.
.
.
Hinata masih saja lesu walaupun sudah diberi semangat oleh sahabatnya. Sepertinya ia sangat memikirkan hal sepele itu
"Hinata, aku punya ide" ujar Tenten
Hinata menoleh ke Tenten. Sepertinya Hinata tertarik dengan apa yang akan dikatakan Tenten
"Dekatilah Naruto-senpai. Buatlah dia mengagumimu" ujar Tenten
Hinata memikirkannya. Benar apa yang dikemukakan oleh Tenten. Seketika wajah Hinata ceria kembali
"Ide bagus"
.
.
.
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Author : Kazehiro Tatsuya
Pair : Naruto X Hinata
Warning : Gaje, OOC (banget), AU, Typo, EYD gak jelas, alur kecepetan (karena ane gak bisa bikin lebih detail), bahasa ancur (mungkin), bikin sakit mata, dan masalah lainnya
Rated : T semi M
Genre : Romance, Drama, Action & Martial Arts
.
.
.
Hinata menampilkan seringaian tipis saat mendengar ide brilian Tenten. Membuat orang mencintainya saja mudah. Apalagi mengagumi
"Ralat, Tenten. Aku tidak saja membuatnya kagum. Tapi akan kubuat juga dia mencintaiku" ujar Hinata
Hinata masih saja memperlihatkan seringaiannya. Bedanya sekarang tambah jelas membuat Sakura dan Tenten mengernyitkan alisnya. 2 gadis yang sama-sama juga berasal dari fakultas dan jurusan yang sama hanya bisa menatap Hinata heran
"Kau kenapa, Hinata?" Tanya Sakura
"Tidak apa-apa. Aku hanya senang" jawab Hinata yang kini sudah kembali normal
"Syukurlah. Aku hampir saja ingin membawamu ke sensei" ujar Tenten yang menganggap Hinata sedang sakit
Hinata mendengus mendengar penuturan Tenten. Tenten hanya memperlihatkan senyum dengan jari tangan membentuk 'V' tanda damai
.
.
-_Mendokusai? Make It Easy!_-
.
.
Disisi lain, Naruto tengah membaca komik ditangannya. 3 orang dari 5 sahabat Naruto itu hanya menahan kesal. Sebab Naruto sedaritadi hanya membaca dan membaca. Sasuke dan Gaara tidak begitu peduli. Hanya Lee, Kiba dan Chouji yang mempermasalahkannya
"Naruto, bergabunglah! Apa kau tidak merindukan Sasuke yang selama 3 tahun ini berada diluar negeri?" Ajak Kiba
Naruto sesaat menghentikan kegiatan membaca komik dan mendongak ke teman-temannya
"Rindu?" Ulang Naruto
Setelah itu Naruto kembali membaca komiknya menghiraukan Kiba
Tiba-tiba saja ponsel milik Naruto berdering. Pemilik ponsel itu pun mengangkat telponnya dan berbicara dengan orang seberang setelah Naruto agak menjauh dari teman-temannya
"Ada apa, Shika?"
"Hoi Naruto, cepatlah kemari. Aku berhasil meretas komputer salahsatu koruptor" ujar Shikamaru
"Baiklah. Tunggu aku. Aku harus naik bis dulu" kata Naruto
"Naik taksi saja"
"Uangku tidak cukup, bakayarou" kata Naruto lalu menutup telponnya
Naruto kembali menghampiri teman-temannya lalu pamit. Sebelum teman-temannya menjawab, Naruto langsung pergi saja
"Ada apa dengannya itu?" Kata Lee yang heran melihat sikap sahabatnya itu
"Entahlah" kata Chouji sambil mengemil
Sedangkan Sasuke hanya menatap Naruto intens. Baru kali ini ia mendapati Naruto bersikap aneh. Padahal setahu Sasuke, Naruto orang yang bertipe cuek dan tidak mau hal-hal yang merepotkan
"Aneh" gumam Sasuke
.
.
-_Mendokusai? Make It Easy!_-
.
.
Setibanya di depan gedung rongsokan, Naruto langsung memasuki gedung yang tampak kotor itu dan kembali menutup pintunya. Saat kedalam begitu gelap
.
*Sreet...*
.
Tiba-tiba saja pintu secara otomatis terbuka menerangi sebagian lorong gelap yang dilewati Naruto
"Kau telat, Naruto-kun" kata Ino yang ternyata sudah duduk di sofa
"Jangan salahkan aku. Coba saja Shikamaru mau memberikan Ferrari hitam itu. Aku tidak akan telat seperti ini" kata Naruto agak OOC sehingga Ino menaikkan sebelah alisnya
"Sejak kapan kau bisa mengoceh, Naruto-kun? Kau sakit?" Tanya Ino
"Ah..sudahlah" kata Naruto cuek
Tiba-tiba saja Shikamaru menyodorkan sesuatu kepada Naruto. Naruto tahu itu sebuah chip yang memungkinkan Naruto bisa berkomunikasi dengan mudah. Chip itu hanya bisa membantu Naruto berkomunikasi dengan Shikamaru atau Ino
"Dimana harus kuletakkan?" Tanya Naruto
"Di anusmu. Tentu saja dibalik daun telingamu, baka! Chip itu akan terlihat seperti tindikan agar orang tidak curiga" jawab Shikamaru sakratis
"Mendokusai" gumam Naruto lalu melekatkan chipnya ke telinga
"Jadi kau tidak perlu lagi menghubungiku lewat ponsel. Melalui chip itu saja" ujar Shikamaru
"Aku tidak bertanya" kata Naruto
.
*Twich!*
.
Muncul perempatan di pelipis Shikamaru. Menurut Shikamaru, rasanya dikomentar menggunakan nada datar itu sangat menyakitkan
"Sekarang gantilah pakaianmu. Lokasinya nanti akan kutunjukan" kata Shikamaru lalu kembali duduk dibangkunya
Naruto tanpa ba-bi-bu lagi langsung mengganti pakaiannya di kamar Shikamaru. Ia mengenakan pakaian serba hitam itu
Kaos hitam polos berhoodie dibalut jaket kulit pengendara hitam, sarung tangan hitam, celana jeans hitam dan sepatu hitam. Ia tidak lupa mengenakan hoodienya untuk menutupi rambut, masker pengendara warna hitam untuk menutupi sebagian wajahnya dan kacamata hitam
Setelah merasa cukup dengan kostumnya, Naruto pun keluar dari kamar tersebut melalui jendela yang menghubung ke gang sempit
.
*Tap!*
.
Naruto mendarat dengan mulus dari gedung berlantai 2 itu. Ia lalu menekan sisi kanan kacamatanya. Terlihatlah peta navigasi dirinya yang menunjukkan jalan ke tempat koruptor berada
"Aku sudah melacaknya melalui nomor ponsel. Selesaikan misimu tanpa diketahui!" Perintah Shikamaru
"Jangan memerintahku seenaknya, bakayarou" kata Naruto dingin
Naruto berpikir bagaimana caranya agar ia tidak terlihat mencolok. Setelah itu, ia pun melihat keatas dan menemukan ide
"Hah...jika aku ujung-ujungnya akan berlari diatas gedung, kenapa aku harus turun kebawah?" Batin Naruto sedikit kesal
.
.
.
.
*Brak!*
.
Naruto membuka pintu yang menghubungkan keatap itu dengan kasar. Tanpa menutup pintunya terlebih dahulu, ia langsung saja melesat menyusuri atap gedung tinggi ini
Untung saja Naruto memiliki stamina seorang atlet. Jadi ia tidak akan mudah lelah jika hanya sprint
.
*Tap!*
.
Naruto melompat dari gedung tadi ke gedung lainnya. Pengalamannya juga ada di olahraga parkur karena bawaan sahabatnya, Kiba
"Sial! Gedung didepan terlalu tinggi" gumam Naruto
"Berpikirlah" kata Shika melalui chip karena ia dapat mendengar gumaman Naruto
"Itu mudah" kata Naruto
Naruto meraih pagar tepian pembatas gedung sehingga ia tersangkut disana. Tujuan Naruto adalah jendela apartemen yang terbuka di depannya. Sayangnya jendela yang sejajar dengan dirinya tidak terbuka dan hanya jendela berada lebih rendah dari dirinya yang terbuka. Ia harus nekat. Jika tidak, ia akan mentok di gedung ini dan harus memilih jalan memutar yang menurut Naruto sangat merepotkan
Naruto melompat begitu saja ke jendela di gedung seberang
.
*Tap*
.
Naruto berhasil masuk ke dalam apartemen orang yang tidak dikenalnya itu. Naruto pun berlari menyusuri apartemen dan menemukan jendela yang terhubung ke atap rumah orang
"Jangan kasar, Itsuko-kun"
Tiba-tiba saja Naruto mendengar suara erotis itu. Saat menoleh, ternyata Naruto memergoki sepasang kekasih yang tengah bercumbu didepan televisi. Sepasang kekasih itu pun menyadari keberadaan Naruto. Si wanita langsung menutupi badannya dengan bantal
"Engg...sumimasen. Silahkan dilanjutkan" kata Naruto canggung lalu lompat keluar jendela
.
*Tap*
.
Naruto berhasil mendarat diatap rumah orang yang untungnya tidak menggunakan seng
"Naruto, target kini sudah bergerak. Sepertinya ia didalam mobil karena navigasinya bergerak agak cepat" ujar Shikamaru membuat Naruto berhenti
"Tunjukkan lokasinya" pinta Naruto
Munculah sebuah titik merah berkedip-kedip di peta yang ditampilkan oleh kacamata canggih pemberian Shikamaru
Naruto merasa lega karena target itu berada tidak jauh dari lokasinya. Naruto pun berlari kearah kanan dan kembali melompati rumah orang
Akhirnya Naruto sampai di lokasi yang dimaksud. Didepannya terpampang sebuah gedung tinggi yang diyakini Naruto sebagai rumah si target
"Shikamaru, bisa kau hack CCTV rumah itu?" Tanya Naruto
"Tanpa kau bilang pun aku sudah selesai menghacknya, Naruto" jawab Shikamaru
"Kalau begitu tunjukkan jumlah bodyguardnya" pinta Naruto
"20 orang bersenjata. 2 di pintu utama, 2 di pintu belakang, 5 orang menjaga lorong menuju kamar, 3 orang menjaga kamar target, dan 8 orang berkeliaran acak. Apa kau bisa mengurusinya?"
Bukannya menjawab pertanyaan Shikamaru, Naruto mengecek kedua pistol lengkap dengan peredamnya dan tidak lupa mengecek amunisi yang ia bawa
"Kurasa bisa. Aku hanya membawa 2 pistol bermuatan 12 peluru masing-masingnya. Dan tidak ada amunisi cadangan"
"Kurasa itu cukup" kata Shikamaru
Naruto kembali fokus. Ia tidak boleh mengacaukan misinya lagi seperti misi yang lalu. Aksinya tidak boleh diketahui polisi
.
.
.
.
Di dalam rumah mewah tingkat 3 itu, orang-orang banyak berkeliaran demi keamanan. Tidak lupa pengawal juga memiliki sebuah pistol disakunya untuk jaga-jaga
Tiba-tiba saja penutup ventilasi toilet terbuka. Sebuah kepala keluar dari lubang itu. Ternyata adalah Naruto. Naruto tampak celingak-celinguk agar dirinya tidak diketahui. Kepala itu kembali masuk dan digantikan sepasang kaki. Naruto turun ke lantai dan tidak lupa menutup ventilasi itu kembali
Naruto jalan pelan-pelan dan sembunyi. Tujuannya adalah kamar target
Saat akan keluar dari toilet, Naruto bertabrakan dengan salahsatu pengawal. Hal ini membuat Naruto terkejut dan langsung memukul tenggorokan pengawal dengan keras
"Ohok!"
Si pengawal langsung membungkuk. Tidak hanya sampai disitu, Naruto langsung menendang pelipis si pengawal hingga kepalanya terbentur dengan dinding
"Hampir saja" gumam Naruto melihat si pengawal telah pingsan
Naruto melangkahkan kakinya. Ia berlari tanpa menghasilkan suara. Lagi-lagi saat berada dipertemuan 4 lorong, Naruto kembali bertemu dengan pengawal yang berbelok ke lorong dimana Naruto berada. Kali ini ada 2 orang
.
*Buagh!*
.
Tanpa aba-aba Naruto langsung menendang muka yang A dengan kaki kiri lalu mendendang B dengan tumit kanan
.
*Buagh!*
.
2 pengawal itu langsung pingsan. Tidak disangka oleh Naruto serangannya masih kuat seperti dulu
Naruto melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan 2 onggok manusia yang telah pingsan itu
Langkah Naruto berhenti saat sebuah pintu besar menghalanginya. Jalan satu-satunya agar lewat adalah lubang lebar diatas pintu besar itu
"Shika, beritahu kondisi disebelah" gumam Naruto agar tidak didengar orang sebelah
"Banyak Naruto. Ada 5 orang. Itu adalah lorong menuju kamar target. Jika kau mau, kau bisa mengambil jalan memutar" ujar Shikamaru
"Itu semakin merepotkan. Aku akan mengurusi mereka" kata Naruto lalu agak menjauh dari pintu
"Hei siapa disana!"
Tiba-tiba saja Naruto mendengar suara teriakan. Ia ketahuan oleh seorang pengawal. Pengawal itu langsung merogoh pistolnya
.
*Ciung...*
.
Sebelum si pengawal sempat memperlihatkan pistolnya, Naruto terlebih dahulu sudah menembak bahu kiri si pengawal
Pengawal langsung pingsan. Ternyata peluru pistol itu adalah bius kuat yang bisa membuat orang tertidur selama 2 minggu
"Hampir" batin Naruto
"Untung reflekmu sangat bagus" kata Shikamaru yang menonton Naruto melalui kacamata yang digunakan Naruto
Naruto sekali lagi menghiraukan ucapan Shikamaru membuat Shikamaru mendengus. Naruto pun melesat mengambil ancang-ancang
.
*Tap*
.
Naruto menopang badannya di dinding dan meraih ventilasi itu. Dengan kekuatan tangan, ia mengangkat badannya dengan bantuan tangan agar badannya masuk ke ventilasi itu
Saat mendarat, Naruto lebih mencondongkan kakinya kearah salahsatu pengawal
.
*Buagh!*
.
Pengawal A pun terjatuh. Sekarang 4 orang yang berstatus pengawal telah memusatkan perhatiannya kepada Naruto
"Konnichiwa" sapa Naruto
.
*Ciung...ciung...*
.
Naruto langsung menembaki B dan C saat mereka semua masih terbengong
.
*Ciung...*
.
Naruto juga tidak lupa membius si A yang hampir saja bangun kembali. 2 orang yang tersisa langsung mencoba memukul Naruto
Naruto dengan cepat kembali menyarungkan kedua pistolnya. Ia lalu menangkis pukulan D lalu memukul ulu hati si D dengan keras
.
*Bugh!*
.
Tidak sampai disitu. Naruto langsung membanting D dengan keras ke tembok didekatnya selepas memukul ulu hati si D
.
*Brak!*
.
Naruto langsung merunduk saat tendangan memutar si E hampir mengenai kepalanya. Saat merunduk, Naruto tidak lupa melakukan sapuan agar si E terjatuh
.
*Swuss...*
.
Si E berhasil melompat. Sepertinya E memiliki kemampuan berkelahi yang hebat. Setelah melompat, E pun menendang badan Naruto
.
*Buag!*
.
"Akh!" Naruto merintih
Dengan gesit, Naruto kembali berdiri dan menjauh dari E. Naruto melihat E tengah menampilkan seringaian kepadanya
"Kau hebat juga, bocah" puji si E
Naruto hanya diam. Dia tidak boleh berbicara agar suaranya tidak dikenal. Naruto berniat menggunakan pistolnya agar pertarungan ini cepat selesai
"Jika kau merasa jantan, bertarunglah 1 lawan 1 denganku" ejek si E
.
*Ciung...*
.
Tanpa menghiraukan ejekan E, Naruto menembak paha E dengan biusnya
"Jantan? Aku bukan hewan, baka. Coba saja kalau kau menyebut pria. Aku tidak akan segan-segan menghajarmu" kata Naruto sebelum E benar-benar pingsan
"Aku yang salah" kata E pelan sebelum pingsannya
Naruto kembali menyarungkan pistolnya. Dengan langkah pelan, ia menyusuri lorong yang akan menghubungkannya ke pintu kamar target
.
.
.
.
Di lain sisi, seorang laki-laki yang bertugas mengawasi CCTV dikediaman pejabat yang akan menjadi target Naruto hanya mengemil sambil mengawasi layar monitor. Di layar, tidak ada kejadian penyusupan. Hanya rekaman para pengawal sedang berbincang yang ia lihat
Inilah salahsatu peran Shikamaru. Yaitu meretas CCTV dan menampilkan rekaman palsu agar mereka tidak menyadarinya
.
.
.
.
Scene kembali ke Naruto. 2 orang pengawal tengah menjaga pintu kamar target membuat Naruto menghentikan langkahnya
"Shika, bisa jelaskan?"
"Hanya mereka berdua, Naruto"
Naruto mempersiapkan nafasnya agar tidak cepat kelelahan. Jawaban Shikamaru cukup membuat Naruto merasa lega
"Walaupun kejadian yang kualami ini sangat merepotkan, tapi aku akan membuatnya menjadi mudah" gumam Naruto lalu berlari dengan cepat menuju kedua pengawal itu
"Karena itu adalah motto hidupku!" Batin Naruto melanjutkan gumamannya
2 pengawal itu berdiri dengan sejajar. Naruto muncul disebelah kanan mereka. Naruto langsung menendang tenggorokan pengawal disebelah kiri lalu menarik pengawal sebelah kanan dan mendorongnya ke dinding disisi lain
.
*Brak!*
.
Si pengawal terhempas ke dinding dan dilanjutkan oleh tendangan ke punggungnya
.
*Ciung...ciung...*
.
Naruto langsung membius kedua pengawal itu setelah mereka kesakitan. Cara penggunaan biusnya akan lebih efektif bila objeknya sedang kesakitan
Setelah aksinya berakhir, Naruto menatap pintu yang dilapisi emas itu. Naruto merasa kecewa. Bahkan para pejabat menggunakan uang negara hasil korupsi mereka untuk menghias sebuah pintu
"Naruto, kusarankan agar kau tidak langsung mem-"
.
*Brak!*
.
Tanpa aba-aba Shikamaru, Naruto langsung mendobrak pintu tersebut karena marah. Namun bukan ekspresi marah lagi yang diperlihatkan Naruto. Melainkan ekspresi terkejut dan malu
"-bukanya" lanjut Shikamaru yang perkataannya sempat terpotong
"Shika, apa aku salah kamar?"
"Tidak. Kau benar"
Ternyata Naruto sekali lagi memergoki sepasang manusia tengah melakukan hubungan seks
"PENGAWAL!" Seru si pejabat yang merupakan target Naruto
.
*Ciung...*
.
Naruto langsung membius si perempuan karena Naruto tidak ingin kerepotan. Dengan apa yang dilakukan Naruto, pria tua itu langsung terdiam
"Kumohon, jangan bunuh aku" kata pria tua itu
"Kau tidak ingin mati?" Tanya Naruto yang suaranya tersamarkan berkat penutup mulut yang dikenakannya. Naruto kini telah menodongkan pistol bius itu ke tenggorokan si pejabat
"Tidak. Kumohon...apapun yang kau mau akan kuberikan" jawabnya
Naruto menjauhkan todongannya. Ia meraih sesuatu di kantong celananya. Ternyata yang dikeluarkannya adalah hardisk yang berisikan bukti-bukti korupsi yang dilakukan pejabat ini
.
*Ciung...*
.
Naruto malah membius target tepat di jantung. Si target pun langsung pingsan dan beberapa jam lagi jantungnya akan terkena racun dan ujung-ujungnya akan meninggal. Naruto kembali menyarungkan pistolnya lalu meletakkan hardisk yang telah dituliskan 'Lihatlah jika kalian ingin tahu kebenarannya' agar polisi yang menyelidiki kasus ini langsung tahu apa yang dilakukan pejabat koruptor ini
"Mission succes" ujar Naruto
Naruto mendengar sirine polisi yang perlahan makin membesar menandakan mobil polisi hampir sampai di rumah mewah ini
Naruto kembali menggunakan hodie agar menutupi rambut pirangnya yang sempat terlihat tadi
.
.
-_Mendokusai? Make It Easy!_-
.
.
*Sreeet...*
.
Pintu rahasia di rumah Shikamaru langsung terbuka memperlihatkan Naruto dengan keringat disekitar wajahnya
"Kerja bagus, Naruto" puji Shikamaru
Lagi-lagi Naruto hanya menghiraukan perkataan Shikamaru. Shikamaru sudah tidak akan kesal lagi. Sebab ia sudah sering diperlakukan seperti itu
Naruto langsung duduk di sofa yang disediakan di ruang rahasia Shikamaru
"Ino-senpai dimana, Shika?"
"Dia sudah pulang terlebih dahulu"
Naruto hanya ber-oh-ria. Tiba-tiba saja ponselnya berdering memperlihatkan nomor tidak dikenal
"Siapa yang menelponku malam-malam begini?" Gumam Naruto dan mengangkatnya
"Moshi moshi" kata Naruto
"Naruto-senpai?"
Naruto menaikkan sebelah alisnya. Sepertinya ia pernah mendengar suara lembut ini
"Siapa ini?" Tanya Naruto
"Hyuga Hinata" jawab Hinata diseberang sana
"Darimana kau dapat nomorku?" Selidik Naruto
"Dari Sakura" jawab Hinata membuat Naruto mengusap wajahnya sendiri
"Dasar permen!" Umpat Naruto dalam hati
"Apa tujuanmu menelponku, Hyuga?" Tanya Naruto
"Mou...panggil namaku saja, senpai" kata Hinata merajuk
"Tidak akan. Menurutku, status sosial sangat penting. Jadi aku tidak akan sembarangan menyebut nama orang jika orang itu tidak membuatku nyaman" ujar Naruto
"Ya sudah" kata Hinata yang terlihat tidak begitu peduli
"Jika tidak ada kepentingan, sebaiknya kututup telpon ini" kata Naruto mulai jengah
"Senpai" panggil Hinata membuat Naruto kembali mendekatkan ponsel ke telinganya
"Apa?" Tanya Naruto jutek
"Bisa temani aku? Aku ada di taman sendirian" pinta Hinata
"Tidak" jawab Naruto dan langsung menutup panggilan Hinata
"Dasar" gumam Naruto
Shikamaru hanya memainkan game di komputernya tanpa memperdulikan apa yang dilakukan Naruto
Lagi-lagi ponsel Naruto berbunyi dengan nomor pemanggil yang sama
"Apalagi, Hyuga?" Tanya Naruto setelah mengangkat panggilan Hinata untuk kedua kalinya
"Ayolah senpai...aku kesepian disini" kata Hinata mencoba merayu Naruto
"Apa salahnya bila kau pulang saja? Kau perempuan bukan? Tidak baik bila seorang perempuan berada diluar rumah malam hari" kata Naruto agak kesal dilogat datarnya
"Tapi senpai..."
"Hei gadis manis"
Naruto menaikkan alisnya saat suara Hinata tergantikan oleh sebuah suara laki-laki. Setelah itu, suara Hinata terdengar samar-samar oleh Naruto
"Tolong!"
Naruto hanya berhasil menangkap teriakan Hinata dibagian akhir. Naruto tahu itu. Hinata sedang berada dalam bahaya
"Shika, tolong lacak nomor ini" kata Naruto lalu meletakkan ponselnya di meja komputer Shikamaru dan pergi begitu saja
.
*Brak!*
.
Naruto membuka dengan kasar pintu tua itu. Ia tidak peduli bila pintu itu rusak. Naruto tidak lupa membawa chip tindik agar ia bisa berkomunikasi dengan Shikamaru
"Jadi dimana?" Tanya Naruto
"Berlarilah ke kiri. Dia hanya berada di taman dekat sini" jawab Shikamaru ogah-ogahan
Naruto langsung berlari menerobos dinginnya malam menjelang musim dingin ini. Ternyata benar Hinata ada di taman. Naruto sempat pikir jika Hinata sedang berbohong
Naruto berbelok ke kiri di persimpangan. Tujuannya adalah taman kota
Naruto memang orang yang terkenal dingin, cuek dan datar. Namun dibalik semua ini, ia memiliki sifat kepedulian yang tinggi bila orang yang dia kenal berada dalam kesusahan. Ingat! Yang dia kenal. Berarti siapapun pasti akan dia tolong asalkan Naruto mengenalnya. Tidak penting bila orang itu harus menjadi teman dekat Naruto dulu
Naruto akhirnya sampai di taman kota. Ia mencari keberadaan Hinata
"Tolong!"
Naruto mendengar teriakan itu. Ternyata Hinata berada dibalik pohon rindang. Kedua pergelangan tangan Hinata tengah dicengkram oleh seorang pria tua
Naruto langsung menghampiri Hinata dan langsung menarik kerah belakang si pria tua itu hingga ia terlempar ke belakang
"Na...Naruto-senpai!"
Hinata langsung memeluk Naruto. Naruto tidak peduli saat Hinata memeluknya. Ia hanya heran. Bisa-bisanya Hinata bersikap seperti ini kepada orang yang baru dikenalnya
"Maaf, ossan. Tapi dia bersamaku" kata Naruto lalu mematikan chip pemberian Shikamaru agar si nanas itu tidak mendengar percakapannya
Si pria tua kembali berdiri. Dia mendecih dan pergi begitu saja melupakan kejadian tadi
Naruto langsung melepas pelukan Hinata. Setelah itu, Naruto tanpa pamit langsung melangkahkan kakinya berniat pergi dari sana
.
*Tap*
.
Namun pergelangan tangannya berhasil ditahan oleh Hinata. Naruto pun menoleh tanpa membalikkan badannya
"Senpai, apa kau tidak akan bertanya 'apa kau baik-baik saja?' Atau 'apa dia sudah melakukan sesuatu kepadamu?' ?" Tanya Hinata
"Jangan harap, Hyuga. Aku bukan tokoh protagonis di novel cinta yang kau baca-baca" jawab Naruto
Hinata mengerucutkan bibirnya saat mendapat jawaban cuek itu. Naruto kembali ingin pergi dan lagi-lagi ditahan oleh Hinata
"Setidaknya kau mengantarkanku pulang, Naruto-senpai" kata Hinata
"Jadilah gentlemen" lanjut Hinata dengan senyuman manisnya
.
*Dor!*
.
Naruto terkena telak di hatinya. Bila orang berbicara menyangkut hal 'gentlemen' kepadanya, entah kenapa Naruto merasa sakit hati bila tidak menurutinya. Untung saja hanya orang-orang terdekat Naruto yang mengetahui kelemahannya ini
"Ini pasti ulahnya Sakura lagi" batin Naruto merutuki sahabat pinky-nya itu
"Hanya mengantarkan pulang, bukan?" Tanya Naruto dibalas anggukan cepat oleh Hinata
"Baiklah" kata Naruto lalu menarik tangan Hinata agar mengikutinya
"Tunjukkan arah jalan rumahmu" kata Naruto terlihat tidak rela
"Lewat sini"
Mereka pun berjalan beriringan disepanjang jalanan pinggiran kota Tokyo. Tujuan mereka adalah rumahnya Hinata
Tanpa Naruto sadari, Hinata menyeringai dibalik jaket yang ia kenakan
"Aku akan membuat perjalanan ini semakin lama, Naruto-senpai" batin Hinata lalu celingak-celinguk
Naruto yang menyadari gerak-gerik Hinata pun ingin bertanya
"Apa yang kau lakukan?"
"Senpai, perutku lapar" ujar Hinata dengan manjanya
"Tahan saja" kata Naruto
"Tidak bisa...ayo kita makan disana terlebih dahulu" tunjuk Hinata pada sebuah café
"Makan saja sendiri. Aku akan tunggu diluar"
"Mou...ayolah, senpai..." Rajuk Hinata dengan imutnya
Bukan Naruto namanya kalau dengan mudah takluk oleh seorang manusia. Ia akan tetap tidak mau ikut karena itu akan merepotkan untuknya
"Aku tidak mau, Hyuga. Jika kau memaksaku, aku akan pulang" ancam Naruto membuat Hinata menghentikan tarik-menarik jaket Naruto
"Tapi..." Ucap Hinata menggantung
Naruto hanya menunggu kelanjutan ucapan Hinata. Entah kenapa hatinya berdegup kencang
"Bagaimana dengan ramen?"
Penawaran Hinata membuat Naruto tidak berkutik. Ini pasti ulahnya Sakura lagi karena telah memberitahukan rahasianya kepada Hinata
"Sahabat macam apa kau ini, Sakura" batin Naruto miris
"Ba-baiklah" jawab Naruto
"YATTA!" Seru Hinata kegirangan lalu menarik tangan Naruto menuju kedai ramen disebelah café yang dimaksud Hinata tadi
Naruto hanya bisa pasrah. Dia merasa kecewa dengan kelemahan yang ia miliki. Kebanyakan orang memang mengenal Namikaze Naruto sebagai sosok tampan, keren serta hebat berkelahi. Namun jika sudah dihadapkan kelemahannya, entah kenapa segala kelebihan yang dimiliki Naruto lari menghilang
.
.
-_Mendokusai? Make It Easy!_-
.
.
*Slrup...*
.
Naruto menghabiskan 5 mangkok terakhirnya. Hinata yang duduk disebelah Naruto hanya geleng-geleng kepala
"Aku agak menyesal telah membawanya kesini" batin Hinata
"Bagaimana, senpai? Puas kah?" Tanya Hinata dibalas anggukan oleh Naruto
"Baguslah kalau begitu" kata Hinata dengan senyum manisnya yang malah orang disebelah Naruto yang terpukau
Tiba-tiba saja Naruto langsung berdiri. Hinata pun juga begitu
"Jii-san, uangnya kutinggal diatas meja ya" kata Hinata sambil menyusul Naruto keluar kedai
"Arigatou. Datang lagi ya" balas si pemilik kedai
Hinata menyusul langkah Naruto. Ia agak susah menyamai langkah lebar itu. Tapi Naruto tahu sendiri. Dia langsung memelankan langkahnya agar Hinata dapat mengiringinya
Hinata menuntun Naruto ke rumahnya. Saat angin malam menerpanya, tanpa aba-aba Hinata langsung memeluk lengan kanan Naruto
"Hoi lepaskan" kata Naruto tidak setuju
"Biarkan seperti ini, senpai. Aku kedinginan" kata Hinata sambil mengeratkan pelukannya
"Makanya jangan keluar malam, baka. Sekarang akan memasuki musim dingin" kata Naruto tetap bersikeras memberontak
"Aku tidak mau.." Kata Hinata
"Sayang, lihatlah mereka. Untung saja kau tidak bersikap seperti itu kepadaku" bisik seorang gadis kepada kekasihnya
"Biarkan saja mereka, sayang. Sepertinya si laki-laki sedang marah dengan kekasihnya itu" balas si laki-laki
Naruto pun diam tidak memberontak lagi. Ternyata orang-orang yang berlalu lalang menganggap mereka sebagai sepasang kekasih. Buruknya, Naruto dipandang sebagai laki-laki pemarah
"Kuso..." Umpat Naruto dalam hati
Hinata hanya menampilkan senyum penuh kemenangan yang ia sembunyikan dari Naruto
.
.
.
.
Setelah lama berjalan dan menempuh waktu 10 menit, akhirnya Naruto dan Hinata sampai disebuah rumah mewah khas eropa modern yang cukup besar
Hinata pun berdiri didekat pagar dan menghadap Naruto dengan senyum mempesonanya
"Arigatou, senpai. Aku senang dengan kencan hari ini. Jaa ne!" Pamit Hinata lalu berlari memasuki rumahnya
Setelah Hinata hilang dari pandangan, Naruto tetap terdiam ditempat dengan mata terbelalak. Naruto teringat kejadian yang ia lalui bersama Hinata tadi
"Kuso...yang tadi memang seperti kencan!" Jerit Naruto OOC didalam hati
.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.
AUTHOR NOTE :
YOOHOO!
Apa kabar?
Udah lama ya nunggu fic ane ini? ^_^
Udah termasuk kilat gak updatenya?
Guys, menurut kalian bagaimana dengan romance dan actionnya? Ada yang gak dimengerti atau ada yang kurang?
Terimakasih udah mau menghabiskan waktu buat baca fic gaje ini :v
Terimakasih buat Reader guest NH yang udah ngasih saya nasehat dan pengetahuan dan
Terimakasih juga buat Reader MC yang sudah memberi saya saran
Jujur, dengan kalian berdua ane bisa tau masalah fakultas dan jurusan. Awalnya ane gk yakin, tp ane bikin aja dulu. Lagian nanti pasti ada reader yang ngeralat. Dan tada! Ternyata benar. Sorry bro/bray, ane masih SMA dan masih ragu perbedaan antara fakultas dan jurusan. Pengen tanya teman, nah malah malu nanti kalau diejek ToT
Ane janji. Mulai chapter depan, ane akan membuatnya sesuai dengan penjelasan kalian. Untuk chapter 1 ane gak akan meralatnya karena ya...
...Merepotkan :'v
Saatnya kita masuk sesi tanya jawab. Cekidot :
.
.
Reader Said :
Ini ada romance kan? Klw boleh tw pair nya siapa?
Author Said :
Ada kok.
Fic ini genre utamanya romance & drama. Selingannya action
Pair?
Udah so pasti Naruto x Hinata
Reader Said :
Mohon buat naruto jangan mudah terpesona dgn hinata
Author Said :
Itu mudah buat ane :v
Tenang aja
Reader Said :
Mantaf
sifat naruto terkesan dingin apa dari bawaan lagi atau karena sesuatu hal?
Author Said :
Bawaan sejak kecil, bro
Entah kenapa kalau ente yg nanya, ane bawaannya pengen jawab singkat aja karna panggilan ente itu :'v
.
.
Hanya itu review reader yang menurut ane memungkinkan untuk dijawab
Kalau ingin bertanya, memuji, mengkritik atau memberi saran, silahkan di ripiw ya. Kalau bisa Favorit dan Follow juga jangan lupa ^_^ Ane mengharapkan dukungan kalian agar ane tetap semangat ngelanjutin fic ini
Sekian,
KAZEHIRO TATSUYA
.
.
.
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan ^_^
.
.
.
.
.
.
.
.
