Name: Ultimate Team: The Devil Hunter
Author: Izanagi – no - Ookami
Genre: Adventure, Romance
Rating: M

Disclaimer: Naruto Masashi Kishimoto, Suikoden V Konami, Highschool DxD Ichiei Ishibumi

Note: Well, minna. Kembali lagi dengan saya Izanagi – no – Ookami yang kali ini kembali dengan crossover Naruto dan Highschool DxD disertai dengan sedikit unsure Suikoden V. Di cerita ini Naruto dan Asia akan saya buat menjadi saudara kandung dan memiliki pekerjaan yang sama, yaitu menjadi Devil Hunter. Naruto akan memakai senjata Sansetsukon atau Tri-Nunchaku yang dipakai oleh Prince Freyjadour Falenas di Suikoden 5, sedangkan Asia akan memakai senjata Dual Gun. Disini mereka mempunyai rune yang ada di Suikoden 5 yang dinamakan Rune Magic di fic ini. Naruto memakai Dawn Rune, dan Asia memakai Twilight Rune. Enjoy Reading… Oh ya, fanfic yang Naruto DxD Chronicles masih tetap rilis kok, jadi jangan khawatir bakal discontinued, ok

Chapter 2: The Arrival of Asia and the Twilight Rune

- Morning Time -

Pagi hari di Akaademi Kuoh, Akeno terus menatap Naruto dan ingin bertanya pada Naruto bahwa kemarin malam yang menghabisi iblis liar itu adalah dia atau orang lain. Tapi dia mashi belum berani menanyakannya secara langsung, membuat Naruto menatap ke arahnya

"Himejima-san, kenapa kau terus melihat wajahku. Apa ada yang salah?" Tanya Naruto

"Tidak apa-apa Menma-san" Balas Akeno, kemudian dia berbisik pada Naruto "Bisa aku bicara empat mata denganmu di atap sekolah saat istirahat, Naruto-kun?"

"Tentu" Balas Naruto

Rias pun yang melihat Akeno sedang berbicara dengan Naruto menjadi heran dan membatin 'Sebenarnya apa yang Akeno bicarakan pada orang itu? Sungguh mencurigakan'

Kemudian guru dikelas Naruto pun masuk, kemudian dia berkata "Nah, anak-anak. Sekarang adalah pelajaran sejarah, tolong buka buku kalian halaman 45"

Naruto yang tidak pernah menyukai pelajaran sejarah hanya bisa menggerutu dalam hati 'Kenapa sekarang harus pelajaran sejarah sih, merepotkan'

Kemudian guru itu mengajarkan pelajaran sejarahnya, sedangkan Naruto sedang berusaha menahan diri supaya tidak tertidur didalam kelas. Dan Akeno sedikit tertawa kecil melihat perilaku teman lamanya atau cinta pertamanya itu. Setelah berganti guru dan pelajaran, kemudian bel istirahat pun berbunyi

"Na…Menma-san, kau mau kemana? Bukannya kau ada janji bertemu denganku" Ucap Akeno yang hampir keceplosan menyebutkan nama Naruto, kemudian dia menghela nafas lega dan membatin 'Hampir saja, gomenasai Naruto-kun"

"Ah, aku cuma mau membeli ramen saja kok. Nanti aku menyusul" Balas Naruto, kemudian dia keluar dari kelasnya

Akeno juga ingin melangkahkan kaki untuk keluar dari kelas, tapi Rias menahan tangannya dan berkata "Akeno kau mau kemana?"

"Apa urusanmu menanyakan itu buchou?" Tanya Akeno dengan nada dingin

"Kau adalah queenku, jadi aku berhak tahu kemanapun kau pergi" Jawab Rias(AN: Dia berkata seperti itu saat dikelas dan sekitar kelasnya sudah kosong)

"Oh ya, jadi karena aku adalah queenmu. Kau harus tahu kemanapun aku pergi. Dan aku harus selalu mendukungmu dalam berbagai hal, seperti saat kau menghina Naruto-kun beberapa tahun silam" Ucap Akeno

"Akeno itu sudah terjadi sangat lama" Balas Rias, kemudian dia berkata "Lagipula, dia itu cuma orang culun dan lemah. Kenapa kau sangat membelanya"

"Asal kau tahu Rias…" Ucap Akeno yang sudah memanggil buchounya dengan namanya langsung, kemudian dia melanjutkan "Kau hanya melihat topeng dari Naruto-kun… Hanya aku yang tahu sisi asli Naruto-kun". Melihat Rias yang terdiam, dia pun membatin sebelum keluar dari kelasnya 'Dan juga kaichou"

Akeno pun berjalan ke atap sekolah untuk menemui Naruto, tapi dia merasakan Rias mengikuti dirinya. Jadi dia mengambil jalan lain yang agak jauh, tapi akhirnya dia berhasil menuju ke atap sekolah dan melihat Naruto yang sedang memakan ramennya

"Apa yang terjadi… Kau lama sekali?" Tanya Naruto, kemudian dia langsung menebak alasan Akeno datang terlambat "Biar kutebak… Rias mengikutimu"

"Ya" Balas Akeno, kemudian dia melanjutkan "Dan dia masih mengganggapmu seperti dulu, Naruto-kun"

"Sudahlah Akeno-chan. Aku tidak peduli dengan dia, lagipula dia tidak pantas untuk melihat sisi asli diriku seperti dirimu dan Sona-chan" Ucap Naruto

Akeno yang mendengarnya wajahnya memerah dan kemudian dia mendekati menggesek-gesekkan wajahnya di dada bidang Naruto "Ara-ara, jadi menurutmu aku dan kaichou itu special… Naruto-kun?"

"Jangan mulai Akeno-chan" Balas Naruto, kemudian dia bertanya "Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?"

"Yang kemarin melawan iblis liar di wilayah kekuasaan klan Gremory itu kau kan?" Tanya Akeno, kemudian dia melanjutkan "Dan jangan bohong, aku melihat senjata orang itu sama dengan senjatamu yangdiperlihatkan oleh kaichou, dan juga dia memiliki Dawn Rune seperti dirimu"

"Itu memang aku" Balas Naruto dengan pasrah karena dia takut Akeno akan menjauhinya saat dia tahu kalau dirinya adalah Devil Hunter. Tapi melihat Akeno yang tersenyum manis, dia pun berkata "Kau tidak marah padaku dan mencoba menjauhiku?"

"Aku tahu kau Devil Hunter…" Ucap Akeno, kemudian dia melanjutkan "Tapi aku yakin kau tidak akan menyakiti aku dan orang-orang yang kau sayangi kan"

"Tentu saja" Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Tapi aku agak merasa bersalah pada pekerjaanku sebagai Devil Hunter"

"Kenapa bisa begitu?" Tanya Akeno

"Tujuan utamaku menjadi Devil Hunter sebenarnya adalah melindungi manusia tidak bersalah dari iblis liar yang selalu melakukan kekacauan di dunia ini" Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Tapi sekarang aku melakukan ini demi uang… Asal bayarannya besar, aku bersedia melakukannya. Tapi itu semua aku lakukan untuk membeli rumah otou-san yang digadaikan olehnya sebelum dia meninggal dan juga disumbangkan untuk rumah yatim piatu atau rumah sakit. Apa aku salah karena sekarang aku melakukan ini karena imbalan?"

"Tentu saja tidak. Karena imbalan itu kau gunakan untuk membantu sesama juga dan rumah itu kau beli untuk tempat kau tinggal dengan Asia kan karena kau tidak ingin Asia tinggal di apartemen"

"Terima kasih Akeno, atas bantuanmu" Ucap Naruto, kemudian dia berkata "Kau lapar Akeno, aku sudah menyimpan ramen yang sudah aku buat untukmu meskipun sudah dingin karena kita terus-terusan bicara dari tadi"

"Arigatou Naruto-kun" Balas Naruto, kemudian dia mengambil ramen pemberian Naruto dan memakannya. Kemudian dia berkata "Kau masih ingat Naruto-kun… Dulu sewaktu ibumu dan ayahmu belum bercerai dan Asia-chan masih di Jepang. Kita selalu makan ramen bersama dan ditemani oleh Asia-chan"

"Ya aku ingat. Aku harap saat Asia kembali kita bisa melakukannya lagi, Akeno-chan" Balas Naruto. Kemudian dia dan Akeno meneruskan acara makan ramennya, tapi mereka tidak menyadari kalau ada sosok gadis berkacamata yang sedang melihat mereka. Kemudian dia menangis saat melihat kedekatan Naruto dan Akeno sebelum pergi dari tempat itu jauh-jauh

Beberapa menit kemudian, bel pun berbunyi dan mereka kembali ke kelas. Dan masuklah sensei mereka yang memberikan pelajaran baru. Naruto tidak tertidur kali ini karena sekarang adalah pelajaranyang dia suka dan juga dia sedang membaca buku tentang Rune Magic yang diberikan oleh senseinya dulu, Georg. Naruto membaca buku itu dengan sangat serius sampai tidak sadar bahwa bel pulang sudah berbunyi dan dia sudah tidak melihat para siswa dan siswi sudah keluar dari kelas. Naruto pun pergi ke tempat biasa Kiba berlatih pedangnya dan berlatih dengan Sansetsukon miliknya

-Day Time-

"Biarkan saja lah, toh aku memakai Sansetsukon milikku untuk berlatih bukan untuk mencari gara-gara disini" Ucap Naruto yang teringat janjinya pada Sona, kemudian dia mengarahkan Sansetsukon miliknya ke tanah dan berteriak "Hyaaaahhh"

Blaaaarrr

Mendengar suara ledakan, Knight dari Rias Gremory yang bernama Yuuto Kiba pun masuk ke dalam ruang latihan dan melihat Naruto yang berlatihdengan Sansetsukon miliknya kaget, saat menyadari itu adalah senjata yang dipakai sosok yang sedang dicari-cari oleh buchounya kemarin. Kemudian dia mengambil pedangnya dan berusaha menyerang Naruto "Kena kau!"

Trankkkk

Naruto yang merasakan serangan Kiba pun merubah Sansetsukon-nya menjadi tongkat dan menahan serangan Kiba, kemudian dia berkata "Apa yang kau lakukan ini, menyerang seseorang dengan niat membunuh"

"Kau itu orang yang kemarin mengganggu pekerjaan kami melawan iblis liar itu kan. Kau harus aku seret ke arah buchou" Desis Kiba

Trankkk

Trankkk

Trankkk

Naruto terus bertahan dari serangan bertubi-tubi dari Kiba. Kemudian dia menendang Kiba saat memiliki kesempatan dan mengubah Sansetsukon-nya menjadi nunchaku "Kau ingin melawanku, kau mendapatkannya iblis"

Kiba kaget karena Naruto mengetahui identitasnya sebagai iblis. Dia pun bertambah kaget saat dia berlari kearah Kiba dengan cepat. Setelah itu Naruto pun menyeringai dan berkata "Aku akan membalas seranganmu, iblis"

Buaaaakkk

Sisi kanan Sansetsukon Naruto telak mengenai pipi kanan Kiba, Naruto pun berkata "Satu"

Buaaaaakkkk

Kali ini sisi kiri Sansetsukon milik Naruto yang menghajar bagian wajah kiri Kiba. Melihat Kiba terhuyung karena serangannya, Naruto langsung mengubah Sansetsukon-nya menjadi tongkat dan mengarahkan ujung tongkatnya ke perut Kiba "Kena kau!"

Buaaaaakkkk

Kiba terlempar ke belakang sampai terjatuh. Dia berusaha bangun, tapi Naruto mendekatkan lehernya dengan tongkatnya dan Dawn Rune ditangannya bercahaya, kemudian dia berkata "Sepertinya Dawn Rune akan senang membunuh iblis sepertimu"

"Hentikaaaaannnn!" Teriak seseorang gadis berkacamata yang ternyata adalah Sona Sitri. Kemudian dia menatap mata Naruto dengan tajam "Kenapa kau ingin membunuhnya. Apa kau sudah lupa perjanjian kita?"

"Aku tidak lupa itu Sona-chan" Balas Naruto, kemudian dia melangkah keluar dari ruangan itu

"Kau mau kemana!" Teriak Sona yang emosi dengan tindakan Naruto yang seolah kabur dari tanggung jawab

"Tentu saja pulang. Untuk apa aku membantu orang yang tadi menyerangku" Balas Naruto. Sona pun yang mendengar itu malah merasa bersalah karena tindakan Naruto untuk melawan Kiba adalah benar, karena dia mencoba untuk melindungi dirinya sendiri, dan dia malah marah pada Naruto. Setelah itu dia melihat Kiba dan berkata "Aku tidak peduli siapapun kau… Tapi yang pasti, jika kau melakukan hal itu lagi. Aku akan menganggapmu sebagai iblis liar dan akan membunuhmu ditempat, karena itu adalah tugasku sebagai Devil Hunter". Kemudian tubuh Naruto mengeluarkan cahaya biru, dan langsung menghilang dari tempat itu secara instan

"Apa yang terjadi pada Kiba, Sona?" Tanya Rias yang sudah sampai ditempat kejadian bersama dengan para peeragenya kecuali Issei

"Lain kali bilang pada anggota peeragemu untuk bersikap sopan. Beruntung dia belum mati" Ucap Sona yang kemudian keluar dari ruangan itu

"Hei, apa maksudmu itu Sona?" Tanya Sona, tapi Sona pun mengabaikan Rias. Rias yang melihat Sona mengabaikannya dan berkata "Hei Sona! Cepat jawab pertanyaanku"

'Ini pasti perbuatan Naruto-kun, tapi sepertinya memang Kiba-lah yang memicu amarah Naruto-kun dan menyerangnya' Batin Akeno

"Akeno, jangan melamun saja. Cepat bantu aku membawa Kiba ke ruangan klub" Ucap Rias yang sedang membantu Kiba berdiri

"Baiklah Rias" Balas Akeno dengan dingin dan dia membantu Rias membawa Kiba keruangan klubnya

'Sepertinya buchou dan Akeno-senpai sedang ada masalah' Batin Koneko yang melihat dinginnya Akeno pada Rias. Sebenarnya dia sudah menyadari itu lama sekali, semenjak Akeno memberitahu sahabatnya yang pergi dari kota Kuoh karena selalu dihina oleh salah seorang gadis

Naruto pun menyusuri kota Kuoh dengan kesal, sampai-sampai dia menendang kaleng yang ada dijalan dengan keras. Dia tidak habis pikir, bisa-bisanya Sona marah kepadanya karena dia membela diri dari seorang iblis yang menyerangnya

"Sahabat macam apa dia itu" Desis Naruto, kemudian dia membatin 'Apa aku harus mengalah dan membiarkan iblis sialan itu melukaiku. Dia pikir aku manusia lemah yang tidak bisa melindungi diriku sendiri apa?'. Naruto pun kemudian melihat Issei yang sedang meminum soda disebuah jembatan, kemudian dia menghampiri Issei dan berkata "Yo Issei!"

"Siapa kau?" Tanya Issei pada Naruto, kemudian dia berkata "Oh ya. Kau itu Uzumaki Menma kan, senpaiku yang sekelas dengan Rias-senpai dan Akeno-senpai"

Whaaaccckkk

"Ittai… Kenapa kau memukul kepalaku sih Menma-senpai?" Tanya Issei yang kesal karena perlakuan Menma

Dia pun membuka tas-nya dan menunjukkan Sansetsukon miliknya dan berkata "Kau sudah ingat siapa aku, Issei?"

"Naruto-sensei… Ini kau kan" Ucap Issei, kemudian dia memeluk Naruto dan berkata "Aku rindu padamu sensei. Aku rindu ajaran bela dirimu dan teknik berpedang darimu itu"

"Ya, ya, ya. Tapi lepaskan dulu pelukanmu, aku tidak mau dikira homo" Ucap Naruto, kemudian Issei melepaskan pelukannya. Setelah itu Naruto menatap Issei dan berkata "Sekarang katakan, kenapa kau bisa menjadi iblis Issei. Jika kau diserang malaikat jatuh, bukannya kau bisa melawan mereka dengan teknik bela diri dan berpedang yang aku ajarkan"

"Eto, sensei. Saat aku ingin melawan dia, aku menyadari bahwa Rias-senpai dan Akeno-senpai ada disana dan dia memperhatikan aku. Jadi aku tidak mungkin menggunakan Rune Magic kan?" Jawab Issei

"Kau benar…" Balas Naruto, kemudian dia berkata "Tapi bagaimana perkembangan Rune Magic-mu, Issei?" Tanya Naruto

"Bagus sensei. Aku sudah bisa mengevolusikan Fire Rune milikku menjadi Rage Rune, tapi aku masih merahasiakannya dari yang lain. Dan aku sudah memiliki kekuatan Longinus, yaitu [Boosted Gear]" Jawab Issei

"Aku bangga padamu Issei, tapi kau harus tahu takdir pertarungan sampai mati Sekiryuutei, yaitu kau danHakuryuukou" Ucap Naruto, Issei pun menggangguk atas ucapan Naruto. Kemudian Naruto berkata pada Issei "Sebenarnya kalau kau belum menjadi iblis, aku ingin mengajakmu menjadi Devil Hunter bersama Crow dan Weasel, Issei. Tapi meskipun kau sudah menjadi iblis, tapi aku akan tetap mengganggapmu muridku dan kau lolos dari daftar targetku"

"Aku tahu itu sensei. Tapi aku boleh tanya sesuatu kan?" Tanya Issei, Naruto pun menggangguk mendengar perkataan Issei. Melihat itu, Issei pun berkata "Kemarin itu kau bukan?"

"Tentu saja aku. Jangan-jangan kau sudah lupa dengan Dawn Rune milikku dan nama Fox yang kupakai" Balas Naruto, Issei pun tertawa mendengar perkataan Naruto

"Naruto-kun" Ucap Sona yang muncul diantara pembicaraan sensei dan murid itu

Naruto pun menatap wajah Sona dengan kesal dan berkata "Hyoudou-san, senang berbicara denganmu hari ini"

Issei pun tahu permainan Naruto yang tidak ingin Sona mengetahui dia mengetahui identitas Naruto, hanya berkata "Ya, senang bertemu denganmu juga. Menma-san". Kemudian dia pergi dari mereka berdua, dan Naruto menggunakan runenya untuk menghilang dari sana

"Maafkan aku, Naruto-kun" Ucap Sona yang menangis saat dia melihat Naruto pergi dengan kebencian pada dirinya

Disisi lain kota Kuoh, ada dua sosok gadis pendatang yang baru sampai di Kuoh. Gadis yang satu bertubuh tinggi semampai dan memiliki warna rambut crimson, bermata violet, dan bergaya rambut ponytail dengan memakai jubah berwarna ungu dan pink, sedangkan disebelahnya gadis berambut blonde keputihan memiliki warna mata lavender yang kelihatan pucat dan juga bertubuh langsing seperti gadis yang berada disebelahnya. Dan sepertinya mereka mencari orang yang sama

"Jadi kau mencari Uzumaki Naruto juga. Nee, Shion" Ucap gadis berambut crimson itu

"Tentu saja, Sara. Lagipula dia berjanji akan menikahiku dan aku akan melahirkan penerusku sebagai Miko" Balas gadis bernama Shion itu

"Apaaaa! Jangan harap kau ya Shion, dia itu akan jadi calon suamiku" Ucap gadis bernama Saea itu

"Aku…" Ucap Sara

"Aku…" Balas Shion

"Tentu saja Naruto-kun akan memilihku, miko" Ejek Sara

"Jangan harap, rambut darah. Naruto-kun lebih suka gadis elegan sepertiku" Ejek Shion

"Sudah cukup…" Ucap Sara

"Kenapa… Kau sudah menyerah, eh Sara?" Sindir Shion

"Jangan harap…" Balas Sara dengan geram, kemudian dia berkata "Hanya saja kita kan menyukai orang yang sama. Bagaimana kalau kita berbagi?"

"Boleh juga, tapi aku yang akan jadi alpha-nya"Ucap Shion

"Itu tidak akan terjadi, karena yang akan menjadi alpha-nya adalah aku" Balas Sara

"Jangan sok yakin kau" Ucap Shion dengan kesal karena kepedean Sara

"Tentu saja aku yakin. Karena Naruto-kun bilang, aku mengingatkannya pada okaa-samanya. Rambutnya Kushina-kaasama saja berwarna crimson sepertiku" Balas Sara

"Cih…" Ucap Shion dengan pasrah, karena yang dikatakan Sara itu benar. Sedangkan Sara hanya bisa menyeringai saat melihat perubahan raut wajah Shion

-Night Time-

Diruangan klub peneliti ilmu gaib, Rias pun melakukan interogasi kepada Kiba karena kejadian hampir terbunuhnya dia ditangan Naruto. Dia sedang duduk bersama Akeno dan juga, Issei dan Koneko juga ikut serta disana

"Jadi Kiba…" Ucap Rias yang sudah memulai pembicaraan, kemudian dia melanjutkan "Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa tadi siang kau bisa seperti itu"

"Aku menyerang Menma-senpai" Balas Kiba, Rias yang mendengar itu pun terkejut

"Kenapa kau menyerang seorang manusia, dengan keinginan membunuh lagi?" Tanya Rias

"Aku tidak ingin membunuhnya buchou, aku hanya ingin menyeretnya kepadamu. Karena aku tahu dia adalah Devil Hunter yang sewaktu itu mengganggu pekerjaan kita"

'Jadi identitas Naruto-kun / Naruto-sensei ketahuan' Batin Akeno dan Issei saat mendengar perkataan Kiba

"Kau tahu dari mana, Kiba-senpai? Menurutku tidak ada yang mencurigakan dari dia" Tanya Koneko

"Aku melihatnya… Senjata yang dia pakai sama seperti senjata yang dipakai Devil Hunter itu" Jawab Kiba, kemudian dia meneruskan "Dan juga dia hampir membunuhku dengan kekuatan yang dia pakai untuk menghabisi pemimpin iblis liar itu"

"Jadi begitu… Namikaze-san, aku harus berbicara serius dengan orang ini" Ucap Rias yang kesal karena tindakan Naruto yang menyerang budaknya yang sudah dianggap keluarga

"Dan lain kali aku tidak akan gagal untuk menyeret orang itu kesini" Ucap Kiba dengan percaya diri

"Hahahahaha" Mereka pun terkejut saat melihat Issei mentertawai Kiba. Kemudian dia berkata dengan sinis "Kau pikir kau bisa mengalahkannya Kiba… Ingat kau itu hampir mati cuma karena serangan senjatanya, bahkan dia belum mengeluarkan kekuatannya yang sesungguhnya. Dia itu tidak menghabisimu karena dia tahu kau adalah anggota peerage buchou. Jika kau melakukan itu lagi, maka… Ucapkan selamat tinggal pada nyawamu"

"Issei… Apa yang kau katakan?" Ucap Rias yang kesal karena perkataan Issei

"Ingat Kiba… Jika kau macam-macam, dia akan mengganggapmu sebagai iblis liar dan akan membunuhmu langsung" Jawab Issei yang keluar dari ruangan klub

Kiba pun tiba-tiba terdiam dan badannya bergetar saat mengingat perkataan Naruto tadi setelah mengalahkannya 'Aku tidak peduli siapapun kau… Tapi yang pasti, jika kau melakukan hal itu lagi. Aku akan menganggapmu sebagai iblis liar dan akan membunuhmu ditempat, karena itu adalah tugasku sebagai Devil Hunter'

"Buchou, ada iblis liar yang berkeliaran tidak jauh dari sini" Ucap Koneko pada buchounya

"Aku tahu…" Balas Rias, kemudian dia berkata "Ayo kita pergi"

Mereka pun keluar dan mencari iblis liar yang meresahkan Kuoh itu, kemudian dia melihat iblis liar yang dimaksudkan Koneko. Kemudian Rias pun berkata "Iblis liar… Karena kau mengganggu daerah kekuasaanku. Maka aku akan membunuhmu"

"Coba saja kalau bisa, gadis crimson" Ucap iblis liar itu, kemudian dia berkata "Perkenalkan, namaku Valen. Dan aku akan membunuhmu"

"Koneko… Serang dia" Perintah Rias

"Ha'I buchou" Balas Koneko, kemudian dia memukul Valen tapi valen menahan pukulan Koneko dan membuatnya sedikit terlempar kebelakang

"Serangan apa itu, tidak ada efeknya sama sekali" Ucap Valen dengan arogan, kemudian dia melanjutkan "Siapa lagi yang akan maju?"

"Biarkan aku saja buchou. Bersiaplah kau, iblis-san" Ucap Kiba yang sudah membuat pedang dari Sacred Gearnya, [Sword Birth]

Kiba melesat dengan cepat ke arah Valen, dan menebas Valen secara membabi buta, tapi Valen seolah bisa membaca gerakannya dan menghindar dengan lincah. Saat ada kesempatan dia pun memukul perut Kiba, membuatnya terlempar "Gerakanmu cepat, tapi tidak berarti di mataku"

'Kenapa iblis liar ini bisa kuat sekali' Pikir Rias dalam hati, kemudian dia berkata 'Dan dimana Issei, saat kami butuh bantuannya'

[Hoy, partner. Kau tidak mau membantu mereka?] Tanya Ddraig pada partnernya yang hanya melihat pertarungan temannya saja

"Aku ingin lihat seberapa kuat mereka. Jika Kiba merasa lebih kuat dari senseiku, berarti dia kuat kan. Tapi ternyata dia lemah" Ucap Issei, kemudian dia melanjutkan "Lagipula aku malas menggunakan kekuatanmu untuk orang yang meremehkan kekuatan senseiku"

[Tapi apa kau tidak khawatir pada keselamatan temanmu?] Tanya Ddraig

"Aku tidak tahu mereka temanku atau bukan, kecuali Akeno-senpai yang sudah aku anggap kakakku sendiri… Lagipula dulu kami tidak dekat, hanya saja saat aku membangkitkan kekuatanmu barulah mereka mengganggapku sebagai teman" Jawab Issei, Ddraig pun hanya menatap partnernya dengan lirih. Setelah itu Issei pun berkata "Tapi sebentar lagi, pertunjukan akan semakin menarik. Kau perhatikan saja, Ddraig"

Ddraig masih bingung akan ucapan Issei, tapi kemudian ada yang mengeluarkan sebuah sihir sebelum Rias mengeluarkan jurus Power of Destruction miliknya "Piercing One!"

Booooooooommmmm

"Arrrrrrrggggggghhhhh" Teriak Valen yang kesakitan karena merasakan sakit akibat serangan dadakan itu sebelum badannya hancur menjadi abu

"Done…" Ucap orang itu sambil membuka buku yang dipegangnya dan mencoret foto Valen yang ada didalamnya

"Hei, Weasel. Kau curang, kenapa kau ambil jatahku sih" Ucap seseorang berambut hitam pendek dan membawa sebuah pedang kecil atau tanto di anime Naruto pada sosok pembunuh Valen yang ternyata adalah Weasel

"Hn, rune-mu itu untuk penyembuhan Crow. Bukan untuk menyerang, jadi runemu tidak akan bisa membantu banyak" Balas Weasel dengan datar

Orang bernama Crow itu hanya bisa mendengus karena omongan weasel. Kemudian dia berkata "Tugas kita sudah selesai kan, ayo kita kembali ke markas dan lapor pada taichou"

"Percuma, dobe tidak akan ada di markas sekarang. Soalnya dia sedang menjemput adiknya di airport" Balas Weasel.

"Dasar tidak sopan. Kau masih saja memanggil taichou dengan sebutan dobe. Dasar baka" Ucap Crow

Kemudian Weasel dan Crow berjalan menuju motornya yang tidak jauh dari tempat mereka tapi Rias menghadang mereka. Weasel pun menatap Rias dengan datar dan berkata "Apa mau-mu Gremory?"

"Apa maksudmu mengganggu pekerjaanku di wilayah kekuasaanku sendiri?" Tanya Rias

"Wilayah kekuasaan… Hahaha, kau pikir kau ini siapa? Kau Cuma iblis bukan Tuhan yang membuat alam semesta ini, jadi jangan pikir cuma kau yang berhak untuk menginjakkan kaki disini" Jawab Crow dengan sinis, kemudian dia melanjutkan "Dan kau bicara seperti itu setelah anggota peeragemu dikalahkan dengan mudah oleh iblis liar seperti Valen. Itu tidak berlaku untukmu, Akeno-neesama. Pantas saja Fox-taichou membencimu, Gremory"

Setelah itu Crow dan Weasel pergi dengan runenya seperti yang dilakukan Naruto. Issei pun juga melakukan hal yang sama. Hal yang membuat Rias bingung adalah ucapan Crow yang memanggil Akeno sebagai neesama, seolah dia sudah lama mengenal Akeno. Tapi pertanyaan itu akan dia tanyakan esok hari. Crow dan Weasel pun kembali ke markas dan melihat Naruto dan seorang gadis cantik berambut pirang disebelahnya

"Hei, dobe. Aku pikir kau tidak ada disini, karena kau akan menjemput adikmu" Ucap Weasel

"Aku kan sudah bilang, berhenti memanggilku itu baka teme" Balas Naruto

"Dan kalau boleh tahu siapa gadis ini, Naruto. Apa dia anggota baru?" Tanya Weasel

Belum Naruto menjawab, tiba-tiba Crow memoton pertanyaan Weasel dengan nada panik"Jangan-jangan kau adalah pacar Naruto-taichou ya? Kau ini taichou, kau kan sudah punya Akeno-neesama. Berikan aku satu lah"

"Dia bukan pacarku, Sai" Balas Naruto yang sudah memanggil Crow dengan nama aslinya yang bernama Sai

"Masa kau lupa denganku sih Sasuke-nii, ini aku Asia" Ucap gadis itu yang ternyata adalah Asia, imouto dari Naruto

"Kau Asia… Aku tidak menyangka kau akan berubah menjadi gadis cantik dan manis seperti itu" Ucap Weasel yang ternyata bernama asli Sasuke, tapi Naruto mendeathglare dia terus membuat dia berkata "Apa? Kau marah aku bilang adikmu cantik dan manis? Dasar siscon"

"Aku bukan siscon, teme!" Teriak Naruto, Asia yang mendengarnya pun tertawa karena dia sudah rindu akan pertengkaran kakaknya dengan sahabatnya ini. Kemudian raut wajahnya sudah serius, dan dia pun berkata "Baiklah, ayo serius sedikit. Teman-teman, Asia disini akan menjadi anggota baru kita"

"Kau serius kau mengizinkan Asia ikut organisasi kita ini. Bukannya kau sangat overprotective pada Asia?" Tanya Sasuke

"Aku rasa tidak apa-apa, Sasuke. Aku merasakan energy rune dari tangan kanan Asia-san" Balas Sai

"Ya, itu benar. Asia memegang pasangan dari Dawn Rune, yaitu Twilight Rune. Sama seperti Black Sword Rune milik Sasuke dan Bright Shield Rune milik Sai" Ucap naruto, kemudian dia melanjutkan "Dan aku akan melatih Asia untuk membela diri dan juga mengembangkan potensial Twilight Rune"

"Ehem…" Ucap Asia, kemudian dia melanjutkan "Jadi aku adalah member baru disini. Perkenalkan namaku Asia Argento Namikaze. Anak dari Namikaze Minato dan Kushina Argento dan adik dari Namikaze Naruto"

"Ya, adik kecil" Potong Naruto. Dan Asia pun cemberut saat mendengar perkataan Naruto

"Dan code-nameku adalah Goddess" Lanjut Asia

"Perkenalkan, namaku Sai dan code-nameku adalah Crow" Ucap Sai

"Kau sudah tahu siapa aku" Ucap Sasuke pada Asia, membuat dia jengkel. Kemudian Sasuke melanjutkan "Dan code-nameku adalah Weasel, salam kenal"

"Dan aku adalah kakak Asia, Namikaze Naruto dan code-nameku adalah Fox" Ucap Naruto, kemudian dia melihat Asia dan berkata "Aku yakin kau akan bisa beradaptasi disini. Kau tidak sendirian, ada aku, ada Sasuke, dan juga ada Sai"

"Aku tahu onii-chan, aku tahu" Balas Asia dengan tersenyum

-To Be Continued-