Yosh, Saya Kembali Minna-san!

Gomenasai ne gomenasai wa, saya updatenya telat. Soalnya, masih pusing ama Try Out dan segala tetek bengeknya. Di Chapter sebelumnya juga saya lupa naruh TBC alias To Be Continued.

Ok, untuk itu ayo dimulai!

You're My Angel

Chapter 2

Pair: Hiruma Youichi x Mamori Anezaki

Disclamer: Inagaki Riichiro and Murata Yuusuke

Warning: Gaje, abal, typo berterbangan, OOC, nggak bagus*menurutku sih*

Don't like, don't read

"LEBIH CEPAT ANAK-ANAK SIALAN! JANGAN LUPA PASS ROUTE KALIAN! CERBEROS KEJAR MEREKA! YAA-HAAAAA!"

"HIEEEEEEEEEEEEEEE?"

DORDORDORDORDHUAR!

Terdengar suara tembakan beruntun dari arah SMA Deimon, tepatnya lapangan olahraga-yang sudah diubah Hiruma menjadi lapangan amefuto- yang terletak di depan SMA Deimon itu sendiri*, disusul dengan jeritan yang melolong ria di pagi hari.

"Latihan pagi ini selesai anak-anak sialan. Jangan sampai kalian absen di latihan sore nanti atau kalian akan jadi santapan Cerberos. Kekekeke...," Hiruma terkekeh kemudian melanjutkan,"Sekarang cepat ganti dengan seragam sialan kalian dan masuk ke kelas sialan kalian."

"Yatta!"seru seluruh anggota dengan gembira begitu mendengar bahwa latihan 'neraka dipagi hari' mereka telah selesai.

Mereka secepatnya berlari ke ruang klub. Disana, Mamori sudah menyiapkan air serta handuk bagi para anggota klub amefuto Deimon Devil Bats.

"Minna-san, ini air dan handuknya," Mamori segera berjalan mengelilingi gundukan(?) manusia yang sekarang tepar*tewas terdampar* di depan pintu masuk ruang klub.

"Aaah, arigatou, MAX!" kata Monta sambil mengambil air yang berada di tangan Mamori.

"Hm, doitashimashite, Monta-kun," Mamori tersenyum lembut membuat Monta pingsan ditempat.

Mamori segera membagi-bagikan air dan handuk pada anggota klub amefuto Devil Bats yang capek MAX.*lho kenapa ikut-ikutan Monta?*

Mamori kemudian menyadari bahwa ada yang kurang di sana, "Lho, Hiruma-kun kemana? Air dan handuknya juga tidak di sentuh," gumam Mamori heran.

Sementara itu, yang dicari-cari sedang berjalan dengan santai menuju ke kelasnya.

Hiruma berjalan menuju kursinya, membuka laptop didepannnya, kemudian mulai mengutak-atiknya.

"HIRUMA-KUN!" Hiruma menoleh dengan malas.

"Apa?"

"Kenapa kamu tiba-tiba pergi, sih?" tanya Mamori sambil berjalan mendekati Hiruma.

"Aku pergi atau tidak itu bukan urusanmu, manajer sialan," Hiruma menjawab dengan cuek sambil menggelembungkan permen karet free sugarnya, membuat Mamori agak kesal.

"Aku kan cuma bertanya, Hiruma-kun. Jawabnya jangan dingin begitu dong," timpal Mamori kesal. Hiruma hanya terkekeh singkat.

Mamori berjalan menuju tempat duduknya dengan hati dongkol.

Ia tidak menyadari bahwa sepasang mata hijau zamrud milik seseorang tengah mengikuti gerak-geriknya.

Orang itu terkekeh pelan kemudian melanjutkan aktifitasnya. Sedetik kemudian, guru mereka masuk dan memulai pelajaran pertama.


"Haaahh…," Mamori membuang napas panjang. Bosan.

Entah kenapa, hari ini Mamori merasa tidak bersemangat. Pelajaran Bahasa Inggris yang biasanya menjadi kesukaannya, mendadak terasa hambar.

Mamori melirik Hiruma yang sejak tadi sibuk dengan laptopnya.

Perlahan dan tanpa sadar, Mamori menyunggingkan senyum tipis.

"Hiruma-kun...ternyata tampan, ya. Hehehe…," Senyum Mamori perlahan berubah menjadi sebuah cengiran.

"Ngapain cengar-cengir segala manajer bego," Suara Hiruma membuyarkan semua lamunan Mamori.

"Memangnya salah kalau aku cengar-cengir?" tanya Mamori sok marah padahal ia sendiri sedang menahan malu karena ketahuan melihat Hiruma sambil cengar-cengir.

"Tentu saja salah manajer sialan. Kau cengar-cengir sambil melihatku 'kan?"

TOENG! TEPAT SEKALI.

"Hah? Melihatmu? Buat apa? Nggak ada gunanya sama sekali," Mamori membuang mukanya yang merona merah.

"Kekeke… Oh ,ya? Kalau begitu apa ini?" Tangan Hiruma terulur sanbil memberikan sesuatu pada Mamori. Sebuah foto.

"Apa i…," Mata Mamori membelalak tak percaya.

"Hi..HIRUMA-KUN, SEJAK KAPAN KAU DAPAT FOTO INIIII!" teriak Mamori depresi.

Bagaimana Mamori tidak depresi? Lha wong fotonya yang lagi ngeliatin Hiruma ada ditangannya sekarang.

"Ehm, Mamori… Bisakah kau tenang sedikit?" kata Haruka-sensei sambil menaikan kacamatanya yang sempat melorot. Sebuah perempatan tampak tercetak jelas di kepalanya.

"A..ah, go..gomenasai," Mamori kemudian sadar apa yang dilakukannya. Dengan segera ia menarik kembali kursinya kemudian duduk.

Dilihatnya Hiruma yang sedang berusaha menahan tawanya. Melihat itu, Mamori malah semakin malu.

Mendadak, ia teringat hal apa yang membuat ia menjadi seperti ini.

'Kenapa aku melihat Hiruma, sih? Pake acara bilang dia tampan segala. Ugh, apa yang sebenarnya terjadi padaku, sih?' batin Mamori.

'Itu karena kamu suka sama dia, bego! Masa nggak nyadar, sih?'

Mamori tercekat. Siapa barusan?

'Aku hati kecilmu, Mamori. Aku tahu bahwa kamu itu menyukai Hiruma. Diulang, MENYUKAI HIRUMA.'

'Ap..Apa maksudmu? Mana mungkin aku menyukainya? Si setan yang tanpa ampun itu. Aneh banget tau.'

'Alah, nggak usah mungkir segala kali. Nggak perlu dikasih tau juga, aku udah tau kalo kamu itu suka sama dia.'

'Seenaknya aja ngomong. Memangnya kamu punya bukti?'

'Lho, bento yang kamu buat itu buat siapa?'

'Errr… I… Itu… AAARRRGGGHHHH! Udah,deh. Nggak usah ngomong itu lagi. Yang jelas aku itu nggak suka sama HIRUMA YOUICHI. Lagipula, apa dia peduli sama aku?'

'Tergantung. Aku juga nggak tau isi hatinya. Tapi, apa kamu bener-bener nggak suka sama dia?.'

'A… aku… aku juga nggak yakin sama perasaanku sendiri. Tapi, tiap kali aku berada disampingnya, aku…. aku selalu berdebar. Apa mungkin aku jatuh cinta?'

'Sepertinya, yakinlah pada perasaanmu sendiri.'

'Ya, kurasa aku memang jatuh cinta pada Hiruma-kun.'

"Fuh…," Mamori menghela napas.

'Semoga… Hiruma-kun merasakan apa yang kurasakan sekarang.'


TENG TENG TENG TENG.

Suara lonceng istirahat yang menggema di seluruh ruangan SMA Deimon membuahkan sorak-sorai kegirangan yang datang dari mulut para siswa-siswi SMA tersebut.

Beberapa detik kemudian, sejumlah siswa-siswi tampak belajalan keluar dari kelas mereka masing-masing.

Hirumapun segera mengepak barang-barangnya kemudian melangkahkan kaki dari sana.

Mamori tampak agak terkejut,"Hi… Hiruma-kun, kau mau kemana?"

Hiruma berhenti melangkah,"Aku mau pulang. Saat latihan sore aku pasti datang. Jadi, jangan ada yang absen," Kaki Hiruma berayun hendak melangkah sebelum…

"Ma… Matte!"

Langkah Hiruma terhenti-lagi-

Kali ini, Hiruma memutar kepalanya 180 derajat ke arah Mamori, membuat manajer itu sedikit ngeri.

"Apaan sih?"

"I… Ini…," Tangan Mamori terulur. Sebuah benda berbungkus kain hitam garis-garis putih tampak tergenggam di tangan Mamori.

Hiruma menaikan sebelah alisnya,"Apa itu?"

"Ini… bento untukmu. Aku tidak tahu apakah ini cocok untuk lidahmu atau tidak," Mamori menjelaskan dengan malu-malu.

Hiruma melirik kotak bento yang dipegang Mamori. Kemudian, tanpa ba-bi-bu lagi, Hiruma menyambar bento tersebut lalu berjalan keluar kelas.

Mamori hanya terkaget-kaget atas tindakan Hiruma tadi.

Set-set-set. Tangan Hiruma bergerak-gerak memberikan sandi yang hanya dimengerti mereka berdua.

"Eh? Itu…," Mamori mencoba membaca gerakan tangan Hiruma. Sedetik kemudian, sebuah senyum terukir dibibirnya.

'Arigatou, kuso mane.'


NGIIIIIINNNNGGGGG….

"Cih, kenapa berisik banget sih?" Gadis itu berjalan meninggalkan Bandara Narita kemudian mencari taksi untuk dinaiki.

Sebuah koper berukuran sedang berwarna hitam tergenggam ditangan kirinya. Rambut berwarna hitam legam yang digerainya berayun-ayun mengikuti irama angin yang menerpa wajahnya. Dirapikannya baju kaus pink yang lecek terkena sapuan angin. Perlahan, kacamata hitamnya diturunkan sehingga menampakan iris violetnya.

"Akhirnya, kita bisa bertemu lagi…

Hiruma-nii."


TBC~TBC~TBC


*Bener nggak?

NYAAA! Akhirnya, tetep pendek juga!

O ya, ini balasan reviewnya^^

Red Line: Hwaa.. Makasih udah bilang fic payah gini keren^^

DEVIL'D: Ceritanya gaje ya? Yah, itu sih saya tau kok. ToT

Saya minta maaf soal keterlambatan update(_._)

Matsura Akimoto: Weleh, ternyata banyak yang masih harus saya perbaiki ya? Hahaha...

Moga-moga, chapter ini bisa lebih baik. Eh, mau difave? Makasih! XD

Mitama134666: Hehehe... Iya, tapi Mamori akhirnya menerima juga. Perasaan Hiruma? Kita liat aja nanti*buak*

Iin cka you-nii: Arigatou, Iin-chan. Iya, aku salah ngetiknya. Makasih^^

Enji86: Mamori buatin bento malem-malem. Saya lupa kasi penjelasan... ^^v

mozzarella cheese: Douzo yoroshiku^^ Iya.

undine-yaha: Arigatou, undine-nee. Semoga^^

ulpaul: Ini lanjutannya.

Christinne .0 0: Hah? Makasih.

Minna-san, REVIEW PLEASE.