TRAINING IN ROZEN

Disclaimer: MASHAMI KURUMADA... & SHIORI TESHIROGI

Author: Istar Fantasy (Add my FB: IStar SrFantasy ...or Follow my Twitter : IS_magicgirl... Aku tunggu ya….)

Sebenernya chapter ini beberapa kali ku rubah… abis imajinasi ku dah nyaris buntu…

Shaka: "Makanya… ayo kita bermeditasi…biar pikiran mu jernih lagi…!"

Istar: "Yah… Guru… gak ada cara lain apa selain meditasi… kesemutan ni…!" (swetdrop)

Chapter: 2

Setibanya di kaki gunung Rozan mereka berhenti sejenak lalu berdiskusi dengan serius.

Entah apa yang sedang mereka bicarakan hingga muka mereka tampak seperti seorang politikus yang lagi debat sengit.

"Denger ya… mengingat pengalaman gua di Chapter sebelumnya… pasti banyak jebakan berbahaya saat naik gunung itu….!" Kata Shion yang sudah berpengalaman.

"Lalu baiknya kita harus gimana….?" Tanya Regulus yang cemas.

"Gua dah nyiapin rencana….!" Jawab Shion dengan PDnya

"…."

"Tanya donk rencananya gimana…!" teriak Shion yang ngebet pengen ditanya.

"Ok… Rencananya gimana….?" Kata Kardia yang kepaksa nanya dari pada diseruduk domba.

Sedangkan para Goldies lain kayanya gak yakin dengan kePD-an Shion malahan jadi keliatan makin hawatir.

Shion (menjelaskan rencananya): "kita bagi dua tim… tim pertama lewat jalan sana…. Tim kedua lewat jalan sono…bla…bla…bla…..!"

Maaf karena rencana Shion terlalu panjang untuk menghemat waktu kita langsung ke 2 jam kemudian.

"Mengerti…hosh…hos… hoshhh….?" teriak Shion yang baru selese ngejelasin.

"Siap…! (ngasih hormat)….Mengerti….!" teriak para Goldies sambil berdiri dalam barisan.

Sebenernya mereka gak terlalu ngedengerin penjelasan Shion, bahkan Kardia sampe ketiduran.

"Ingat semua… Kita harus selalu waspada…jadi waspadalah…waspadalah…waspadalah..!" kata Shion

Istar: "Ini Shion….? apa bank Napi…?" (swetdrop)

Regu pertama terdiri dari Shion..El-Cid..Aspros..Albafika..Regulus..dan Manigildo.

Mereka melewati jalur yang panjang dengan memutari beberapa putaran wilayah pegunungan itu.

Di tengah jalan hujan gerimis turun diiringi dengan kabut yang selalu mengikutinya.

Akibatnya jarak pandang jadi menurun drastis.

"Gimana ni gak keliatan apa-apa…!" Regulus nengok kesana kemari.

"Gimana mau keliatan orang si Manigoldo nutupin muka loe pake ember gitu….!" Teriak Albafika yang kesel liat tingkah Manigoldo dan Regulus yang malah main-main.

"Tapi... ini gak bisa lepas...!" teriak Regulus yang gak bisa ngelepasin ember dari kepalanya.

Kabut makin lama makin tebal Shion lalu berjalan lebih kedepan dengan harapan dapat melihat jalan dengan lebih jelas.

"Shion… jangan jauh-jauh dong… kita gak tau jalan ni…! Teriak Aspros yang berjalan sambil menggandeng tangan dengan Albafika.

"Cie...cie... mesra nie...!" ejek Manigoldo dengan suara pelan soalnya diam-diam dia mulai takut apalagi waktu mengingat obrolan orang-orang diwarung.

"Gimana kalo si Minos liat ya….!" Kata El Cid dalam hati sambil cengengesan.

diUnderWorld.

Minos: "Hatchiwwwwww,,,, Hatchiwwwwww,,,, Hatchiwwwwww,,,,!" (bersin)

Aiacos: "Min… lagi flu ya…?"

Minos: "Gak…!"

Thanatos: "Kalian ada perintah dari tuan Ha…Huaaaaaaaadeeeeeessssss….kyaaaaaa….!" (kabur)

Minos (marah-marah gak jelas): "Pergi loe…. Hari ini gua lagi benci sama anak kembar….!" (lempar Thanatos dengan benda-benda yang tersedia)

Back to Rozan

Makin lama Shion makin jauh saja membuat para Goldies dibelakangnya hawatir karena takut nyasar.

"Shion… dah dibilang jangan jauh-jauh….!" Teriak Aspros makin kenceng.

"Tenang aja..Guaaa gak bakkkk…!"

Sebelum Shion selesai bicara sosok maupun suaranya tiba-tiba lenyap dari pandangan para Goldies lain.

"Shion Menghilang… Hebat…!" El Cid bertepuk tangan.

"Dia pake Teleport ya…?" Manigoldo ikut kagum

"So… kita gimana…?" kata Albafica menghentikan kekaguman Elcid dan Manigoldo.

Mereka diam sejenak dan saling melirik satu sama lain.

"Shion tunguuuuuuuuuuuuu…!"

Aspros, Manigoldo, Albafika, dan El cid yang merasa dah ditinggal langsung berlari kocar kacir.

Sementara Regulus yang masih pake Helm ember pemberian Manigoldo tertinggal dibelakang.

"Koq… gua ditinggalin sendirian sih…?" Teriak Regulus sambil berlari mengejar teman-temannya dan melempar Ember yang berhasil lepas dari kepalanya.

"Gak… kita berdua koq….!" Terdengar Suara Shion dari dekat Regulus.

"Shi…Shion…? Dimana…?" Tanya Regulus yang kaget karena ada suara tanpa muka

"Menurut loe….!" Suara Shion terdengar sangat kesal

Regulus lalu melihat kebawah kakinya. disana tampak sebongkah tubuh manusia yang setengahnya terbenam kedalam lumpur dan punggungnya dipenuhi dengan jejak kaki.

"Shion…? Ngapain tengkurep disana…?" Tanya Regulus yang masih kaget dan makin kaget.

"Gua terpeleset….! Eh waktu mo bangun malah diinjek sama mahluk-mahluk nyebelin itu….!" Kata Shion yang super kesel tanpa bangun dari posisinya

beralih ke Regu kedua yang terdiri dari Degel..Asmita..Sisyphos..Kardia..Defteros dan Rasgado.

Regu ini melewati jalur lain yang lebih pendek.. lebih curam dan lebih mematikan.(?)

Kardia: "Ni berapa lama lagi sih nyampenya….!" (suara ngos-ngosan)

Rasgado: "Terserah berapa lama lagi gak perduli yang penting cepat naik badan kalian berat tauuuuuuuuuuu….!" (kesal)

Saat ini mereka sebenernya baru akan mulai panjat tebing makanya aneh kenapa Kardia sudah ngosngosan…(?)

terlebih dulu mereka naik dengan cara pormasi kaya orang-orang yang mau ikutan main panjat pinang di 17-an dengan urutan..

Rasgado… Defteros… Degel… Sisyphos… Asmita…dan Kardia paling atas.

"Kyaaaaaaaa….!"

Kardia yang paling atas menjerit sekuat tenaga dan membuat teman-temannya yang di bawah panic.

Hingga Rasgado berlarian kesana kemari dengan membawa serta teman-temannya yang masih dalam pormasi panjat pinang. orang-orang yang paling atas jadi terpelanting kesana kemari kaya karet.

Asmita: "Kardia… ada apa…?" (panik)

Sisyphos: "Ada harimau…?...beruang…? dinosaurus…? Athena (?)…? Generewo…?..." (gak kalah panik)

Kardia: "Bukan… ada... ada...ada kalajengking….!"

Semua: "…" (swetdrop)

Degel: "Bukanya… Loe sendiri juga kalajengking…!" (swetdrop berat)

Kardia yang mendengar hal itu cuman bisa cengengesan karena malu.

Mereka pun kembali melanjutkan panjat pinangnya. Eh bukan panjat pinang… panjat tebingnya.

Rasgado yang paling bawah keliatan sudah gak kuat, wajahnya mulai memerah dan pormasi mereka mulai goyah.

"Woi… jangan goyang-goyang dong…..!" teriak Defteros

"Kalo jatuh… gua yang paling menderita ni….!" Kardia panic soalnya paling atas.

"Gua… dah gak kuat lagiiiiiiiii….!" Kata Rasgado keliatan dah putus asa.

"Tenang... sabar...tenang..sabar...!" kata Asmita berusaha menenangkan Rasgado.

"Tidaaaaaaakkkkk… beneran dah gak kuaaaaaaaatttttt….!"

Teriak Rasgado yang dah gak tahan lagi sambil melempar teman-temannya keudara lalu segera berlari kocar kacir gak karuan.

Para Goldies lainnya langsung berjatuhan kaya hujan.

Bayangin aja kalo dilempar Rasgado kira-kira setinggi apa.

"Rasgado… mo kemana….?" Teriak Defteros sambil nyingkirin Kardia yang jatuh kepelukannya. Maksudnya jatuh nimpa dia.

"Dah gak kuat niiiii…! kebelet pipiiiiiiis….!" Jawab Rasgado yang suaranya makin menghilang.

"Jadi… dari tadi yang dia bilang gak kuat lagi tu… gak kuat lagi nahan buang air…?" kata Kardia swetdrop.

"Kirain… gak kuat lagi ngangkat kita….!" Sambung Defteros yang juga swetdrop.

"Tapi… dia mo pipis dimana…? Emangnya dia tau wilayah sini apa…?" Tanya Kardia membuat Defteros tampak bingung.

Degel (clingukan kasana kemari): "Eh… ada yang liat Asmita sama Sisyphos gak…?"

Kardia + Defteros : "..?..."

To Be Continue

Behind the scane

Istar: "Chapter 2 selese…! Pesan yang ingin disampaikan dalam Fic berdasarkan pengalaman ini adalah… kalo teman yang lagi jalan didepan kamu tiba-tiba menghilang… jangan buru-buru berpikir yang gak-gak.. coba lihat ke kanan-kiri..depan-belakang… atas-bawah.. siapa tau kalian akan melihat sesuatu yang bikin ngakgak….!"

Tenma: "?"

Seiya: "Uhhh… masi belom parah juga… Dohko juga belom muncul..!" (kecewa)

Kardia: "Kayanya... loe pengen banget liat kita menderita...!"

Istar: "Tenang Dohko bakalan muncul koq… lagian karena sekarang mereka dah berpencar… jadi gampang dikerjainnya…kan….!"

Seiya: "Bener juga…Hahahahaha….!" (ketawa angker)

Semua yang gak muncul di Fic ini: "Hahahahahahaha…..!" (ikut-ikutan ketawa angker)

Kardia: "Koq… mereka jadi seram gitu ya…?" (merinding)

Dohko: "Gawat…pirasat buruk ni…!"