami memperhatikan adik kami tercinta?" Onew, si bungsu keluarga Lee dan merupakan yang paling ramah dari ketiganya mencoba menjelaskan dengan senyuman.
"ADIIIKKKKK ? " dan seluruh warga sekolah sukses pingsan seketika, hahahaha….
#####
Taemin mendengar semua itu. hal-hal buruk yang dibicarakan oleh teman-teman kakaknya. Taemin sadar betul karena ini bukan pertama kalinya, sudah sejak SD ia mendapat perlakuan yang sama. Kakak-kakaknya begitu hebat di bidangnya masing-masing dan ia sama sekali tidak punya hal yang bisa dijanjikan. Di luar itu, karena orang tua mereka sudah meninggal, maka ketiga kakaknya begitu memanjakan dan memperhatikan Taemin, membuat cercaan dan omongan buruk tentang Taemin semakin menjadi.
Para yeoja menganggap Taemin adalah saingan berat mereka dan para namja menjadikannya bahan bualan karena tidak ada cela untuk membicarakan hal buruk dari keluarga Lee kecuali dirinya. Untuk kali ini saja, Taemin sama sekali tidak ingin menjadi bayang-bayang kakaknya.
"jebal hyung, aku ini sudah SMA. Kalian jangan memperlakukanku seperti ini ketika di luar." Taemin memohon.
Glek…
Bukannya mendengarkan permintaan Taemin, ketiga namja keren itu justru terhanyut dengan puppy eyes yang ditunjukkan Taemin secara tidak sengaja ketika ia memohon sesuatu. Ketiganya secara reflek memeluk Taemin begitu saja.
"wah, kalau kau bertingkah seperti itu, kau jadi terlihat cute sekali" ungkap Jonghyun.
"kau tidak perlu malu. Kau sebenarnya senang kan harusnya ?" timpal Minho.
Untuk kesekian kalinya Taemin tetap kalah. Ia selalu tidak bisa menolak perhatian tulus dari ketiga kakaknya. Tidak dipungkiri kalau bukan karena omongan orang di sekitarnya tentu saja Taemin akan dengan senang hati menerima semua perlakuan kakaknya. Tapi apa daya, kenyataan berbeda dengan harapan Taemin. Dan ketiga namja Lee tersebut entah kenapa selalu tidak bisa menyadari kenyataan.
####
"Key hyung, hiks… aku sudah tidak tahan dengan mereka" Taemin menangis di depan Key yang sengaja datang menuju kelas Taemin setelah mendengar desas desus dari anak satu sekolahan.
Key adalah sunbae Taemin sekaligus kekasih dari Onew, hyung tertua Key. Berbeda dengan Taemin, Key adalah namja yang terkenal di sekolahnya karena sosoknya yang perfect. Siapapun tak akan cukup berani berurusan dengan namja cantik ini meski satu sekolah tahu kalau ternyata dia adalah kekasih dari pangeran incaran satu sekolah. Onew dan Key adalah pasangan paling serasi.
Meski begitu sikap Onew yang brother complex tidak sembuh begitu saja. Kalau saja Key tidak tahu bagaimana keadaan sebenarnya, ia akan cemburu setengah mati dengan sikap Onew terhadap Taemin yang berlebihan.
""huft, aku juga lelah Minnie. Sikap hyung-hyungmu itu waktu kita masih SD sih membuat iri siapapun tapi sekarang ini risih sekali melihatnya." Key duduk di samping Taemin sambil mengelus surai coklat milik Taemin, mencoba menenangkan calon adik iparnya itu.
"geurae? Ahh… ottokhae?" Taemin mengacak-acak rambutnya yang sudah susah payah dirapikan oleh Key sebagai bentuk rasa frustasinya.
"YAH, ckck… lihat penampilanmu jadi makin aneh. Belum lagi sikap hyung-hyungmu itu. kalau begini terus kau bisa susah mencari pacar bahkan sampai kita lulus nanti."
"ANDWAE…"
"kalau begitu kau harus punya pacar agar hyungmu tidak selalu mengusikmu"
####
Taemin berjalan di lorong sekolah sambil berpikir keras atas ucapan Key. Ya, dia harus mencari kekasih kalau tidak ingin Hyungnya selalu mengusik hidup tentramnya. Tapi bagaimana ia mau memiliki kekasih kalau setiap orang mengenalnya sebagai si bebek jelek adik Lee bersaudara yang tampan-tampan itu.
"Akh… appo. Hyaa… jariku berdarah" suara dari seberang jalan membuat Taemin menolehkan kepalanya.
Taemin melihat teman sekelasnya Hyun woo dengan jari berdarah, seketika saja ia mengahampiri Hyun woo untuk melihat keadaan namja itu
"gwenchana ? jarimu terus mengeluarkan darah tuh"
"andwae… aku benci melihat darah, bagaimana ini?" bukannya berusaha meredakan darah yang terus mengalir, Hyun woo justru mengibas-ngibaskan jarinya ke segala arah berharap ia tak lagi melihat darah di jarinya, hal yang paling dibencinya.
"kajja biar kulihat." Taemin meraih tangan Hyun Woo lembut, ia memeriksa luka Hyun Woo hati-hati.
"cha, begini seharusnya. Kau bersihkan lukanya lalu memasang ini, begini saja tidak usah bingung." Taemin mengelap darah di jari Hyun Woo dengan kapas dan memasang plester yang diambil dari saku bajunya.
"kau anggota klub kesehatan ?" tanya Hyun Woo ambigu.
"ani, hanya saja kakakku sering sekali pulang dengan penuh luka jadi aku terbiasa merawat lukanya." terang Taemin.
"ini Cuma penanganan sementara. Sebaiknya kau minta diobati lagi di UKS" tambah Taemin dengan senyum yang menawan ketika ia selesai merawat luka Hyun Woo.
Sejenak Hyun Woo begitu terkesima dengan pemandangan di hadapannya. Taemin membereskan sampah plester yang ada dan hendak meninggalkan Hyun Woo, namun tiba-tiba tangannya di tarik pelan oleh Hyun Woo
"jadilah kekasihku !"
"eh? Kenapa tiba-tiba bicara seperti ini ?" tanya Taemin gugup.
"lagian, kau mungkin belum tahu kalau aku adik bungsu Lee bersaudara. Aku paling jelek, aku tidak punya keahlian khusus, aku …" Taemin belum sempat menyelesaikan bicaranya ketika Hyun Woo menyahut dengan cepat
"ani, ini pertama kalinya aku melihat namja semanis dan setelaten dirimu, aku menyukaimu yang seperti ini."
Taemin untuk sejenak memikirkan perkataan Hyun Woo, dia memang ragu dengan pernyataan itu tapi perkataan Key kembali berputar di otaknya, mungkin saja ini kesempatan sekali seumur hidup. Jadi, dengan sedikit keberanian dia berkata
"ba, baiklah. Aku mau menjadi kekasihmu."
Sementara itu, Taemin tidak sadar bahwa di kelas atas. Sebuah jendela mengarah tepat menuju dirinya, dua pasang mata melihat kedekatan Taemin dan Hyun Woo dengan raut penuh benci.
####
"Hyung, bisakah kau mengajariku memasak ?" tanya Taemin ketika melihat Onew dengan telatennya memasukkan bahan-bahan dapur untuk memasak makan malam.
"wae? Kenapa tiba-tiba kau ingin memasak ?" tanya Onew balik, heran.
Taemin bisa saja menjawab kalau ia ingin memasak untuk kekasih barunya tapi bukan ia yang memasak kalau begitu akhirnya, bisa-bisa kekasih barunya Hyun Woo yang habis dicincang oleh hyung-hyungnya yang super protective itu. lama ia berpikir, ia akhirnya mengurungkan niatnya daripada hyungdeulnya tahu kalau ia sudah punya kekasih sekarang.
"tidak jadi, aku tidak akan memasak seumur hidupku." Jawab Taemin setengah kesal.
Taemin keluar dari dapur dan berjalan menuju halaman depan rumah. Sesungguhnya ia masih bingung memikirkan bagaimana hubungan percintaannya ke depan. Ia khawatir semuanya akan menjadi berantakan kalau hyungnya tahu. Ia tidak sadar kalau sedari tadi Minho mengikutinya. Ketika Taemin akhirnya duduk di undakan tangga, Minho mendekatinya dan membelai pelan surai coklat miliknya.
"wae? Kau terlihat pucat sekali"
"Mi..Minho hyung? Ani, anirageuyo. Nan gwenchanayo."
"kalau kau ada masalah, kau bisa cerita padaku. Aku akan selalu berada di pihakmu, Minnie yah"
Taemin menundukkan kepalanya. Sekarang ia jadi makin merasa bersalah telah menyembunyikan sesuatu dari Hyungnya. Padahal seperti dapat dilihat bahwa hyungnya itu begitu menyayanginya. Tapi kalau terus terang sama saja dengan memutuskan hubungannya dengan Hyun Woo. Ani, Taemin tidak ingin melakukan itu.
"ah, aku lupa ada PR hyung, aku kembali ke kamar dulu." Taemin berusaha menghindar dari Minho, lebih lama ia berada dengan hyungnya maka tidak diragukan lagi kalau pada akhirnya ia akan membongkar semuanya.
Taemin pergi menuju kamarnya, ia sama sekali tidak mendengar gumaman Minho.
"Taemin itu terlalu polos, gampang sekali ditebak pikirannya."
####
Taemin senang sekali hari ini karena ia baru saja berhasil membuat kue hasil dari belajar lewat internet. Lebih puas lagi ketika ia mencicipi hasilnya tidak terlalu buruk. Ia dapat membayangkan Hyun Woo dengan penuh senyum menerima kue buatannya. Ia jadi tidak sabar dan memutuskan pergi ke sekolah lebih pagi.
Taemin hampir memasuki kelasnya, namun ia mendengar suara yang tak asing.
"jangan pernah dekati Taemin. Kalau kau masih tidak menyerah jangan salahkan kami kalau terjadi sesuatu padamu."
"Sedang apa kalian ?" tanya Taemin pada ketiga namja yang kini berada di hadapannya, Hyungdeulnya.
"apakah ini karena Hyun Woo pacaran denganku ?"
Onew berusaha menenangkan Taemin, ia maju ke hadapan Taemin
"ini semua demi kau Minn…"
"Ani, ini bukan karena aku. Ini karena ego kalian. Cukup, aku tidak ingin kalian mencampuri urusan pribadiku. Nan shireo !"
Onew, Minho dan Jonghyun jadi merasa bersalah melihat reaksi Taemin. Minho yang pertama kali berbicara.
"kami tidak tahu kalau kau membencinya. Mianhae Taemin, kami tidak akan mencampuri urusan pribadimu lagi." Dan setelah itu ketiga namja tampan itu meninggalkan Taemin di kelasnya bersama Hyun Woo.
Taemin sempat menyesal berkata sejauh itu pada hyungdeulnya tapi melihat Hyun Woo sekarang dengan wajah penuh luka ia kembali meyakinkan dirinya bahwa apa yang ia lakukan adalah benar.
"miane, appo?" tanya Taemin kepada Hyun Woo.
"ani, Cuma lecet, gwenchana."
"maine, seharusnya hyungku tidak berbuat seperti ini padamu." Kata Taemin menyesal.
"sebenarnya aku tahu kenapa hyungmu seperti ini. Mereka pasti sudah tahu kalau aku tidak sungguh-sungguh padamu. Aku mendekatimu karena aku dendam pada Minho. Gara-gara dia aku putus dengan Sulli. Mantan pacarku itu menyukai Minho sejak Minho mulai bermain untuk klub kami. Bodoh sekali kan? Yeoja-yeoja itu dengan mudah tertipu dengan wajah tampan mereka, hyungmu." Terang Hyun Woo.
Taemin yang mendengar itu jadi geram. Bagaimana bisa ia mengkhianati hyungnya untuk namja yang ada di hadapannya sekarang.
"kau salah. Hyung-hyungku itu bukan hanya punya wajah yang tampan tapi juga hati yang baik. Beda sekali dengan orang-orang yang berbuat licik sepertimu sekarang"
"MWO, KAU DASAR …" Hyun Woo hampir saja melayangkan tangannya berniat menampar Taemin tapi tanpa diduga Minho mencekal tangan Hyun Woo dari arah belakang.
"dasar namja tidak berguna, akhirnya kau mengakui juga kalau kau brengsek." Sindir Minho.
"kami pikir harus menunggu lama untuk kau mengakui belangmu karena dongsaeng manis kami ini terlalu mempercayai dirimu." Sahut Jonghyun yang berada di samping Minho.
Taemin melihat ketiga hyungnya dengan wajah bersalah, matanya mulai berkaca-kaca mengingat kata-kata kasar yang ia ucapkan sebelumnya.
"Hyung…"
"Melindungi dongsaeng kami yang manis ini adalah tugas kami. Apapun yang terjadi kami tidak akan membiarkanmu begitu saja karena Taemin selamanya adalah orang yang paling kami sayangi" tambah Onew.
Taemin mengahmbur menuju ketiga hyungnya. Memeluk mereka erat sambil terus menggumamkan
"aku sayang kalian"
####
Onew kembali sibuk dengan memasak makan malam setelah adegan tidak elit menghajar Hyun Woo siang tadi. ia melihat sekeliling meja makan dan tidak menemukan Taemin.
" Minho, tolong panggil Taemin di kamarnya, makan malam sudah siap."
"siap hyung"
Minho mendaki tangga menuju kamar Taemin. Ia sudah berniat untuk mengagetkan Taemin. Namun ketika ia membuka pintu, yang dilihatnya justru Taemin yang jatuh tertidur di samping ranjangnya dengan posisi yang tidak nyaman. Namja manis itu pasti ketiduran ketika mengerjakan PR nya.
Minho bergerak mendekati Taemin hendak mengangkat namja itu menuju ranjangnya. Sekilas ia melihat wajah Taemin, menyibak rambut Taemin yang jatuh menutupi wajahnya.
"Minnie yah, aku menyayangimu, ani, aku mencintaimu layaknya seorang kekasih." Minho mendekatkan wajahnya berniat mencium Taemin.
Tbc….
