-25th December 2013-
Kemarin benar-benar mengejutkan...
Ada apa sebenarnya yang terjadi...?
Hujan dan kabut itu...
Dan suara biola itu...
Kenapa shadow-shadow itu ada diluar dunia TV?
Lalu, arti death itu...
Apakah artinya akan semakin cepat meninggalkan kalian...?
-Souji Seta-
Title : Persona 4 : Return to The Journey
Rated : K+
Genre : Friendship/Adventure
Main pairing : SouNao
Major Pairing : YosuChie, KouYuki, KanRise
Disclaimed : gw pengen... Tapi yang punya ttp Atlus... -_-" dan Kyoushin, punya sahabat gw xD Cherchez de Reborn!
Chapter 2, Fool Arcana was Return
Timeline : 25th December 2013, 06.00
Place : Inaba Inn (Souji's Room)
...
Membuka perlahan mata abu-abunya, Souji melihat kearah sekitarnya. Ruangan bercat putih dengan gaya ala Jepang. Ia berada di Inaba Inn setelah memutuskan untuk kembali kerumah pamannya hari ini.
"Ohaiyou, Souji-kun..." Suara itu membuatnya menoleh dan menemukan sang anak pemilik penginapan itu menyambutnya.
"Ohaiyou, Yukiko..."
"Hm?" Yukiko melihat Souji yang ada didepannya. "Kau pucat, apakah tidak apa-apa?"
"Y-ya, mungkin karena lelah..." Souji mencoba untuk tertawa saat itu, tetapi jika dilihat ada sesuatu yang disembunyikannya saat itu.
"Baiklah..." Yukiko hanya tersenyum dan berdiri. "Kuliah masih libur, jadi kami akan menemanimu hari ini. Yosuke dan yang lainnya sudah menunggu di Junes, aku akan menunggumu di lobby..."
"Ah baiklah..."
SREEET...
Setelah Yukiko menutup pintu geser itu, Souji hanya bisa menghela nafas lega. Ia memegang kepalanya dan memijitnya sedikit sebelum ia mengeluarkan sebuah botol dari tasnya. Mengeluarkan satu buah pil, ia langsung meminumnya.
"Hh..." Souji menyenderkan kepalanya didinding dan menatap kearah jendela. "Kuharap waktuku cukup..."
...
Timeline : 25th December 2013, 07.00
Place : Inaba's Inn (Lobby)
"Kau sudah siap Souji?" Yukiko berada di lobby bersama dengan seorang perempuan yang mirip dengannya. Souji bisa menyimpulkan kalau perempuan itu adalah ibu Yukiko. Souji menunduk ketika berada didepan ibu Yukiko.
"Ah, jadi kau yang bernama Souji-kun?" Wanita dewasa itu tersenyum melihat Souji. Dengan segera Souji menundukkan kepalanya sekali lagi.
"Senang bertemu dengan anda Amagi-san..."
"Seperti yang dikatakan Yukiko..." Amagi-san sepertinya senang bertemu dengan Souji. Ia hanya tertawa pelan dan menatap Souji dari atas hingga bawah. "Kau anak yang sopan dan baik..."
"Ibu sudahlah, yang lainnya sudah menunggu kami..."
"Ya sudah, Souji-kun jaga Yukiko baik-baik oke...?". Souji hanya tersenyum dan mengangguk pelan.
"Kalau begitu, kami permisi dulu Amagi-san..."
"Ah, ingin sekali aku mempunyai menantu sepertimu Souji..." Perkataan ibu Yukiko sontak membuat wajah Yukiko dan Souji sukses memerah seperti tomat.
"I-ibu, jangan bercanda!"
"Tidak apa-apa Yukiko, ayo..." Souji tersenyum dan mengulurkan tangannya kearah Yukiko, yang langsung disambut olehnya. Tetapi, ketika menggenggam tangan Souji, ada sesuatu yang mengganggunya.
"Huh? Souji, apakah kau bertambah kurus?"
...
"Mungkin hanya perasaanmu..." Yukiko yakin melihat senyuman sedih dibalik senyuman hangat Souji yang dilontarkan untuknya.
...Souji POV...
Timeline : 25th December 2013, 08.00
Place : Junes (restaurant 3rd floor)
"Kau terlambat partner!"
Ketika menginjakkan kaki ke Junes pertama kalinya sejak 2 tahun yang lalu, inilah yang aku dapatkan. Sebuah hujan lokal dari pangeran Junes, sahabatku, Yosuke Hanamura. Ia sudah menungguku dan Yukiko ditempat kami dulu sering berkumpul.
"Jangan mengganggunya Yosuke!" Dan satu lagi, sahabatku yang lain pecinta kung fu dan sejenisnya. Kulihat sekarang ini ia lebih terlihat feminim daripada dua tahun yang lalu. "Ia pasti masih lelah karena perjalanan dan juga kejadian malam natal itu..."
...
Ya, malam natal...
Aku masih heran dengan kejadian orang-orang yang berubah menjadi shadow dan juga kabut dan hujan. Lalu, Kou yang menghilang begitu saja. Ah, ini benar-benar membingungkan! Kuharap aku bisa segera melupakannya, karena ada yang lebih mengganggu fikiranku saat ini...
"Hei, kalian banyak berubah sejak 2 tahun yang lalu..." Aku mencoba untuk mengalihkan pembicaraan. Tetapi aku tidak bohong, lihat saja Yukiko yang rambutnya dipotong sedikit, lalu Chie yang rambutnya terlihat memanjang sampai bahu, Yosuke yang rambutnya tidak lagi panjang, Kanji rambutnya juga memanjang dan menutupi jahitan dikepalanya.
Rise, rambutnya tidak banyak berubah hanya ia lebih sering diikat satu sekarang. Dan Naoto, ia benar-benar berubah menjadi lebih feminim. Rambutnya ia biarkan memanjang hingga bahu, dan topinya tetap berada dikepalanya itu. Aku jadi ingin melihatnya memakai rok.
"Kau juga banyak berubah senpai!" Kanji melihatku seakan-akan aku baru saja kembali dari medan perang yang mengancam jiwaku. "Rambutmu tidak tampak aneh lagi..."
"Hei, apa maksudmu dengan aneh Kanji?" Mereka terkekeh, aku bingung. Aku serius menanyakan itu, apakah memang rambutku dulu tampak aneh?
"Dan yang lebih berubah, sekarang Souji-kun semakin kurus saja..."
DEG!
Oke, satu hal yang aku ingin katakan adalah...
Aku menyesal mengganti topik dengan topik ini.
"Benar juga... Hei partner, kau tidak sakit kan?" Yosuke memegang dahiku mengecek suhu tubuhku. Untungnya aku sudah meminum 'itu' sebelum kemari. Jika tidak, sudah dipastikan mereka akan mengetahui semuanya.
"Tentu saja tidak, sudahlah jangan memikirkan hal itu..." Aku langsung menghentikan topik yang seakan menjerumuskanku untuk mengatakan rahasia yang benar-benar tidak aku inginkan mereka tahu. "Aku akan pergi kerumah Doujima-san..."
"Ah benar juga, baiklah kami ikut tidak apa-apakan senpai?" Rise menggelantung ditanganku, dan aku hanya bisa mengangguk sambil tersenyum.
...Normal POV...
Timeline : 25th December 2013, 09.00
Place : Doujima's House
TING TONG!
"Ya...?" Suara Nanako yang terdengar dari dalam rumah itu hanya terdengar beberapa menit sebelum akhirnya pintu terbuka. Didepan rumahnya, Yosuke, Chie, Yukiko, Kanji, Rise, Teddie, dan Naoto berdiri disana. "Heee, ada apa ini?"
"Kami boleh kan masuk Nanako-chan?" Chie yang berada dibelakang Yosuke hanya bisa tersenyum dan melihat Nanako yang mengangguk. Yang ingin tahu bagaimana penampilan Nanako sekarang adalah rambutnya lebih panjang dan tidak diikat lagi, simple bukan?
"Dimana ayahmu Nanako-chan?" Yosuke menanyakan hal itu dan melihat kearah rumah itu. Tidak banyak yang berubah, atau bisa dibilang tidak ada yang berubah. Hanya warna tirainya saja yang berganti, dan juga selimut panas yang sudah diganti lagi.
"Sedang bekerja, mungkin sebentar lagi akan datang..." Nanako hanya tersenyum riang dan berjalan menuju kearah dapur. "Kalian mau minum apa nii-chan, nee-chan?" Nanako berusaha mengambil gelas yang ada diatas rak. Yah, dibawa memang ada tetapi jumlahnya tidak cukup.
"Bagaimana kalau aku membantumu Nanako-chan?" Suara itu membuat Nanako berbalik. Menemukan sebuah... Boneka Jack Frost besar yang membawa sekotak kue (?). Tidak, boneka itu menutupi wajah seseorang disana. Tetapi mendengar suaranya saja Nanako sudah bisa tahu siapa yang ada disana.
"Souji-nii-chan!" Nanako memeluk sang 'kakak' yang hampir saja menjatuhkan kuenya karena terdorong.
"Hei-hei, kau tidak ingin kue natalnya jatuh sia-sia kan Nanako-chan?" Souji menaruh kembali kue itu diatas meja makan dan menatap Nanako. "Selamat natal..." Souji memberikan boneka jack frost itu untuknya.
"Thank's nii-chan!"
...
Timeline : 25th December 2013, 23.56
Place : Doujima's House
"Seharusnya kau mengatakan terlebih dahulu jika ingin kemari Souji..." Doujima hanya menghela nafas panjang ketika ia kembali kerumahnya dan menemukan sang keponakan yang sudah 2 tahun tidak kembali ke Inaba itu sedang bermain dengan Nanako seakan-akan tidak perduli dengan keterkejutan sang paman melihat kepulangannya.
"Maaf paman, aku hanya ingin memberikan kejutan..." Souji hanya tertawa dan melihat kearah pamannya. Tetapi, dilain pihak Souji menatap kearah jam yang ada didepannya. Menunjukkan pukul 12 kurang 4 menit. Nanako sudah tertidur sejak pukul 10 malam, dan Souji masih harus menyelesaikan laporannya.
"Baiklah, apakah kau masih mengerjakan laporan itu?" Doujima yang sepertinya sudah mulai mengantuk berdiri dan menatap kearah Souji yang sibuk dengan sebuah kertas...
Partitur Musik?
Sekedar pemberitahuan, Souji Seta mengambil kelas musik ketika ia lulus SMA dan beberapa kali membuat sebuah lagu dan mengubah beberapa nada pada sebuah lagu. Ia sudah cukup terkenal dengan semua itu, walaupun ia tidak suka mempublikasikan semua itu didepan media.
"I am dreaming tonight of a place I love
Even more than I usually do..." Sepertinya karena memikirkan lagu yang ia buat, Souji tidak mendengar pamannya berbicara kembali.
"Baiklah, jangan terlalu sibuk dengan itu..." Pamannya hanya tersenyum dan berjalan kekamarnya.
23.59.55
.
23.59.56
.
23.59.57
.
23.59.58
.
23.59.59
.
00.00.00
...
Timeline : 26th December 2013, 00.00 (?)
Place : Doujima's Residence
...
Souji yang sedang menulis itu tiba-tiba mendengar suara biola itu lagi. Entah kenapa, lamunannya buyar dan membuatnya menatap kesemua arah mencari asal suara itu. Belajar dari pengalaman, ia langsung berlari dan melihat kearah kamar Doujima. Tidak ada, Doujima dan Nanako tidak ada dikamarnya.
"Lagi-lagi-"
TING TONG
Suara bel membuatnya terkejut dan mencoba untuk mendekati pintu. Sedikit waspada, mengingat shadow berkeliaran seperti kemarin ia membuka pintu perlahan. Betapa terkejutnya ketika ia melihat sosok yang ada didepan pintu. Yang hanya berdiri dan menundukkan kepalanya yang basah terkena hujan.
"Kau, Ieros...?"
...
Timeline : 26th December 2013, 00.00
Place : Police Station
Naoto masih berada ditempat itu dengan beberapa pekerjaan yang ada didepannya. Saat itu beberapa polisi juga masih ada disana. Tetapi semuanya berubah ketika lagi-lagi waktu terhenti dipukul 12 malam dan semuanya menghilang, tidak sebagian dari mereka berubah menjadi shadow.
Sang detektif hanya bisa tercengang melihat semua itu. Lagi-lagi, hanya bisa melihat semuanya dengan tatapan terkejut. Ia mengeluarkan pistol miliknya dan siap mengeluarkan Sukuna Hikona.
"Apa yang sebenarnya terjadi..."
Ia tidak menyadari seekor shadow siap menyerangnya kapanpun ketika itu. Dan ketika ia sadar, sudah terlambat untuk memanggil persona miliknya.
"Rakuryuu, Agidyne...!" Sosok serigala hitam yang memiliki beberapa simbol berwarna perak tiba-tiba muncul dikegelapan malam itu. Beruntung ia berada didalam ruangan, itu membuatnya tidak terkena hujan yang lagi-lagi turun bertepatan dengan waktu yang berhenti. Tetapi kabut membuat pandangannya terbatas. Mencoba untuk melihat kearah orang yang memanggil serigala itu, ia tersentak.
"K-Kyoushin-senpai...!"
...
Timeline : 26th December 2013, 00.00
Place : Yukiko's Place (Amagi Inn)
Kalau membicarakan masalah tentang orang banyak, maka jawabannya adalah penginapan. Dan betul saja, sangat banyak orang yang berada disana sebelum waktu berhenti. Dan keadaannya tidak jauh beda dari sekarang, tetapi yang berbeda adalah hampir sebagian berubah menjadi shadow.
"Lagi-lagi..." Yukiko memegang kipasnya dan mencoba untuk menyerang shadow-shadow itu. Terlihat Konohana Sakuya muncul dan membakar beberapa shadow yang ada disana.
Ketika ia terkepung dengan beberapa shadow, sesuatu menghancurkan shadow-shadow itu. Yukiko terkejut melihatnya dan mencoba untuk menatap sesuatu itu. Walaupun tidak terlalu jelas, ia bisa melihat seorang pria yang ada didekatnya. Menatapnya dengan tatapan dingin, matanya berwarna kuning.
"K-Kou... Kau kah itu?"
...
Timeline : 26th December 2013,
Place : Hanamura's House
"Teddie, apakah kau masih belum bisa melihat dimana shadow-shadow menyebalkan ini?" Yosuke mencoba untuk menyerang shadow-shadow yang ada didepannya.
"Te-Teddie tidak bisa melihat mereka! Baunyapun tertutup oleh hujan..." Teddie terlihat pusing dan menyerang shadow-shadow itu. Yosuke juga sangat susah untuk melihat kesekitarnya. Baru saja ia akan mematikan lampu kamarnya, entah kenapa lagi-lagi peristiwa malam natal itu kembali terjadi.
Do you hear me Hana-chan? *giggle*
Mendengar suara yang tidak asing baginya, Yosuke menatap kearah asal suara. Ditengah hujan lebat yang turun ia yakin melihat sosok yang sudah lama meninggal itu.
"Saki...senpai...?"
...
Timeline : 26th December 2013, 00.01
Place : Doujima's Residence
"Waktu kembali berjalan..." Ieros, yang hanya menatap jam saku yang berwarna perak yang selalu dibawanya menutup kembali jam itu. Menatap kearah Souji yang masih terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Apa, yang sebenarnya terjadi...?"
"Shadow's Hour..." Ieros menatap Souji dengan mata birunya. Ia tersenyum dingin dibalik topengnya. Walaupun Souji tidak bisa melihatnya, tetapi ia bisa merasakan hawa dingin itu. "Sama seperti yang terjadi ketika Nyx bangkit..."
"Nyx?"
"Kau percaya kalau sebenarnya satu hari itu terdapat 25 jam?" Ieros menyilangkan tangannya dan menyenderkan tubuhnya di dinding yang ada didekatnya. "Shadow's Time, terjadi ketika pukul 12 malam dan akan berlangsung selama 1 jam lamanya. Sama seperti dark hour yang terjadi di Iwatodai port island..."
"Iwatodai, apa yang sebenarnya yang maksud?"
"Roda takdirmu akan terus berputar..." Ieros menatap Souji yang saat itu masih bingung dengan apa yang dikatakannya. "Tetapi, sepertinya semakin lama roda milikmu semakin melambat, dan hanya tinggal menunggu waktu hingga akhirnya berhenti.
...
"Bagaimana kau bisa mengetahuinya...?"
Ieros hanya mendengus kecil mendengarnya.
"Master Philemon, tidak akan ada yang tidak ia ketahui..."
"Philemon...?"
"Takdirmu berhubungan dengan masa depan dunia ini... Kau adalah orang yang terpilih. Semua pertanyaan yang ada didalam hatimu akan terjawab seiring berjalannya waktu..." Ieros menutup matanya dan hanya diam. Tiba-tiba ia mengulurkan tangannya kearah Souji.
"Untuk ap-"
"Izanami memberikan kekuatanmu dengan cara ini bukan...? Aku akan memberikanmu sedikit kekuatanku..." Jawab Ieros yang seakan membaca fikiran Souji. Souji mengangguk sedikit dan menjabat tangan Ieros, kalau memang sama seperti Izanami maka kepalanya akan terasa sakit.
"Tenang saja... Saya tidak akan membebani anda lagi dengan rasa pusing..."
"Jadi benar kau tahu tentang-"
"Souji, kau berbicara dengan siapa..." Sepertinya Doujima terbangun ketika mendengar suara mereka berdua.
"Saya akan membantu anda..." Ieros menundukkan badannya didepan Souji. "Kapanpun anda membutuhkan, saya akan ada..."
...
Timeline : 26th December 2013, 19.00
Place : Juner 3rd Floor
...
Suasana disana menjadi hening. Naoto, Kanji, dan juga Rise baru saja kembali dari sekolah, dan Souji baru saja mendaftarkan diri masuk kedalam universitas di Inaba. Chie dan yang lainnya pun memutuskan untuk datang dan berkumpul dijunes.
"Jadi... Kalian semua mengalami hal yang sama?" Souji membuka pertanyaan dan semuanya hanya mengangguk. "Dan kau Naoto... Senpaimu, kepala polisimu ini..." Souji melihat kearah Kyoushin yang menebarkan pesona dan sekaligus deathglare kesegala arah.
"Ada apa... Kau keberatan jika aku adalah persona-user...?"
"T-tidak, tentu saja tidak senpai..." Souji hanya bisa sweatdrop plus jawdrop mendengar dan merasakan deathglare langsung darinya itu.
"Oh ya Yukiko, kudengar kau menemukan Kou pingsan dipenginapanmu?" Chie melihat kearah Yukiko yang tampak sedikit gugup kala itu.
"Begitulah..." Yukiko tersenyum dan melihat mereka semua. "Tetapi sepertinya ia belum sadar tadi pagi..."
"Oooh..."
Souji menatap kearah Yosuke yang terlihat aneh. Ia hanya diam dan memikirkan sesuatu.
"Hei, kau tidak apa-apa Yosuke?"
"Ya, aku tidak apa-apa, hanya ada sedikit masalah..." Yosuke hanya bisa memaksakan dirinya untuk tersenyum. "Lalu, bagaimana ini...? Kau mengetahui sesuatu Kyoushin-san?"
"..." Kyoushin menutup matanya, mencoba untuk mengingat sesuatu. Ia menggeleng tetap menutup matanya. "Aku tidak bisa mengatakan apapun sebelum mendapatkan informasi yang jelas..."
"Oh iya Naoto..." Souji menatap sang detektif. "Bisa kau bantu aku mencari sesuatu?"
"Hm? Apa itu senpai?"
"Tentang Iwatodai port island... Dan hubungan kota itu dengan shadow..." Semua orang tampak terkejut mendengar Souji mengatakan hal itu.
"Apa benar kota itu memiliki hubungan dengan shadow?"
"Kalau itu aku tahu..." Kyoushin menatap mereka semua yang menatapnya balik. "Beberapa tahun yang lalu, terjadi sebuah kejadian di Iwatodai yang bernama Apathy Syndrome, dimana semua masyarakat disana menjadi sosok yang mirip zombie. Dan dari beberapa saksi, ditemukan informasi bahwa mereka melihat sesosok makhluk berwujud hitam dengan topeng diwajahnya..."
"Jangan-jangan makhluk itu-"
"Ya, kemungkinan besar itu adalah shadow..." Kyoushin menatap mereka yang masuk terkejut dengan apa yang terjadi. "Kenapa? Kalian kira hanya dikota ini kalian bisa menemukan shadow? Bahkan dikotaku sebelum ini juga..."
'Hanya dengan meninggalkan kota ini aku tidak akan membahayakan kalian Kyoushin...'
"Bagaimana dengan Mayonaka TV, Teddie?" Souji menatap Teddie yang berdiri didekatnya.
"Aku dan Rise sudah memeriksanya, dan tidak ada apapun yang terjadi..." Teddie mengangkat tangannya diikuti anggukan Rise.
"Begitulah, aku tidak menganalisa apapun di Mayonaka TV..."
"Ah, ngomong-ngomong tentang Mayonaka TV..." Yosuke memotong pembicaraan Rise. "Sepertinya di aula kampus akan dipasang layar TV yang besar..."
"Ah maksudmu di aula tua itu?"
...
"Kalian tidak berfikir akan ada kasus pembunuhan lagi bukan?" Tanya Souji diikuti gelengan kepala mereka semua.
"Tidak... Hanya saja, sepertinya aneh saja mengingat rektor kita yang sagat pelit itu..." Chie hanya menghela nafas mengingat seseorang yang menjadi rektornya itu.
"Ya begitulah..."
"Mungkin, besok kita bisa menjelajahi Mayonaka... Atau bahkan kita juga harus mengecek kedalam TV yang ada dikampus itu..." Semuanya mengangguk setuju mendengar keputusan Souji.
Thou art I...
And I am thou...
Thou hast established a new bond...
It brings thee closer to the truth behind thruths...
Thou shalt be blessed when creating Personas of the Fool Arcana...
[Fool Arcana, Social Link level 1]
Souji bisa melihat sebuah kartu yang ada didepan matanya, sama seperti ketika social link terbentuk pertama kali. Kalau begitu, Kyoushin juga termasuk dalam kasus kali ini. Ia masih belum terlalu mengenai orang itu. Mungkin Souji bisa menanyakannya pada Naoto.
NYUT!
"Kh..." Souji memegangi kepalanya yang lagi-lagi berdengung dengan keras. Hampir saja ia ambruk jika tidak memegangi meja yang ada didepannya.
"Whoa, whoa..." Kanji yang berada dibelakangnya langsung mencoba untuk memeganginya. "Senpai, kau tidak apa-apa? Wajahmu pucat..."
"Dude, kau tidak apa-apa kan?" Yosuke dan yang lainnya terlihat panik ketika melihat keadaan Souji.
"A-aku tidak apa-apa..." Souji berusaha untuk tersenyum dan hanya menggeleng pelan. "Mungkin, sebaiknya aku kembali saja kerumah... Tenang saja, aku akan ada disini besok..." Souji hanya tertawa dan berusaha untuk berdiri.
"Aku akan mengantarmu?"
"Tidak usah Chie... Aku baik-baik saja..." Souji masih sedikit memegangi kepalanya, tetapi mencoba untuk tidak menunjukkan rasa sakitnya.
...
Timeline : 26th December 2013, 20.00
Place : Hanamura's Residence (Yosuke's Room)
...
Yosuke dalam keadaan berbaring ditempat tidurnya. Ketika itu ia sedang mendengarkan MP3 yang ada disamping tempat tidurnya. Ia mencoba untuk menutup matanya, tetapi tidak bisa.
"Aku yakin... Perempuan itu, Saki-senpai... Tetapi-"
Ia menghentikan perkataannya ketika hujan turun disertai kabut. Mengingat peristiwa itu, dengan cepat Yosuke melihat kearah luar. Tetapi semuanya masih normal, banyak manusia berkeliaran dan tidak ada shadow.
"Hh... Semua ini membuatku bingung..." Yosuke hanya menggelengkan kepalanya dan memutuskan untuk membuka laptopnya dan bermain sejenak.
...
Timeline : 26th December 2013, 21.00
Place : Inaba Inn
...
Yukiko menatap kearah orang yang berbaring didepannya sekarang. Kou, yang tiba-tiba muncul pada saat penyerangan shadow itu sekarang tampak tidak sadarkan diri. Yukiko duduk dengan tenangnya disebelah Kou, mencoba untuk tidak membangunkannya.
"Aku sangat yakin... Ketika pukul 12 tengah malam aku melihat matanya berubah menjadi kuning... Seakan, ia berubah menjadi shadow..." Yukiko hanya bisa menundukkan kepalanya. Tubuhnya bergetar hebat ketika itu, dan ia hanya menggenggam tangannya erat-erat.
"Tetapi, apa sebenarnya yang terjadi..."
ZRAAAASH
Suara hujan itu langsung menyadarkan Yukiko dan membuatnya langsung melihat kearah jendela. Tidak, tidak ada sama sekali shadow, dan orang-orang masih berkeliaran baik diluar maupun didalam. Ia hanya menghela nafas panjang dan berjalan keluar dari kamar itu.
"Aku berharap tidak ada lagi kejadian aneh..."
...
Timeline : 26th December 2013, 22.00
Place : Police Station
Naoto sedang berada disana, didepan sebuah laptop yang menyala dan mencari semua yang berhubungan dengan Iwatodai. Ia benar-benar penasaran dengan kata-kata Souji dan juga Kyoushin.
'Coba kau cari mengenai Iwatodai dan juga hubungannya dengan shadow...'
'Apathy Syndrome, beberapa saksi mata mengatakan kalau mereka melihat sesosok makhluk berwarna hitam dengan topeng yang ada dibagian atasnya...'
"Kalau memang ada yang terjadi di Iwatodai mungkin kita akan bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Inaba..." Naoto masih mencoba untuk mencarinya. Dan pencariannya terhenti ketika mendapatkan kata kunci 'Apathy Syndrome in Iwatodai'. Membacanya dengan seksama, ia melihat sebuah nama perusahaan yang pertama kali meneliti tentang itu.
'Kirijou Group'
"Mungkin... Aku harus mengatakan hal ini pada senpai..." Naoto menyenderkan punggungnya dikursi yang ada dibelakangnya. Ia mensafe semua data yang mengenai 'Kirijou Group' dan 'Apathy Syndrome'. Melihat kearah luar, hujan turun dengan derasnya diserta dengan kabut yang tebal. Mengingatkannya akan midnight channel dulu.
"Tidak... Tidak akan mungkin ada kasus itu..."
...
Menyadari sesuatu yang harus ia cari juga, Naoto mengetik sesuatu yang ada di komputer itu.
'Tsukioka Town'
Setelah mengetik bagian itu, sebuah informasi yang tidak kalah mengejutkan ia dapatkan. Menghela nafas panjang, ia memegang dahinya dan menutup matanya.
"Pantas saja Kyoushin-senpai mengetahui shadow dan mempunyai kekuatan itu..." Naoto menatap kearah layar komputer itu dan membacanya dengan serius.
"Aku harus menanyakan semua ini kepadanya..."
...
Timeline : 26th December 2013, 23.58
Place : Doujima's Residence (Souji's Room)
Hujan semakin deras terdengar didalam kamar itu. Souji hanya bisa menenggelamkan kepalanya diatas bantal. Wajahnya tampak pucat, dan keringat dingin membasahi tubuhnya. Ia memegangi kepalanya dan masih merasakan sakit yang luar biasa hebatnya.
"Sial... Kenapa harus sekarang..." Souji memegangi kepalanya, dan sedikit memijatnya dengan keras. Mencoba untuk mengurangi rasa sakit itu. Tetapi sia-sia, bahkan ia tidak sanggup untuk berdiri dan membuka pintu keluar itu.
"Bu..tuh... Obat... Itu..." Souji mencoba untuk melihat kearah obat yang ada diatas meja depan TV. Bertompang pada dinding, ia akan berjalan kearah meja.
23.59.56
.
23.59.57
.
23.59.58
.
23.59.59
.
00.00.00
Timeline : 27th December 2013, 00.00 (Midnight Channel)
Zrrrrt...
Souji yang mendengar sesuatu yang ada dilayar TV menatapnya sebelum sempat mengambil obat itu.
'Hiks...'
'Dimana semua orang...'
Ia menatap kearah layar TV, dan sekarang tampak seorang anak kecil yang sedang menangis. Rambut anak itu cokelat dengan kaos berwarna biru langit. Ia meringkuk dan memeluk lututnya.
"Dia- ARGH!" Souji yang akan melihat lebih dekat lagi semakin merasakan sakit yang mendera kepalanya. Ia terjatuh didepan meja itu, dan mencoba untuk mengambil obat itu.
"Harus... Tetap... Sadar..." Souji tidak bisa mempertahankan kesadarannya, dan terjatuh, tepat sebelum ia bisa menggapai botol obat yang ada didepannya. Tampat tulisan yang ada dilabel obat itu.
'MST Continus'
...
Timeline : 27th December 2013, 00.00 (Midnight Channel)
Place : Hanamura's Residence (Yosuke's Room)
Midnight Channel yang menayangkan seorang anak kecil berambut cokelat itu tampak juga di TV milik Yosuke. Teddie tertidur dengan pulasnya ditempat tidurnya. Tetapi tidak untuk Yosuke, ia menatap midnight channel itu dan seakan mengenal siapa anak kecil itu.
"Dia..." Memegang layar TV itu, tiba-tiba Yosuke terhisap kedalamnya dan menghilang masuk kedalam dunia TV itu.
...
Timeline : 27th December 2013, 00.00
Place : Kyoushin's House
Rumah bergaya ala Jepang itu berdiri didekat shopping district. Sang ketua polisi sekaligus persona user itu hanya menyilangkan tangannya dan menatap kearah midnight channel yang ada disana.
"Ini... Apakah akan terjadi sesuatu lagi...?" Kyoushin melihat kearah langit yang masih menangis itu.
"Apakah akan terjadi, sesuatu yang pernah kita semua alami... Senzai...?"
...
Timeline : 27th December 2013, 00.01
Place : Hill near Inaba Town
...
Laki-laki berambut putih dan memakai topeng berwarna putih itu hanya menatap kearah jam saku yang ada ditangannya. Ia membiarkan hujan lagi-lagi membasahi tubuhnya, dan ia hanya diam menatap kearah depan.
"Sudah dimulai..."
...
To
Be
Continue!
Cio : chapter 2, update~
Kurtz : tambah aneh...
Cio : *lempar bakiak*
Kurtz : *pingsan dengan tidak elitenya*
Cio : oke, jadi chapter 2 ini nyeritain penyerangan yang kedua n munculnya Midnight Channer lagi xD dan siapa ya anak laki-laki yang dilihat di midnight channel?
Kurtz : dia itu- *dilempar kulkas*
Cio : semuanya bakal kejawab di chapter-chapter selanjutnya xD oh iya, masalah obat yang diminium Souji itu...
Kurtz : ya, MST Continus itu apa sih?
Cio : kalian bisa lihat sendiri nanti di chapter 2 xD tapi klo mau nyari sendiri di internet ada kok owo jangan cman cari 1 sumber ya~ soalnya ntar bisa salah paham. Oke, cukup xD makasih buat yang udah review xD
Toganeshiro-chan : *baru sadar banyak yang salah di Timeline* m-Maaf! Soalnya kemarin keburu-buru buat timeline xD masalah tahun yang berubah juga karena setting awalnya maunya pas tahun baru, tapi g jadi o.o" gomenne xD n makasih udah diberitahu~
Ini udah diganti kok x3
Sakakura Ryusuke : begitulah~ ada P3P ntar owo jadi tunggu aja tanggal mereka muncul~
Saya jadi silent reader kok xD *digaplok*
