Title : Descendants Of The Sun
Cast : EXO Member and many more
Pairing : HunHan, KrisTao, and many more
Warning : Typo, dan banyak lagi kekurangan yang terjadi pada fict ini.
Ice Note : Bagi yang pada udah nonton film 'Descendants Of The Sun' pasti udah bisa nebak alurnya kan?
Nah... Ice ngeremake ff ini dengan adanya penambahan. alur atau mungkin ada alur yang terlupakan, karna Ice adalah orang terpikun yang pernah ada :v
Oh! ada karakter yang ngga akan kalian duga juga~~~
Percakapan disini juga ngga sama dengan apa yang sebenarnya diucapkan didrama Descendants Of The Sun
So... hope y'll like this~~
.
.
-000-
.
.
Happy Reading
.
.
-000-
.
.
Descendants Of The Sun
.
.
-000-
.
.
This is GS Fiction
.
.
-000-
.
.
"Dengarkan apa yang aku katakan! Percuma kalau kita mencoba menyerangnya, oke!" ujar seseorang yang mengikuti rapat negara ini
"Bukankah ini tugas tentara? Menyelamatkan warga sipil'kan? Dan lihatlah! Itu ada dua anggota tentaramu yang sedang disandra oleh prajurit Korea Utara" kesal seorang yang lain
"Oy! Tuan Cho yang terhormat! Itu memang tugas utama tentara... tetapi, saya rasa anda salah mengartikannya. Sekarang... biarkan mereka —tentara yang ada dilapangan— yang menentukannya" ucap final Tuan Hwang
Sementara Tuan Cho hanya bisa menghela nafas pasrah dengan apa yang dikatakan Tuan Hwang
-000-
"Kris!"
Seseorang yang dipanggil itu hanya menoleh kearah kaptennya. Ya. Yang memanggilnya tadi adalah sang kapten 'Oh Sehun'
"Kita harus menentukan gerakan kita sendiri... itu yang Tuan Hwang katakan"
Kris menghela nafas "Kalau begitu, perintahkan perintahmu pada kami"
"Aku... aku juga bingung apa yang harus kita lakukan Kris" Kris menatap horor kaptennya itu
"Kau tau... aku rasanya ingin mencabut pangkat-pangkatmu saat ini. Disaat genting begini, kau masih bercanda?!" kesal Kris, sementara Sehun hanya bisa nyengir pasrah
"Ayolah hyung... kau'kan pintar"
"Kami menuruti perintah atasan. Tuan Hwang mempercayakanmu untuk membuat gerakan, oke"
Sehun menghela nafas pasrah. Kris sedang malas berfikir ternyata "Baiklah... Semua pasukan kepung markas tanpa diketahui. Jangan melapor posisi kalian padaku. Pastikan dari tempat kalian itu, kalian bisa melihat musuh... jadi saat genting, langsung tembak saja mereka, oke" ujar Sehun. Kris hanya bisa mengangguk mendengar perintah itu. Sesaat Kris akan pergi mencari posisi...
"Kau mau kemana, hah? Kau ikut denganku menyerahkan diri!"
'Shit!' batin Kris
"Balasan kau tak mau menentukan strategi~"
-000-
"Kami pasukan Korea Selatan telah menyerah! Jadi lepaskan sandranya... biarkan kami yang disandra" pekik seseorang. Pekikan itu membuat Lee Donghae —Kapten tentara Korea Utara— menatap keluar dengan smirknya
"Bodoh. Semudah itu'kah?" desis Donghae dengan raut wajah menyeramkan
"Hey kau! Paksa masuk dua orang tentara Korea Selatan yang bodoh itu. Dan kau...! Jaga sandranya!" perintah Donghae. Dua orang yang mendapatkan perintah hanya bisa mengangguk dan menjalankan perintah
"Buang pistol kalian" ujar bawahan Donghae tadi pada dua tentara Korea Selatan itu
Kris dan Sehun membuang pistol mereka. Mereka sudah menduga ini akan terjadi. Merekapun segera membuang pistol masing-masing
"Kajja!" perintah orang tadi. Ia memasukkan tubuh Kris dan Sehun dengan paksa
"Aaw... pelan-pelan saja!" kesal Sehun. Sementara Kris hanya bisa diam mengikuti alur skenario yang dibuat kapten dan tentara Korea Utara itu
Prok Prok Prok
"Hal apa yang membuat kedua tentara bangaan Korea Selatan menyerah, eoh? Apa kalian kini sudah sadar bahwa kalian tak akan sebanding dengan tentara kami?" ucap Donghae dengan nada mengejek yang sangat ketara
"Hahaha... kukira semua prajurit tentara memiliki satu visi misi yang sama. Tapi... kau bahkan tak mengerti maksudku menyerahkan diri" desis Sehun berbahaya
Donghae menarik baju tentara milik Sehun "Oh Se Hun..."
"Jangan sekali-kali kau mengeluarkan desisan mautmu ditelingaku. Karna walaupun kita berbeda... bahasa kita tetap satu" ujar Donghae, setelahnya ia mengeluarkan pistolnya tepat di kepala Sehun
Kris juga ditodong pisau, namun oleh anak buah Donghae
Sehun mencari kesetiap sudut... ia mencari warga negara Korea Selatan yang dijadikan sandra
Setelah menemukannya, Sehun segera menghajar anak buah Donghae. Ya. Ia sengaja melakukannya, untuk membuat benteng perlindungan
Krispun diserang diwaktu bersamaan saat Sehun mulai menyerang. Sebenarnya, Kris sudah sedari tadi menemukan para sandra. Setelah Kris selesai menghajar para anak buah Donghae. Ia segera melepaskan para sandra yang terikat di pojok ruangan
Donghae yang melihat pergerakan Kris, baru akan menembaknya sebelum Sehun menggoreskan pisau di pipinya
Donghae menggeram marah. Kris sadar bahwa Sehun sedang melawan Donghae dengan sangat sengit, maka Kris segera memecahkan kaca yang ada dimarkas agar para sandra bisa segera pergi. Dan saat selesai. Kris melindungi Sehun dari serangan-serangan anak buah Donghae
"Kau akan mati Oh Se Hun" Sehun tersenyum menang
"Sayangnya... tugas utamaku sudah kupenuhi. Kalaupun aku harus mati sekarang, setidaknya aku sudah menjalankan tugasku" Donghae tersenyum aneh. Ia mengarahkan pistolnya untuk membunuh Sehun tepat dikepalanya
Namun sebelum Donghae sempat memeletukan pistolnya... Kris sukses melempar pisau yang baru ia lihat kearah pistol Donghae. Jadilah pistol itu terlempar
Tak mau terlalu lama, Donghae segera merebut pisau Sehun dan membesetnya tepat di perut bawah bagian kirinya
"Salam perkenalan. Namaku Lee Donghae. Kapten Sehun" setelah itu, Sehun terjatuh seperti orang mati
"OH SEHUN!" pekik Kris tajam. Namun seiring dengan pekikan itu, para tentara Korea Utara telah pergi menghilang bak ditiup angin
Kris langsung berlari kearah Sehun. Ia memapahnya keluar
Tepat saat mereka keluar dari sana...
DUAM!
Bom meledak disana
Pantas saja tentara Korea Utara tadi menghilang bak ditiup angin terlibih dahulu
"Hufft... beruntung kita sudah keluar" ujar Kris. Kemudian ia menatap Sehun yang ia papah
"Aku tau kau berpura-pura mati. Kau membuatku tegang, tahu!" kesal Kris saat mereka sudah keluar dari markas tadi
"Sial. Aku ketahuan ya" ucap Sehun dengan mata yang masih tertutup
Kris menggelengkan kepalanya "Orang bodoh macam apa yang akan mati jika lukanya dibagian ini, hah?!" kesal Kris sambil menyentuh bagian yang merupakan luka pisau buatan Donghae tadi
"Aaaww... sakit bodoh! Lagipula... kata Donghae, ini adalah salam perkenalan, tahu!" Kris menggerlingkan bola matanya malas
"Apa seperti itu salam perkenalan yang diajarkan senior tentara Korea Utara ya? Aku jadi ingin pindah kesana" gumam Kris. Sehun menatap Kris dengan pandangan horornya. Kemudian ia tersenyum
"Jangan pernah tinggalkan aku hyung"
"Kau menjijikan Hun. Terdengar seperti kau adalah perjaka abadi, tau?"
Sehun tersenyum lagi "Selama ada kau, aku tak apa jadi perjaka abadi"
Kris menghentikan langkahnya "Kau akan kutinggal disini kalau masih mengucapkan kata-kata yang menjijikan!"
"Hehehehe..."
-Descendants Of The Sun-
Tak Tak Tak Tak
Tak Tak Tak Tak
TEENNOOOTTT...
Rekormu adalah 0, apa yang kau lakukan? Anak bayi bahkan bisa melakukan ini. Segeralah mengikuti wajib militer
Rekormu adalah 0, apa yang kau lakukan? Anak bayi bahkan bisa melakukan ini. Segeralah mengikuti wajib militer
Sehun mengernyit kesal. Kemudian ia melirik seseorang yang ada disebelahnya itu
"Hyung, berapa rekormu?" tanya Sehun. Kris hanya menatap Sehun dengan malas
"Kau mendengarnya dengan jelas. Jangan sampai aku menghajarmu, oke!" Sehun nyengir tak berdosa
"Aku'kan hanya bertanya" gumam Sehun. Dan dibalas lirikan tajam dari Kris. Yeah, Kris mendengar gumaman Sehun
"Tunggu dulu... senjata ini... ini bengkok! Yak! Pantas saja kita kalah" kesal Sehun setelah ia meneliti senjata yang ia pegang itu. Kris juga memperhatikan senjatanya dengan detail. Dan benar saja, senjata mereka bengkok
"Hoi! Kau yang disana! Kemari kau!" pekik Sehun
"Mwohae?"
Sehun menatap orang yang baru datang tadi dengan tatapan bencinya "Yak! Bagaimana bisa kau membiarkan kami menggunakan senjata yang bengkok!" kesal Sehun. Sehun mengatakan hal tadi sambil mengutak-atik senjatanya
"YAK! Jangan dirusak! Ini adalah senjata Delta force, kau tidak tau'kan?!" kesal orang lain itu. Ia segera mengambil senjata yang dipegang Sehun. Seolah-olah tak akan membiarkan Sehun menyakiti senjata itu. Orang ini adalah penjaga permainan omong-omong
Sehun mengernyit heran, ia kemudian melirik Kris seolah berkata...
'Orang ini gila? Kita tak mengenal Delta Force?'
Kris hanya diam saja, ia malas menanggapi kelakuan konyol Sehun
"HOOIII! ITU MOTORKU! YAAKK! JANGANNN! BERHENTI KAU PENCURIIII!" pekik seorang warga. Kris melirik tempat terjadinya pencurian motor itu. Kris mengambil senjata yang tadi ia taruh dimeja permainannya, ia juga menarik paksa senjata yang dipegang oleh penjaga permainan itu. Kemudian menarik tangan Sehun
"Yak! Hyung! Kita tidak sedang bertugas"
"Ini bukan masalah tugas atau tidaknya, bodoh"
Kris memposisikan tubuhnya ketengah jalan. Kemudian disusul oleh Sehun yang ada disampingnya
"Berapa jarak kemampuan tembakan senjata sialan ini, hyung"
Sementara itu, seseorang yang sedang mencuri motor itu masih sibuk menyalanan motor yang ia akan curi. Orang pemilik motor itu juga baru buru-buru turun dari lantai dua rumahnya
"Kemungkinan 5 meter"
Si maling itu mulai menjalankan motor curiannya
"KEMARI KAU SIALAN! TOLONG TANGKAP DIA!" pekik seseorang pemilik motor tadi
"Geurae."
"HHOOII! MINGGIR!"
"10 meter" -Kris
"7 meter" -Sehun
Sementara si maling sibuk membuat tanda menyuruh Kris dan Sehun menyingkir dari sana
"Kau agak angat senjatanya. Senjata ini bengkok. Bersiap" -Kris
Ketika jarak sudah semakin dekat...
"Sekarang!"
Tak Tak Tak Tak
Tak Tak Tak Tak
Brugh!
Sipenjaga yang menyaksikan hal itu cukup tercengang. Pasalnya, tadi saja mereka tak bisa memecahkan rekor'kan?
Tapi bisa membuat sipenjahat jatuh dari motor
Woah. Bagus sekali. Sipenjaga agak ketakutan sekarang
'Jangan-jangan dia tahu Delta Force' pikir sipenjaga tadi
"Ahk!" pekik si penjahat tadi
"Jangan bergerak, kau ini! Kau masih kecil sudah mencuri?! Ckckck. Kasihan sekali orangtuamu, tahu. Didikannya jadi percuma" kesal Sehun. Sementara Kris sedang sibuk menelfon ambulance
"Yeah. Terjadi kecelakaan motor disini. Bisa tolong segera datangkan ambulance. Oke!" ujar kris
"..."
"Jalan XXX"
"..."
"Ne. Gomapta"
Sehun terus saja memperhatikan si maling itu. Tiba-tiba saja. Si maling ini menggerakan tubuhnya.
"Aahhk!"
Pletak!
"Sudah kubilang jangan bergerak! Nanti tulang belakangmu bisa menjadi lebih parah, sialan! Jangan jadi anak membakang!"
"Yaish! Lepaskan saja aku! Kau tak perlu repot-repot menghantarku kerumah sakit. Aku baik-baik saja!"
Sehun mulai kesal dengan anak kecil ini. Ia menyentuh leher si maling tadi "A-ahk! Sakit!"
"Masih mau mengelak kau tak apa, hah?!" si maling tadi hanya bisa menutupi wajahnya sekarang. Yeah, banyak orang yang mengerumuninya. Sepertinya sedang mengambil video untuk mereka sebarkan ke YouTube
"Hoi! Kau penjaga! Bisa aku minta tolong?" si penjaga yang dipanggil tadi hanya bisa mengangguk
"Bisa aku pinjam pulpenmu?"
"Pulpen..."
"Oh! Sekalian aku meminta dua bonek serta tali"
"T-tapi. Boneka itu tak dijual" Sehun menatap si penjaga tadi dengan tatapan datar yang mengisyaratkan
'Lakukan, atau kau menyesal'
"Geu-geurae... ini pulpennya. Aku akan ambil dulu dua boneka dan talinya" setelah sipenjaga tadi pergi. Sehun bergumam
"Haha. Ternyata ajaran Kris hyung bisa kugunakan juga~"
Sementara itu... diwaktu bersamaan
Orangtua yang tadi hampir kehilangan motornya, ia mengecek keadaan motornya
"Haah... tak terjadi kerusakaan apapun pada motorku" ujarnya
"Bagaimana dengan barang-barang yang hilang?" tanya Kris dengan raut herannya
"Tak ada yang hilang. Kalau yang kau maksud kupon-kupon yang berterbangan. Itu bisa kubuat lagi" Kris mengangguk mengerti
"Oh ya. Aku tak mau berurusan apapun dengan polisi, oke! Kalian yang membuat anak itu seperti itu" Kris mengernyit heran
"Tapi, jika kami tak membuat anak itu jatuh, maka motor anda pasti sudah lenyap" ujar Kris dengan baik-baik. Ahjussi tadi tersenyum mendengar ucapan Kris
"Kau tahu. Aku ini hanya orang miskin pembuka kedai kecil-kecilan. Jika kau membawa anak itu kekantor atas tuduhan pencurian —walaupun nyaris— dan atas namaku, bagaimana aku bisa membayarnya?" jelas ahjussi tadi
"Ahjussi'kan korbannya"
"Yeah. Pikirkan jika orangtua anak itu tak terima dengan tuntutan ku? Lalu memaksaku membebaskan anaknya? Darimana uangku untuk menebusnya? Lebih lagi, berurusan dengan polisi itu cukup membuat pusing"
Kris mengernyit lagi. Ia tak menghiraukan kerutan yang nantinya bisa memperburuk wajah tampannya itu. Ia masih belum mengerti dengan jalan pemikiran orangtua dihadapannya ini
"Jangan berfikiran aku pernah berurusan dengan polisi sebelumnya, jadi aku tahu bahwa berurusan dengan polisi itu membuat pusing. Anak perempuanku suka sekali dengan drama Korea. Jadilah, aku mengetahuinya dari sana"
Oh God. Akhirnya Kris mengerti jalan pemikiran orangtua dihadapannya ini
'Terpengaruh oleh drama Korea sialan!' batin Kris
"Tapi semua yang ada di drama itu'kan hanya palsu, ahjussi"
"Terserahmu. Intinya aku tak mau berurusan oke! Aku pergi dulu"
Setelah ditinggal pergi oleh ahjussi tadi, Kris menghampiri Sehun yang sedang menulis sesuatu dilengannya
"Bagaimana?" tanya Kris
"Aku sedang menulisnya" balas Sehun. Kris mengangguk mengerti. Kris berjongkok dan menatapi wajah anak yang sedang meringis kesakitan
"Selesai! Oh! Apa ambulancenya masih lama hyung?"
Kris menatap Sehun dengan pandangan mengisyaratkan kebosanan
"Mana aku tahu! Kaupikir aku sedang dimana sekarang!" Sehun nyengir
Dan tak lama ambulance datang kelokasi mereka
TBC
