Takdir?

Story by: Angelzvr

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Semua tokoh milik Masashi Kishimoto

Chapter 2.

Enjoy Reading~


Sasuke duduk dihalaman belakang rumahnya. Menghirup udara segara yang masuk kedalam paru paru nya. Ia menikmati masa masa liburannya, sisa cuti nya tinggal 2 hari lagi, jadi ia harus memanfaatkan hal ini sebelum ia kembali sibuk dengan berbagai permasalahan di kantornya. Hinata datang sambil membawa nampan yang berisi sarapan untuk 2 orang.

"Ohayou Uchiha-san". Kata Hinata lalu menaruh nampannya disebuah meja kecil dan duduk disamping bos nya itu.

"Ohayou mou Hinata, dan tentang panggilanmu itu menurutku sangatlah kaku, panggil saja aku Sasuke".

"eh i-iya Sasuke-kun". Kata Hinata sambil menaruh satu piring berisi sarapan diatas paha bos nya itu.

"Omelet dengan saus tomat?". Kata Sasuke dengan tatapan tak percaya.

"Ke-kenapa Sasuke-kun?". Kata Hinata dengan cemas.

"Darimana kau tahu aku sangat suka dengan makanan ini? Sudah lama aku rindu dengan makanan ini karena pelayanku di Suna tidak pandai membuat masakan seperti ini". Kata Sasuke dengan lahapnya memakan omelet nya. Hinata yang melihatnya hanya tersipu.

"Kaa-san dulu sangat sering membuatnya tapi semenjak aku mulai memegang kendali perusahaan, aku jadi jarang dirumah sekaligus jarang memakan masakan buatan Kaa-san". Entah sejak Hinata ada dirumah ini 3 hari yang lalu Sasuke jadi sedikit terbuka dan sering menceritakan tentang keluarganya pada Hinata. Sekarang hubungannya tidak seperti pelayan dengan majikannya, malah seperti sahabat. Tetapi Hinata tetap menjalankan tugas tugas nya, seperti menyapu, mengepel, memasak dan lainlain. Dan tak jarang pula Sasuke mengisengi Hinata seperti menyembunyikan alat alat kebersihan nya dan sukses membuat Hinata panik.

"Jadi, kapan kau akan pulang kerumah?". Tanya Sasuke tiba tiba. Hinata yang mendengarnya hanya menundukkan kepalanya.

"Entahlah mungkin sampai Neiji Nii-san yang sudah memegang penuh jabatanhya sebagai pimpinan perusahaan".

"Baguslah". Sasuke tersenyum mendengarnya. Hinata menatap wajah Sasuke seperti tidak mengerti maksudnya.

"Ma-maksud Sasuke-kun?". Tanya Hinata dengan heran.

"Ya, kau kan bisa jadi lebih lama tinggal disinu". Kata Sasuke. Entah kenapa benih benih cinta mulai tumbuh dihatinya. Walaupun begitu ia tetap harus bisa mengendalikan perasaannya ,mungkin saja hanya karena Hinata selalu didekatnya Sasuke mulai menyukainya. Menurut Sasuke itu hal yang biasa. Dulu juga ia sangat jatuh cinta pada Ino karena Ino selalu membantunya menyelesaikan tugas tugas nya saat kuliah dulu dan lama lama rasa cinta itu akan memudar juga, dan mungkin juga sama dengan keadaan sekarang ini.

"Sehabis sarapan temani aku mencuci mobil di gedung itu, pasti keadaannya sekarang sangat kotor karena tidak ada yang mengurusnya". Kata Sasuke.

"Ha'i Sasuke-kun".

.

"Kau bersihkan mobil yang merah, aku yang ini". Kata Sasuke sambil menunjuk mobil sport merah miliknya. Hinata yang melihatnya hanya tercengang. Bagaimana tidak? Di garasi ini atau yang lebih pantas disebut gedung parkir ini penuh dengan mobil mobil mewah yang tentu saja milik Sasuke.

"Hei kau kenapa? Kita harus cepat, masih ada 4 mobil yang belum kita cuci". Kata Sasuke sambil memasang selang khusus untuk mencuci mobil mewah. Hinata mengambil kain lap basah yang sudah diberi sabun sebelumnya lalu digosok gosokkan kebadan mobil berwarna merah itu. Setelah semua badan mobil itu sudah dilumuri sabun, kemudian Hinata membilasnya dengan air bersih.

Sasuke yang sekarang sedang memegang selang untuk membilas mobilnya tiba tiba ada ide iseng yang muncul diotaknya. Ia melihat Hinata yang sedang sibuk mengelap mobilnya tiba tiba ia siram dengan air dari selang. Sontak Hinata kaget dan masih belum sadar dari lamunannya. Sasuke yang melihat wajah Hinata seperti itu pun tertawa.

Hinata yang akhirnya sadar setelah melihat Sasuke yang menertawainya langsung membalas dendam pada Sasuke dengan ikut menyiraminya dengan air sabun. Lalu terjadilah perang dunia ke-3. Yang seharusnya mereka membersihkan mobil malah bermain air.

"He-hentikan Sasuke-kun". Kata Hinata yang mencoba menghindar dari siraman air Sasuke, lalu ia pun terjatuh dilantai licin yang penuh dengan air sabun.

"Hinata? Kau tidak apa apa?". Kata Sasuke sambil menjatuhkan selangnya dan berjalan menghampiri Hinata. Diangkatnya tubuh mungil itu dan kepalanya ditaruh pangkuan Sasuke. Hinata meringis kesakitan. Sepertinya kakinya terkilir tadi dan tangannya pun sakit karena harus menahan bebannya saat jatuh tadi.

"Ya ampun Hinata lihat kaki mu itu biru! Lain kali kau ini harus hati hati dong". Kata Sasuke sambil membopong tubuh Hinata kedalam rumahnya. Ia taruh Hinata diatas ranjangnya lalu ia segera mengambil kotak P3K nya didalam lemari.

Sasuke memijat pelan bagian kaki Hinata yang terkilir dengan krim obat terkilir.

"Ahhh Sasuke pelan pelan". Ringis Hinata. Namun bagi Sasuke itu bukanlah sebuah ringisan melainkan sebuah desahan yang menggoda. Kemudian Sasuke baru menyadari bahwa pakaiannya dan pakaian Hinata basah setelah perang air tadi. Ia teguk ludahnya saat melihat lekuk tubuh Hinata dibalik kemeja putih transparan karena terkena air. Apalagi disaat dibagian dadanya yang besar menyembul dibalik bra putih berenda. Ditambah dengan suara ringisan Hinata yang sangat menggoda. Sasuke sudah tidak tahan. Sesuatu dibalik celananya sepertinya sudah menegang.

Dengan sekuat tenaga Sasuke menahan hasratnya, ia memperban kaki putih nan mulus milik Hinata. Kemudian Hinata mengerang lagi. Nafas Sasuke sudah memberat.

"Te-terimakasih Sasuke-kun, sepertinya kakiku sudah sedikit membaik". Kata Hinata sambil memegang perban yang ada di kakinya itu. Kemudian Hinata baru menyadari keadaan pakaiannya lalu menyembunyikannya dibalik selimut putih milik Sasuke.

"Eh ini kamarmu Sasuke?". Kata Hinata terbelalak. Sasuke memunggungi Hinata agar ia bisa menenangkan dirinya dulu. Hinata melihat jam yang menempel di dinding kamar Sasuke, sepertinya sudah waktunya makan malam.

"Sepertinya aku harus memasak dulu". Kata Hinata. Baru saja Hinata menginjakkan kakinya di lantai kamar, Hinata kembali terjatuh.

"Sshhh sakit". Hinata meringis lagi. Sasuke yang memunggungi Hinata terbelalak kaget melihat Hinata terjatuh lagi.

"Baka! Kau kan baru saja terjatuh Hinata-chan!". Kata Sasuke lalu menggendong Hinata kembali ketempat tidurnya. Hinata masih meringis, kakinya yang tadinya sudah membaik kini kumat lagi.

"Hinata sebaiknya kau segera ganti baju sebelum kau sakit lagi". Hinata hanya menunduk.

"Tapi Sasuke-kun bisa membantuku mengambilkan gaun tidur dikamarku?". Pinta Hinata. Sasuke menggangguk dan segera pergi keluar dari kamarnya dan menuju kamar milik Hinata.

Ia menghirup wangi kamar itu yang identik dengan wangi lavender. Ia buka lemari baju itu lalu mengambil gaun tidur milik Hinata secara acak dan segera membawanya kembali ke kamarnya.

"Ini, gantilah aku akan menunggu diluar". Kata Sasuke sambil menyerahkan baju itu ke Hinata lalu pergi keluar kamarnya.

5 menit Sasuke menunggu, seharusnya Hinata sudah selesai mengganti bajunya, Sasuke segera masuk kedalam kamarnya. Sasuke terbelalak kaget melihat seorang gadis sedang membuka bajunya dan terlihat tubuh mulus milik Hinata yang hanya menggunakan bra nya. Dan saat Hinata menyadari hal itu, ia tak kalah terkejutnya dan segera menutupi badannya dengan selimut.

"Baka! 5 menit aku menunggu kenapa kau baru ganti baju sekarang?". Kata Sasuke kesal. Kesal karena sesuatu yang dicelananya kembali menegang.

"Ma-maaf Sasuke-kun dari tadi aku memijat tanganku yang sakit, mana mungkin aku bisa berganti baju ji-jika tanganku tidak bisa digerakkan?". Kata Hinata dengan wajah memerah.

Sasuke membanting pintu kamarnya. Sepertinya ia harus menjaga jarak degan Hinata agar ia tidak kelepasan. Itu bukan karena Sasuke membenci Hinata tapi ia takut jika suatu saat nanti ia merenggut keperawanan Hinata. Kemudian Sasuke turun kebawah dan melangkahkan kakinya kedapur untuk memasak ramen instan sebagai makan malamnya dengan Hinata.

.

Setelah membawa Hinata kekamarnya. Sasuke kemudian berendam di bathub untuk melepaskan lelahnya. Kemudian ia mengambil telepon genggam nya yang ia letakkan diatas wastafel dan menelepon Sakura.

"moshi-moshi". kata suara yang berasal dari seberang sana.

"Sakura-chan..".

"Sasuke-kun? Apakah benar ini kau? Kenapa kau tidak menelponku? Kau tahu aku itu sangat rindu denganmu!". Kata Sakura dengan pertanyaan yang bertubi tubi.

"Bagaimana kabarmu hm?".

"Kabarku? Tentu saja aku baik baik saja".

"hn, kalau begitu kau sedang apa?".

"Aku sedang menelpon dengan tunanganku tersayang! Kalau Sasuke-kun sendiri sedang apa?".

"Aku sedang berendam di bathub".

"Apa? Sedang berendam? Dasar pantat ayam! Sedang mandi pun masih sempat menelpon tunangannya!".

"Hn, aku mau mengunjungimu".

"Hah? Kau mau mengunjungiku? Apa kau gila!".

"Tentu saja aku gila karena rindu dengan tunangannya"

"Yayaya aku juga rindu denganmu, tapi saranku sih jangan, lebih baik kau berkerja dulu selama berbulan bulan baru mengambil cuti".

"Berbulan-bulan? Itu terlalu lama!",

"Terserah kau sajalah tapi ini kan demi karier mu!".

"Tapi ini juga demi kau juga kan?".

"Sudahlah! Aku mau tidur saja!". Telepon diputuskan dipihak Sakura.

'Mungkin dia sedang kelelahan'. Pikir Sasuke lalu melanjutkan acara berendam nya. Padahal waktu Konoha lebih cepat 1 jam, dan tak mungkin ia tertidur sesore ini.

Sebenarnya Sasuke tidak tahu bahwa Tunangannya ini akan pergi berkencan dengan Sabaku Gaara, sahabat kakak Sakura sendiri.


Sakura pov

aku menatap wajahku dicermin sehabis merias wajah.

'Sempurna!'. Pikirku. 20 menit lagi Gaara-kun akan menjemputku jadi aku harus bersiap siap lebih awal. Beberapa menit yang lalu si brengsek Uchiha menelponku.

'Laki laki bodoh'. Yang kumaksud bodoh adalah dirinya yang mau saja dipermainkan dengan perempuan sepertiku bukan sebaliknya. Ya, sikapku selama ini hanya akting untuk menutupi rasa kebencianku padanya!. Salah sendiri menyakiti sahabatku! Yamanaka Ino adalah sahabatku sejak kecil dan sejak kecil pula ia menyukai Sasuke, tetapi Sasuke tidak mengenaliku karena aku pindah ke Suna sebelum masuk Sekolah Dasar.

Semenjak remaja hubunganku dengan Ino kembali dekat. Berkat teknologi sekarang aku jadi lebih sering mengobrol dengan Ino. Ketika ia menceritakan bahwa Sasuke pergi meninggalkannya begitu saja aku pun geram!. Kebetulan aku bekerja diperusahaan milik Uchiha dan aku punya kesempatan untuk mendekatinya, memang tidak mudah tapi akhirnya aku berhasil menarik perhatiannya dan aku berhasil menjadi kekasihnya.

Karena selama ini sikapku hanya akting, aku seringkali menolak ajakannya untuk berbuat yang aneh aneh. Melihat sikap manjanya saja aku muak apalagi harus melihatnya bermain diranjang, tentu saja aku akan muntah! Sebenarnya aku sudah tidak tahan, tapi Ino terus menahanku dan sepertinya kesabaranku itu ada artinya karena ia menjadikan aku tunangan nya!

Sepertinya rencana aku dan Ino akan berjalan mulus untuk mencampakan si Uchiha brengsek itu!. Aku menggigit bibirku. Bagaimana jika Uchiha itu tahu? Ah, sejak kapan Akasuna Sakura takut dengan Uchiha brengsek itu! yang penting aku harus membuat Sasuke tergantung denganku!

Tiba tiba suara klakson mobil membuyarkan lamunanku, sepertinya Gaara-kun sudah menjemputku! Dan aku harus menyambutnya.

End Sakura pov


Hinata membuka kelopak matanya, cahaya matahari yang masuk dari jendela menerpa wajahnya. Sekarang sudah siang, tapi rasanya tubuh Hinata sangat emggan untuk terbangun. Kemudian ia menengok ke kanan. Sepertinya Sasuke sudah menaruh sarapan itu untuk Hinata. Hinata mengambil nampan itu dan menaruhnya diatas pahanya. Ia melahap roti berisi keju dan daging ini. Hinata melihat dagingnya yang sedikit gosong. Hinata memakluminya dan melahapnya sampai habis.

Jam didinding terus berdetak. Hinata tidak tertidur. Ia hanya mengistirahatkan badannya. Ia kesepian. Sebenarnya Hinata ingin berjalan jalan dikebun luas milik Sasuke ini. Tapi kakinya yang sedang terkilir ini seperti tidak mendukungnya. Kemudian Hinata berlatih untuk berjalan, tapi ia malah jatuh, sepertinya kakinya terlalu lemah untuk menopang tubuhnya. Hinata sangat bosan, biasanya jika bosan ia akan menonton tv, tapi dikamar ini sepertinya tidak ada. Tv hanya ada di ruang tamu dan dikamar utama. Kemudian Hinata kembali tertidur.

Hinata terbangun lagi. Dan makan siangnya sudah disiapkan di meja kecil dismping tempat tidurnya. Hinata mengehela nafas. Kenapa tadi Sasuke tidak membangunkannya hanya untuk sekedar mengajaknya mengobrol. Ia melahap makan siangnya dengan tidak berselera. Dan tiba tiba Sasuke masuk kedalam kamarnya.

"Kau sudah bangun ya?".

"Hmm iya". Hinata yang tetap menatap makan siangnya dengan tidak berselera.

"Kau tidak mau makan?". Hinata menggeleng pelan. Ia bukannya tidak selera makan hanya saja ia terlalu bosan dan untung saja Sasuke datang dan mengajaknya bicara.

"Hn, maaf akau tidak pandai membuat makanan". Kata Sasuke yang kini duduk disamping Hinata.

"Eh tidak apa apa, aku hanya sedikit bosan". Sasuke mengerti keadaan Hinata, ia tidak bisa begerak kemana mana. Dan dikamarnya tidak ada apa apa.

"Tunggu sebentar aku akan mengambilkanmu sesuatu". Kata Sasuke lalu berjalan keluar dari kamar Hinata. Sasuke pergi karena ingin mengambilkan buku buku yang bisa dibaca oleh Hinata.

"Jika kau bosan, kau bisa baca buku buku ini". Kata Sasuke yang masuk kedalam kamar Hinata dan menaruh berbagai novel di meja kecil disamping tempat tidur Hinata. Hinata hanya menggangguk dan melanjutkan acara makan siangnya.

"Eh Hinata mulai besok aku akan bekerja, jadi tidak ada yang menjagamu dirumah, apa kau tidak apa apa?". Tanya Sasuke.

"Hmm, tak apa apa aku bisa berjaga diri, dan semoga saja kakiku bisa sembuh besok dan bisa berjalan jalan lagi". Sasuke mengernyit.

"Apa aku harus mengambil cuti lagi agar bisa menjagamu?".

"Ti-tidak usah Sasuke-kun, aku bisa menjaga diriku sendiri". Sasuke menatapnya dengan tidak yakin.

"Baiklah, tapi kau harus berjanji kau bisa menjaga dirimu sendiri?". Kata Sasuke lalu mengacungkan kelingking nya.

"Janji!". Kata Hinata lalu menautkan kelingkingnya dengan kelingking Sasuke.


TBC

Huaa akhirnya Angel bisa nyelesein fict ini dalam 1 hari:v

Angel sengaja ngebut bikinnya supaya bisa nge-publish sebelum paketan Angel abis:v

Dan terimaksih buat yang udah nge-review fict Angel ini, Angel jadi terharu melihat tanggapan kalian *plak maaf Angel kadang emang suka lebay:v

Bagi yang menurut kalian dichap 1 kurang jelas, dichap 2 ini udah jelas belum?Kalau belum jan lupa review yah:3

Angel sangat menghargai pendapat kalian, jadi kalau misalnya ada bagian yang kurang jelas atau ada kata kata yang typo jan lupa kasih tau biar Angel bisa perbaikin:3

Dan sekali lagi Angel mengingatkan untuk tidak lupa mengreview fict Angel ini nyehehehehe:3 *maksa