Tittle : I'm being targeted by my two son

Length : Twoshoot

Genre : Romance, Angst, Family

Cast : Sehun, Luhan, Kai, Suho, Siwon (slight), and other

Disclaimer : Terimakasih buat readers yang kemarin menyarankan untuk imbuhan claim pada fanfic ini. fanfic ini memang terinspirasi pada sebuah manga yang saya sendiri lupa pernah baca dimana dan judulnya pula tapi masih ingat betul alurnya.

WARNING! YAOI, SMUT, THREESOME!

Chapter 2

..

.

"Tapi, kami memutuskan bersama tentang itu…"

"Kami ingin, Luhannie menjadi milik kami seutuhnya di ulang tahun kami yang ke 17 tahun…."

Author POV

Srett!

Kini luhan sudah berada didalam pangkuan sehun…

Jongin mendekatinya dan memebelai lembut pipi luhan…

Luhan terasa seperti mati ketika mendengar pernyataan jongin…

Dan semuanya dimulai…

Sehun kembali menjilati telinga luhan, turun ke leher, beralih ketengkuk . . . Meninggalkan beberapa tanda kemerahana disana.

Sedangkan jongin, mulai melucuti satu-persatu penutup tubuh luhan…

"Ahh~ Shh! Ap-apa yang kalian lakukan~ hahh~~" desahan luhan keluar ketika sehun asyik membuat kissmark disekitar daerah sensitive-nya.

"Hahhmmpph~~" desahan luhan tertahan ketika jongin membungkam mulutnya dengan ciuman panas.

Jongin menjilati bibir luhan, menggigitinya, menyatukan saliva yang keluar dari mulut masing-masing. . .

Sejak saat ini, akal sehatku mengilang dan tertutupi oleh baying-bayang putih…

Tubuh luhan sudah tak tertutup apapun, jongin dan sehun kehilangan akal sehat mereka bersama luhan yang terus mendesah seperti kepanasan.

Dengan cekatan jongin langsung memanjakan bagian bawah luhan, menjilatinya seperti lollipop. Sehun menghamburi bibir luhan dengan ciuman ganasnya, tak lupa tangannya yang menganggur itu untuk memelintir dua tonjolan yang melekat didada luhan.

Luhan tak bisa lagi untuk menolak kedua perlakuan kedua anak angkatnya ini . . .

Dia tak bisa kabur dari nafsu birahinya ketika dua anak angkatnya itu memberikan service yang membuatnya belingsatan. Matanya begitu sayu, rambutnya acak-acakan, peluh membasahi tubuhnya yang telanjang sempurna.

"AHHKKKHH!"

Luhan mendesah hebat ketika dia telah mencapai puncak kenikmatannya…

"Hahh… hahh… hahh…"

Mimpi buruk itu datang…

Jongin dan sehun dengan cepat melepas celana sekaligus dalamannya ketika luhan tengah lengah setelah klimaksnya.

SLEBB!

"AKHH!" pekik luhan saat lubangnya dihantam oleh milik sehun.

Airmata terus mengalir dari wajahnya sejak kegiatan ini dimulai . . .

Belum sempat bernafas lega, jongin dengan cekatan langsung memasukkan miliknya kedalam mulut luhan yang terbuka lebar itu.

Tangisan luhan pecah, secara tidak sengaja dia menghisap milik jongin didalam mulutnya…

"Mmh, Ahh . . . bagus.. Luhhh…" desah jongin setelah akhirnya luhan menyerah. Luhan pun melakukan service yang juga tadi ia terima dari jongin.

Lalu dibawah sana…

Tanpa persetujuan luhan, sehun bergerak memaju-mundurkan miliknya begitu brutal didalam luhan…

"Mmkhh!" luhan tak bisa mengerang, yang dia lakukan hanya menggigiti milik jongin karena perbuatan sehun dibawah sana.

Jongin semakin mendesah nikmat ketika miliknya diberi service sempurna dari luhan . . .

Begitu juga dengan sehun yang merasakan nikmat luar biasa dibawah…

. . . .

3 jam kemudian . . .

. . . .

"Ah! S-stop! Ah! Ah! Sehun! Tidak! Jangan cum didalam lagi! Akh!" erang luhan saat dia telah melepaskan milik jongin dari mulutnya.

Selama 3 jam berlalu . . .

Entah keberapa kali luhan telah mencapai klimaksnya…

Sedangkan sehun dan jongin selalu mencapai klimaks disaat waktu yang bersamaan…

"AKH!" Sehun dan jongin kembali mencapai klimaks mereka yang kelima kalinya selama tiga jam ini.

"Hahh… hahh…"

Tak butuh waktu lama mereka untuk mengatur nafas, kembali hunkai memaksa luhan untuk memberikan service lagi. Sehun kembali bergerak dengan tempo brutal didalam sehun, Jongin menarik kepala luhan untuk memberikan blowjob lagi.

"Ahh… Ahh… Ahh…"

Sepertinya kamar Sehun itu sudah dipenuhi dengan desahan nikmat dan erangan sakit dari luhan.

"Luhannieh! Lubangmu sungguh tidak masuk akal! Mnhh~ ini masih sangat sempit! Ahh! meremas milikku sangat keras didalamnya! Akh! Walaupun kita sudah 'datang' beberapa kali! Ssh!"

"Aku tidak percaya,Ahh! ini tubuh yang sangat nikmat! Ssh! Tak dipakai selama 8 tahun! Tskk ahh!"

Ucapan-ucapan kotor terus keluar dari mulut sehun…

Saliva luhan mengalir disekitar dagu dan rahangnya tak kalah deras dengan airmatanya yang juga mengalir deras karena rasa sakit yang dia alami…

Sehun menangkup wajah luhan…

"Aku selalu berharap untuk bisa melakukan ini…. ah! Ahh!"

"Hahhkk, ahhkk…."

"Selalu berpikir untuk tumbuh dan membuatmu menjadi milik kami…. Ah! Ahh~!"

Ucap sehun sambil mengecup bibir luhan dengan lembut tanpa menghentikan gerakannya dibawah sana…

"Aku selalu cemas jika kau sampai direnggut oleh orang lain, hhh~ sebelum kami tumbuh dewasa~~ sshhh!" kini jongin ikut ambil bicara.

Perlahan jongin memegang miliknya yang semakin tegang itu, mengarahkan kearah lubang luhan yang sudah terisi penuh oleh milik sehun…

Srett!

"Akhh! Jongin! Apa yang kau lakukan!" panik luhan ketika jongin juga berusaha memasukinya.

"Tenanglah sedikit… hmmpphhkkh!"

"Itu tidak mungkin! Kau tidak mungkin bisa memasukkannya kedalamku!"

SQUISZZH!

"AKHHH!"

Ini adalah sex pertama yang membuat luhan dimasuki oleh dua milik orang lain…

Ini adalah hal yang paling menyakitkan yang pernah ia rasakan seumur hidupnya…

"Ahhh~~" sehun dan jongin mendesah nikmat bersamaan ketika milik mereka benar-benar dijepit oleh luhan.

Keduanya memeluk luhan secara berlawanan, sehun memeluk luhan dari depan sebaliknya jongin memeluk luhan dari belakang.

"AKHH! AKHH! AHHKK!" erangan luhan terus menggema di kamar sehun yang semakin panas itu.

Sehun dan jongin terus menerus mencoba bergerak dibawah sana…

Hingga mereka mereka berdua sampai…

"LUHAN!"

Teriak keduanya ketika mereka sampai . . .

Luhan hanya mendesah lemas saat cairan sehun dan jongin memasuki tubuhnya…

Tak mampu lagi untuk mendesah ataupun mengerang, ini sangat sakit… batinnya…

Kalian jahat…

. . . . .

Luhan POV

Apa yang mereka lakukan padaku…

Apa yang terjadi dengan mereka…

Aku hanya bisa memeluk lutut dan menangis tentang semua yang terjadi semalam…

Kulirik jam, pukul 3 pagi tepat . . .

"Luhannie . . ." dapat kudengar kalau itu suara jongin memanggilku.

Ya, aku sudah mendiami mereka sejak aku terbangun tadi pukul 1 karena merasa dingin.

"Jadi kalian pikir hanya dengan melakukan ini, aku mau untuk bersama kalian…"

"Kalian membohongiku dan menggodaku, kalian pikir aku akan memaafkan kelakuan buruk kalian padaku, benarkan?"

"KALIAN TELAH MENGINGKARI KEPERCAYAAN YANG KUBERIKAN PADA KALIAN! DAN KALIAN MENGABAIKAN SEMUA KEBAIKAN YANG TELAH AKU BERIKAN PADA KALIAN!"

"PERGILAH! KALIAN BUKAN KELUARGAKU! PERGI!"

Aku tau aku kejam…

Tapi mereka telah menyakitiku…

Mereka jahat…

Dengan itu mereka menatapku sedih dan pergi . . .

Entah kemana mereka akan pergi . . .

. . . .

Sial!

Kenapa?

Kenapa semuanya jadi begini . . .

Hhh . . .

Ketika aku masih remaja, keluargaku mengetahui bahwa aku adalah gay dan mereka mengusirku. Beberapa tahun kemudian, kakak perempuanku. Satu-satunya orang yang mengerti tentang perasaanku, meninggal dunia.

Saat aku tau bahwa mantan suami kakakku itu akan mencari orang untuk mengadopsi anak mereka, aku memutuskan untuk mengambil tanggung jawab itu…

-Flashback-

Aku berjalan dan mendekati dua anak yang terlihat begitu mirip jika dilihat dari belakang itu. Dua anak itu sepertinya tidak takut akan salju yang turun, mereka tak takut mati kedinginan rupanya.

"Sehun, Jongin… masihkah kalian ingat aku?" aku tersenyum lembut dan kukalungkan syalku ketubuh mereka berdua.

"Hey, bagaimana kalau kita menjadi keluarga…" tawarku pada mereka. Mereka mengangguk dan tersenyum…

Flasback end. . . .

Aku selalu mencari keluarga…

Keluarga yang mau untuk mencintaiku sebagai keluarga mereka….

Aku menginginkan untuk mencintai seseorang…

Mereka adalah anak-anak yang aneh…

Tapi aku tetap menyayangi mereka…

. . . .

Kutatap pemandangan diluar rumah dari jendela kamarku…

Salju turun…

Hah! Salju?

Mereka berdua tidak memakai pakaian yang cukup!

Sial!

Kuambil mantel hangat mereka dan berlari keluar untuk mencari mereka. Ini semua salahku. Karena aku terlalu keras untuk mengharap mereka menjadi keluargaku. Aku yang membuat mereka gila. Ini semua salahku.

Aku meracuni mereka dengan keegoisanku untuk mau menjadi keluargaku…

"Sehun! Jongin!"

Disana…

Mereka disana…

Segera kuhampiri mereka dan segera kupakaikan mereka dengan mantel hangat yang kubawa…

"Apa yang kalian lakukan! Pakailah dengan cepat!" suruhku sambil melilitkan syal dileher mereka.

"Luhannie…" panggil sehun, dia mungkin terkejut. Kucengkram erat kerah mantelnya, kutundukkan kepalaku didada hangatnya…

"Ini semua salahku! Seharusnya aku membiarkan untuk menjadi mandiri! Hiks! Hiks…" tangis luhan pecah.

"Aku tidak akan menentang jika kalian ingin tinggal denganku, aku juga akan melupakan apa yang telah terjadi semalam… jadi…"

"Tidak…" potong sehun sebelum aku selesaikan perkataanku.

"Ini bukan salahmu, Luhannie… kami tak mempermasalahkan seberapa marahnya dirimu, kami akan tetap mencintaimu… luhannie…" ucap sehun tersenyum lembut. Aku terkejut mendengarkan perkataannya.

Aku ini sudah berbuat salah…

"Kenapa?" tanyaku…

"Itu sangat jelas. Kami sudah menyukaimu sejak awal. Sebelum kau mengadopsi kami, kami tak pernah merasakan cinta dari ayah kami…" kini jongin ikut bicara.

"Walaupun kita tidak sedarah, kau telah memberikan kami kehangatan sebuah keluarga. Sejak saat itu, hati kami hanya untuk dirimu… luhannie…" lanjut sehun.

"Tapi, kau terlalu dewasa. Dan tidak pernah menganggap kami dapat menjadi cintamu…" kembali jongin bicara.

"Jadi, kami sangat berharap untuk segera tumbuh untuk menjadi dewasa. Dan kami juga berharap menjadi seorang pria yang tidak dapat kehilangan siapapun…" lanjutnya…

"Kami berjanji pada diri kami sendiri untuk membuatmu untuk menganggap kami mencintaimu sebagai pria…"

Apa maksud semua ini…

"Jadi, selama ini hanya aku yang menganggap kita ini keluarga… bagaimana ini bisa terjadi?!" jelasku.

Sungguh aku kecewa…

"Tidak, itu tidak seperti itu… Luhannie… kita ini keluarga!" sanggah jongin.

"Kami mencintaimu, hanya kau yang ada dalam pikiran kami!" lanjut sehun…

Aku tidak mengerti dengan semua ini, tapi yang jelas aku mencintai mereka…

Kedua orang ini, telah menunggu selama delapan tahun untuk aku melihat mereka. Mereka telah berusaha keras selama ini…

Kusentuh pipi mereka dengan masing-masing tanganku…

"Setelah waktu yang sangat lama, sejak terakhir aku melihat ekspresi ini… aku mencintai kalian"

"Kami mencintaimu, Luhannie…"

"Ya…"

Mereka memelukku…

Memelukku erat dari sisi berlawanan…

Terdapat cinta yang lebih diantara kami, lebih dari sebuah keluarga yang normal, kami melewati semuanya sebagai keluarga, dan juga sebagai kekasih…

. . . .

Author POV

"Oi, Sehun! Kue ini terlalu manis!" omel jongin pada sehun yang sedang asyik menikmati tehnya.

"Bukankah ini bagus untukmu. Kandungan nutrisi pada gula sangat bagus untuk otak!" sehun kembali mengolesi krim manis diatas kue ulang tahun jongin.

"Heoh! Kau mengejekku atau mencoba untuk membuatku diabetes?!" bentak jongin mulai marah pada tingkah adiknya itu.

Luhan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil terkekeh pelan.

"Sehun! Jongin! Berhentilah bertengkar! Bantu aku memasak!" seru luhan dari arah dapur.

Akhirnya kedua makhluk itu berhambur kedapur, dengan sehun yang membawa kuenya. Sehun dan jongin memeluk luhan posesif dari kanan dan kiri sisi luhan.

"Luhannie, cobalah ini… Aaa~" sehun menyuapi luhan kuenya.

"Heoh!"

Segera jongin menarik luhan membuat pelukan sehun terlepas dari luhan.

"Hey! Apa-apaan! Jangan begitu genit pada Luhan!" teriak jongin.

"Tenang saja Kai, aku juga akan menyuapimu kok?" goda sehun sambil mengedip-ngedipkan matanya.

"Tidak mau!" tolaknya.

"Kalau begitu luhan saja yah? Aaa~" sehun kembali mencoba menyupai luhan.

"Hey!"

Sepertinya pertengkaran kecil itu akan membuat luhan kesulitan masak…

. . . .

Akhirnya keluarga kami kembali seperti semula, keluarga seperti keluarga lainnya. Tapi, sepertinya kedua orang ini…

Juga telah kembali menjadi kekanakan seperti biasanya…

Terimakasih…

..

.

END!

Akhirnya kelar juga publish nya :D

Oh iya, ini ff sebelumnya udah saya buat semenjak awal tahun 2013 lalu dan udah pernah di publish juga di facebook. Jadi, yang ngerasa familiar jangan curiga dulu. Karena author yang waktu itu publish ini ff adalah saya sendiri.

Untuk ceritanya, saya memang terinspirasi dari sebuah manga. Tapi itu juga udah dulu banget saya bacanya.

Sebagai HunHan shipper saya sedikit kurang suka dengan adanya fenomena XiuHan -_-, sungguh! Saya lebih mendingan KaiLu daripada XiuHan deh!

Tapi tetep aja, yang paling otp itu HUNHAN! LOL X3

Saya mau tanya juga,

LUHAN itu paling cocok jadi anaknya couple apa?

Saya ada project fanfic baru, pastinya rated M juga. Tapi, bingung sama dua cast yang lumayan ikutan dalam peran utama.

HunHan Shipper disini pada nge-ship couple apa juga? yang pantes jadi orang tua luhan loh yah? :D

Terimakasih sebelumnya buat yang udah baca, review, dan sekedar mampir di ff ini…

Mata ashita nee! :D