The Thrill of Chase

Cast :

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Kim Ryeowook

Kim Jongwoon (Yesung)

Lee Hyukjae (Eunhyuk)

Lee Donghae

Rate : M

Disclaimer : Original story by Lynda Chance - Remake dari novel dengan judul yang sama dengan sedikit perubahan agar sesuai dengan karakter. Saya cuma pinjam cerita dan nama cast(s)^^

Summary : Sungmin, Ryeowook dan Eunhyuk adalah teman sekamar dan sahabat baik. Mereka masing-masing bertemu dengan seorang pria yang sangat menyukai mereka dan mati-matian mengejar mereka. Setiap bagian menceritakan secara detail masing-masing karakter dan bagaimana usaha sang Alpha male untuk mendapatkan mereka.

Warning : Genderswitch || Mature Content || Sex Activity || Typo(s)

Nb. Dibutuhkan imajisasi tingkat tinggi saat membaca chap ini(!) Jadi, baca pelan-pelan saja diwaktu santai ya.. xD #plakk

Don't Like Don't Read

Enjoys^^

.

.

.

Kyuhyun & Sungmin

Kyuhyun menghembuskan nafas tertahannya. Persetujuan Sungmin membuat Kyuhyun tenang tapi juga membakarnya.

"Berapa banyak kau telah minum malam ini?"

Perubahan subjek pembicaraan membuat Sungmin benar-benar terkejut. "Um, sekitar setengah gelas wine. Kenapa?"

Kyuhyun berdiri, menggendong Sungmin dengan lengannya dan berjalan ke kamar tidur utama. Kyuhyun berhenti disebelah tempat tidur besar dan menurunkan Sungmin. Tangan Kyuhyun sampai pada kancing paling atas kemeja Sungmin dan membukanya.

Kyuhyun akhirnya menjawab. "Dibutuhkan kau dan aku di atas tempat tidur ini. Tidak ada pengaruh alkohol diantara kita. Tidak ada perasaan palsu. Hanya kemanisanmu. Hanya tubuh tanpa busanamu." Jemari Kyuhyun menggapai kancing berikutnya dan Suaranya menjadi pelan. "Semua yang aku inginkan adalah kau, Ming.

Kau tahu itu sayang?"

Sungmin mendengar ketulusan di suara Kyuhyun dan terkesima karena merasakan tangan Kyuhyun gemetar. Sungmin mulai mempercayai Kyuhyun. "Y-Ya."

"Apakah kau sudah siap sekarang, sayang? Aku tak ingin membuatmu terburu-buru."

Perkataan itu membuat senyum kecil di wajah Sungmin. "benarkah? Kau tidak ingin membuat aku terburu-buru?"

"Ouch. Rasakan hal itu Sayang."

Jemari Sungmin menari di wajah Kyuhyun saat mata foxy Sungmin terpaku pada Kyuhyun dan aliran listrik mengalir deras di antara mereka. " Aku siap," Sungmin berbisik.

"Terima kasih Tuhan."

Mulut Kyuhyun mendarat di dahi Sungmin dan berdiam di sana sementara Kyuhyun menyusupkan tangannya membuka baju Sungmin dan mendorong melepaskannya dari bahunya. Duduk di pinggir tempat tidur, Kyuhyun meletakkan tangan Sungmin di atas paha Kyuhyun dan membawa Sungmin ke antara kakinya yang terbuka.

Sungmin berdiri diantara paha keras Kyuhyunn, tangan Sungmin gemetar di bahu Kyuhyun. Kyuhyun menyapukan jemarinya ke arah bawah ke lembah diantara payudara Sungmin, di atas renda merah jambu cup bra Sungmin lalu tangan Kyuhyun kembali menyapu ke atas. "Tuhan, Kau begitu mempesona. Aku tahu tubuhmu pasti mempesona." Kata-kata Kyuhyun bukan suatu kutukan, kata-kata itu sebuah bisikan, doa yang khusuk.

Kyuhyun melakukannya dengan pelan, menggerakkan tangannya dari pinggang, kebawah panggul Sungmin dan memutar untuk mencengkeram pantat sintal Sungmin di telapak tangannya yang lebar. Kyuhyun meremas dengan kencang, jemarinya tenggelam ke dalam daging lembut Sungmin.

Sungmin gemetar di lengan Kyuhyun saat gairah tajam melanda sekujur tubuhnya, dari atas sampai bawah. Mulut Sungmin mendarat pada mulut Kyuhyun dan mereka berciuman dengan keterburu-buruan yang panas dari lidah dan mulut mereka. Sungmin merasakan desakan kebutuhan dari Kyuhyun, melayang dari tubuh Kyuhyun ke tubuhnya dan intensitas ini menghilangkan kesadarannya. Lidah mereka saling menari. Tangan Kyuhyun berada di sekujur tubuh Sungmin dan Kyuhyun mulai mendorong restleting rok Sungmin, gerakan Kyuhyun dimulai dengan godaan yang pelan menjadi sebuah kebutuhan seksual.

Mulut mereka terlepas. "Melangkah keluar." Saat Kyuhyun mengatakan itu, tangan Kyuhyun mendorong rok Sungmin ke bawah kakinya.

Sungmin mencari keseimbangan dengan meletakkan tangannya di atas bahu Kyuhyun dan Sungmin mengangkat kakinya satu persatu keluar dari roknya, sampai roknya terbaring bersama kemejanya, mendarat di kakinya.

Sungmin berdiri di antara kaki Kyuhyun dengan Bra dan celana dalamnya, kaki Sungmin gemetar di atas sepatu hak tingginya. Sungmin berpegangan dengan Kyuhyun untuk mendapatkan tumpuan, nafas Sungmin mendesah panas, membakar tenggorokannya. Tangan Kyuhyun menjepit pinggul Sungmin dan celana dalam Sungmin banjir dengan kelembaban. Sungmin terangsang dan gelisah dalam jumlah yang sama.

"Sialan." Mata Kyuhyun menyapu ke atas dan ke bawah tubuh Sungmin, menikmatinya untuk pertama kalinya.

Kyuhyun merasa puas. Dia tahu Sungmin akan terlihat indah. Itu sebuah berkah. Tapi keindahan tubuhnya benar-benar mengagetkan Kyuhyun.

Sungmin bertubuh langsing, sangat langsing, pusarnya bagian sangat indah dari perutnya, kulitnya pucat. Payudaranya kecil tapi padat dan bentuknya sempurna pada tubuhnya.

Dan Sungmin gemetar oleh gairah, kebutuhan seksual untuk berada di lengan Kyuhyun dan Sungmin akan segera terbakar.

Untuk Kyuhyun.

Kyuhyun kemudian mengetahui sebuah perasaan posesif yang buta hadir saat dia memeluk Sungmin dan pelukannya menguasai Sungmin secara utuh. Gerakan itu mendorong lengan Sungmin dari bahu Kyuhyun untuk kemudian lengannya berpindah memeluk leher Kyuhyun. Dada Sungmin menekan kuat ke dada Kyuhyun. Bibir Kyuhyun mendarat di telinga Sungmin, lubang hidung Kyuhyun pada rambut Sungmin dan aroma Sungmin membuat penis Kyuhyun mengeras menimbulkan rasa sakit. Kyuhyun mencoba untuk menguasai emosinya. Kyuhyun tidak ingin membuat Sungmin takut tapi tetap saja mulutnya terbuka. "Jangan pernah katakan lagi padaku bahwa kau bukan milikku. Tidak setelah apa yang terjadi malam ini. Apa yang terjadi. Kau milikku. Jangan pernah mengingkari itu lagi."

Permintaan itu harusnya membuat Sungmin takut. Tapi tidak. Kebahagiaan mengalir pada diri Sungmin dan dia merasa aman di lengan Kyuhyun. Merasa aman untuk memberikan tubuhnya pada Kyuhyun. Ini perasaan yang dia butuhkan dan akhirnya Sungmin merasakan ini untuk pertama kalinya di minggu pertama dia mengenal Kyuhyun.

Di minggu pertama Kyuhyun mencoba untuk mendapatkan Sungmin di atas tempat tidur. Ini waktunya.

Ini waktu yang tepat.

Jemari Sungmin merenggut kulit kepala Kyuhyunn, tubuh Sungmin menyetujui permintaan Kyuhyun. Ini tidak cukup bagi Kyuhyun. Kyuhyun menangkup wajah Sungmin dan mengangkat wajahnya untuk memandangnya. "Jawab Aku Ming."

Mata foxy Sungmin terbuka. Dia tenggelam pada intensitas Kyuhyun. "Ya."

Satu tangan Kyuhyun menyusup ke dalam kulit kepala Sungmin ke dalam helaian rambutnya. "Milikku."

"Ya." Sungmin berbisik.

"Yang tidak akan kubagi."

"Aku juga tidak ingin kau bagi. Aku juga tidak akan membagimu."

Kebahagiaan mengalir ke dalam tulang punggungnya. Kyuhyun ingin menjadi milik Sungmin. Takdir mereka untuk bersama. Mereka saling memiliki.

Kyuhyun terus memandang Sungmin saat tangan Kyuhyun bergerak menuju penjepit bra-nya lalu Kyuhyun membuka bra Sungmin dengan cepat.

Cupnya terbuka lalu Kyuhyun menyibakkannya ke samping mengikuti alur renda lalu melemparkannya. Puting payudara Sungmin mengeras dari perhatian intens yang diberikan Kyuhyun dan udara dingin yang mengenai payudaranya. Sungmin sedikit gemetar.

Pandangan Kyuhyun tertuju pada payudara Sungmin yang sudah terekspos. Suara Kyuhyun mendesis. "Kau ingin aku menggunakan kondom?"

"Itu - itu juga bagus." Sungmin menjawab dengan suara yang gemetar.

"Kau tidak menggunakan kontrasepsi apapun?" Suara Kyuhyun serak, kata-katanya berasal dari kalimat yang tidak sempurna.

"Tidak."

"Apakah kau akan menggunakan kontrasepsi? Minggu depan?" hal itu permintaan.

"Ya." Sungmin menyetujui dengan suara pelan.

Kyuhyun mengulangi kata-kata Sungmin, "Itu akan jadi lebih bagus."

"Ya."

Ibu jari Kyuhyun menyapu puting payudara Sungmin dan Kyuhyun mengamati mereka berubah menjadi gelap saat Kyuhyun menambah gerakan melintir dengan ibu jarinya. "Ini akan menjadi sangat bagus, Sayang."

Sungmin tak dapat bicara. Memandang Kyuhyun dan berdiri dengan kakinya sendiri sudah mengambil begitu banyak kekuatan Sungmin. Tangan Sungmin kembali berpindah ke bahu Kyuhyun dan Sungmin merasakan bahan halus dari kemeja Kyuhyun. "Buka kemejamu." Sungmin berbisik.

"Aku tidak bisa."

Sungmin bingung. "Kenapa T-Tidak?"

"Aku tidak bisa lama-lama melepaskanmu."

Kebahagiaan yang tajam dan manis melanda ke dalam diri Sungmin, dia menggerakkan jemarinya ke atas kancing kemeja Kyuhyun dan mulai membuka kancingnya satu per satu.

"Kau suka memelukku begitu lama?" Kata-kata Sungmin merayu saat pinggulnya mendorong maju ke arah Kyuhyun dan jemari Sungmin pelan-pelan menyingkap tubuh Kyuhyun yang keras dan panas untuk dipandangnya.

Kyuhyun mendengar rayuan Sungmin yang lembut dan penuh gairah di dalam suara Sungmin dan kebahagiaan hadir di dalam tulang belakangnya. "Ya." Kyuhyun ingin agar Sungmin menemukan kenyamanan denganya.

Kyuhyun membutuhkan itu. Kyuhyun membutuhkan itu karena Sungmin membutuhkan itu dan Kyuhyun pun membutuhkan agar Sungmin bisa merasa nyaman. Kyuhyun menginginkan itu karena Kyuhyun menginginkan Sungmin.

Tak akan membiarkan Sungmin pergi.

Sungmin mendorong kemeja Kyuhyun dari bahunya dan Kyuhyun menarik membukanya. Tangan Sungmin kembali memegang bahu Kyuhyun dengan segera dan Sungmin melihat Kyuhyun. Kyuhyun begitu tampan.

Menawan dan tanpa kemeja. Bisepnya besar dan sekeras batu. Tangan Sungmin melingkar di leher Kyuhyun, dada Kyuhyun dan turun ke bawah ke lintasan bulu yang menghilang ke dalam celana jeans Kyuhyun. Jemari Sungmin menyapu di atasnya, maju dan mundur dan Sungmin merasa tubuh Kyuhyun menjepit dan nafas Kyuhyun melambat.

Tangan Sungmin jatuh ke kancing celana Kyuhyun. Tangan Kyuhyun jatuh ke atas tangan Sungmin. "Tidak."

Sungmin mengangkat tangannya dan memandang Kyuhyun dengan tanda tanya.

"Jangan dulu."

Sungmin menggigit bibirnya dan mata Kyuhyun menjadi gelap dengan gigi kecil tajam Sungmin menghias bibir bawah Sungmin. Kyuhyun menggeram dan merenggut mulut Sungmin dengan mulutnya. Kyuhyun mendorong lidahnya diantara bibir M Sungmin dan mencium Sungmin dengan gairah. Dipenuhi dengan kebutuhan. Dipenuhi intensitas.

Kyuhyun menangkup payudara ringan Sungmin di tangannya, menimbangnya, meremasnya. Kyuhyun menyapukan ibu jarinya ke ujung payudara Sungmin lalu mencubit puting Sungmin dengan jemarinya.

Sungmin mulai mendesah lembut di belakang tenggorokannya saat dia mulai menggeliat terhadap Kyuhyun.

Tangan Kyuhyun kemudian jatuh ke pantat sintal Sungmin dan menarik wanita itu ke tubuhnya, menekan Sungmin ke perutnya. Kyuhyun memeluk Sungmin dengan erat saat tangannya menyapu ke seluruh tubuh Sungmin, tidak membiarkan adanya jarak satu inch pun di antara mereka. Kyuhyun memakan bibir shape M Sungmin.

Sungmin melepaskan ciuman Kyuhyun dan mulai mengambil oksigen ke paru-parunya. Sungmin menekan tubuhnya ke arah Kyuhyun, membelai rambut Kyuhyun dengan jemarinya dan kembali ke mulut Kyuhyun lagi.

Kyuhyun terpaksa menurut Sungmin.

Mulut Kyuhyun terbuka di atas mulut Sungmin dan lidahnya mulai mendorong dengan dalam dan kuat. Kyuhyun mendorong lidahnya ke dalam mulut Sungmin kemudian keluar hanya untuk kembali masuk, lagi dan lagi. Mereka mulai saling menarik oksigen dan ciuman diantara mereka menjadi basah, liar dan panas.

Intensitas pertukaran ini benar-benar membuat hilang pikiran. Sungmin menggantung di lengan Kyuhyun, gairah menjerit melalui dirinya, membiarkan Kyuhyun mengambil apa yang dia inginkan dari Sungmin. Sungmin tak tahu kapan dia mulai mencakar Kyuhyun, tapi dengan gerakan tiba-tiba, Kyuhyun mengangkat Sungmin dan mengayunkannya ke atas tempat tidur dan menghampiri Sungmin dengan gerakan cepat.

Kyuhyun membungkuk dan membuka sepatunya dan kembali di antara paha Sungmin. Tangan Kyuhyun mulai menarik Sungmin ke atas kepalanya.

"Kita tak akan melakukan ini saat masih memakai sepatu." Sungmin berbisik.

Kyuhyun tak ingin berhenti. "Tidak?"

"Tidak." Sungmin mulai mendorong bahu Kyuhyun dan Kyuhyun berbalik dan mengambil waktu beberapa detik untuk membuka sepatu botnya.

Kyuhyun membuka restleting celananya, tapi tetap mengenakan jeansnya dan kembali menghadap Sungmin. Dalam hitungan detik Kyuhyun sudah kembali dan menarik celana dalam Sungmin turun ke kakinya dan mendorong kaki Sungmin terbuka.

Sungmin merasakan bahan jeans Kyuhyun menyapu paha bagian dalamnya saat Kyuhyun bersandar ke arahnya. Tangan Sungmin menyapu sisi tubuh Kyuhyun saat Kyuhyun mencium bibirnya lalu bergerak ke dadanya, Kyuhyun memegang payudara kiri Sungmin dan meraup payudara Sungmin lainnya dengan mulutnya. Manis, kenikmatan yang manis menjalar ke bagian tengah tubuh Sungmin, terasa sangat intens untuknya saat Kyuhyun mulai menghisap puting payudaranya, menjilat lalu menghisap lagi. Kyuhyun terus meremas payudara Sungmin lainnya, menggenggamkan tangannya ke atas payudara Sungmin dan menggenggam dengan penuh, bergerak menyapu puting payudaranya lalu memegangnya kembali, menyapunya seperti Kyuhyun tidak akan pernah merasa cukup.

Kyuhyun menggerakkan kepalanya menuju lembah di antara payudara Sungmin, menarik nafas dalam, tarikan nafas dalam saat Kyuhyun menghirup aroma tubuh Sungmin. Kyuhyun kembali ke payudara Sungmin dan mengambil daging putih mulus itu ke dalam mulutnya dan mulai menghisap, menggerakkan bibirnya dan lidahnya ke sekeliling kulit Sungmin.

Sungmin tahu Kyuhyun tanpa diragukan membuat kissmark. Tidak sakit, seperti sihir, tapi Sungmin tahu dia akan melihat tanda kepemilikan Kyuhyun di pagi hari, hal itu makin membuatnya bergairah.

Kyuhyun bergerak menyapu ke bawah tubuh Sungmin sampai bibir tebalnya berada di pusar Sungmin dan Jantung Sungmin mulai berdebar dengan gairah di dadanya saat pinggulnya bergerak dan basah, gairah basah melembutkan Sungmin. Satu tangan Kyuhyun tetap berada di payudara Sungmin, menangkap payudara Sungmin di dalam genggamannya, Membius Sungmin dengan perasaan puting payudaranya yang dicubit diantara ibu jari Kyuhyun dan jemarinya, memegang Sungmin dengan erat. Kepala Kyuhyun berada di atas perutnya yang lembut, Kyuhyun menggerakkan tangannya yang lain ke antara sambungan paha Sungmin dan menyusupkan jari besar dan tumpul diantara lipatan basah dan panas Sungmin.

Sungmin mendesah lembut saat jari Kyuhyun menari di bagian panas Sungmin, bergerak dari clitnya kembali ke inti lembut feminin Sungmin. Kyuhyun menyusupkan jemarinya ke dalam, Kyuhyun merasakan cairan panas Sungmin dan menariknya keluar kembali hanya untuk mengelus dan menggoda clit Sungmin lagi. Maju dan mundur, Kyuhyun terus bergerak secara konstan sampai kepala Sungmin bergerak di atas bantal dan tangan Sungmin jatuh ke atas kepala Kyuhyun yang berada di atas perut Sungmin.

"Kyunniehhh.." Sungmin mendesahkan nama Kyuhyun.

"Ya, Sayang?" Kyuhyun mengangkat kepalanya, memandang mata foxy Sungmin dan menyusupkan jemarinya ke atas dan ke dalam diri Sungmin, mata gelap Kyuhyun, cair saat dia memandang Sungmin sementara dia melakukan semua itu.

Nafas Sungmin tertahan dan tertangkap di paru-parunya saat mata Kyuhyun menahan matanya, Jari Kyuhyun menggali dengan dalam.

"Apa yang kau inginkan?" Suara Kyuhyun serak.

Bernafas dengan kasar, Sungmin hanya bisa menjawab dengan satu kata. "Sekarang."

Kyuhyun melepaskan jemarinya dengan lembut, mengangkat mereka ke payudara lain Sungmin dan Kyuhyun menahan pandangan Sungmin sementara dia menyapukan jemarinya, melembabkan puting payudara Sungmin dengan cairan basah Sungmin.

Sungmin menarik nafas saat Kyuhyun bergerak naik dan menjilat puting payudaranya, mengisap saliva Sungmin ke dalam mulutnya, menahan mata Sungmin selama dia melakukan itu semua.

Sungmin hampir saja orgasme saat itu.

"Jangan Dulu." Kyuhyun mendorong kata-kata itu keluar dan kembali jatuh ke tubuh Sungmin sampai kepalanya berada di antara paha Sungmin.

Kyuhyun memeluk kaki Sungmin di lengannya dan membuka Sungmin untuk dirinya. "Oh Sayang."

Sungmin mendengar kata-kata bisikan itu lalu otaknya berhenti berfungsi saat mulut Kyuhyun menemukan dirinya, gigi Kyuhyun dan bibirnya menghisap di atas clit Sungmin. Kyuhyun menyapukan lidahnya ke atas dan ke bawah, Kyuhyun menggeram dalam dan memasukan jari tengahnya yang panjang dan besar ke dalam diri Sungmin.

Pinggul Sungmin naik ke atas saat dirinya dilanda oleh kenikmatan. "K-Kyunniehhh," Sungmin mendesahkan nama Kyuhyun.

Kyuhyun tidak berhenti. "Aku I-Ingin_"

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan memandang Sungmin, terus memanipulasi jarinya di dalam Sungmin. "Apa, Ming? Apa yang kau inginkan? katakan padaku, sayang."

Sungmin mendesah lembut dan kata-kata itu keluar. "Aku ingin orgasme saat kau ada di dalam diriku."

"Ya."

Kyuhyun menarik jarinya dari Sungmin dengan hati-hati dan berdiri lalu menarik lepas jeans dan celana dalamnya.

Kyuhyun berdiri di samping tempat tidur, tanpa busana, dan Sungmin memandangnya, tubuhnya begitu menawan, saat dia mengenakan kondomnya.

Kyuhyun menjatuhkan lututnya ke atas tempat tidur dan berada di antara paha Sungmin, membentangkan kaki Sungmin dan mengangkat kedua kaki Sungmin ke pinggangnya.

Kyuhyun berada diatas Sungmin sebentar dan menciumnya. "kau tahu betapa aku menginginkanmu?"

"Ya." Sungmin mendesah.

Kyuhyun menyusupkan tangannya ke bawah dan memposisikan dirinya ke gerbang masuk Sungmin. Mendorong dengan memberi sedikit tekanan, Kyuhyun mengangkat tangannya ke wajah Sungmin dan membungkus wajahnya dengan tangannya, jemarinya menyapu masuk ke dalam rambutnya.

Mata Sungmin terbuka dan menemukan pandangan Kyuhyun yang terfokus sepenuhnya kearah dirinya. Kyuhyun mendorong beberapa inci lagi masuk ke dalam diri Sungmin dan Sungmin merasa dirinya meregang untuk menerima Kyuhyun.

Kyuhyun menggeram dan mata Sungmin terpejam. "Buka." Kata tunggal itu adalah suatu desisan.

Sungmin membuka matanya dan Kyuhyun menyusup masuk seluruhnya, mendorong dengan konstan sampai Kyuhyun tak lagi bisa lebih dalam lagi. Mata foxy Sungmin melebar. Sungmin jatuh untuk Kyuhyun. Mata Kyuhyun, sentuhannya, keposesifannya. Terasa begitu nikmat.

Kyuhyun menahan sebentar, koneksi diantara mereka begitu kuat, getaran listrik dari mata Kyuhyun menembus Sungmin. Milik Kyuhyun mengisi Sungmin, berdenyut didalam dirinya saat Kyuhyun memandang Sungmin. "Begitu manis."

Sungmin mendesah di bawah tubuh Kyuhyun, ia mengangkat pinggulnya, meminta lebih.

"Jadi milikku."

"Kyuhyun, kumohon."

"Katakan, Minghh."

Sungmin tahu apa yang Kyuhyun inginkan. "Aku milikmu."

Kyuhyun menghadiahi Sungmin dengan dorongan yang lain lalu berhenti. Kenikmatan hadir diantara mereka. Mereka terengah dengan hebat.

"Kau menikmati berdansa dengan pria itu, tadi?" Kyuhyun menggeram, suaranya serak saat dia mendorong kata-kata itu keluar untuk Sungmin-nya.

Kebingungan melanda Sungmin. Dia tak ingat pria itu. Apakah dia tadi berdansa dengan seorang pria? Kyuhyun adalah satu-satunya yang dia pikirkan malam ini. Kyuhyun begitu besar dan terasa penuh di dalam dirinya dan Sungmin tidak bisa membuat otaknya berfungsi. Dia mengangkat pinggulnya lagi, memohon Kyuhyun untuk melanjutkan.

Kyuhyun menusuk dan berhenti lagi. Matanya meraih ke bawah ke dalam jiwa Sungmin. "Aku berharap kau menikmatinya karena itu akan jadi yang terakhir kalinya kau berdansa dengan pria lain selain aku. Aku memilikimu seutuhnya. Aku tidak akan berbagi. Tidak lagi ada dansa, tidak lagi ada ciuman, tidak ada lagi untukmu."

Kyuhyun menarik lagi dan mendorong dengan keras. "Kau merasakan milikku di dalam dirimu, Ming? Kau merasakannya?"

Kyuhyun mendorong ke dalam Sungmin, tubuhnya menindih di atas Sungmin. Kyuhyun memindahkan tangannya dari wajah Sungmin dan menangkap pergelangan tangan wanitanya, mengangkat ke atas kepala dan menahannya ke bawah. "Rasakan, sayang. Ingat. Belajarlah untuk menyukainya, karena ini adalah semua yang akan pernah kau ketahui. Hanya aku. Tidak ada orang lain."

Kenikmatan yang tajam dan panas menjalar ke dalam dirinya mendengar kata-kata Kyuhyun itu dan memicu mengalirnya kelembaban baru ke titik dimana tubuh mereka terkoneksi saat ini.

Kyuhyun melakukan tusukan lainnya saat ia menahan Sungmin dan menuntut jawaban. "Kau mengerti apa yang kukatakan?"

"Ya." Hanya itu kata yang bisa diucapkan Sungmin. Pinggulnya menggeliat memohon untuk lagi.

Dengan sepersetujuan Sungmin, Kyuhyun melepaskan tangan Sungmin dan memindahkanya ke bawah tubuh wanita itu, memegang pantat Sungmin yang mulus dan mengangkatnya ke atas ke arah Kyuhyun. Kyuhyun mulai bergerak dengan tusukan konstan, mengobarkan nafsu mereka berdua.

Itu sangat nikmat. Oh Tuhan, Itu sangat nikmat.

Sungmin tak bisa fokus pada hal yang lain. Pikiran terus terbang ke segala penjuru otaknya. Dia bercinta dengan Kyuhyun. Kyuhyun pencemburu dan posesif dan Sungmin mencintainya. Kyuhyun terasa besar di dalam dirinya dan menusuknya menuju orgasme. Maju dan mundur, tubuh Sungmin dibajiri oleh kenikmatan, kenikmatan yang murni.

Kyuhyun membungkuk untuk meraih mulut Sungmin saat yang sama Sungmin mengangkat dagu lancipnya ke arah Kyuhyun. Bibir Sungmin terbuka dan lidah Kyuhyun masuk. Ciuman mereka panas, paru-paru mereka terengah-engah mengharap oksigen tapi mereka tetap tidak melepaskan diri mereka masing-masing.

Tubuh Sungmin menegang dan Sungmin tahu dia akan segera orgasme. Getaran pelan berasal dari tenggorokannya, suara kebutuhan dan gairah, dan otot internal miliknya mulai mengetat di penis Kyuhyun.

Sungmin mendorong ke arah Kyuhyun saat kenikmatan menyelimuti seluruh tubuhnya. Orgasme itu dalam, internal dan pikiran Sungmin tertutup untuk apapun selain kenikmatan yang memabukkan yang menguasai seluruh tubuhnya.

Sungmin masih berada dalam gelombang orgasme saat Kyuhyun menggeram dan menusuk ke dalam dirinya dengan tusukan lainnya. Tiga tusukan dalam lalu Kyuhyun klimaks, mengikuti Sungmin ke dalam dunia yang intens, kenikmatan yang mendalam. Kyuhyun bertahan di dalam Sungmin, menumpahkan benihnya yang hangat, basah dan nikmat ke dalam dirinya.

Sungmin merasakan itu langsung menuju ke dalam jiwanya saat ia memeluk erat bahu Kyuhyun.

Mulut Kyuhyun meninggalkan mulut Sungmin dan Kyuhyun menjatuhkan kepalanya di samping Sungmin. Bibir Kyuhyun yang terbuka mendarat ke bahu Sungmin dan Kyuhyun tetap berada dalam posisi itu, Mulut Kyuhyun basah di atas kulit Sungmin saat mereka berdua mulai menenangkan diri.

Bibir tebal Kyuhyun bergerak ke telinga Sungmin. "Aku minta maaf, sayang." Kyuhyun berbisik.

Kyuhyun menahan dirinya di atas Sungmin, masih ada di dalam tubuh Sungmin.

Sungmin mulai bisa berpikir kembali dan semua terasa baik. Tak ada penyesalan sama sekali, hanya perasaan nyaman dan keyakinan bahwa Kyuhyun perduli padanya. Untuk apa Kyuhyun meminta maaf? "Apa yang kau sesali?"

Kyuhyun mengangkat dirinya dari atas tubuh Sungmin, perlahan menarik keluar dirinya dari dalam tubuh wanitanya dan bergerak ke sampingnya. Kyuhyun menyusupkan lengannya kebawah tubuh Sungmin. "Aku terlalu kasar padamu."

"Tidak. Kau tidak kasar."

Tangan Kyuhyun menyusup ke payudara Sungmin dimana kulit lembut dan putih miliknya sudah mulai menunjukkan efek dari sentuhan Kyuhyun. "Ya,Tuhan, sayang, aku membuatmu memar."

"Ini hanya sebuah kissmark Kyu. Tidak sakit." Kata-kata Sungmin lembut, mencoba untuk meyakinkan Kyuhyun.

"Aku tidak bermaksud membuat kissmark dikulitmu. Aku bahkan tak menyadari apa yang kulakukan."

Kenikmatan melanda Sungmin. "Tidak Apa-apa," ia berbisik.

"Dan aku tak seharusnya mengancammu. Aku tak bermaksud untuk membuatmu takut, Ming. Tentang pria yang tadi berdansa denganmu."

Sungmin memalingkan kepalanya untuk memandang mata teduh Kyuhyun. "kau tidak serius?"

"Tentu saja aku serius. Tapi aku tak bermaksud untuk membuatmu takut."

"Apakah aku terlihat takut?"

Kyuhyun tersenyum. "Tidak juga."

"Aku tidak takut." Jawaban Sungmin sangat yakin.

"Bagus." Kyuhyun menggerakkan tangannya ke bawah dan menangkap gundukan Sungmin dengan telapak tangannya. "Ok. Itu tadi latihan.

Sekarang ini untuk yang sebenarnya."

Kyuhyun membungkuk ke bawah dan menempatkan mulutnya di atas bibir shape M Sungmin.

.

.

.

Hari-hari berikutnya berlalu dengan cepat. Mereka menghabiskan waktu senggang mereka bersama dan perlahan, barang-barang milik Sungmin mulai bermigrasi ke rumah Kyuhyun.

Kyuhyun sepertinya tak terlihat keberatan. Bahkan, dia secara terang-terangan menganjurkan hal itu dengan meminta Sungmin bermalam di rumahnya lagi dan lagi. Kyuhyun ingin Sungmin merasa nyaman, jadi Kyuhyun ingin Sungmin meninggalkan barang-barangnya di rumahnya.

Sungmin mulai mengkonsumsi pil kontrasepsi dan segala sesuatu diantara mereka berjalan dengan lancar.

Sampai suatu malam Ryeowook menelpon dan mengatakan pada Sungmin agar jangan kembali ke apartemen karena polisi berada di mana-mana. Ryeowook tak tahu apakah telah terjadi perampokan atau tepatnya hal apa yang terjadi. Hanya itu semua informasi yang Ryeowook berikan. Sungmin menawarkan untuk datang dan menjemput Ryeowook kemudian membawanya ke rumah Kyuhyun. Ryeowook mengatakan padanya nanti akan memberi kabar dan Eunhyuk saat ini sedang berada di rumah orang tuanya. Sungmin meminta Ryeowook untuk berhati-hati sebelum Ryeowook menutup telepon.

Kyuhyun tiba-tiba menjadi murka.

kyuhyun berdiri dan berjalan mondar-mandir di hadapan Sungmin, mengusap rambutnya dengan pergolakan di dalam dirinya. Kyuhyun berbalik memandang Sungmin dan melotot.

"Kita tak akan menghadapi masalah ini jika kau sepenuhnya pindah ke rumahku. Aku tak suka kau tinggal di apartemen itu. Itu tidak aman."

Sungmin jadi meradang. Hampir terdengar seperti ultimatum. "Apartemen itu sepenuhnya aman."

"Apartemen itu tidak aman," Kyuhyun menggeram, getaran datang dari dadanya. Kemarahan Kyuhyun begitu terlihat.

"Hyukie dan Wokkie tinggal di sana-" Sungmin berhenti bicara saat Kyuhyun memotong kata-katanya.

"Aku tak bisa mencegah dimana Eunhyuk harusnya tinggal. Itu urusan mereka atau urusan pria lain. Bukan aku. Bukan kau." Suara Kyuhyun terus menerjang Sungmin, Kyuhyun kehilangan kesabaran.

Kyuhyun mengambil nafas dalam sebelum memulai bantahannya. "Kami berbagi uang sewa. Dan perlengkapannya. Kami baru saja memperpanjang sewa."

Tangan Kyuhyun membelah udara. "Aku tidak perduli. Aku akan membayar uang sewamu sampai waktu sewa berakhir. Itu bukan jadi alasan kau tidak bisa pindah kesini. Selama teman se apartemenmu mendapatkan uang sewamu, mereka akan baik-baik saja."

"Kau tak bisa melakukan itu Kyunnie." Sungmin berkata dengan suara lembut.

Mulut Kyuhyun membentuk garis lurus saat ekspresinya menjadi gelap. Tangannya mengepal saat dia membungkuk ke depan menyusup ke wilayah pribadi Sungmin. "Ya. Aku bisa. Apakah kau menandatangani sewa untuk 6 bulan atau setahun?"

"S-Setahun." Sungmin menjawab dengan suara gemetar.

"Aku akan membayarnya di muka. Kau tidak akan melanggar perjanjian sewa itu. Kita bisa memindahkan barang-barangmu besok." Kata-kata Kyuhyun mutlak, menegaskan apa yang akan dilakukan.

"Kyunnie aku tidak tahu apakah itu adil untuk mereka, mereka tidak hanya mengharapkan uang. Mereka mengharapkan aku untuk berada di sana, Seorang teman sekamar. Seorang sahabat."

"Aku mengerti itu, tapi itu tidak bisa membantu. Kalian bertiga tidak bisa terus berpikir hal itu akan bertahan selamanya. Hal buruk terjadi. Orang melanjutkan hidupnya. Aku tidak bilang kau harus menjauhi Sahabatmu, Aku hanya mengatakan kau tidak bisa tinggal di tempat yang penuh dengan tikus-"

"Penuh dengan tikus! itu komunitas tertutup! bagus, mahal-"

"Terserah apa katamu. Ok. Aku berlebihan. Tapi intinya aku ingin kau berada di sini di rumahku, Ming. Aku ingin kau berada di sini setiap detik dalam setiap hari sejak kita kembali bersama. Tidak akan kubiarkan kau kembali ke apartemen itu setelah apa yang terjadi hari ini di sana. Itu tidak akan terjadi, sayang."

Sungmin berdiri memandang Kyuhyun, Keragu-raguan membingungkan pikirannya. Dia ingin bersama Kyuhyun. Sungmin menginginkan itu jauh di dalam dirinya. Sungmin menyayangi sahabatnya, tapi dia juga mencintai...- Sungmin memotong pikiran itu dengan cepat.

Dia ingin bersama sahabatnya, tapi Sungmin lebih ingin bersama Kyuhyun.

Kekhawatiran utamanya adalah Sungmin sudah menelantarkan Eunhyuk dan Ryeowook. Tapi mereka akan bisa mengerti. Terutama Eunhyuk yang sudah bisa mempercayai Kyuhyun. Semakin sering mereka bersama, semakin Eunhyuk mengetahui siapa Kyuhyun, Eunhyuk semakin menyadari apa yang Sungmin dan Kyuhyun miliki berdua. Eunhyuk dan Ryeowook menyayangi Sungmin dan ingin agar Sungmin bahagia.

Dan ini tidak berarti Sungmin akan melanggar perjanjian sewa apartemennya. Kyuhyun sudah menawarkan untuk membayar bagian sewa Sungmin, tapi dia tak akan membiarkan Kyuhyun melakukan hal itu. Jika Sungmin tinggal di sini bersama Kyuhyun, dia dapat dengan mudah terus membayar bagian uang Sewanya dan peralatan.

Dan Kyuhyun benar. Semua hal berubah. Orang berubah. Sebuah hubungan terjadi dan hidup harus terus berlanjut. Mungkin ini waktunya. Perasaan puas yang tersembunyi dan berbahaya menjalar ke dalam tulang belakang Sungmin dan mengisi dirinya dengan kebahagian. Sungmin akan sangat senang tinggal disini dengan Kyuhyun. Sungmin tak bisa memikirkan hal lain yang begitu ia inginkan.

Dan satu hal pasti. Jika Sungmin mengecewakan Kyuhyun kali ini, Kyuhyun akan menjadi begitu buas di masa depan. Sungmin tak akan mendapatkan kedamaian sampai dia menyetujui apa yang diminta oleh Kyuhyun.

Sungmin mengambil waktu sebelum menjawab Kyuhyun. Sungmin dapat merasakan penilaian Kyuhyun menetap kepadanya.

Kyuhyun berdiri dengan tegang, seloroh di pipinya, menghirup oksigen ke dalam paru-parunya begitu dalam sehingga Sungmin bisa melihat dada Kyuhyun yang turun naik. "Jika aku melakukan ini Kyu, tidak berarti kau akan selalu menang dalam segala hal. Jika aku pindah ke rumahmu itu karena aku ingin pindah ke rumahmu.

Jangan berpikir bahwa kau bisa mengancamku untuk melakukan hal yang kau inginkan." Sungmin melemparkan kembali kata-kata awal Kyuhyun padanya.

"Itu tak akan terjadi, sayang."

Kyuhyun terhenyak dan sedikit relaks dengan kata-kata Sungmin. "Aku tidak mencoba untuk mengancammu, sayang. Itu hal terakhir yang ingin aku lakukan. Jika kau setuju dengan hal ini, melakukan hal kecil ini untukku, aku akan memberikan apapun yang kau inginkan. Ayolah Ming. Keluarkan aku dari kesedihan ini dan katakan padaku kau akan tinggal bersamaku."

"Hal kecil?" Sungmin tercekat.

Kyuhyun menyeringai kecil.

"Mungkin tidak terlalu kecil."

"Tidak ada hal kecil tentangmu, Kyu."

Kyuhyun tertawa. "Ya, sayang, itu yang aku sedang katakan. Itu baru kekasihku. Katakan ya, Ming."

"Ya."

"Ya kau akan pindah ke rumahku?"

"Ya aku akan pindah ke rumahmu."

Postur tubuh Kyuhyun menjadi relaks saat legannya meraih Sungmin dan memeluknya seutuhnya. Kyuhyun mengguncangkan tubuh Sungmin ke tubuhnya. "Kau tak akan menyesalinya, sayang. Aku akan mendedikasikan hidupku untuk membuatmu bahagia."

Hati Sungmin tergetar dan kebahagiaan mengalir keseluruh tubuhnya. "Kau tahu aku akan begitu jatuh cinta denganmu, kan?"

Kyuhyun tersenyum menatap mata foxy Sungmin dan mencium dahi Sungmin dengan ucapan syukur, "Aku berjanji sayang."

.

.

.

-Tbc-

.

.

.

Annyeong~

Selamat hari ibu~ #telat

Ini saya bawa lanjutannya.. karena remake bisa update kilat udah ada draftnya soalnya jadi bisa langsung diolah(?) dari awal ampe akhir heheh

Gimana hot kaga encehnya? Kalo kurang hot bacanya jangan pagi malem ato sore, bacanya siang bolong sambil jemuran kkkk~ #plakk

Chap depan fokus ke YeWook ya, tiap couple fokusnya masing-masing dua chapter.. yang dua chapter berikutnya baru fokus HaeHyuk jadi yang nunggu Donghae sabar ya bang Ikannya masih disimpen dulu dikamar saya hohohoho #digebukin

Ini bagian KyuMin udah clear.. cerita ini memang ga mengangkat konflik yang berat, yang asem-manis aja xD tapi nanti mereka akan tetap muncul sebagai cameo juga secara ini ceritanya nyambung dari awal ampe akhir..

Kalau mengenai Victoria, gausah khawatir dia cuman selingan aja kok gakan muncul lagi heheh

Big thanks buat yang sudah berkenan membaca review follow favorite apalagi sampai mengkoreksi, jeongmal kamsahamnida koreksinya sangat bermanfaat, maafkan keteledoran saya sampai menyisakan satu nama nyempil

Sudah saya ganti itu demi kenyamanan heheh

Untuk gaya bahasa saya sengaja ngikutin novel aslinya aja cuman sedikit perubahan sebagai penyesuaian, kalo full diubah takutnya jadi gaenak buat dibaca tadinya saya mau sisipin kosa kata korea dikit" tapi mikir" lagi gimana malah jadi ngerusak ceritanya.. maklum masih sangat amatir hahah~

Last~ boleh minta reviewnya lg? Ditunggu lagi koreksinya kalau ada kejanggalan heheh^^