NaruHina's Family

Author: Lynhart Lanscard

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rated: T

Genre: Family/Humor

Pairing: NaruHina

Inspired by : Boku wa Tomodachi ga Sukunai

Chapter 2 : Rekreasi

Berekreasi bersama keluarga di akhir pekan tentunya akan sangat menyenangkan, kita bisa piknik bersama, bermain bersama, makan bekal bersama dan melakukan hal-hal lain yang menyenangkan bersama dengan ayah, ibu, adik, dan kakak. Jika ada rekreasi di akhir pekan rasanya kita tak bisa tidur karena membayangkan asyiknya berekreasi.

Begitu juga dengan keluarga Naruto dan Hinata, Naruto yang memang tidak ada pekerjaan berencana mengajak keluarganya untuk berekreasi bersama di akhir pekan. Namun, apakah semuanya akan berjalan lancar? Mengingat mereka semua keluarga yang konyol, pastinya akan berjalan berantakan. Nah saksikan saja ceritanya...

~NaruHina's Family~

Malam itu adalah malam yang biasa bagi keluarga Uzumaki, berisik seperti biasanya saat makan malam. Ada yang berebut lauk, ada yang mengomel, ada yang bercerita, pokoknya di keluarga ini selalu terjadi kehebohan setiap harinya karena kekonyolan mereka sendiri. Nah, malam itu sang kepala keluarga Uzumaki Naruto, memutuskan untuk memberi sedikit kejutan pada keluarga kecilnya dengan mengajak mereka berekreasi bersama besok.

"Ehem! Semuanya, Tou-san minta perhatian kalian sebentar," suara Naruto terdengar berwibawa tak seperti biasanya.

"Ada apa Tou-san? Kalau ini tentang pengumuman kerja bakti di akhir pekan, aku malas. Aku sudah punya rencana bermain ke rumah Shigeru," Haruto, putra tertua dan sekaligus anak pertama keluarga ini langsung berkomentar pedas.

"Dasar kau ini! Menyela omongan orang tua itu tidak baik tahu," ceramah Naruto.

"Itu benar Haruto, tidak sopan," timpal Hinata.

"Baik, Kaa-san, Tou-san, tidak akan kuulangi," cibir Haruto.

"Jadi apa pengumumannya Tou-san?" kali ini Natsuki yang bicara, anak kedua yang bersemangat seperti ayahnya.

"Tou-san akan mengajak kalian semua untuk berekreasi di akhir pekan, bagaimana? Kalian mau?"

"Yang benar Tou-san? Ini tidak bohong, kan?!" Natsuki langsung beranjak dari tempat duduknya, sangat antusias dengan pernyataan ini.

"Tentu saja, kapan Tou-san bohong?"

"Jangan gembira dulu Natsuki, ingat terakhir kali kita melakukan rekreasi," Haruto sepertinya tidak senang mengingat peristiwa mereka dulu.

"Haruto," Hinata langsung memandangnya dengan tatapan peringatan.

"Tapi Kaa-san, Tou-san kan memang seperti itu. Dulu mengajak ke danau tapi ketika sampai di sana hujan deras, lalu saat ke pantai, tiba-tiba pantainya tutup karena ada badai. Aku tidak mau mengalami hal seperti itu lagi!"

"Yah tapi itu kan bukan salah Tou-san kalau cuacanya berubah, Haruto," sahut Hinata.

"Tenang saja Haruto, kali ini Tou-san sudah memperhitungkan semuanya. Percayalah semua akan beres," sahut Naruto.

"Memangnya kita akan pergi kemana Tou-san?" Natsuki bertanya lagi.

"Ke Konoha Grand Park, taman bermain terbesar dan terasyik di seluruh dunia. Kemarin teman Tou-san memberikan tiket gratis, jadi sayang kalau tidak dipakai. Di sana juga ada Nyan Nyan Show kesukaan Himeka loh, Himeka mau ikut kan?" tanya Naruto pada putri bungsunya itu.

"Ada Nyanko-chan! Himeka mau! Himeka mau!" jawab Himeka antusias.

"Jadi bagaimana Haruto, kamu masih mau bermain ke rumah Shigeru atau ikut kami semua ke Konoha Grand Park," goda Naruto sambil tersenyum jahil.

"Baiklah kalau Tou-san memaksa, aku ikut."

"Siapa yang memaksa? Kalau kamu bersikeras ke rumah Shigeru dan dipaksa Sasuke Oji-san yang kaku itu untuk bermain shogi, Tou-san tidak apa-apa kok."

"Ah baiklah! Tou-san ijinkan aku ikut ya?" pinta Haruto.

"Baiklah, kalau begitu kita tidur cepat dan bersiap menuju Konoha Grand Park besok!" teriak Naruto bersemangat yang langsung disambut sorakan dari semua anggota keluarganya.

~NaruHina's Family~

"Nee Naruto-kun, kau benar-benar yakin semuanya akan berjalan lancar?" tanya Hinata yang tengah berbaring di sampingnya.

"Tenang saja Hinata, aku sudah mempersiapkan semuanya. Mulai dari perkiraan cuaca, jalan yang ditempuh, lalu lintas dan keamanan di taman bermain," ujar Naruto percaya diri.

"Hehe, aku senang kau mempersiapkan semuanya. Aku harap liburan kita kali ini berjalan lancar," kata Hinata sambil memeluk tubuh suaminya.

"Yah, aku juga berharap seperti itu. Tapi kau jadi lumayan agresif ya semenjak kita menikah," goda Naruto.

"Mou Naruto-kun!"

~NaruHina's Family~

Keeseokan paginya, semua anggota keluarga Uzumaki sudah siap dari tadi. Bahkan Haruto yang tak biasa bangun pagi, kini sudah bertengger di meja makan. Natsuki yang selalu bersemangat sedang melompat ke sana kemari, tak sabar untuk segera pergi. Himeka terus menyanyikan theme song Nyan Nyan Show dari tadi, rupanya dia juga sangat antusias.

"Wah tumben kalian bangun pagi-pagi, sudah tidak sabar ya?" tanya Hinata sambil menyiapkan sarapan dan bekal yang akan dibawa mereka nanti.

"Tidak kok, kami hanya bangun seperti biasa," elak Haruto.

"Bagun seperti biasa atau tidak bisa tidur karena terlalu menantikan hari ini Haruto? Tou-san bisa melihat kantung matamu yang hitam, seperti anak kecil saja kau ini," canda Naruto yang baru saja kembali dari memanaskan mobil.

"Tou-san sendiri memasang boneka teru teru bozu kan? Siapa yang seperti anak kecil sekarang?" balas Haruto.

"Sudah kalian berdua! Sekarang cepat bersiap, nanti jam 8 kita akan berangkat, kalau kalian masih bertengkar maka kalian tidak akan dapat sarapan dan bekal makan siang!" omelan Hinata langsung ditanggapi anggukan ngeri dari mereka berdua.

~NaruHina's Family~

Setelah 30 menit perjalanan, akhirnya mereka sekeluarga tiba di Konoha Grand Park. Tak salah memang jika taman hiburan tersebut menjadi taman hiburan terbesar dan teramai di Jepang. Berdiri di lahan seluas 500 meter persegi lengkap dengan semua atraksi dan wahana yang menarik, tempat ini biasanya menyedot 12,4 juta pada hari biasa dan 14 juta pada hari libur atau weekend. Meskipun ramai, tapi tidak sampai berdesak-desakan karena luasnya lahan. Tempat ini juga menjadi tujuan nomor satu saat liburan dan merupakan kebanggaan kota Konoha sebagai ikon pariwisata kota mereka.

Setelah memarkir mobil mereka memasuki gerbang, mereka cukup mengantri beberapa menit karena panjangnya antrian pengunjung mengingat ini akhir pekan. Himeka dan Natsuki terus melonjak kegirangan saat melewati gerbang, sementara Haruto menahan diri untuk tidak mengikuti jejak adik-adiknya yang baru pertama kali kemari.

Naruto langsung membuka peta Konoha Grand Park yang diambilnya dari tempat informasi sambil tersenyum gembira, pikirannya melayang ke beberapa tahun yang lalu ketika dia mengajak Hinata untuk kencan pertama mereka.

"Tou-san kenapa senyum-senyum begitu?" tanya Himeka sambil memegangi boneka Nyanko-chan yang dibawanya dari rumah.

"Aah tidak, bukan apa-apa Himeka-chan. Nah, karena kita sudah sampai sekarang mari tentukan wahana apa dulu yang akan kita nikmati bagaimana?" usul Naruto.

"Aku mau naik itu," tunjuk Haruto dan Natsuki serempak ke arah wahana paling ramai dan menakutkan di Konoha Grand Park, Death Train.

"Eh? Kalian serius mau naik itu? Kenapa tidak naik yang lebih pelan saja dulu, seperti komedi putar?" usul Naruto.

"Aah! Tapi aku mau naik itu!" rengek Natsuki.

"Bilang saja Tou-san takut," ujar Haruto.

"Eh, bukan begitu tapi...Ah Himeka-chan mau naik apa?"

"Himeka tidak apa-apa yang penting Haruto Onii-chan dan Natsuki Onee-chan saja duluan," jawab Himeka sambil tersenyum.

"Tak apa Naruto-kun, biar aku dan Himeka menunggu di sini. Kau temani saja mereka bermain," kata Hinata tersenyum.

"Tapi..."

"Hei Naruto! Hinata! Sedang apa kalian?" tiba-tiba seseorang memanggil mereka, ternyata itu adalah Ino dan Sai, serta kedua anak mereka Airi dan Rika. Airi adalah gadis manis berambut pirang seperti ibunya, dia seumuran dengan Haruto dan juga merupakan gadis yang disukai Haruto. Anaknya murah senyum, dan rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai begitu saja menambah kecantikannya. Sedangkan adiknya Rika berambut hitam seperti ayahnya Sai hanya saja sifatnya seperti Ino, dia seumuran dengan Himeka dan cukup akrab dengannya.

"Loh sedang apa kalian di sini?" tanya Naruto heran.

"Memangnya tidak boleh? Masa hanya kalian yang boleh berlibur di sini?" jawab Ino sengit.

"Yah aku kan cuma bertanya tadi, jangan sewot begitu dong Ino. Ngomong-ngomong kalian mau naik apa?"tanya Naruto.

"Kami baru saja sampai, jadi belum memutuskan untuk naik apa? Kalau kalian sendiri?"

"Itu," jawab Natsuki dan Haruto yang menunjuk Death Train.

"Kalian serius mau naik itu? Bukannya itu wahana paling menyeramkan di sini ya?" tanya Airi.

"A-aku kan laki-laki, jadi yang begituan sih bukan masalah bagiku," sombong Haruto yang ingin terlihat gagah di depan Airi.

"Huh, Onii-chan ingin pamer di depan Airi-chan tuh," ejek Natsuki.

"Natsuki!"

"Memang benar kan? Kalau ingin pamer dan terlihat keren di depan Airi-chan, Onii-chan memang polos sih," Natsuki tak berhenti mengejek Haruto.

"Lalu kau sendiri kenapa ingin naik itu?" Haruto balik bertanya.

"A-aku tidak punya alasan khusus kok," jawab Natsuki tergagap.

"Bilang saja kau ingin pamer di depan teman-temanmu sambil menunjukkan foto kau sudah naik wahana ini, iya kan?" Haruto membalas.

"Enak saja!"

"Sudah hentikan kalian berdua! Kalau masih bertengkar juga kalian tidak akan dapat jatah makan siang! Sekarang ayo bersiap dan kita taklukan wahana itu!" ujar Naruto pada kedua anaknya itu.

"Asiik!"

"Sai kau ikut aku!"

"Kenapa aku harus ikut? Aku kan tidak ingin naik wahana itu," sahut Sai tak peduli.

"Aku butuh kau untuk menjaga kedua bocah nakal ini, jangan banyak bicara dan ikuti aku!" Naruto akhirnya menyeret Sai ke wahana mematikan itu, diikuti dengan Haruto dan Natsuki yang bersiul riang di belakangnya.

"Apa mereka tidak apa-apa ya?" tanya Hinata cemas.

"Aku jamin mereka pasti baik-baik saja, jangan khawatir. Sekarang mari kita nikmati Nyan Nyan Show! Himeka dan Rika pasti suka kan?" tanya Ino pada kedua gadis kecil itu.

"Ya! Nyanko-chan!" seru keduanya riang.

Sementara Himeka dan Airi sendiri menatap cemas para calon korban Death Train, mudah-mudahan saja mereka tidak mengalami trauma mental akibat wahana yang super mengerikan itu.

~NaruHina's Family~

Akhirnya mereka berempat tiba di wahana Death Train, setelah dilihat-lihat ternyata antrian wahana ini cukup panjang juga. Wajar sih, karena wahana ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengunjung Konoha Grand Park. Natsuki dan Haruto sudah asik membayangkan bagaimana serunya naik di atas sana dan diluncurkan oleh kereta berkecepatan tinggi, sementara Naruto sudah gemetar dan nyaris pingsan melihat kembali Death Train.

"Kau kenapa Naruto, wajahmu jadi pucat pasi begitu. Kau takut ya?" ujar Sai sambil tersenyum geli melihat tingkah temannya itu.

"Kalau saja kau pernah naik wahana ini sekali dan merasakan rasa takut yang kurasakan waktu itu, kau juga akan bernasib sama sepertiku Sai!"

"Memangnya kau pernah naik wahana ini?"

"Waktu kencan pertamaku dengan Hinata, aku berakhir mengenaskan dengan menaiki wahana ini 11 kali waktu itu. Mengingatnya saja sudah membuatku ngeri, wahana ini memberiku trauma hebat! Dan dari info yang kutahu, mereka dengan bodohnya menambah sesuatu untuk membuat wahan ini agar lebih menyeramkan dari sebelumnya, mudah-mudahan saja tidak ada yang kena serangan jantung kali ini!"

"Se-seseram itu kah?"

"Buktikan saja dan kau akan tahu nanti!" balas Naruto ketus.

Akhirnya waktu yang ditunggu pun tiba, mereka berempat menaiki wahana terpopuler di Konoha Grand Park itu. Sai dan Haruto duduk di bangku paling depan, sementara Natsuki harus mengalah duduk di bangku kedua bersama ayahnya. Teror pun dimulai dengan perlahan, Death Train meluncur menanjak pelan di rel yang semakin tinggi. Mulanya Haruto dan Natsuki sangat bersemangat mendadak menjadi ciut ketika melihat ketinggian yang dicapai Death Train. Ketika benda itu turun, teror sebenarnya pun dimulai. Death Train meluncur dengan kecepatan tinggi melebihi kecepatan shinkansen, membuat semua orang di wahana itu berteriak histeris termasuk Natsuki dan Haruto.

"Waaa! Hentikan benda brengsek ini! Airi! Airi! Aku belum menyatakan cinta padanya! Aku belum mau mati!" teriak Haruto.

"Kaa-san! Tou-san! Aku tidak mau naik benda ini turunkan sekarang juga!" teriak Natsuki.

"Ino-san, Airi-chan, Rika-chan! Maaf Papa akan mendahului kalian!" teriak Sai.

"Ah, biasa saja. Ternyata aku hanya melebih-lebihkan," ucap Naruto santai sambil menguap, rupanya efek teror itu tak berlaku bagi Naruto yang sudah berulang kali menaiki wahana itu.

~NaruHina's Family~

Sesudah mereka menaiki wahana itu, nampak terjadi perubahan pada wajah mereka bertiga. Mereka nampak seperti plue dari anime Rave dan Fairy Tail, yang penuh dengan tatapan kosong dan gemetaran setiap saat. Sementara Naruto tetap tenang sambil meminum jus yang baru saja dibelinya.

"Sudah kubilang wahana itu menyeramkan, kalian tidak percaya sih," ujarnya santai.

"Ya, kami akhirnya percaya. Maaf sudah meragukan Tou-san," ucap Haruto dan Natsuki kompak.

"Mereka berdua kenapa Naruto-kun?" tanya Hinata cemas.

"Biasa, shok akibat Death Train. Nanti juga mendingan, jangan cemas Hinata."

"Papa jadi aneh,"Rika tertawa geli melihat papanya yang gemetaran seperti itu.

"Haha, benar! Papa jadi aneh!" Ino juga tertawa geli.

"Sepertinya menyenangkan ya? Bagaimana kalau tahun depan kita kesini lagi? Himeka mau mencoba Death Train, boleh kan Tou-san?" tanya Himeka.

"TIDAk BOLEH!" seru Haruto dan Natsuki.

END

Idenya sih ngambil dari Haganai, tapi lupa eps berapa :P