Kyungsoo berjalan menuju dapur untuk sekedar membuwat kopi di malam hari. Kyungsoo menoleh ketika pintu apartemen di buka. Jongin melangkah masuk sambil menyeret jaket yang tadi ia kenakan.
'' dari mana?'' Tanya kyungsoo
'' kerja rodi '' jawab jongin malas, merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu '' buwatkan aku kopi juga soo'' serunya.
Kyungsoo terkekeh pelan dan mengangguk, tangannya meraih gelas dan membuwatkan kopi unTuk jongin.
'' bos memang mengerti hukuman yang bagus untuk karyawan sepertimu''
Kai melirik tak suka '' berbahagialah selagi aku masih mengijinkanya''.
''idih, memang kalu aku bahagia harus ijin dulu denganmu'' ujar kyungsoo menghampiri jongin dan membawa dua gelas kopi yang barusan ia buwat.
'' tentu'' jawab jongin cuek menegakkan tubuhnya dan bersandar di sandaran sofa.
'' tak sudi maaf'' jawab kyungsoo acuh. Mendudukakan tubuhnya di samping kai dan meletakkan segelas kopi di pangkuan kai.
Kai menerima kopi buwatan kyungsoo dengan tatapan berbinar '' gomawo, darling''
Kyungsoo memutar bola matanya malas.
'' eh, jongin aku mau bertanya.
'' Tanya apa?'' jawab jongin enteng sambil menyesap kopinya.
Kyungsoo berfikir sejenak
Jongin meletakkan kopinya di atas meja dan menatap kyungsoo '' kau ini, sudah mau Tanya apa? Serius banget''.
''ah, bukan hal yang serius, Cuma mau tau saja kok. Kalau seorang namja mencium seorang yeoja apakah itu bisa dikatakan cinta?'' Tanya kyungsoo dengan memasang wajah polos.
Jongin yang mendengarnya hampir tersedak air liurnya sendiri. Menatap kyungsoo lekat-lekat. Yang ia dapat hanya kyungsoo yang berwajah datar dan polos.
'' kok Tanya seperti itu?''
''hanya ingin tau saja'' jawab kyungsoo acuh. Tapi dalam hatinya penasaran ingin tau.
Kai mendekat ke arah kyungsoo '' bohong, kau habis di cium ya?'' Tanya kai di balut dengan kecemburuan.
'' menjauh dari ku'' kyungsoo mendorong tubuh kai yang semakin mendekat ke arahnya.
Kai terpaksa duduk sedikit menjauh dari kyungsoo.
'' aku hanya sekedar ingin tau saja''
Jongin berdecak pelan '' aku tak bisa menjawabnya dengan pasti. Itu tergantung pada suasana dan sang pelaku mungkin juga dia iseng..''
''sepertimu..'' tuduh kyungsoo telak.
Wajah jongin merah padam '' wah.. jangan gitu soo''. Jongin benar-benar malu jika di ingatkan dengan kebiasaan liarnya. Meskipun itu hanya untuk kesenangan sesaat.
'' sori tak bermaksud menuduh. Sudah jawab saja bagaimana cara membedakan ciuman cinta dan nafsu'' ujar kyungsoo santai.
Jongin menatap wajah kyungsoo lekat-lekat dengan tatapan menyelidik.
'' kau benar kan habis dicium'' Tanya jongin menyelidik
Kyungsoo menatap kai tak suka '' benar, apa salah'' aku kyungsoo
''siapa namja itu!'' Tanya jongin geram
Alis kyungsoo berkerut dalam '' oho.. ternyata kau ingin tau''
''jelas aku harus megetahuinya''
'' untuk?'' Tanya kyungsoo heran.
'' kau butuh pelindung''
Kyungsoo tergelak '' kau ingin jadi pelindungku, bahkan aku sudah dewasa jongin!''.
'' aku tak yakin, dewasa dari mana? Membedakan ciuman nafsu apa cinta saja kau tak bisa''
'' wah.. mentang-mentang kau setiap malam berciuman dengan gadis-gadis itu''.
Wajah jongin semakin merah padam.
'' ei, ternyata kau mengintip ya?'' tuduh kai.
Kyungsoo cemberut '' idih sori, Cuma tidak sengaja melihat'' elak kyungsoo.
'' sama saja''
'' tidak! lagian aku tak mau merasakan bekas orang lain'' kali ini kyungsoo tergelak.
Jongin hanya cemberut '' neol! awas kau soo'' ancam jongin pada kyungsoo dan mulai mengejar kyungsoo yang mulai menjauh.
.
.
.
CECI office…
Suho termenung di balik meja kerjanya. Tatapannya menerawang jauh. Entah mengapa semenjak ia merasakan bibir kyungsoo, ia merasa sesuatu berdesir hangat di hatinya saat mengingat adegan ciumannya. Malam itu kyungsoo benar-benar terlihat cantik dan Sikap lugu kyungsoo benar-benar membuwatnya gemas pada yeoja itu. Selama ini suho hanya menganggap kyungsoo sebagai sahabatnya, sahabat yang selalu ada untuknya, dan sahabat yang bisa membuwatnya amzing jika berada di dekatnya.
Suho meyentuh bibir bagian bawahnya, otakynya mencoba membayangkan adegan ciumannya dan kyungsoo. Tiba- tiba sebuah kenyataan menusuk hatinya. apa yang sebenarnya ia lakukan, memikirkan kyungsoo. Tidak mungkin! Aku tidak mungkin mencintai kyungsoo. Suho bukalah orang yang bodoh, suho tau jika kyungsoo menyukai dirinya, bahkan jika suho mau ia ingin menjadikan kyungsoo sebagai kekasihnya tapi sayang, pertemuan mereka terlambat, sudah ada sosok gadis yang mengikat suho dan tak ada seorangpun yang tau akan hal itu. Ciuman yang suho dan kyungsoo lakukan pun hanya akan menjadi angin lalu buwatnya.
Suho menghela nafas pelan '' miane kyung'' ujarnya menyesal dan membuka laci meja kerjanya. Terdapat sebuah foto yeoja yang memamerkan senyumnya yang cukup manis.
.
.
.
Angin musim semi sedang menyapa Negara-negara yang bermusim subtropis. Tak terkecuali korea. Kyungsoo membuka jedela kantornya sedikit sekedar merasakan angin musim semi yang sejuk. Kyungsoo melirik jam kecil yang terletak di atas meja kerjanya.
'' masih jam 10'' gumamnya. Tapi kyungsoo sudah di dera bosan yang mendarah daging. Kyungsoo meraih gelas yang berisi green tea yang baru saja di buwatkan oleh office boy. Kyungsoo menyesapnya secara perlahan dan menikmati pemandangan di luar jendela.
Semenjak kyungsoo mendapat jawaban dari suho bahwa status mereka hanya sahabat dan ciuman yang mereka lakukan. Kyungsoo mulai menjauh dari suho. Sebisa mugkin ia tak melakukan pembicaraan apapun dan dalam bentuk apapun itu. Kyungsoo mencoba tetap yakin akan perasaannya jika ia memang mencintai suho meskipun ia menjauhi suho. Kyungsoo hanya ingin suho yang mencarinya bukan dirinya.
Took..tookk..
Suara pintu ruangan kyungsoo di ketuk. Kyungsoo berbalik menatap pintu ruangannya. Sosok yeoja yang sangat ia kenal berdiri di ruangannya. Sang asisten direktur.
'' kyungsoo-si'' panggilnya.
'' ne''
'' mr. sooman ingin kau berkunjung ke jeju untuk memberikan presentasi pada salah satu investor dari jepang'' ujarnya lancar.
'' mwo! Kenapa harus aku!''
'' karena hanya kamu yang bisa di percaya oleh ''
Kyungsoo meggelengkan kepalanya keras-keras '' tidak! aku tak bisa!'' kyungsoo duduk dengan gusar.
Yeoja itu mendekat ke meja kyungsoo '' jangan menolak, bos memberimu ijin pulang kerumah selama 5 hari sebagai imbalannya'' bujuknya.
Kyungsoo yang mendapat tawaran seperti itu, wajahnya berbinar bahagia. Pasalnya sudah cukup lama juga ia tak pulang ke diegu, ia merindukan orang tuanya dan sahabat-sahabatnya tentu saja. Tanpa berpikir panjang lagi kyungsoo mengangguk semangat '' setuju! Kapan aku berangkat?''
'' 2 hari lagi dari sekarang bersiaplah'' ujar sang asisten dan meninggalkan ruangan kyungsoo.
Kyungsoo termenung sesaat. Apa ia harus menghubungi suho, sekedar member tahu bahwa ia kan liburan ke rumahnya. Kyungsoo menggelangkan kepalanya kuat-kuat .
Biibp..biibp..
Sebuah SMS masuk di posel kyungsoo. Kyungsoo meraih ponselnya dan membaca pesan yang masuk. Matanya berbinar.
From : suho
Kyungsoo-ah apa malam ini sibuk, aku ingin bertemu dengan mu ada yang ingin aku bicarakan.
Kyugsoo tampak berfikir sejenak
To : suho
Baiklah jam 7 kita bertemu di taman dekat kantor ku. tidak ada kata telat!
Kyungsoo menghembuskan nafasnya pelan. Sejujurnya kyungsoo senang saat suho akhirnya mencarinya tapi entah kenapa kali ini firasatnya tak nyaman.
.
.
.
Terdengar suara-suara ribut di luar apartement kyungsoo. Seorang yeoja tampak sedang merajuk kali ini yeoja yang berbeda mengikuti langkah jongin dengan sedikt menghentakkan sepatu tingginya di atas lantai dan menimbulkan bunyi-bunyi yang khas.
Ckleeekkk….
Pintu apartemen terbuka menampakkan sosok jongin dengan wajah tak bersemangat.
'' oh, ayolah jongin malam ini saja aku ingin tidur dikamarmu'' ujar yeoja yang baru masuk bersama jongin, jesica ya itu lah nama yeoja itu.
Jongin tak memperdulikan rengekan jesica. Ia melangkah menuju dapur untuk sekedar minum dan menghilangkan rasa hausnya. Jesica kembali mengikuti langkah jongin menuju dapur dengan wajah cemberut.
Jongin mendengus kasar '' tidak, hari ini aku lelah jess'' tolak jongin halus. Untuk hari ini ia hanya ingin istirahat. Jongin melirik pintu kamar kyungsoo lewat ekor matanya yang di dapat hanya pintu kamar yag tertutup rapat dan gelap. Ampaknya kyungsoo belum pulang? Kemana gadis iu pergi malam-malam begini? Gerutu jongin dalam hati setengha kesal.
'' kau tidak kasian padaku, aku tak mungkin pulang di atas jam 11 jongin, appa ku akan membunuhku''
Jongin melangkah lagi menuju ruang tamu yag di ikuti jesica dan duduk di sana '' aku tidak peduli! Kau sendiri yang ingin ikut denganku, bukan aku yang mengajakmu'' ujar jongin santai dan meyalakan tv di hadapannya.
Jesica mendudukkan dirinya di pangkuan jongin, melingkarkan tangannya di leher jongin '' apa kau tak merindukan ku eoh, kita bisa lakukan malam ini sampai kau puas'' godanya dengan menatap jongin seduktif.
'' turunlah, jika aku bilak tidak, ya tidak jangan memaksaku!''
Nampaknya jesica tak mau menyerah begitu saja '' aku merindukanmu jongin, ayolah sekali ini saja, aku sudah tidak sabar'' gumamya parau di telinga jongin. Lihatlah tubuh mereka begitu menempel erat, jika saja jongin sedang di liputi nafsu mugkin jongin tak akan berfikir panjang dan menuruti permintaan yeoja yang ada di pagkuanya sekarang. Jongin hanya menatap jesica dengan pandangan kosong. Sejujurnya jongin sedang memikirkan keberadaa kyungsoo yang sampai tehgah malam seperti ini belum menampakkan batang hidungnya di apartement. Berbagai pertanyaan muncul dalam otak jongin dan tak elak membuwat jongin menggeram kesal.
Ckleeekkk…
Pintu apartemen terbuka..
Kyungsoo masuk degan wajah lesu tak bersemagat. '' aku pulang, maaf telat'' serunya lemah.
Jongin yang mendengar suara pintu terbuka da menangkap sosok kyungsoo langsung mendorog tubuh jesica ke samping dan tak elak tubuh jesica terjatuh dengan kondisi yang memalukukan. Jogin bangkit berdiri, tak menghiraukan jesica yang terjatuh akibat ulahnya '' kenapa kau baru pulang! Dari mana saja kau malam-malam begini?'' Tanya jongin beruntun dengan sedikit nada cemburu.
Kyungsoo hanya menatap sosok jongin yag berdiri di ruang tamu dengan padangan datar, ekor matanya menangkap sosok yeoja sedang terduduk di latai.
'' bukan urusanmu?! Urusi saja yeoja mu itu'' ujar kyungsoo ketus sambil menunjuk jesica dengan dagunya.
Jongin yang sadar masih ada jesica di dalam apartemen mereka, tanpa basa basi menyeret tubuh jesica menuju pintu keluar. Sedangka jesika hanya mengeluarkan protes-protes yang tak di hiraukan sama sekali oleh jongin.
Kyungsoo yang melihatnya hanya mendengus kasar dan berjalan menuju kamar. Hari ini benar-benar membuwatnya lelah, lelah badan, fikiran dan hati tentu saja. Kyungsoo melemparkan tasnya di atas ranjang dan merebahkan tubuhnya dengan kasar. Sebelah tanganya ia gunakan untuk menutupi matanya. Kata-kata suho kembali terngiang-ngiang di otaknya '' maafkan aku kyung, tapi aku sudah bertungan dengan yeoja lain''. hatinya lagi-lagi berdenyut nyeri, tanpa kyungsoo sadari air mata yag sedari tadi ia tahan jatuh juga.
Braaakkk…
Gelap.. kondisi kamar kyungsoo memang gelap. Ia memang tak berniat menyalaka lampu kamarnya.
Jongin menutup pintu kamar kyungsoo dan meraba-raba mencari saklar lampu di balik pintu.
'' jangan nyalakan lampunya jongin'' pinta kyungsoo parau.
Jongin hanya mendengus kasar berbalik dan berjalan meuju ranjang kyugsoo. Menatap kyungsoo dengan tatapan kesal. '' soo, harusnya kau tau ini seoul bukan diegu, kau dari mana saja baru pulang'' cerca jongin.
Kyungsoo yang hanya mendegarnya tak berniat membalas ucapan jogin sama sekali, ia masih sibuk menenangka hatinya dan juga fikiranya yang mendadak semakin kacau. Ia masih belum rela mendegar suho bahwa dia sudah memiliki tunangan. Jadi perasaannya selama ini salah, sia-sia dan berbuah menyakitkan. Selama 3 tahun menyukai sosok suho da selam itu pula ia seperti orang bodoh. Otaknya juga masih berfikir keras menerjemahkan sikap manis suho terhadapnya mulai dari pelukan, sentuhan tangan dan terkahir ciuman manis mereka itu semua masih membuwat kyungsoo bertanya-tanya meskpiun sudah di jawab oleh suho jika apa yang dia lakukan pada kyungsoo hanya di dasari hubugan sahabat. Gila! Bagi kyungsoo itu hanya lah alasan yang mengada-ngada. Bahkan ciuman yang mereka lakukan tadi saat bertemu bagi kyungsoo benar-benar manis. Jika memang dia sudah memiliki tunangan kenapa dia menciumku.
'' astaga kyungsoo, jawablah pertanyaanku!'' Tanya jongin gusar.
Kyungsoo menarik nafasnya dalam-dalam, menyeka sisa-sisa air matanya dengan samar. Matanya yang bulat menatap langit-langit kamar yag gelap.
''jongin bisakan kau menujukkan padaku ciuman yang menandakan namja mencintai sang yeoja''
Jongin tersentak kaget, menatap kyungsoo dengan mata melebar dalam kegelapan '' apa maksudmu?!'' Tanya jongin balik.
Kyungsoo menghembuskan nafasnya pelan, dan mengubah posisinya duduk di atas ranjangnya dan menatap jongin sendu dalam kamarnya yang gelap hanya di temani cahanya bulan yag menerobos dari kaca jendela kamar kyungsoo.
'' aku hanya ingin membedakan, ciuman nafsu dan cinta'' ujar kyungsoo pelan. Entah setan apa yang sekarang merasuk dalam diri kyungsoo, sampai memikirkan hal gila seperti ini.
Jongin menatap kyugsoo menyelidik '' kau? Ada masalah dengan manusia yang berjenis kelamin laki-laki'' ujar jongin. Meskipun ruangan kamar kyungsoo gelap, ia masih bisa melihat perubahan ekspresi kyungsoo yang sendu.
Kyungsoo meggelangkan kepalanya pelan '' tidak! kau salah!''
'' lalu apa?! Kau fikir bisa membohongiku!, kau lupa? Aku tau siapa dirimu soo, apa lagi jika tidak masalah namja sampai membuwatmu begini, meminta hal-hal yang konyol''
Kyungsoo menunduk dalam '' bisakah kau mengabulkan permintaanku tanpa banyak bertanya? Kau tau aku megumpulkan keberanian untuk mengatakan ini dengan susah!''
Jongin mengusak rambutya dengan kasar '' jangan pernah berfikir aku akan mengabulkan permintaanmu'' geram jogin. Dalam hati jongin mengutuk namja yang sudah membuwat kyungsoo meminta hal konyol seperti ini. Ia yakin kyungsoo sekarang sedang terluka. Bukannya jongin tak menginginkan ciuman dengan kyungsoo hanya saja ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menyentuh kyungsoo sampai dia menerima cintanya.
Yaps! Jongin sudah mengungkapkan perasaan tertariknya pada kyungsoo setahun yang lalu. Yang hanya di tanggapi kyungsoo dengan bercanda sama sekali tak menganggap perasan jongin dengan serius. Jongin sempat merasa putus asa dengan perasaannya pada kyungsoo dengan melapiaskannya pada wanita-waita yang ia bawa tiap malam. Tapi jauh dalam hatinya jika bisa dikatakan secuil hatinya sudah di ikat oleh kyungsoo yang membuwat jongin tak bisa berpaling darinya.
Tangan kyungsoo bergerak memegang tangan jongin '' aku mohon sekali saja'' ujar kyungsoo dan menatap jongin dengan tatapan sendunya.
Jongin menggelengkan kepalanya kasar '' tidak!'' ujarnya mencoba menahan gejolak dalam hatinya saat menatap mata bening kyungsoo .
''jongin?''
Jongin menghela nafas pela berkali-kali '' istirahatlah,fikiranmu sedang kacau'' ujar jongin menenangkan dan berbalik, berjalan menjauh menuju pintu kamar kyungsoo.
Kyungsoo yang menangkap gerakan tubuh jongin yang akan meniggalkanny, bangkit berdiri dan meraih dan menarik tangan jongin dengan cepat, tepat saat jongin berbalik kyungsoo meempelkan bibirya ke bibir jongin. Jongin terdiam atas perlakuan kyungsoo yang tiba-tiba. Kyungsoo yang merasakn jongin hanya diam saja, mencoba menggerakkan secara pelan bibirnya di atas bibir jongin. tangan kyungsoo kini sudah beralih memeluk leher jongin dengan erat.
Jongin yang mendapati kyungsoo menggerakak bibirya di atas bibirnya sendiri tak dapat membendung hasrat yang sudah ia tahai sedari tadi. Jongin mulai membalas ciuman kyungsoo dengan tempo yang sama, pelan, lembut dan yang sejak dulu menyimpan perasaan khusus untuk kyungsoo hanya bisa menahan semuanya. Namja mana yang tahan tinggal satu atap dengan yeoja yang dia cintai untuk tidak menyentuhya bahkan hanya sekedar mencium kening saja jongin harus manahannya setengah hidup.
jongin semakin memperdalam ciumannya, menggerakkan bibirnya di atas bibir kyungsoo dengan gerakan terburu-buru. Sedangkan kyungsoo mengikuti gerakan ciuman jongin dan mencoba menikmatinya. Jongin semakin mendesak tubuh kyungsoo tanpa kyungsoo sadari posisi mereka berdua saling tindih di atas ranjang kyungsoo. Jongin seakan-akan lupa diri atas apa yang sedang ia lakukan. Entah setan dari mana yang mempengaruhi jongin dan kyungsoo saat ini, ciuman yang dimaksud hanya sekedar permintaan konyol kini berubah menjadi panas. Jongin yang merasa punggungnya di pukul oleh kyungsoo mulai melepas ciumanya. Jongin merasa terengah dan menatap kyungsoo sendu tepat di atas wajah kyungsoo. Kyungsoo menatap jongin tajam.
'' apa ini ciuman namja untuk yeoja yang dicintainya?'' Tanya kyungsoo bodoh. Kyungsoo pun tak mencoba menyingkirkan jongin dari atas tubuhnya. Jongin yang mendengar pertanyaan kyungsoo terkekeh pelan '' huum, kira-kira seperti ciuman tadi''.
Kyungsoo tampak berfikir.
Jongin mendengus '' astaga soo, aku hampir gila'' jongin memijat pelipisnya pelan. Jongin sendiri dari awal tak menyangka untuk membalas mencium kyungsoo seperti tadi. yang jongin khawatirkan sekarang adalah dirinya. Setelah ia merasakan bibir kyungsoo utuk pertama kali, entah kenapa ia merasa ingin lagi dan lagi merasakan bibir ranum kyungsoo. Astaga jongin benar-benar mengutuk sifat liarnya. Jika begini bagaimana ia bisa tinggal satu atap lagi dengan kyungsoo, ia tidak yakin jika dapat bertahan lebih lama lagi.
Kyungsoo hanya diam mematung melihat jongin yang berada di atasnya. Bukannya ia tak mengerti perasaan jongin yang menyukainya. Hanya saja kenapa dirinya sampai sekarang tak memberikan jawaban bagi jongin, suho yah hanya nama itu yang mengisi hati kyungsoo dan tak bisa menerima jongin saat itu. Tapi sekarang ?! setelah ia merasakan ciumannya degan jongin, hatinya berdesir hangat.
Jongin bangkit berdiri. Kyungsoo mengikuti gerakan jongin. Jongin beranjak keluar kamar kyungsoo.
'' kau mau kemana''
Jongin menoleh pada kyungsoo '' mencari gembok''.
Kyungsoo mengernyit heran '' gembok? Untuk apa?''
'' untuk menggembok kamarmu! Kau tau aku tak yakin jika selanjutnya kau akan selamat'' ujar jongin sedikit kesal juga akan dirinya.
kyungsoo terkekeh ''baiklah carilah gembok sekuat mungkin utntuk menyelamatkan ku dari nafsu liar mu''
''sialan kau soo'' geram jongin sambil menutu pinu kamar kyungsoo
blaaammmmm
.
.
.
TBC…
.
.
.
Annyeong …^^
Mian chapter 2 baru muncul… jika ada typo mohon maklum, alurnya mungkin kecepetan.
Saya berencana ff ini chap 5 end hehehe.. dan maaf jika kaisoo a kurang greget.. heheh
Sekian dari saya.. makasi buwat review nya.
Review nya ditunggu kembali..
